Showing posts with label Elsheskin. Show all posts
Showing posts with label Elsheskin. Show all posts
Hai hai! Hari ini aku mau ngereview moisturizer dari brand lokal yang baru banget launching beberapa hari lalu yaitu Elsheskin Hydra Boost Oil Free Moisturizer. Aku beruntung banget dapat kesempatan dari Elsheskin untuk cobain produk ini lebih dulu sebelum dia launching, so thank you so much Elsheskin! Aku udah pakai moisturizer ini dari awal bulan Agustus, dan sekarang aku bakal kasih reviewnya supaya teman-teman semua bisa memutuskan mau cobain apa nggak ;)
Moisturizer adalah sesuatu yang aku sendiri nggak bisa kalau nggak pakai. Lebih tepatnya sih bukan moisturizer ya tapi produk oklusif. Kulitku yang dehidrasi dan berminyak sekaligus bikin aku harus ngasih extra care soal kadar hidrasi dan kelembaban kulit. Makanya di akhir skincare routineku aku tetap harus ada produk oklusif buat bantu mengunci hidrasi supaya mereka nggak lepas dari kulit. Tapi kadang kita suka kesusahan nemu moisturizer yang pas di kulit. Salah pilih, moisturizer malah terlalu berat dan bikin kulit jadi overmoisturized, atau malah moisturizernya kurang bisa mengunci hidrasi jadinya nggak efektif.
BACA JUGA: Dorskin Matcha Glow Dream Mask Review
Elsheskin baru-baru ini mengeluarkan produk baru berupa moisturizer. Moisturizer ini ada 2 varian, yang kemasannya warna pink namanya Deep Hydration Calming Moisturizer sementara yang kemasannya biru punyaku ini namanya Hydra Boost Oil Free Moisturizer. Dari namanya pasti udah ketahuan ya pembedanya apa. Yap, yang Deep Hydration Calming Moisturizer ditujukan buat mereka yang kulitnya kering sementara Hydra Boost Oil Free Moisturizer ditujukan buat yang kulitnya berminyak, like me!
Kali ini aku lihat Elsheskin bikin kemasan produknya agak beda dari produk-produk mereka biasanya ya. Elsheskin tuh identik dengan kemasan merah dan putih, terus beberapa produknya masih ada yang bentuknya kayak produk klinik/dokter jadi kurang photogenic heheh. Tapi buat moisturizer terbaru mereka aku kaget karena kalau dilihat sekilas aja mungkin aku nggak bakal tahu ini dari Elsheskin. Bentuknya tube dengan isi 30ml dengan harga Rp129.000 dan sudah pakai pump. Pumpnya ini enak, nggak macet-macetan, ngeluarin produknya juga gampang.
Produk ini mengandung 10 ingredients yang jadi pemain utamanya yakni; ceramide, beet root, triple cica, galactosyl salicylate, zinc PCA, Japanese knotweed, saccharide isomerate, annona cherimola fruit extract, aloe vera, dan niacinamide.
Dia juga punya beberapa klaim seperti:
- Menghidrasi, menenangkan, dan melembabkan kulit
- Menyeimbangkan produksi minyak pada kulit berminyak
- Mengurangi kemerahan pada kulit berjerawat
- Melindungi, memperbaiki, dan memperkuat skin barrier
- Membuat kulit sehat, glowing, kenyal, dan halus
BACA JUGA: Harlow All Day Glow Cream Review

Produk ini punya tekstur yang buat aku heavenly banget. Untuk ukuran moisturizer dia termasuk ringan, nggak seberat yang aku bayangkan, tapi masih oke buat bantu melembabkan kulit untuk jangka waktu yang lama. Karena teksturnya yang ringan, aku bisa layer dia dengan skincareku lainnya tanpa ngasih finish kulit yang berminyak atau overmoisturized. Aku biasanya suka skip moisturizer di pagi hari karena beberapa sunscreenku memang cukup berat, jadinya aku memilih untuk nggak pakai moisturizer aja. Tapi Elsheskin Hydra Boost Oil Free ini bisa aku tandemin dengan sunscreen manapun yang aku punya dan dia nggak akan bikin muka jadi tambah berat, malah rasanya kulit tambah adem. Finishnya nyaman banget di kulit, membal dan smooth kayak pantat bayi haha.

Ini skin progressku selama pakai Elsheskin Hydra Boost Oil Free Moisturizer. Untuk ukuran moisturizer, dia benar-benar bantu banget buat menjaga kulit biar nggak gampang dehidrasi, apalagi selama wfh ini aku stay di ruangan ber-AC untuk waktu yang lama. Walaupun dia "cuma" moisturizer, tapi aku bisa melihat klaimnya cukup terbukti di kulitku. Tentunya nggak menutup kemungkinan bantuan dari produk skincare lainnya yang aku pakai berbarengan sama dia ya. Tapi seperti yang bisa kalian lihat, selain jerawat yang juga jadi semakin berkurang, bekas jerawat juga semakin memudar. Aku memang gampang jerawatan kalau kulit udah dehidrasi, jadinya ketika kulitku dapat asupan hidrasi yang cukup dan dikunci dengan baik, jerawat jadi jarang muncul. Overall, this is a really, really, really nice moisturizer yang bakal jadi staple di skincare routineku!
Di umur yang udah memasuki seperempat abad, kayaknya nggak lengkap skincarean kalau nggak pakai produk anti aging, bener nggak? Mamaku masih suka heboh kalau lihat aku pakai produk anti aging dari umur segini karena menurut beliau, produk anti aging dipakainya ya pas kita udah kelihatan tua, padahal harusnya kan sebelum penuaan dimulai ya. Salah satu produk anti aging favoritku selain sunscreen adalah retinol. Aku sendiri bukan pengguna baru retinol karena aku udah mulai pakai retinol dari umur 22. I took an early start, karena seperti yang aku bilang tadi, aku mau mencegah penuaan sebelum penuaan itu terjadi. Aku sempat baca-baca kalau kolagen pada kulit mulai berkurang di umur 20-an, makanya dari awal aku berusaha mengenalkan kulitku ke retinol supaya ke depannya bisa semakin terbiasa.
Di postingan kali ini aku akan mereview salah satu retinol yang akhir-akhir ini lagi aku pakai yakni Elsheskin Active Rejunevating Night Serum. Aku udah lama naksir sih, dan beruntung aku sempat ditawari sama Elsheskin untuk cobain produk mereka. Langsung lah aku pilih si retinol karena stok retinolku sedikit banget, plus aku udah dengar banyak review bagus tentang si serum ARN. Kalau kalian mau tahu pendapatku, baca terus sampai bawah ya!
Sama seperti serum Elsheskin pada umumnya, serum ARN dikemas dalam botol kaca berwarna coklat dengan aplikator berbentuk pipet. Aku selalu suka botol-botol yang kacanya coklat begini karena mereka bisa bantu melindungi produk di dalam botol dari sinar matahari supaya nggak cepat rusak.
Serum ini menggunakan 1% ecapsulated retinol, yang mana artinya formulanya lebih potent (kuat) tapi dia akan terasa gentle di kulit dibandingkan dengan retinol yang nggak encapsulated. Retinol seperti ini biasanya membutuhkan waktu untuk bekerja, jadinya dia aman untuk yang kulitnya sensitif sekalipun. Produk ini punya klaim untuk membantu mengencangkan kulit, mengurangi garis-garis dan kerutan halus akibat usia, dan membantu memudarkan flek hitam/age spots.
Ingredients: Aqua, Niacinamide, Pentylene Glycol, Propanediol, Glycerin, Cichorium Intybus Root Oligosaccharides, Tetradecyl Aminobutyroylvalylaminobutyric Urea Trifluoroacetate, Magnesium Chloride, Dipeptide Diaminobutyroyl Benzylamide Diacetate, Acetyl Hexapeptide-8, Caprylyl Glycol, Caesalpinia Spinosa Gum, Sodium Benzoate, Gluconolactone, Calcium Gluconate, Lecithin, Polysorbate 20, Retinol, Ethylhexylglycerin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Xanthan Gum, Disodium EDTA, Hyaluronic Acid, Glycyrrhiza Glabra Root Extract

Sejauh ini, retinol 1% adalah persentase retinol tertinggi yang pernah aku coba, sebelum-sebelumnya aku selalu pakai di bawah 1%. Tapi untungnya karena kulitku udah terbiasa pakai retinol, jadinya ketemu sama yang 1% pun nggak masalah, plus dia juga encapsulated. Aku pakai retinol ini masih sama dengan retinol lainnya; setiap dua hari sekali, malam hari aja, dan dibarengi dengan exfoliating product. Tekstur serumnya aku pikir bakal kental gitu, tapi ternyata cukup cair dan dia juga cepat menyerap di kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Biasanya retinol punya tendensi bikin kulit jadi kering kan, tapi serum ARN justru bikin kulit jadi lembab dan bouncy. Setelah pakai rutin selama sebulan terakhir, aku bisa lihat kulitku jadi benar-benar smooth dan halus banget, jerawat juga jadi cepat kering dan smile lines-ku tersamarkan.
Oh iya, tadi kan aku bilang aku juga pakai serum ini dibarengi dengan exfoliating product ya, tapi kalau misalnya kalian kulitnya sensitif dan nggak kuat kena dua produk dengan bahan aktif sekaligus, mending jangan ya. Aku pakai metode begitu karena aku udah coba dan kulitku ternyata kuat, malah hasilnya jadi bagus banget. Tapi balik lagi sesuaikan sama reaksi kulit masing-masing.
Siapa di sini yang masih kesulitan buat ngilangin noda bekas jerawat? Jangan sedih, karena aku pun juga masih menghadapi problem yang sama :") Kalau diingat-ingat suka gemes sendiri karena dulu aku bukan tipe yang gampang jerawatan, bahkan sekalinya jerawatan cuma pas mau menstruasi aja dan cuma 3 harian aja nanti udah kehempas sendiri dan nggak meninggalkan bekas. Tapi sejak 2018 semua berubah sejak negara api menyerang sejak aku balik dari Bali. Tiba-tiba kulitku jadi acne prone, seolah olah aku baru puber!
Sejak saat itu bekas jerawat jadi salah satu skin concern aku yang paling membandel. Karena kelar jerawat satu, nanti ninggalin bekas, muncul lagi jerawat, ngebekas lagi, on and on nggak pernah berhenti haha. Yaah, namanya juga kulit acne prone, dan makin ke sini aku makin bisa berdamai juga dengan keadaan itu. Salah satunya karena sekarang udah mulai menemukan produk-produk yang bisa jadi andalan buat mentackle bekas jerawat itu.
Sedikit intermezo, awalnya aku kira produk-produk Elsheskin ini cuma bisa dibeli dengan resep dokter, atau kita harus konsul dulu ke kliniknya, tapi ternyata ada beberapa produk mereka yang dijual bebas over the counter tanpa harus konsul. Aku udah cukup lama ngincer serum mereka, terutama si Radiant Skin Serum sama Vitamin C serum mereka. Waktu aku tanya ke orang-orang antara dua serum itu mendingan coba yang mana dulu, katanya kalau cuma untuk memudarkan bekas jerawat dan lagi nggak jerawatan banyak, mending coba Radiant Skin Serum dulu.
Ingredients: Aqua, Propylene Glycol, Butylene Glycol, Arbutin, Citric Acid, Sodium Sulfite, Acetyl Tyrosine, Saxifraga Sarmentosa Extract, Paeonia Suffruticosa Root Extract, Aminopropyl Ascorbyl Phosphate, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Glutathione, Glycerin, Niacinamide, PEG-400, Vitis Vinifera Seed Extract, Lecithin, Linoleic Acid, Tocopheryl Acetate, Sodium Ascorbyl Phosphate, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Tocopherol, Alcohol, Sodium Hyaluronate, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Aminoethylphosphinic Acid, Sodium Methylparaben, Xanthan Gum, Carbomer, Aminomethyl Propanol, Methylparaben, Sodium Metabisulfite, Disodium EDTA, Sodium Bisulfite
Serum ini dianjurkan untuk dipakai waktu kulit kita lagi nggak banyak jerawat, kurang tahu juga kenapa, aku belum sempat tanya pihak Elsheskin-nya langsung, tapi aku nurut-nurut aja sih ya namanya juga anjuran pakai kan. Selama sebulan lebih aku pakai Radiant Skin Serum, aku takjub banget sama hasilya. Sekarang jadi paham kenapa serum ini jadi favorit banyak orang apalagi buat yang punya banyak noda bekas jerawat kehitaman (PIH) kayak aku karena dalam waktu singkat, sekitar seminggu aja, progressnya tuh udah kelihatan banget!
Teksturnya cair banget, finishnya agak sedikit tacky dan kurang melembabkan, terus baunya agak kurang enak sih, kayak bau gas helium yang biasa ada di balon wkwk, tapi buatku nggak begitu mengganggu. Aku pakai pagi dan malam hari setiap hari, dan hasilnya bekas jerawatku yang kehitaman mulai memudar banget. Awalnya aku pasang ekspektasi rendah biar nggak terlalu kecewa, tapi ternyata baru seminggu pakai aja udah kelihatan banget, melewati ekspektasiku :") Serum ini worth to try banget, aku yakin kalian nggak akan nyesel nyobain.
Hai hai haaai! Wah, 2020 udah setengah bulan berlalu gengs, dan kita masih dijebak sama Covid-19. Benar-benar tahun yang bersejarah banget karena nggak pernah kepikiran bakal melewati masa hidup di mana ada pandemi sebesar ini yang sampai membatasi ruang gerak manusia di bumi :( But hey, semoga kita semua tetap diberikan kesehatan dan dijauhkan dari penyakit ya!
Hari ini aku merasa excited banget untuk nulis review. Padahal jujur, produknya baru banget aku terima beberapa waktu lalu, tapi hari ini aku udah nulis reviewnya karena aku nggak sabar banget buat share racun ini ke kalian! Jadi beberapa waktu lalu aku lihat Kak Risa @lippielust share swatch dari lip product terbarunya Elsheskin yakni Intense Gloss Matte, Smooth Lip Matte, dan Glam Gloss yang terdiri dari liquid lipstick dan lip gloss. Kalau kalian follow aku dari lama, kalian pasti tahu aku gloss girl banget, jadilah aku ngelirik lip gloss Elsheskin ini karena packagingnya cakep banget! Apalagi habis lihat swatchnya, aku punya feeling kalau lip gloss ini bakal bisa jadi dupe dari lip gloss favorit aku dari Fenty Beauty. Dari dulu aku memang determined buat cari dupenya si Fenty ini karena aku cinta banget sama dia tapi harganya lumayan mahal. Nah siapa tahu kalian juga lagi cari dupenya, hari ini aku bakal review lip gloss Elsheskin sekalian kasih perbandingan tipis tipis.
Sebelumnya aku belum pernah coba produk apapun dari Elsheskin, either skincare atau make-up mereka. Walaupun sebelumnya Elsheskin punya produk lipstick juga, tapi aku belum tertarik buat cobain karena kemasannya kurang oke. Waktu lihat desain yang terbaru ini aku berdecak kagum karena desainnya sleek dan nggak norak sama sekali. Simple, langsung to the point, apalagi buat desain kemasan Intense Gloss Matte-nya yang ada efek gradasi. Sayangnya si Glam Gloss ini dibedain dan botolnya transparan full, tapi jadinya kita bisa lihat langsung isi dalam botolnya.
Lip gloss ini bukan tipe yang cuma kasih efek basah di bibir aja, karena di dalamnya ada butiran shimmer yang ukurannya lumayan kecil. Menurutku kalau dibandingkan sama Fenty Gloss Bomb, shimmer Glam Gloss lebih kecil lagi ukurannya, jadi kemungkinan nggak akan bikin bibir kelihatan chunky yang awkward gitu. Persebaran shimmernya bisa lebih menyeluruh dan rata juga, jadi shinenya lebih subtle. Dari luar kelihatannya dia berwarna nude muda, tapi tenang aja karena pigmentasinya sebetulnya hampir nggak ada. Jadi kalau kalian sama seperti aku yang suka pakai lip gloss di atas lipstick biasa, produk ini bisa banget dijadikan sebagai lip topper.
Awalnya aku kira dia aplikatornya bakal berbentuk wand biasa kayak lip gloss pada umumnya, yang seperti doe foot begitu, tapi surprisingly Elsheskin pakai yang bentuknya pipih dan di tengahnya ada bolongannya. Jujur aku paling suka sama jenis aplikator yang seperti ini karena lebih mudah buat membingkai bibir dengan ujungnya yang lancip, dan produk yang keambil juga nggak akan bleber kemana-mana karena di tengahnya bolong. Kalian sendiri lebih suka aplikator seperti apa nih?

Okay, mari kita masuk ke review produknya! Jadi seperti biasa, kalau mereview lip gloss aku sediakan dua swatch bibir, yang satu dipakai tanpa base lipstick, yang satunya pakai base lipstick nude. Menurutku, karena shimmernya yang kecil-kecil itu jadinya shine yang dihasilkan kelihatan lebih subtle. Tetap kelihatan meskipun tanpa lipstick kalau ada butiran shimmernya, tapi nggak sampai yang blinding gitu haha. Dari segi tekstur juga dia termasuk ringan banget di bibir! Terus wanginya manis, enak banget, nggak bikin eneg karena nggak strong banget tapi tetap pleasing di hidung. Hasilnya kalau dikasih base lipstick dulu jadi cantik banget, benar-benar kasih efek plump kayak bibir dikasih filler hahahah.
Oh iya, salah satu hal yang aku perhatikan adalah botol lip glossnya ini mulutnya lumayan sempit, jadinya kalau ditarik keluar brushnya butuh effort sedikit dan karena itu dia jadi bikin produk yang nempel di brushnya lebih sedikit karena produknya udah kesisih duluan di mulut botol. Jadi kalau kalian takut pakai lip gloss kebanyakan sampai terasa lengket, tenang aja karena menurutku Glam Gloss Elsheskin ini cukup fool proof karena bisa dibuild sedikit demi sedikit. Walaupun aku pribadi sih pakai gloss ini cukup satu kali dipping in aja nggak perlu sampai beberapa layer.
Overall, menurutku dari semua lip gloss yang udah aku cobain, Glam Gloss dari Elsheskin ini udah yang paling mendekati sama Fenty Gloss Bomb. I'm so happy I finally find a close dupe! :") Buat kalian pecinta lip gloss, I highly recommend this product karena dia super duper nyaman di bibir, finishnya cantik, dan affordable banget!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons