Showing posts with label Dear Me Beauty. Show all posts
Showing posts with label Dear Me Beauty. Show all posts
Seiring bertambahnya umur, ada satu hal yang aku sadar jadi concernku banget adalah munculnya garis halus di muka. Dulu tuh enggak peduli-peduli amat, tapi entah kenapa sejak menginjak umur 25 tuh jadi sering merhatiin aja. Aku jadi sering ngecek di sekitar mata udah mulai berkerut apa belum, kulitku elastisitasnya udah mulai berkurang atau belum, jidat dan smile lines udah mulai kebentuk belum. Rasanya jadi ada ketakutan tersendiri hahaha. Takut sih jadi obsesi enggak sehat, padahal yang namanya menua itu itu kan pasti.
Makanya isi skincareku sekarang enggak lepas dari yang namanya pelembab. Enggak peduli kulit mau seberminyak apa, lagi ada masalah kulit apa, pelembab tuh enggak boleh lepas! Selain pelembab ada retinol juga, tapi yang pasti setiap waktu ada tuh pelembab. Nah, pelembab yang akhir-akhir ini lagi aku pakai adalah Dear Me Beauty Skin Barrier Water Cream. Wuh, namanya panjang juga ya. Ini udah cukup lama keluar ya, cuma baru aku review sekarang. Yang mau tahu apakah pelembab ini worth to try, baca terus sampai habis ya!
Waktu pertama produknya keluar, sebenarnya aku masih banyak stok pelembab lain. Tapi karena ukurannya yang kecil, aku pikir dia enggak bakal lama buat dihabiskan jadinya enggak beban gitu. Kenyataannya sih ya susah juga buat dihabiskan hahaha, karena stok pelembabku tuh memang banyak banget meanwhile muka cuma ada satu. Tapi memang dia ukurannya cukup mini sih. Isinya 30gr dengan harga Rp129.000 aja.
Di dalamnya ada beberapa kandungan seperti:
- 5% niacinamide: Mencerahkan kulit yang terlihat kusam, mengontrol minyak berlebih dan mencegah jerawat.
- Ceramide: Memperkuat lapisan skin barrier, mencegah transepidermal water loss.
- Hyaluronic acid: Memberi hidrasi agar kulit terasa kenyal, mempertahankan kelembaban kulit.
- Centella asiatica: Membantu meredakan iritasi, menjaga kadar kelembaban.
- Adenosine: Membantu melawan tanda penuaan dini, menjaga kekenyalan dan kekencangan kulit.
- Watermelon extract: Kaya akan antioksidan untuk melawan radikal bebas, merevitalisasi kulit yang terlihat kusam.
Kalau dilihat dari star ingredientsnya memang cakep-cakep banget, ya enggak sih? Kayak udah all in aja semua yang kita butuhkan buat berbagai macam permasalahan kulit ada. Bisa melembabkan, mencerahkan, mencegah jerawat, dan melawan penuaan dini. Oh iya, pelembab ini juga klaimnya aman buat dicampurkan dengan bakuchiol.
Ingredients: Ingredients: Water, Cyclopentasiloxane, glycerin, niacinamide, cyclohexasiloxane, butylene, glycol, dimethicone, 1,2-hexanediol, sodium chloride, cetyl peg/ppg-10/1 dimethicone, phenoxyethanol, lauryl peg-9 polydimethysiloxyethyl dimethicone, betaine, dimethicone/ peg-10/15 crosspolymer, silica, sodium citrate, sodium hyaluronate, adenosine, panthenol, pentylene glycol,allantoin, panthenol, pentylene glycol, allantoin, dimethicone crosspolymer,anthemis nobilis flower extract, dipotassium glycyrrhizate, lactic acid, disodium edta, dipropylene glycol, rosmarinus officinalis (rosemary) leaf extract,palmitoyl tetrapeptide-7, caffeine, tocopheryl acetate, centella asiatica leaf water, madecassoide, chrysin, tocopherol,macademia integrifolia seed oil, asiaticoside, ceramide np,phytosphingosine, centella asiatica leaf extract, citrullus lanatus (watermelon) fruit extract.
BACA JUGA: Dorskin Matcha Glow Dream Mask Review

Cuma sayangnya menurutku kemampuan melembabkannya kurang kencang. Untuk aku yang kulitnya berminyak aja aku merasa harus ngelayer produk ini beberapa kali supaya dia bisa kasih tingkat kelembaban yang pas. Jadi mikir, gimana kalau orang dengan kulit kering pakai? Pasti butuh lebih banyak lagi layernya. Tapi dia finishnya memang enak banget sih di kulit, cocok buat dipakai sebagai pelembab pagi yang enggak bikin muka jadi berat karena akan dilayer dengan sunscreen.
Untuk klaim-klaimnya sendiri sebetulnya aku enggak tahu apakah dari pelembab ini sendiri karena aku pakai banyak produk kayak serum dan toner yang juga untuk mencerahkan dan mengurangi jerawat. Tapi satu yang aku notice sejak aku rutin pakai ini sebagai pelembabku sih kulitku jadi lebih kenyal dan kelihatan sehat.
Review produk ini udah ketahan lama banget. Aku kayaknya beli produknya sekitar akhir tahun 2020? Pokoknya udah lama banget deh. Waktu tahu Dear Me Beauty mau launching foundation aku excited banget karena complexion product adalah produk make-up favoritku. Aku termasuk yang suka banget eksperimen sama foundation walaupun aku jarang pakai kecuali untuk acara-acara tertentu. Foundation menurutku produk yang benar-benar bisa boost confidence aku jadi berkali-kali lipat karena dia bisa nutupin segala imperfection di muka dan ngasih aku blank canvas yang kemudian bisa diisi dengan warna-warna kayak blush, bronzer, dan eyeshadow.
Makanya when it comes to foundation, aku tahu persis formula dan finish kayak apa yang aku suka. Walaupun mungkin foundation yang aku coba total belum sebanyak beauty blogger terkenal, tapi dari semua yang uda pernah kucoba, aku udah bisa menentukan what I like and dislike dari sebuah foundation. Makanya waktu Dear Me Beauty akhirnya release foundation, aku langsung bertekad buat cobain karena penasaran siapa tahu dia sesuai sama kriteriaku, apalagi karena ini kan produk lokal. Yuk yang mau baca reviewnya just keep reading!
Jadi produk ini punya nama panjang Airy Poreless Liquid Foundation. Kalau dilihat dari namanya dia ngasih kesan kalau formulanya bakal ringan di kulit alias nggak bakal bikin kita berasa pakai foundation yang ngedempul, dan bisa menyamarkan tampilan pori-pori saat pemakaian. Seenggaknya itu ekspektasiku di awal yang bikin aku tertarik buat cobain karena aku paling nggak suka pakai foundation yang berat kayak Maybelline Fit Me, walaupun dari segi coverage memang bagus banget sih karena bisa sampai full coverage. Tapi setelah sekian lama cobain foundation dari beberapa brand, aku sadar kalau pada akhirnya kenyamanan itu nomor satu.
Produk ini punya beberapa klaim seperti: menyerap menyak berlebih, ringan, tahan lama, memberikan coverage yang full, dengan finish matte dan tetap terlihat natural. Untuk shadenya sendiri tersedia dalam 15 shade. Aku sendiri pakai yang shade W02 Golden Beige yang cocok untuk kulit sawo matang dengan warm undertone. Oh iya, foundation ini juga udah dilengkapi dengan SPF 18 lho, jadi bisa nambah protection di pagi hari dari sinar UV.
Seperti yang bisa kalian lihat, produknya punya desain yang mirip sama foundation Rose All Day karena dia bukan dikemas dalam botol tapi dalam bentuk tube. Tentunya foundation ini juga udah dilengkapi dengan pump (thank God!) karena harganya termasuk in the middle dan bisa udah dapat pump tuh helpful banget. Biasanya foundation dengan pump harganya bisa nyentuh kepala 2, tapi ini di bawah 200.000 udah ada pump.

Terus gimana performanya? Dari pemakaian pertama sebetulnya aku udah langsung jatuh cinta karena dia sesuai dengan klaimnya yang bikin kulit kelihatan natural seolah-olah kita nggak pakai foundation. Coveragenya bisa kubilang sih medium to full, gampang dibuild up kalau memang butuh coverage lebih dan dia juga sesuai dengan klaimnya yang poreless karena seperti yang bisa kalian lihat di foto, pori-poriku yang besar lumayan terisi pas pakai foundation ini. Dulu sebelum aku ketemu foundation Rose All Day aku selalu pakai dari Dear Me Beauty apalagi kalau untuk rekaman video Youtube karena hasilnya yang bikin muka flawless banget. Menurutku untuk kalian yang butuh foundation daily bisa banget sih cobain ini. Dia juga nggak gampang geser atau hilang-hilangan, cuma di kulitku yang super oily oil controlnya masih kurang. Pastiin aja skin prep kalian cukup dan pakai primer yang mattifying biar hasilnya nggak terlalu shiny.
Udah cukup lama aku nggak update apa-apa di blog. Bulan Juni aja aku baru ngeh beberapa waktu lalu kalau aku baru ngepost satu postingan (yang untungnya sekarang udah nambah haha). I've been very busy, itu alasan yang udah sering banget aku lontarkan tapi memang benar adanya. Dan sebetulnya juga karena aku udah menemukan hobi lain di luar beauty blogging jadi platformku pada nggak keurus semua. I still do reviews sih, tapi sekarang udah mainly focused di blog aja, jadi platform lainnya kayak Instagram sama Twitter buat supporting aja dan nggak dibawa seserius blog.
Despite that situation, di mana aku timbul tenggelam di socmed, surprisingly masih ada ternyata tawaran dari brand-brand buat ngajak kerjasama. I will forever be grateful sama brand-brand ini karena mau kerjasama denganku, walaupun sekarang aku udah nggak ambil sponsorship alias aku nggak take charge buat review karena aku udah nggak peduliin insight lagi. It's getting tiring having to keep up this job jadi aku balik jadiin ini sebagai hobi aja.
Well anyway, enough about my life. Di postingan kali ini aku mau bahas salah satu produk baru dari Dear Me Beauty hasil kolaborasi mereka dengan Yupi beberapa waktu lalu. Aku jujur nggak nyangka aja bisa jadi salah satu blogger yang bisa nyobain palet ini sebelum launching, I felt honored! Waktu terima paketnya aku nggak sabar banget buat share foto-fotonya tapi harus ditahan karena belum waktunya launching. Oke biar nggak kelamaan bisa langsung scroll aja buat baca reviewku!
Waktu pertama tahu kalau Dear Me Beauty mau ngeluarin eyeshadow, pikiranku adalah mereka akan pilih warna-warna yang neutral lagi sama kayak kolaborasi mereka sebelumnya. Tapi pas lihat paketnya sampai di rumah dengan packaging holo yang super cute, kayaknya nggak mungkin deh kalau kayak gini color selectionnya neutral. Dan ternyata benar aja, begitu aku buka, aku disuguhi sama warna-warna cantik yang super beragam. Mulai dari coklat, merah, ungu, orange, sampai hitam dan putih, semua ada di palet ini. Formulanya juga nggak tanggung-tanggung, di dalam palet ini ada 4 formula sekaligus yaitu matte, shimmer, satin, dan glitter.
Semua warna di eyeshadow ini punya klaim pigmented, ringan di mata, tahan lama, dan nggak akan creasing meski udah lewat berjam-jam. Total ada 25 shades dan semuanya aman dipakai di area mata bahkan untuk yang matanya sensitif sekalipun.
Kemasan eyeshadow ini bentuknya beruang dan dia holo, jadi warnanya kayak pelangi keunguan gitu. Di dalamnya udah ada cermin persis di balik tutup eyeshadownya, dan antara tutup sama tempat eyeshadownya itu sendiri terpisah, jadi dia nggak disambung pakai engsel. Aku nggak tahu kalau orang lain gimana tapi awalnya aku sempat ngerasa ribet dengan tutup yang misah gini karena butuh space lebih buat naronya. Tapi jadinya juga tangan bisa lebih bebas sih megang cerminnya nggak akan merasa berat karena harus ngangkat setempat eyeshadownya. Cerminnya cukup helpful, ukurannya pas buat eye make-up.
Di sini aku udah swatch semua warna di palet eyeshadow Dear Me Beauty x Yupi. Menurutku kalau diswatch pakai tangan, color payoffnya masih terbilang bagus. Tinggal gimana nanti performanya kalau pakai brush aja karena biasanya swatch pakai jari sama pakai brush itu bisa kelihatan beda hasilnya. Overall rasanya memang buttery dan nggak banyak falloutnya, nggak berasa kering bahkan untuk yang matte sekalipun jadi dia nggak patchy pas diswatch.


Selain swatch pakai jari, di sini aku juga tunjukin ke kalian gimana kalau misalnya aku bikin eye look pakai eyeshadow ini. Baby Bears eyeshadow punya klaim kalau dia bisa dipakai bagi untuk sehari-hari ataupun occassion tertentu karena pilihan range warnanya yang cukup luas. Di sini aku kasih contoh gimana kalau aku bikin look yang cukup neutral dengan warna-warna coklat dan bronze di satu mata, sementara di mata lainnya aku coba pakai warna yang nggak biasa kalau buat sehari-hari yakni ungu. Ternyata performa eyeshadow ini tetap oke dengan brush sekalipun. Gampang diblend, falloutnya juga nggak ada, pigmentasinya oke dan gampang dibuild up. Satu yang aku perhatiin sih ada shade dengan glitter formula yang kurang oke kalau diaplikasikan pakai brush, mendingan pakai tangan aja karena lebih keluar warnanya. Tapi secara keseluruhan menurutku eyeshadow ini cukup oke buat kalian yang mau punya palet yang bisa sekaligus untuk sehari-hari ataupun buat berkreasi bikin look warna-warni.
Hai hai hai, selamat weekend semuanya! Wow, minggu ini rasanya lewat dengan begitu cepat aku sampai kebingungan gimana harus juggling antara kerjaan dan bikin konten. Aku salut sama orang-orang yang bisa balance keduanya, apalagi yang bikin kontennya nggak cuma di satu socmed aja tapi beberapa sekaligus. Pantes banyak yang karirnya di socmed tuh memutuskan buat keluar dari kerjaan mereka di kantor karena segala sesuatunya kan memang lebih enak kalau fokus pada satu hal aja. Aku sendiri merasa kerepotan juggling karena masih awal-awal alias penyesuaian kali ya heheh. Kebetulan karena aku di departemen yang baru di kantor dan bulan depan kita mau launching jadi sekarang ini lagi hectic banget buat bikin macem-macem project. Doakan semoga semuanya lancar ya guys :")
Nah buat review hari ini aku mau nulis tentang produk make-up yang sebetulnya baru aku beli beberapa waktu lalu. Aku udah coba dua kali di dua kondisi yang berbeda, dan aku terkesima sama hasilnya makanya hari ini aku memutuskan buat up reviewnya. Salah satu produk make-up selain foundation yang paling aku suka adalah brow product. Alasannya simple; karena bentuk alis menentukan karakter muka kita mau kayak gimana. Aku aktif ikut teater dulu di kampus, dan di situ aku belajar kalau bentuk alis tuh berperan besar banget buat bikin karakter. Makanya aku paling suka ngalis, karena perbedaannya tuh besar banget antara aku udah ngalis sama belum ngalis. Kebetulan alisku sendiri tipenya bukan yang benar-benar nggak ada. Ada, tapi tipis dan berantakan tumbuhnya. Dulu aku ngalis ngikutin bentuk alis, tapi lama kelamaan aku mulai menata aesthetic make-up look aku dan jadi rajin cabutin alis sendiri biar memudahkan aku buat ngalis.
BACA JUGA: BLP Brow Definer Shade Ash Brown Review
Inilah produk yang baru-baru ini masuk stash aku. Sebetulnya lagi nggak butuh-butuh amat pensil alis baru, aku masih ada stok beberapa, cuma waktu itu Dear Me Beauty lagi diskon gede-gedean di Sociolla jadinya aku nggak bisa tahan wkwkwk. Dear Me itu sering banget deh diskon, dan diskonnya nggak pelit bisa sampai 40%, udah gitu mostly ya emang diskon beneran sampai 40% nggak cuma up to jadinya kalau mereka diskon aku sering kalap. Sebelumnya aku nggak sempat baca-baca review dulu soal pensil alis ini, aku tahu satu mutualku di Instagram ada yang pakai dia tapi aku nggak pernah tanya performa produk ini gimana wkwk. Aku sendiri memang punya misi nyobain semua pensil alis dari brand lokal yang bisa aku temuin dan bandingin mana aja yang enak dan kurang enak di aku.
Dear Me Beauty Perfect Eyebrow Contour ini tersedia dalam 2 shade, Granite Gray sama Downtown Brown. Punyaku ini yang shade Downtown Brown, dan awalnya aku mau pilih yang Granite Gray karena dia kelihatan lebih hitam dibanding Downtown Brown. Kebetulan rambutku baik alis ataupun kepala ya semuanya hitam jadi emang kalau pilih pensil alis aku suka cari shade yang paling gelap aja biar gampang match sama rambut. Juga karena kulitku lumayan tan, dan kalau pensil alisnya warnanya kurang gelap bakal kelihatan beda antara alis asli sama yang digambar.
BACA JUGA: ESQA Brow Pomade Shade Dark Brown Review
Perfect Eyebrow Contour ini jenis pensil alis mekanik, jadi dia nggak perlu diraut, tinggal diputar aja bagian ujungnya nanti langsung keluar pensilnya. Ujungnya juga bentuknya yang modelan segitiga bukan runcing kayak pensil tulis gitu. Sebetulnya sih aku lebih suka yang runcing karena lebih enak buat detailing bisa lebih precise, tapi karena rambut alisku jarang-jarang jadinya lebih cepat kalau ngisi pakai yang ujungnya segitiga begini. Kalau waktunya banyak malah aku ngalis pakai dua pensil alis yang berbeda, satunya yang runcing buat outlining, satunya lagi segitiga buat ngisi biar lebih cepat. Kalau ujungnya segitiga gini harus pinter-pinter ngarahin pensilnya buat outlining biar nggak kemana-mana. Dia juga udah dilengkapi spoolie, jadi nggak kalian nggak perlu bawa spoolie tambahan.

Ini hasil gimana aku ngalis pakai Dear Me Beauty Perfect Eyebrow Contour shade Downtown Brown. Untungnya pas dicoba ternyata warnanya nggak terlalu coklat so it's safe enough for my dark hair. Akut sempat takut coklatnya bakal nggak ngeblend atau malah kelihatan merah gitu tapi ternyata bagus kok, malah jadinya nggak bikin alisku terlalu ngeblok. Performanya oke banget, kemarin aku pakai dia buat kerja dan dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam dia masih stay on nggak pudar atau geser sama sekali. Seharian itu aku nggak touch up sekalipun area alis, alisku juga tipe yang gampang berminyak tapi produk ini nggak hilang sedikitpun, keren banget karena dia terbukti sanggup dibawa heavy duty!
Pigmentasinya juga oke, nggak terlalu over dalam sekali swipe jadinya tetap cocok buat yang masih belajar ngalis. Kalau mau lebih tebal tinggal ditebalin aja. Aku trauma sama pensil alis mekanik karena keinget dulu pakai dari Maybelline dan warnanya nggak keluar sama sekali bahkan pas diusek-usek sampai patah pun warnanya nggak keluar :") Makanya aku sempat punya trust issue sama yang mekanik. Tapi setelah nyobain beberapa pensil alis mekanik ya ternyata balik lagi emang ke formulanya aja, kebetulan yang Maybelline emang nggak oke. Overall, kalau kalian masih belajar ngalis masih di awal-awal gitu, bisa banget cobain pensil alisnya Dear Me ini. Performa oke, pigmentasi oke, harga juga nggak bikin kantong kering!
Siapa di sini yang sempat ngikutin "drama" Dear Me Beauty waktu mereka mau launching concealernya? Aku adalah orang yang memang udah niat buat langsung cobain concealer mereka bahkan jauh sebelum tanggal launchingnya. Pertama tahu Dear Me Beauty punya concealer tuh dari videonya Tasya Farasya, iseng aja padahal, aku nggak pernah nonton dia tapi somehow itu satu video muncul di timelineku wkwk. Di situ Tasya cobain produk-produk baru dan aku langsung kepincut sama concealer Dear Me Beauty. Aku langsung cari lah ke semua online marketplace mereka tapi nggak ada produknya, ooo berarti belum resmi launching nih.
Pas hari H yang dinantikan tiba, concealer Dear Me Beauty akhirnya launching! Kalau biasanya aku selalu nunggu review orang dulu baru bisa memutuskan mau beli apa nggak, kali ini aku nekat aja, biar tahu gimana rasanya nyobain produk di awal-awal launching haha. Apalagi karena di Sociolla diskon 40% kalau nggak salah, lumayan banget kan?
Sayangnya sebelum barangnya sampai di tangan, terjadi sebuah drama yang menurutku one of the biggest blunder yang dilakuin sama Dear Me Beauty, mana kejadiannya pas banget menjelang launching mereka. Salah satu admin TikTok mereka sempat ngebales komen dengan kalimat yang kurang mengenakkan soal protes salah satu customer soal shade range concealer mereka. Akupun juga setuju soal shadenya yang benar-benar sempit banget. Bahkan waktu milih warnanya di website Sociolla aku sempat bingung lama banget karena deskripsi sama warna yang tertera kayak nggak sama gitu. But we'll talk more about it later at the end of this post.
Setelah proses berpikir yang lama dan nanya ke followers di Instagram juga, akhirnya aku check out shade yang W02 Rich Beige. Biasanya untuk complexion product lokal tuh aku pakai shade yang kedua dari yang tergelap. Jadi nebak-nebaknya masih lumayan gampang lah. Shade W02 ini punya warm undertone dan warnanya cenderung medium tan. Warna label sama yang di botol kelihatan beda jadi benar-benar bikin misleading banget. Di label bawah botolnya kelihatan terang memang, sama seperti warna di dalam botolnya, tapi nanti dia bakal ngeset jadi satu sama kulit ke warna yang di kemasan kotaknya. Jadi kalian bisa patokan sama warna yang di kotaknya aja.
Aplikator concealer tuh macam-macam, hampir sama beragamnya kayak aplikator liquid lipstick. Sejauh ini aplikator concealer yang aku punya bentuknya doe foot gitu, pengecualian buat concealer Colourpop yang bentuknya kayak paddle dan super lentur jadinya mudah ngikutin kontur mata. Beda lagi nih ternyata si Dear Me Beauty, kepala tongkatnya ini gendut banget, kayak sendok (?) wkwk. Nggak tahu ya dengan bentuk seperti ini jadi lebih memudahkan apa nggak, menurutku sih sama-sama aja. Seenggaknya pakainya jadi cuma butuh sedikit dan nggak perlu bolak balik ngedip ke dalam botolnya karena sekali celup juga udah dapat banyak.
Concealer ini bisa menutupi garis halus dan bintik hitam. Hmm, ya bintik hitam memang bisa ditutupi dengan make-up, tapi garis halus? Mungkin maksudnya concealernya nggak akan creasing di garis halus kali ya karena sepanjang pengalaman aku garis halus pada wajah susah ditutupi pakai make-up. Di dalamnya juga terdapat kandungan niacinamide dan vitamin E, jadi harusnya dia nggak akan terasa kering.

Oke jadi setelah aku coba sendiri, aku baru paham gimana concealer ini ternyata bisa nutupin tekstur juga, bikin kulit kita mulus seakan-akan nggak ada masalah. Untuk bagian bawah mata yang gelap juga coveragenya lumayan, bisa benar-benar bikin kulit kelihatan rata, dan dia creasing di aku cuma creasingnya biasa aja, nggak sampai kelihatan ada lipatan concealer yang belum diratain gitu. Concealernya juga lumayan waterproof, aku pakai wudhu beberapa kali dia masih stay banget bahkan tanpa diset dengan powder.
Well, all in all, it's not so much of a bad product, isn't it? Tapi tentunya mengingat gimana cara admin Dear Me Beauty ngehandle pertanyaan customer waktu itu bikin aku kurang sreg sama produk ini. Katanya juga ini bukan pertama kalinya Dear Me Blunder jawab pertanyaan customer, bahkan aku dapat laporan dari followersku kalau dia pernah diblock sama Dear Me Beauty cuma karena perkara nanya soal ingredients produk mereka. Karena insiden ini, pihak Dear Me Beauty nambahin shade foundation mereka sebagai bentuk permintaan maaf ke customer. Well, aku harap sih industri kecantikan di Indonesia bisa semakin bersifat inklusif, supaya nggak ada lagi kita-kita yang merasa ditinggalkan karena merasa nggak bisa menemukan shade foundation atau concealernya, apalagi di produk lokal.
Produk pertama dari Dear Me Beauty yang aku punya itu Dear Me Beauty Perfect Gloss Lip Liquid shade Dear Audrey yang langsung jadi produk favoritku gara-gara warna dan finishnya yang cantik banget. Tanpa aku sadari aku mulai perlahan nyobain produk dari Dear Me Beauty lainnya karena sejujurnya mereka punya aesthetic yang klop di aku. Walaupun sempat beberapa kali merasa kecewa dengan beberapa launching mereka yang terkesan heboh di desain kemasannya aja tanpa diimbangin dengan inovasi, tapi secara keseluruhan aku masih bisa menikmati produk-produknya.
Lalu suatu hari, aku lupa dalam rangka apa, tiba-tiba Dear Me Beauty diskon gede-gedean di Shopee. Awalnya sih aku nggak ada wishlist yang lagi pengen dibeli, tapi emang deh ya kalau udah nggak ada niat, mendingan nggak usah sok-sokan iseng lihat-lihat, karena pas aku lihat lip matte mereka yang kolaborasi sama Yupi ini nangkring dengan harga super miring, ya mana bisa dong aku anggurin!

Kolaborasi antara Dear Me Beauty dengan Yupi ini memang udah termasuk koleksi lama, jadi bukan baru-baru ini launchingnya. Aku kira produk kolaborasi ini bakal limited edition gitu lho, jadi setelah sekian kali restock pada akhirnya mereka nggak akan produksi lagi. Makanya aku nggak terlalu tertarik karena males juga kalau sampai suka sama produk yang limited edition kan repot pas udah nggak dijual lagi sementara barangnya udah nggak ada. Tapi makin ke sini aku perhatiin, kok mereka ini ada terus ya wkwkwk. Bahkan sering banget diskon dan diskonnya nggak tanggung-tanggung.
Aku sempat kritik di awal kemunculan kolaborasi kedua brand ini karena awalnya udah asik banget tuh Dear Me Beauty kolaborasi sama brand makanan yang dikenal karena warna-warninya. Eh tapi waktu swatch lip productnya keluar, ternyata warna yang direlease nggak jauh beda sama shade yang udah ada sebelumnya, cuma kayak ganti packaging aja. Sungguh disayangkan apalagi dari kardus luarnya aja udah fun dan Yupi banget, eh warna lipstiknya ya biasa aja, boring malah.
Dari semua shade yang waktu itu kena diskon jadi Rp 30.000-an, yang menurutku masih bisa masuk ke skin tone aku cuma si Dear Sweetheart ini aja, yang lainnya udah pada sold out. Di foto referensi yang mereka pajang di Shopee sih warnanya lebih tua sedikit, jadi pas produknya sampai di aku, sempat dagdigdug bakal pas apa nggak. Ya walaupun kalau warnanya keterangan sedikit juga masih bisa aku akalin buat dipakai di bagian dalam bibir diombre sama warna yang lebih tua jadi bibirku bisa kelihatan lebih plump.
Tapi setelah dicoba langsung di bibir, warnanya benar-benar pas! Ini udah warna nude yang paling mentok, nggak bisa lebih muda lagi hahaha. Selama ini lipstik nude aku warnanya masih suka ketuaan, belum kelihatan kayak warna bibir asli gitu yang bisa nyaru sama kulit. Tapi shade Dear Sweetheart ini ternyata bisa pas banget aku kaget. Senang banget akhirnya bisa nemu warna base buat bikin ombre lips. Sayangnya dari segi formula lip coat Dear Me Beauty ini kering banget dan gampang hilang di bagian dalam bibir, apalagi karena ini warnanya nude jadi kalau mulai pudar ya nggak bakal kelihatan bersisa. Formulanya yang kering itu juga gampang crumble. Tadinya aku tertarik buat cobain lip coat mereka lainnya (yang bukan kolaborasi sama brand lain) tapi karena formulanya begini jadi nggak tertarik lagi deh. It's still a pretty shade tho.
Semenjak aku mulai jadi beauty reviewer, sering banget dapat DM yang masuk nanyain gimana sih caranya dapat kulit glowing dalam waktu singkat. Aku pikir singkat tuh sebulan dua bulan gitu, tapi ternyata yang mereka maksud tuh dalam waktu hitungan hari hahah. Buat ngejawab pertanyaan-pertanyaan kayak gitu aku jawab aja, "Pakai highlighter udah paling bener", karena memang kalau mau yang instan, silahkan pakai make-up.
Ngomongin soal highlighter, baru-baru ini aku kedatangan anggota keluarga baru di koleksi make-up lokalku, yaitu Dear Me Beauty Glass Skin Liquid Highlighter. Dari pertama kali dia launching udah ngincer banget sih, secara aku suka banget sama liquid highlighter. Menurutku liquid highlighter tuh lebih nampol aja dibandingin sama powder highlighter, bisa lebih ngasih efek basah dan nggak bikin tekstur muka ataupun pori-pori jadi kelihatan banget. Mana liquid highlighterku satu-satunya dari Becca juga udah mau abis, jadi aku harus bisa cari penggantinya yang lebih gampang dicari dan tentunya lebih affordable.
Dear Me Beauty Glass Skin Liquid Highlighter ini ada 3 shade: Great Sandy, Kalahari, dan Sahara. Aku memutuskan buat beli Great Sandy karena warnanya cenderung warm dan champagne , pas sama undertone kulitku yang juga warm. Shade ini juga menurutku ada di antara putih sama emas, karena dua share lainnya tuh cenderung ke dua warna tadi. Biar hasilnya di kulitku masih bisa masuk, kupilihlah shade Great Sandy. Cuma dari beberapa mutual di Instagram yang punya shade yang sama sih dia bisa masuk di banyak skin tone , baik medium to medium tan masih oke oke aja.
Shimmernya tuh rapat banget, dan kemasannya punya body transparan, jadi dari luar udah kelihatan warnanya kayak apa. Nggak perlu takut ya kalau kelihatannya kayak ngejreng banget warnanya hahah, karena nanti pas udah diblend di kulit dia nggak akan jadi warna emas gitu kok.
Waktu dibuka, aku kaget lihat aplikatornya yang beda banget dari aplikator liquid highlighter pada umumnya. Ujungnya gendut banget, terus agak susah buat ditarik atau dimasukin lagi ke dalam botolnya. Mungkin biar tutupnya nggak gampang lolos kali ya kalau misal lupa kita rapatin lagi botolnya. Untuk pengaplikasiannya sendiri aku jarang pakai brushnya langsung ke muka, biasanya aku ambil produknya dari brush pakai jari baru ditap-tap di cheekbone dan diblend. Soalnya brush gede kayak gitu aku rasa kurang practical aja, apalagi highlight kan khusus di tempat-tempat tertentu aja jadi butuh aplikator yang lebih presisi lagi.
Karena biasanya aku pakai di muka, jadi biasanya produk yang keambil tuh sedikit banget kan, terus kemarin aku coba ambil lebih banyak dan swatch di tangan terus aku blend, dan wow... ternyata cakep banget! I mean, aku udah tahu dia blinding, tapi nggak nyangka aja bisa dibuild lagi dan lagi hahah. Karena shimmernya yang rapat itu, highlighter ini jadi bisa lebih reflective kalau ada cahaya kena si highlighter ini. Cantik kan?

Nah, di sini aku kasih lihat gimana hasilnya di mukaku. Biasanya aku selalu pakai liquid highlighter di step menjelang akhir make-up routine aku. Iya, jadi aku pakai liquid product di atas muka yang udah ada powdernya. Selama ini metode ini nggak pernah ngerusak make-up aku sih, foundation ataupun powder di bawahnya juga nggak kegeser sama sekali. Toh pas apply highlighter kan cuma pake jari aja ditap-tap pelan-pelan. Aku sendiri belum pernah coba pakai liquid highlighter sebelum powder, entah ya bisa sama-sama blinding apa nggak. Teman-teman kalau ragu bisa coba aja kedua metode itu dan lihat mana yang paling oke.
Bisa kalian lihat, hasilnya cantik banget. Benar-benar bisa bikin muka jadi kelihatan lebih berdimensi, kayak cheekbone aku tuh tinggi banget hahaha. Semenjak kenal liquid higlighter, ngasih highlighter di muka tuh jadi part paling favorite pas lagi make-upan. Semuanya jadi kelihatan lebih hidup, lebih festive, lebih cakepan aja gitu wkwkwk.
-----
Where to buy? Sociolla
How much? Rp 129.000
Ah, ngomongin soal first cleanser selalu bikin excited buatku. Menurutku, step paling menyenangkan ketika pakai skincare adalah waktu cleansing. Kenapa? Karena benar-benar kerasa banget, dari yang seharian muka kena debu dan polusi, belum ditambah kalau pas pakai make-up dan kena AC, jadi kering dan kisut, begitu mulai cleansing, langsung semuanya luruh dan kembali lagi dari 0 hahaha. Aku juga nggak pernah asal-asalan waktu step cleansing ini, karena aku percaya, kulit yang bersih bisa menerima produk yang diapply setelahnya lebih baik lagi. Makanya kenapa apapun kondisinya, aku selalu usahakan kalau mau pakai night skincare routine, pasti double cleansing. Selain supaya kulit lebih terjamin bersihnya, juga karena aku hobi aja mijat-mijat muka pakai first cleanser hihi.
Beberapa waktu lalu aku kaget banget waktu tahu Dear Me Beauty ngeluarin first cleanser! Aku nggak terlalu tahu banyak skincare products dari Dear Me, di kepalaku mereka lebih condong ke make-up, makanya aku excited buat lihat first cleanser dari local brand satu ini. Dear Me memang bukan yang pertama dari brand lokal buat ngeluarin cleansing balm, sebelumnya udah ada Fanbo yang juga punya beberapa varian cleansing balm, cuma aku belum terlalu tertarik karena jujur aja, visualnya Dear Me lebih masuk di hatiku.
Kebetulan banget cleansing balm aku dari Banila Co udah mau habis (dan baru ingat juga belum direview di blog astaga Dyn wkwkwk), jadi sekalian aja aku cobain deh. Lumayan, kalau memang performanya oke dan cocok di aku, selain bisa support local brand juga harganya jauh lebih murah jadi bisa menghemat lumayan banyak.
Cleansing balm ini dikasih nama "30 Seconds Meltaway Balm" karena klaimnya bisa melelehkan make-up dengan mudah dan effortless dalam waktu 30 detik aja , wow! Eh tapi ya jujur, aku sendiri nggak pernah ngitungin juga sih berapa lama waktu yang dibutuhkan cleansing balm/oil aku selama ini buat bisa lelehin make-up hahah. Tapi ya cukup promising lah, apalagi karena katanya "effortless", jadi nggak perlu ada gerakan yang terlalu kencang atau kasar ke kulit. Klaimnya juga dia non-stripping, alias nggak akan bikin kulit jadi kering atau terasa ketarik setelahnya. Menurutku ini salah satu faktor yang cukup penting dalam menentukan first cleanser, karena ada beberapa jenis first cleanser yang setelah dibilas dengan air (tanpa sabun muka) rasanya justru bikin kulit jadi nggak nyaman.
Salah satu faktor yang bikin aku makin tertarik buat cobain cleansing balm Dear Me adalah karena kemasannya yang terbilang cukup inovatif. Well, aku memang belum coba banyak jenis cleansing balm, baru beberapa aja, tapi sejauh ini yang aku lihat, biasanya cleansing balm pakai tutup pemisah dari plastik buat tempat meletakkan spatulanya (beberapa malah nggak dapat spatula sama sekali ataupun tutup pemisah). Tapi Dear Me ini sistem tutupnya ada dua, satu sebagai tempat spatula, satu lagi tutup jarnya yang kalau dibuka langsung kelihatan isi balmnya. Menurutku ini ide yang bagus banget karena nggak perlu khawatir si tutup plastik bakal hilang karena keseringan dibuka-tutup, dan spatulanya itu sendiri juga terjamin aman dan higienis karena udah ada tempatnya sendiri. So kudos for Dear Me for creating this kind of packaging!
Baca juga: Kose Softymo Speedy Cleansing Oil Review

Cleansing balm ini punya dua varian; Peach sama Honey. Aku pilih yang Peach karena kata Hasya yang Peach wanginya dominan manis gitu, malah aku sempat kira yang Peach bakal agak asam. Dan benar aja, wangi yang varian Peach persis kayak permen ! Wanginya juga nggak menyengat, jadi aku nggak ada masalah sama sekali. Teksturnya sih nggak selembut Banila, tapi begitu diblend ke kulit langsung leleh balmnya tanpa butuh waktu lama.
Seperti biasa, buat ngetes seberapa bagus performa first cleanser, aku ambil beberapa produk yang aku tahu memang butuh effort lebih dibanding yang lainnya buat dibersihkan. Ada liquid lipstick yang susah banget dibersihkan kecuali pakai oil based cleanser, ada eyeliner, ada brow mascara, ada concealer juga, sama pensil alis. Klaimnya yang 30 detik langsung leleh sih nggak tepat sasaran, karena untuk produk yang memang cukup bandel, dia butuh digosok-gosok dulu biar bisa meleleh. Jadi soal klaim effortlessnya juga tergantung lagi, produk yang dipakai seperti apa dulu. Karena waktu aku coba bersihkan liquid lipstick aku harus benar-benar gosok supaya dia bisa mulai keangkat.
Begitu kena air, emulsinya juga cepat, walaupun nggak terlalu heboh sih berubah jadi susunya hehe. Rasanya nggak bikin kulit kering, dan sejauh ini dia agak bikin pedas di mata, apalagi kalau aku lagi pakai eye make-up dan butuh gosok bagian mata, jadinya mataku berembun dan pedas banget :( Aku saranin sih kalian hapus dulu eye make-up pakai make-up remover biasa, baru lanjut pakai cleansing balm ini biar nggak terlalu perih. Tapi overall, aku cukup suka sama performanya. Bisa jadi opsi buat yang butuh first cleanser dari brand lokal.
-----
Where to buy? Sociolla
How much? Rp 149.000 (excl. shipping fee)
Yay, akhirnya bisa nulis review salah satu lip product yang juga ada di best beauty finds 2019 kemarin! Kali ini aku bakal review salah satu produk terbaru dari brand lokal kesayangan kita, yaitu Dear Me Beauty Perfect Gloss Lip Liquid. Sebetulnya nggak baru-baru banget sih launchingnya, sekitar Oktober 2019 kemarin keluar. Dan jujur aku tuh belum banyak baca review soal lip gloss ini baik di Instagram, Twitter, bahkan blog. Jarang banget orang ngomongin dia, dan heran juga kenapa aku bisa tiba-tiba beli hahah. Seingetku sih aku nggak keracun siapa-siapa, cuma kecantol karena waktu itu dia lagi diskon di Sociolla dan karena sekarang ini aku lebih senang belanja lip gloss ketimbang matte lipstick.
Untuk series lip liquid ini Dear Me ngeluarin 10 shade dengan 9 shade warna (Dear Audrey, Dear Kayla, Dear Coco, Dear Emily, Dear Isabelle, Dear Samantha, Dear Stella, Dear Fiona, Dear Natasha) dan 1 lip gloss transparan (Dear Crystal) yang bisa dipakai di atas lipstik lainnya. Untuk keragaman shade rangenya lumayan oke, nggak cenderung pink aja atau nude aja, tapi dari coklat, pink, sampai sedikit orange ada. Awalnya aku agak skeptis sama lip productnya Dear Me karena dari kolaborasi mereka sama Yupi itu pilihan shade yang dikeluarkan terkesan membosankan dan kayak main aman banget, nggak mencerminkan Yupi sama sekali, makanya aku kurang tertarik sama brand ini. Tapi aku akuin untuk si lip liquid shadenya nggak pelit sama sekali.
Aku pilih shade Dear Audrey benar-benar ngasal aja. Dikira-kira bakal masuk apa nggak ke skin tone aku yang medium dark tanpa sebelumnya pernah lihat swatch aslinya. Aku cuma patokan sama apa yang ada di Instagram page mereka, aku lihatin benar-benar swatch di foto sama di Instastory mereka sebelum akhirnya yakin beli Dear Audrey. Aku memang sengaja nggak pilih warna nude karena rasanya bosan banget udah kebanyakan warna nude haha.
Nah aplikatornya sendiri standard seperti aplikator liquid lipstick kebanyakan yang bentuknya doe foot. Selama ini aku nggak ada masalah atau kesulitan sama sekali buat pakai produknya di bibir, nggak bikin bleber atau susah ngambil produknya dari dalam botol jadi fine fine aja.
Di sini udah aku kasih lihat gimana warna Dear Audrey ini di bibirku. Warnanya cantik banget kan? Hasilnya smooth banget di bibir, shinenya nggak heboh banget sampai kelihatan becek, Formulanya nyaman banget di bibir, rasanya nggak berat sama sekali dan ketahanannya pun termasuk yang oke banget untuk ukuran lip gloss. Karena seperti yang kita tahu, biasanya lip gloss bakal lebih cepat transfer dan hilang warnanya, tapi lip liquid Dear Me ini menurutku lebih tahan banting karena ketika dia mulai transfer, warnanya nggak langsung bubar, yang hilang palingan cuma shinenya, jadi warnanya itu sendiri lebih ngestain di bibir. Biasanya aku kurang suka sama lip gloss yang terlalu pigmented dan nggak bisa dilayer sama lipstik lainnya, tapi kali ini aku nggak tahu kenapa bisa secinta itu! Super nyaman di bibir, dipakai sehari-hari enak, dan karena dia glossy, jadinya bisa bikin tampilan muka kita jadi lebih festive hihi.
-----
Where to buy? Sociolla
How much? Rp. 119.000 (excl. shipping fee)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons