Showing posts with label Face mask. Show all posts
Showing posts with label Face mask. Show all posts
Kalau ngomongin masker, sebetulnya aku bukan tipe orang yang getol maskeran. Kalian yang udah ngikutin aku dari lama pasti juga udah hapal ya aku tuh anaknya termasuk mager maskeran. Walaupun waktu skincarean aku bisa pakai sampai 10 produk, tapi lucunya aku justru nggak suka maskeran karena menurutku maskeran makan waktu lama banget 😅 Cuma aku nggak pernah kemudian membatasi diri buat nggak pernah coba pakai masker ya, karena aku percaya kok ada beberapa produk yang memang bagus dan beneficial buat kulitku.
Nah ngomongin soal masker, hari ini aku mau ngereview salah satu masker dari brand lokal yang udah cukup lama aku terima. Kayaknya sekitar akhir tahun lalu, atau awal tahun ini? Aduh, lama banget pokoknya haha sampai lupa. Produk itu adalah Crushlicious Citrus Glow On Mask. Aku nggak terlalu asing sih sama nama Crushlicious, cuma di pikiranku Crushlicious itu identik dengan masker organik dengan kemasan amplop (?) gitu. Waktu mereka nawarin aku buat cobain masker mereka yang nggak perlu diracik-racik alias tinggal pakai aja, aku langsung mengiyakan. Penasaran soalnya sama klaimnya yang hydrating sekaligus brightening.
Kalau dilihat dari ingredients listnya sih menurutku cukup oke ya. Yang langsung aku notice adalah kandungan honey di urutan kedua ingredients list, yang berarti masker ini bisa untuk bantu atas inflammation di kulit. Biasanya efek di masker itu bukan sesuatu yang sama efeknya kalau kita pakai serum alias biasanya cuma bertahan sebentar yaitu habis maskernya dibilas aja. Meskipun begitu aku pernah beberapa kali ketemu masker yang memang setelah dibilas, benar-benar bikin muka kelihatan fresh banget dan menurutku meskipun efeknya cuma sebentar, produk seperti ini cocok buat kita-kita yang butuh a little bit of oomph ketika ada acara keluar dan mau tampil lebih fresh. Masker ini punya beberapa klaim seperti:
- Menghidrasi dan melembabkan wajah
- Menutrisi kulit
- Mencerahkan wajah
- Membuat kulit wajah menjadi lebih sehat
Ingredients: Ingredients: Mel (Honey), Xanthan Gum, Butylene Glycol, PVP, Vaccinium myrtillus (Bilberry) Fruit Extract, Panthenol, Lecithin, Sclerotum Gum, Phenoxyethanol, Pullulan Luffa Cylindrica (Blustru) Fruit, Saccharum Officinalum (Sugarcane) Extract, Ascorbyl Tetraisopalmitat, Tocopherol, Glycerin, Glyceryl Glucoside, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Fruit Extract, Citrus Limon (Lemon) Fruit Extract, Silica, Acer Saccharum (Sugar maple) Sap Extract, EDTA, Ethylhexylglycerin, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, Sucralose
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Tesktur dan bau maskernya tuh benar-benar mengingatkanku sama selai jeruk. Wangi jeruknya strong banget, tapi menurutku nggak bikin eneg sih, aku cukup suka walaupun it's very citrusy. Teksturnya kayak gel, a bit on the watery side, dan ada serpihan macam bulir jeruk gitu yang bisa bantu eksfoliasi kulit mati tipis-tipis. Oh iya, bulirnya ini nggak kasar karena dia nggak terlalu besar ataupun rapat-rapat. Nah, waktu pemakaian pertama ini aku sempat kaget karena ternyata maskernya bikin panas di kulit, terutama antara hidung dan mulut. Kulit daerah sekitar mulut dan hidung bawahku memang gampang bereaksi sama masker, biasanya aku sengaja hindari karena rasanya nggak nahan banget bikin perih. Tapi baru kali ini aku maskeran rasa panasnya semuka-muka.
Terus gimana? Well, pertama kali sih aku coba tahan 15 menit sesuai anjuran pakai, habis itu baru dibilas. Dia nggak susah dibilas, tapi pas aku coba lap pakai toner setelanya ternyata residu kuning-kuning di muka masih bersisa. Untungnya setelah dibilas nggak ada tanda-tanda jerawat muncul sih :") Aku sempat takut buat pakai lagi, tapi habis curhat ke Twitter, ada yang bilang kalau memang efek awalnya kayak gitu, tapi lama kelamaan bakal nggak berasa lagi.
Akhirnya aku cobain lah setelah rehat dulu beberapa hari dari pakai masker ini dan ternyata benar apa yang mutualku bilang kalau rasa perihnya tuh cuma pas pertama pemakaian aja. Cuma setelanya aku nggak merasakan ada efek signifikan baik bahkan setelah dibilas, mukaku nggak kelihatan jadi fresh gitu wkwk. Overall, menurutku masker ini biasa aja sih. Untuk ukuran orang yang jarang maskeran dan jarang splurge on face masks, I'm not that tempted buat beli dia karena efeknya kurang terasa.
Perasaan baru kemarin masuk weekend, eh sekarang udah Senin lagi aja. Ngerasa nggak sih April berlalu cepat banget? Nggak kerasa sebentar lagi udah masuk Mei aja. Aku masih setia WFH, dengan sesekali ada jadwal ke kantor tapi masih bisa dihitung jari banget. Awal-awal kerja tuh aku sempat lumayan rajin skincarean, sebelumnya sempat ngalamin demot soalnya. Tapi sekarang entah kenapa balik demot lagi haha. Biasanya yang paling sering diskip itu skincare pagi, gara-garanya kalau WFH kan lebih forgiving ya, nggak mandi juga lanjut kerja nggak masalah.
Anyway, kemarin baru aku tulis review masker, dan hari ini aku bakal ngereview masker lagi, masih sama juga dia dari brand Korea yakni Axis-y. Kayaknya udah nggak perlu dikenalin lagi ya sama Axis-y, secara namanya dia udah melambung jauh banget dan aku sering lihat di Tiktok banyak yang maskeran pakai produk ini. Dari awal aku nggak terlalu tertarik buat nyobain karena harganya di luar budgetku banget apalagi buat ukuran masker. Tapiii namanya rejeki nggak kemana, tiba-tiba aku dihubungin sama Axis-y Korea langsung dan mereka mau kirimin 3 produk sekaligus, salah satunya masker ini, buat direview di blog.
Produk ini udah cukup lama seliweran di dunia kecantikan Indonesia. Kalau yang dari aku baca di website mereka, produk ini dibuat karena terinspirasi dari gerakan #StayStrongCampaign yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Jadi asumsiku ini keluar bersamaan sama waktu Covid-19 mulai muncul. Axis-y pengen memberikan orang-orang semacam entertainment, supaya bisa lebih rileks lagi menghabiskan waktu di rumah karena selama pandemi ini kan waktu kita banyak dihabiskan di rumah aja. Masker ini juga dibuat untuk melawan "maskne" yang mulai muncul karena orang-orang sekarang kemana-mana harus pakai masker. Kalau dipikir-pikir, thoughtful juga ya proses peluncuran masker ini.
Mugwort sendiri udah lumayan populer bahkan sebelum Axis-y mengeluarkan Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack. Aku sendiri suka lihat beberapa orang di Instagram story-ku share produk dari brand namanya I'm From, kayaknya juga salah satu brand K-Beauty dengan toner mugwort mereka. Packagingnya coklat gitu, kalau kalian pernah lihat, dan mereka juga punya wash off mask juga cuma setahuku bukan modelan clay mask gitu.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Aku kurang tahu mugwort itu kalau di Indonesia namanya apa, tapi mugwort memang udah nggak asing lagi sama kultur Korea Selatan dan mereka dikenal sebagai tanaman yang menenangkan. Axis-y memutuskan untuk menggunakan mugwort sebagai bahan utama masker ini karena mugwort mengandung banyak mineral, kalsium, dan zat besi yang menjadikannya sebagai ingredients ideal untuk mengatasi kulit yang iritasi. Kandungan mugwort di dalam masker ini sendiri adalah sebanyak 61% agar efeknya lebih efektif lagi di kulit.
Di review produk Innisfree kemarin aku udah bahas soal dua jenis clay yang biasa ada dalam sebuah clay mask yaitu kaolin clay dan bentonite clay. Nah sama seperti Innisfree, Axis-y Mugwort menggunakan keduanya sekaligus, jadi dia bisa dipakai mulai dari yang kulitnya kering, normal, sampai berminyak. Masker ini punya klaim bisa membantu membersihkan pori-pori dan menenangkan kulit yang mengalami kemerahan dan iritasi. Kandungan adzuki bean powdernya mengeksfoliasi kulit dengan lembut agar kulit tetap bersih dan bebas dari jerawat.
Ingredients: Artemisia Princeps Extract, Kaolin, Dipropylene Glycol, Bentonite, Betaine, Phaseolus Angularis Seed Powder, Laminaria Japonica Extract, Eclipta Prostrata Leaf Extract, Avena Sativa (Oat) Kernel Extract, Pteris Multifida Extract, Cynara Scolymus (Artichoke) Leaf Extract, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Vigna Radiata Seed Extract, Houttuynia Cordata Extract, Cryptomeria Japonica Leaf Extract, Nelumbo Nucifera Leaf Extract, Hydrogenated Lecithin, Sodium Hyaluronate, 1,2-Hexanediol, Methylpropanediol, Xanthan Gum, Glycerin, Chromium Oxide Greens, Charcoal Powder, Water, Beta-Glucan, Polyquaternium-51, Fructooligosaccharides, Allantoin, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Butylene Glycol, Camellia Sinensis Leaf Powder, Saccharomyces Ferment Filtrate, Hydroxyacetophenone, Ethylhexylglycerin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil
BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review
Tekstur maskernya cukup gampang diratakan, dia nggak terlalu kering atau basah yang susah nempel di kulit gitu, jadi menurutku konsistensinya pas. Masker ini juga udah dilengkapi dengan spatula, cuma menurutku spatulanya nggak terlalu berguna. Selama ini aku maskeran nggak pernah pakai spatula, langsung aja ambil pakai jari. Soalnya kecil banget, kurang enak dipegang jadi apply maskernya malah bikin ribet kalau pakai spatula. Wanginya sendiri tuh wangi clay mask yang lumayan strong, tapi nggak terlalu mengganggu menurutku. Di dalamnya ada butiran scrub yang lumayan besar yakni si kadzuki bean-nya, tapi jarak mereka jarang-jarnag, jadi nggak akan terlalu heboh buat weekly exfoliation.
Masker ini nggak butuh waktu lama buat jadi kering, dari Axis-y sih menyarankan dipakainya cukup 15 menti aja habis itu dibilas. Kalau pakai clay mask memang jangan sampai maskernya jadi benar-benar kering karena malah akan bikin kulit jadi iritasi kalau kelamaan dipakai. Dia nggak susah dibilas dengan air, terus juga eksfoliasinya lumayan enak sih, nggak kerasa kasar sama sekali. Masker ini juga nggak meninggalkan residu habis dibilas. Biasanya tuh kalau aku pakai maskernya Pore Hero habis dibilas suka masih ada sisa maskernya di muka, jadi kalau dilap pakai toner nanti kapasnya kelihatan sisa masker hijau-hijau gitu. Meanwhile Axis-y Mugwort ini bersih banget tanpa residu.
Selama rutin pakai masker ini, aku merasa kulitku memang jadi lebih kalem, apalagi kalau muka lagi ada jerawat aktif yang sampai kemerahan, kadang malah aku pakaikan masker walaupun kata orang jangan scrubbing kalau lagi ada jerawat. Ini sih tinggal gimana pintar-pintarnya kita aplikasikan masker aja. Aku justru terbantu kalau kulit lagi rewel dan dipakaikan masker Mugwort ini karena jadi lebih kalem dan jerawat juga jadi cepat kering.
Wow, rasanya udah lama banget aku nggak menyentuh blog. Dua minggu terakhir ini aku lagi hectic banget sama kerjaan, karena kantorku baru launching jadi promosinya lagi kenceng-kencengnya. Selain itu juga aku makin getol ngurusin hobiku yang satu lagi; ngumpulin animerch! Kayaknya kalian udah tahu juga ya sama hobiku yang satu itu karena benar-benar asik banget cuy haha. Well, aku nggak akan ngerant soal animanga di sini (I have another blog for that 👀). Kita lanjut ke reviewnya ya hehe.
Aku senang banget karena akhirnya setelah penantian dua minggu, Adsense aku nyala lagi! Karena seperti yang bisa kalian lihat, aku akhirnya beli domain buat blog ini sebagai hadiah ulang tahun kemarin. Menurutku beli domain itu suatu langkah yang besar karena selama satu dekade aku ngeblog, aku nggak kepikiran buat beli domain karena ya buat apa? Tapi lama kelamaan aku ngerasa kayak pengen menyamakan semua link socmed aku aja dengan nama beautywithdummy. Jadilah aku memutuskan untuk beli domain sekalian karena kalau mau ganti link blog udah kepalang basah, nggak mungkin ganti. Dan karena aku ganti domain, Adsense aku sempet mati dua minggu karena harus daftarin lagi dari awal. Tapi pas banget barusan aku buka blog dan ternyata udah nyala, yay! Buat merayakan Adsense aku kembali, aku bakal ngepost di blog lagi 😘
Btw aku agak lupa-lupa ingat apa aja produk yang udah dan belum aku post di blog gara-gara laptop aku sempat direset ulang dan semua data hilang. Jadi ini aku ngintip ke draft blogku dan ternyata ada produk yang udah lama banget habis tapi sampai detik ini belum aku review! Yup, produk itu adalah Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask 2x. Aku ingat banget dulu produk ini booming di mana-mana. Semua orang jadiin ini sebagai clay mask favorit mereka, dan ini direview sama banyak orang, jadi aku keracun lah. Waktu itu coba cek di toko Innisfree langsung tapi harganya beda lumayan jauh dibandingin kalau online, jadi ya udah deh aku memutuskan beli online aja.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Kalau soal masker, aku mikir lumayan lama tiap mau beli karena aku sadar diri aku bukan tipe orang yang suka maskeran. Walaupun begitu banyak dibahas kalau clay mask adalah sahabat buat orang-orang dengan kulit berminyak. Jadilah aku mulai mikir, apa cobain sekali ya buat tahu apa yang dilakuin clay mask buat kulit. So yeah, ini adalah clay mask pertamaku dulu! Cuma telat aja direviewnya wkwkwk. Kalau nggak salah Innisfree ini ada dua jenis Super Volcanic Clay Mask mereka. Kebetulan yang punyaku ini versi 2X-nya, jadi daya serap sebumnya lebih kuat lagi dibanding yang regular. Tapi karena aku cuma pernah cobain yang versi 2X aja jadi nggak bisa bedain keduanya.
Clay mask biasanya terbuat dari kaolin atau bentonite, atau bahkan kombinasi keduanya. Kaolin sendiri punya tekstur yang lebih halus dibanding bentonite, jadi lebih cocok buat yang kulitnya kering dan normal. Sementara bentonite lebih kasar dan daya serap sebumnya lebih tinggi, cocok buat yang kulitnya berminyak kayak aku. Nah di sini Innisfree pakai kedua jenis clay ini, jadinya dia bisa efektif menyerap sebum berlebih tanpa bikin kulit jadi super kering setelahnya.
Ingredients: Water/Aqua/Eau, Titanium Dioxide (Ci 77891), Butylene Glycol, Volcanic Ash, Glycerin, Silica, Trehalose, Caprylic/Capric Triglyceride, Kaolin, Bentonite, Polyvinyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Stearic Acid, Cetearyl Alcohol, 1,2-Hexanediol, PVP, PEG-100 Stearate, Polysorbate 60, Iron Oxides (Ci 77499), Hydrogenated Vegetable Oil, Xanthan Gum, Juglans Regia (Walnut) Shell Powder, Lactic Acid/Glycolic Acid Copolymer, Sorbitan Stearate, Zea Mays (Corn) Starch, Polyacrylate-13, Polysorbate 20, Mannitol, Dextrin, Theobroma Cacao (Cocoa) Extract, Microcrystalline Cellulose, Lactic Acid, Polyisobutene, Menthoxypropanediol, Tetrasodium Pyrophosphate, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Sorbitan Isostearate, Aluminum Hydroxide, Triethoxycaprylylsilane, Tocopherol
BACA JUGA: Joylab Beauty Tea & Rose Clay Mask Review
Masker ini wanginya khas banget kayak clay mask pada umumnya, bau kaolin dan bentonite yang lumayan strong. Masker ini nggak ada butiran scrubnya, benar-benar halus dan gampang banget buat diratain ke muka. Waktu pertama kali pakai masker ini, banyak yang menyarankan aku buat jangan pelit pakai maskernya. Pakai dia tuh memang harus benar-benar rapi dan merata ke kulit daripada nggak maksimal. Jadi aku suka pakai lumayan tebal, karena keasikan juga sih apply ke mukanya, lihat kulit ketutup masker dengan rapi gitu hehe. Cuma kayaknya ini mending disesuaikan lagi sama gimana kulit kalian, karena clay mask itu bikin kering, jadi buat yang kulitnya memang udah kering dari sananya harus pintar-pintar ngukur bisa setebal apa maskernya.
Aku suka pakai masker ini tiap aku habis pakai make-up tebal, atau aku habis ada kegiatan outdoor yang heavy dalam jangka waktu yang lama. Rasanya tuh enak banget, bikin muka dingin somehow, padahal aku nggak pernah masukin ke kulkas. Tiap pakai dia aku selalu ngantuk udah kayak ada obat tidurnya aja wkwk heran deh. Dia gampang banget dibersihkan, pakai air aja cukup, terus nggak ada residu juga di muka. Untuk efek membersihkannya juga oke, nggak terlalu kering jatuhnya di aku, tapi kulit tetap berasa deeply cleansed. Ini sebetulnya salah satu clay mask favoritku, cuma aku nggak pernah repurchase karena nggak yakin punya waktunya dan clay mask aku yang perlu dihabiskan masih banyak.
Buat teman-teman yang udah lama ngikutin aku di social media pasti udah hapal kalau aku termasuk orang yang paling males buat maskeran because I made that pretty clear. Bahkan buat pakai sheet mask yang tinggal templok ke muka dan ditunggu tanpa harus dibilas aja aku malas, apalagi masker wash off yang harus dibilas. Dulu sih aku masih punya desire buat explore sheet mask dan masker, kayak ada rasa penasaran dan puas aja gitu kalau punya sheet mask banyak dan bisa coba dari berbagai macam brand. Sampai akhirnya aku ada di titik di mana aku sadar, sampah yang dihasilkan dari sheet mask itu buanyak banget. Bukan cuma bungkusnya, tapi lembaran sheet masknya itu sendiri juga kan jadi sampah. Sejak itu aku jadi mulai membatasi pakai sheet mask dan beralih ke wash off mask. Tapi ya itu balik lagi, aku tuh mageran banget wkwkwk.
Nah sejak aku mulai tekun jadi beauty reviewer, tentunya aku sering dihadapkan sama berbagai macam produk, termasuk masker. Ada yang udah tinggal oles, ada yang harus diracik dulu, ada yang bentuknya peel off, wash off, macam-macam lah pokoknya. Dan sejujurnya meskipun rasa malas itu masih ada, tapi rasa keingintahuanku belum benar-benar hilang. Malah aku mikirnya, siapa tahu bakal nemu masker yang bahkan untuk aku yang mageran sekalipun, kalau pakai masker ini nggak akan mager karena saking bagus dan sukanya sama masker itu.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Beberapa waktu lalu aku dihubungi sama Lovely Kefir dan ditawarin buat nyobain masker-masker mereka. Sebelumnya aku memang belum pernah coba masker kefir, tapi aku udah sering lihat produknya seliweran baik di Instagram ataupun Youtube karena udah sering direview sama orang-orang terutama brand Lovely Kefir ini. For the sake of nambah pengalaman, dan karena memang penasaran juga kayak gimana sih rasanya maskeran pakai masker kefir, aku iyakan deh tawarannya.
Sebelum kita masuk lebih jauh ke review produknya, aku mau kasih sedikit penjelasan yang aku dapat dari Lovely Kefir tentang masker-masker mereka. Buat yang belum tahu, masker kefir itu adalah masker yang menggunakan fermentasi dari susu kambing. Kebayang dong ya baunya kayak apa wkwk. Pada dasarnya sama aja kayak maskeran pakai yoghurt, tapi katanya fermentasi susu kambing ini punya kandungan lemak yang lebih banyak, serta protein dan probiotik. Produk masker kefir dari Lovely Kefir juga diklaim dapat menghambat kerja enzim pada proses pembentukan pigmen kulit (melanin) dan efektif untuk mengatasi kerusakan akibat adanya senyawa radikal bebas.
Well, kalau dilihat dari klaimnya sebetulnya agak menyeramkan sih. Kalau yang dimaksud pembentukan melanin adalah noda-noda gelap pada kulit akibat bekas jerawat atau efek sinar UV dari matahari, okelah. Tapi seram juga kalau yang dimaksud kayak bleaching kulit gitu walaupun aku yakin kalau cuma sekedar masker aja nggak mungkin sanggup sampai segitunya sih efeknya.
BACA JUGA: Beau Kirana Mud Mask Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Lovely Kefir Nature
- Nama produk: Lovely Kefir Masker Kefir
- Jenis produk: Masker
- Ukuran: 3 gr
- PAO: 30 bulan (3 bulan setelah dibuka dengan penyimpanan di kulkas)
- Harga: Rp 85.000/5 sachet
- Tempat beli: Shopee Official Lovely Kefir Nature
- BPOM: NA18190205617
Di sini aku dikasih semua varian masker kefir dari Lovely Kefir. Mereka punya 12 varian: Original, Greentea, Spirulina, Bengkoang, Kunyit, Kopi, Coklat, Strawberry, Kulit Manggis, Aloe Vera, Charcoal/Black, Buah Naga. Di luar ke-12 varian tersebut mereka juga akan mengeluarkan varian baru yaitu mugwort, yang memang akhir-akhir ini lagi naik banget ya kandungan mugwort tuh. Setiap maskernya punya tekstur dan warna yang berbeda. Untuk wanginya sendiri pada dasarnya hampir sama, cuma ada sedikit perbedaan di beberapa varian, tapi menurutku nggak terlalu signifikan karena lebih dominan wangi amis susu yang lebih tercium. Aku sendiri nggak terlalu suka bau susu yang difermentasi seperti ini, tapi memang very much expected ya namanya juga masker kefir heheh. Sebetulnya ini masalah preference aja sih. Aku sempat mengira dengan banyaknya varian ini mungkin bakal 50:50 wangi yang tercium, tapi nggak juga ternyata.
Maskernya termasuk yang high maintenance masalah penyimpanan, karena ini menggunakan susu, bahan yang gampang banget rusak kalau terpapar udara, jadinya kalau udah dibuka dia harus cepat-cepat dihabiskan dan penyimpanannya pun harus di kulkas dan sebisa mungkin jangan terkena kontak dengan udara terlalu lama. Kalau nggak nanti tekstur dan bau dari maskernya bisa berubah jadi lebih tengik lagi.
BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review

Setelah nyobain ke-12 varian masker dari Lovely Kefir ini (dengan susah payah, haha. Karena cuma dikasih waktu sebentar buat nyobain ðŸ˜) aku menjatuhkan varian favoritku pada si Kopi/Coffee. Soalnya dia wanginya yang paling enak dibanding yang lain, wangi kopinya lumayan ketara jadi nggak amis-amis banget kayak varian lainnya. Teksturnya juga paling enak buat diratain, dan varian Kopi ini ada butiran scrubnya jadi bisa sekalian buat exfoliate kulit. Masker ini semuanya termasuk yang susah dibersihkan. Mereka meninggalkan residu rasa lengket yang benar-benar pliket, jadinya kalau cuma dibilas dengan air aja nggak akan cukup. Ini aku pelajari waktu pertama kali nyobain dan kalau biasanya aku maskeran setelah cuci muka, kalau pakai masker kefir ini aku harus lakuin sebelum cuci muka. Karena untuk ngebersihinnya, harus dibilas pakai sabun.
Bisa kalian lihat di foto before-after pemakaian masker, sebetulnya nggak terlihat ada perubahan yang signifikan. Ya mau gimana lagi ya, waktu yang diberikan buat nyobain juga terbatas sih, sementara masker menurutku produk yang paling lama menunjukkan efeknya karena dia sifatnya wash off.
Saranku untuk Lovely Kefir ke depannya mungkin untuk kemasannya diperbagus lagi. Maksudku adalah, sebaiknya ditulis sekalian di bungkusnya info-info terkait produknya seperti: ingredients list dan klaim karena dua hal itu penting banget menurutku. Aku kan harus tahu ingredientsnya buat wanti-wanti siapa tahu bakal ada ketidakcocokan pas nyobain, jadinya aku bisa siap-siap dengan produk yang bisa bantu nyembuhin breakoutnya (kalau memang nggak cocok). Tulisan yang tercetak di bungkus tiap variannya juga sama, cuma instruksi yang berulang aja dan nggak ada perbedaan. Jadinya seolah-olah varian-varian yang ada tuh jadi cuma hiasan aja.
Wah, sampai kelupaan kalau aku tuh punya produk ini. Entah alasana apalagi yang mau aku pakai karena review masker ini nggak tayang-tayang bahkan walaupun aku terima barangnya udah setahun yang lalu haha. Ini mungkin satu-satunya produk dari Joylab yang aku punya deh, dan ini pemberian dari brandnya sebagai PR gift, jadi aku nggak beli sendiri. Kalau nggak salah waktu itu dikasihnya sebelum dia release gitu, jadi aku sempat cobain sebelum ada review dari orang-orang. Cuma aku ingat banget maskernya nggak ngasih impression yang menarik, jadinya aku kelupaan kalau punya dia wkwk. I'm so sorry Joylab! Karena aku lagi beberes draft, jadi hari ini aku mau menuntaskan nulis review masker ini yang pastinya udah ketinggalan banget hypenya.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Joylab ini sempat mengeluarkan clay mask dengan 4 varian; Whipped Cream, Orang Rhapsody, Lychee Tea, dan yang aku punya ini, Tea & Roses. Masker ini diformulasikan dengan kaolin sebagai basenya, ditambah kandungan rose water untuk membantu melembabkan dan menenangkan kulit selagi maskernya membersihkan pori-pori yang terseumbat.
Produknya sendiri isinya 50g dengan harga Rp 160.000. Dikemas dalam bentuk jar dan setiap variannya udah dibedakan warnanya. Untuk Tea & Roses ini warna tutupnya pink agak kemerahan, agak dekat warnanya sama varian Lychee Tea tapi kalo Lychee Tea lebih pucat lagi merahnya. Masker ini juga ada plastik pembatasnya antara tutup dengan maskernya jadi kalau wadahnya kelempar-lempar, produknya nggak akan nempel nempel ke tutupnya langsung.
BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review
Maskernya ini teksturnya termasuk yang ringan, nggak berat pekat gitu, dan dia juga nggak ada scrubnya. Gampang banget diratakan mau pakai jari ataupun pakai kuas nggak masalah. Terus wanginya juga enak banget, persis wangi mawar dan nggak terlalu strong menurutku.
BACA JUGA: Beau Kirana Mud Mask Review


Wah another weekend passes by, menjelang akhir tahun, rasanya hari-hari berlalu makin cepat aja deh. Nggak kerasa sepanjang tahun 2020 ini kita habiskan full dalam kondisi diterpa pandemi, benar-benar nggak pernah kebayang bakal melalui fase hidup kayak gini. Tapi semoga kita semua tetap dilindungi dari penyakit dan semuanya bisa segera pulih ya. Ngomong-ngomong soal weekend, kalian biasanya kalau weekend ngapain aja sih? Aku sendiri sejak pandemi ini, weekend ya tetap di rumah. Sebetulnya pandemi atau nggak, aku sukanya stay di rumah hahah. Aku tuh mageran banget kalau harus keluar, apalagi Bekasi tuh padat banget kalau weekend, aku nggak tahan sama macetnya.
Di rumah kegiatanku biasanya ngedit konten buat dipost. Mau itu foto atau video, nulis draft review, dan akhir-akhir ditambah sama kegiatan baruku; nonton anime dan baca manga haha! Kalau lapar tinggal Gofood aja, udah deh itu weekend impian banget. Selain itu biasanya juga weekend aku gunakan sebagai kesempatan untuk memanjakan diri dengan cara maskeran. Kebetulan banget aku akhir-akhir ini lagi getol banget pakai satu masker yang masih termasuk baru juga. Aku yakin kalian pasti udah tahu masker apa. Yap, ini adalah Matcha Clay Mask dari Pore Hero Beauty!
BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review
Buat yang nggak ngikutin aku di Instagram atau TikTok mungkin kalian nggak tahu ya kalau aku sekarang lagi keranjingan maskeran pakai si pink gumush ini. Pore Hero Beauty ini adalah brand lokal baru dan produk pertama yang mereka keluarkan adalah clay mask. Fyi, Pore Hero Beauty masih sister brand sama Harlette karena foundernya sama yaitu Valencia Nathania. Tebakanku sih Pore Hero Beauty punya target market yang berbeda, apalagi dengan nama brand yang cukup spesifik, sepertinya produk-produk Pore Hero Beauty bakal difokuskan untuk menangani masalah kulit seputar pori-pori besar.
Nah waktu aku buka paketan dari Pore Hero Beauty, di dalamnya udah lengkap dapat handbook yang isinya lengkap banget mulai dari penjelasan soal pori-pori, sampai ke detail produknya. Aku suka banget sama brand-brand yang mau mengedukasi customernya, jadi nggak fear mongerin apalagi sampai menggiring customer dengan informasi nggak jelas cuma supaya produknya laku. That's so yesterday! Aku nggak tahu ya kalau belanja produknya biasa alias bukan PR gitu bakal dapat bukunya juga atau nggak, tapi kayaknya nggak ya? Aku berharap semua orang yang beli masker ini bisa dikasih sih supaya makin banyak yang paham kalau pori-pori itu nggak bisa benar-benar dihilangkan.
BACA JUGA: Beau Kirana Mud Mask Review
Biasanya kalau ngomongin soal clay mask, ada dua jenis bahan dasar yang biasa dipakai; bentonite atau kaolin clay. Pore Hero Beauty sendiri pakai bentonite clay sebagai bahan dasar dari clay mask mereka. Bentonite clay adalah tanah liat alami yang berasal dari gunung berapi. Bentonite ini efektif banget buat membersihkan, membuang racun, dan mengangkat kotoran pada pori. Dia juga memiliki sifat anti-radang, sehingga cocok buat kalian yang punya kulit sensitif. Dibandingkan dengan kaolin clay, bentonite punya daya serap yang lebih tinggi sehingga cocok buat orang-orang dengan kulit berminyak seperti aku.
Selain bentonite, masker ini juga mengandung daun teh hijau. Teh hijau (Camellia sinensis) berfungsi untuk meng-exfoliate dan mengangkat sel kulit mati pada wajah dan leher, membuat kulitmu menjadi lebih cerah dan mencegah penyumbatan pada pori yang menyebabkan komedo dan jerawat. Kemudian ada glycerin yang merupakan pelembab kulit yang sangat baik dan membantu menjaga keseimbangan pH kulit. Glycerin juga mempercepat proses penyembuhan dan membantu perbaikan jaringan sel kulit. Terakhir di star ingredientnya adalah jamur Agarikon (Fomes officinalis), merupakan astringent alami yang dapat mengencangkan, melembabkan, dan mencerahkan pori. Jamur Agarikon juga dapat mengurangi minyak pada kulit tanpa menyebabkan kulit kering.
Ingredients: Aqua, Bentonite, Glycerin, Propylene Glycol, Camellia Sinensis Leaf Powder, Camellia Sinensis Leaf, Polysorbate 20, Polyacrylamide, C13-14 Isoparaffin, C9-11 Pareth-6, Camellia Sinensis Leaf Extract, Carboxymethyl Cellulose, DMDM Hydantoin, Sodium Chloride, Fomes Officinalis (Mushroom) Extract, Parfum
Warna maskernya hijau army dan ada butiran daun teh hijaunya. Wanginya tuh persis wangi teh hijau, enak banget! Wangi teh hijau ini bikin aku jadi berasa rileks banget pas pakai maskernya. Maskernya itu teksturnya nggak terlalu kering pas dikeluarkan dari tubenya, jadi dia mudah diratakan di muka. Lembaran daun teh hijau di masker ini seperti yang udah aku tuliskan di atas, punya peran sebagai exfoliator, jadi pas nanti dibilas maskernya kalian jangan gosok terlalu kencang ya karena menurutku pas maskernya udah kering, lembaran daun ini jadi lumayan keras juga dan kayak tajem gitu.

Aku pakai masker ini dua kali aja seminggu, walaupun sejujurnya pengen banget pakai dua hari sekali wkwkwk. Soalnya masker ini benar-benar ngasih experience yang nyaman dan menyenangkan banget. Apalagi aku ini kan termasuk yang sebenarnya malas banget maskeran, pakai sheet mask aja benar-benar suka nggak ada niat sampai terbengkalai semua sheet mask-ku. Tapi sejak aku kenal clay mask dari Pore Hero, aku ngerasa pengen maskeran terus. Aku jatuh cinta sama tekstur dan wanginya. Masker ini juga nggak susah dibilas, dan dia nggak kerasa kayak tipikal clay mask pada umumnya yang kalau dibiarkan kelamaan di muka suka bikin kering. Setelah dibilas juga kulitku tetap terasa lembab, bouncy, dan supple. Meski mungkin di foto before-after nggak kelihatan ada perubahan yang berarti, aku tetap suka sama masker ini. Karena at the end of the day, menurutku masker itu cuma produk skincare yang sifatnya additional aja. Selama dia bisa bikin aku happy dan rileks, menurutku itu udah lebih dari cukup.
Sejauh ini yang aku rasain sih tekstur kulit setelah maskeran ya, karena masker ini kan ada scrubnya dari daun teh hijau itu, jadinya setiap habis maskeran kulitku jadi terasa mulus banget, semua komedo patah. Scrub ini nggak bikin kulitku jadi iritasi atau jerawatku jadi meradang, tapi balik lagi ya sesuaikan sama kondisi kulit, ada baiknya memang kalau lagi jerawatan sebaiknya hindari scrubbing di daerah yang bermasalah dulu. Overall, it's a quite good product yang bisa ngasih experience masking yang menyenangkan.
Siapa di sini yang suka banget maskeran? Aku sendiri termasuk yang jarang punya waktu buat maskeran, tapi karena aku sadar aku punya tipe kulit berminyak, pori-pori besar, dan acne prone, aku selalu berusaha untuk rajin pakai masker sebagai treatment tambahan, terutama masker dengan jenis clay mask. Seperti yang kita tahu, tipe kulit berminyak memang bersahabat banget sama clay mask karena mereka bisa membantu meregulasi minyak berlebih sekaligus memberikan pore treatment untuk menjaga pori-pori kita tetap bersih dan nggak tersumbat. Nah kebetulan banget akhir-akhir ini aku lagi pakai masker baru dari Maska yang baru banget launching yaitu Maska Technicolor Multimask.
Masker ini dikemas dalam kemasan sachet 7gr dengan jumlah 9pcs, jadi satu varian ada 3pcs. Dengan kemasan seperti ini, tentunya jadi travel friendly banget karena kalian bisa bawa masker ini ketika bepergian tanpa memakan banyak tempat. Maska Tehcnicolor Multimask terdiri dari tiga varian yaitu; Maska Oil Mask, Maska Fine Lines, dan Maska Pore Mask. Ketiga varian masker ini ditargetkan untuk membantu menangani masalah kulit seperti produksi minyak berlebih, adanya kerutan dan garis halus, serta pori-pori besar. Sounds right up my alley! Apalagi aku juga udah menginjak umur 24 tahun, jadi udah harus mulai merhatiin kulit supaya kerutan dan garis halus bisa disamarkan.
BACA JUGA: Beau Kirana Mud Mask Review
Maska Technicolor Multimask punya desain khas Maska dengan gambar retronya. Setiap varian maskernya dibedakan dengan ilustrasi yang berbeda, lengkap juga dengan gambar di bagian mana masker tersebut ditujukan untuk dipakai. Ketiga masker ini dapat digunakan bersamaan secara sekaligus, atau yang biasa disebut dengan multimasking. Makanya kenapa di gambar bagian depannya diberikan ilustrasi yang berbeda-beda. Di dalam clay mask ini terdapat anti-pollution ingredients yang dapat menjaga kulit kita dari radikal bebas, serta peppermint oil untuk memberikan sensasi dingin dan menyegarkan ketika dipakai di kulit.
Di sini aku akan jabarkan dulu satu-satu apa aja fungsi dari setiap varian di Maska Technicolor Multimask ini, baru setelahnya aku akan share gimana pengalamanku selama pakai mereka semua selama beberapa hari belakangan ini.
BACA JUGA: Aztec Secret Indian Healing Clay Mask Review

Maska Oil Mask dikemas dengan ilustrasi bernuansa hijau dan ditujukan untuk pemakaian di daerah T-zone karena biasanya di daerah T-zone kulit kita menghasilkan paling banyak minyak. Seperti namanya, Mask Oil Mask dapat membantu mengurangi produksi minyak berlebih pada kulit. Dia juga satu-satunya masker dari ketiga varian yang ada yang mengandung scrub dari apricot scrub sebagai mild exfoliator untuk membantu mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori. Selain itu Maska Oil Mask juga mengandung grapeseed oil dan centella asatica untuk menghaluskan dan menjaga elastisitas kulit.
BACA JUGA: Rovectin Cica Care Balm Review

Berbeda dengan Maska Fine Lines yang ilustrasinya didominasi warna merah dengan ilustrasi yang menunjukkan bahwa masker ini ditujukan agar dipakai di bagian U-zone atau lower cheeks di mana kerutan rentan terbentuk, terutama di sekitar mulut dengan munculnya smile lines. Maska Fine Lines mengandung peach extract untuk membantu merawat garis halus dan kerutan pada wajah, serta ascorbyl tetraisopalmitate dan niacinamide yang membantu mencerahkan kulit. Nggak lupa juga ada hyaluronic acid untuk melembabkan kulit karena untuk melawan kerutan memang diperlukan asupan hidrasi dan kelembaban yang cukup.

Nah kalau Maska Pore Mask ini seperti yang bisa kalian lihat dari ilustrasinya, dia ditujukan untuk dipakai di daerah upper cheek, di mana biasanya pori-pori kita paling jelas terlihat. Dia mengandung mushroom extract yang dapat mengontrol kadar sebum dan merawat pori-pori besar, serta hyraluronic acid untuk melembabkan dan menghaluskan kulit.
Menurutku masker ini juga tergolong unik karena dilihat dari ingredientsnya, baru kali ini aku ketemu clay mask dengan kandungan mushroom extract, peach extract, dan apricot scrub. Oh iya, Maska Technicolor Multimask diformulasikan tanpa paraben, alcohol, silicone, maupun sulfate. Dia juga udah ber-BPOM dan cruelty free lho! Ini menunjukkan kalau Maska nggak cuma memperhatikan estetika produknya aja, tapi juga isi dari produknya itu sendiri karena at the end of the day, yang paling penting adalah keamanan produk yang kita pakai ke muka.


Menurutku ini masker yang unik ya, selain dari sisi packagingnya tapi juga dari cara pemakaiannya. Selama beberapa hari belakangan ini aku cobain pakai masker Maska Technicolor Multimask. Untuk jadwal pakainya sendiri aku pakai setiap dua hari sekali. Kebetulan ini pengalaman pertama kali aku multimasking jadi aku penasaran banget gimana sama hasilnya. Satu hal yang aku notice setiap aku pakai masker ini adalah, ketiga varian masker sama-sama memberikan cooling sensation yang sama. Jadi ketiganya pas diapply ke kulit tuh rasanya dingin, benar-benar bikin relax banget! Dinginnya bukan dingin yang pedih gitu, ya cuma kayak kena angin semriwing aja, so I’m not mad about it!
Tekstur maskernya juga menurutku nggak ada bedanya kecuali untuk si Maska Oil Mask karena cuma dia sendiri yang punya scrub jadi terasa lebih bertekstur, sisanya baik Maska Fine Lines ataupun Maska Pore Mask punya tekstur yang creamy dan nggak pekat. Terus juga untuk wanginya sih lumayan didominasi sama wangi peppermint ya, tapi wanginya tetap enak dan nggak terlalu strong kok. Masker ini nggak butuh waktu lama untuk kering, ditinggal 10 menit juga udah kaku. Pas dibilas pun nggak sulit juga buat luruh sama air, dan setelahnya kulitku nggak terasa kering sama sekali dan dia juga nggak meninggalkan residu.
Seperti yang bisa kalian lihat di foto, sebelum dan sesudah aku pakai masker kelihatan lumayan beda ya. No edit sama sekali, setelah pakai masker kulitku kelihatan lebih segar, nggak kusam lagi. Pori-pori aku kelihatan bersih, dan karena bersih, jadinya ukurannya kelihatan lebih kecil. Untuk fine linesnya sendiri sih tentu belum kelihatan ya karena aku juga pakai baru beberapa hari aja.
Cuma nih kalau aku perhatiin, karena ini clay mask, dan satu sachet nggak bakal langsung habis dalam sekali pakai, aku jadi harus pintar-pintar nyimpen sisanya supaya maskernya nggak kena udara dan jadi kering karena kalau clay mask kan gampang kering tuh dan kalau udah keburu kering jadi nggak bisa dipakai kan.
Buat teman-teman yang punya permasalahan kulit yang aku sebutkan di atas, menurutku Maska Technicolor Multimask ini worth it banget buat dicoba, karena teknik multimasking begini justru jauh lebih efektif karena kita bisa langsung menargetkan masalah kulit spesifik dengan masker yang bisa menyelesaikannya. Produk ini bisa kalian beli di official marketplace Maska @maskaofficialstore dengan harga Rp 210.000/box, yang di dalamnya udah dapat 9 sachet masker (masing-masing varian dapat 3 sachet) + pouch. Tapi kalau lagi promo kalian bisa dapatkan semua ini dengan harga di bawah Rp 200.000 lho! Untuk info lebih lanjut bisa cek Instagram Maska aja di @maska.lab atau website Maska di maska.co.id!
Beberapa waktu lalu aku aku dikasih kesempatan buat cobain salah satu masker hits dari brand lokal, Beau Kirana. Sebetulnya udah lama juga aku lihat dia seliweran di Instagram dan direview teman-teman beauty enthusiast, cuma dari segi harga, buatku masker ini masih termasuk mahal karena dibanderol di harga Rp 200.000. Tentunya mahal atau nggak itu kan masing-masing orang beda ya, buatku standar mahal itu apa aja yang di atas Rp 200.000. Biasanya aku bakal tetap bela-belain beli kalau memang urgent dan harga sama kualitas atau performanya worth it buatku.
Baca juga: Aztec Secret Indian Healing Clay Mask Review
Kemasannya nggak pakai box, jadi semua informasi ada di tubenya. Menurutku ini cukup handy karena nggak perlu nyimpan kemasan lainnya buat tahu ingredients list atau tanggal expired produknya. Masker ini punya beberapa klaim yang cukup menarik buatku seperti; pimple, pores, black and whiteheads. Sebagai pemilik kulit berminyak dengan pori-pori besar, tentunya klaim kayak gini terkesan menggiurkan banget, ya nggak sih? Pun kebanyakan clay atau mud mask memang klaimnya serupa, makanya kenapa aku senang banget sama masker jenis clay :3
Kebetulan banget beberapa waktu belakangan ini aku memang lagi banyak bruntusan dan jerawat, jadi pas banget kan buat ngetes seberapa bagus sih masker Beau Kirana ini?
Baca juga: Skin Game Pore Rescue Mask Review
Sebelum kita mulai bahas lebih jauh soal produknya, aku mau ngomongin satu kendala soal kemasan dari mud mask Beau Kirana. Aku nggak tahu apa ini punyaku doang atau orang lain juga mengalami hal yang sama, tapi rasanya susah banget buat ngeluarin produk dari dalam tubenya. Aku pikir mungkin kelamaan aku buka tubenya, jadi udara masuk dan bikin maskernya jadi mengeras di dalam, tapi setelah beberapa kali coba pencet dengan lebih keras, maskernya keluar tetap dalam keadaan masih berbentuk pasta sih, jadi asumsi awalku salah :/ Mungkin bisa jadi masukan buat ke depannya supaya bolongan tubenya diperbesar supaya waktu mengeluarkan maskernya bisa lebih mudah. Benar-benar sekeras dan sesusah itu, tanganku sampai pegal gara-gara harus mencet keras tubenya buat ngeluarin produknya :")
Karena ini adalah mud mask, jadi teksturnya sudah pasti jauh lebih pekat dibandingkan clay mask pada umumnya. Mud mask Beau Kirana ini juga punya wangi yang enak banget yaitu wangi green tea, dan bukan jenis yang aneh sama sekali, malah menurutku wanginya persis kayak matcha, so relaxing! Tiap mau maskeran aku pasti ngendusin maskernya dulu sebelum diapply ke muka karena memang seenak itu wanginya huhu 💗 Seperti yang kalian lihat juga masker ini ada butiran-butiran scrubnya, jadi bisa sekalian untuk exfoliating secara physical. Menurutku pribadi sih scrubnya masih terlalu harsh, jadi waktu mau dibilas aku nggak perlu gosok mukaku terlalu kencang karena takut nanti scrubnya bikin kulit jadi kering.

Aku pakai masker ini setiap dua hari sekali, dan untungnya sih nggak bikin kulit jadi kering sama sekali walau dipakai sesering itu. Dari Beau Kirana sendiri menganjurkan dipakai dua kali seminggu aja, tapi gara-gara waktu pemakaian pertama kali dia bikin jerawatku yang udah ada matanya langsung kering, aku jadi ketagihan! xD Jadi klaimnya yang bilang dia bagus buat bikin jerawat kering itu memang benar, apalagi kalau lagi banyak bruntusan dan tekstur, kalau dipakaikan masker ini langsung kering satu per satu terus copot sendiri deh.
Maskernya ngasih sensasi dingin dan sayangnya di bagian kulitku yang sensitif, masker ini ngasih rasa pedas. Makanya kalau kaliah perhatikan di bagian bawah hidung pasti nggak aku pakaikan masker karena di situ kulitku paling sensitif. Kalau kena masker ini rasanya perih banget dan pedas :( Jadi kalau kulit kalian cukup sensitif, mungkin kalian harus siap-siap kalau mau nyoba masker ini. Tapi overall, aku suka karena selain klaimnya yang sesuai, mukaku kerasa bersih banget setelah pakai mud mask Beau Kirana. Rasanya kayak semua kotoran tuh divacuum gitu lho, dan kulit juga nggak jadi kering, malah plump. Maskernya cepat banget keringnya, cocok buat aku yang nggak suka lama-lama duduk nungguin masker kering hihi.
-----
Where to buy? Beau Kirana @ Shopee
How much? Rp 200.000 (excl. shipping fee)
Aku yakin banyak dari kalian yang udah lihat Aztec Secret Indian Healing Clay Mask ini beberapa tahun belakangan. Aku pun pertama kali notice "keberadaannya" itu waktu aku nonton video salah satu Youtuber luar negeri yang konten videonya itu lagi nunjukin declutter beauty room-nya dia sambil dia maskeran. Nah masker yang dia pakai itu Aztec clay mask ini. Cuma karena dari dulu aku bukan orang yang doyan maskeran, aku jadi nggak terlalu tertarik buat cobain clay mask ini. Ya sebetulnya bukan nggak suka maskeran sih, aku cuma nggak demen berdiam diri di tengah-tengah skincare routine karena habis pakai masker aku masih harus kasih moisturizer atau yang lainnya.
Baca juga: Skin Game Pore Rescue Mask Review
Kalau ditanya ini beli di mana, akupun nggak tahu. Jadi ceritanya aku bisa dapat clay mask ini adalah karena aku beli skincare preloved dari temenku dan dia kasih Aztec clay mask sebagai bonusnya. Karena dikasihnya pun gratis, jadi aku iyain aja. Ini bukan ukuran aslinya ya, tapi share in jar gitu, jadi sedikit doang. Setahuku yang aslinya tuh bener-bener gede banget.
Bubuknya warna hijau kayak bubuk matcha gitu, tapi baunya khas clay mask yang ada kaolin-nya gitu, kayak semen lah ya.

Waktu pertama kali ngeshare di Instastory kalau aku bakal cobain masker ini, orang-orang langsung nge-DM aku buat ngasih tahu supaya jangan kelamaan ditinggal kering maskernya karena bakal bikin kulit sakit banget. Berbekal kesotoyan rasio masker dan air buat dicampur, akhirnya aku aplikasiin maskernya ke muka dan aku diamkan sampai agak setengah kering tapi nggak sampai kering sama sekali. Aku agak susah cocok sama clay mask karena ada beberapa clay mask yang bikin kulitku jadi makin kering dan malah emphasize skin texture.
Terus efeknya gimana? Di aku, clay mask ini surprisingly nggak bikin kering sama sekali! Dia juga nggak susah dibersihkan, tinggal diguyur air aja dia udah langsung meleleh. Cuma efeknya yang benar-benar aku rasakan itu cuma dia bikin kulitku jadi lebih halus aja. Tapi ga ngurangin komedo atau yang lainnya, padahal banyak yang bilang kemampuan dia buat unclog pori-pori cukup oke. Sooo, at the end of the day it's a so-so mask, I guess?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons