Showing posts with label Lip gloss. Show all posts
Showing posts with label Lip gloss. Show all posts
Halooo! Ya ampun, udah lama banget aku nggak ngepost di blog heheh. Terakhir ngepost tanggal 21 Agustus, habis itu aku off hampir seminggu. Biasanya aku berusaha tiap tiga atau empat hari sekali ada postingan sih, tapi beberapa hari belakangan entah kenapa ngerasa lagi nggak ada mood buat nulis. And so I took some days off, karena kalau dipaksa nulis ketika lagi nggak mood jadinya malah ngalor ngidul karena feelnya nggak dapat hahah. Padahal banyak banget draft yang udah aku simpan tapi belum afdol rasanya jadi blogger kalau belum ngerasain writer's block.
But now I'm better than ever! Aku habisin waktuku kemarin main game, foto-foto produk, bikin beberapa thread di Twitter, dan main make-up. Selama mainan make-up ini aku lagi senang banget pakai lip gloss baruku dari Rose All Day yang aku beli di Sociolla beberapa waktu lalu. Kalau kalian udah lama jadi followersku di social media, kalian pasti udah tahu lah ya aku sekarang anaknya lip gloss banget. Dan Lip Gloss Rose All Day ini udah cukup lama jadi wishlist aku. Senang banget waktu akhirnya bisa menebus si kecil ini!
Jadi dari pertama lip gloss ini launching, aku udah naksir parah sama dia gara-gara konsep dan desain kemasannya yang super duper ngegemesin! Lip gloss dari Rose All Day ini dikemas kayak kotak obat, makanya namanya Glow Pill karena maksud dari mereka tuh ini kayak semacam pil obat. Baik bagian depan maupun belakang kotaknya didesain mirip sama bungkus obat, dan semua informasi juga udah tercantum seperti nama shadenya, ingredients, dan barcode produk.
Botol lip glossnya juga bentuknya compact banget, dia lip gloss paling kecil yang aku punya, dan untuk harganya sih aku ngerasa kurang sepadan. Tapi kurang sepadan in terms of ukuran aja hahah, soalnya di antara lip gloss lokal lainnya, harganya paling mahal sendiri, tapi paling kecil sendiri.
Untuk aplikatornya sendiri bentuknya seperti paddle, jadi bukan doe foot gitu. Pengaplikasiannya di bibir cukup mudah, dan dia nggak bikin produknya numpuk terlalu banyak. Mulut botolnya sendiri juga lumayan sempit, jadi pas dikeluarin dari botol bakal bantu nyaring produknya supaya nggak kebanyakan keluar.
Wanginya sendiri tuh enak banget, manis kayak permen, tapi nggak bikin eneg. Well, aku tipe penyuka wewangian manis sih makanya suka. Tapi kalau kalian bukan penggemar lip gloss yang wangi, mungkin akan kurang suka.

Nah seperti biasa, aku akan kasih dua foto kalau ngereview lip gloss. Dua foto di sebelah kiri itu lip glossnya dipakai sendiri tanpa dikasih base lipstik lainnya, sementara dua foto di sebelah kanan udah dikasih base lipstik. Lip gloss ini harus aku akui termasuk tipe lip gloss yang bagus dipakai di dua kondisi, baik dipakai sendiri atau berbarengan dengan lip product lainnya. Seperti yang kalian lihat di sebelah kiri, setelah dikasih lip gloss, hasilnya bibirku kelihatan lebih "bernyawa" dan sehat, padahal sebelumnya kering banget dan pucat.
Teksturnya sendiri termasuk ringan menurutku. Nggak bikin bibir berat atau jadi super lengket. Cuma untuk ketahanannya sendiri dia nggak terlalu oke. Meski nggak makan atau minum gitu, lama kelamaan sheennya hilang dengan sendirinya :(
Hai hai haaai! Wah, 2020 udah setengah bulan berlalu gengs, dan kita masih dijebak sama Covid-19. Benar-benar tahun yang bersejarah banget karena nggak pernah kepikiran bakal melewati masa hidup di mana ada pandemi sebesar ini yang sampai membatasi ruang gerak manusia di bumi :( But hey, semoga kita semua tetap diberikan kesehatan dan dijauhkan dari penyakit ya!
Hari ini aku merasa excited banget untuk nulis review. Padahal jujur, produknya baru banget aku terima beberapa waktu lalu, tapi hari ini aku udah nulis reviewnya karena aku nggak sabar banget buat share racun ini ke kalian! Jadi beberapa waktu lalu aku lihat Kak Risa @lippielust share swatch dari lip product terbarunya Elsheskin yakni Intense Gloss Matte, Smooth Lip Matte, dan Glam Gloss yang terdiri dari liquid lipstick dan lip gloss. Kalau kalian follow aku dari lama, kalian pasti tahu aku gloss girl banget, jadilah aku ngelirik lip gloss Elsheskin ini karena packagingnya cakep banget! Apalagi habis lihat swatchnya, aku punya feeling kalau lip gloss ini bakal bisa jadi dupe dari lip gloss favorit aku dari Fenty Beauty. Dari dulu aku memang determined buat cari dupenya si Fenty ini karena aku cinta banget sama dia tapi harganya lumayan mahal. Nah siapa tahu kalian juga lagi cari dupenya, hari ini aku bakal review lip gloss Elsheskin sekalian kasih perbandingan tipis tipis.
Sebelumnya aku belum pernah coba produk apapun dari Elsheskin, either skincare atau make-up mereka. Walaupun sebelumnya Elsheskin punya produk lipstick juga, tapi aku belum tertarik buat cobain karena kemasannya kurang oke. Waktu lihat desain yang terbaru ini aku berdecak kagum karena desainnya sleek dan nggak norak sama sekali. Simple, langsung to the point, apalagi buat desain kemasan Intense Gloss Matte-nya yang ada efek gradasi. Sayangnya si Glam Gloss ini dibedain dan botolnya transparan full, tapi jadinya kita bisa lihat langsung isi dalam botolnya.
Lip gloss ini bukan tipe yang cuma kasih efek basah di bibir aja, karena di dalamnya ada butiran shimmer yang ukurannya lumayan kecil. Menurutku kalau dibandingkan sama Fenty Gloss Bomb, shimmer Glam Gloss lebih kecil lagi ukurannya, jadi kemungkinan nggak akan bikin bibir kelihatan chunky yang awkward gitu. Persebaran shimmernya bisa lebih menyeluruh dan rata juga, jadi shinenya lebih subtle. Dari luar kelihatannya dia berwarna nude muda, tapi tenang aja karena pigmentasinya sebetulnya hampir nggak ada. Jadi kalau kalian sama seperti aku yang suka pakai lip gloss di atas lipstick biasa, produk ini bisa banget dijadikan sebagai lip topper.
Awalnya aku kira dia aplikatornya bakal berbentuk wand biasa kayak lip gloss pada umumnya, yang seperti doe foot begitu, tapi surprisingly Elsheskin pakai yang bentuknya pipih dan di tengahnya ada bolongannya. Jujur aku paling suka sama jenis aplikator yang seperti ini karena lebih mudah buat membingkai bibir dengan ujungnya yang lancip, dan produk yang keambil juga nggak akan bleber kemana-mana karena di tengahnya bolong. Kalian sendiri lebih suka aplikator seperti apa nih?

Okay, mari kita masuk ke review produknya! Jadi seperti biasa, kalau mereview lip gloss aku sediakan dua swatch bibir, yang satu dipakai tanpa base lipstick, yang satunya pakai base lipstick nude. Menurutku, karena shimmernya yang kecil-kecil itu jadinya shine yang dihasilkan kelihatan lebih subtle. Tetap kelihatan meskipun tanpa lipstick kalau ada butiran shimmernya, tapi nggak sampai yang blinding gitu haha. Dari segi tekstur juga dia termasuk ringan banget di bibir! Terus wanginya manis, enak banget, nggak bikin eneg karena nggak strong banget tapi tetap pleasing di hidung. Hasilnya kalau dikasih base lipstick dulu jadi cantik banget, benar-benar kasih efek plump kayak bibir dikasih filler hahahah.
Oh iya, salah satu hal yang aku perhatikan adalah botol lip glossnya ini mulutnya lumayan sempit, jadinya kalau ditarik keluar brushnya butuh effort sedikit dan karena itu dia jadi bikin produk yang nempel di brushnya lebih sedikit karena produknya udah kesisih duluan di mulut botol. Jadi kalau kalian takut pakai lip gloss kebanyakan sampai terasa lengket, tenang aja karena menurutku Glam Gloss Elsheskin ini cukup fool proof karena bisa dibuild sedikit demi sedikit. Walaupun aku pribadi sih pakai gloss ini cukup satu kali dipping in aja nggak perlu sampai beberapa layer.
Overall, menurutku dari semua lip gloss yang udah aku cobain, Glam Gloss dari Elsheskin ini udah yang paling mendekati sama Fenty Gloss Bomb. I'm so happy I finally find a close dupe! :") Buat kalian pecinta lip gloss, I highly recommend this product karena dia super duper nyaman di bibir, finishnya cantik, dan affordable banget!
Halooo, apa kabar nih teman-teman? Gimana aktivitasnya selama WFH di rumah? Semoga semuanya tetap sehat di tengah wabah Covid-19 ini ya :( Aku sendiri masih stuck di Jogja dan nggak bisa pulang ke Bekasi karena takut nanti pulang malah bawa penyakit karena kebetulan di rumah ada papaku yang punya penyakit diabetes jadi lebih rentan terjangkit. Buat teman-teman yang sekiranya masih bisa kerja di rumah, tolong diikuti anjurannya untuk tetap stay di rumah dan nggak kemana-mana dulu ya.
Postingan hari ini aku mau bahas salah satu lip product yang beberapa bulan terakhir ini jadi andalan ketika dandan, lip gloss! Dulu aku selalu pakai matte lip product, tapi entah kenapa makin ke sini jadi makin suka sama lip gloss. Aku punya bentuk bibir yang lumayan tebal dan kerutan bibirku pun sedikit, jadinya ketika aku pakaikan lip gloss, jadi kelihatan makin full dan sexy aja hahah. Walaupun koleksi lip glossku belum sebanyak lip matte, tapi mereka lebih sering aku pakai karena sering aku jadikan lip topper.
Lip gloss kali ini datang dari salah satu brand lokal kecintaan kita, BLP Beauty. Sebetulnya produk ini udah lama banget nongkrong di koleksi make-upku, cuma dulu aku kurang suka sama hasil foto produknya, akhirnya nggak ditulis-tulis deh reviewnya. Kemarin setelah aku take ulang, akhirnya bisa ngepost juga soal Lip Glaze ini. Cerita sedikit soal kenapa aku beli Lip Glaze, jadi dulu sebelum aku punya Gloss Bomb, aku determined banget buat nyari dupenya, mulai dari brand luar sampai lokal. Di Female Daily waktu itu ada yang share soal Lip Glaze-nya BLP yang shade Sparkling Rose dan dia bilang ini dupe terdekatnya Gloss Bomb. Akhirnya aku beli deh Lip Glaze shade Sparkling Rose, walaupun nggak tahu juga dia beneran dupe Gloss Bomb atau bukan. Sejauh ini sih aku belum pernah benar-benar menyandingkan keduanya one on one gitu buat dilihat mirip apa nggak. Perhaps next time aku bahas lagi di postingan yang berbeda.
Aplikator dari Lip Glaze ini bentuknya doe foot, seperti aplikator untuk liquid lipstick pada umumnya. Sebetulnya aslinya dia warnanya putih, cuma karena sering aku pakai di atas lipstik, jadinya aplikatornya suka berubah-ubah deh warnanya karena kena noda dari lipstik yang kupakai.

Di sini seperti biasa, aku tunjukkan gimana hasilnya Lip Glaze kalau dipakai sendiri dan dijadikan lip topper. Walaupun di botol warnanya peach nude gitu, tapi aslinya dia nggak terlalu ngasih coverage, jadi hasilnya benar-benar sheer. Kalau kalian punya bibir yang pink dan mau pakai sendiri tanpa lipstik, ini cocok banget sih. Cuma kalau kalian punya bibir hitam seperti aku dan nggak terlalu PD pakai lip gloss tanpa lipstik, bisa dijadikan lip topper, justru bakal kelihatan lebih festive karena lip gloss ini nggak cuma ngasih kesan basah, tapi juga kelip karena ada glitter chunksnya walaupun kecil-kecil. Sekilas memang efeknya cukup mirip sih sama Gloss Bomb, cuma dibandingin Gloss Bomb, Lip Glaze ini lebih ringan di bibir dan glitternya juga lebih kecil.
-----
Where to buy? Sociolla
How much? Rp 139.000 (excl. shipping fee)
Kalau dengar brand Glamglow, yang terlintas di kepalaku langsung produk masker mereka si Glamglow Supermud yang jadi favorit banyak selebriti dan beauty vlogger luar negeri. Glamglow ini termasuk brand high end dan udah jelas banget, harga produknya nggak ada yang main-main. Aku sendiri nggak pernah ngoyo buat cobain produk apapun dari Glamglow. Selain karena harganya yang di luar kemampuan, dari banyak review yang aku baca sih efek dan harganya nggak worth it. Tapi ya kalau memang mampu beli dan bagus efeknya di kulit aku rasa nggak masalah haha. Karena aku yakin banyak dari kita yang beli sesuatu karena memang kepingin aja :p
Nah, kenapa tiba-tiba di sini aku punya produk Glamglow? Apakah aku dikasih? Ooo, tentu saja tidak. Belum dikasih, semoga bisa segera kerja sama sama Glamglow Indonesia haha. Jadi sekitar bulan September 2019 kemarin kalau nggak salah ingat ya, aku nggak bisa tidur dan berakhir browsing timeline Twitter. Tiba-tiba lewat lah info diskon dari menfess beauty gitu, ngasih tahu kalau produk Glamglow ini lagi diskon dari Rp. 600.000 jadi Rp. 99.000 aja! Aku kaget banget dan nggak pakai babibu lagi langsung ke Shopee dan lihat sendiri buktinya. Aku buru-buru browsing ke Pinterest shadenya kayak apa aja dan akhirnya memutuskan buat beli shade Screen Kiss. Beruntung shadenya masih available. Aku kira awalnya ini kesalahan sistem, kemungkinan bisa batal dan uang balik. Tapi ternyata beneran datang barangnya hahah.
Lip gloss ini kemasan botolnya unik banget. Dari luar udah kelihatan mewah dengan desain khas Glamglow. Yang agak beda adalah cara buka tubenya karena sebelum aplikatornya bisa ditarik keluar, dia harus diputar dulu sampai kerasa ada 'klek', baru bisa ditarik. Jadinya malah kayak pulpen gitu, lucu ya haha. Untungnya di kemasannya sendiri udah ada keterangan buat diputar, kalau nggak kayaknya aku nggak bakal bisa buka lip glossnya :))
Aplikatornya ini juga berbeda dari lip gloss yang pernah aku coba, malah dia paling beda sendiri dibandingin semua lip product yang aku punya. Biasanya kan bentuknya bisa brush atau doe foot gitu ya, nah kalau Glamglow Plumprageous ini bentuknya flat kayak spatula dan keras. Aku baru pertama kali pakai aplikator lip product kayak gini dan jujur nggak terlalu suka karena jadi susah buat ngeratain produknya di bibir. Untungnya sih dia gampang ngambil produk dari dalam tube dan produknya mau-mau aja nempel.

Warna shade Screen Kiss ini benar-benar nude dan untungnya masih cukup masuk sama warna kulitku yang sawo matang ini. Memang jadinya pucat banget sih tapi nggak masalah karena warna asli bibirku kan hitam jadinya pakai lip gloss ini aja bisa bikin kelihatan lebih fresh, apalagi karena dia juga glossy kan finishnya jadi bibir kelihatan sehat dan berdimensi. Seperti yang aku bilang tadi, aplikatornya yang mirip spatula bikin aku susah banget buat aplikasiin produknya ke bibir, jadinya kelihatan nggak rapi dan kayak nggak rata. Dia ada sensasi dinginnya, persis sama kayak Catrice Volumizer Lip Booster. Oh iya, dia juga nggak berat sama sekali lho. Rasanya tetap ringan walaupun dia lip gloss.
-----
Where to buy? beautybox.id @ Shopee
How much? Rp. 565.000
Yay, akhirnya bisa nulis review salah satu lip product yang juga ada di best beauty finds 2019 kemarin! Kali ini aku bakal review salah satu produk terbaru dari brand lokal kesayangan kita, yaitu Dear Me Beauty Perfect Gloss Lip Liquid. Sebetulnya nggak baru-baru banget sih launchingnya, sekitar Oktober 2019 kemarin keluar. Dan jujur aku tuh belum banyak baca review soal lip gloss ini baik di Instagram, Twitter, bahkan blog. Jarang banget orang ngomongin dia, dan heran juga kenapa aku bisa tiba-tiba beli hahah. Seingetku sih aku nggak keracun siapa-siapa, cuma kecantol karena waktu itu dia lagi diskon di Sociolla dan karena sekarang ini aku lebih senang belanja lip gloss ketimbang matte lipstick.
Untuk series lip liquid ini Dear Me ngeluarin 10 shade dengan 9 shade warna (Dear Audrey, Dear Kayla, Dear Coco, Dear Emily, Dear Isabelle, Dear Samantha, Dear Stella, Dear Fiona, Dear Natasha) dan 1 lip gloss transparan (Dear Crystal) yang bisa dipakai di atas lipstik lainnya. Untuk keragaman shade rangenya lumayan oke, nggak cenderung pink aja atau nude aja, tapi dari coklat, pink, sampai sedikit orange ada. Awalnya aku agak skeptis sama lip productnya Dear Me karena dari kolaborasi mereka sama Yupi itu pilihan shade yang dikeluarkan terkesan membosankan dan kayak main aman banget, nggak mencerminkan Yupi sama sekali, makanya aku kurang tertarik sama brand ini. Tapi aku akuin untuk si lip liquid shadenya nggak pelit sama sekali.
Aku pilih shade Dear Audrey benar-benar ngasal aja. Dikira-kira bakal masuk apa nggak ke skin tone aku yang medium dark tanpa sebelumnya pernah lihat swatch aslinya. Aku cuma patokan sama apa yang ada di Instagram page mereka, aku lihatin benar-benar swatch di foto sama di Instastory mereka sebelum akhirnya yakin beli Dear Audrey. Aku memang sengaja nggak pilih warna nude karena rasanya bosan banget udah kebanyakan warna nude haha.
Nah aplikatornya sendiri standard seperti aplikator liquid lipstick kebanyakan yang bentuknya doe foot. Selama ini aku nggak ada masalah atau kesulitan sama sekali buat pakai produknya di bibir, nggak bikin bleber atau susah ngambil produknya dari dalam botol jadi fine fine aja.
Di sini udah aku kasih lihat gimana warna Dear Audrey ini di bibirku. Warnanya cantik banget kan? Hasilnya smooth banget di bibir, shinenya nggak heboh banget sampai kelihatan becek, Formulanya nyaman banget di bibir, rasanya nggak berat sama sekali dan ketahanannya pun termasuk yang oke banget untuk ukuran lip gloss. Karena seperti yang kita tahu, biasanya lip gloss bakal lebih cepat transfer dan hilang warnanya, tapi lip liquid Dear Me ini menurutku lebih tahan banting karena ketika dia mulai transfer, warnanya nggak langsung bubar, yang hilang palingan cuma shinenya, jadi warnanya itu sendiri lebih ngestain di bibir. Biasanya aku kurang suka sama lip gloss yang terlalu pigmented dan nggak bisa dilayer sama lipstik lainnya, tapi kali ini aku nggak tahu kenapa bisa secinta itu! Super nyaman di bibir, dipakai sehari-hari enak, dan karena dia glossy, jadinya bisa bikin tampilan muka kita jadi lebih festive hihi.
-----
Where to buy? Sociolla
How much? Rp. 119.000 (excl. shipping fee)
Waktu pertama dengar kabar kalau Rihanna bakal bikin make-up line, aku langsung fangirling. Walaupun aku nggak tinggal di US di mana shade range dalam make-up masih suka exclusive, tapi aku paham betul gimana rasanya nggak bisa nemuin shade yang pas buat foundation atau concealer kita karena banyak brand yang nggak mengeluarkan shade range yang cukup. Brand Fenty Beauty mengedepankan inklusifitas supaya semua orang, laki-laki maupun perempuan, dari ras mana aja, dengan warna kulit apa aja, bisa menikmati produknya.
Salah satu yang paling menarik hati waktu pertama Fenty Beauty launching adalah lip gloss-nya. Aku speechless banget lihat kemasan botolnya. So beautiful, so chic, so glamorous, pokoknya persis Rihanna—sempurna, hahah. Cuma pas lihat harganya langsung urung buat beli karena buatku dia termasuk pricey :") Lihat review orang-orang bahkan beberapa teman yang punya juga bilangnya lip gloss ini sebagus itu dan worth it banget. Apa daya harus nabung dulu sist!
Entah sejak kapan memang aku jadi lebih senang pakai lip gloss. Waktu awal-awal belajar make-up sih obsesi banget ngumpulin matte lipstick, mulai dari yang bullet sampai yang liquid. Tapi sejak pertengahan tahun ini aku jadi sering ngelirik lip gloss simply karena lip gloss selalu bisa bikin dandanan jadi kelihatan lebih festive dan nggak boring.
Aku udah pernah review beberapa lip gloss sebelumnya dan dari semuanya, aku lebih prefer jenis lip gloss yang nggak terlalu ngasih warna ke bibir. Jadi cenderung transparan dan kalaupun ngasih pigmentasi, cuma sedikit aja tanpa ngubah warna asli bibir. Kenapa? Karena aku jarang pakai lip gloss tanpa lipstik di bawahnya, pasti aku layer. Makanya kenapa aku butuh lip gloss yang nggak berwarna supaya bisa aku layer dengan warna lipstik apa aja soalnya lipstikku banyak jadi bisa gonta ganti. Kayak yang aku bilang tadi, aku butuh lip gloss buat bikin make-up aku kelihatan lebih festive.

Kebetulan bulan lalu aku dapat rejeki lebih dan akhirnya bisa cobain Gloss Bomb yang udah lama nangkring di keranjang belanja tapi nggak pernah dibeli haha. Aku memutuskan buat beli yang shade paling pertamanya yaitu Fenty Glow alias shade originalnya karena waktu pertama keluar, Gloss Bomb ini digadang-gadang bakal cocok di semua warna kulit, karena itu konsep dari Fenty Beauty kan, semua orang bisa cocok pakai produk mereka tanpa khawatir nggak bakal nemu shade yang pas. Karena aku belinya online, demi menghindari shadenya zonk dan ga cocok di bibirku yang hitam, aku pilih yang paling netral warnanya.
BACA JUGA: ESQA Lip Gloss Shade Sydney Review
Aplikatornya ini gendut banget, dibandingin sama lip gloss lainnya yang aku punya, dia benar-benar padat, jadinya bisa ngambil cukup banyak produk sekaligus. Dalam sekali swipe aja langsung bisa ngecover bibir bawahku. Kalau kata Rihanna dia memang ngedesain aplikator Gloss Bomb ini dengan XXL wand supaya memudahkan kita apply produknya di bibir.

Nah, terus gimana performanya? Di sini aku tunjukin beberapa swatchnya. Yang pertama aku swatch di tangan buat nunjukin butiran glitternya. Fenty Beauty Gloss Bomb ini memang bukan sekedar lip gloss yang bikin basah, tapi dia juga bikin shiny karena di dalamnya ada glitter chunks kecil-kecil, jadi bisa ngasih kesan reflective yang lebih dari lip gloss tanpa glitter chunks. Makanya kenapa klaimnya bilang kalau lip gloss ini bakal bikin bibir kelihatan lebih full dan plump. Di bawahnya juga aku kasih lihat gimana lip glossnya kelihatan kalau aku pakai sendiri sama kalau aku layer dengan lipstik. Lip glossnya itu sendiri tetap ada warna tapi tipis banget. Shade Fenty Glow ini kayak nude muda gitu tapi memang tipis banget sih. Kalau dihapus pakai kapas baru kelihatan warnanya.
Teksturnya lengket, tapi nggak selengket lip glossnya BLP. Menurutku lip gloss BLP itu udah lip gloss paling lengket yang pernah aku coba. Gloss Bomb ini lengket dan agak berat, kerasa banget kalau kita pakai lip gloss apalagi kalau dilayer sama lipstik sebelumnya. Aku sendiri nggak masalah sih karena seiring berjalannya waktu, rasanya berangsur angsur hilang. Oh iya, karena dia lip gloss, jadi udah pasti nggak transferproof. Tapi walaupun dia gampang transfer, dia nggak gampang hilang, jadi shinenya bertahan cukup lama. Dan tahu yang paling aku suka? Wanginya. Ya ampun wanginya manisss banget kayak permen! Secinta itu sama wanginya nggak ngerti lagi.
Buat kalian yang juga suka pakai lip gloss, Gloss Bomb memang worth it banget. Sekarang aku nggak berhenti pakai, ngelayer dia di atas lipstik apa aja karena hasilnya cantik banget.
Sebagai pecinta lip gloss, aku termasuk picky buat pakai lip gloss. Lip gloss yang aku suka itu biasanya nggak terlalu ngasih warna alias nggak pigmented karena aku sukanya lip gloss itu bisa dipakai sebagai lip topper. Kalau kalian pernah baca review lip gloss ESQA sebelumnya, aku udah pernah ngomong di situ kalau aku nggak terlalu suka sama ESQA karena lip gloss-nya terlalu pigmented, jadinya nggak bisa dipakai di atas lipstik. Nah kali ini aku akan ngomongin soal salah satu lip gloss yang very near and dear to my heart, karena dia walaupun dari brand drugstore dan harganya murah, tapi bisa memberikan hasil yang oke banget di bibir.
Baca juga: ESQA Lip Gloss Shade Sydney Review
Aku yakin hampir semua dari kalian udah nggak asing lagi sama brand Catrice. Tapi apakah kalian familiar sama produk mereka, Volumizing Lip Booster? Aku sendiri sebelumnya belum pernah tahu ataupun lihat di stall Catrice tiap aku ke Guardian karena dia jarang menonjol kesannya. Perjalananku menemukan produk ini dimulai dari app Female Daily. Waktu itu ada yang ngeshare soal lip gloss ini dan bilang kalau ini bisa jadi dupe dari Fenty Beauty Gloss Bomb. Karena aku Sobat Misqueen yang belum bisa beli Gloss Bomb, aku selalu determined buat menemukan dupe-nya. Aku juga udah pernah cerita soal ini di reviewku tentang lip gloss-nya Colourpop. Kita semua tahu kan kalau Gloss Bomb itu emang cantik banget, dan ngelihat dari warnanya juga ini cukup mendekati ya. But is it really a dupe for Fenty Beauty Gloss Bomb?
Catrice Volumizing Lip Booster ini shadenya ada 4, dan aku pilih shade yang terakhir nomor 040 Nuts About Mary karena ini shade yang aku lihat di Female Daily. Aku juga sebelumnya sempat ngecek dulu di Google warna-warna lainnya tapi nggak ada yang lebih sreg daripada nomor 040 ini. Packagingnya simpel, mirip sama wadahnya Wardah Instamatte, cuma yang ini aksennya silver dan covernya nggak doff. Harganya sendiri terbilang sangat murah, yaitu cuma Rp. 56.000 aja. Aku beli ini sih di Shopee, kebetulan ketemu aja dan karena di stall Catrice sendiri sering nggak nyetok banyak shadenya jadi aku harus nyari online.
Aplikatornya bentuknya pipih, nggak bentuk brush kayak Colourpop dan bukan doe-foot kayak ESQA. Aku nggak banyak nuntut sih kalau soal aplikator, cuma dari pengalamanku kalau brush itu nggak terlalu gampang karena brushnya bisa serabutan kemana-mana jadinya bikin berantakan. Pokoknya aku prefer sponge kayak gini lah.
Untuk formulanya, dia super duper ringan. Jauh lebih ringan daripada Colourpop dan ESQA. Dia juga nggak ada glitter-nya dan warnanya tipis banget, hampir nggak ada. Ini benar-benar bagus banget buat jadi lip topper. Dia wanginya juga unik ya. Lip gloss biasanya baunya manis kayak permen, tapi si Catrice ini baunya dingin mint. Pas diaplikasikan ke bibir juga ngasih sensasi dingin kayak lagi makan permen pelega tenggorokan! Lip gloss ini benar-benar fokusnya cuma ngasih shine aja buat bikin bibir kelihatan lebih sehat dan berdimensi. Sayangnya dia nggak ada SPF-nya, kalau ada mungkin udah aku pakai tiap pagi haha. Walaupun balik lagi ya ke preference masing-masing sukanya lip gloss kayak apa, tapi personally for me, produk ini simpel tapi delivers great result.
-----
Where to buy? kennybutik_ @ Shopee
How much? Rp 60.900
Seperti yang kalian tahu, aku ngefans banget sama brand Colourpop. Colourpop jadi salah satu brand luar negeri yang masih cukup affordable dan punya banyak banget produk make-up dengan pilihan yang beragam banget. Produk pertama dari Colourpop yang aku punya itu concealernya, karena banyak yang bilang dia dupe dari concealer Tarte Shape Tape yang lumayan pricey itu :") Mereka bahkan sekarang punya sister brand untuk produk skincare lho, namanya Fourth Ray, wow! Nggak pernah kepikiran Colourpop bakal punya produk skincare haha.
Nah produk lainnya dari Colourpop yang aku suka selain complexion productnya, adalah lip products-nya. Termasuk liquid lipstick dan yang baru-baru ini aku beli pas mereka lagi promo free worldwide shipping, lip gloss-nya. Sebetulnya awalnya bingung mau beli apa tapi udah lama aku cari dupe dari gloss bomb-nys Fenty Beauty dan setelah beberapa hari nyari di Pinterest akhirnya aku memutuskan beli lip gloss mereka yang shade Fantasia.
Nah produk lainnya dari Colourpop yang aku suka selain complexion productnya, adalah lip products-nya. Termasuk liquid lipstick dan yang baru-baru ini aku beli pas mereka lagi promo free worldwide shipping, lip gloss-nya. Sebetulnya awalnya bingung mau beli apa tapi udah lama aku cari dupe dari gloss bomb-nys Fenty Beauty dan setelah beberapa hari nyari di Pinterest akhirnya aku memutuskan beli lip gloss mereka yang shade Fantasia.
Packagingnya semua lip product Colourpop kalau aku perhatiin sama semua, bahkan mirip juga sama liquid eyeshadow mereka. Dia juga agak kembar sama liquid lipsticknya Wardah, cuma lebih slim aja. I believe lip gloss ini banyak yang jual di Shopee, karena akupun biasa beli lipstik-lipstiknya Colourpop di Shopee, cuma untuk kali ini aku beli langsung di web mereka karena kebetulan ada saldo sisa di PayPal dan free ongkir yuhuu. Harganya $6, itu kalo dikalikan dengan kurs sekarang sekitar Rp. 84.000 mungkin ya? Biasanya kalau di Shopee ya rata-rata Rp. 120.000 sih. Nggak ada bedanya antara dia lip gloss atau lip matte biasa.
Kalau di review lip gloss-nya ESQA kemarin aku agak turned down sama pigmentasinya yang terlalu pigmented, si Colourpop punya ini lumayan translucent. Dia ada sedikit warna, tapi nude dan sheer banget. Lebih dominan gold sheen-nya jadi bisa dijadikan lip topper dan di bibir aku yang gelap nggak terlalu bagus kalau dipakai sendiri tanpa lipstik warna lain di bawahnya, which is totally fine for me! Karena di postingan sebelumnya juga aku bilang aku nggak suka lip gloss yang nggak bisa dijadikan lip topper karena aku suka campur-campur lip product hehe. Teksturnya sendiri basah banget, dan nggak tahan lama ya namanya juga gloss kan. Dipakai makan juga bubar. Tapi sheen-nya nggak hilang langsung, dan jadinya cakep banget deh.
-----
Sampai detik ini, dia masih jadi my go-to lip gloss, karena sebagus itu dipakai sama lipstik apa aja. Dia nggak terlalu mengubah warna, dan bikin bibir sangat berdimensi. Kalau kalian lagi doyan bereksperimen sama lip gloss, aku saranin kalian cobain lip gloss dari Colourpop ini.
Halooo, apa kabarnya nih? Wih, ya ampun guys, sebentar lagi Maret akan berakhir dan kita akan menyongsong bulan baru—bulan April! My favorite month ever, karena April adalah bula kelahiranku hihi. April tahun ini aku bakal jadi pertama kalinya aku merayakan ulang tahun dengan awareness bahwa aku menyukai make-up dan skincare wuahahaha. Ya, karena ulang tahun sebelum-sebelumnya aku bukan beauty junkie, jadi rasanya ada yang beda aja tahun ini, seolah-olah aku reborn gitu #yha. Anyway, sepertinya ini akan jadi postingan terakhir di bulan Maret, walaupun sesungguhnya masih banyak sekali draft postingan yang masih harus digarap :") Honestly tho, awalnya aku jadwalin apa yang harus ditulis duluan, jadi setiap postingan ada antriannya gitu, tapi lama-kelamaan akhirnya random aja, lihat-lihat draft, habis itu pilih apa yang lagi mood buat ditulis.
Dan untuk postingan kali ini aku akan membawa kalian pada review salah satu brand lokal Indonesia yang lagi naik daun banget, yakni ESQA Cosmetics! Aku pribadi baru denger brandnya akhir-akhir ini karena salah satu produknya yakni Goddess Cheek Palette yang kolaborasi sama BCL itu booming banget. Memang banyak yang bilang blushnya ESQA cantik-cantik sih, tapiii karena aku #SobatMisqueen, maka aku belum bisa membelinya gengs hahaha. Sebagai gantinya, kali ini kita bahas lip gloss-nya dulu aja yang aku beli di Sociolla waktu ESQA lagi diskon!
Seingetku lip gloss-nya ESQA ini termasuk produk baru deh. Jadi dia memang baru banget keluar akhir-akhir ini. Dan pas banget karena aku lagi sangat into lip gloss, dan waktu diskon di Sociolla kemarin aku lihat harga diskonnya juga jadi lumayan murah, jadi cuma Rp. 46.000 aja dari yang aslinya Rp. 100.000. Langsung lah aku samber! Lumayan kan tuh? Memang kalo aku perhatiin ini si ESQA walaupun dia produk lokal tapi harganya agak di tengah-tengah antara mahal sama murah. Jadi bijak-bijak belanja produknya mereka aja ehe ehe ehe. Kalo kalian mau belanja ESQA, dia udah available di banyak online marketplace. Lip gloss ini tersedia dalam 5 shade: Dubai, Jakarta, London, Sydney, dan Tokyo.
Packagingnya cantik, mungil gitu. Pas buat masuk ke daily make-up bag dan ga bikin berat bawaan. Dia sekecil itu, aku aja ga mengira bakal kecil banget haha. Dia panjangnya cuma seukuran jari telunjukku. Dibandingkan sama lip gloss-nya Colourpop yang panjang dengan harga yang hampir sama. So hopefully it can be something to take for your consideration.
Baca juga: Fenty Beauty Gloss Bomb Shade Fenty Glow Review
Baca juga: Fenty Beauty Gloss Bomb Shade Fenty Glow Review
Hydrogenated Polyisobutene, Polyisobutene, Phenyl Trimethicone, Caprylic/Capric Triglyceride, Ceresin, Dextrin Palmitate/Ethylhexanoate, Tridecyl Trimellitate, Phenoxyethanol, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Flavour, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol, Water. May Contain: CI 15850:1, CI 45410:2, CI 77491, CI 77492, CI 77499, CI 77891.
Aku pribadi jarang perhatiin label MUI di produk kecantikan when I know I should, tapi buat kalian yang memang concern dengan produk kosmetik halal, ESQA ini udah ada label halal dari MUI-nya ya. Lip gloss ini mengandung vitamin E yang banyak ditemui di produk-produk bibir karena bagus untuk membuat bibir lebih lembab dan sehat.
Baca juga: Catrice Volumizing Lip Booster Shade Nuts About Mary Review
Baca juga: Catrice Volumizing Lip Booster Shade Nuts About Mary Review
Jadi di sini aku bikin tiga perbandingan antara ESQA, Catrice, dan Colourpop (gambar pertama, berurutan). Lip gloss-nya ESQA ini agak membingungkan apakah dia lip gloss atau liquid lipstick karena pigmentasinya untuk ukuran lip gloss terlalu ngasih warna. I mean, not that it's a bad thing, tapi aku biasa pake lip gloss di atas lipstik lain supaya terlihat lebih glossy dan berdimensi. Tapi kalo ESQA punya tuh ya beneran ngasih warna kayak liquid lipstick, tapi finishnya glossy . Jadi kalo dipake berbarengan sama lipstik warna lain, bakal nimpa dan nutupin. Buatku ini jadi downside karena aku lebih suka lip gloss yang ga pigmented tapi memang cuma ngasih efek glossy, jadi bisa aku padu padankan sama lipstik warna lainnya. Tapi kalo kamu cari yang hassle free, lip gloss ini bisa berfungsi jadi dua.
Kemungkinan sih aku ga bakal beli lagi karena dia terlalu pigmented buatku. Tapi ya selera ya gengs, jadi jangan diambil hati hehe. Next aku bakal review dua lip gloss yang aku suka dari Catrice dan Colourpop, so stay tuned!
-----
Where to buy? Sociolla
How much? Rp. 100.000
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons