Showing posts with label Axis-y. Show all posts
Showing posts with label Axis-y. Show all posts
Perasaan baru kemarin masuk weekend, eh sekarang udah Senin lagi aja. Ngerasa nggak sih April berlalu cepat banget? Nggak kerasa sebentar lagi udah masuk Mei aja. Aku masih setia WFH, dengan sesekali ada jadwal ke kantor tapi masih bisa dihitung jari banget. Awal-awal kerja tuh aku sempat lumayan rajin skincarean, sebelumnya sempat ngalamin demot soalnya. Tapi sekarang entah kenapa balik demot lagi haha. Biasanya yang paling sering diskip itu skincare pagi, gara-garanya kalau WFH kan lebih forgiving ya, nggak mandi juga lanjut kerja nggak masalah.
Anyway, kemarin baru aku tulis review masker, dan hari ini aku bakal ngereview masker lagi, masih sama juga dia dari brand Korea yakni Axis-y. Kayaknya udah nggak perlu dikenalin lagi ya sama Axis-y, secara namanya dia udah melambung jauh banget dan aku sering lihat di Tiktok banyak yang maskeran pakai produk ini. Dari awal aku nggak terlalu tertarik buat nyobain karena harganya di luar budgetku banget apalagi buat ukuran masker. Tapiii namanya rejeki nggak kemana, tiba-tiba aku dihubungin sama Axis-y Korea langsung dan mereka mau kirimin 3 produk sekaligus, salah satunya masker ini, buat direview di blog.
Produk ini udah cukup lama seliweran di dunia kecantikan Indonesia. Kalau yang dari aku baca di website mereka, produk ini dibuat karena terinspirasi dari gerakan #StayStrongCampaign yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Jadi asumsiku ini keluar bersamaan sama waktu Covid-19 mulai muncul. Axis-y pengen memberikan orang-orang semacam entertainment, supaya bisa lebih rileks lagi menghabiskan waktu di rumah karena selama pandemi ini kan waktu kita banyak dihabiskan di rumah aja. Masker ini juga dibuat untuk melawan "maskne" yang mulai muncul karena orang-orang sekarang kemana-mana harus pakai masker. Kalau dipikir-pikir, thoughtful juga ya proses peluncuran masker ini.
Mugwort sendiri udah lumayan populer bahkan sebelum Axis-y mengeluarkan Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack. Aku sendiri suka lihat beberapa orang di Instagram story-ku share produk dari brand namanya I'm From, kayaknya juga salah satu brand K-Beauty dengan toner mugwort mereka. Packagingnya coklat gitu, kalau kalian pernah lihat, dan mereka juga punya wash off mask juga cuma setahuku bukan modelan clay mask gitu.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Aku kurang tahu mugwort itu kalau di Indonesia namanya apa, tapi mugwort memang udah nggak asing lagi sama kultur Korea Selatan dan mereka dikenal sebagai tanaman yang menenangkan. Axis-y memutuskan untuk menggunakan mugwort sebagai bahan utama masker ini karena mugwort mengandung banyak mineral, kalsium, dan zat besi yang menjadikannya sebagai ingredients ideal untuk mengatasi kulit yang iritasi. Kandungan mugwort di dalam masker ini sendiri adalah sebanyak 61% agar efeknya lebih efektif lagi di kulit.
Di review produk Innisfree kemarin aku udah bahas soal dua jenis clay yang biasa ada dalam sebuah clay mask yaitu kaolin clay dan bentonite clay. Nah sama seperti Innisfree, Axis-y Mugwort menggunakan keduanya sekaligus, jadi dia bisa dipakai mulai dari yang kulitnya kering, normal, sampai berminyak. Masker ini punya klaim bisa membantu membersihkan pori-pori dan menenangkan kulit yang mengalami kemerahan dan iritasi. Kandungan adzuki bean powdernya mengeksfoliasi kulit dengan lembut agar kulit tetap bersih dan bebas dari jerawat.
Ingredients: Artemisia Princeps Extract, Kaolin, Dipropylene Glycol, Bentonite, Betaine, Phaseolus Angularis Seed Powder, Laminaria Japonica Extract, Eclipta Prostrata Leaf Extract, Avena Sativa (Oat) Kernel Extract, Pteris Multifida Extract, Cynara Scolymus (Artichoke) Leaf Extract, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Vigna Radiata Seed Extract, Houttuynia Cordata Extract, Cryptomeria Japonica Leaf Extract, Nelumbo Nucifera Leaf Extract, Hydrogenated Lecithin, Sodium Hyaluronate, 1,2-Hexanediol, Methylpropanediol, Xanthan Gum, Glycerin, Chromium Oxide Greens, Charcoal Powder, Water, Beta-Glucan, Polyquaternium-51, Fructooligosaccharides, Allantoin, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Butylene Glycol, Camellia Sinensis Leaf Powder, Saccharomyces Ferment Filtrate, Hydroxyacetophenone, Ethylhexylglycerin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil
BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review
Tekstur maskernya cukup gampang diratakan, dia nggak terlalu kering atau basah yang susah nempel di kulit gitu, jadi menurutku konsistensinya pas. Masker ini juga udah dilengkapi dengan spatula, cuma menurutku spatulanya nggak terlalu berguna. Selama ini aku maskeran nggak pernah pakai spatula, langsung aja ambil pakai jari. Soalnya kecil banget, kurang enak dipegang jadi apply maskernya malah bikin ribet kalau pakai spatula. Wanginya sendiri tuh wangi clay mask yang lumayan strong, tapi nggak terlalu mengganggu menurutku. Di dalamnya ada butiran scrub yang lumayan besar yakni si kadzuki bean-nya, tapi jarak mereka jarang-jarnag, jadi nggak akan terlalu heboh buat weekly exfoliation.
Masker ini nggak butuh waktu lama buat jadi kering, dari Axis-y sih menyarankan dipakainya cukup 15 menti aja habis itu dibilas. Kalau pakai clay mask memang jangan sampai maskernya jadi benar-benar kering karena malah akan bikin kulit jadi iritasi kalau kelamaan dipakai. Dia nggak susah dibilas dengan air, terus juga eksfoliasinya lumayan enak sih, nggak kerasa kasar sama sekali. Masker ini juga nggak meninggalkan residu habis dibilas. Biasanya tuh kalau aku pakai maskernya Pore Hero habis dibilas suka masih ada sisa maskernya di muka, jadi kalau dilap pakai toner nanti kapasnya kelihatan sisa masker hijau-hijau gitu. Meanwhile Axis-y Mugwort ini bersih banget tanpa residu.
Selama rutin pakai masker ini, aku merasa kulitku memang jadi lebih kalem, apalagi kalau muka lagi ada jerawat aktif yang sampai kemerahan, kadang malah aku pakaikan masker walaupun kata orang jangan scrubbing kalau lagi ada jerawat. Ini sih tinggal gimana pintar-pintarnya kita aplikasikan masker aja. Aku justru terbantu kalau kulit lagi rewel dan dipakaikan masker Mugwort ini karena jadi lebih kalem dan jerawat juga jadi cepat kering.
As someone who has acne prone skin, I struggle with not just one, but two problems all at once. The first one is obviously the acne itself, and the second one is the aftermath; the hyperpigmentation. As I am someone of a darker skin tone, once my acne is gone, it tends to leave PIH aka dark spots on my face. Surely these things are not impossible to get rid of, and it doesn't always take a fortune too. The one product I recommend the most when dealing with hyperpigmentation is sunscreen. Since hyperpigmentation is caused mostly because of exposure to UV light from the sun, so protecting our skin from it will do the trick. But of course, each skin has its own timeline when it comes to progress. There are just cases where one dark spot is harder to get rid of than the others. This is where a brightening serum comes into play.
For my entire career of beauty reviewing, I've tried gazillions (okay it's probably not that many haha) of brightening serum. Yes, getting rid of the acne itself is hard already, but the leftover of it, the spots, is even harder to tackle. That's why aside from diligently applying my sunscreen on a daily basis, I also look for a brightening serum to help boost the progress faster. And that's what we'll be talking today. I got this Axis-y Dark Spot Correcting Glow Serum a couple weeks ago, along with its mugwort mask and sunscreen. Axis-y as a brand has been known quite well here in Indonesia, so when I was presented with the chance to finally lay my hands on them, of course I snatched it right away.
BACA JUGA: Elsheskin Radiant Skin Serum Review
PRODUCT INFO
- Brand: Axis-y
- Product name: Dark Spot Correcting Glow Serum
- Product type: Serum
- Size: 50 mL / 1.69 fl oz
- PAO: -
- Price: $22.00
- Where to buy: Axis-y Official Website
- BPOM: -
As always before I share my experience of using this product, let's talk first about its claims and ingredients. This serum is a niacinamide-based serum that claims to help correct dark spots and improves uneven skin tone. With the help of plant-derived Squalane, this serum retains moisture to keep our skin glowing and healthy. It also reduces pigmentation concerns including dark spots and uneven skin tone, smoothes and brightens skin, while deeply moisturizes our skin. Some of the notable ingredients in this serum are: niacinamide, squalane, papaya, sea buckthorn, oryza sativa rice bran, allantoin, and calendula. It's also vegan, cruelty free, formulated with paraben, mineral oil, artificial fragrances, or artificial colors.
Ingredients: Water, Glycerin, Niacinamide, Sodium Hyaluronate, Propanediol, Erythritol, Butylene Glycol, Squalane, Oryza Sativa (Rice) Bran Extract, Calendula Officinalis Flower Extract, Carica Papaya (Papaya) Fruit Extract, Hippophae Rhamnoides Fruit Extract, Malpighia Emarginata(Acerola)Fruit Extract, Polyglyceryl-10 Laurate, Chlorphenesin, Arginine, Ethylhexylglycerin, Carbomer, Glutathione, 1,2-Hexanediol, Hydroxypropyl Cyclodextrin, Disodium EDTA, Hydroxyethylcellulose, Allantoin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil
BACA JUGA: 2SOL Facial Recovery Booster Review


I've been using this product for almost two months now, and I can see that it does help a lot with fading my hyperpigmentation especially my dark spots caused by acne and my skin texture has gotten better too. I learned a long time ago that my skin texture gets less bumpy if my skin gets enough hydration and like I said in the beginning, this serum gives really great level of moisture. I can see the hype of this product and I've proven it myself that this does work to help tackle my dark spots.
Sejak pandemi mulai, aku memutuskan buat install Tiktok karena banyak yang bilang seru. Seru karena konten di Tiktok emang lucu-lucu, apalagi di situ komunitasnya banyak banget nggak terbatas sama sekali. Istilahnya biar nggak terlalu FOMO lah ya, aku ikut lah install, bikin juga beberapa beauty content di sana walaupun sebetulnya kurang bisa narik enggagement wkwkwk. But anyway, selama buka Tiktok dan mengarungi komunitas beauty di sana tuh aku banyak lihat racun-racun make-up dan skincare berterbaran. Bahkan ada hashtagnya sendiri, #racunditiktok. Di situ mulai dari brand lokal sampai luar negeri, dari serum sampai masker organik, muncul semua. Saking hebohnya kadang sampai apapun yang viral di Tiktok tuh jadi bikin harga barang naik dan susah dicari karena semua orang mau beli.
Nah salah satu brand yang paling banyak bahasannya di Tiktok itu Axis-y. Hampir semua rangkaian Axis-y ini trending di Tiktok, tapi dari semuanya harus aku akui yang paling dicari tuh masker mugwort mereka. Aku sendiri udah pernah dengar brandnya dari dulu bahkan sebelum masuk Tiktok karena banyak mutual di Instagram yang udah coba juga, cuma memang belum benar-benar ngelirik karena harganya nggak murah. Tapiii rejeki nggak kemana, tiba-tiba aku dihubungin sama pihak Axis-y sendiri beberapa waktu lalu dan ditawarin buat dikirimin produk mereka sesuai skin concern aku. Dengan problem kulit minyak berlebih, jerawat, dan noda hitam, aku dipilihkan tiga produk dari mereka. Dan yang pertama bakal aku review adalah sunscreennya!
BACA JUGA: Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++ Review
Aku senang banget waktu mereka kasih aku sunscreen karena sunscreen itu salah satu pondasi skincare. Walaupun sebenarnya aku belum banyak baca reviewnya si Axis-y ini sih jadi nggak tahu harus pasang ekspektasi apa. Di sini dia tertulis kalau sunscreen ini termasuk physical sunscreen. Buat yang belum tahu, sunscreen itu dibagi jadi dua; chemical dan physical. Kalau yang physical kadang disebutnya sunblock, cuma karena suka menimbulkan persepsi keliru kalau kata "block" di sini seolah-olah overestimate kerja sunscreen, jadinya sekarang lebih sering dipakai istilah "sunscreen". Tapi basically sama aja cuma beda di formula aja.
Chemical sunscreen bekerja dengan cara menangkap menyerap sinar UV, mengubahnya jadi panas, untuk kemudian dilepaskan dari kulit. Biasanya di chemical susncreen mengandung ingredients kayak avobenzone, octinoxate, dan oxybenzone. Sayangnya ternyata kandungan chemical sunscreen ini ada yang nggak aman untuk keberlangsungan terumbu karang, jadi sebaiknya jangan dipakai kalau kita mau ke laut. Sementara itu physical sunscreen, sesuai namanya, dia nggak menyerap ke kulit, cuma 'nongkrong' aja di lapisan atas dan merefleksikan sinar matahari. Biasanya mengandung titanium dioxide dan zinc oxide sebagai physical blocksnya. Downside dari physical sunscreen adalah mereka biasanya bikin whitecast, alias muka kita jadi kayak dikasih tone up, tapi bukan tone up juga. Lebih ke kayak abu-abu gitu. Ini adalah efek dari dua ingredients tadi.
BACA JUGA: Missha Aqua Sun Gel SPF50+ PA++++ Review
Packaging sunscreen ini standard ya, bentuk tube dengan ujung runcing buat ngeluarin produknya. Aku selalu suka sama sunscreen yang mulut botolnya kayak gini karena lebih gampang buat nakar berapa banyak yang mau kita pakai. Soalnya ada beberapa yang mulut botolnya kayak sunscreen Biore, buat aku itu agak susah nakarnya, kadang suka kebanyakan, ya walaupun pakai kebanyakan sunscreen juga nggak ada ruginya cuma beberapa sunscreen memang ada yang kurang nyaman kalau dipakai kebanyakan. Awalnya aku kira plastiknya itu masih harus dicopot lagi, ternyata nggak ya wkwkwk. Di bagian tubenya ini ditulis nama produk sama deskripsinya aja, kalau ingredients dan klaim adanya di box dia. Tubenya juga di bagian belakang ditulis pakai Bahasa Korea jadi kalau kalian mau lihat ingredientsnya jangan sampai kebuang ya kotaknya.

Sebetulnya untuk formula baik chemical ataupun physical sunscreen, yang mana aja nggak masalah. Masing-masing punya sisi positif dan negatifnya, jadi tergantung kebutuhan kulit dan preference aja mau pakai yang mana. Selama sunscreennya punya SPF minimal 30 dan udah broad spectrum juga itu udah cukup. Axis-y Complete No-Stress ini punya klaim bahwa dia cukup melembabkan di kulit, bisa membantu merawat kulit selama dan setelah terkena sun exposure. Kandungan di dalam sunscreen ini juga diklaim dapat membantu mencegah penuaan dan aman digunakan untuk yang kulitnya sensitif.
Ingredients: Water, Cyclohexasiloxane, Zinc Oxide, Titanium Dioxide (Ci 77891), Propanediol, Polyglyceryl-3 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Dibutyl Adipate, Niacinamide, Caprylyl Methicone, 1,2-Hexanediol, Disteardimonium Hectorite, Betaine, Magnesium Sulfate, Hydrogen Dimethicone, Inositol, Aluminum Hydroxide, C30-45 Alkyl Cetearyl Dimethicone Crosspolymer, Polyglyceryl-2 Dipolyhydroxystearate, Styrene/Acrylates Copolymer, Stearic Acid, Butylene Glycol, Pentylene Glycol, Ethylhexylglycerin, Octyldodecanol, Adenosine, Glycerin, Squalane, Allantoin, Anthemis Nobilis Flower Water, Echium Plantagineum Seed Oil, Artemisia Capillaris Extract (0.005%), Vitis Vinifera (Grape) Seed Extract, Calendula Officinalis Flower Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Cardiospermum Halicacabum Flower/Leaf/Vine Extract, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil Unsaponifiables, Leuconostoc/Radish Root Ferment Filtrate, Dicaprylyl Carbonate, Sorbitan Sesquioleate, Palmitoyl Tripeptide-5, Tocopherol

Oke mari kita bahas tentang performa sunscreennya itu sendiri. Karena ini adalah physical sunscreen, jadi seperti yang aku bilang di atas, dia ada kemungkinan menimbulkan whitecast. Waktu aku share soal first impression sunscreen ini di Twitter, ada salah satu mutualku yang bilang kayaknya sunscreen Axis-y udah reformulasi, karena dulu whitecastnya parah banget, tapi sekarang udah jauh lebih mendingan. Aku juga merasanya sunscreen ini memang ngasih whitecast, tapi cuma di awal-awal aja dan nggak berlangsung lama. Ditinggal beberapa menit aja udah langsung nyatu lagi sama kulit. Finishnya ini super duper matte, aku rasa kalian yang mukanya oily parah bakal suka sama sunscreen ini. Dia benar-benar tahan banting bikin muka nggak berminyak selama seharian.
Awalnya aku suka dengan finishnya yang matte itu. Tapiii, setelah beberapa kali pemakaian aku ngerasa, kulitku jadi super duper dehidrasi tiap pakai ini. Terus juga kalau aku wudhu atau bilas muka pakai air, sunscreennya bakal meleleh dan ninggalin jejak putih di muka, terus mukaku jadi kerasa makin tambah kering lagi. Bagian hidungku jadi semakin bertekstur, terus komedo putih makin banyak. Dia juga lumayan susah buat dibersihkan, bahkan dengan metode double cleansing juga setelahnya aku masih bisa lihat reside warna putih di bagian hidungku, kayak sisa sunscreennya tuh nempel gitu aja di komedoku yang bertekstur, dan jujur buat aku itu mengganggu banget.
Dari yang biasanya aku kalau pagi nggak perlu pakai moisturizer karena biasanya sunscreen aku udah cukup melembabkan, kalau pakai sunscreen Axis-y aku wajib pakai moisturizer karena kalau nggak, kulitku nggak kuat sama keringnya. Buat aku pribadi kayaknya aku nggak bakal beli sunscreen ini lagi kalau nanti udah habis. Formulanya di aku kurang melembabkan dan kulitku yang rentan dehidrasi nggak terlalu suka.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons