Showing posts with label Liquid lipstick. Show all posts
Showing posts with label Liquid lipstick. Show all posts
Aku udah pernah cerita gimana dulu aku sama sekali nggak suka sama yang namanya lipstik. Tiap habis didandanin untuk acara keluarga, aku pasti langsung lari keluar dan makan, atau ambil tisu biar lipstiknya hilang. Dulu, rasa berat di bibir karena pakai lipstik selalu bikin aku nggak nyaman, makanya kenapa aku nggak pernah lipstikan bahkan sampai menginjak bangku kuliah.
Lipstik pertama yang aku beli setelah aku mulai belajar make-up itu dari Maybelline. Buatku dulu Maybelline termasuk brand yang mahal hehe. Waktu tahu mereka punya series Powder Mattes yang murah di harga Rp 55.000, aku langsung tertarik cobain. Dan mulai dari situlah justru adiksiku sama lipstik dimulai. Aku udah nggak bisa menghitung ada berapa total lip products yang aku punya sekarang. Buatku, lipstik tuh produk make-up yang benar-benar efektif buat mengubah tampilan look kita from day to night.
BACA JUGA: Colourpop Lux Lipstick Shade LA Lady Review
Ngomongin lipstik, hari ini aku bakal ngenalin ke kalian sama suatu brand yakni IMAC Cosmetics. Sejauh ini mereka baru ngeluarin dua jenis produk yaitu liquid lipstick dan bullet lipstick. Oh iya, untuk bullet lipsticknya sendiri mereka pernah berkolaborasi sama beberapa influencer yakni Martha Patricia, Diana Halim, Wulan Wu, dan Mikaila Patritrz. Dari yang aku lihat, mostly shades yang dikeluarin masih ada di range nude colors, jadi bakal bisa dipakai buat sehari-hari. Yuk simak reviewku!
Jadi di sini aku dikirimin beberapa lip products dari iMAC buat direview. Ada 2 lip bullet shade Sweet Blush dan Lady Kate, sementara 2 liquid lipstick shade Pink Peony dan Romantic Peach. Di bagian kardus produknya ini ada guratan warna yang merepresentasikan warna shade produk di dalamnya, jadi kalian nggak akan bingung harus nebak-nebak warnanya bakal kayak apa.
Nah yang pertama bakal aku bahas adalah IMAC Lip & Cheek. Seperti namanya, produk ini bisa dipakai baik di bibir, ataupun di pipi sebagai blush. Produk 2-in-1 kayak gini udah semakin marak dan menurutku cocok buat yang nggak suka punya produk banyak-banyak jadi lebih ringkas dengan produk ini. Produk ini punya finish satin, jadi aman untuk mereka yang bibirnya kering dan gampang ngelupas. Aku personally suka dengan formula satin karena nggak mudah crumble di bibir. Produk ini mengandung jojoba oil dan Vitamin E juga untuk memberikan kelembaban extra dan mencerahkan bibir. Dia juga diperkaya dengan UV Filter untuk membantu melindungi bibir dari efek negatif sinar matahari.
Meskipun koleksiku lebih banyak liquid lipstick, tapi secara formula aku lebih suka dengan bullet lipstick karena kalau liquid lipstick cenderung punya finish matte dan akhirnya bikin bibir kering. Waktu diswatch di bibir dia benar-benar lembut banget, nggak ngadat-ngadat, dan pigmentasinya cukup oke juga bisa nutupin bibirku yang gelap dalam beberapa kali swipe. Teksturnya di bibir nggak gritty atau kasar, dan bibirku kelihatan sehat gitu karena finishnya yang satin.
BACA JUGA: MAC Satin Lipstick Shade Del Rio Review
Berikutnya ada IMAC Lip Mousse & Cheek shade Pink Peony dan Romantic Peach. Produk ini tuh agak bikin kaget ya, karena awalnya kupikir dia bakal matte finishnya dan kering di bibir. Tapiii, setelah aku cobain ternyata teksturnya not as heavy or creamy as I thought it was gonna be. Teksturnya tipis banget, rasanya malah kayak lagi pakai lip oil dibanding lip mousse. Aku punya lip mousse di stashku tapi semuanya bikin berat dan kering di bibir, nggak nyaman banget lah pokoknya. Tapi ternyata IMAC Lip Mousse & Cheek ini super nyaman di bibir. Awalnya bakal kerasa agak slippery pas diapply, tapi pas udah dry down, hasilnya bakal kurang lebih sama kayak bullet lipsticknya. Pigmentasinya oke, aku butuh dua kali swipe untuk bisa fully cover lips sih. Rasanya nyaman banget di bibir dan yang aku suka ya itu tadi, nggak bikin bibir kering sampai ngecrack. Oh iya, lip mousse ini transferproof ya kalau udah dry down, nggak seperti lip bullet mereka yang masih bisa transfer.
BACA JUGA: Looke Holy Lip Cream Shade Thalia Review
Ini swatch lengkap dari keempat lip products dari IMAC yang aku punya. As you can see, warnanya aman-aman semua kan untuk dipakai sehari-hari? Buat kalian yang punya kulit light, medium, sampai dark, kalian bisa nemuin nude shade yang pas buat tone kulit kalian di sini. Selain itu juga keduanya punya formula yang sama-sama nyaman dipakai selama berjam-jam, nggak akan bikin bibir jadi kering. Aku udah paling sebel sama lip products yang bikin bibir kering. Aku lebih milih reapply berkali-kali daripada produknya nggak gampang fading tapi bikin bibir kering dan susah dibersihin.
Jadi buat teman-teman yang masih belum menemukan lipstik yang pas, bisa banget cobain produk-produknya IMAC karena aku udah cobain sendiri, mereka secara formula enak banget, udah gitu harganya juga sangat affordable!
Where to buy?
Halo semuanyaa, selamat hari Minggu! Wah, waktunya rasanya cepat banget berlalu deh. Perasaan baru kemarin Jumat, baru kemarin juga tutup laptop nggak ngurus kerjaan, eh besok udah Senin lagi aja 😅 Besok aku ada jadwal buat ke kantor, walaupun nggak dari pagi sih, jadinya lebih santai dan nggak keburu-buru. Sejauh ini aku baru sekali aja ke kantor dan waktu itu aku percobaan pakai make-up yang lumayan full on; cushion, alis, lipstik. Menurutku itu udah cukup full on ya, karena aku kan sebetulnya pakai masker juga jadi dandanan tuh nggak terlalu kelihatan. Tapi namanya juga hari pertama ngantor ya, biar rada cakepan aja gitu wkwk.
Nah dari situ sebetulnya aku jadi belajar aja, ternyata lebih enakan nggak pakai make-up sih jujur. Terutama karena kerjaanku lumayan mondar-mandir dan banyak geraknya jadi justru aku ribet kalau harus pakai make-up. Mana mukaku yang berminyak juga ternyata makin memproduksi banyak minyak kalau aku beraktivitas, nggak kayak waktu WFH di rumah. Rasanya makin kurang nyaman deh harus pakai make-up berjam-jam. Di situ juga aku jadi ngeh ternyata masih banyak produk make-up ku yang kurang transferproof haha. Tapi, beberapa hari lalu aku dapat paketan dari MSBB, yakni salah satu make-up product dari Looke yang sebenarnya menghapus keraguanku soal berdandan meski pakai masker. Produk itu adalah Looke Holy Lip Cream!
Sebetulnya produk ini dikirimin berbarengan sama produk Looke lainnya yang memang harus aku review, jadi aku nggak tahu sama sekali kalau aku bakal dapat lip cream ini. Agak kaget pas buka paketnya, karena aku udah tahu kalau aku dikirimin lip cream tanpa dikabarin dulu, ada chance lip creamnya bakal nggak cocok shadenya di skin tone aku. Aku sendiri belum pernah lihat-lihat shade dari Looke Holy Lip Cream ini sebelumnya, jadi nggak tahu juga mau mengharap shade apa. Tapi dari pertama buka produknya sih aku punya firasat bakal kurang masuk aja gitu 😅
Holy Lip Cream ini total ada 6 shade: Hebe, Gaia, Irene, Thalia, Hera, dan Artemis. Di sini aku dapat yang shade Thalia, dan shade Thalia ini seperti yang bisa kalian lihat, warnanya cenderung ke arah pink yang cool tone gitu. Aku udah pengalaman beberapa kali pakai lippies yang cool tone, sejujurnya kurang masuk di kulit karena undertone aku warm. Seingetku dulu aku punya produk yang shadenya hampir mirip sama si Thalia ini, yaitu Colourpop UML yang shade Bumble.
Dari luar sih packagingnya standard ya, menurutku nothing special. Aplikatornya pun standard aja yang bentuknya doe foot. Overall dari luar nggak banyak yang bisa diomongin, jadi kita langsung bahas soal formula dan performancenya aja ya. Dari pertama swipe, aku udah tahu banget kayaknya aku bakal kurang suka sama lip cream ini karena dia rasanya kayak cat di bibirku huhu. Kering banget, walaupun ya pigmentasinya cukup oke sih, bisa langsung nutup bibir dalam sekali swipe aja. Produk ini mengingatkan aku persis sama formulanya Colourpop UML, dan aku juga kurang suka sama Colourpop itu karena kering banget di bibir, jadi gampang crumble apalagi kalau bibir nggak diprep terlebih dahulu. Selain dari itu sih dia transferproof, jadi kalau di masa-masa sekarang yang kita harus pakai masker ke mana-mana, dia bisa diandalkan. Tapi aku sendiri kayaknya nggak bakal beli lagi shade lainnya karena kurang nyaman dipakai huhu.
Wah, nggak kerasa udah lama banget aku ninggalin blog :") Udah seminggu lebih aku nggak ngepost apa-apa, maaf ya! Aku masih sibuk dengan urusan lainnya, dan banyak yang terbengkalai sebetulnya nggak cuma blog, tapi juga Instagram dan Youtube. Tapi setelah sekian lama, akhirnya aku memutuskan buat kembali produktif sama beauty blogging. Hari ini aja aku baru selesai recording video baru yang bakal tayang di Youtube soon. Kegiatan beeauty blogging ini memang therapeutic banget deh, aku baru sadar. Akhir-akhir ini hidupku lagi di bawah banget, tapi setiap aku bikin beauty content, rasanya aku kabur dari kehidupan nyata aja gitu heheh.
Well, enough with the chattering, hari ini aku mau ngereview produk make-up yang baru-baru ini aku coba. Kalian pasti udah pernah dengar nama ARRA Beauty kan? Aku sendiri udah sering lihat produknya seliweran di timeline, cuma memang belum kesampaian buat cobain langsung. Beruntungnya aku, memang kalau jodoh nggak kemana kali ya, beberapa waktu aku ditawarin buat cobain produk dari ARRA, sekaligus bikin giveaway di Twitter! Yes, you heard it right, bulan ini aku bakal ada giveaway kolaborasi dengan ARRA di Twitter, jadi kalau kalian mau ikutan, stay tune di Twitterku ya!

Lip matte dari ARRA ini punya 12 shade total. Aku memutuskan buat pilih shade Karo karena aku masih mencari lippies merah yang merahnya tuh bisa pas di skin tone aku. Walaupun kedengarannya simple, tapi sebenarnya susah lho. Warna merah itu tricky, setiap skin tonenya punya shade merah masing-masing yang bisa bantu accentuate our skin color. Bukan berarti nggak bisa pakai sembarang shade, tapi kan memang ada warna-warna lippies yang bisa bikin skin tone kita kelihatan lebih hidup. ARRA sendiri aku lihat punya 3 shade merah; Mara, Karo, dan Praya. Mara itu yang paling gelap, dan Praya warna merah yang paling terang. Aku memutuskan pilih Karo karena dia ada di tengah-tengah, not too dark, not too bright.
Dari segi packaging, produk ini kelihatan sleek dan nggak terlalu berisik desainnya, which I really like. Aku suka lippies yang tubenya transparan, jadi kelihatan warna di dalamnya kayak apa. Dia juga ukurannya kecil banget, enak dibawa kemana-mana karena nggak akan makan tempat.
Aplikator lippiesnya ini bentuknya paddle dan lumayan bulky, jadi nggak pipih kayak paddle applicator pada umumnya. Meskipun begitu dia tetap nggak susah buat diaplikasikan ke bibir. Aku suka karena brushnya ini bisa ngepack produk cukup banyak dalam sekali celup aja, jadi nggak perlu bolak balik dipping buat bisa ngecover kedua bibir aku. Ujung aplikatornya juga nggak lentur, jadi dia nggak ngikutin kontur bibir. Buatku pribadi nggak masalah karena justru kalau lentur aku suka kebablasan pas applying produknya, jadi suka berantakan dan nggak rapi buat lining bibir. Oh iya, lippies ini juga wanginya lumayan enak, mengingatkan aku sama liquid lipsticknya Luxcrime yang wangi susu coklat.
Dari tadi aku belum ngomongin formulanya ya. Lip matte ini dinamakan Anti Aging Lip Matte karena memang di dalamnya terkandung ingredients seperti Biden Pilosa extract, Guineensis (Palm) Oil, Gossypium Herbaceum (Cotton) Seed Oil, Linum Usitatissimum (Linseed) Oil yang bantu merawat bibir supaya tetap sehat dari dalam. Walaupun aku kurang tahu juga bibir yang udah berumur tuh kayak gimana bentuknya, tapi mungkin lebih ke menjaga bibir supaya tetap lembab dan plump ya.
Lippiesnya sendiri terasa ringan di bibir, teksturnya lembut banget, very velvety and smooth. Coveragenya cukup oke, untuk nutupin bibirku yang dasarnya memang gelap warnanya ini dia bisa, terus juga hasilnya nggak meninggalk weird streak kayak bekas brushnya gitu lho ngerti nggak wkwk. Benar-benar pas diapply ke bibir tuh effortless banget, tinggal sat set sat set aja. Untuk ketahanannya cukup bagus juga. Walaupun dia nggak terlalu transferproof sekalipun udah kering, tapi warnanya itu sendiri tahan lama di bibir. Hampir kayak stain aja. Jadi dibawa makan atau minum gitu dia nggak langsung bubar jalan. Menurutku untuk lippies sehari-hari dia bakal oke banget sih.
Hai guys! Akhirnya hari ini aku kembali lagi dengan review lip product! Ini adalah lip product terbaru yang masuk dalam koleksiku, dan hasil dari sebuah keisengan dan kepo yang teramat sangat haha. Jadi karena PSBB semakin ketat, aku jadi semakin nggak pernah ke mall. Ke Watson atau Guardian buat lihat-lihat aja udah lama nggak pernah dan jadi semakin malas juga buat beli lipstik karena lipstik yang udah ada masih bejibun. Cumaaa, pas kemarin aku ke Dandan, sebagai toko kosmetik paling dekat sama rumah, tiba-tiba aku lihat produk ini di rak. Aku udah sempat lihat swatchnya di Instagram Lippielust sebelumnya, dan berhubung aku belum pernah coba produk make-up dari Hanasui, apalagi karena harganya ini murah banget, jadi aku memutuskan buat cobain aja deh hohoho.
Ini penampakan luar produknya. Menurutku dari segi desain kemasannya sih lumayan oke, nggak terlalu norak, ribut, masih termasuk simple dan enak dipandang. Bagian atasnya dihiasi dengan lapisan warna rosegold gitu, dan bagian bawah botolnya transparan dengan gradasi, jadinya kita bisa lihat langsung warna lipstik di dalamnya kayak apa. Btw aku pilih shade 01 Kiss ini karena perasaan di kotaknya kelihatannya agak nude gelap gitu, tapi pas dibuka kaget banget ternyata dia muted red hahaha. Well, nggak apa-apa deh, mumpung aku belum punya lipstik warna merah juga.
Aplikatornya ini cukup panjang ternyata, bentuknya standard doe foot. Terus teksturnya juga mengingatkan aku sama Wardah Colorfit Velvet Matte Lip Mousse. Kayak berasa tebal dan agak sumpek di bibir, not really my cup of tea sih. Dia lumayan transferproof, tapi sayangnya yang kayak gini kalau udah mulai crumbling di bagian dalam bibir jadi kering banget dan bikin malas buat reapply. Pigmentasi oke sih, dan menurutku untuk liquid lipstick di bawah Rp 50.000 dia masih terbilang lumayan. Ya kalau kalian suka modelan liquid lipstick dengan finish velvet gitu, you will like this one. I personally don't.
Produk pertama dari Dear Me Beauty yang aku punya itu Dear Me Beauty Perfect Gloss Lip Liquid shade Dear Audrey yang langsung jadi produk favoritku gara-gara warna dan finishnya yang cantik banget. Tanpa aku sadari aku mulai perlahan nyobain produk dari Dear Me Beauty lainnya karena sejujurnya mereka punya aesthetic yang klop di aku. Walaupun sempat beberapa kali merasa kecewa dengan beberapa launching mereka yang terkesan heboh di desain kemasannya aja tanpa diimbangin dengan inovasi, tapi secara keseluruhan aku masih bisa menikmati produk-produknya.
Lalu suatu hari, aku lupa dalam rangka apa, tiba-tiba Dear Me Beauty diskon gede-gedean di Shopee. Awalnya sih aku nggak ada wishlist yang lagi pengen dibeli, tapi emang deh ya kalau udah nggak ada niat, mendingan nggak usah sok-sokan iseng lihat-lihat, karena pas aku lihat lip matte mereka yang kolaborasi sama Yupi ini nangkring dengan harga super miring, ya mana bisa dong aku anggurin!

Kolaborasi antara Dear Me Beauty dengan Yupi ini memang udah termasuk koleksi lama, jadi bukan baru-baru ini launchingnya. Aku kira produk kolaborasi ini bakal limited edition gitu lho, jadi setelah sekian kali restock pada akhirnya mereka nggak akan produksi lagi. Makanya aku nggak terlalu tertarik karena males juga kalau sampai suka sama produk yang limited edition kan repot pas udah nggak dijual lagi sementara barangnya udah nggak ada. Tapi makin ke sini aku perhatiin, kok mereka ini ada terus ya wkwkwk. Bahkan sering banget diskon dan diskonnya nggak tanggung-tanggung.
Aku sempat kritik di awal kemunculan kolaborasi kedua brand ini karena awalnya udah asik banget tuh Dear Me Beauty kolaborasi sama brand makanan yang dikenal karena warna-warninya. Eh tapi waktu swatch lip productnya keluar, ternyata warna yang direlease nggak jauh beda sama shade yang udah ada sebelumnya, cuma kayak ganti packaging aja. Sungguh disayangkan apalagi dari kardus luarnya aja udah fun dan Yupi banget, eh warna lipstiknya ya biasa aja, boring malah.
Dari semua shade yang waktu itu kena diskon jadi Rp 30.000-an, yang menurutku masih bisa masuk ke skin tone aku cuma si Dear Sweetheart ini aja, yang lainnya udah pada sold out. Di foto referensi yang mereka pajang di Shopee sih warnanya lebih tua sedikit, jadi pas produknya sampai di aku, sempat dagdigdug bakal pas apa nggak. Ya walaupun kalau warnanya keterangan sedikit juga masih bisa aku akalin buat dipakai di bagian dalam bibir diombre sama warna yang lebih tua jadi bibirku bisa kelihatan lebih plump.
Tapi setelah dicoba langsung di bibir, warnanya benar-benar pas! Ini udah warna nude yang paling mentok, nggak bisa lebih muda lagi hahaha. Selama ini lipstik nude aku warnanya masih suka ketuaan, belum kelihatan kayak warna bibir asli gitu yang bisa nyaru sama kulit. Tapi shade Dear Sweetheart ini ternyata bisa pas banget aku kaget. Senang banget akhirnya bisa nemu warna base buat bikin ombre lips. Sayangnya dari segi formula lip coat Dear Me Beauty ini kering banget dan gampang hilang di bagian dalam bibir, apalagi karena ini warnanya nude jadi kalau mulai pudar ya nggak bakal kelihatan bersisa. Formulanya yang kering itu juga gampang crumble. Tadinya aku tertarik buat cobain lip coat mereka lainnya (yang bukan kolaborasi sama brand lain) tapi karena formulanya begini jadi nggak tertarik lagi deh. It's still a pretty shade tho.
Sebagai pecinta gincu, aku tuh paling susah menahan godaan buat nggak beli lipstik lagi dan lagi. Apalagi kalau diskonnya bertebaran di mana-mana, aduh udah deh, baik baik mending m-banking dihapus aja dari handphone hahaha. Sejak beberapa minggu lalu, ada gerakan di Twitter dalam bentuk hashtag #lokalinaja, di mana kita sharing produk-produk lokal andalan kita, baik skincare, make-up, pokoknya semua yang berhubungan sama kecantikan lah. Tujuannya untuk mengenalkan ke publik kalau ini lho, brand lokal Indonesia udah semaju ini sekarang.
Makanya waktu Sociolla gelar diskon dalam rangka International Lipstick Day beberapa waktu lalu, aku langsung berniat buat beli lipstik dari brand lokal demi menyemarakkan koleksi lipstikku yang boleh dibilang, sekarang udah didominasi sama produk dalam negeri hihi. Kebetulan banget aku belum pernah coba produk apapun dari Luxcrime. Aku sempat tanya followersku di Instagram dan Twitter apa yang worth it buat dicoba dari brand ini, dan mostly jawabnya lip product terbaru mereka dan maskernya. Karena aku bukan pecinta masker, jadi aku memutuskan buat cobain Luxcrime Airy Lip Mousse aja.
Ngelihat kemasan luarnya ini mengingatkan aku sama vibe natal banget haha. Kebetulan shade yang aku pilih soalnya merah dengan undertone orange, jadi berasa lagi lihat pohon natal. Semua informasi mengenai lipstiknya udah ditulis di boxnya lengkap, mulai dari klaim, ingredients, sampai warna dan nama shadenya juga ada di bagian bawah (atau atas?) boxnya. Aku memutuskan pilih shade Pumpkin Kisses karena akhir-akhir ini lagi bosan banget sama lipstik nude 😂 Shade Luxcrime Airy Lip Mousse ini lumayan banyak, walaupun nggak terlalu beragam in terms of base color karena hampir semuanya cenderung mauve dan pink nude.
Aplikatornya standard lah, bentuknya doe foot dan nggak ada modifikasi macam-macam. Untuk pengaplikasiannya di bibir gampang banget, ngambil produknya juga nggak kebanyakan, cuma dia banyak yang nempel di tangkai aplikatornya aja. Oh iya, seri Airy Lip Mousse dari Luxcrime ini wanginya tuh enaaak banget, kayak wangi susu coklat! Katanya sih semua shadenya wanginya enak-enak hihi. Aku selalu suka sama lip product yang ada wanginya, pas dipakai jadi bikin mood enak aja.
Aku langsung jatuh cinta pada percobaan pertama hahaha. Benar-benar warnanya persis apa yang aku cari. Warna kayak gini selalu jadi pilihanku kalau lagi malas dandan tapi mau tetap kelihatan ada 'warna' di mukaku. Udah beberapa kali coba pakai nude lipstick, atau ombre lips, tapi tetap nggak ada yang bisa ngalahin betapa versatilenya warna lipstik kayak gini. Kalau aku pakai lipstik yang warnanya nude, aku harus extra di bagian make-up mata, tapi karena warna Pumpkin Kisses ini sendiri udah lumayan jadi attention seeker, jadinya tanpa make-up mata yang proper pun aku tetap kelihatan dandan.
Formulanya super duper nyaman di bibir, lembuttt banget, dan coveragenya juga oke di bibirku yang gelap. Aku cuma butuh sekali celup aja untuk bisa nutupin seluruh bibir aku pakai Airy Lip Mousse. Finishnya sih ke arah matte, tapi dia nggak transferproof. Waktu aku wear test, berjam-jam setelah diaplikasikan lipstiknya tetap transfer warnanya walaupun sedikit, tapi untungnya pigmen warnanya itu sendiri nempel banget di bibir, jadi nggak gampang hilang juga. Overall, aku suka in terms of kenyamanannya, nggak masalah dia nggak transferproof juga, dan this will be my new daily lipstick!
Halo semuanya, apa kabar? Wah udah masuk bulan Mei aja nih. Masih pada betah #DiRumahAja kan? ;) Hari ini aku mau bikin review tentang salah satu lip product dari brand lokal yang sebenarnya udah lama banget aku punya, tapi nggak sempat-sempat ditulis reviewnya karena dia jarang aku pakai. Alasannya adalah, produk ini aku dapat dari SOCOBOX, dan shadenya terlalu muda di kulitku yang medium dark ini hiks. Jadinya dia nggak bisa dipakai sendirian, aku harus ombre sama lipstik lain supaya warnanya bisa lebih masuk di kulitku. Tapi karena sayang kalau nggak dipost di blog, jadi aku memutuskan buat review aja deh hehe.
Kemasan luarnya persis liquid lipsticknya BLP, dari segi aplikator juga bentuknya sama kayak aplikator liquid lipstick pada umumnya yang berbentuk doe foot. Keseluruhan desainnya aku suka sih, minimalis dan nggak ribut gitu lho.
Teksturnya ini very creamy, tapi setelah kena bibir jadinya kering banget. Dia gampang crack, walaupun rasanya tetap ringan sih, bahkan setelah dilayer dengan lipstik lainnya. Karena teksturnya yang kering itu, jadinya dia gampang hilang dan nggak tahan banting sama sekali. Aku cukup kaget karena dipakai minum aja dia bisa bubar huhu :( Setiap aku pakai Sulamit shade 16 ini pasti aku pair sama lipstik lainnya yang warnanya lebih gelap sedikit buat bikin efek plumpier lips dan bibir bisa kelihatan lebih full ala ala Kylie Jenner heheh :p
Dan sejujurnya hasilnya surprisingly bagus kok. Dia gampang diblend juga. Andaikan dia less drying dan lebih tahan lama sedikit, pasti udah aku repurchase.
Pertama kali dengar soal brand Implora ini sebetulnya udah lama, waktu itu ada salah satu temanku yang share soal brand lokal yang ngeluarin liquid lipstick dengan harga super duper terjangkau tapi kualitasnya terbilang lumayan. Dulu sih belum banyak yang ngomongin, dan aku juga belum tertarik karena lihat shadenya yang cuma 3 dan belum banyak yang jual offline. Soalnya kalau mau beli lipstik pasti sebisa mungkin aku icip icip dulu swatchnya secara langsung biar tahu dia seperti apa formulanya.
Nah 2019 kemarin tiba-tiba brand Implora ini melejit banget namanya, entah karena apa tapi mungkin semakin banyak orang yang mulai aware sama keberadaannya. Akhirnya aku tergoda deh buat nyobain langsung. Harganya benar-benar murah, di tempat aku beli, dia cuma Rp. 20.000 aja. Ibarat ya kalau hasilnya nggak memuaskan, aku nggak sedih-sedih amat lah haha.
Dari segi desain kemasannya sih nggak ada yang aneh-aneh. Menurutku dia jauh lebih enak dipandang mata dibanding waktu pertama kali Pixy ngeluarin lipcreamnya. Implora ini lebih simple, lebih to the point dengan tutup botol warna hitam dan body botolnya sendiri yang transparan supaya kita bisa lihat langsung warnanya. Aplikatornya juga bentuknya masih sama kayak aplikator liquid lipstick kebanyakan, bentuknya doe foot gitu.

Sebetulnya lip product yang harganya murah itu cenderung punya formula yang kurang nendang. Jadinya dari awal nyoba memang ekspektasiku nggak tinggi. Untuk pigmentasi sih dia bagus, sekali celup dan satu kali layer aja udah bisa nutupin bibir yang hitam. Rasanya ringan banget di bibir, nggak kerasa kalau lagi pakai lipstik sama sekali, tapi ya lama kelamaan bisa crumble dan pudarnya juga termasuk cepat. Kalau udah kering sih dia nggak transfer sama sekali, tapi kalau dipakai makan dan minum gitu lama kelamaan bagian dalam bibir bakal mulai memudar. Aku nggak merekomendasikan reapply karena malah bisa jadi clumpy hasilnya.
-----
Where to buy? Mutiara Cosmetic Jogja
How much? Rp. 20.000
Waktu pertama dengar Wardah mau ngeluarin lip product baru, aku excited banget. Sebelumnya aku punya lip product mereka dari series Instaperfect dan sempat jadi liquid lipstick kecintaanku selama beberapa bulan yang selalu aku pakai setiap hari karena warnanya yang pas banget buat skin tone aku. Sampai akhirnya mulai bermunculan lah di Twitter bentukan dari produk Colorfit Velvet Matte Lip Mousse ini. Dan hal pertama yang langsung muncul di pikiranku adalah... kemasannya mirip banget sama Lip Velvet-nya Victoria's Secret. Mulai dari pemilihan desain tube sampai font yang dipakai. Ya mirip, tapi jelas nggak sama sih.
Setelah sempat excited buat cobain produknya, aku justru agak kecewa dengan pilihan warna yang disuguhkan sama Wardah kali ini. Dari 8 shades, yang bisa pas di kulitku yang sawo matang ini cuma shade nomor 07 Red Pioneer. Itupun awalnya aku kira bakal warnanya merah banget, tapi malah cenderung ke arah maroon gelap. Sisanya? Cuma warna-warna nude buat kulit medium dan light pink.
Wanginya sih nggak terlalu aneh, masih bisa ditolerir, tapi khas banget bau lip cream yang kimia gitu, bukan wangi-wangi manis. Aplikatornya juga standard aplikator biasa yang bentuknya doe foot. Gampang banget buat ambil produknya dari dalam tube.
Baca juga: Maybelline Liquid Matte Sensational Shade 11 Made Easy Review
Wanginya sih nggak terlalu aneh, masih bisa ditolerir, tapi khas banget bau lip cream yang kimia gitu, bukan wangi-wangi manis. Aplikatornya juga standard aplikator biasa yang bentuknya doe foot. Gampang banget buat ambil produknya dari dalam tube.
Baca juga: Maybelline Liquid Matte Sensational Shade 11 Made Easy Review
Karena namanya lip mousse, yang ada dalam pikiranku dia bakal pekat kayak mousse, you know? Dan ternyata memang pigmentasinya jago banget, nggak bohong! Dalam sekali swipe aja aku bisa nutupin warna asli bibirku yang hitam. Dan buat sebibir ini aku cuma cukup sekali celup aja nggak perlu berkali-kali. Shade 07 Red Pioneer ini memang nggak pure warna merah yang ngejreng gitu ya. Seperti yang kubilang sebelumnya dia cenderung ke arah maroon gelap. Buat ketahanannya sih juga cukup oke, nggak gampang fading, dan transferproof. Mungkin kalau shade rangenya lebih beragam lagi aku bakal beli shade lainnya apalagi karena harganya masih affordable. But for now, it's a pass.
-----
Where to buy? Puspa Indah Yogyakarta
How much? Rp. 58.700
Kalau kalian follow Instagramku, kalian pasti tahu betul aku ini pecinta gincu. Total lip products yang aku punya sampai sekarang udah ada 32 produk, dan semuanya itu dikoleksi selama setahun belakangan ini. Kalau soal lipstik memang aku paling susah nahan diri. Apalagi kalau desain kemasannya cantik dan pilihan warnanya juga luas, udah deh, pasti bakal aku incer. Nah waktu L'Oreal ngeluarin liquid lipstick baru, aku langsung jatuh hati pada pandangan pertama karena desain botolnya yang sleek dan minimalist, nggak berisik gitu lho, khas L'Oreal banget. Dari segi harga memang lumayan bersaing sama liquid lipstick dari brand lokal juga. Aku lupa persisnya berapa, kayaknya sekitar Rp. 120.000 lebih? Oh iya ini aku beli langsung di Watson soalnya susah ngira-ngira shade apa yang cocok buat kulitku yang sawo matang.
Dari yang aku cari-cari di Google sih rangkaian L'Oreal Rouge Signature ini ada 12 shade total. Seperti biasa, pilihan warnanya beragam banget. Mulai dari coklat, pink, ungu, sampai merah, ada semua. Ini salah satu alasan kenapa aku cinta banget sama lip product luar negeri. Shade yang mereka keluarin inclusive banget. Padahal cuma 12 shade, tapi bisa mencakup banyak spektrum warna. Mereka nggak takut buat bikin warna-warna yang mungkin kurang practical buat sehari-hari.
Jadi habis L'Oreal ngumumin kalau mereka ngeluarin lip product baru, aku belum langsung beli. Maklum, nabung dulu sebentar hehe. Tapi ternyata mutualku di Instagram udah banyak banget yang coba dan rata-rata mereka suka sama shade 116 I Explore. Hmm, bisa ditebak sih si I Explore ini warnanya nude memang, jadi wajar kalau banyak yang suka. Waktu pertama aku swatch sih aku sendiri nggak langsung pengen bawa pulang I Explore. Tapiii lama kelamaan nggak tahan karena makin sering lihat orang-orang pakai shade ini di Instagram haha.
Masuk ke bagian interiornya nih sekarang. Kayaknya sejak L'Oreal ngeluarin produk Infallible Pro-matte Liquid Lipstick, mereka udah nyaman sama aplikator yang ujungnya runcing dan pipih kayak gini ya. Jujur aku juga memang lebih prefer aplikator liquid lipstick yang model begini karena jauh lebih mudah buat ngebingkai bibir supaya lebih rapi gitu nggak bleber kemana-mana. Ujungnya yang lancip dan body aplikatornya yang pipih ngebantu banget buat menjangkau sudut-sudut dan lekukan bibir. Brushnya pun nggak kebanyakan ngambil produknya, jadi nggak bakal bikin lipstiknya clumpy.
Aku lupa fotoin keseluruhan botolnya tapi kalian bisa coba cari di Google aja. Kali ini benar-benar aku jatuh hati karena botolnya dikemas dengan bahan doff jadi ngasih kesan yang nggak murahan. Karena jujur dibandingin sama Infallible Pro-matte Liquid Lipstick tuh, yang ini lebih enak dipandang mata.
Kalau kalian udah nonton videoku di mana aku ngomongin soal my top 5 daily lipstick, kalian pasti tahu aku jatuh cinta banget sama formulanya. Jadi selain kemasan luarnya yang cantik, ternyata lipstik ini juga bisa bikin aku jatuh cinta sama formulanya. Tekstur Rouge Signature ini benar-benar ringan banget. Waktu disapukan ke bibir rasanya kayak air, mirip lip tint malah. Walaupun begitu warnanya tetap pigmented dalam satu kali pulasan. Biasanya aku agak skeptis sama liquid lipstick yang cair karena harus beberapa kali dipping ke dalam botolnya biar warnanya pekat. Tapi yang ini sekali dipping aja udah cukup buat satu bibir.
Finishnya juga nggak dead matte di bibir. Masih ngasih shine dan cukup reflective sama cahaya. Buatku pribadi juga dia nggak bikin bibir jadi kering, bahkan tanpa harus pakai lip balm dulu. Kalau udah ngeset di bibir, dia lumayan transferproof. Tapi kalau dipakai makan atau minum bakal cepat banget hilangnya. Not surprised sih, secara kan memang finishnya aja nggak matte. Jadi kalau kalian cari lipstik yang tahan banting, mungkin L'Oreal Rouge Signature bukan opsi terbaik.
Gimana menurut kalian? Bakal tergoda buat nyobain kah? Kalau kalian sendiri paling suka sama shade yang mana dari series L'Oreal Rouge Signature ini?
-----
Where to buy? Watson
How much? Rp. 150.000
Sekitar bulan Agustus sampai Oktober kemarin, banyak brand yang ngeluarin lipstik baru, baik dari brand lokal maupun luar negeri. Nah Maybelline jadi salah satunya. Kalau untuk urusan lipstik memang Maybelline nggak perlu diragukan lagi ya. Mereka baru aja mengeluarkan produk Liquid Matte Sensational dengan harga yang super duper terjangkau (di bawah Rp. 100.000) dengan shade yang beragam mulai dari yang gelap sampai yang terang ada. Ukuran tubenya juga lebih pndek dibandingkan liquid lipstick pendahulua, Superstay Matte Ink. Jadi pas banget buat dibawa-bawa karena bisa muat di tas kecil.
Waktu produknya keluar, aku jadi ngeh kalau selama ini Maybelline baru punya dua liquid lipstick. Kebanyakan lip product mereka masih yang bentuknya bullet lipstick, kayak Maybelline Powder Mattes atau The Loaded Bolds, bahkan ada yang baru lagi nama seriesnya The Brick. Mungkin mereka ngeluarin produk ini buat jadi opsi bagi customernya yang lebih prefer liquid lipstick tapi kurang cocok sama formula Superstay Matte Ink yang terlalu matte dan kering di bibir.
Aplikator Liquid Matte Sensational ini juga nggak seperti Superstay Matte Ink yang pipih dan lancip, jadi bentuknya doe foot seperti aplikator lipstik kebanyakan. Aku sih lebih prefer yang ujungnya lancip karena lebih memudahkan buat ngebingkai bibir. Tapi aplikatornya cukup oke karena bisa ngambil produk dari dalam tubenya dengan pas, nggak kebanyakan atau kesedikitan.
Aku beli ini di Watson Senayan City, dan waktu itu warnanya masih banyak yang in stock, cuma yang cenderung coklat udah pada habis. Kayaknya memang kalau soal lipstik, nggak perlu ditanya lagi ya, orang Indonesia pasti bakal ngincer warna-warna nude. Jadi aku pilih shade 11 Made Easy yang cenderung pink, plum, dan agak magenta muda.
Dari segi formula aku cukup suka, bukan formula yang bikin "wow" gitu sih, tapi termasuk yang memang enak dan nyaman di bibir. Kalau udah ngeset, lipstiknya bakal transferproof. Tapi kalau dipakai makan dan minum sih lama kelamaan bakal crumble di bagian dalam bibir. Cuma nggak bakal benar-benar hilang warnanya. Walaupun begitu dia nggak sekering Superstay Matte Ink, jadi pas banget buat yang butuh liquid lipstick yang tahan banting tapi formulanya nggak drying di bibir. Warnanya pun juga pekat dalam sekali swipe, nggak perlu berkali-kali dicelup ke tubenya buat sebibir full. Overall, aku suka sama produk ini dan dia sekarang udah jadi salah satu daily lipstick aku! Kalau kalian, lagi suka sama lipstik apa? Share ya di kolom komentar!
Dari segi formula aku cukup suka, bukan formula yang bikin "wow" gitu sih, tapi termasuk yang memang enak dan nyaman di bibir. Kalau udah ngeset, lipstiknya bakal transferproof. Tapi kalau dipakai makan dan minum sih lama kelamaan bakal crumble di bagian dalam bibir. Cuma nggak bakal benar-benar hilang warnanya. Walaupun begitu dia nggak sekering Superstay Matte Ink, jadi pas banget buat yang butuh liquid lipstick yang tahan banting tapi formulanya nggak drying di bibir. Warnanya pun juga pekat dalam sekali swipe, nggak perlu berkali-kali dicelup ke tubenya buat sebibir full. Overall, aku suka sama produk ini dan dia sekarang udah jadi salah satu daily lipstick aku! Kalau kalian, lagi suka sama lipstik apa? Share ya di kolom komentar!
-----
Where to buy? Watson
How much? Rp. 65.000
Maybelline Superstay Matte Ink ini adalah liquid lipstickku yang kesekian yang menunggu untuk dihabiskan. Kalau ngomongin liquid lipstick, kayaknya nggak bakal ada habisnya deh. Percaya atau nggak, dulu aku benci banget pakai lipstick. Aku inget waktu masih kecil dan harus didandanin buat ikut ke pernikahan sepupu, aku didandanin sama ibu-ibu tukang rias yang juga jadi rias pengantinnya, dan mukaku dikasih foundation dan bedak yang super whitecast dan lipstick warna merah sampai kalau dilihat di foto itu aku kayak hantu Juon karena mukanya putih :")
Fast forward belasan tahun kemudian, siapa yang sangka lipstick akan jadi salah satu produk make-up kecintaanku yang bisa mengubah vibe muka aku. Aku bisa pergi keluar tanpa ngalis, tanpa bedakan, tanpa concealer, tapi kalau tanpa lipstick atau pewarna bibir, aku bakal nggak PD. Karena bibirku ini kan udah dari sananya warnanya gelap, dan aku mulai bisa legowo kalau inilah warna asli bibirku, jadi nggak bakal mengharap lebih bahkan dengan perawatan seperti apapun dia bakal berubah warna pink. Makanya aku butuh lipstick yang high coverage, bisa langsung menutup warna asli bibirku tanpa perlu disapukan berkali-kali.
BACA JUGA: Colourpop Ultra Matte Lip Shade Bumble Review
BACA JUGA: Colourpop Ultra Matte Lip Shade Bumble Review
Nah, aku yakin banyak dari kalian yang udah tahu sama liquid lipsticknya Maybelline si Superstay Matte Ink yang terkenal karena ketahanannya yang luar biasa, saking luar biasa-nya sampai-sampai dia susah banget dibersihkan pakai micellar water biasa. Aku sempat maju mundur mau beli apa nggak karena kalau susah dibersihkan, berarti aku harus mencari pembersih khusus kan. Tapiii, gara-gara Watson kemarin diskon liquid lipstick ini, dari harga normal Rp. 115.000 jadi cuma Rp. 82.000, akhirnya aku beli lah satu. Setelah beberapa kali nyobain dan ngeswatch, aku pilih shade 135 Globetrotter.
BACA JUGA: Wardah Instaperfect Mattesetter Lip Matte Paint Shade 03 Chic Review
BACA JUGA: Wardah Instaperfect Mattesetter Lip Matte Paint Shade 03 Chic Review
Waktu lihat aplikatornya kayak begini, aku langsung ingat sama L'Oreal Infallible Pro-matte Liquid Lipstick Les Chocolats. Aku jujur, lebih suka sama aplikator liquid lipstick seperti ini karena ujungnya yang lancip itu jadi bikin lebih gampang buat menyapukan produknya ke bibir. Soalnya sampai sekarang ini kan aku nggak punya lip liner buat ngebingkai bibir dan biar lebih rapi gitu kan bentuknya, jadi kalau aplikatornya lancip begini jadi bisa lebih gampang buat bikin garis tepi di sekitar bibir. Kalian sendiri lebih prefer aplikator seperti apa?
Ini warnanya di bibirku cuma satu layer aja. Cakep yaa, warnanya orange dengan undertone coklat gitu. Maybelline Superstay Matte Ink ini juga ternyata ada wanginya gitu, wangi manis, enak deh. Aku malah baru tahu dia wangi manis, kukira tadinya dia wangi liquid lipstick biasa pada umumnya. Dia transferproof dan benar-benar bisa bertahan dari pagi sampai sore, dipakai makan apa aja nggak gentar! Downsidenya sih mungkin karena formulanya yang super matte, dia cenderung bikin bibir jadi kering dan kalau udah kelamaan di bibir jadi crumble sedikit saking keringnya. Cuma overall, aku sangat amat cinta sama dia. Pastiin aja bibir cukup lembab biar begitu pakai liquid lipstick ini nggak crack. Dia juga masih bisa dibersihkan pakai Garnier Micellar Cleansing Water yang biphase (oil-infused).
Kalian sudah cobain Superstay Matte Ink? Shade apa yang jadi favorit kalian?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons