Showing posts with label Toner. Show all posts
Showing posts with label Toner. Show all posts
Hai guys, apa kabar? Wah udah masuk pertengahan November aja nih, akhir-akhir ini lagi sering banget hujan ya. Sejujurnya aku senang banget kalau udah memasukin musim hujan karena udara hujan tuh bikin nyaman. Anyway, akhir-akhir ini aku ngerasa jadi lebih mager buat skincarean, mungkin salah satunya karena udara hujan yang bikin nyaman jadi males gerak ya haha #alasan. Dan udah bisa ditebak, kalau aku mulai malas skincarean, pasti kulitku langsung ngambek. Ya jadi makin berminyak lah, tekstur kulit semakin ketara, muka jadi kusam, dan yang enggak pernah absen; jadi jerawatan!
Terus gimana, Dyn? Biasanya sih kalau udah rajin skincarean lagi, kulitku tahu diri dan bakal tenang lagi. Cuma memang ada beberapa produk yang ngebantu banget dan jadi andalan kalau kulit lagi ngambek, salah satunya adalah exfoliating toner. Nah di postingan kali ini aku bakal ngereview exfoliating toner yang lagi aku pakai selama beberapa bulan belakangan yaitu Innertrue Harmonizing Toner!
BACA JUGA: Pratista Hyalu Hydrating Toner Review
Aku udah kenal brand Innertrue cukup lama, mungkin sekitar tahun 2019 atau 2020-an awal? Produk pertama dari Innertrue yang aku cobain itu sabun muka mereka, Innertrue Awakening Cleansing Gel yang berhasil jadi sabun muka favoritku. Dari situ aku jadi penasaran buat cobain produk Innertrue lainnya, cuma karena stok skincare di rumah masih banyak, jadi keinginan itu ketunda-tunda terus.
Sampai akhirnya aku berhasil ngehabisin semua exfoliating tonerku dan barulah aku bisa cobain Innertrue Harmonizing Toner. Kemasannya cantik deh, simple tapi justru menurutku itu yang bikin dia menarik. Ada aksen double layer di bottle cap-nya, botolnya transparan jadi memudahkan kita buat lihat produk di dalamnya. Ukurannya sih terbilang medium, isinya sendiri 100ml dengan harga Rp140.000.
BACA JUGA: Studio Tropik Probiome Skin Tonic Review

Jadi apa sih Innertrue Harmonizing Toner itu? Dia adalah exfoliating toner yang fungsinya menyeimbangkan pH kulit, biasanya kan kalau habis cuci muka, pH kulit kita jadi kurang seimbang karena sabun muka pH-nya suka tinggi. Nah toner ini bisa bantu balikin pH kulit supaya seimbang lagi. Selain itu juga dia bisa mengangkat sel kulit mati, mengecilkan pori-pori, mengontrol produksi minyak berlebih, bahkan bisa melindungi kulit kita dari radiasi blue light pada gadget. Wah, lengkap banget ya!
Ingredients: Aqua, Allantoin, Disodium EDTA, Propylene Glycol, Butylene glycol, Ceramide 3, Aloe Vera Leaf Extract, Hydrolyzed Pea Protein, Tranexamic acid, Licorice (Glycyrrhiza Glabra) Extract, Salicylic Acid, Alcohol, Niacinamide, Glycolic acid, Dmdm hydantoin, Sodium Hyaluronate.
BACA JUGA: Nature Republic Vitapair C Toner Review
Tekstur tonernya watery banget, enggak lengket atau berat sama sekali, persis kayak air. Rasanya pas diusap ke muka tuh ada segar-segarnya gitu. Selama pakai tonernya Innertrue ini aku sebetulnya ngerasa kurang ada efek yang gimana-gimana sih... Biasanya pakai exfo toner jerawatan tuh gampang kehempas, tapi pakai Innertrue ini kok kayak kurang nampol ya. 😅 Rasanya malah kayak hydrating toner karena ngasih rasa segar di kulit. Tapi aku jujur aja kurang puas sih kalau dibandingin sama pemakaian exfoliating tonerku yang sebelum-sebelumnya. Tapi kalau misalnya kalian mau coba, terutama yang baru mau cobain pertama kali pakai exfoliating toner, bisa aja cobain Innertrue Harmonizing Toner karena sepertinya dia termasuk yang mild.
Waktu pertama produknya launching, aku nggak bakal ngira Studio Tropik Probiome Skin Tonic bakal jadi produk yang laku keras di pasaran. Aku ingat banget sebelum produknya launching, aku udah sempat lihat Kak Amal @deszell ngetease produknya karena dia udah dikirimin duluan, tapi nggak ditunjukin dengan gamblang itu dari brand apa, cuma dilihatin warna dan bentuk botolnya aja. Pas akhirnya resmi launching, baru deh ngeh, oh ini produk yang selama ini dibahas sama Kak Amal.
Kalau boleh jujur sih stok tonerku waktu itu nggak lagi butuh-butuh banget buat beli baru, but you know me, kadang ada aja masa-masa di mana aku FOMO hahaha. Kebetulan juga waktu itu nggak ada produk baru yang bisa direview (tapi stok masih banyak di rumah) jadi iseng aja beli deh sekalian ngehabisin poin SOCO. Aku sempat nunggu lama dari produknya pertama sampai rumah sampai akhirnya aku buka dan pakai. Meskipun sampai detik ini produknya belum habis, tapi aku mau review sekarang karena toner ini emang ajaib banget!
BACA JUGA: Pratista Hyalu Hydrating Toner Review
Jadi apa si, Studio Tropik Probiome Skin Tonic? Mungkin kalau cuma dari judulnya aja masih agak samar ya ini tuh produk apa. Probiome Skin Tonic adalah hydrating toner dan dia direlease nggak sendirian tapi bareng sama kembarannya si Herbitus Skin Tonic. Keduanya punya dua kandungan yang berbeda dan tentunya fungsi yang berbeda juga. Aku memutuskan buat cobain Probiome lebih dulu karena aku rasa aku lebih butuh dia ketimbang si Herbitus. Probiome difokuskan buat bantu menghidrasi kulit, makanya seperti yang bisa kalian lihat di label produknya, tertulis; Plumping formula for very dehydrated skin. Buat aku yang kulitnya dehidrasi, tentu klaim kayak gitu terdengar menggiurkan. Sementara kalau Herbitus sendiri fokusnya lebih ke untuk kulit berjerawat. Walaupun aku juga acne-prone, tapi ketika kulitku well-hydrated, jerawat jadi jarang muncul, makanya kenapa aku selalu fokusin produk-produkku supaya bisa bantu menghidrasi kulit.
BACA JUGA: Review 1 Minggu Pemakaian SNP Prep Cicaronic
Probiome Skin Tonic punya beberapa klaim seperti:
- Merangkap benefits toner & essence dalam satu produk
- Konsentrasi bahan aktif tinggi & tekstur lebih kental
- Membuat kulit lebih lembut dan kenyal, siap untuk menyerap rangkaian skincare berikutnya
- Bifida ferment lysate + Lactobacillus - Menghidrasi kulit, menyeimbangkan microbiome, dan mengoptimalkan kondisi kulit. Bersifat anti-aging dan memperkuat skin barrier
- Mempertahankan hidrasi kulit untuk mencegah TEWL (Transepidermal Water Loss) sehingga membuat efek kulit lebih sehat dan kenyal
- 4 jenis Hyaluronic Acid dengan ukuran molekul yang berbeda. Dapat melembapkan kulit secara menyeluruh dari lapisan luar hingga ke dalam. Berfungsi untuk membantu mengunci kelembapan maksimal kulit
- Ekstrak tanaman yang menenangkan dan kaya antioksidan
- Mampu meningkatkan elastisitas kulit dan mengurangi kerutan halus di wajah
Wah, banyak banget yaa, makanya kenapa produk ini laku keras dan jadi favorit banyak orang. Probiome Skin Tonic seperti yang udah aku bilang sebelumnya kalau dia fokus ke menambah hidrasi pada kulit supaya kulit jadi plump. Kalau kulit plump, kulit akan jadi lebih elastis dan garis halus akan tersamarkan, wajah jadi terlihat awet muda. Kedengarannya ajaib banget ya, kayak too good to be true. Padahal nggak, memang itulah kehebatan kulit yang terhidrasi dengan baik. Makanya jangan pernah meremehkan hydrating toner atau produk-produk hydrating lainnya.
Ingredients: Aqua, Butylene Glycol, Caprylic/Capric Triglyceride, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Propylene Glycol, Bifida Ferment Lysate, Lactobacillus/Collagen/Mesembryanthemum Crystallinum Leaf Extract Ferment Lysate, Betaine, Panthenol, Polyglutamic Acid, Sodium Hyaluronate, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Sodium Acetylated Hyaluronate, Hydroxypropyltrimonium Hyaluronate, Glycerin, Ethylhexylglycerin, 1,2-Hexanediol, Hydroxyethyl Cellulose, BHT, Styrene/Acrylates Copolymer, Citric Acid, Phenoxyethanol, Chlorphenesin, Caprylyl Glycol
BACA JUGA: Nature Republic Vitapair C Toner Review
Tekstur toner ini sebetulnya nggak creamy-creamy banget sih, nggak sampai mirip cream moisturizer gitu, dia tetap cair. Warnanya putih susu dan ada wangi herbal yang aku kurang tahu sih itu wangi apa, maaf aku masih nggak bisa bedain wewangian beberapa ingredients tertentu hihi. Tapi wanginya enak, dan nggak bikin menusuk hidung. Toner ini bisa dipakai baik dengan kapas atau tanpa kapas, jadi dituangkan langsung ke tangan lalu ditap-tap ke muka langsung. Aku sendiri biasanya pakai tangan langsung aja sih soalnya kalau pakai kapas, yang terserap ke kapas cukup banyak, jadinya boros. Kalau ke tangan bisa lebih hemat dan tanganku juga jadi ikut kena tonernya sekalian jadi lebih halus.
Terus gimana efeknya? Wah, aku langsung jatuh cinta pada pemakaian pertama. Akhir-akhir ini kan aku sering malas skincarean ya, dan kalau udah kayak gitu bisa sampai tiga hari nggak skincarean sama sekali. Akhirnya kulitku dehidrasi parah, dan kalau udah dehidrasi, jerawat jadi bermunculan. Begitu aku mulai skincarean lagi kayak biasanya, begitu kulitku ketemu toner ini, rasanya kayak menemukan oase di padang pasir, benar-benar bikin kulit jadi minum! Dehidrasiku langsung hilang, kulitku jadi jauh lebih tenang, kalem, dan bouncy sesuai dengan klaimnya. Buatku yang rentan dehidrasi, produk ini benar-benar penyelamat banget karena sedikit aja pakainya udah bisa mengembalikan kesehatan kulit. Definitely a must try!
Aku masih inget banget gimana dulu aku mikir sebagai pemilik kulit berminyak, aku harus menjauhi produk-produk yang memberikan kelembaban bahkan hidrasi. Kebayang kan betapa parahnya kondisi kulit kalau udah dehidrasi, ditambah nggak kena pelembab juga? Yap, makanya dulu skin barrier aku kacau banget karena nggak dirawat dengan baik. Setelah aku mulai belajar tentang skincare, pelan-pelan pandanganku soal kulit berminyak harus menghindari produk yang menghidrasi dan melembabkan jadi runtuh. Aku semakin paham kalau apapun jenis kulitmu, memastikan kulit mendapatkan asupan hidrasi yang cukup bisa jadi kunci permasalahan kulit yang sekarang lagi kita hadapi. Sekarang, aku nggak pernah take hydration for granted lagi.
Basic skincare itu memang cuma CMP — Cleansing, Moisturizing, Protecting. Tapi buat aku pribadi, aku nggak bisa banget lepas dari yang namanya toner apalagi hydrating toner. Karena setelah aku perhatiin, ternyata meskipun kulitku ini berminyak, tapi ternyata aku rentan dehidrasi. Mungkin karena side effect dari gaya hidup yang kurang bagus ya, karena kan aku suka banget minum kopi tapi kurang minum air, jadinya kulit sering terasa kering. Selain memperbaiki dari sisi gaya hidup itu, aku jadi rely on banget sama hydrating toner. Malah moisturizer suka aku skip karena aku punya sunscreen yang sifatnya cukup oklusif buat menggantikan fungsi moisturizer. Jadi buat aku pribadi, basic skincareku tuh malah cleansing, toner, protecting.
Nah di postingan kali ini aku bakal bahas salah satu toner yang udah sering banget seliweran di timelineku dan udah masuk wishlistku juga dari lama yaitu Pratista Hyalu Hydrating Toner! Dari namanya aja udah ketahuan ya, Hyalu, yang awalnya aku kira kependekan buat hyaluronic acid, ingredients yang paling banyak kita temui terutama di produk-produk yang fungsinya buat memberikan hidrasi. Tapi waktu aku lihat ingredients listnya nggak ada hyaluronic acid yang tertulis secara gamblang, justru adanya sodium hyaluronate yang merupakan turunan dari HA. Sodium hyaluronate ini punya molekul yang lebih kecil dibandingkan HA jadi penetrasi ke dalam kulitnya bisa lebih jauh, yang mana artinya bisa melembabkan lebih lama juga karena masuk ke layer kulit yang lebih dalam.
As always, sebelum kita masuk ngebahas soal performanya, aku bakal sedikit singgung soal packaging atau bagian luar dari Hyalu Hydrating Toner ini. Sebetulnya aku termasuk orang yang lebih cepat kepincut sama produk yang punya kemasan mentereng alias aku bucin packaging. Jadi aku bisa aja beli suatu produk simply because packaging mereka lucu. Perkara ingredientsnya bagus apa nggak, klaimnya apa aja, itu suka aku pikir belakangan wkwkwk. Nah toner ini sendiri perlu aku akui dari segi kemasan sebetulnya nggak terlalu masuk aestheticku, jadi kalau cuma nilai dari luar tuh aku kurang tertarik buat beli. Tapiii gara-gara banyak yang bilang toner ini oke banget performanya, barulah aku mulai pikir-pikir buat masukin ke wishlist. Karena memang menurutku dia tampilannya biasa aja, meskipun khas Pratista, tapi ini aku jujur aja tbh keseluruhan desain produk Pratista tuh terlalu kelihatan kayak produk klinik, jadinya kurang "narsis" kalau diajak foto heheh.

Tekstur toner Hyalu ini termasuk yang lumayan kental, warnanya juga bening, mengingatkan aku sama tonernya SNP Peptaronic. Tapi menurutku kalau Peptaronic itu lebih cepat lembabnya, jadi kalau mau dilayer banyak-banyak agak tricky. Meanwhile si Pratista Hyalu ini jatuhnya lebih ringan pas udah diratain ke kulit, jadi kalau kalian suka pakai banyak skincare dalam sekali jalan, mendingan pakai Hyalu aja walaupun jadinya bakal ngelayer beberapa kali terutama kalau kulit kalian kering ataupun rentan dehidrasi juga sama seperti aku.
Dari segi hydrating dia cukup oke memang, walaupun dari pengalamanku ya belum yang terbaik. Tapi aku sebagai pemilik kulit yang berminyak suka banget malah sama toner kayak gini karena dia nggak bikin pengap di kulit. Ada efek lainnya nggak selain menghidrasi? Sejauh ini sih nggak ada ya, produknya juga nggak ada klaim macam-macam. Palingan kulitku jadi kerasa lebih plump dan sehat aja tiap habis pakai Hyalu. Menurutku sih kalau kalian cari toner yang ringan dan nggak bikin lengket di kulit, bisa cobain aja Pratista Hyalu ini!
Sebagai pemilik kulit acne prone, masalah yang dihadapi itu nggak cuma satu aja, tapi ada beberapa dan rentetan biasanya. Ya jerawatnya, ya merah karena jerawat, ya bekasnya setelah jerawat hilang :") Makanya kalau ada yang bilang udah frustrasi sama jerawat tuh ya nggak salah juga karena memang kalau kulit udah tumbuh jerawat, yang harus dilakuin tuh banyak. Untungnya sekarnag kalau untuk mentackle jerawat aku udah ada produk andalan sendiri. Cuma kalau buat bekasnya memang masih dalam masa pencarian. Nah di sini aku berkesempatan untuk cobain produk-produk dari Clinelle WhitenUp series yang fokusnya memang untuk mencerahkan kulit terutama buat hyperpigmentation. Series WhitenUp ini ada banyak sebenarnya produknya, tapi yang aku cobain ada 4 aja; cleanser, toner, essence, sama spot treatmentnya (serum). Aku bakal bahas satu-satu produknya sesuai urutan pakainya ya.
Clinelle WhitenUp series ini diformulasikan dengan teknologi terdepan anti-photoaging yang mampu melindungi kulit dari penuaan dini akibat paparan radiasi sinar UV. Mengandung 3 bahan utama:
- Ekstrak Japanese Purple Rice — Meningkatkan kemampuan vitamin C dalam mencerahkan, mengencangkan, dan melembabkan
- Vitamin C — Merupakan antioksidan yang baik dalam mengembalikan tekstur kulit dan mencerahkan warna kulit
- Ekstrak bunga Daisy — Dapat membantu mengurangi pigmentasi, kulit kusam, dan meratakan warna kulit
BACA JUGA: Pratista Derma Pure Gel Treatment Review
CLINELLE WHITENUP BRIGHTENING CLEANSER
Jadi yang pertama aku mulai dulu dari cleansernya. Cleanser ini diformulasikan tanpa SLS, which I super love karena kulitku paling sensitif sama SLS. Kalau kena cleanser dengan SLS pasti nanti langsung dehidrasi dan kalau udah dehidrasi kalian bisa tebak sendiri, jerawat bakal mulai bermunculan. Makanya kenapa aku sebisa mungkin pilih cleanser yang nggak mengandung SLS dan untungnya Clinelle ini juga udah tanpa SLS.
Tekstur produknya lumayan heavy sih, dan dia rasanya kayak tipikal gel cleanser pada umumnya aja, agak licin dan makan waktu buat dibilas tapi buatku hal itu nggak pernah jadi masalah karena dengan begitu kulitku jadi nggak dehidrasi. Rasanya enak banget di muka, tapi aku perhatiin kayaknya daya bersih cleanser ini kurang oke deh. Soalnya aku pasti suka ngetes setelah double cleansing ini mukaku udah bersih apa belum pakai toner dan kapas, dan kalau pakai cleanser Clinelle ini aku masih suka lihat ada sisa kotoran yang menempel. Agak disayangkan sih karena aku suka sama cleanser yang nggak bikin kering di kulit tapi pada akhirnya sebuah cleanser harus bisa membersihkan kulit dengan baik.
BACA JUGA: Harlow All Day Glow Cream Review
CLINELLE WHITENUP BRIGHTENING TONER
Setelah pakai cleanser, dilanjut sama tonernya. Tonernya ini datang dalam bentuk udah ada sprayernya jadi enak banget buat yang suka buru-buru atau mageran karena nggak perlu tuang-tuang ke tangan, tinggal semprot aja habis itu selesai. Toner begini juga cocok buat dibawa kemana-mana karena gampang diaplikasikan on the go. Buat yang suka pakai toner dulu sebelum reapply sunscreen, toner seperti ini bisa jadi pilihan kamu buat dibawa pergi.
Semprotannya itu sendiri lumayan oke, nggak nyemprot di satu arah dan bikin kaget, mistnya lumayan halus. Cuma aku nggak pandai menakar berapa banyak spray yang aku butuhkan buat full satu muka, jadi jatuhnya malah cepat habis dan boros karena banyak spray yang kebuang. Makanya setelah beberapa kali percobaan akhirnya aku akalin dengan spray aja ke tangan atau kapas kayak biasa. Jadi agak nggak guna ya ada spray wkwk tapi aku merasa lebih nyaman gitu sih.
In terms of its hydrating effect, menurutku biasa aja. Kalau aku punya kulit yang kering sekaligus dehidrasi, kayaknya aku bakal butuh sesuatu yang lebih dari ini. Untungnya kulitku tipe yang berminyak, walaupun dehidrasi. Jadinya toner ini aja masih bisa mencukupi tapi itu juga harus diboost dengan hydrating product lainnya, kalau cuma mengandalkan toner ini nggak akan cukup di aku. Salah satu trik yang aku pakai juga dengan toner ini adalah menjadikan dia untuk moisture sandwich. Jadi tiap habis ngelayer dengan suatu produk, aku spray mukaku pakai toner ini buat memastikan kulit tetap lembab karena kulit yang lembab membantu penetrasi produk lebih baik kan.
CLINELLE WHITENUP BRIGHTENING SERUM
Habis pakai toner aku lanjut pakai serumnya. Iya, aku pakai serumnya dulu baru essence karena setelah lihat tekstur kedua produk, ternyata serumnya lebih ringan dibanding essence. Aku selalu pakai produk dengan urutan dari yang paling ringan ke yang paling berat makanya aku dahulukan serum di sini. Tekstur serumnya seperti gel lotion, dan ini kayaknya produk terfavorit dari lini Clinelle WhitenUp yang aku cobain karena efek melembabkannya enak banget! Serumnya ini sendiri punya klaim buat mencerahkan kulit dan menyamarkan garis halus serta kerutan. Cuma satu yang jadi kekurangannya sih entah kenapa pumpnya agak aneh, tiap mau ngeluarin produknya pasti produknya muncrat jauh huhu. Nggak tahu ini botolku aja apa yang lain juga mengalami hal yang sama :(
CLINELLE WHITENUP BRIGHTENING SPOT CORRECTOR ESSENCE
Nah kalau ini baru essencenya yang sebetulnya lebih seperti spot treatment menurutku karena anjuran pakainya dia untuk area yang memang bermasalah aja atau area yang ada hyperpigmentationnya. Teksturnya juga hampir sama sih dengan serumnya, cuma lebih berat aja, dan dari segi warna juga lebih pekat. Dia gampang menyerap di kulit, nggak berat, nggak meninggalkan rasa lengket juga, dan yang aku suka ya dia nggak pilling. Aku udah paling males kalau ada produk yang pilling apalagi udah di tengah-tengah skincare routine karena rasanya pengen ngulang aja deh wkwkwk. Tapi untungnya essence ini nggak pilling.

KESIMPULAN
Buat yang belum tahu, tipe kulitku ini berminyak, dan setelah mencoba langsung semua produk ini, aku nggak merasakan ada ketidaknyamanan di kulit. Nggak ada produk yang rasanya terlalu heavy di kulit, nggak ada produk yang bikin kulit pengap atau gerah, dan semua produk bisa digunakan baik pagi ataupun malam hari. Aku sendiri pakai mereka di kedua waktu buat mencapai hasil yang lebih maksimal. Meskipun aku bilang tonernya kurang menghidrasi, tapi serum dan essencenya bisa menutupi kekurangan dari toner tersebut jadi menurutku it's a fair game. Kalau tonernya terlalu berat malah bisa jadi nggak nyaman di kulit waktu dilayer dengan produk selanjutnya.
Selama 10 hari pemakaian rangkaian Clinelle WhitenUp series ini, aku sih belum melihat ada perbedaan yang benar-benar wah, cuma memang kelihatan ada progress terutama kulit yang tadinya banyak kemerahan udah berkurang jauh banyak. Menurutku untuk waktu yang lumayan singkat progressnya udah sampai segini tuh udah sangat mendingan sih karena kita semua tahu yang namanya bekas jerawat itu ngilanginnya susah bukan main, apalagi ini baru dipakai 10 harian belum ada sebulan. Aku bakal lanjut terus pakai produknya buat lihat lebih jauh progressnya gimana.
Sebagai pemilik kulit berminyak, kalau ditanya apa ingredients skincare kesukaanku, kayaknya aku bakal jawab Centella Asiatica. Udah nggak perlu diragukan lagi, Centella Asiatica ini terbukti memang handy banget kalau udah urusan jerawat. Salah satu masalah utama kulitku adalah jerawat, apalagi karena memang kulitku termasuk yang acne prone alias mudah berjerawat, jadinya kadang nggak ngapa-ngapain sekalipun juga jerawat ya bisa aja muncul. Kalau udah kayak gitu, aku bakal langsung ambil produk skincare yang setidaknya mengandung Centella Asiatica ini karena di aku, Cica selalu berhasil merawat jerawat mulai dari baru muncul, sampai nanti setelah jerawatnya kering.
Centella Asiatica mengandung banyak bahan aktif yang dikenal sebagai terpenoid, yang membentuk sekitar 8% dari berat tanaman. Ada 4 manfaat utama yang telah dipelajari untuk perawatan kulit, di antaranya adalah asam asiatik, asam madekasik, asiatikosida dan madekasosida. Mereka terkadang disertakan dalam suatu produk dalam bentuk murninya, atau bisa juga sebagai campuran dan ditulis sebagai "Centella Asiatica Extract".
Nah kebetulan nih, aku baru-baru ini lagi cobain satu rangkaian produk yang mengusung Centella Asiatica sebagai salah satu main ingredientsnya yaitu SNP Prep Cicaronic. Aku yakin kalian pasti udah nggak asing lagi ya sama skincare line yang satu ini. Setelah sebelumnya sukses merilis series SNP Prep Peptaronic, kali ini SNP kembali lagi dengan series baru yang ditujukan untuk pemilik kulit berjerawat dan sensitif dengan lini Cicaronic. Aku berkesempatan cobain mulai dari cleansing foam, toning essence, ampoule, sampai sheet masknya. Penasaran nggak gimana hasilnya di kulitku? Yuk, lanjut baca kalau mau tahu!
As someone with oily skin, if you asked me what my favorite skincare ingredient is, I'd say centella asiatica. It is out of the question, centella asiatica has been proven many times over to be effective when it comes to acne treatment. One of my main skin problem is acne, since apparently my skin is prone to have them, so even when I don't change my diet, nor trying new products, acne would still find its way to inhabit my skin. When such thing happens, the first thing I do is to grab a skincare product with centella asiatica in it, as it always helps me to treat them pre and post showing.
Centella asiatica’s been in skincare for a long time, but it’s really getting its time in the spotlight at the moment. Centella asiatica contains a bunch of active ingredients known as terpenoids, which make up around 8% of the weight of the plant. The main four that have been studied for their skincare benefits are asiatic acid, madecassic acid, asiaticoside and madecassoside. They’re sometimes included in a product alone in pure form, or in combination as “Centella asiatica extract”.
For the past few days, I've been trying this new set of skincare where they use centella asiatica as their main ingredients, it's the SNP Prep Cicaronic. I'm sure a lot of you are familiar with this line by now. After the release of SNP Prep Peptaronic, SNP comes back with another new series dedicated to people with acne problems and sensitive skin with this Cicaronic line. In this chance, I get to try starting from their cleansing foam, toning essence, ampoule, to their sheet mask. If you wanna know how it affects my skin, then keep on reading!
Sebelum kita masuk lebih jauh ke review produknya, mari kenalan dulu dengan SNP dan apa itu SNP Prep Cicaronic. SNP adalah merek 'Solusi Kulit Total' yang dikembangkan oleh ahli perawatan kulit K-Beauty, tujuannya memberikan solusi terbaik kepada konsumen berdasarkan keahlian perawatan kulit Korea dan bukti ilmiah.
- SCIENCE (Prioritize Clients’ Skin) Berdasarkan penelitian dan pengembangan terus-menerus para ahli kulit, SNP memberikan solusi untuk menghadirkan kulit yang paling muda dan segar bagi pelanggan.
- NATURE (Safe & Verified Effective Ingredients) SNP memanfaatkan kekuatan alami dari bahan-bahan murni dan memberdayakannya dengan sains untuk memperkuatnya guna menciptakan perawatan kulit seefektif mungkin.
- PURITY (Pure Skin) SNP aman untuk kulit sensitif memberikan solusi dengan bahan yang terbukti aman melalui pengujian yang ketat.
SNP Prep diperkaya dengan beberapa lapisan asam hidronik dengan bahan aktif utama, seperti peptides, cica, dan vitamin. Dibuat oleh SD Biotechnologies, salah satu perusahaan Kecantikan dan Perawatan Kulit terkemuka di Asia, untuk menyediakan perawatan kulit berkualitas tinggi dengan bahan yang efektif dan harga yang terjangkau.
Before we go further into the product review, let's get acquainted with SNP and what is SNP Prep Cicaronic. SNP is a ‘Total Skin Solution’ brand developed by K-Beauty skin care experts, providing consumers with the best solutions based on Korean skincare expertise and scientific evidence.
- SCIENCE (Prioritize Clients’ Skin) Based on our skin experts’ constant research and development, SNP provides solutions to bring forth the customers’ most youthful and fresh skin.
- NATURE (Safe & Verified Effective Ingredients) SNP leverages on the natural power of pure ingredients and empowers it with science to strengthen them to create the most effective skin care possible.
- PURITY (Pure Skin) SNP is safe for sensitive skin providing solutions with ingredients proven safe through strict testing.
SNP PREP to bring it back to basics. SNP PREP is enriched with multiple layers of HYALURONIC ACID with key active ingredients, such as PEPTIDES, CICA, and VITAMINS. Created by SD Biotechnologies, one of the leading Beauty and Skin Care companies of Asia, to provide high quality effective ingredient skin care at attractive prices.

SNP PREP CICARONIC MILD CLEANSING FOAM
Rp 180.000/180ml
Yang pertama akan aku bahas adalah cleansing foamnya dulu, sesuai dengan urutan gimana aku pakai produk-produk ini. Produk ini punya klaim untuk membantu membersihkan kulit dari polusi, debu, dan efek dari sinar matahari yang membuat kulit menjadi kusam. Kandungan centella asiatica di dalamnya membantu menenangkan kulit yang iritasi. Selain itu di dalamnya juga terdapat 3 lapis hyaluronic acid untuk melembabkan kulit sehingga setelah dibilas, kulit nggak akan terasa kering ataupun ketarik.
First thing is going to be the cleansing foam, according to the order in which I use these products. This product has a claim to help clean the skin from pollution, dust, and the effects of sunlight that make our skin appear dull. The centella asiatica in it helps soothe irritated skin. In addition, there are also 3 layers of hyaluronic acid to moisturize the skin so that after we rinse it off, the skin won't feel dry or tight.
Ingredients: Water, Myristic Acid, Glycerin, Potassium Hydroxide, Stearic Acid, Glyceryl Stearate, Palmitic Acid, Cocamidopropyl Betaine, Butylene Glycol, Sorbitol, Potassium Benzoate, Sodium Chloride, Polyquaternium-7, Disodium EDTA, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Arachidic Acid, Lauric Acid, Melia Azadirachta Leaf Extract, Coptis Japonica Root Extract, Oleic Acid, Sodium Benzoate, Panthenol, Fragaria Vesca (Strawberry) Leaf Extract, Melia Azadirachta Flower Extract, Propanediul, Centella Asiatica Leaf Extract, Centella Asiatica Extract, Theobroma Cacao (Cocoa) Seed Extract, Dextrin, 1,2-Hexanediol, Anastatica Hierochuntica Extract, Sodium Hyaluronate, Hyaluronic Acid, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Ethylhexylglycerin, Madecassoside, Thymus Vulgaris (Thyme) Leaf Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Flower Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, Origanum Majorana Leaf Extract, Melissa Officinalis Leaf Extract, Fragrance

Cara pakainya standard aja ya, kayak pakai sabun muka pada umumnya aja. Dia wanginya khas centella asiatica, dan teksturnya creamy banget. Sebagai penyuka jenis face wash dengan tekstur gel, menurutku ini termasuk yang lembut banget di kulit. Kulitku jarang cocok sama cleansing foam yang creamy begini karena kadang mereka suka terasa kasar di kulit, tapi pas aku cobain ternyata dia lembut banget! Setelah dibilas juga kulitku nggak terasa kesat, kering, ataupun ketarik. Aku sempat coba diamkan kulitku tanpa dilanjut toner selama 2 menit dengan posisi aku di ruangan ber-AC dan tetap rasanya kulitku nggak kering. Setelah pakai si cleansing foam, kulitku benar-benar kelihatan cerah dan nggak kusam lagi, persis seperti klaimnya!
It's used like how usually do with facial foam in general. It smells like centella asiatica, and the texture is really creamy. As a type of face wash with a gel texture, I think this is one that is really soft on the skin. My skin rarely matches with creamy cleansing foam because sometimes they tend feel rough on the skin, but when I tried it, it was so soft! After rinsing, my skin doesn't feel dry, tight, or tingling. I tried to leave my skin on without the toner for 2 minutes in an air-conditioned room and still didn't feel like my skin was dry. After using the cleansing foam, my skin really looks bright and not dull anymore, just like the claim!
BACA JUGA: SNP Ruby Nutrition Eye Patch Review

SNP PREP CICARONIC TONING ESSENCE
Rp 180.000/220ml
Setelah selesai dengan cleansing foamnya, langsung dilanjut pakai toning essence. Awal-awal ini aku agak bingung dengan label produk sebagai "toning essence", maksudnya dia ini sebagai toner apa essence? Tapi setelah nyobain langsung, menurutku Cicaronic Toning Essence ini lebih cenderung mirip hydrating toner. Masih sama seperti cleansing foamnya, produk ini juga mengandung centella asiatica dan 3 layer hydrating toner untuk membantu melembabkan, menjaga vitalitas, serta menenangkan kulit. Kemasannya mirip dengan lini Peptaronic cuma yang ini warnanya hijau aja. Cara pakainya cuma dituang ke tangan, habis itu diratakan ke kulit dengan cara ditepuk-tepuk.
After finishing with the cleansing foam, I continue with the toning essence. At first, I was a bit confused with the "toning essence" label, is it a toner or an essence? But after trying it out, I think this Cicaronic Toning Essence leans more towards hydrating toner. Just like the cleansing foam, this product also contains centella asiatica and 3 layers of hydrating toner to help moisturize, maintain vitality, and soothe the skin. The packaging is similar to the Peptaronic line, only this one is clad in green.
Ingredients: Water, Dipropylene Glycol, Butylene Glycol, Glycereth-26, 1,2-Hexanediol, Propanediol, Glycereth-25 CA Isostearate, Glycerin, Ethylhexylglycerin, Diphenyl Dimethicone, Triethylhexanoin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Disodium EDTA, Fragrance, Sodium Hyaluronate, Biosaccharide Gum-1, Polyglyceryl-10 Oleate, Hydrogenated Lecithin, Hyaluronic Acid, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Panthenol, Fragaria Vesca (Strawberry) Leaf Extract, Centella Asiatica Leaf Extract, Centella Asiatica Extract, Thymus Vulgaris (Thyme) Leaf Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Origanum Majorana Leaf Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, Melissa Officinalis Leaf Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Flower Extract, Madecassoside
Teksturnya cair banget, aku sempat kira dia bakal kental dan berat gitu karena dilihat dari warnanya yang agak keruh gitu biasanya agak berat pasti. Tapi ternyata ini ringan banget, dan begitu diratain ke kulit rasanya langsung lembab banget. Kalau biasanya aku butuh paling sedikit 5 layer hydrating toner, pakai toning essence ini aku cuma butuh 2 layer aja. Rasanya benar-benar nyaman, dan terasa banget calmingnya di kulit. Finishnya nggak bikin muka jadi berminyak atau gerah, cuma memang agak kerasa kalau ada lapisan hidrasinya gitu.
The texture is really runny, I thought it would be thick and heavy because you can see from the color it's a bit cloudy, it's usually a bit heavy for sure. But it turns out to be really light, and once applied to the skin it feels really moist. Usually, I need at least 5 layers of hydrating toner, but with this toning essence I only need 2 layers. It feels really good, and feels really calming on the skin. The finish doesn't make your face oily or heavy, but you can definitely feel like there's a bit layer of hydration.
BACA JUGA: SNP Red Ginseng Energy Eye Cream Review

SNP Prep Cicaronic SOS Ampoule
Rp 180.000/7 x 1,5ml
Setelah selesai dengan toning essencenya, kita lanjut ke ampoulenya. Di dalam satu box ini kalian akan dapat 7 buah botol ampoule yang masing-masing isinya 1,5ml. Setiap botolnya dimaksudkan untuk dihabiskan dalam sehari, jadi nggak langsung satu kali pemakaian. Ini dimaksudkan agar kita bisa mendapatkan kulit yang sehat dalam waktu seminggu. Ampoule ini sendiri bisa dipakai baik pagi dan malam, seperti apa yang selama ini aku lakukan karena aku merasa nggak ada ingredients di dalamnya yang akan membuat kulit jadi sensitif sama matahari. Nanti botolnya kalau sudah dibuka, bisa disimpan lagi dengan cara aku balikkan tutupnya untuk menahan supaya cairannya nggak keluar dari botolnya.
After finishing with the toning essence, we move on to the ampoule. In this one box, you will get 7 ampoule bottles, each of which contains 1.5 ml. Each bottle is meant to be used up in a day, so it doesn't take one use right away. This is so that we can get healthy skin within a week. This ampoule itself can be used both morning and night, like what I've been doing because I don't think there are any ingredients in it that will make my skin sensitive to the sun. Later when the bottle is opened, it can be stored again by turning the cap over to hold it so that the liquid doesn't come out of the bottle.
Ingredients: Water, Glycerin, Butylene Glycol, Glycereth-26, Propanediol, 1,2-Hexanediol, Dipropylene Glycol, Centella Asiatica Leaf Extract, Centella Asiatica Extract, Glycereth-25 PCA Isostearate, Ethylhexylglycerin, Carbomer, Tromethamine, Fragrance, Disodium EDTA, Xanthan Gum, Sodium Hyaluronate, Hyaluronic Acid, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Panthenol, Melia Azadirachta Leaf Extract, Fragaria Vesca (Strawberry) Leaf Extract, Melia Azadirachta Flower Extract, Melissa Officinalis Leaf Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Flower Extract, Thymus Vulgaris (Thyme) Leaf Extract, Origanum Majorana Leaf Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, Madecassoside

Kalau ditanya mana produk yang jadi favoritku dari seluruh rangkaian Cicaronic ini, jawabannya adalah si ampoule! Awalnya aku ragu ini bakal cukup buat pemakaian sehari, karena ukurannya yang kecil. Tapi pas aku coba, bahkan pakai 1/3-nya aja itu udah bikin satu mukaku lembab banget! Teksturnya cair, tapi bukan cuma cair yang kalau kena kulit bakal asal lewat aja. Begitu diratain dia langsung bikin kulit jadi lembab, jerawat kelihatan lebih kalem, dan yang aku suka finishnya di muka bikin kelihatan jadi sehat banget. Kulit jadi kalau dipegang tuh mantul-mantul gitu lho saking lembabnya. Lembut kayak kulit bayi.
If you ask me which product is my favorite from the entire Cicaronic series, the answer is the ampoule! At first I doubted it would be enough for a day's use, due to its small size. But when I tried it, even using 1/3 of it made my face really moist! The texture is liquid, but it's not just liquid, if it comes into contact with the skin, it just passes. Once applied, it immediately makes the skin moist, the pimples look calmer, and what I like is the finish, this makes my face looks really healthy. When I touch my skin, it bounces because it's well moisturized. Soft like a baby's skin.
SNP Prep Cicaronic Daily Mask
Rp 20.000/pcs
Step terakhir dari rangkaian Cicaronic ini adalah sheet masknya. Kalau untuk urusan sheet mask, SNP udah jadi andalan banget sih. Dari semua review sheet mask mereka yang udah pernah aku tulis di blog, semuanya jadi kesukaanku, nggak ada yang aku nggak suka. Di dalamnya juga masih sama, dia mengandung centella asiatica extract dan 3 lapis hyaluronic acid untuk memulihkan kulit yang sensitif dan teriritasi. Kemasan luarnya simple banget, didominasi warna hijau pucat dan putih dengan tulisan klaimnya di bagian depan, dan ingredients list di bagian belakangnya.
The last step in this Cicaronic series is the sheet mask. When it comes to sheet masks, SNP is really a mainstay. From all of their review sheet masks that I've written on the blog, all of them are my favorites, there's nothing that I don't like. Inside it is still the same, it contains centella asiatica extract and 3 layers of hyaluronic acid to restore sensitive and irritated skin. The outer packaging is very simple, dominated by pale green and white with the claim written on the front, and the ingredients list on the back.
Ingredients: Water, Glycerin, Dipropylene Glycol, Butylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Polysorbate 20, Carbomer, Arginine, Hydroxyethylcellulose, Panthenol, Allantoin, Coptis Japonica Root Extract, Schizandra Chinensis Fruit Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Zingiber Officinale (Ginger) Root Extract, Camellia Sinensi Leaf Extract, Xanthan Gum, Ethylhexylglycerin, Dipotassium Glycyrrhizate, Disodium EDTA, Fragrance, Propanediol, Caprylyl Glycol, Dioscorea Japonica Root Extract, Viola Mandshurica Flower Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Ulmus Davidina Root Extract, Laminaria Japonica Extract, Centella Asiatica Extract, Centella Asiatica Leaf Extract, Chamaecyparis Obtusa Leaf Extract, Thuja Orientalis Extract, Pinus Densiflora Leaf Extract, Bambusa Vulgaris Extract, Citrus Unshiu Peel Extract, Sodium Hyaluronate, Cyclodextrin, Madecassoside, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Sodium Acetylated Hyaluronate
BACA JUGA: SNP Jade Soothing Ampoule Sheet Mask Review


Sheet masknya punya essence yang pas, nggak kebanyakan sampai nyisa-nyisa di dalam packagenya. Terus essencenya juga nggak lengket, cepat menyerap ke kulit, jadinya untuk orang seperti aku yang nggak suka nunggu kelamaan untuk lanjut ke step berikutnya, ini cocok banget. Lembaran sheet masknya pas di muka, dan bahannya juga kerasa halus, nggak terasa kasar sama sekali di kulit. Oh iya, kadang ada beberapa sheet mask yang kalau aku pakai, bikin kulit di bagian bawah hidungku jadi terasa pedas gitu, tapi untungnya sheet mask ini nggak begitu. Rasanya setelah pakai sheet mask ini kulitku benar-benar merasa nyaman, lembab pol, dan jerawatku jadi lebih kalem.
The sheet mask has the right amount essence, not too much of it left in the pack. The essence is also not sticky, quickly absorbs into the skin, so for people like me who don't like waiting too long to move on to the next step, this is perfect. The sheet mask fits snugly on the face, and the material also feels smooth, doesn't feel rough at all on the skin. Oh yeah, sometimes there are some sheet masks that if I use them, it makes the skin on the bottom of my nose feel spicy, but luckily this sheet mask isn't like that. It feels like after using this sheet mask my skin feels really comfortable, moisturized, and my acne calms down.
BACA JUGA: Pond's Age Miracle Whip Review


Ini progressnya di kulitku dengan pemakaian selama kurang lebih seminggu dari tanggal 30 November sampai 6 Desember. Well, nggak terlalu banyak perubahan yang terlihat ya. Karena memang masih seminggu juga, biasanya kulitku itu baru bisa menunjukkan hasil pemakaian paling cepat dua minggu sampai satu bulan, jadi nanti setelah ini akan aku lanjutkan lagi untuk lihat gimana efeknya lebih jauh. Tapi menurutku untuk hasil satu minggu aja, this is quite good. Apalagi jerawat di tulang pipi dan pelipisku itu tadinya merah banget dan udah berbentuk pustules yang nggak mau hilang-hilang. Sejak mulai pakai rangkaian skincare dari Cicaronic akhirnya perlahan mereka kering juga, dan sekarang tinggal ngilangin bekasnya aja deh.
Overall, aku cukup suka dengan produk-produk dari SNP Prep Cicaronic ini. Baik cleanser, toning essence, ampoule, dan sheet masknya, semua sangat membantu untuk melembabkan kulit dan bikin jerawat lebih kalem. Kalau ditanya mana produk yang paling aku suka, kayaknya aku bakal pilih si ampoule karena pakai sedikit aja udah bikin lembab banget di kulit. Ini juga nggak terlepas dari keseluruhan produk yang dipakai karena semuanya bisa saling bahu-membahu buat ngelayer hidrasi di kulit.
This is the progress on my skin with usage for about a week from December 1st to December 6th. Well, not too many changes have been seen, huh. Because it's still a week too, usually my skin can only show the results of using it as early as two weeks to a month, so later after this I will continue again to see how the effect is further. But in my opinion, for the results of just one week, this is quite good. Moreover, the pimples on my cheekbones and temples were really red and already in the form of pustules that won't go away. Ever since I started using skincare range from Cicaronic, they finally dry out slowly, and now it's just a matter of removing the scars.
Overall, I quite like the products from SNP Prep Cicaronic. Both the cleanser, toning essence, ampoule, and sheet mask, all really help to moisturize the skin and make acne calmer. When asked which product I like the most, I think I'll go for the ampoule because just using a little bit makes it really moist on the skin. This is also inseparable from the overall product used because all of them can work hand in hand to layer hydration on the skin.
Nah buat teman-teman yang mau cobain produk SNP Prep Cicaronic ini, kalian bisa dapatkan di official online marketplace SNP di:
Masih ingat nggak kalian sama review serum Vitapair C Nature Republic aku beberapa waktu lalu? Di postingan itu kan aku bilang kalau aku berkesempatan untuk cobain seluruh rangkaian Vitapair C, nggak cuma serumnya aja. Jadi hari ini aku mau gantian ngereview tonernya supaya lengkap! Bisa kalian liht di sini ada dua botol, yang satu botol tonernya, satunya lagi botol spray kosong. Untuk lini Vitapair C ini memang tonernya dijual satu set dengan botol spray karena isi tonernya itu sendiri 300ml dan menurutku itu ukuran yang besar ya untuk sebuah toner. Makanya disediakan botol spray dari Nature Republic-nya supaya bisa dijadikan face mist.
Karena ini masih masuk ke dalam lini Vitapair C, jadi klaim tonernya ini nggak terlalu jauh berbeda sama serumnya. Targetnya adalah untuk bantu mencerahkan kulit, baik kulit secara keseluruhan atau dark spot yang disebabkan karena bekas jerawat. Sampai detik ini aku masih kesulitan untuk cari info yang kredibel dari sisi Nature Republic-nya sendiri, aneh ya. Info produk yang aku punya ya cuma dari kotak kemasan produknya (yang sekarang udah kebuang haha).

Toner ini punya tekstur yang cair, tapi cairnya tuh masih termasuk yang kerasa ada beratnya gitu. Nanti kalau diratakan ke kulit dia nggak langsung ngeblend, bakal ngambang di atas kulit dulu sebelum "meleleh" dan diserap kulit. Ini teksturnya unik sih, dan jadinya aku nggak perlu ngelayer banyak-banyak tiap pakai dia. Tonernya sendiri wanginya hampir sama kayak serumnya, wangi jeruk yang kecut gitu, malah menurutku lebih strong wangi tonernya dibanding serumnya haha. Oh iya selain dapat botol spray, kalau beli satu paket kalian juga akan dapat kapas khusus buat apply tonernya sebanyak 45 lembar lho.
Toner ini diperkaya dengan kandungan 10% Jeju Lemon Extract dan Cica Extract untuk membantu mencerahkan kulit dan membuat kulit terlihat sehat. Selain itu toner ini juga mengandung tranexamic acid dan niacinamide untuk melawan hyperpigmentation.
Botol spraynya ini handy banget sebenarnya untuk moistur sandwich. Jadi setiap habis pakai satu serum, aku layer serumnya sama toner ini dengan cara dispray buat memastikan kulit tetap lembab karena penyerapan produk bakal lebih baik kalau kulit dalam keadaan lembab kan. Cuma sayangnya semprotannya itu sendiri kurang halus menurutku. Masih terlalu nyemprot, jadi benar-benar harus ambil jarak cukup jauh karena kalau kedeketan nanti bisa masuk mata dan tonernya lumayan bikin pedih di mata :")

Yap, kalau kalian perhatikan aku masih pakai foto before-after yang sama dengan yang aku upload di review serum Vitapair C karena seperti yang aku bilang, aku pakai produk dari rangkaian Vitapair C ini berbarengan, jadi aku yakin hasilnya nggak cuma berasal dari satu produk aja, tapi karena semuanya dipakai berbarengan. Foto ini diambil dengan rentang waktu 28 September sampai 22 Oktober, jadi kurang lebih sebulan pemakaian dan hasilnya kulitku memang kelihatan jauh lebih segar dan nggak kusam lagi. Beberapa jerawat juga berkurang, dan tekstur kulit jadi lebih halus. Oh iya, karena ini jenis tonernya masuk hydrating toner, jadi aku pakai toner ini setiap hari, pagi dan malam.
Tonernya benar-benar bikin lembab, aku nggak perlu ngelayer sampai berkali-kali buat mencapai kelembaban yang aku mau. Terus meski dia mengandung citrus ingredients, rasanya nggak pedih di kulit sama sekali. Aku benar-benar rekomendasiin produk dari lini Vitapair C Nature Republic ini sih, apalagi kalau dipakai berbarengan sama serum dan gel creamnya, bakal lebih oke hasilnya.
Aku ingat banget beberapa bulan lalu, atau mungkin lebih lama lagi dari itu, brand Skin1004 lagi tenar-tenarnya. Harganya mulai pada naik, semua orang langsung tertarik buat cobain. Ada yang langsung beli sepaket, ada juga yang nyobain per produknya dulu. Jujur, awalnya aku nggak terlalu ngelirik brand ini. Alasan utamanya sih sederhana; karena dulu kemasannya nggak menarik. Iya, aku memang bucin packaging. Jadi kalau ada yang bilang suatu produk cuma menang di kemasannya doang, itu ada alasannya guys. Ya karena ada orang-orang kayak aku ini yang gampang banget tergiur sama packaging cantik hahaha. In the end, kalau produknya bagus ya bakal repurchase, kalau nggak, nggak akan kembali lah.
Seingatku tuh harganya dulu di Shopee masih cukup terjangkau lah, apalagi karena temanku juga waktu itu ada yang pakai ampoulenya, jadi aku udah sempat lihat-lihat produknya di Shopee. Tapi aku kaget banget abis mereka ganti kemasan, harganya kok jadi mahal-mahal hahah. Makin urung lah niatku buat explore brand Skin1004 ini. Sampai suatu ketika ada temanku lagi yang baru aja cobain tonernya, tiba-tiba nawarin aku buat beli toner dia. Lumayan banget isinya masih lumayan penuh kayak yang bisa kalian lihat di foto pertama itu, dengan harga cuma Rp 100.000. Langsung lah aku sikat karena eh, kapan lagi?
Kemasan baru toner Skin1004 sekarang punya desain yang lebih simple, minimalis, dan senada sama produk dari lini madagascar centella lainnya. Kalau dulu kan nggak kelihatan kalau mereka seragam gitu. Yang bikin aku tertarik buat akhirnya nyobain adalah (selain karena kemasannya yang udah masuk selera), di ingredients listnya tercantum di urutan pertama itu centella asiatica extract, bahkan ditulis berapa persenannya. Buat yang mungkin belum tahu, cara baca ingredients list itu ditulis berdasarkan ingredients yang paling banyak ada dalam produk tersebut. Semakin ke bawah semakin sedikit konsentrasinya. Makanya pas lihat centella asiatica extract ada di urutan pertama aku langsung ngiler dong.
Oh iya, awalnya aku kira toner ini termasuk ke dalam exfolating toner karena di situ ditulis kalau toner ini mengandung PHA, salah satu jenis exfoliating agent seperti AHA dan BHA tapi jauh lebih mild dari keduanya. Tapi setelah aku baca-baca penjelasan dari Glow Necessities beberapa waktu lalu, kadar PHA di dalam produk ini terlalu sedikit jadi kalau mau dipakai sebagai exfoliating toner mungkin akan jadi kurang efektif. Tapi di kadar yang sedikit tersebut justru PHA-nya bagus untuk bantu memberikan hidrasi ke kulit. Makanya kenapa di aku, ini aku pakai sebagai hydrating toner.
Ingredients: Centella Asiatica Extract (84%), Water (Aqua/Eau), Dipropylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Niacinamide, Gluconolactone, Tromethamine, Carbomer, Sodium Citrate, Adenosine, Disodium EDTA, Dipotassium Glycyrrhizate, Betaine, Hyaluronic Acid, Ethylhexylglycerin
Tekstur toner ini cair banget, persis air. Rasanya light di kulit, tapi lembabnya lumayan. Karena status toner ini yang agak membingungkan, kadang aku suka pakai jadi cleansing toner aja kayak punya Acwell. Jadi kalau pakai ini aja kurang lembab, nanti aku layer lagi pakai hydrating toner lainnya. Selama pakai toner ini aku sebetulnya nggak merasakan ada perubahan yang berarti di muka sih. Benar-benar nggak tahu juga dia kerjanya ngapain karena mukaku nggak jadi kelihatan glowing atau bisa bantu memudarkan bekas jerawat segala macam.
Buat toner dengan harga di atas Rp 200.000, aku merasa seharusnya dia bisa ngasih efek yang lebih visible lagi. Terlepas dia aku pakai sebagai hydrating toner aja, tapi karena dari brandnya sendiri udah ngasih klaim kalau dia bisa mempercepat cells turnover dan nggak terlihat kan jadinya aku sedikit kecewa heheh. Well, aku merasa terselamatkan karena nggak harus beli produk ini dengan harga normalnya karena bakal sedih banget udah berharap akan sesuatu dan ternyata nggak kesampaian :")
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons