Showing posts with label Benton. Show all posts
Showing posts with label Benton. Show all posts
Kayaknya aku telat banget ya baru nyobain produk ini? Kebanyakan dari orang-orang pas belajar skincare tuh pada punya essence Benton yang snail ini. Aku aja ingat beberapa kali lihat produk ini nangkring di skincare stash teman-temanku dulu, waktu aku sendiri belum terlalu paham soal skincare. Sejujurnya keberadaan essence itu sendiri masih antara ada dan tiada buatku. Maksudnya aku sendiri belum tahu apakah aku butuh essence atau nggak. Awalnya aku mikir essence itu malah sama aja kayak serum, tapi kayaknya ada sedikit perbedaan di bahan aktif yang terkandung di dalamnya ya. Kalau essence biasanya lebih light, nggak berat-berat banget ingredientsnya, dan mereka lebih difokuskan buat membantu kulit tetap lembab selama kita skincarean karena semakin lembab kulit kita, maka penyerapan skincare selanjutnya akan jadi lebih baik.
Kalau kalian masih ingat ceritanya, beberapa waktu lalu aku sempat belanja banyak skincare dari Style Korean Indonesia. Salah satunya adalah si Benton Snail Bee High Content Essence ini. Awalnya nggak ada di dalam wishlist tapi gara-gara lihat dia diskon, akhirnya ikut dicheck out deh wkwk. Sebetulnya aku memang kepikiran untuk coba walaupun bukan dalam waktu dekat, karena snail essence itu klaimnya bagus buat bikin tekstur kulit jadi lebih halus. Aku sendiri belum banyak explore produk skincare dengan kandungan snail makanya penasaran aja apa dia live the hype.
Dari yang aku baca-baca, punyaku ini kayaknya udah formula yang baru. Jadi produk ini sempat mengalami reformulasi, cuma aku kurang tahu juga kapan. Yang kandungan lama snail filtratenya sampai 90% sementara yang baru niacinamide dipakai untuk menggantikan arbutine. Kalau dilihat dari ingredients listnya essence ini udah alcohol free, fragrance free, dan essential oil free. Makanya kalau dicek di INCI Decoder nanti ada dua list, kalian bisa pilih yang paling baru aja. Benton ini sendiri adalah brand asal Korea, di bagian botolnya tertulis penjelasan produk dan klaimnya untuk melembabkan dan menghaluskan kulit. Beberapa key ingredientnya ada niacinamide, snail filtrate, sh-Oligopeptide-1, willow bark extract, betaglucan, panthenol, dan allantoin.
Ingredients: Aqua(Water), Snail Secretion Filtrate, Butylene Glycol, Glycerin, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Sh-Oligopeptide-1, Bee Venom, Plantago Asiatica Extract, Laminaria Digitata Extract, Diospyros Kaki Leaf Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Ulmus Campestris (Elm) Bark Extract, Althaea Rosea Root Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Beta-Glucan, Betaine, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Adenosine, Panthenol, Allantoin, Pentylene Glycol, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Polysorbate 20, Lecithin, Arginine
Kemasan Benton Snail Bee High Content Essence ini seragam dengan produk mereka dari lini snail bee lainnya. Dikemas dalam botol berwarna coklat gelap yang baik untuk melindungi produk dari paparan sinar matahari supaya nggak cepat rusak. Botolnya juga udah dilengkapi dengan pump dan kalau pertama beli, keamanannya akan terjamin karena ada stiker pengamannya. Di badan botolnya sendiri cuma tertulis deskripsi produk dan klaimnya, tapi untuk ingredients list cuma tertera di boxnya jadi kalau kalian orang yang butuh info ingredients list, jangan sampai kehilangan boxnya ya hehe.
BACA JUGA: YSL Pure Shots Night Reboot Serum Review

Pengalamanku sama essence itu nggak terlalu banyak, jadi aku kurang tahu juga sebetulnya essence itu lebih mendekati tekstur toner yang cair apa serum yang kental. Kalau sebelumnya aku pernah cobain essence dari SNP, dia teksturnya kayak serum biasa yang masih termasuk cair. Tapi ternyata beda lagi sama essence Benton ini. Rasanya lebih seperti gel bening yang nggak gampang menggelincir dari tangan. Jadi seperti jelly gitu. Begitu dibaurkan ke kulit, langsung ngeblend aja kayak air, nggak bikin muka kerasa berat sama sekali, dan pakai satu layer juga udah cukup banget. Biasanya aku pakai dia setelah hydrating toner, sebelum serum. Aku pakainya juga setiap hari, pagi dan malam. Fungsi utamanya karena seperti yang aku bilang sebelumnya, aku berharap dia bisa kasih kelembaban lebih untuk bantu penetrasi produk selanjutnya ke kulit.
Selama beberapa minggu terakhir ini pakai dia, aku merasa bruntusan dan tekstur kulit terutama di bagian pipi dan tengah dahi jadi jauh lebih halus. Kulitku jadi merefleksikan cahaya lebih baik, padahal aku nggak pakai highlighter. Di situ aku langsung tahu kalau ternyata kulitku udah nggak gradakan lagi. Karena kulit yang teksturnya halus, karena permukaannya lebih seragam, jadinya cahaya lebih mudah dipantulkan. Makanya kenapa kulit bisa kelihatan glowing. Aku awalnya nggak ekspektasi macam-macam sama essence ini, lebih ke mengharapkan dia ngasih kelembaban yang cukup aja. Tapi ternyata, bukan cuma tekstur kulit aja, tapi bruntusanku juga jadi lebih cepat reda. Aku benar-benar merasa produk ini ajaib banget dan kayaknya mulai sekarang aku bakal masukin dia jadi staple skincareku.
Jadi beberapa minggu lalu aku berkesempatan buat jadi salah satu dari tester produk barunya Benton yakni Benton PHA Peeling Toner. Ini udah kedua kalinya aku jadi testernya Benton dan jujur sebenernya lumayan challenging lho karena kadang nggak tahu kapan barangnya sampai di Indonesia dan kalau terlalu mepet jadinya kejar-kejaran buat ngepost reviewnya. Sedikit cerita aja, jadi pertama kali aku jadi tester itu aku kasih alamat pengiriman yang di Jogja. Dan ternyata sebelum bisa dapet barangnya di tangan, aku harus ngisi formulir yang harus diserahkan ke Imigrasi Jogja supaya barang kiriman Benton bisa lolos. Nggak ribet sih, tapi ya makan waktu aja.
Nah kedua kalinya ini aku belajar dari pengalaman sebelumnya. Aku perhatiin beberapa teman di Instagram yang juga dapet kiriman dari Benton di daerah Jabodetabek jarang yang harus berurusan sama Imigrasi. Kukirim lah paket yang kedua ke alamat Bekasi. Dan berhasil! Paket diterima dengan selamat sampai di rumah tanpa harus konfirmasi pakai surat ke Imigrasi, jadi cuma bayar biaya pelabuhan aja.
Jadi Benton PHA Peeling Toner ini mengandung NMF (Natural Moisturizing Factor), Chrysanthemum Extract, dan 3% third-generation PHA (Lactobionic acid) yang membantu menghilangkan kotoran dan produksi minyak di wajah. Produk ini menggunakan PHA bukannya AHA karena AHA bikin kulit kita jadi lebih sensitif sama matahari, sementara dengan PHA sendiri memang masih akan sensitif tapi kemungkinannya jauh lebih rendah. PHA juga melelehkan sisa kotoran di muka sembari membentuk water barrier, jadinya kulit jadi terasa lebih lembut dan bersih.
Selain itu toner ini juga mengandung Sodium PCA dan Hyaluronic Acid yang mana merupakan NMF, dan Centaurea Cyanus Flower Water serta Chrysanthemum Extract yang terkenal sebagai soothing water. Semua kandungan yang ada di dalam produk ini diklaim dapat membuat kulit menjadi lebih lembut dan tenang serta lembab, jadinya nggak lagi deh kulit jadi kering setiap habis paai exfoliating toner.
Oh iya, peeling toner ini juga bebas dari artificial fragrance, pewarna, alkohol, PEGs, dan ingredients kontroversial lainnya. Dia juga termasuk exfoliator yang mild dan udah dermatologically tested untuk membantu memberikan kelembaban yang cukup, jadi cocok bahkan buat orang yang punya jenis kulit sensitif sekalipun.
Baca juga: COSRX One Step Original Clear Pad Review
Dari packagingnya ini dia cukup unik. Lucu sih sebetulnya, karena beda dari packaging exfoliating toner biasanya. Botolnya terbuat dari plastik putih dengan label biru dan ada pumpnya. Walaupun pakai pump tapi jangan kira waktu ngeluarin produknya bisa diatur ya, karena pas dipencet, dia nyemprotnya kuat banget! Aku sempat kaget awalnya, sama sekali nggak nyangka bakal sekencang itu keluarnya. Awal-awal emang kaget sih, tapi kalau udah kebiasa ya lama-lama jadi lancar juga sih mencet pumpnya.
Dari petunjuk penggunaannya sih disarankan pakai kapas, jadi pakailah aku kapas. Biasanya memang kalau exfoliating toner aku selalu pakai kapas. Waktu pertama kali pakai, nggak ada rasa pedih di kulit. Beberapa pemakaian berikutnya baru ada sedikit rasa cekit cekit yang bikin kulit rasanya jadi lebih sensitif karena bahkan produk skincare yang aku layer setelah peeling toner ini bikin kulit jadi terasa perih. Tapi itu juga karena aku pakai toner ini lebih dari 2 kali seminggu. Aku kebiasaan nggak bisa pakai chemical exfoliator lebih dari 2 kali, jadi aku batasin ya seminggu paling banyak 2 kali aja.
Efeknya di muka sih sejauh ini biasa aja, nggak ada perubahan signifikan yang bikin aku jadi berdecak kagum. Entah karena terlalu mild atau memang butuh waktu lebih lama aja buat lihat perbedaannya. Apalagi karena aku mulai pakai produk ini menjelang aku datang bulan jadi sempat ngira awalnya dia bikin aku breakout, tapi ternyata breakout ku gara-gara aku datang bulang.
Selama aktif di account Instagram @beautywithdummy, nggak jarang aku lihat banyak beberapa teman yang ngepost review produk yang sama dalam rentang waktu yang bersamaan. Dan produk yang dipost itu semuanya dari Benton. Aku akhirnya penasaran dong, kok bisa ya ngepost reviewnya barengan? Aku memutuskan buat main-main ke Instagramnya Benton dan di situ aku baru tahu kalau mereka rajin buka submission untuk orang-orang nyobain produk baru yang bakal mereka launching. Jadi istilah lainnya ya kayak mereka merekrut beta-tester buat produknya gitu, dengan syarat kita harus bisa review produknya dan ngepost review itu di social media kita tentunya sesuai tanggal yang sudah ditentukan. Dan karena penasaran, aku buka lah websitenya Benton dan pas banget waktu itu lagi dibuka tester buat produk mereka yaitu Benton Goodbye Redness Centella Spot Cream. Aku submit buat ikutan, dan senangnya kali pertama aku ikutan ini aku pun terpilih!
Ingredients: Centella Asiatica Extract(42%), Aqua (Water), Calamine(10%), Caprylic/Capric Triglyceride, Coco-Caprylate/Caprate, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Glycerin, Pentylene Glycol, Cetearyl Alcohol, Cetearyl Olivate, Glyceryl Stearate, Sorbitan Olivate, Glyceryl Caprylate, Houttuynia Cordata Extract, Enantia Chlorantha Bark Extract, Asiatic Acid, Madecassic Acid, Asiaticoside, Madecassoside, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Butylene Glycol, Dipotassium Glycyrrhizate, Propanediol, Sodium Gluconate, Oleanolic Acid, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil, Mentha Piperita (Peppermint) Oil, Hydrogenated phosphatidylcholine, 1,2-Hexanediol, Sucrose Stearate, Xanthan Gum
Jadi, produk ini adalah spot treatment yang biasa dipakai kalau lagi ada jerawat. Benton sendiri mentargetkan spot cream ini untuk menangani permasalahan kulit kayak iritasi, noda hitam, dan warna kulit yang nggak rata. Produk ini mengandung centella asiatica, calamine, tea tree, dan peppermint yang membantu menenangkan kuli yang sensitif dan iritasi. Centella asiatica itu sendiri udah dipakai di banyak produk dan terkenal karena efeknya yang memang bagus banget buat menenangkan, melindungi, dan menyembuhkan kulit. Sementara calamine powder lebih fokus bekerja untuk menyeimbangkan kadar minyak dan air, dan minyak berlebih di kulit kita. Jadi walaupun ini namanya spot treatment, efeknya nggak terbatas cuma buat bagian muka yang berjerawat.
Aku pertama terima produk ini sekitar 3 minggu yang lalu dan sejak itu aku langsung rajin pakai, pagi dan malam hari. Soalnya aku penasaran banget sama efeknya, berhubung ini kan spot treatment pertamaku, aku mau tahu apa sih pentingnya spot treatment buat kulitku. Selama ini memang buat menangani jerawat ya aku cukup pakai basic skincare aja, karena lebih sering jerawatku timbul karena efek eksternal. Contohnya makan nggak teratur, kurang tidur, keseringan begadang, atau jarang ganti handuk dan sarung bantal.
Tekstur krimnya warna pink pucat, ada baunya sedikit kayak bau obat, dan dia gampang banget dibaurkan ke kulit. Biasanya aku pakai setelah moisturizer dan sebelum sunscreen kalau pagi hari. Dia nggak lengket, nggak meninggalkan residu juga jadi putih-putih aneh gitu.


Selama 3 minggu pakai spot cream Benton ini, progresnya lumayan kenceng juga. Awalnya ekspektasiku ya bakal biasa aja gitu kan, tapi ternyata dia ngebantu banget buat banyak permasalahan kulit. Tadinya aku mikir, spot cream itu cuma bisa buat jerawat aktif doang dan bakal bikin kulit jadi kering, tapi dari Benton sendiri bilang produk ini bisa dipakai di seluruh wajah, buat semua permasalahan kulit. Jadi kalau kulit kita kemerahan, bruntusan, atau buat bekas jerawat yang menggelap, itu semua juga bisa dikasihin spot cream ini.
Kalau kamu selama ini rajin pakai spot treatment nggak? Share dong produk spot treatment yang kamu pakai!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons