Showing posts with label Sunscreen. Show all posts
Showing posts with label Sunscreen. Show all posts
Mungkin enggak banyak dari kalian yang tahu kalau aku suka banget nonton anime. Bahkan kalau di Spotify Wrap, genre Jpop itu enggak pernah absen dari top genre of the year yang aku dengarkan. There's just something about Japanese entertainment yang menarik banget, mulai dari film mereka—talking about Alive In Borderland, duh—anime, lagu-lagu, sampai tentunya skincare!
Aku yakin kalian semua udah pada familiar sama brand Jepang satu ini yang paling dikenal karena produk-produk sunscreen-nya. Enggak heran sih, karena nama Anessa sendiri diambil dari bahasa Jepang yang artinya "hot sand", yang bikin brand ini punya filosofi buat membuat kulit kita tetap cantik meski di bawah sinar matahari.
Nah, di sini aku yakin kalian juga enggak asing sama karakter warna biru kesayangan kita semua, Doraemon si kucing robot dari masa depan yang sukses nemenin masa kecil kita. Sampai-sampai pas di film Stand By Me, siapa sih yang enggak netesin air mata pas Doraemon pergi??? Berhubung aku juga bucin sunscreen dan suka banget Doraemon, aku penasaran nih buat cobain sunscreen hasil collab Anessa dan Doraemon. Yuk, simak review-nya!

Aslinya produk ini bernama Perfect UV Skincare Milk, cuma untuk collab dengan Doraemon mereka ubah packaging luarnya jadi bergambar Doraemon. Sunscreen ini punya SPF50 + yang cocok banget buat kamu yang punya banyak aktivitas di luar ruangan (tapi tentunya tetap wajib pakai pelindung lainnya dari sinar matahari ya!). Berikut beberapa klaim dari Anessa Perfect UV Skincare Milk:
- Perlindungan terhadap partikel terkecil
- Dilengkapi 50% Skincare Ingredients dengan Anti-wrinkle Formula
- Melembapkan kulit dengan kandungan Collagen dan Hyaluronic Acid
- Friction-resistant & Mask Stuffiness Resistant
- Dapat digunakan sebagai primer Make-up
- Formula ringan dan tidak lengket
- Colorant free / Non-comedogenic / Dermatology-tested
Dari klaimnya cukup menjanjikan banget ya. Salah satu hal penting dalam sunscreen yang selalu aku butuhkan adalah teksturnya yang enggak boleh bikin kulit kerasa berat, tapi bisa cukup melembabkan. Kalian pasti tahu kan rasanya nyari suncreen yang cocok di kulit kayak nyari jodoh alias susah banget! Padahal sunscreen itu pemakaiannya enggak boleh diirit, dan sebisa mungkin reapply biar proteksinya tetap oke. Jadi kalau sunscreen yang kita pakai enggak bikin nyaman di kulit, it's a big no!
BACA JUGA: Clinelle UV Defense SPF 50 PA+++ Review

Untuk cara pakainya sendiri cukup mudah ya, tinggal dikocok aja sebelum kita keluarkan produknya—btw mulut botolnya berbentuk corong, jadi memudahkan banget buat nakar seberapa banyak produk yang mau kita pakai biar enggak bleber kemana-mana, love it! Teksturnya sendiri cair banget, warnanya putih pekat, persis kayak susu. Enggak heran namanya UV Skincare Milk hehe. Untuk baunya sendiri khas sunscreen pada umumnya, enggak menyengat yang sampai menusuk hidung.
Dia mudah diratakan, enggak butuh waktu lama buat pakai sesuai takaran. Enggak menggumpal juga kalau dipakai sendiri, tapi aku notice kalau misal kalian punya kulit yang rentan dehidrasi, menurutku sunscreen ini bikin kulit berasa agak kering. Jadinya kalau skin prep sebelum pakai sunscreen ini kurang bisa ngasih hidrasi dan ngunci, begitu dilayer sama makeup jadinya akan pilling alias menggumpal. Biasanya aku suka skip moisturizer kalau di pagi hari karena sunscreen aja udah cukup melembabkan. Tapi kalau sama Anessa ini aku tetap harus pakai pelembab, cuma cari yang memang ringan dan enggak bikin terlalu berat.
Berikut perbandingan kulitku dengan dan tanpa sunscree Anessa. Kalau di kamera sih enggak kelihatan ya, tapi kalau di bawah lighting tertentu, apalagi ketika udah pakai makeup, mukaku jadi suka kelihatan abu-abu entah kenapa. Kalau enggak diratakan dengan baik juga di kulit kelihatan abu-abu, jadi pastikan kalian benar-benar blend sunscreen-nya ya, jangan buru-buru. Oh dan satu lagi yang perlu diingat, sunscreen ini enggak bikin kusam ya guys!
Overall, it's a pretty good product. Kenyamanan tetap jadi yang nomor satu kalau urusan sunscreen dan menurutku sunscreen Anessa Perfect UV Skincare Milk ini cukup nyaman. Aku juga merasa lebih "terproteksi" karena SPF-nya yang tinggi karena kebetulan aku cukup banyak menghabiskan waktu di luar ruangan.
Kalau kalian gimana, udah pernah coba sunscreen dari Anessa belum?
Sunscreen udah jadi hal yang enggak pernah lepas dari skincare routine-ku. Rasanya kurang aja gitu kalau pagi skincare-an tanpa sunscreen, meskipun mostly kegiatanku sekarang di rumah atau di dalam ruangan aja. Meskipun cuma di rumah dan kamarku juga enggak ada akses matahari, aku tetap rajin pakai sunscreen. Menurutku enggak ada ruginya pakai, karena prinsipku adalah selama di luar masih ada matahari, sunscreen enggak boleh skip! Apalagi sekarang aku udah menginjak usia 25 tahun. Kulitku pasti udah enggak seprima dulu, flek hitam bisa muncul kalau enggak dirawat, kerutan juga bisa timbul. Tanpa sunscreen, aku bisa kelihatan lebih tua dari umurku yang sebenarnya.
Nah kali ini aku mau nge-review produk sunscreen yang akhir-akhir ini lagi aku pakai yaitu SNP UV Perfect Air-Cool Sun Cream SPF 50+ PA+++. Pasti kalian udah enggak asing lagi ya sama brand SNP. Di blog ini sendiri produk mereka jadi salah satu yang paling banyak aku review. Tapi ini adalah sunscreen pertama dari SNP yang aku cobain, makanya aku excited banget karena udah lama mau cobain sunscreen mereka. Kebetulan untuk sun cream ini adalah upgraded version dari sunscreen gel mereka yang sebelumnya udah terkenal juga. Kalau kalian penasaran sama reviewnya, scroll terus postingan ini ya!
Yuk bahas klaimnya dulu. Jadi produk ini adalah sunscreen yang katanya waterproof alias tahan air, bisa melindungi kulit kita dari paparan sinar UVA/UVB, dan punya finish yang bisa bikin kulit kita jadi kelihatan glowing secara natural. Wah, jujur dengar klaim kayak gini aku tergoda banget sih, karena aku suka sunscreen yang finishnya glowing, bukan matte, karena kalau glowing muka kita kelihatan kayak sehat aja gitu kesannya hehe.
Produk ini dikemas dalam bentuk tube berwarna biru aquamarine, dengan isi 50g dan harganya Rp180.000. Harganya cukup bersaing ya, karena sekarang sunscreen lokalpun juga udah banyak yang di atas Rp150.000. Untuk link tempat di mana kalian bisa belinya nanti bakal aku sertakan di akhir postingan ya!
Sebenarnya aku belum terlalu lama pakai sunscreen ini, baru beberapa hari lah, tapi dari pemakaian pertama aja aku udah bisa langsung tahu, I'm gonna love this sunscreen. Buatku enggak susah menentukan aku bakal cocok atau enggak sama sebuah sunscreen, cuma butuh paling banyak dua kali pemakaian aja udah bisa ketebak aku suka atau enggak.
Sunscreen ini punya tekstur cream yang menurutku masih termasuk watery. Dia enggak berat, enggak bikin kulit jadi sumpek, enggak bikin muka kelihatan kusam, ataupun berminyak. Finishnya pas banget, bikin kulit glowing yang sehat. Udah gitu rasanya juga melembabkan banget, makanya kenapa aku bisa skip pakai moisturizer di pagi hari karena pakai sunscreen ini aja juga udah cukup. Sunscreen ini enggak perih di mata, enggak pilling, dan dipakai di bawah makeup juga oke oke aja.
Untuk daya lindungnya sih aku belum bisa banyak komentar karena kegiatanku mostly masih di dalam rumah, belum aku tes gimana kalau aku bawa beraktivitas berat di luar ruangan. Tapi nanti kalau ada perkembangan lainnya pasti bakal aku update di Instagram.
Kalian bisa beli SNP UV Perfect Air-Cool Sun Cream SPF 50+ PA+++ di:
Tentunya jangan lupa juga buat follow Instagram @snpofficial.id biar kalian enggak ketinggalan sama promo, produk terbaru, dan giveaway dari SNP!
Sunscreen, sunscreen, sunscreen, siapa yang bisa hidup tanpa sunscreen? Buat yang belum paham pentingnya sunscreen, mungkin nganggepnya mereka nggak penting-penting banget ya, tapi buat aku pribadi, aku nggak bisa hidup tanpanya. Sunscreen tuh produk anti-aging paling ampuh yang pernah aku pakai. Apalagi buat aku yang sering beraktivitas di luar ruangan, dan kulitku yang gampang gosong kalau ketemu matahari, susncreen adalah senjata andalan buat mastiin kulitku terlindungi.
Walaupun begitu, dalam perjalanannya nemuin sunscreen yang bisa pas di kulit, kantong, dan hati tuh bukan perkara gampang, bener nggak? Sering kejadian, tekstur udah oke banget, tapi ternyata bikin whitecast. Atau harganya ramah di kantong, tapi bikin berminyak dan kusam. Semuanya memang harus dicoba langsung sih biar tahu cocok atau nggaknya. Nah kali ini aku mau bagiin ke kalian sunscreen yang baru-baru ini berhasil masuk jajaran sunscreen favoritku yaitu Clinelle UV Defense SPF 50 PA+++. Penasaran dong, gimana performa produk ini? Baca terus sampai selesai ya!
Aku dapat sunscreen ini kalau nggak salah dari Female Daily. Waktu itu mereka buka sesi Try & Review, dan aku langsung ikutan karena aku bucin banget sama sunscreen. Untuk kemasannya sih nothing special ya, bentuknya tube kayak kemasan sunscreen pada umumnya aja. Dia enggak sulit buat dikeluarin produknya, malah agak gampang bleber sih, entah lubang tubenya yang kebesaran atau teksturnya yang terlalu cair.
Sunscreen ini enggak mengandung alcohol, fragrance, ataupun essential oil. Di dalamnya ada glycerin yang bagus untuk bantu melembabkan kulit, dan aloe vera extract untuk menenangkan kulit. Tadinya aku sempat mikir, isinya cuma 30ml dengan harga Rp159.000 tuh enggak murah. But then again, sunscreen lokal juga ada yang harganya hampir Rp200.000 dengan isi yang sama, jadi kayaknya memang sunscreen harga segini tuh wajar ya.
Ingredients: Aqua, Butylene Glycol, Glycerin, Ethylhexyl Methoxycinnamate, 1,2-Hexanediol, Benzophenone-3, Phospholipids, Arginine, Carbomer, Phenoxyethanol, Polysorbate 20, Xanthan Gum, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Glycogen, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Water, Lavandula Angustifolia (Lavender) Flower Water, Jasminum Officinale (Jasmine) Flower Water, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Water, Mentha Piperita (Peppermint) Leaf Water

Kalau ngomongin soal sunscreen yang enak, apa sih kriteria kalian? Kalau aku selama dia enggak pilling, enggak terasa panas di kulit, enggak bikin kusam, dan daya proteksinya oke, dia udah bisa masuk jajaran sunscreen favorit. Nah, percaya atau enggak, sunscreen ini berhasil memenuhi semua ekspektasi yang tadi aku sebutkan. Agak enggak nyangka sih ternyata enak sunscreen ini nyaman banget di kulit. Dia teksturnya enggak berat sama sekali, but at the same time tetap bisa melembabkan kulit jadi kalau pagi hari mau skip pelembab dan langsung pakai sunscreen aja juga enggak masalah, apalagi kalau kulit kalian yang gampang berminyak. Pakai sunscreen ini aja udah cukup melembabkan dan bikin kulit enggak memproduksi minyak berlebih.
Beberapa waktu terakhir ini aku sempat mengalami malas skincarean. Bisa sekali sehari aja, entah skincare pagi atau malam yang diskip, bisa juga sampai seharian nggak skincaren sama sekali 😅 Bahkan pakai sunscreen aja nggak, padahal dulu apapun kondisinya pasti kalau pagi aku tetap pakai skincare meski cuma sunscreen aja karena aku tahu sunscreen tuh penting banget. Aku memang lumayan "takut" sama sinar matahari, karena aku acne prone dan punya banyak bekas jerawat yang kehitaman, jadinya aku sangat membutuhkan sunscreen setiap harinya. Tapi karena sekarang aku lagi WFH, kamarku posisinya di dalam banget dan nggak ada akses matahari langsung, aku jadi suka terlena skip skincare pagi termasuk sunscreen. Kerasa banget bedanya ketika aku mulai rajin skincarean sama nggak, kulitku pasti langsung terasa kasar, gampang jerawatan, dan kelihatan kusam.
Ngomongin soal sunscreen, baru-baru ini Base ngeluarin produk baru lho yakni Base Ultra Matte Natural Sunscreen SPF 50 PA+++! Aku merasa senang banget bisa dikasih kesempatan sama Base buat cobain sunscreen ini sebelum produknya launching so thank you so much, Base! Oh iya, buat kalian yang belum kenal sama Base, mereka ini brand skincare lokal yang punya konsep "personalized skincare" di mana kita bisa bikin produk skincare custom yang sesuai sama permasalahan dan kebutuhan kulit kita dengan mengambil skin quiz di website Base. Aku sendiri udah pernah ambil quiznya dan cobain produk mereka yang lainnya, tapi itu bakal aku simpan buat review di lain hari.
Mungkin di sini masih banyak teman-teman yang belum kenal dengan Base. Jadi, Base itu adalah brand yang mengenalkan konsep custom skincare. Kalian bakal bisa "bikin" skincare sendiri di website mereka. So far Base ini memang fokus produknya lebih ke arah basic skincare aja yaitu: cleanser, toner, dan moisturizer. Tapi baru-baru ini mereka ngeluarin produk baru yaitu sunscreen, step paling terakhir dari basic skincare dan step yang menurutku paling penting dari semuanya.
Selama ini kalian masih suka malas nggak sih pakai sunscreen? Aku masih sering nemu di Twitter beberapa orang yang ngaku kalau mereka memilih buat nggak pakai sunscreen aja ketimbang harus seharian jadi berat dan berminyak mukanya. The good news is, setiap sunscreen tentunya punya formulanya masing-masing, jadi hanya karena kita pernah nggak cocok sama satu sunscreen, jadi kita anggap semua sunscreen sama aja. Kalian sendiri bisa cek beberapa review sunscreenku di blog ini.
BACA JUGA: Macaria Sunscreen Spray Review
Base Ultra Matte Natural Sunscreen adalah plant-based sunscreen yang punya klaim melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB, serta blue light yakni sinar yang biasa dipancarkan oleh gadget kita. Penting buat melindungi kulit dari blue light karena blue light ini bisa masuk ke dalam kulit kita lebih jauh dibandingkan dengan UVA ataupun UVB. Kebayang kan damage seperti apa yang bisa ditimbulkan kalau selama ini dengan sinar UV biasa aja bisa merusak kulit, apalagi yang lebih kencang lagi seperti blue light? Sunscreen ini punya SPF di angka 50 dan sudah broad spectrum, dia juga vegan, aman untuk ibu hamil dan menyusui, serta coral-reef friendly jadi bisa kalian pakai ketika ingin berenang di laut. Berbeda dari produk Base lainnya, sunscreen mereka sepertinya nggak akan punya formula yang berbeda-beda buat setiap orangnya, jadi kalian nggak perlu ambil skin quiznya kalau mau beli sunscreen ini.

Kemasan sunscreen ini lucu banget, gemesin, beda dari sunscreen kebanyakan yang bentuknya tube. Ujung mulut botolnya runcing, jadi memudahkan buat mengeluarkan produknya biar nggak kebanyakan atau bleberan kemana-mana. Warna sunscreennya itu sendiri kuning, dan teksturnya kayak lotion biasa. Mungkin kalau mau dibandingin, dia lumayan dekat teksturnya sama For Skin's Sake Weightless Sunscreen, tapi rasanya jauh lebih ringan lagi. Sunscreen ini efek melembabkannya cukup ada, jadi aku bisa skip moisturizer kalau pakai dia. Dia nggak pilling, nggak menimbulkan whitecast, dan keringnya juga cepat, jadi nggak perlu nunggu lama-lama kalau mau langsung dilanjut pakai make-up. Sunscreen ini juga kalau kena air nggak heboh banget melelehnya selama dia memang udah benar-benar kering.
Formulanya sendiri termasuk hybrid, jadi gabungan antara physical dan chemical sunscreen. Makanya whitecastnya bisa minimal banget bahkan hampir nggak ada karena dia nggak pure physical. Aku sendiri memang lebih suka chemical sunscreen karena efek whitecast dari sunscreen tuh agak merepotkan sebetulnya hehe. Sunscreen ini finishnya cukup matte, nggak bikin mukaku yang udah berminyak jadi tambah berminyak. Menurutku sunscreen ini bakal jadi sunscreen favoritku karena dia bisa memenuhi kebutuhanku.
Halo. Rasanya udah lama banget nggak nulis di blog. Udah berapa hari sih? Udah seminggu lebih. Kalau boleh jujur nih, akhir-akhir ini aku lagi mempertanyakan kegiatan beauty reviewing ku. Mau dibawa kemana kegiatan ini? This so-called "career" yang udah mulai susah buat digarap, aku bahkan udah jarang banget ambil sponsorship. Salah satu alasan terbesarnya ya karena aku udah mulai kerja kantoran sejak awal Maret, dan ternyata ngebalance antara kerja kantor dengan content creating tuh lumayan susah haha. Untuk berhenti sepenuhnya sih nggak, karena gimanapun juga kegiatan jadi beauty reviewer ini yang membawaku ke pekerjaanku sekarang so to suddenly stop doing it would be wrong of me. Cuma aku kepikiran kayaknya aku bakal mengurangi fokus platformku.
Well, hari ini aku bakal mereview salah satu produk yang dikasih sama Style Doubler. Sebelumnya aku udah sering lihat sunscreen ini seliweran di timeline baik Instagram ataupun Twitter, dan banyak yang suka sama dia. Hampir semua orang bilang it's too good to be true bahkan gara-gara sejak banyak sunscreen Korea yang punya tekstur nyaman di kulit ternyata proteksinya kurang dari yang tertera di label SPF mereka. Jadinya orang-orang punya trust issue sama sunscreen yang secara tekstur nyaman di kulit karena takut perlindungannya ke kulit kurang.
INFO PRODUK
- Nama brand: Azarine
- Nama produk: Hydrasoothe Sunscreen Gel SPF 45 PA++++
- Jenis produk: Sunscreen
- Ukuran: 50ml
- PAO: 10 bulan
- Harga: Rp 65.000
- Tempat beli: Shopee Official Azarine
- BPOM: NA18201700868
Brand Azarine ini kayaknya udah lama ada ya, cuma aku sendiri baru cobain produknya ya sekarang ini. Sebelumnya aku belum pernah coba produk apapun dari mereka. Aku juga kurang tahu siapa yang pertama ngeracun sunscreen Azarine sampai jadi populer banget kayak sekarang. Dari segi harga dia termasuk affordable sih, karena masih di bawah Rp 100.000 apalagi dengan ukuran yang termasuk besar juga yakni 50ml. Sunscreen lokal lainnya ada yang isinya cuma 30ml dengan harga nyari Rp 200.000 jadi menurutku Azarine menang banyak. Tapiii balik lagi ya, kadang tuh ada harga ada kualitas, jadi nggak melulu yang murah lebih baik, pun yang mahal juga bisa biasa aja performanya.
Sunscreen ini diformulasikan tanpa alcohol dan tanpa silikon. Asumsiku dengan formula tanpa silikon harusnya dia cukup gampang buat dibersihkan alias nggak perlu double cleansing juga bisa-bisa aja. Selain itu Azarine Hydrasoothe juga mengandung niacinamide, hyaluronic acid, dan propolis.
Ingredients: Aqua, Glycerin, Propanediol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Polymethyl Methacrylate, Portulaca Oleracea Extract, Sodium Hyaluronate, Niacinamide, Cucumis Sativus (Cucumber) Extract, Green Tea (Camelia Sinensis) Extract, Punica Granatum Fruit Extract, Phenoxyethanol, Octocrylene, Butylene Glycol, Sodium Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Propolis, Picea Abies Extract, Allantoin, Xanthan Gum, Panthenol, Disodium EDTA, Fragrance, Lecithin
BACA JUGA: Macaria Sunscreen Spray Review

Waktu pertama kali cobain produknya, aku langsung keinget sunscreen Biore. Keduanya menurutku punya tekstur yang lumayan dekat. Bedanya cuma Azarine jauh lebih ringan lagi dan dia sangat amat oily skin friendly alias nggak bikin kulit jadi semakin berminyak. Malah sunscreen ini aman banget buat dilayer kalau misalnya kita suka pakai banyak produk di pagi hari. Aku kaget sih, karena selama ini hampir semua sunscreenku tuh berat, dan sekarang aja aku lagi berusaha ngehabisin sunscreen FSS yang rasanya lamaaa banget habisnya karena aku udah jarang pakai sunscreen sesuai takaran dua jari. Alasannya karena makin lama aku ngerasa sunscreen FSS terlalu sumpek aja hahah. Aku juga berani pakai "secukupnya" karena mostly aku di rumah, kamarku nggak kena sinar matahari juga.
Meskipun begitu aku tetap reapply, dan reapplynya nggak pakai sunscreen FSS lagi, tapi pakai Azarine ini. Nggak peduli udaranya lagi dingin atau panas, gerah atau lembab sekalipun, reapply pakai Azarin nggak pernah bikin masalah di kulit, ataupun jadi bikin nggak nyaman. Aku sekarang jadi ngerti kenapa semua orang suka sama sunscreen ini, karena aku paham banget masih banyak dari kita yang malas pakai sunscreen karena merasa mereka nggak nyaman kan di kulit. Sunscreen ini nggak meninggalkan whitecast, nggak pilling, dan nggak bikin kusam di muka. It ticks off all the things I love about a sunscreen. Nah kalau misalnya kalian sampai sekarang belum menemukan sunscreen yang nyaman dipakai, apalagi sampai takaran dua jari, bisa cobain deh sunscreennya Azarine.
Sejak pandemi mulai, aku memutuskan buat install Tiktok karena banyak yang bilang seru. Seru karena konten di Tiktok emang lucu-lucu, apalagi di situ komunitasnya banyak banget nggak terbatas sama sekali. Istilahnya biar nggak terlalu FOMO lah ya, aku ikut lah install, bikin juga beberapa beauty content di sana walaupun sebetulnya kurang bisa narik enggagement wkwkwk. But anyway, selama buka Tiktok dan mengarungi komunitas beauty di sana tuh aku banyak lihat racun-racun make-up dan skincare berterbaran. Bahkan ada hashtagnya sendiri, #racunditiktok. Di situ mulai dari brand lokal sampai luar negeri, dari serum sampai masker organik, muncul semua. Saking hebohnya kadang sampai apapun yang viral di Tiktok tuh jadi bikin harga barang naik dan susah dicari karena semua orang mau beli.
Nah salah satu brand yang paling banyak bahasannya di Tiktok itu Axis-y. Hampir semua rangkaian Axis-y ini trending di Tiktok, tapi dari semuanya harus aku akui yang paling dicari tuh masker mugwort mereka. Aku sendiri udah pernah dengar brandnya dari dulu bahkan sebelum masuk Tiktok karena banyak mutual di Instagram yang udah coba juga, cuma memang belum benar-benar ngelirik karena harganya nggak murah. Tapiii rejeki nggak kemana, tiba-tiba aku dihubungin sama pihak Axis-y sendiri beberapa waktu lalu dan ditawarin buat dikirimin produk mereka sesuai skin concern aku. Dengan problem kulit minyak berlebih, jerawat, dan noda hitam, aku dipilihkan tiga produk dari mereka. Dan yang pertama bakal aku review adalah sunscreennya!
BACA JUGA: Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++ Review
Aku senang banget waktu mereka kasih aku sunscreen karena sunscreen itu salah satu pondasi skincare. Walaupun sebenarnya aku belum banyak baca reviewnya si Axis-y ini sih jadi nggak tahu harus pasang ekspektasi apa. Di sini dia tertulis kalau sunscreen ini termasuk physical sunscreen. Buat yang belum tahu, sunscreen itu dibagi jadi dua; chemical dan physical. Kalau yang physical kadang disebutnya sunblock, cuma karena suka menimbulkan persepsi keliru kalau kata "block" di sini seolah-olah overestimate kerja sunscreen, jadinya sekarang lebih sering dipakai istilah "sunscreen". Tapi basically sama aja cuma beda di formula aja.
Chemical sunscreen bekerja dengan cara menangkap menyerap sinar UV, mengubahnya jadi panas, untuk kemudian dilepaskan dari kulit. Biasanya di chemical susncreen mengandung ingredients kayak avobenzone, octinoxate, dan oxybenzone. Sayangnya ternyata kandungan chemical sunscreen ini ada yang nggak aman untuk keberlangsungan terumbu karang, jadi sebaiknya jangan dipakai kalau kita mau ke laut. Sementara itu physical sunscreen, sesuai namanya, dia nggak menyerap ke kulit, cuma 'nongkrong' aja di lapisan atas dan merefleksikan sinar matahari. Biasanya mengandung titanium dioxide dan zinc oxide sebagai physical blocksnya. Downside dari physical sunscreen adalah mereka biasanya bikin whitecast, alias muka kita jadi kayak dikasih tone up, tapi bukan tone up juga. Lebih ke kayak abu-abu gitu. Ini adalah efek dari dua ingredients tadi.
BACA JUGA: Missha Aqua Sun Gel SPF50+ PA++++ Review
Packaging sunscreen ini standard ya, bentuk tube dengan ujung runcing buat ngeluarin produknya. Aku selalu suka sama sunscreen yang mulut botolnya kayak gini karena lebih gampang buat nakar berapa banyak yang mau kita pakai. Soalnya ada beberapa yang mulut botolnya kayak sunscreen Biore, buat aku itu agak susah nakarnya, kadang suka kebanyakan, ya walaupun pakai kebanyakan sunscreen juga nggak ada ruginya cuma beberapa sunscreen memang ada yang kurang nyaman kalau dipakai kebanyakan. Awalnya aku kira plastiknya itu masih harus dicopot lagi, ternyata nggak ya wkwkwk. Di bagian tubenya ini ditulis nama produk sama deskripsinya aja, kalau ingredients dan klaim adanya di box dia. Tubenya juga di bagian belakang ditulis pakai Bahasa Korea jadi kalau kalian mau lihat ingredientsnya jangan sampai kebuang ya kotaknya.

Sebetulnya untuk formula baik chemical ataupun physical sunscreen, yang mana aja nggak masalah. Masing-masing punya sisi positif dan negatifnya, jadi tergantung kebutuhan kulit dan preference aja mau pakai yang mana. Selama sunscreennya punya SPF minimal 30 dan udah broad spectrum juga itu udah cukup. Axis-y Complete No-Stress ini punya klaim bahwa dia cukup melembabkan di kulit, bisa membantu merawat kulit selama dan setelah terkena sun exposure. Kandungan di dalam sunscreen ini juga diklaim dapat membantu mencegah penuaan dan aman digunakan untuk yang kulitnya sensitif.
Ingredients: Water, Cyclohexasiloxane, Zinc Oxide, Titanium Dioxide (Ci 77891), Propanediol, Polyglyceryl-3 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Dibutyl Adipate, Niacinamide, Caprylyl Methicone, 1,2-Hexanediol, Disteardimonium Hectorite, Betaine, Magnesium Sulfate, Hydrogen Dimethicone, Inositol, Aluminum Hydroxide, C30-45 Alkyl Cetearyl Dimethicone Crosspolymer, Polyglyceryl-2 Dipolyhydroxystearate, Styrene/Acrylates Copolymer, Stearic Acid, Butylene Glycol, Pentylene Glycol, Ethylhexylglycerin, Octyldodecanol, Adenosine, Glycerin, Squalane, Allantoin, Anthemis Nobilis Flower Water, Echium Plantagineum Seed Oil, Artemisia Capillaris Extract (0.005%), Vitis Vinifera (Grape) Seed Extract, Calendula Officinalis Flower Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Cardiospermum Halicacabum Flower/Leaf/Vine Extract, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil Unsaponifiables, Leuconostoc/Radish Root Ferment Filtrate, Dicaprylyl Carbonate, Sorbitan Sesquioleate, Palmitoyl Tripeptide-5, Tocopherol

Oke mari kita bahas tentang performa sunscreennya itu sendiri. Karena ini adalah physical sunscreen, jadi seperti yang aku bilang di atas, dia ada kemungkinan menimbulkan whitecast. Waktu aku share soal first impression sunscreen ini di Twitter, ada salah satu mutualku yang bilang kayaknya sunscreen Axis-y udah reformulasi, karena dulu whitecastnya parah banget, tapi sekarang udah jauh lebih mendingan. Aku juga merasanya sunscreen ini memang ngasih whitecast, tapi cuma di awal-awal aja dan nggak berlangsung lama. Ditinggal beberapa menit aja udah langsung nyatu lagi sama kulit. Finishnya ini super duper matte, aku rasa kalian yang mukanya oily parah bakal suka sama sunscreen ini. Dia benar-benar tahan banting bikin muka nggak berminyak selama seharian.
Awalnya aku suka dengan finishnya yang matte itu. Tapiii, setelah beberapa kali pemakaian aku ngerasa, kulitku jadi super duper dehidrasi tiap pakai ini. Terus juga kalau aku wudhu atau bilas muka pakai air, sunscreennya bakal meleleh dan ninggalin jejak putih di muka, terus mukaku jadi kerasa makin tambah kering lagi. Bagian hidungku jadi semakin bertekstur, terus komedo putih makin banyak. Dia juga lumayan susah buat dibersihkan, bahkan dengan metode double cleansing juga setelahnya aku masih bisa lihat reside warna putih di bagian hidungku, kayak sisa sunscreennya tuh nempel gitu aja di komedoku yang bertekstur, dan jujur buat aku itu mengganggu banget.
Dari yang biasanya aku kalau pagi nggak perlu pakai moisturizer karena biasanya sunscreen aku udah cukup melembabkan, kalau pakai sunscreen Axis-y aku wajib pakai moisturizer karena kalau nggak, kulitku nggak kuat sama keringnya. Buat aku pribadi kayaknya aku nggak bakal beli sunscreen ini lagi kalau nanti udah habis. Formulanya di aku kurang melembabkan dan kulitku yang rentan dehidrasi nggak terlalu suka.
Sebagai orang dengan kulit yang tan, sunscreen udah jadi staple dalam kehidupanku. Sejak kenal sama sunscreen, dan belajar betapa pentingnya dia untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV untuk jangka panjang, aku nggak pernah bisa lagi meninggalkan rumah tanpa sebelumnya pakai sunscreen. Rasanya ada yang kurang, kayak pergi dari rumah nggak pakai baju 😂 Nah, salah satu yang masih jadi kendala aku dalam kehidupan per-sunscreen-an adalah menemukan cara reapply yang efisien dan nyaman di kulit. Karena daya kerja sunscreen berkurang seiring berjalannya waktu, makanya kenapa kita disarankan untuk reapply buat memastikan proteksi yang diberikan bisa maksimal.
Apalagi kalau kalian juga pakai make-up setiap harinya, pasti bingung kan kadang gimana kalau mau reapply? Apa dihapus dulu make-upnya? Langsung timpa aja kah? Mending pakai sunscreen yang kayak gimana nih buat reapply? Hari ini aku bakal bahas semua itu sekalian ngreview salah satu sunscreen lokal dari Jogja yaitu Macaria Sunscreen Spray!
BACA JUGA: Skin Aqua UV Moisture Gel SPF 30 PA++ Review
Jadi beberapa bulan lalu aku ditawarin sama Macaria untuk nyobain produk mereka. Kebetulan Macaria ini kayaknya baru ngeluarin satu produk aja yaitu sunscreen spray. Aku kaget mereka ini ternyata brand lokal dan asalnya dari Jogja! Soalnya selama aku kuliah di Jogja aku nggak pernah dengar soal brand ini. Sunscreen spray sekarang udah mulai banyak yang lirik karena secara practice memang mereka lebih mudah untuk diaplikasikan ke muka apalagi ketika kita on the go. Dengan pakai sunscreen model spray begini, kita nggak perlu repot-repot pakai tangan, tinggal semprot aja.
Nah tapi gimana soal takaran sunscreen yang 1/4 sdm itu? Tentang takaran memang yang masih jadi kesulitan dari sunscreen spray sih ya, aku sendiri mengakui itu karena gimana kita bisa menakar mist? Beberapa waktu lalu hal ini udah pernah dibahas sama salah satu akun skincare di Instagram namanya We From The Inside, di situ editor-in-chiefnya bilang, kalau nggak salah ingat ya, kalau untuk takaran sunscreen spray itu bisa dispray sama 8 kali putaran muka untuk memastikan seluruh permukaan kulit tertutupi secara merata. Wah 8 putaran tuh kedengarannya kayak banyak banget ya, tapi karena ini bentuknya juga mist, jadi seharusnya sama aja kayak pakai sunscreen oles pada umumnya.
Kemasan sunscreen Macaria ini sendiri menurutku cukup simple, cuma botol putih biasa yang ditempeli label dengan berisikan nama brand, klaim produk, cara pakai, dan ingredients list, dan bagian mulut spraynya juga udah ada tutupnya. Untuk klaimnya sendiri udah cocok banget lah di aku; nggak ada whitecast. Salah satu yang paling penting dalam sebuah sunscreen untuk aku pribadi adalah jangan sampai dia bikin whitecast. Aduh males banget deh kalau udah whitecast, apalagi karena aku ini kulitnya tan ya, jadi kalau ketemu sunscreen yang whitecast muka aku bakal kelihatan abu-abu. Oh iya, walaupun nggak tertulis di kemasannya tapi sunscreen ini punya SPF 30, aku udah tanya langsung ke pihak Macaria.
BACA JUGA: Missha Aqua Sun Gel SPF50+ PA++++ Review
Oke mari kita masuk ke review produknya. Ini adalah sunscreen spray pertamaku jadi dari awal aku nggak tahu juga harus pasang ekspektasi seperti apa. Aku bakal ngomongin soal sprayernya dulu deh, karena menurutku untuk ukuran sunscreen spray, sprayer modelan Macaria ini kurang nyaman. Dia jenisnya yang sekali semprot langsung berhenti, nggak continous kayak hairspray. Jadinya pas aku semprot ke muka, masih ada kemungkinan bagian muka yang nggak tercover. Kalau sprayernya jenisnya continous kan lebih enak. Setahu aku sunscreen spray dari Bioderma udah continous deh. Cuma harganya memang jauh lebih mahal.
Terus untuk wangi, dia nggak ada wangi aneh, lebih ke khas wangi SPF aja, wangi sunscreen tahu nggak? Formulanya super duper nyaman di mukaku yang oily ini. Aku nggak perlu ratain pakai jari, tinggal didiamkan aja juga dia bakal kering dengan cepat dengan sendirinya. Finishnya nggak matte, tapi nggak dewy juga. Bikin lembab di kulit yang bikin muka kelihatan supple dan glowing, enak banget! Aku udah coba pakai dia di atas make-up juga nggak masalah, cairan spraynya nggak meninggalkan bercak putih nggak jelas di muka atau jadi ngerusak make-up di bawahnya. Aku sendiri kalau reapply di atas make-up biasanya langsung timpa aja, tapi kalau kalian nggak suka karena merasa kotor, bisa lap muka dulu pakai toner atau ya dibersihkan dulu make-upnya pakai make-up remover.
Sunscreen ini jangan dispray terlalu dekat ke muka, takutnya kena mata karena aku udah pernah dan rasanya pedih banget huhu. Pikirku kalau aku spray lebih dekat, spraynya bisa lebih terkonsentrasi tapi ternyata malah jadi intens banget dan masuk mata :( Tapi formula wise, ini juara sih. Aku berharap banget Macaria mau keluarin sunscreen oles dengan formula dan finish yang sama kayak versi spraynya.
Setiap ditanya rekomendasi sunscreen yang nggak bikin kantong jebol, kayaknya Skin Aqua nggak pernah nggak aku masukin. Sedikit cerita gimana akhirnya aku nyobain Skin Aqua; beberapa bulan lalu waktu aku masih di Jogja, waktu itu cuaca lagi kering, terik, dan sering banget panas tanpa ada awan di langit. Jadi sinar matahari benar-benar kencang banget, sampai-sampai aku nggak berani melangkahkan kaki keluar kosan karena panasnya bukan cuma sekedar panas biasa, tapi panas yang bikin sakit dan perih di kulit. Mungkin kalian yang follow Instagramku ada yang masih ingat karena aku sempat share masalah ini juga. Aku keluar kosan itu bisa dihitung jari, dan palingan cuma 20 menit paling lama karena beli makan aja, tapi kulit muka sampai leher benar-benar menghitam dan kelihatan banget bedanya sama dada. Aku sampai kaget karena baru kali itu aku lihat garis batas kulit yang intens banget.
Aku mikirnya saat itu apa sunscreenku kurang efektif ya, padahal aku selalu pakai SPF 50, dan tiap mau keluar kosan aku reapply lagi. Akhirnya aku memutuskan buat tanya ke teman-teman di Instagram dan mostly menyarankan aku untuk ganti sunscreen aja. Pergilah aku ke mall buat nyari sunscreen yang sekiranya bisa jadi jalan keluar dari kegosongan yang luar biasa ini. Karena budgetku nggak banyak, akhirnya aku cuma bisa berlabuh di Skin Aqua. Waktu itu aku belum pernah coba apapun dari brand Skin Aqua, baca review produknya juga belum, jadi blind shopping aja. Mereka ini jenisnya banyak banget, dan awalya aku mau beli SPF 50, tapi gara-gara si SPF 30 ini ada tulisan "Normal to oily skin", aku malah kepincut beli dia. Aneh banget kan emang, padahal selama ini pakai sunscreen SPF 50 aja gosong apalagi ini yang cuma 30.
BACA JUGA: Missha Aqua Sun Gel SPF50+ PA++++ Review
Salah satu yang jadi pertimbangan juga ketika aku ambil yang Moisture Gel ini adalah karena waktu itu aku masih suka condong ke gentle formulated skincare gara-gara influence dari GN dan list #GNApproved mereka. Padahal mah sebelum-sebelumnya juga aku nggak ada masalah dengan sunscreen yang secara formulasi nggak gentle, tapi ya begitu lah, ada masanya aku idealis banget haha. Sunscreen ini surprisingly punya cukup banyak klaim seperti yang bisa kalian lihat di bagian belakang botolnya ini udah tertulis semua. Ada beberapa notable ingredients seperti hyraluronic acid, vitamin B5, dan collagen yang bagus untuk menjaga kelembaban kulit.
Ingredients: Water, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol, Cyclopentasiloxane, Glycerin, Ethylhexyl Triazone, Polysorbate-60, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Betaine, Phenoxyethanol, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/Vp Copolymer, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Hydrogenated Lecithin, Triethanolamine, Panthenol, Disodium Edta, Methylparaben, Propylparaben, Sodium Hyaluronate, Dipotassium Glycyrrhizate, Sodium Acetylated Hyaluronate, Arginine, Hydrolyzed Collagen, Tetrahexyldecyl Ascorbate, Tocopheryl Acetate

Dari pertama pakai aku udah langsung ngerasa sepertinya aku nggak terlalu sreg sama sunscreen ini. Pakainya agak tricky, karena kalau produk yang aku pakai sebelum sunscreen kurang bisa melembabkan, pas pakai sunscreen ini nanti finishnya bakal kerasa kering di kulit. Keringnya nggak sampai yang benar-benar kering sampai nggak nyaman, cuma untuk aku personal masih lebih suka yang lebih lembab lagi, biar kelihatan agak dewy mukaku. Sunscreen ini nggak bikin whitecast, mudah diblend dan nggak butuh waktu lama supaya bisa diratakan. Dia juga aku pakai di bagian sekitar mata dan sejauh ini nggak pernah tumbuh milia sih, nggak pedas juga walaupun pas keringetan dan sunscreennya mulai meleleh kena mata. Tapi untuk approach bagian mata ini mohon disesuaikan aja, kalau kalian takut malah bakal menimbulkan milia, ya nggak usah pakai sampai sekitar mata.
Apakah sunscreen ini worth it untuk dicoba? Menurutku sih dengan harga sekitar Rp 50.000-an dan SPF 30 aja, mending beli Nivea Sun Serum karena harganya di bawah Skin Aqua ini tapi SPF-nya udah 50. Tapi tentu aja kalau kalian lebih suka sunscreen yang finishnya kering, mending coba Skin Aqua Moisture Gel SPF 30.
Sunscreen adalah hal yang paling vital kalau kita ngomongin soal skincare. Mau kamu pakai serum jutaan rupiah sekalipun, toner sampai 20 layer, kalau setiap pagi kita skip sunscreen, semua usaha itu nggak akan ada gunanya. Makanya kenapa aku selalu suka explore sunscreen baru karena let's be honest, nyari sunscreen yang bisa pas di hati, kulit, dan kantong, itu bukan perkara mudah. Banyak kok yang cerita ke aku, kalau sunscreen yang mereka pakai suka bikin breakout, ada juga yang nggak bikin breakout, tapi bikin muka kelihatan kusam, ada yang bagus-bagus aja performanya, tapi harganya selangit jadi kalau mau repurchase kesulitan.
Semenjak aku mulai aktif lagi di Twitter (bahkan bisa dibilang ngejadiin Twitterku sebagai branch out dari platform Beauty With Dummy), aku jadi ketemu banyak beauty enthusiast yang suka menebar racun produk baru. Salah satunya adalah sunscreen Missha Aqua Sun Gel SPF50+ PA++++ ini, aku beli karena baca reviewnya salah satu mutualku di Twitter namanya Ayas. Katanya bagus buat yang kulitnya berminyak karena sunscreen ini nggak bikin kulit tambah berminyak.
Walaupun sebenarnya aku udah nemu sunscreen yang pas banget di kulitku, aku tetap mau terus explore produk baru, siapa tahu kan ada yang lebih nyaman lagi? Aku langsung meluncur ke Shopee buat beli dan ternyata harganya cukup affordable. Cukup kaget sih, karena setahuku Missha itu produknya ada di range harga Rp 200.000 ke atas, sementara di Shopee sunscreen ini nggak sampai Rp 150.000, jadi di kantongku dia masih terjangkau banget. Sunscreennya itu sendiri datang tanpa box, jadi cuma botolnya aja tanpa ada penjelasan, atau ingredients list :( Mana semua keterangannya dalam Bahasa Korea jadi kalau butuh informasi produk harus digoogle dulu.
Ingredients: Water, Homosalate, Alcohol, Ethylhexyl Salicylate, Dipropylene Glycol, Silica, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Isoamyl p-Methoxycinnamate, Octocrylene, VP/Hexadecene Copolymer, Acrylates, Glacier Water, Limonia Acidissima Extract, Artemisia Princeps Leaf Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Chrysanthemum Indicidum Flower Extract, Cinnamomum Zeylanicum Bark Extract, Diospyros Kaki Leaf Extract, Morus Alba Fruit Extract, Pueraria Thunbergiana Root Extract, Centaurea Cyanus Flower Water, Helichrysum Italicum Flower Water, Thymus Vulgaris (Thyme) Leaf Water, Methoxy PEG/PPG-25/4 Dimethicone, Dimethicone, Acrylates, Caprylic/Capric Triglyceride, Sodium Hydroxide, Butylene Glycol, Cyclopentasiloxane, BHT, Disodium EDTA, Phenoxyethanol, Caprylyl Glycol, Ethylhecylglycerin, 1,2-Hexanediol, Fragrance.

Teksturnya menurutku ringan banget, sesuai namanya, "Aqua", begitu diblend ke kulit dia hampir nggak kerasa lagi pakai sunscreen. Menurutku dia bisa jadi pilihan yang bagus buat kalian yang selama ini nggak suka pakai sunscreen yang terasa berat di kulit karena Missha Aqua Sun Gel ini benar-benar ringan. Sayangnya, di aku dia finishnya terlalu kering, malah berujung bikin kulit aku tambah dehidrasi jadinya makin lama dipakai kulitku semakin berminyak. Dia memang nggak alcohol dan fragrance free, dan kulitku suka jadi dehidrasi kalau ketemu keduanya.
Terakhir malah dia bisa pilling sama salah satu moisturizerku huhu :( Sedih sih karena teksturnya enak banget kayak nggak pakai apa-apa, dan affordable juga dari segi harga. Tapi jangan takut kalau kalian mau nyoba ya karena beda kulit pastinya beda efeknya juga, siapa tahu di kalian ini malah bagus banget.
Waktu For Skin's Sake ngasih teaser kalau mereka mau ngeluarin produk baru yang mana adalah sebuah sunscreen, aku langsung girang banget! Soalnya aku selama ini belum pernah punya sunscreen dari brand lokal. Ada sih beberapa yang udah masuk wishlist, tapi harganya jauh di luar budget wkwk. Sunscreen FSS ini ada dua versi, satu ukurannya mini 7ml, dan yang satunya lagi ukuran full size 45ml. Harga full sizenya sendiri nggak sampai Rp 200.000, dan waktu mereka masih baru-baru launching di Sociolla, ada diskon bundle gitu bisa dapat sepaket yang mini sama yang full size seharga Rp 138.000! Jelas aku ambil dong, soalnya kalau ditotal harga aslinya bisa Rp 200.000 lebih.
Sunscreen ini namanya Weightless, karena digadang-gadang punya tekstur dan feel yang hampir nggak berasa di kulit. Karena selama ini banyak orang masih malas pakai sunscreen karena menurut mereka, pakai sunscreen bikin berat di kulit, bikin sumuk, jadinya nggak betah deh, apalagi dengan adanya anjuran sunscreen yang harus dipakai sebanyak 1/4 sendok teh atau dua ruas jari. SPF-nya 50, ada niacinamide juga di dalamnya, dan udah broad spectrum yang mana bisa melindungi kita dari UVA dan UVB.

Dari pertama merhatiin review dari beauty influencer yang udah duluan nyobain produknya, banyak yang bilang kalau produk ini ada wangi lavender tapi nggak terlalu kecium. Bahkan saking sedikitnya sampai-sampai sama pihak For Skin's Sake sendiri sempat lupa ditulis, cuma setelah resmi launching akhirnya ingredients lavender oil dimasukkan ke dalam ingredients list. Aku kira ya karena sedikit, wangi lavendernya beneran nggak akan kecium, tapi setelah nyobain langsung ternyata ya lumayan ketara wkwk. Aku jarang punya skincare yang wanginya lavender, jadi pas nyium sunscreen ini agak kaget ternyata wanginya kayak wangi nenek-nenek.
Tapi kalau dari segi texture dan finish sih sunscreen ini memang juara. Rasanya nyaman banget di kulit, aku biasa pakai sampai dua jari bahkan lebih dan nggak berasa berat di muka sama sekali. Di banyak orang finishnya dewy atau semi-matte, tapi di aku dia malah benar-benar matte, bahkan lebih matte dibanding sunscreen L'Oreal yang Matte & Fresh. Proteksinya juga bagus, selama pakai ini mukaku nggak cepat tambah gosong ataupun jadi kusam. Kalau kalian juga lagi nyari sunscreen dari brand lokal, bisa banget cobain sunscreennya For Skin's Sake ini.
Waktu awal-awal aku belajar soal skincare, sunscreen adalah hal terakhir yang aku pikirkan. Padahal sunscreen itu seperti yang kita tahu ya, sangat penting karena dia melindungi kulit kita dan semua skincare produk yang udah kita pakai di pagi hari. Tapi ya namanya juga orang yang baru belajar, jadi nggak ngeh kalau sebelum punya exfoliating toner, harus rajin juga pakai sunscreen haha. Nah, salah satu temanku waktu itu jual Biore UV Aqua Rich tapi yang versi kecil, dan karena aku penasaran dan belum sanggup beli yang full size, aku memutuskan beli punya temanku. FYI, sunscreennya dia jual karena katanya sih nggak cocok, bikin bruntusan dan merah-merah. Cuma aku ini termasuk yang nggak takutan kalau mau nyoba produk, jadinya gas terus hehe.
Long story short, sebelum aku sempat bikin reviewnya di blog, aku udah keburu nyobain sunscreen lain dan kemasannya udah aku buang. Sempat aku post di Instagram sih tapi akhirnya aku archive karena fotonya jelek dan sebelum bisa aku foto ulang, bungkusnya udah nggak ada haha. Sampai beberapa waktu lalu aku ke Watson dan ngelihat sunscreennya lagi diskon, aku memutuskan buat beli lagi karena aku kangen sama rasanya, sekalian biar kali ini aku bisa review dengan benar.
Berbeda dengan sunscreen lainnya yang udah pernah aku coba, Biore UV Aqua Rich ini punya bentuk corong yang lebih gendut dan besar, jadinya ketika mau mengeluarkan produk harus lebih hati-hati karena percaya sama aku, kalian nggak mau pakai produk ini kebanyakan di muka karena dia butuh waktu cukup lama untuk mengering. Tekstur produknya seperti perpaduan antara cream dan gel, warnanya putih kekuningan, dan ada bau citrusnya. Perlu aku tekankan untuk kalian yang mau beli sunscreen ini untuk hati-hati dan selalu perhatikan di mana kalian beli karena sekarang ini sunscreen Biore udah banyak palsunya.
Waktu dulu aku pakai yang versi mininya sih seingatku aku cinta banget sama dia, tapi entah kenapa sekarang cobain yang full size malah aku kurang suka. Mungkin karena aku udah cobain beberapa jenis sunscreen, jadinya kulitku sekarang udah tahu tekstur dan jenis sunscreen seperti apa yang aku suka, sementara dulu sebelum pakai Biore aku belum cobain banyak sunscreen jadi nggak punya produk pembeda buat dibandingkan. Udah jadi rahasia umum kalau nggak banyak orang yang suka pakai Biore UV Aqua Rich lagi karena orang udah mulai paham dengan kandungan alkohol dalam sunscreen ini yang bisa mengiritasi kulit apalagi kalau kulit kalian tipenya sensitif, mungkin itu kenapa temanku nggak cocok dan jerawatan pakai sunscreen ini.
Aku selalu pakai sunscreen sebisa mungkin sesuai takaran yakni sebanyak dua jari full untuk seluruh wajah. Dan dengan takaran yang sama kayak aku pakai sunscreen lainnya, si Biore ini yang paling nggak nyaman di kulitku. Teksturnya berat, agak sulit buat diratakan, dan seperti yang aku bilang, dia butuh waktu lama buat kering. Jadi kalau kalian buru-buru dan setelah pakai sunscreen harus segera pakai make-up, Biore UV Aqua Rich ini bukan pilihan yang tepat menurutku. Sunscreen ini finishnya cukup berminyak, jadi kemungkinan bakal bikin kulit kelihatan agak kumel, cuma dia sendiri sih nggak oxidize ya jadi kusamnya bukan dari produknya yang oxidize tapi lebih ke finishnya aja.
Kalau kalian follow Instagramku, kalian pasti ingat beberapa waktu lalu aku sempat cerita soal cuaca Jogja yang lagi panas-panasnya sampai awan aja nggak muncul. Karena cuaca yang panas terik itu, kulitku yang memang udah dari sananya gelap ini jadi semakin menggelap xD Kalian yang kulitnya medium dark juga pasti udah hapal kalau kita terlalu lama di bawah sinar matahari, bakal jadi tan cepat banget. Beda sama pacarku yang kulitnya medium, dia cuma bakal memerah atau kebakar dan baliknya juga termasuk cepat. Sayangnya kulitku yang menggelap susah banget buat balik lagi, butuh waktu cukup lama dan itupun kalau aku benar-benar meminimalisir terekspos matahari.
Waktu aku cerita di Instagram, banyak yang saranin aku buat ganti sunscreen. Sejujurnya aku nggak kepikiran sampai ke sana karena selama ini aku pakai sunscreen yang aku punya selalu cukup, bahkan aku pakai takaran dua jari itu, cuma memang sejak cuaca di Jogja terik ini aku kurang pakai physical protection karena nggak ngira aja efeknya bakal seintens itu di kulitku. Cuma melihat semua sunscreen yang aku punya rasanya nggak ada ngaruh-ngaruhnya, akhirnya aku memutuskan buat beli sunscreen baru.
Nah waktu aku ke Guardian, aku langsung memutuskan buat cobain sunscreennya Skin Aqua karena pas banget aku belum pernah coba sunscreen yang udah hype banget ini. Awalnya aku beli yang SPF 30, karena tulisan di botolnya itu diperuntukkan buat oily skin, cuma setelah dicoba ternyata aku nggak terlalu suka sama finishnya yang terlalu kering, jadi aku beli yang baru lagi yang SPF 50 ini.
Aku cukup suka dengan mulut botolnya yang bentuknya corong kayak gini karena menurutku lebih mudah buat mengontrol seberapa banyak produk yang mau dikeluarkan. Sama kayak sunscreennya L'Oreal.
Berbeda sama yang SPF 30, SPF 50 ini teksturnya cair dan harus dikocok dulu sebelum dipakai, kalau nggak nanti sunscreennya bakal misah gitu. Aku nggak tahu pasti baunya berasal dari mana tapi baunya mengingatkanku sama obat. Karena teksturnya yang cair ini, dia jadi gampang diratakan dan nggak pilling sama sekali. Waktu diratakan, aku ngerasa sunscreen ini kayak primer yang ngisi pori-pori, karena setelahnya kulit mukaku jadi kerasa halus entah kenapa. Sejauh ini selama pakai sunscreen Skin Aqua ini aku nggak merasa kulitku jadi semakin kusam, karena ada beberapa sunscreen yang oxidize jadinya bikin muka terlihat makin kusam.
Walaupun dia labelnya nggak diperuntukkan khusus buat kulit berminyak, tapi di aku sih dia bagus-bagus aja, nggak bikin mukaku makin tambah berminyak, malah cukup lembab dan setelah berjam-jam pun juga nggak jadi berminyak atau kusam. Aku juga senang reapply pakai sunscreen ini karena dia super ringan, jadi mau dilayer berapa kali juga nggak bikin kulit berat atau jadi pengap.
-----
Where to buy? Shopee
How much? Rp 56.000
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons