Showing posts with label Avoskin. Show all posts
Showing posts with label Avoskin. Show all posts
Siapa di sini yang cinta mati sama sabun muka yang gentle, cung! Aduh kalau ditanya, aku tuh udah nggak bisa lagi lepas dari sabun muka dengan experience yang gentle. Buatku, mereka adalah the first step untuk memastikan kulitku nggak semakin dehidrasi. Karena susah banget lho punya kulit yang rentan dehidrasi. Salah-salah, produk yang aku pakai malah bikin dehidrasinya makin parah. Percaya atau nggak, mulai dari cleanser aja kita udah harus pintar-pintar memilih karena cleanser punya chance yang besar bikin kulit kita dehidrasi, apalagi kalau sabun muka kalian ngasih finish yang kesat atau kering. Itu justru pertanda kalau sabun muka yang kalian pakai terlalu harsh di kulit.
Nah, hari ini, aku mau ngereview salah satu sabun muka yang easily becomes my favorite karena dia ngasih experience yang nyaman dan tentunya nggak bikin kulit semakin dehidrasi yaitu Avoskin Natural Sublime Facial Cleanser! Kalian pasti udah pernah dengar kan sebelumnya, tapi nggak banyak orang yang ngomongin produk ini dan aku heran aja karena pas aku cobain sendiri, produknya bagus banget!
Avoskin Natural Sublime Facial Cleanser adalah sabun muka yang mengandung ingredients layaknya serum. Jadi selain tentunya bisa untuk membersihkan muka, dia juga bantu menutrisi kulit. Di dalamnya ada 2% niacinamide dan hyaluronic acid yang menjaga kulit agar tetap lembab. Kayak yang aku bilang sebelumnya, penting buat cari sabun muka yang nggak bikin kulit jadi kering. Cuma memang tantangan dari sabun muka seperti ini adalah daya bersihnya. Mereka juga cenderung lebih butuh waktu buat dibilas. Makanya nyari sabun muka yang pas itu juga nggak gampang. Harus benar-benar bisa pas antara kering sama licinnya.
Sabun muka ini udah alcohol free, SLS free, paraben free, fragrance free, dan silicon free. Termasuk sabun muka dengan pH rendah sehingga nggak akan mengganggu skin barrier. Ini juga penting ya, karena ketika skin barrier kita terganggu, kulit kita akan lebih mudah menimbulkan masalah kulit kinerja skin barrier berkurang jadinya bakteri gampang nempel di kulit dan kulit nggak ada pertahanan.
Ingredients: Water, Cocamidopropyl Betaine, Glycerin, Lauramidopropyl Hydroxysultaine, Sodium Cocoyl Glycinate, Sodium Chloride, Hydroxypropyl Methylcellulose, Niacinamide, Disodium Cocoyl Glutamate, Polysorbate 20, Citric Acid, Coconut Acid, Sodium Cocoate, Xanthan Gum, Pentylene Glycol, Saccharide Isomerate, Butylene Glycol, Sodium Benzoate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Hydrolyzed Vegetable Protein, Disodium EDTA, Sodium Bisulfite, Cereus Grandiflorus (Cactus) Flower Extract, Potassium Sorbate, Sodium Hyaluronate, Sclerocarya Birrea Seed Oil, Leuconostoc/Radish Root Ferment Filtrate, Sodium Citrate, Rosa Damascena Flower Water, Rosa Damascena Flower Oil
BACA JUGA: Biyu Pure Gentle Cleanser Review

Sabun muka ini punya tekstur gel yang ringan dan terasa soft di kulit. Beberapa sabun muka dengan tekstur gel gini ada yang kadang berat banget jadinya pas diusap ke kulit rasanya kayak nyeret gitu, ngerti nggak? Dia juga nggak butuh banyak-banyak buat bikin konsistensi sabun yang pas, jadinya pemakaian bisa diirit apalagi karena isinya yang cukup besar yaitu 100ml. Ukuran sebiji jagung juga udah cukup banget buatku. Busanya sendiri termasuk yang sedikit, dia nggak bikin foam besar macam Senka gitu. Kemampuan membersihkan mukanya bagus, aku udah cek beberapa kali dengan toner kalau setelahnya kulitku nggak ada sisa residu atau kotoran apapun, which is a good sign! Karena kalau sebuah sabun muka nggak bisa membersihkan muka dengan baik, apa gunanya? Ya nggak? Fortunately this one cleans my face just fine dan experience yang dikasih juga nyaman banget di kulit. Would I buy this again? Definitely! Aku rekomen banget buat kalian yang masih nyari-nyari sabun muka yang bersahabat di kulit dan di kantong!
Menuru kalian eye treatment itu penting nggak sih? Selama ini aku dilema mau mikir ini penting apa nggak. Produk eye treatment pertamaku tuh bentuknya eye patch. Ingat banget dulu tiap lihat eye patch tuh langsung mupeng pengen coba, apalagi eye patch kan dulu tuh bentukannya cantik-cantik ya. Brand eye patch pertama yang aku coba itu dari Heimish. Cantik sih memang, rasanya pengen dilihatinnn aja itu eye patch nggak buat dipakai haha. Tapi kemudian aku bosan pakainya padahal baru beberapa kali aja. Selanjutnya aku dapat lagi eye patch, tapi dari SNP. Sama aja nasibnya kayak Heimish, cuma sempat beberapa kali pakai sebelum kebosanan melanda. Akhirnya sekarang dua produk ini nongkrong aja di pojokan rak nggak tersentuh, bahkan mungkin sekarang udah expired.
Move on dari eye patch, the next eye treatment yang aku coba adalah eye serum dan brand pertama yang aku cobain adalah Lacoco. Sampai produknya habis, aku nggak melihat ada perubahan apapun sama daerah sekitar mataku. Di situ aku semakin bertanya-tanya, apa sih bedanya eye serum sama serum muka biasa? Aku semakin skeptis tiap lihat produk eye treatment. Menurutku dia bukan lagi skincare tersier, tapi benar-benar skintertainment aja alias produk yang benar-benar dibeli kalau gabut aja atau hiburan aja. Nah terus gimana dengan produk dari Avoskin ini? Ngaruh nggak ya, apa sama aja kayak produk eye treatment lainnya yang udah aku coba?
BACA JUGA: Lacoco Intensive Eye Serum Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Avoskin
- Nama produk: Avoskin Advanced Actions Eye Ampoule
- Jenis produk: Eye treatment
- Ukuran: 12 ml
- PAO: 6 bulan
- Harga: Rp 199.000
- Tempat beli: Shopee Official Avoskin
- BPOM: NA18202000165
Aku udah terima produk ini dari lama banget, dan selama itu juga produk ini aku pakai serajin mungkin. Kenapa aku bilang serajin mungkin, karena aku hapal banget dengan diri ini kalau produk-produk eye treatment tuh gampang banget terlupakan. Terutama untuk hari-hari di mana aku malas skincarean lama-lama, maunya yang cepat aja, jadi eye treatment pasti diskip. Atau ya karena memang nggak terbiasa aja pakai eye treatment, jadi suka lupa belum pakai, tapi udah keburu apply moisturizer. Padahal klaim produk ini baru bisa kelihatan hasilnya kalau dipakai rutin selama 28 hari. So take my review with a grain of salt karena aku akui memang aku pakainya seingatnya aja.
Tapi aku cukup kagum dengan diriku sendiri karena berhasil menghabiskan produk ini sampai harus kubuka dulu tutupnya dan aku aduk isinya supaya sisa-sisa produk di pinggiran botolnya bisa ke tengah.
Ingredients: Water, Butylene Glycol, Pullulan, Niacinamide, Propanediol, Sodium Polyacrylate, 1,2-Hexanediol, Caprylhydroxamic Acid, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Lactobacillus Ferment Lysate, Camellia Sinensis Leaf Extract, Punica Granatum Extract, Caprylyl Glycol, Sodium Hydroxide, Lactobacillus Ferment, Acetyl Tetrapeptide-5, Caffeine, Acetyl Hexapeptide-8.
Kayak produk eye treatment pada umumnya, produk ini cara ngeluarinnya tinggal dipump aja. Pumpnya nggak keras, nggak susah juga buat ditakar. Cuma botolnya kalau produknya udah tinggal sedikit jadi susah buat dipump keluar karena tekstur produknya juga yang lumayan heavy, jadi dia nggak mengikuti kontur botol dan bakal stay di situ-situ aja. Kayak yang aku bilang di paragraf atas, harus agak dibuka dan diaduk kalau udah mulai tinggal sedikit supaya produknya rata lagi dan bisa dipump lagi.
BACA JUGA: SNP Red Ginseng Energy Eye Cream Review

Aku udah coba beberapa eye treatment mulai dari eye patch, eye cream, eye serum, dan yang terakhir dari Avoskin ini eye ampoule. Menurutku persoalan eye treatment ini buat tiap orang perjalanannya beda-beda karena seperti yang kita tahu, kulit sekitar mata itu kan sensitif ya, jadi perawatannya harus super hati-hati. Nggak bisa kena produk yang terlalu heavy, ingredientsnya juga jangan yang langsung keras atau abrassive. Dulu aku sempat mikir eye treatment itu sebetulnya produk skincare biasa yang bisa dipakai di daerah wajah lainnya tapi kemudian sadar kalau gimanapun juga memang kulit daerah mata itu beda. Makanya produk eye treatment muncul karena untuk memenuhi kebutuhan itu, terutama buat yang kulit sekitar matanya gampang muncul milia, nggak mungkin kan pakai moisturizer yang berat dipakaikan di sekitar mata.
That being said, eye treatment itu progressnya paling lama dibanding produk lainnya. Harus tahu betul apa concern daerah sekitar mata yang bisa dihandle dengan produk eye treatment dan apa yang nggak bisa diapa-apain. Misal, daerah bawah mata yang gelap karena efek genetik, mau dipakaikan eye treatment apapun juga nggak akan ngaruh karena memang udah genetik aja. Kalau untuk Avoskin Advanced Action Eye Ampoule ini sendiri punya klaim selain untuk mencerahkan, juga untuk menghidrasi kulit supaya nggak muncul kerutan. Dari selama pemakaian aku merasanya dia lebih ke yang kedua, jadi memang menjaga supaya kulit sekitar mata diberikan pelumas, biar garis-garis halus nggak terlalu kelihatan. Tapi kalau dari segi mencerahkannya aku kurang merasakan.
Apakah dengan ini aku jadi tergerak untuk mulai invest di eye treatment? Bisa jadi, kalau memang ada budgetnya. Karena kebanyakan eye treatment harganya lebih mahal ketimbang produk yang diperuntukkan untuk bagian wajah lainnya jadi harus dipikir-pikir dulu. Tapi menurutku kalau memang ada budget, bisa dipikir buat invest ke eye treatment karena ini produk yang hasilnya baru kelihatan nanti di kemudian hari terutama untuk masalah kerutan yang akan muncul seiring bertambahnya umur.
Haloo, wah udah masuk bulan Maret aja kita. Gimana kabarnya teman-teman semua? Aku tepat per tanggal 1 ini akhirnya memulai lembaran baru dalam hidupku karena akhirnya aku keterima kerja :") Yes, setelah setahun lebih menganggur, akhirnya aku diterima kerja di perusahaan. Well, sebetulnya kalau dilihat-lihat lagi ya nggak benar-benar menganggur ya karena kegiatan beauty reviewing ini cukup makan waktu apalagi aku mengerjakan semuanya sendirian dan semakin hari semakin banyak partnership dengan brand yang masuk juga jadi ya setahun itu aku nggak gabut-gabut banget lah heheh.
Hari ini akan mereview soal salah satu produk dari brand lokal yang sepertinya udah jadi kesukaan banyak orang tapi aku baru coba akhir-akhir ini yaitu Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence. Aku dihubungi sama pihak Avoskin pertengahan Februari lalu dan ditawarin untuk cobain produk ini. Kebetulan banget ternyata mereka lagi mau mengeluarkan PHTE edisi khusus valentine, jadinya sekalian aku dikirimin yang packagingnya warna pink ini deh, lucu banget yaa? Skincare tuh kalau kemasannya udah warna pink gitu pasti deh kelihatan lebih menggoda :")

INFO PRODUK
- Nama brand: Avoskin
- Nama produk: Perfect Hydrating Treatment Essence
- Jenis produk: Essence
- Ukuran: 100 ml
- PAO: 6 bulan
- Harga: Rp 299.000
- Tempat beli: Website Official Avoskin
- BPOM: NA18200105520
Kalau dilihat dari namanya aja pasti udah ketebak ya fungsinya apa. Avoskin PHTE adalah essence yang memiliki klaim membantu melembapkan dan menjaga kesegaran kulit, sekaligus membuat muka terlihat lebih cerah. Produk ini diformulasikan tanpa paraben, fatty alcohol, dan udah cruelty free juga. Yang menarik dari ingredients listnya adalah ternyata essence ini mengandung ethyl ascorbic acid, yaitu turunan dari vitamin C yang lebih stabil dan merupakan antioksidan yang baik untuk meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi kerutan. Aku juga suka lihat ingredients listnya yang nggak kebanyakan bahan aktif, it's pretty simple if you look at it.
Ingredients: Aqua, Ethyl Ascorbic Acid, Propylene Glycol, Glycerin, Chamomile (Anthemis Nobilis) Extract, Carrot (Carota Sativa) Oil, Rosa Canina Fruit Oil (Rosehip), Carborner, Triethanolamine, Alcohol
Botolnya ini terasa cukup berat karena dia terbuat dari botol kaca, jadi aku sarankan hati-hati kalau mau bawa dia terutama ketika bepergian karena botol seperti ini tentunya rentan pecah. Bagian mulut botolnya ini lumayan sempit, jadinya produk nggak gampang bleberan kemana-mana ketika mau dituang, tapi memang jadinya lebih effort aja karena harus digojlok kayak mau ngeluarin saos sambal hahah. Aku suka parno sendiri takut botolnya selip dari tangan ketika lagi digojlok dan jatuh :") Produknya sih nggak susah keluar, cuma kalau nggak digojlok ya nggak akan keluar. Essencenya sih cair tapi menurutku desain tutup botolnya bikin produknya nggak mau netes gitu aja.
Aku mulai masukin essence ini ke dalam skincare routine aku sejak 14 Februari, jadi pas banget produknya baru sampai langsung aku coba malamnya. Dan aku jadi paham kenapa banyak banget yang suka sama PHTE. Rasa lembapnya memang enak banget, bikin kalem di kulit, dan dia ngasih rasa segar dingin-dingin gitu, mungkin dari alcoholnya ya heheh. Termasuk ringan dibandingkan essence lain yang pernah aku coba, dan dia juga gampang banget menyerap ke kulit tanpa ninggalin finish yang lengket. Nyaman buat dilayer beberapa kali juga, tapi di kulitku yang gampang dehidrasi ini dua kali layer aja udah pas banget, selama kemudian dikunci dengan produk yang oklusif karena kalau nggak nanti hidrasinya lepas lagi.
So far dari klaimnya yang melembabkan itu memang terbukti sih. Aku takjub banget mana rasanya tuh emang pas dipakai ke muka segarnya kerasa, apalagi kalau essencenya dimasukin ke kulkas dulu, wuuuh nggak kebayang kayak apa rasanya pasti enak banget. Tapi dari sisi mencerahkannya aku kurang bisa notice sih. Entah belum full effect atau memang kulitku udah mentok cerahnya segini aja wkwkwk. Tapi aku sangat merekomendasikan essence ini terutama buat kalian yang kulitnya dehidrasi juga kayak aku. It's really worth the shot!
Siapa di sini yang udah khatam basic skincare dan pengen banget cobain retinol? Retinol mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang, tapi sadar atau nggak udah mulai banyak brand lokal yang ngeluarin produk dengan kandungan retinol lho, salah satunya Avoskin dengan Miraculous Retinol Toner mereka. Retinol sendiri dikenal sebagai kandungan yang diperuntukkan untuk produk anti-aging, makanya kenapa untuk kalian yang udah berumur di atas 20 tahun bisa mulai bereksperimen mencari produk dengan retinol yang pas di kulit.
Aku senang banget waktu dikirimkan sama Avoskin untuk cobain Retinol Toner mereka karena aku bucin banget sama retinol. Meski ini bukan produk retinol pertamaku, tapi aku tetap merujuk diri sendiri sebagai pemakai retinol pemula. Makanya aku penasaran Miraculous Toner ini bakal nyaman nggak ya di kulitku? Yang mau tahu gimana efeknya, simak aja postingan ini yaa!
Baca juga: Avoskin Miraculous Refining Toner Review
MENGENAL RETINOL SERIES DARI AVOSKIN
Miraculous Retinol Series merupakan seri skincare terbaru dari Avoskin yang fokus kepada perawatan kulit anti-aging dengan fungsi utama membantu menunda proses munculnya tanda-tanda penuaan dini pada kulit. Seri ini terdiri dari Miraculous Retinol Toner dan Miraculous Retinol Ampoule dengan kandungan unggulan Actosome Retinol, Peptide, Vitamin E, Niacinamide, dan ekstrak natural seperti Camellia Sinensin (Green tea leaf), Raspberry, serta Pomegranate.
- Pomegranate — Buah pome mengandung Vitamin C, Polifenol, dan asam ellagic yang berfungsi untuk antioksidan, merangsang produksi kolagen, serta melindungi sel kulit dari kerusakan.
- Raspberry — Mengandung asam lemak esensial, seperti Omega-3 dan Omega-6 untuk menjaga kelembapan kulit. Kandungan ellagic acid pada buah ini juga berfungsi untuk yang melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.
- Green Tea Leaf — Mengandung antioksidan tinggi dan memiliki fungsi anti-aging bagi kulit. Kandungan catechins dan polifenol berfungsi optimal sebagai antioksidan hingga mampu menangkal efek buruk paparan sinar UVA dan UVB sehingga kulit menjadi terjaga awet muda.
Retinol Toner terbaru dari Avoskin hadir dengan ingredients untuk merawat kulit agar tetap awet muda. Mengandung 3% Niacinamide, 1% Actosome Retinol yang mengandung 0.09% aktif Retinol, Peptide dan Pomegranate. Nah, kandungan Peptide dan Actosome Retinol yang 50% ini minim iritasi di kulit kalau dibandingkan dengan Retinol biasa. Perpaduan kandungan tersebut juga efektif untuk memperbaiki tekstur kulit, menjaga kekenyalannya, mencerahkan, menjaga kelembaban, dan memastikan elastisitas kulit tetap terjaga.
Yang membedakan Miraculous Retinol Toner dan Ampoule adalah persentase Actosome Retinol yang lebih rendah serta mengandung 3% Niacinamide. Miraculous Retinol Toner nggak cuma berfungsi optimal untuk memicu pergantian sel-sel kulit dan anti-aging, tapi juga aman digunakan untuk pemilik kulit sensitif.

Produk ini punya beberapa klaim, seperti:
- Menunda munculnya tanda-tanda penuaan dini
- Memicu proses regenerasi sel kulit baru
- Memudarkan flek dan noda hitam bekas jerawat
- Memperbaiki tekstur kulit
Dia juga fragrance free, paraben free, & sensitive skin friendly. Makanya kenapa Avoskin Miraculous Retinol Toner termasuk produk dengan kandungan retinol yang paling bersahabat untuk orang yang baru mau terjun ke dunia retinol, atau mulai memasukkan retinol dalam skincare routine mereka.
CARA PEMAKAIAN
Cara pakainya juga mudah karena sama seperti pakai toner biasa aja. Tinggal diaplikasikan pada kulit dalam kondisi bersih dan JANGAN LUPA gunakan sunscreen keesokan harinya karena udah menjadi sifat retinol yang membuat kulit kita jadi lebih sensitif terhadap matahari. Kalau sampai timbul kemerahan atau tanda iritasi, sesuaikan aja frekuensi pemakaiannya.
Aku sendiri ketika nyobain produk dengan kandungan retinol selalu mulai dengan frekuensi paling sedikit, sekali seminggu dulu selama dua minggu buat lihat reaksinya di kulit seperti apa. Baru kalau nunjukin efek positif, aku naikkan frekuensi pemakaiannya jadi dua kali seminggu, dan yang paling tinggi adalah dua hari sekali. Produk ini bisa digunakan setiap hari pada malam hari, cuma kulitku sendiri nggak bisa kena retinol setiap hari jadi aku tekankan sekali lagi, selalu perhatikan reaksi kulit masing-masing.
Jadi kalau dibreak down satu-satu, begini urutanku pakai Miraculous Retinol Toner:
- First cleanser
- Second cleanser
- Exfoliating toner
- Retinol toner
- Hydrating toner (opsional)
- Serum
- Moisturizer

Tekstur dari Avoskin Miraculous Retinol Toner ini sejujurnya nggak seperti yang aku bayangkan karena sebelum terima produknya, aku pikir teksturnya bakal cair hampir sama seperti Refining Toner mereka. Tapi ternyata tekstur produknya jauh lebih kental dan rasanya di kulit melembabkan banget. Makanya aku tulis di skincare routine aku di paragraf sebelumnya kalau hydrating tonernya jadi opsional karena bahkan dengan pakai Miraculous Retinol Toner aja aku udah merasa lembab banget. Untungnya meski teksturnya agak thick gitu, dia masih mudah dikeluarkan dari botolnya. Dengan mulut botol yang seperti itu justru bikin produknya aman nggak mudah tumpah.
Wanginya sendiri juga enak, biasanya produk retinol yang aku temukan punya wangi seperti minuman alkohol, tapi Miraculous Retinol Toner malah tercium wangi seperti bedak bayi. Sebelum ini aku cuma pernah pakai retinol dalam bentuk cream, jadi sempat takut kalau dalam bentuk toner dia bakal terasa perih di kulit tapi setelah aku coba ternyata ketakutanku nggak terbukti. Sama sekali nggak ada rasa perih atau sakit, dan meski retinol dikenal bisa bikin kulit jadi terasa kering, toner ini justru kebalikannya karena dia mampu melembabkan kulit.
Baca juga: Elsheskin Radiant Skin Serum Review


Di sini aku bakal tunjukin progress kulit aku selama sebulan pakai Avoskin Miraculous Retinol Toner. Selama pemakaian ini aku sebenarnya nggak bisa merasakan ada perubahan pada kulit, makanya kenapa aku selalu dokumentasikan perjalanan kulitku karena memang susah dilihat apalagi kalau kita sering nongkrong depan kaca, kita bakal terbiasa sama muka sendiri dan susah melihat perubahan di muka kita. Tapi kalau didokumentasikan seperti ini jadi kelihatan jelas gimana efeknya di kulit.
Aku lumayan takjub sih, memang retinol itu efeknya cakep banget nggak main-main ya haha. Di awal pemakaian kulitku lagi banyak banget jerawat, dan dalam waktu sebulan baik jerawat dan bekasnya mulai menghilang. Menurutku produk ini benar-benar worth to try karena dia memberikan experience yang ramah dan nyaman di kulit dengan efek yang nyata.
-----
Where to buy? Website Avoskin
How much? Rp 179.000
Beberapa waktu lalu aku dihubungi sama pihak Avoskin dan ditawarin buat cobain salah satu produk mereka yang aku yakin, banyak dari kalian yang udah coba. Sejauh ini memang produk-produk Avoskin masih jadi wishlist di aku karena seringkali aku ngebuka terlalu banyak produk sekaligus, jadinya harus konsisten ngehabisin yang udah ada dulu karena kejar-kejaran sama PAO (haha, jangan ditiru ya!). Salah satu yang jadi wishlist aku dari Avoskin tentunya si Miraculous Refining Toner ini. Dari semua review yang kubaca sih semuanya hampir satu suara kalau tonernya ngasih rasa clekit-clekit waktu dipakai. Hal kayak gitu wajar karena toner ini fungsinya buat exfoliating. Selama ini aku nggak pernah takut sih sama efek samping dari nyobain exfo toner kayak purging atau rasa perih di kulit, karena selama ini rasa-rasanya masih bisa dimanage. Selain itu sih reviewnya juga bagus-bagus, bahkan banyak yang berani gabungin pemakaian toner ini sekalian sama active ingredients lainnya.
BACA JUGA: Jumiso Yes I Am AHA 5% Toner Review
Kemasannya Avoskin ini terbuat dari plastik dan warnanya senada sama warna exfoliating serumnya. Cuma kayaknya kalau yang serum terbuat dari kaca nggak sih? Hmm kurang tahu juga soalnya aku belum pernah coba. Tutup botolnya bentuk ulir, jadi kalau kalian tipe yang nggak telaten kayak aku, bakal bisa kehilangan tutupnya karena dia kecil dan ringan banget haha jadi gampang kelempar atau keselip dari tangan. Di botolnya juga tertulis beberapa informasi, tapi tetap lebih lengkap di bungkusnya. Jadi kalau kalian butuh panduan cara pakainya, jangan langsung dibuang bungkus kardusnya ya.
Toner ini ada kandungan AHA, BHA, dan PHA sebagai exfoliating agent, ditambah dengan niacinamide, tea tree, witch hazel, aloe vera, dan raspberry yang mempunyai klaim untuk mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, mengecilkan tampilan pori-pori sekaligus melembabkan. Toner ini juga diklaim Avoskin aman untuk pemilik kulit acne prone. Kebetulan aku sendiri kulitnya acne prone, jadi harusnya ini aman di kulit. Kalau kalian mau baca lebih jauh dan detail tentang produknya kalian bisa langsung baca di sini.
BACA JUGA: Klairs Supple Preparation Unscented Toner Review
BACA JUGA: Klairs Supple Preparation Unscented Toner Review
Di pemakaian pertama, aku langsung bisa ngerasain rasa perih terutama di bagian jerawat dan bruntusan yang masih baru. Rasanya jauh lebih perih dibandingkan sama exfoliating toner yang aku punya sebelumnya, jadi apa yang orang-orang bilang selama ini memang benar. Selain bikin perih, ternyata dia juga bikin kulitku gatal-gatal, terutama di bagian yang kulitnya nggak ada masalah apa-apa. Rasa gatalnya bertahan cukup lama, aku sempat mau menyerah mau langsung bilas aja daripada kenapa-kenapa, tapi untungnya sih nggak jadi huhu :( Rasa gatalnya hampir kayak kalau kulit kita kena getah lidah buaya langsung gitu lho.
Karena dia jenis exfoliating toner, jadi aku udah antisipasi bakal purging. Cuma setelah kuperhatiin, bruntusannya nggak berhenti-berhenti dan mulai muncul di bagian yang biasanya nggak ada jerawat. Akhirnya aku stop deh pemakaiannya karena selain dia bikin jerawatan, aku juga nggak tahan sama sensasi gatalnya. Kalian sendiri yang udah pernah cobain toner ini gimana pengalamannya? Cocok nggak? Share di kolom komentar ya!
Karena dia jenis exfoliating toner, jadi aku udah antisipasi bakal purging. Cuma setelah kuperhatiin, bruntusannya nggak berhenti-berhenti dan mulai muncul di bagian yang biasanya nggak ada jerawat. Akhirnya aku stop deh pemakaiannya karena selain dia bikin jerawatan, aku juga nggak tahan sama sensasi gatalnya. Kalian sendiri yang udah pernah cobain toner ini gimana pengalamannya? Cocok nggak? Share di kolom komentar ya!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons