Showing posts with label Foundation. Show all posts
Showing posts with label Foundation. Show all posts
Ah, akhirnya nulis review foundation ini juga! Belinya udah lamaaa banget. Kalau nggak salah barengan sama waktu aku beli foundation Pixy Stay Last Serum Foundation. Niatnya waktu itu mau dibikin battle karena keduanya keluar hampir di waktu yang bersamaan, jadinya banyak yang banding-bandingin foundation antara Emina sama Pixy. Tapi ya tahu lah namanya Dyn ya, ada aja sibuknya dan akhirnya nggak kesampaian buat battle dua foundie ini wkwkwk. Reviewnya aja si Emina ini baru tayang sekarang. Tapi mungkin nanti tetap bakal aku coba battle-in ya karena toh produknya masih ada di marketplace, siapa tahu ada yang butuh juga perbandingannya.
Foundation ini isinya 30ml, cukup standard ya buat ukuran foundie. Sama aja kayak Maybelline Fit Me Foundation walaupun si Emina ini kalau dipegang rasanya lebih ringan di tangan, tentunya karena Emina bahan kemasannya plastik. Finishnya semi-matte, udah ada SPF25PA+++ buat bantu melindungi kulit dari sinar matahari.

Coverage foundation ini benar-benar oke banget. Kalau kalian suka sama foundation dengan coverage tinggi, tapi dengan harga yang super affordable, kalian bisa banget cobain Emina Bare With Me. Ngeblendnya bagus banget di kulit, super smooth, almost like second skin. Kalian bisa lihat sendiri di foto, kelihatannya kayak kulitku jadi lebih rata warnanya tanpa kelihatan dempulan. Walaupun dia coveragenya tinggi sekali layer aja, tapi rasanya tetap ringan pas di muka, nggak berasa berat sama sekali. Oh iya satu yang aku notice, awalnya tuh dia kelihatan kayak agak abu di muka, tapi lama kelamaan shadenya nyatu sama kulit.
Untuk ketahanannya sendiri dia harus banget diset pakai powder, kalau nggak bakal gampang geser. Terus juga buat nahan minyak kurang oke, jadi pastiin skin prepnya bagus dulu terutama kalau kulit kalian berminyak banget kayak aku. Pakai primer yang bisa nahan minyak is a must, otherwise dia bakal bikin muka jadi kilang minyak dalam beberapa jam hahaha. Bisa sih diakalin beberapa jam sekali touch up pakai powder. Di bagian hidung tuh dia cepat banget hilang dibandingin sama bagian muka lainnya yang less oily. Nggak benar-benar hilang sih tapi cukup kelihatan kalau di situ foundationnya berkurang.
All in all buat ukuran foundation dengan harga Rp79.000 menurutku ini udah cukup oke. Worth to try banget karena nyaman, coverage oke, ringan, murah, dan gampang dicari juga.
Review produk ini udah ketahan lama banget. Aku kayaknya beli produknya sekitar akhir tahun 2020? Pokoknya udah lama banget deh. Waktu tahu Dear Me Beauty mau launching foundation aku excited banget karena complexion product adalah produk make-up favoritku. Aku termasuk yang suka banget eksperimen sama foundation walaupun aku jarang pakai kecuali untuk acara-acara tertentu. Foundation menurutku produk yang benar-benar bisa boost confidence aku jadi berkali-kali lipat karena dia bisa nutupin segala imperfection di muka dan ngasih aku blank canvas yang kemudian bisa diisi dengan warna-warna kayak blush, bronzer, dan eyeshadow.
Makanya when it comes to foundation, aku tahu persis formula dan finish kayak apa yang aku suka. Walaupun mungkin foundation yang aku coba total belum sebanyak beauty blogger terkenal, tapi dari semua yang uda pernah kucoba, aku udah bisa menentukan what I like and dislike dari sebuah foundation. Makanya waktu Dear Me Beauty akhirnya release foundation, aku langsung bertekad buat cobain karena penasaran siapa tahu dia sesuai sama kriteriaku, apalagi karena ini kan produk lokal. Yuk yang mau baca reviewnya just keep reading!
Jadi produk ini punya nama panjang Airy Poreless Liquid Foundation. Kalau dilihat dari namanya dia ngasih kesan kalau formulanya bakal ringan di kulit alias nggak bakal bikin kita berasa pakai foundation yang ngedempul, dan bisa menyamarkan tampilan pori-pori saat pemakaian. Seenggaknya itu ekspektasiku di awal yang bikin aku tertarik buat cobain karena aku paling nggak suka pakai foundation yang berat kayak Maybelline Fit Me, walaupun dari segi coverage memang bagus banget sih karena bisa sampai full coverage. Tapi setelah sekian lama cobain foundation dari beberapa brand, aku sadar kalau pada akhirnya kenyamanan itu nomor satu.
Produk ini punya beberapa klaim seperti: menyerap menyak berlebih, ringan, tahan lama, memberikan coverage yang full, dengan finish matte dan tetap terlihat natural. Untuk shadenya sendiri tersedia dalam 15 shade. Aku sendiri pakai yang shade W02 Golden Beige yang cocok untuk kulit sawo matang dengan warm undertone. Oh iya, foundation ini juga udah dilengkapi dengan SPF 18 lho, jadi bisa nambah protection di pagi hari dari sinar UV.
Seperti yang bisa kalian lihat, produknya punya desain yang mirip sama foundation Rose All Day karena dia bukan dikemas dalam botol tapi dalam bentuk tube. Tentunya foundation ini juga udah dilengkapi dengan pump (thank God!) karena harganya termasuk in the middle dan bisa udah dapat pump tuh helpful banget. Biasanya foundation dengan pump harganya bisa nyentuh kepala 2, tapi ini di bawah 200.000 udah ada pump.

Terus gimana performanya? Dari pemakaian pertama sebetulnya aku udah langsung jatuh cinta karena dia sesuai dengan klaimnya yang bikin kulit kelihatan natural seolah-olah kita nggak pakai foundation. Coveragenya bisa kubilang sih medium to full, gampang dibuild up kalau memang butuh coverage lebih dan dia juga sesuai dengan klaimnya yang poreless karena seperti yang bisa kalian lihat di foto, pori-poriku yang besar lumayan terisi pas pakai foundation ini. Dulu sebelum aku ketemu foundation Rose All Day aku selalu pakai dari Dear Me Beauty apalagi kalau untuk rekaman video Youtube karena hasilnya yang bikin muka flawless banget. Menurutku untuk kalian yang butuh foundation daily bisa banget sih cobain ini. Dia juga nggak gampang geser atau hilang-hilangan, cuma di kulitku yang super oily oil controlnya masih kurang. Pastiin aja skin prep kalian cukup dan pakai primer yang mattifying biar hasilnya nggak terlalu shiny.
Haloo selamat weekend semuanya! Hari ini aku kembali lagi dengan review produk complexion dari brand lokal yang akhir-akhir ini produknya lagi jadi kecintaanku banget yaitu Rose All Day The Realest Lightweight Foundation. Aku udah naksir sama foundation dari lama banget, dan baru bisa kebeli sekitar bulan November tahun kemarin karena foundation diskon dari harga Rp 200.000 jadi Rp 125.000 aja di websitenya. Namanya juga wishlist ya, sayang banget dong kalau dilewatkan. Jadi aku check out lah dia. Aku pertama kali kepincut buat cobain foundation Rose All Day ini karena baca reviewnya Mbak Mon yang bilang kalau ini foundation kesukaannya dia. Dan pas banget, karena shade kulit kita sama, jadi aku tinggal nyontek aja shadenya heheh.
Aku memutuskan buat beli yang shade Warm Honey karena udah pengalaman ternyata memang shadeku dengan Mbak Mon banyak yang match. Memang udah paling enak kalau bisa menemukan sesama blogger yang skin tonenya sama karena sampai detik ini aku masih suka takut aja kalau beli complexion product online. Foundation ini punya klaim kalau dia ringan, tahan lama, hasilnya menyatu dengan kulit jadi nggak akan terlihat dempulan. Foundation ini juga udah mengandung UV protection walaupun nggak tertulis SPF-nya berapa, jadi menurutku jangan rely on this foundation alone, selalu pastikan kalian pakai sunscreen dulu sebelum make-up.
Di dalam foundation ini juga mengandung ingredients yang menjaga kulit tetap lembab seperti hyaluronic acid, vitamin E, ada zinc juga, bahkan vitamin C. Aku selalu suka complexion product yang ingredientsnya udah kayak skincare. Ngerti kan maksudku, jadi kita pakai make-up tanpa bikin kulit capek atau malah jadi nggak terawat apalagi buat kita-kita yang jam terbang pakai make-upnya cukup tinggi. Dan karena foundation itu adalah base make-up kita dan areanya paling luas, aku selalu lebih tenang kalau foundationku mengandung ingredients yang bisa bantu merawat kulit sekaligus.
Packaging foundation Rose All Day ini memang bukan modelan botol pada umumnya, dia bentuknya tube sama seperti L'Oreal Infallible Pro-matte. Cuma bedanya foundation ini udah pakai pump sementara L'Orael kan belum ya. Aku sangat bersyukur sih dengan foundation yang ngasih pump karena pump itu ngebantu banget dalam mengeluarkan produknya supaya nggak kebanyakan di awal. Produk juga jadi lebih higienis karena nggak terpapar udara terlalu sering, dan untuk foundation dengan harga Rp 200.000 menurutku udah wajar lah dapat pump tuh. Kalau nggak mungkin aku nggak akan tertarik beli hahaha. Tapi foundationnya sendiri overall kerasa ringan banget, bahkan waktu pertama tiba tuh aku kira lebih besar lagi tapi ternyata kecil juga. Walaupun begitu dia isinya 30ml jadi sama aja kayak foundation pada umumnya. Kalau mau dibandingin, isinya sama kok kayak Maybelline Fit Me.

Sejujurnya walaupun aku baca dia reviewnya cukup banyak yang positif, aku tetap menjaga ekspektasiku supaya nggak ketinggian. Tapi setelah beberapa kali pakai entah itu buat kondangan atau rekaman video di Youtube, akhirnya aku berani mendeklarasikan kalau dia adalah foundation terbaik yang pernah aku coba. Kalau bahasa kerennya "no cap" alias nggak ngadi ngadi. Foundation ini beneran sesuai klaimnya; lightweight. Dia kerasa ringan banget di kulit, dilayer beberapa kali pun nggak kerasa dempulan. Hasilnya juga kelihatan apik nggak mempertegas tekstur muka.
Dia nggak oxidize, coveragenya medium to full, dan oil controlnya cukup oke walaupun untuk aku yang kulitnya oily memang agak susah sih kalau mau benar-benar kering nggak berminyak mukanya. Jadi dalam skala orang dengan kulit berminyak, performa foundation ini bisa kubilang oke. Dia juga nggak gampang geser, nggak gampang hilang di bagian kulit yang berminyak. Ini adalah dream foundationku yang kalau disuruh pilih satu foundation untuk dipakai seumur hidup, I'd choose this foundation. Good job, Rose All Day!
Halo semuanyaa! Apakah kalian notice ada yang berbeda dari blog aku? :3 Yes, aku akhirnya ganti template! Sebetulnya aku udah dari lama pengen banget ganti template blog, tapi browsing sana-sini susah banget yang bisa pas di hati desainnya. Selama ini aku selalu pakai template gratisan kan, dan sewajarnya template gratis, yang pakai pasti banyak, jadinya susah buat bikin blog terlihat one of a kind. Sampai beberapa waktu lalu waktu aku lagi blogwalking, aku lihat ada yang pakai template cantik banget. Aku klik lah sumber templatenya, dan ternyata template yang blog itu pakai adalah template premium. Pas aku browsing katalognya, aku langsung jatuh cinta dan kepikiran mau beli juga template premium. Long story short, I did buy the template, so here we are now! Gimana menurut kalian, bagus nggak? :3
Okay okay, enough about the new design, hari ini aku mau ngereview salah satu produk yang aku udah punya cukup lama yaitu L'Oreal Infallible Stay Fresh 24H Foundation. Aku ingat banget pertama kali notice keberadaan foundation ini karena dia sering banget disebut-sebut sama Tati di video Youtubenya. Habis itu aku juga lihat salah satu adik tingkatku di kampus pakai ini dan katanya bagus. Ditambah mutualku di Instagram juga ada yang pakai, aku makin tergiur lah mau cobain. Tapi ternyata perjalananku buat membawa dia pulang nggak semudah kelihatannya.
Ketika aku bilang perjalanan meminang dia nggak semudah kelihatannya, aku nggak bercanda. Jadi ceritanya begini, dari awal aku tahu kalau foundation ini dijual di drugstore seperti Watson dan Guardian. Dari awal aku memang nggak berencana untuk beli di toko offline apalagi kedua toko itu karena biasanya beli online lebih murah. Selain biasanya ada diskon, juga karena ada poin-poin belanja yang bisa aku tukarkan untuk nambah potongan harga. Aku cuma main ke toko offline tuh buat memastikan shadenya, karena habis lihat-lihat di internet kok aku kurang yakin aja gitu.
Tapiii, ternyata susah banget nyari shade yang pas buatku di drugstore! Agak bikin kaget karena foundation L'Oreal yang satu ini aslinya ada banyak banget shade yang dikeluarin. Tapi yang aku lihat di drugstore tuh sedikiiit banget, cuma 5 shade itupun nggak lengkap semuanya. Heran aja padahal L'Oreal sama Maybelline satu company tapi somehow aku lebih gampang nyari shade foundationnya Maybelline Fit Me dibanding L'Oreal. Padahal keduanya ngeluarin shade segambreng, tapi L'Oreal ini yang masuk drugstore Indonesia malah sedikit banget. Aku juga sempat cek ke websitenya Sociolla, mereka juga cuma jual 5 shade aja. Waktu itu ada shade 235, shade tergelap yang aku temuin untuk foundation Infallible Stay Fresh 24H ini. Tapi pas beberapa waktu lalu aku cek lagi, shade 235 itu udah nggak ada :")
Akhirnya setelah dipikir lama, sampai kirim email ke L'Oreal Indonesia, aku memutuskan buat settle di shade 150 Radiant Beige sesuai yang disarankan sama L'Oreal-nya. Sempat ragu karena temanku yang kulitnya lebih cerah pakai shade 200, dan biasanya kan semakin gelap shadenya semakin tinggi angkanya, tapi ternyata untuk L'Oreal Infallible Stay Fresh 24H ini nggak begitu 😅
BACA JUGA: BLP Face Base Foundation Shade W30 Review
Dari segi packaging, aku suka banget sama Infallible Stay Fresh 24H ini karena dia udah pakai pump, botolnya terbuat dari kaca yang kerasa super sturdy juga jadi nggak terkesan murah sama sekali. Dari semua foundation yang pernah dikeluarkan sama L'Oreal, aku paling suka kemasan mereka yang model ini. Kalau yang tube seperti modelan Infallible Pro-matte, aku kurang sreg karena terlalu basic aja. Pumpnya ini juga gampang buat diatur mau seberapa banyak kita dispense produknya, jadi nggak perlu khawatir bakal kebanyakan ngeluarin foundationnya. Menurutku itu detail kecil yang sangat penting buat aku pribadi. Males banget kan kalau pumpnya terlalu kencang jadinya produk yang keluar suka kebanyakan, padahal udah jelas nggak akan bisa dimasukin lagi ke dalam botolnya kalau sisa.

Klaim foundation ini sebetulnya banyak banget, tapi satu yang bikin aku kekeuh mau cobain dia adalah karena dia lightweight. Kalau udah klaim itu di complexion product, aku pasti ngelirik deh, dijamin. Karena complexion product itu kan bakal makan space banyak banget di muka kita, dia adalah pondasi dari make-up kita. Udah sewajarnya kita tetap merasa nyaman meski pakai foundation. Dan ternyata memang benar. Tekstur foundation ini cair banget, super liquidy. Dia mengingatkan aku sama foundationnya BLP yang juga lumayan cair. Dengan tekstur cairnya itu, aku kagum foundation ini bisa ngasih coverage yang cukup decent, meski untuk aku pribadi ini masih termasuk light to medium ya belum masuk full coverage.
Judul foundationnya sendiri Stay Fresh 24H but let's be honest, siapa sih yang pakai foundation sampai 24 jam? Aku aja paling lama paling 6 jam aja, jadinya untuk klaim nyaman selama 24 jam itu aku kurang tahu juga ya benar apa nggaknya karena aku nggak ngetes sampai selama itu. Dari pengalamanku pakai foundation ini, dia lumayan oke performanya. Satu yang aku mau acungi jempol itu dia nggak oxidize, nggak bikin muka kelihatan kusam. It does stay true to its name, "stay fresh", bahkan setelah berjam-jam dipakai bercampur keringat dan mungkin polusi juga. Sayangnya sih oil controlnya kurang oke di aku yang memang punya kulit berminyak. I'm a heavy oil producer, dan kalau pakai foundation ini aku harus sering ngeblot muka pakai oil paper. But other than that, dia cukup oke. Nggak gampang geser atau transfer kemana-mana juga. Buat kalian yang nggak suka pakai foundation dengan feeling yang bikin berat di muka, kalian bisa banget cobain produk ini!
Kalau ngomongin soal make-up, step kesukaanku adalah pakai foundation. Ada sesuatu sama aktivitas ngeratain foundation pakai beauty sponge yang bikin aku jadi puas aja gitu, ngelihat gimana warna nggak merata di kulit yang disebabkan karena bekas jerawat menghitam atau kemerahan perlahan menghilang dan berakhir sama lembaran kosong yang siap digambar. Ih sok puitis banget aku ya haha. Eh tapi benar lho, aku paling suka kalau udah pakai foundation, concealer, terus bedak. Rasanya muka udah siap aja diajak tempur bareng. Bukan berarti aku nggak pede tanpa make-up karena imperfection di muka aku ya, cuma aku menganggap mukaku itu sebagai canvas aja. Begitu dikasih foundation, aku jadi lebih inspired untuk pakai eyeshadow, blush, lipstik dll karena canvasnya udah "bersih".
Makanya ketika memilih foundation, aku mengutamakan coverage dan kenyamanan pakai. Karena ya namanya foundation ya, kalau coveragenya loyo menurutku mending pakai bedak two way cake aja atau cushion. Toh foundation memang nggak aku pakai setiap hari, hanya untuk ocassion tertentu aja. Cuma dengan kriteria coverage yang oke dan nyaman dipakai itu kadang jadi susah nyari yang pas. Karena kebanyakan foundation dengan coverage tinggi suka terasa berat di kulit. That is, sampai aku ketemu Pixy Stay Last Serum Foundation.
Jadi dari pertama Pixy ngeluaring produk ini aku langsung tertarik karena complexion product Pixy tuh cocok banget di aku. Sebelumnya aku udah cobain cushion dan two way cake mereka dan dua-duanya aku suka. Sempat diece sama beberapa orang karena kemasan Stay Last Serum Foundation ini mirip banget sama produknya Nyx sih, tapi aku nggak terlalu peduli haha. Toh kemasan kayak gini nggak iconic ya, terlalu umum aja jadi kalau Pixy mau pakai botol serum begini ya ngga perlu jadi masalah besar.
Aku tertarik untuk cobain karena tentu saja dengar-dengar dia coveragenya mantep banget, tapi tetap kerasa ringan di kulit. Wah, kalau udah kayak gitu aku mana bisa tahan kan. Pas lihat harganya juga nggak memberatkan karena cuma Rp 65.000, standard lah ya produknya Pixy memang nggak pernah mahal-mahal. Untuk belinya sih kemarin aku beli di Sociolla karena aku masih punya SOCO points buat ditukarkan jadi bisa motong sampai separuh harga, jadi kemarin aku cuma bayar Rp 30.000-an haha.
BACA JUGA: BLP Face Base Foundation Shade W30 Review

Produk ini teksturnya memang cair banget sih, menurutku dia yang paling cair dari semua foundation yang aku punya. Produknya juga wangi banget, kayak wangi body lotion gitu. Untuk coveragenya sendiri seperti yang kalian bisa lihat, dia benar-benar bisa nutupin banyak banget jenis discoloration di kulit. Mulai dari bekas jerawat yang kehitaman, sampai yang kemerahan, semua bisa ditutup. Coveragenya termasuk medium to full, dia buildable banget dan benar-benar nggak kerasa dempulan. Untuk shade 04 Golden Tan ini awalnya dia kelihatan kayak lumayan whitecast gitu, tapi lama-lama bisa ngeset dan jadi satu warnanya sama kulitku. Agak oxidize sedikit, tapi masih kelihatan oke di muka nggak bikin kusam.
Untuk oil controlnya sendiri menurutku standard sih, mukaku yang memang udah dari sananya tipe yang berminyak ya tetap berminyak di bagian T-zone apalagi setelah lewat 3 jam pemakaian. Tapi masih standard berminyaknya, nggak yang sampai heboh banget. Dia juga nggak geser dan nggak hilang meski kena minyak. Mungkin karena pengaruh loose powdernya juga ya yang bisa ngunci foundation ini dengan baik. Kalau misalnya kalian butuh complexion product yang coveragenya tinggi dengan harga yang super duper murah, kalian bisa banget cobain Pixy Stay Last Serum Foundation.
Barusan aku cek draft postinganku di blog dan aku baru sadar, ternyata banyak banget review foundation yang belum ditulis, padahal udah lama aku coba haha. Aku juga cek label Foundation di blog ini dan kaget karena ternyata baru ada dua postingan bahas soal foundation 😠Jadi hari ini aku bakal nulis soal salah satu foundation yang jadi favoritku di tahun 2019 yakni Wet N Wild Photofocus Foundation! Aku yakin banyak dari kalian yang udah pernah dengar soal foundation ini, aku sendiri memutuskan buat cobain setelah lihat reviewnya Tati Westbrook yang bilang kalau ini salah satu foundation drugstore kesukaan dia.
Harganya sendiri tuh nggak mahal kalau beli online, masih pas banget di kantong. Aku sendiri beli di Toko Beauty Bank di Shopee sekitar Rp 80.000-an kalau nggak salah (nanti aku link tokonya di akhir postingan).
BACA JUGA: BLP Face Base Foundation Shade W30 Review
Shade foundation Wet N Wild Photofocus ini banyak banget, ya as expected karena dia produk dari brand luar ya, jadi udah pasti harus punya pilihan shade yang luas. Aku berharap banget nih brand lokal mulai begitu juga biar semakin banyak orang Indonesia yang bisa menemukan shade foundation mereka di produk complexion lokal.
Aku sendiri milih shadenya pakai bantuan dua website, satu pakai Findation, satunya lagi lewat webnya Wet N Wild langsung, mereka punya mesin shade finder yang bisa bantu kamu nyari shade yang pas dengan referensi foundation yang selama ini kamu pakai. Alasan lainnya kenapa aku pakai cara ini adalah karena meskipun Wet N Wild ini tersedia di Watson dan Guardian, tapi pilihan shade yang ada di display nggak pernah lengkap. Entah karena yang masuk ke Indo memang sedikit atau gimana.
Berbeda dari foundation lainnya, kalau biasanya foundation dalam packaging botol itu pakai pump, atau semacam Maybelline yang harus dituang manual, foundation Wet N Wild ini aplikatornya pakai spatula yang menurut kebanyakan orang justru kurang higienis karena spatulanya bakalan sering nempel ke kulit. Aku pribadi sih cukup bodo amat ya haha, toh itu foundation aku doang yang pakai. Atau kalau nggak mau langsung kena kulit bisa diapply ke sponge atau brush aja.

Untuk coveragenya, dia menurutku medium to full. Terus nggak oxidize terlalu jauh juga, dan foundation ini dinamakan Photofocus karena dia diklaim nggak ngasih efek flashback di muka. Jadi kalau misal kita difoto pakai sinar flash, muka kita nggak akan kelihatan putih sendiri kayak badut. Di bagian belakang produknya katanya sih foundation ini udah dites di bawah 7 jenis pencahayaan, dari pencahayaan pro sampai yang ecek-ecek kayak cahaya dari sinar handphone.
Oil controlnya juga oke, dan setelah dipakai 6 jam juga foundationnya nggak geser sama sekali. Nggak creasing juga, dan gampang diblend. Bahagia banget aku waktu menemukan dia setelah sebelumnya pakai foundation Maybelline yang oxidize parah banget jadi bikin kusam. Setiap aku pakai foundation ini, kulitku jadi cakep banget mulusnya karena dia nutupi semua bekas jerawat.
Waktu BLP release teaser soal produk terbaru mereka, kelihatan banget kalau mereka pada akhirnya akan keluarin rangkaian complexion product setelah udah ada pendahulunya si translucent face powder. Salah satu step dalam make-up yang aku suka selain ngalis adalah pakai foundation. Menurutku rasanya satisfying banget waktu ngeblend foundation dan perlahan kulit yang tadinya nggak sama warnanya jadi kelihatan menyatu.
Awalnya sih cuma kepengen biasa aja, nggak ngoyo haru beli saat itu juga, tapi nggak tahu kenapa kok tiba-tiba sebelum aku balik ke Bekasi, aku malah beli dia waktu main ke toko offlinenya BLP di Jogja. Awalnya padahal nyari pensil alisnya (yang akhirnya kebeli juga haha) tapi pas lihat ternyata baik foundation dan concealernya udah sama-sama ready di toko aku langsung lupa tujuan utamaku. Ini pertama kalinya aku beli produk mendekati waktu launching di mana belum banyak review bermunculan.
Untuk shade foundationnya sendiri ada 5 pilihan; W10, W20, N20, W30, dan C30 sebagai shade paling gelapnya. Aku sendiri tadinya mikir bakal pakai C30 setelah lihat dari foto swatch yang ada di Instagram resmi BLP Beauty, tapi ternyata pas nyoba swatch di tokonya langsung, shade C30 terlalu gelap di kulitku. Akhirnya sama mbak yang jaga disaranin buat pilih shade satu tingkat di atasnya yait W30, dan ternyata cocok! Aku tanya sama mbaknya dia bakal oxidize apa nggak, dan katanya sih iya. Shade W30 ini sendiri udah kelihatan dari warna labelnya ya, punya yellow undertone dan diperuntukkan untuk pemilik kulit sawo matang atau medium tan. Menurutku dengan pilihan shade yang sekarang sih masih kurang bisa memenuhi standard kulit Indonesia yang cenderung sawo matang, tapi aku harap ke depannya BLP bisa nambahin shade lainnya supaya bisa menjangkau lebih banyak warna kulit.
BACA JUGA: BLP Brow Definer Shade Ash Brown Review
Berikut beberapa klaim yang tertulis di body foundationnya. Foundation ini diklaim nggak bikin berat di muka, punya finish yang semi-matte (jadi nggak akan terlihat dead matte yang flat, masih akan kelihatan glownya), dan punya coverage light to medium. Setelah selama ini nyobain foundation dari berbagai merk, aku nggak masalah mau finishnya matte atau dewy, yang mana aja aku suka. Malah sejujurnya aku prefer face base yang nggak terlalu mattifying sampai muka kelihatan datar banget kayak kertas HVS, karena kalau udah begitu harus kerja ekstra buat bikin muka lebih berdimensi dengan bronzer, highlighter, dll. Meanwhile aku sukanya make-up yang aku pakai lebih untuk enhancing apa yang udah ada aja.
Kemasannya juga cantik banget, simple, khas BLP. Botolnya mirip kemasan lip product mereka cuma versi gedenya aja haha. Concealernya pun aku lihat juga punya desain yang sama kayak foundationnya. Banyak yang bilang mirip Fenty Beauty, tapi menurutku nggak juga sih karena toh dari awal BLP muncul juga desain packaging mereka udah begini. Justru riskan kalau mereka mau coba terlihat revolusioner dengan mengganti packaging dengan bentuk atau kombinasi warna yang berbeda karena nggak akan kelihatan BLP-nya. Untuk harga di bawah Rp 200.000, aku bersyukur produk ini udah ada pumpnya wkwk. Kalau nggak dapat pump mah bakal sedih banget :( Oh iya, karena bahan botolnya yang doff, jadi warna produk sama label di bawah botolnya akan kelihatan beda. Saranku tetap kalau kalian mau beli, coba diswatch dulu, terus diamkan sampai beberapa lama (mungkin sambil pergi jalan) buat lihat gimana dia ngeset di kulit.
Waktu awal swatch di tangan setelah produknya sampai, aku agak kaget karena dia berubah jadi gelap banget dari pertama kali diswatch. Aku pikir itu namanya oxidize, tapi ternyata foundationnya cuma ngeset aja di kulit. Oxidize itu ketika si foundie udah nempel di muka, dipakai sampai berjam-jam kecampur oksigen, debu, polusi dll, baru kelihatan deh itu oxidize apa nggak. Setelah beberapa kali test drive di rumah (karena lagi pandemi jadi nggak banyak pergi keluar) dia perlahan-lahan jadi foundation favoritku. Teksturnya cair, dan sesuai klaimnya dia memang lightweight, jadi nggak bikin berat di muka, sehingga kalau kalian tipe orang yang punya kegiatan mengharuskan pakai foundation setiap hari, menurutku ini bisa jadi opsi baru buat kalian.
Coveragenya juga sama seperti klaimnya, light to medium. Aku sendiri biasanya cukup pakai satu layer aja juga udah cukup untuk nutupin bekas jerawat yang nggak terlalu gelap. Tapi kalau kalian punya banyak PIH, kemerahan, gitu-gitu mungkin akan butuh lebih banyak layer. Foundation ini buildable tanpa bikin muka kelihatan cakey. Sayangnya kalau kulitku lagi ada dry patches, foundation ini bisa nempel dan bikin tekstur muka di area tersebut jadi lebih kelihatan. Jadi aku harus memastikan kulitku lembab dan well-prepped sebelum pakai foundation ini. Dia juga harus benar-benar diblend dengan baik, kalau nggak justru akan kelihatan patchy di kulit.
Wah, akhirnya... setelah sekian lama cuma bisa ngelihatin produknya di video Youtube orang-orang, aku bisa punya juga! Jadi sejujurnya aku ini bukan tipe orang yang rajin pakai foundation atau concealer karena sejauh ini mukaku nggak banyak noda yang perlu aku cover. Cuma memang kalau untuk acara-acara tertentu, sekedar ngedate sama pacar atau pergi kondangan, aku merasa tetap butuh karena beda aja rasanya dandan dengan base complexion sama yang nggak pakai sama sekali. Salah satu yang jadi alasanku selama ini nggak pernah pakai foundation dan sejenisnya juga karena sebetulnya aku ini pemalas, haha. Aku tuh jarang banget memberikan waktu lebih buat ngurusin kulit ataupun penampilan. Kalau aku udah commit untuk pakai make-up, berarti aku harus meluangkan waktu juga buat membersihkannya dan biasanya aku udah keburu ngantuk huhu.
Aku udah lama ngincar produk ini selama beberapa bulan belakangan. Entah kenapa kayaknya aku ini selalu telat ngikutin trend make-up yang lagi booming deh. Soalnya aku selalu butuh nonton review dari beauty vlogger dulu sebelum benar-benar beli produknya. Aku juga udah ke sana kemari nanya teman-teman foundation Fit Me ini worth it atau nggak, karena banyak juga yang saranin aku buat cobain L'Oreal Infallible Pro-matte. Nah kebetulan waktu lagi jalan sama mas pacar, foundation Fit Me ini lagi diskon dari Rp 150.000 jadi Rp 112.000 aja di Matahari. Wah, lumayan banget kan? Langsung lah aku bungkus!
Aku udah lama ngincar produk ini selama beberapa bulan belakangan. Entah kenapa kayaknya aku ini selalu telat ngikutin trend make-up yang lagi booming deh. Soalnya aku selalu butuh nonton review dari beauty vlogger dulu sebelum benar-benar beli produknya. Aku juga udah ke sana kemari nanya teman-teman foundation Fit Me ini worth it atau nggak, karena banyak juga yang saranin aku buat cobain L'Oreal Infallible Pro-matte. Nah kebetulan waktu lagi jalan sama mas pacar, foundation Fit Me ini lagi diskon dari Rp 150.000 jadi Rp 112.000 aja di Matahari. Wah, lumayan banget kan? Langsung lah aku bungkus!
Foundation ini ada dua versi; Matte & Poreless dan Dewy & Smooth. Karena tipe kulitku oily, jadinya udah pasti aku pilih yang Matte & Poreless. Sebetulnya sempat swatch yang versi Dewy juga, dan dari teksturnya sih dia jauh lebih cair dibanding yang versi Matte.
Nggak kayak sebelumnya waktu aku beli concealer Colourpop di mana aku harus menebak-nebak shade aku, kali ini aku bisa cek langsung di muka biar nggak salah shade. In case kalian masih suka bingung gimana cara cari shade foundation yang tepat, caranya adalah dengan swatch foundationnya dari pipi melewati rahang dan turun sampai ke leher. Beberapa orang lehernya ada yang lebih gelap dibanding mukanya, dan saranku sih coba samain sama leher aja walaupun mungkin nanti jatohnya jadi gelap memang.
Waktu milih shade ini aku dibantu sama mbak-mbak BA-nya. Dia kasih aku beberapa pilihan shade, dan aku sempat bingung mau ambil 310 atau 330 karena keduanya benar-benar masuk ke kulit. Karena kata mbaknya foundation ini akan oxidize, jadinya aku mantap ambil yang 310 karena toh nanti kalau menggelap bisa tetap pas di kulit. Takutnya kalau pilih yang 330 malah nanti makin nggak masuk pas udah oxidize.
BACA JUGA: Maybelline Liquid Matte Sensational Shade 11 Made Easy Review
Nggak kayak sebelumnya waktu aku beli concealer Colourpop di mana aku harus menebak-nebak shade aku, kali ini aku bisa cek langsung di muka biar nggak salah shade. In case kalian masih suka bingung gimana cara cari shade foundation yang tepat, caranya adalah dengan swatch foundationnya dari pipi melewati rahang dan turun sampai ke leher. Beberapa orang lehernya ada yang lebih gelap dibanding mukanya, dan saranku sih coba samain sama leher aja walaupun mungkin nanti jatohnya jadi gelap memang.
Waktu milih shade ini aku dibantu sama mbak-mbak BA-nya. Dia kasih aku beberapa pilihan shade, dan aku sempat bingung mau ambil 310 atau 330 karena keduanya benar-benar masuk ke kulit. Karena kata mbaknya foundation ini akan oxidize, jadinya aku mantap ambil yang 310 karena toh nanti kalau menggelap bisa tetap pas di kulit. Takutnya kalau pilih yang 330 malah nanti makin nggak masuk pas udah oxidize.
BACA JUGA: Maybelline Liquid Matte Sensational Shade 11 Made Easy Review
Pertama kita akan bahas packagingnya dulu. Jujur, aku kurang suka sama jenis foundation yang botolnya nggak ada aplikator buat apply produknya karena jenis botol kayak gini sama sekali nggak handy dan bisa bikin berantakan ketika dituang ke tangan ataupun sponge kalau nggak hati-hati. Mungkin karena dari pihak Maybelline-nya mau bikin produk yang affordable, jadinya malah budget packaging diteken kali ya? Setahuku sih mereka jual pumpnya juga tapi terpisah dan beda harganya lumayan banget. Dan karena dia modelan yang dituang-tuang, jadinya kadang ada sisa produk menempel di mulut botol, jadi bikin botolnya kelihatan kotor deh.
BACA JUGA: Maybelline Define & Blend Brow Pencil Shade Grey Brown Review
BACA JUGA: Maybelline Define & Blend Brow Pencil Shade Grey Brown Review

Foundationnya itu sendiri gampang banget diblend, dia nggak jadi kering terlalu cepat, jadi kalian nggak perlu terburu-buru buat ngeblend produknya. Klaimnya sih bisa ngasih full coverage dengan tetap terasa lightweight di kulit, tapi menurutku sih dia bisa kerasa berat banget kalau kalian pakai lebih dari satu layer. Tapi coveragenya bisa dibuild dari medium sampai full memang. Kalau mau pakai foundation, selalu mulai dengan takaran sedikit, tipis-tipis diapply ke kulit, dan dibuild sedikit demi sedikit karena kalau udah kebanyakan di awal bakal susah banget buat ngehapusnya dan beresiko bikin tampilan jadi cakey.
Finishnya matte, tapi nggak yang dead matte gitu ya, jadi tetap bisa ngasih lihat glow asli kulitku. Aku prefer finish seperti ini karena sebagai orang dengan pemilik kulit berminyak, kadang susah mau terlihat glowing tapi bukan berminyak tuh haha. Jadi kalau finishnya dead matte malah repot, harus kasih highlighter atau strobing dulu baru kelihatan glowing. Oil controlnya menurutku kurang banget, karena nggak sampai 3 jam aja mukaku udah jadi kilang minyak, bahkan setelah diset dengan powder. Di bagian hidung juga dia bakal menghilang perlahan. Dan yang paling buruk sebetulnya dia oxidize jauh banget! Aku kaget karena kukira nggak akan terlalu jauh turun shadenya, tapi ternyata separah itu. Mungkin malah seharusnya aku ambil shade 228 karena di awal dandan mukaku kelihatan segar, tapi pas udah lewat beberapa jam jadi kelihatan kusam gitu.
Apakah aku bakal repurchase? Kayaknya nggak deh. Masih banyak foundation di luar sana yang menurutku performanya lebih bagus dengan harga yang kalau nggak sebanding, ya lebih murah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons