Showing posts with label K-Beauty. Show all posts
Showing posts with label K-Beauty. Show all posts
Sebagai orang yang baru comeback ke dunia beauty lagi, aku ga tahu di mana popularitas Skin1004 di Indonesia sekarang ini. Aku cuma pernah pakai produk mereka sekali di tahun 2020. Waktu itu aku dikasih toner madagascar Skin1004—masih satu lini sama ampoule ini—dan hasilnya sebenarnya biasa aja. Mungkin karena waktu itu kulitku lagi dalam keadaan bagus jadinya kurang berasa ya. Aku sendiri emang niat buat beli ini karena kulitku butuh sesuatu yang bisa bantu dorong kelembaban dan hidrasi. Aku terlalu sering pake retinol tanpa peduliin kelembaban dan hidrasi kulit udah tercukupi, makanya aku beli ampoule aja biar lebih nendang. Mungkin jodoh, pas lagi buka Shopee, tiba-tiba ampoule Skin1004 lewat begitu aja dan ternyata lagi diskon. Ga pake nunggu lama aku langsung check out!
Aku emang gampang kepincut sih sama produk ukuran besar kalo mereka lagi diskon. Karena dengan ukuran 100ml kayak gini, pemakaiannya bisa tahan lama banget di aku, jadi aku ga perlu sering-sering beli skincare baru. Walaupun pengalaman pakai toner mereka dulu ga terlalu berkesarn di aku, tapi Skin1004 punya reputasi yang bagus, jadinya aku ga ragu buat nyobain ampoule ini.
Skin1004 Madagascar Centella Ampoule punya klaim membantu mlembabkan dan menenangkan kulit. Sesuatu yang sangat aku butuhkan saat ini akibat terlalu sering pakai retinol tanpa dibarengi sunscreen. Karena aku mau back to basic, jadinya aku mau fokus cari produk-produk yang bisa bantu melembabkan dan menghidrasi.
Pas aku cek di box-nya, tertulis kalau ingredients di ampoule ini terdiri dari 100% centella asiatica extract. Agak mencengangkan ya, karena kayaknya ini pertama kalinya aku ketemu skincare yang cuma pakai 1 bahan aja. Oh iya, ngomongin soal ampoule, ini adalah ampoule ketigaku. Sampai saat ini masih ga tahu apa bedanya ampoule sama serum, cuma sih kata orang ampoule tuh serum tapi lebih concentrated aja.
BACA JUGA: Dr. Ceuracle Vita Propolis Ampoule Review
Aplikator produk ini menggunakan pipet yang di ujung mulut pipetnya agak miring. Kalau kalian perhatikan di foto, itu bukan patah atau ilusi kamera ya, mulut pipetnya memang didesain miring. Kayaknya sih untuk memudahkan kita buat langsung apply produknya ke kulit muka biar ampoule-nya ga jatuh kemana-mana. It's a nice little touch, tapi aku sendiri tetap taruh ke tangan dulu dan ga pernah langsung ke muka karena buatku malah ribet kalau langsung ke muka. Aku biasanya pakai 6 drop aja (yes, I count them) untuk seluruh muka, pagi dan malam hari.
Tekstur produknya cair, agak sedikit lebih lengket dari air tapi ga heavy sama sekali. Dia enak dibaurkan ke kulit, langsung ngasih kesan glowing dan plumping. Ga ada bau yang mengganggu, dan enak dilayer sama banyak produk. So far dia membantu banget buat menenangkan kulitku yang super dehidrasi. Tekstur kulit udah jauh lebih membaik, ga lagi kasar. Produksi minyak juga lebih moderate dibanding sebelumnya. I understand why people raved this product back then, karena memang bikin kulit jadi nyaman banget. 10/10 would repurchase!
Tekstur produknya cair, agak sedikit lebih lengket dari air tapi ga heavy sama sekali. Dia enak dibaurkan ke kulit, langsung ngasih kesan glowing dan plumping. Ga ada bau yang mengganggu, dan enak dilayer sama banyak produk. So far dia membantu banget buat menenangkan kulitku yang super dehidrasi. Tekstur kulit udah jauh lebih membaik, ga lagi kasar. Produksi minyak juga lebih moderate dibanding sebelumnya. I understand why people raved this product back then, karena memang bikin kulit jadi nyaman banget. 10/10 would repurchase!
Sunscreen udah jadi hal yang enggak pernah lepas dari skincare routine-ku. Rasanya kurang aja gitu kalau pagi skincare-an tanpa sunscreen, meskipun mostly kegiatanku sekarang di rumah atau di dalam ruangan aja. Meskipun cuma di rumah dan kamarku juga enggak ada akses matahari, aku tetap rajin pakai sunscreen. Menurutku enggak ada ruginya pakai, karena prinsipku adalah selama di luar masih ada matahari, sunscreen enggak boleh skip! Apalagi sekarang aku udah menginjak usia 25 tahun. Kulitku pasti udah enggak seprima dulu, flek hitam bisa muncul kalau enggak dirawat, kerutan juga bisa timbul. Tanpa sunscreen, aku bisa kelihatan lebih tua dari umurku yang sebenarnya.
Nah kali ini aku mau nge-review produk sunscreen yang akhir-akhir ini lagi aku pakai yaitu SNP UV Perfect Air-Cool Sun Cream SPF 50+ PA+++. Pasti kalian udah enggak asing lagi ya sama brand SNP. Di blog ini sendiri produk mereka jadi salah satu yang paling banyak aku review. Tapi ini adalah sunscreen pertama dari SNP yang aku cobain, makanya aku excited banget karena udah lama mau cobain sunscreen mereka. Kebetulan untuk sun cream ini adalah upgraded version dari sunscreen gel mereka yang sebelumnya udah terkenal juga. Kalau kalian penasaran sama reviewnya, scroll terus postingan ini ya!
Yuk bahas klaimnya dulu. Jadi produk ini adalah sunscreen yang katanya waterproof alias tahan air, bisa melindungi kulit kita dari paparan sinar UVA/UVB, dan punya finish yang bisa bikin kulit kita jadi kelihatan glowing secara natural. Wah, jujur dengar klaim kayak gini aku tergoda banget sih, karena aku suka sunscreen yang finishnya glowing, bukan matte, karena kalau glowing muka kita kelihatan kayak sehat aja gitu kesannya hehe.
Produk ini dikemas dalam bentuk tube berwarna biru aquamarine, dengan isi 50g dan harganya Rp180.000. Harganya cukup bersaing ya, karena sekarang sunscreen lokalpun juga udah banyak yang di atas Rp150.000. Untuk link tempat di mana kalian bisa belinya nanti bakal aku sertakan di akhir postingan ya!
Sebenarnya aku belum terlalu lama pakai sunscreen ini, baru beberapa hari lah, tapi dari pemakaian pertama aja aku udah bisa langsung tahu, I'm gonna love this sunscreen. Buatku enggak susah menentukan aku bakal cocok atau enggak sama sebuah sunscreen, cuma butuh paling banyak dua kali pemakaian aja udah bisa ketebak aku suka atau enggak.
Sunscreen ini punya tekstur cream yang menurutku masih termasuk watery. Dia enggak berat, enggak bikin kulit jadi sumpek, enggak bikin muka kelihatan kusam, ataupun berminyak. Finishnya pas banget, bikin kulit glowing yang sehat. Udah gitu rasanya juga melembabkan banget, makanya kenapa aku bisa skip pakai moisturizer di pagi hari karena pakai sunscreen ini aja juga udah cukup. Sunscreen ini enggak perih di mata, enggak pilling, dan dipakai di bawah makeup juga oke oke aja.
Untuk daya lindungnya sih aku belum bisa banyak komentar karena kegiatanku mostly masih di dalam rumah, belum aku tes gimana kalau aku bawa beraktivitas berat di luar ruangan. Tapi nanti kalau ada perkembangan lainnya pasti bakal aku update di Instagram.
Kalian bisa beli SNP UV Perfect Air-Cool Sun Cream SPF 50+ PA+++ di:
Tentunya jangan lupa juga buat follow Instagram @snpofficial.id biar kalian enggak ketinggalan sama promo, produk terbaru, dan giveaway dari SNP!
Siapa di sini yang suka minum kopi? 🙋♀️ Aku termasuk yang enggak pernah bisa skip 1 hari tanpa minum kopi. Bahasa kerennya, I can't function properly before I get my coffee hehe. Karena kesukaanku minum kopi itu, aku jadi suka banget sama semua hal yang berbau kopi, rasanya kalau nyium bau kopi tuh jadi lebih fresh dan segar aja. Nah, baru-baru ini aku nyobain produk baru dari SNP yang ada embel-embel kopinya nih, yaitu SNP Cafferonic Shampoo & Treatment! Wah, penasaran banget enggak sih sama performa produknya? Yuk, simak terus sampai akhir ya!
Who here likes coffee? ️ I'm one of those who can never skip a day without drinking coffee. In other words, I can't function properly before I get my coffee hehe. Because I like drinking coffee, I really like all things that smell of coffee, it feels like when I smell the smell of coffee, I feel refreshed and energized. Well, recently I tried a new product from SNP that has coffee as the main ingredient, namely SNP Cafferonic Shampoo & Treatment! Wow, aren't you curious about the performance of the product? Come on, stay tuned until the end!
Jadi di dalam series SNP Cafferonic ini ada 2 produk: Shampoo & Treatment (conditioner). Seperti biasa, aku bakal bahas dari kemasan luarnya dulu ya. SNP Cafferonic Shampoo & Treatment ini dikemas dalam botol yang mirip dengan produk skincare mereka si Peptaronic dan Cicaronic, cuma bedanya warna botolnya warna coklat kemerahan. Yang shampoo isinya 500ml sementara untuk treatment isinya 310ml dengan harga masing-masing Rp180.000. Botolnya dilengkapi dengan pump, jadi memudahkan untuk ngeluarin botolnya karena cuma perlu dipijit aja tanpa harus angkat-angkat botolnya karena tangan tuh suka licin ya kadang. Dari segi packaging pokoknya aku enggak ada keluhan, menurutku dia khas SNP banget, dan botolnya juga kamar mandi-friendly alias enggak perlu takut selip dari tangan atau insiden lainnya.
Untuk klaim produknya sendiri, SNP Cafferonic ini katanya sih bisa membantu menutrisi dan melembabkan kulit kepala serta rambut kita karena di dalamnya ada kandungan kopi arabica dan 5 jenis hyaluronic acid.
So in this Cafferonic SNP series there are 2 products: Shampoo & Treatment (conditioner). As usual, I'll talk about the outer packaging first. SNP Cafferonic Shampoo & Treatment is packaged in a bottle similar to their skincare products, Peptaronic and Cicaronic, only the color of the bottle is reddish brown. The shampoo contains 500 ml, while the treatment contains 310 ml at a price of IDR 180,000 each. The bottle is equipped with a pump, so it's easy to take the bottle out because you only need to massage it without having to lift the bottle because hands are slippery sometimes. In terms of packaging, I don't really have any complaints, I think he's very typical of SNP, and the bottle is also bathroom-friendly, aka you don't have to be afraid of slipping from your hands or other incidents.
For its own product claims, SNP Cafferonic is said to be able to help nourish and moisturize our scalp and hair because it contains Arabica coffee and 5 types of hyaluronic acid.
SNP Cafferonic Shampoo
Nah, sekarang kita bahas satu-satu mulai dari shampoonya dulu. SNP Cafferonic Shampoo mengandung beberapa kandungan utama yakni: biji kopi arabica, 5 macam hyaluronic acid, 17 macam asam amino, dan 4 macam probiotik. Seperti yang bisa kalian lihat, tekstur shampoonya bening, dan wanginya enaaak banget, wangi kopi yang cenderung ke arah manis. Waktu pertama pakai produknya dan nyium wanginya, langsung bikin mood aku jadi enak. Untuk cara pakainya sama aja ya dengan shampoo pada umumnya, tinggal basahi dulu rambut secara menyeluruh baru pakaikan produknya ke seluruh rambut. Untuk pemakaiannya sendiri sih enggak ada sensasi apa-apa ya pas kena kulit kepala, kan biasanya ada tuh shampoo yang suka ngasih rasa dingin, nah kalau SNP Cafferonic ini enggak.
Biasanya aku shampooan enggak lama-lama, aku pernah nonton di channel YouTube hairdresser luar negeri kalau shampooan itu memang enggak usah dilama-lamain. Jadi selama aku udah ngerasa shampoonya udah merata, yaudah lanjut bilas aja. Aku juga fokus shampooan di area kulit kepala, kalau bagian ujung cukup sekenanya.
Now, let's discuss one by one starting from the shampoo first. SNP Cafferonic Shampoo contains several main ingredients, namely: arabica coffee beans, 5 kinds of hyaluronic acid, 17 kinds of amino acids, and 4 kinds of probiotics. As you can see, the texture of the shampoo is clear, and it smells really good, the smell of coffee tends to be sweet. When I used the product for the first time and smelled the fragrance, it immediately put me in a good mood. For how to use it, it's the same as shampoo in general, all you have to do is wet your hair thoroughly and then apply the product all over your hair. As for the use itself, there is no sensation when it hits the scalp, usually there are shampoos that like to give a cool feeling, so it's not SNP Cafferonic.
Usually I don't shampoo for long, I've watched on the foreign hairdresser's YouTube channel if the shampoo doesn't have to be prolonged. So as long as I feel the shampoo is evenly distributed, then just rinse it off. I also focus on shampooing in the scalp area, if the ends are quite casual.
SNP Cafferonic Treatment
Nah setelah selesai shampooan, lanjut pakai SNP Cafferonic Treatment alias conditionernya. Teksturnya sih sama aja juga ya kayak conditioner pada umumnya, putih dan agak berminyak, lebih licin juga di tangan. SNP Cafferonic Treatment memiliki kandungan yang sama dengan shampoonya yakni: biji kopi arabica, 5 macam hyaluronic acid, 17 macam asam amino, dan 4 macam probiotik. Wanginya sendiri sih mirip dengan varian shampoonya, kopi yang cenderung manis.
Untuk conditionernya aku pakai cukup di ujung rambut aja, karena memang udah jadi kebiasaan kalau conditioner aku pakainya enggak sampai di kulit kepala. Conditioner cenderung bikin lebih berminyak, makanya disebut treatment karena dia lebih ke arah penanganan khusus untuk kondisi rambut tertentu aja. Kondisi rambutku memang kering banget di ujungnya, makanya kenapa conditioner cuma aku pakai di ujung aja untuk menghindari kulit kepala jadi berminyak dan bikin rambut cepat lepek.
Now, after finishing shampooing, continue using SNP Cafferonic Treatment aka conditioner. The texture is the same as a conditioner in general, white and a bit oily, more slippery in the hands too. SNP Cafferonic Treatment contains the same ingredients as the shampoo, namely: arabica coffee beans, 5 kinds of hyaluronic acid, 17 kinds of amino acids, and 4 kinds of probiotics. The scent itself is similar to the shampoo variant, the coffee tends to be sweet.
For the conditioner, I only use it at the ends of my hair, because it's a habit that I don't use conditioner to reach my scalp. Conditioner tends to make it more oily, that's why it's called a treatment because it's more towards special treatment for certain hair conditions. My hair is really dry at the ends, that's why I only use conditioner at the ends to prevent my scalp from becoming oily and making my hair limp.
BACA JUGA: Head & Shoulders Supreme Smooth, Supreme Moisture, and Supreme Anti-Hairfall Shampoo Review
Aku udah pakai kedua produk ini selama dua minggu terakhir, dan aku merasa rambutku jadi enggak bervolume. Aku biasanya keramas 2 hari sekali, enggak bisa lebih dari itu karena memang kulit kepalaku cepat berminyak dan kalau udah berminyak bakal jadi gatal. Mungkin itu kenapa rambutku jadi kelihatan kurang bervolume karena produk ini terlalu melembabkan kulit kepalaku. Bukan berarti produknya enggak oke ya, tapi kurang tepat aja untuk aku. Aku juga menyayangkan wanginya yang kurang nempel di kepala apalagi setelah selesai keramas, padahal wanginya enak banget! Untuk shampoo dan conditionernya sendiri mereka enggak susah untuk dibilas, dan enggak bikin kulit kepala jadi gatal setelahnya. Menurutku produk ini akan cocok banget buat kalian yang kulit kepalanya super duper kering sih.
I've been using both of these products for the past two weeks, and I feel like my hair is losing volume. I usually wash my hair every 2 days, I can't do more than that because my scalp gets oily quickly and when it's oily it gets itchy. Maybe that's why my hair looks less voluminous because this product is too moisturizing for my scalp. That's not to say the product isn't good, but it's just not right for me. I also regret that the scent doesn't stick to my head, especially after washing it, even though it smells really good! As for the shampoo and conditioner, they are not difficult to rinse off, and don't make the scalp itchy afterward. I think this product will be perfect for those of you who have super duper dry scalp.
Oke deh, segitu dulu aja review hari ini, jangan lupa nih buat follow akun @snpofficial.id di Instagram supaya kalian enggak ketinggalan sama promo yang lagi berlangsung! Dan untuk teman-teman yang mau cobain SNP Cafferonic Shampoo & Treatment, kalian bisa cek langsung aja ke toko online resmi SNP di:
Produk ini sebetulnya udah lama nongkrong di draft, dan aku juga nerimanya udah tahun lalu thanks to Sociolla. Agak kaget sih karena sempat ngira nggak jadi dikirimin karena barangnya sampai di luar jadwal yang ditentukan. Tapi tiba-tiba suatu hari aku terima paket gede banget dengan tulisan Sociolla dan ternyata yang datang adalah dua produk ini. Sebelumnya aku sendiri belum pernah dengar brand Huang Jisoo. Awalnya malah aku kira dia brand dari Taiwan kayak Naruko, tapi ternyata bukan, Huang Jisoo ini asalnya dari Korea, kalian bisa langsung cek detailnya di website mereka. Huang Jisoo sendiri resmi dibawa sama Sociolla di Indo, jadi kalau kalian mau cobain produk mereka bisa beli di Sociolla langsung aja.
BACA JUGA: Biyu Pure Gentle Cleanser Review

Waktu pertama barangnya sampai, aku langsung penasaran sama sabun muka ini karena kemasan produknya yang termasuk beda dari sabun muka pada umumnya. Pure Daily Foaming Cleanser punya beberapa jenis dan bisa dibedakan berdasarkan warna kemasannya; Anti Skin Trouble (kuning), Deep Clean (ungu), Moisturizing (coklat), Brightening (hijau), dan Anti Pollution (merah). Jadi kalian bisa sesuaikan mau pakai cleanser yang mana tergantung masalah ataupun kondisi kulit, di sini aku dapat yang varian Deep Clean. Sebetulnya ini bukan pilihanku sih, tapi dari Sociolla-nya udah dipilihkan langsung dan buatku nggak masalah.
Cleanser ini diklaim bisa membersihkan make-up (wow!) sampai ke pori-pori. Hmm, as interesting as it sounds, aku penasaran dengan klaimnya karena tekstur produk ini tuh soft banget, nggak seperti sabun muka deep cleansing pada umumnya yang punya tekstur lebih berat atau creamy. Produk ini punya kandungan utama Mentha Arvensis Extract, Cucumber Fruit Extract, Grapefruit Extract, dan Lavender Extract yang cocok untuk membersihkan kulit dan pori-pori dari minyak berlebih. Jadi asumsiku ini bakal cocok buat mereka yang kulitnya oily (like me!). Cleanser buat orang dengan kulit berminyak tuh memang tricky ya. Di satu sisi kita pengen cleanser bisa bikin muka kita ngasih rasa bersih, tapi di sisi lainnya cleanser dengan clean feel justru bisa bikin kulit terasa kesat dan berujung pada dehidrasi.
Ingredients: Sodium Cocoyl Apple Amino Acids, Water, Mentha Arvensis Extract, Triticum Vulgare (Wheat) Seed Extract, Allium Cepa (Onion) Bulb Extract, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Opuntia Coccinellifera, Schizandra Chinensis Fruit Extract, Diospyros Kaki Leaf Extract, Trehalose, Arctium Lappa Root Extract, Glycerin, Citrus Paradisi (Grapefruit) Fruit Extract, Silybum Marianum Extract, Cinnamomum Cassia Bark Extract, Lavandula Angustifolia (Lavender) Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Scutellaria Baicalensis (Baikal Skullcap) Root Extract, Morus Alba (White Mulberry) Leaf Extract, Panax Ginseng Root Extract, 1·2-Hexanediol, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Chrysanthemum Morifolium Flower Extract, Laminaria Japonica Extract, Artemisia Vulgaris Extract, Lithospermum Erythrorhizon Root Extract, Sophora Angustifolia Root Extract, Arginine, Propanediol, Beta-Glucan, Caprylic/Capric Triglyceride, Butylene Glycol, Caprylyl Glycol, Salvia Sclarea (Clary) Oil, Orchid Oil, Citrus Reticulata (Tangerine) Leaf Oil
Cleanser ini tuh jenis cleanser yang pas dikeluarin bentuknya langsung busa gitu, kayak cleansernya Kylie Skin yang pink, tahu kan? Sebelumnya aku belum pernah punya cleanser busa kayak gini, jadi pas awal-awal pakai tuh norak sendiri wkwk. Tapi kalau kalian biarin beberapa lama nanti busanya bakal menghilang dan keliatan deh sabunnya yang punya tekstur cair dan ringan banget.
Terus gimana performanya? Honestly, biasa aja sih. Untuk ukuran cleanser dengan harga Rp399.000, dia underperformance. Inilah kenapa aku nggak pernah mengeluarkan uang buat cleanser mahal-mahal karena cleanser itu udah cukup yang penting bisa membersihkan muka dengan tuntas aja. Kalau buat bikin kondisi muka jadi lebih baik, jangan mengandalkan cleanser tapi produk kayak toner atau serum. Cleanser itu selama dia bisa membersihkan dengan baik dan nggak bikin kulit jadi kesat atau ketarik, itu udah oke. Nah si Huang Jisoo Pure Daily Foaming Cleanser ini rasanya sebenarnya biasa aja, nggak bikin kulit berasa jadi gimana-gimana. Is it bad? No. Tapi dengan price point segitu, menurutku nggak worth it aja heheh. Masih banyak banget cleanser yang performancenya oke dengan harga jauh lebih murah. Tapi kalau kalian mau cobain sensasi cleanser harga Rp399.000, silahkan aja guys.
Siapa di sini yang masih ingat sama produk yang bikin dunia skincare heboh banget dulu? Yap, si serum Snail Truecica dari Some By Mi ini pernah bikin orang-orang sampai adu pendapat karena klaim serum ini benar-benar terkesan magical banget. Buat yang mungkin nggak sempat ngikutin gonjang-ganjing produk ini dulu, serum Snail Trucica SBM diiklankan dengan pakai model yang kulit mukanya mengalami bopeng cukup visible. Di situ dikasih lihat kalau serum ini bisa bikin bopeng jadi hilang hampir seluruhnya tanpa bekas. Tentunya klaim kayak gitu terkesan menggiurkan banget kan, makanya banyak orang langsung beli serum ini.
Nggak lama setelah iklan serum Snail Truecica SBM release, banyak banget orang-orang yang langsung skeptis termasuk aku. Karena sepanjang pengetahuanku sih yang namanya bopeng atau acne scars yang udah physical, itu nggak cukup kalau pakai skincare aja, tapi juga harus didampingi dengan treatment khusus seperti laser dan lain-lain. Aku sendiri nggak punya masalah kulit bopeng, jadi waktu serum ini keluar aku nggak terlalu menaruh minat buat nyobain. Tapi tiba-tiba temanku ada yang nawarin buat kasih ke aku Snail Truecica punya dia karena di dia nggak cocok. Aku mikirnya karena I've got nothing to lose jadi akhirnya aku iyakan aja sekalian ngetes gimana efeknya.
BACA JUGA: Terra Beaute Citrea Brilliance Serum
Sebetulnya apa sih isi dari serum Snail Truecica? Kenapa bisa klaimnya seheboh itu untuk bisa menghilangkan bopeng? Sebetulnya kalau dilihat sih dari ingredients listnya nggak ada yang heboh banget ya. Aku lihat ada niacinamide, allantoin, centella asiatica, dan madecassoside. Ingredients ini adalah deretan ingredients yang di aku sendiri udah terbukti punya efek yang bagus buat melembabkan, mencerahkan, mengurangi jerawat dan kemerahan. Jadi sebetulnya secara keseluruhan this serum is not so bad! Tapi aku ragu kalau dengan itu aja bisa sampai bisa mengurangi acne scars atau bopeng.
Ingredients: Water, Butylene Glycol, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Snail Secretion Filtrate, C12-14 Pareth-12, C12-14 Pareth-7, Carbomer, Tromethamine, Dioscorea Japonica Root Extract, Trehalose, Ethylhexylglycerin, Beta-Glucan, Hydrolyzed Corn Starch, Citrus Aurantium Bergamia (Bergamot) Fruit Oil, Allantoin, Adenosine, Disodium EDTA, Sucrose, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Agrimonia Eupatoria Extract, Salvia Officinalis (Sage) Oil, Centella Asiatica Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Chamaecyparis Obtusa Leaf Extract, Silybum Marianum Seed Extract, Perilla Frutescens Leaf Extract, Sodium Chondroitin Sulfate, Broussonetia Kazinoki Root Extract, Propolis Extract, Artemisia Capillaris Extract, Cimicifuga Dahurica Root Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Pentylene Glycol, Madecassoside, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Flower Extract, Asiaticoside, Asiatic Acid, Madecassic Acid, Phenoxyethanol
BACA JUGA: Trueve BHA & Cica Acne Serum Review
Dari segi desain luarnya, produk ini udah dilengkapi dengan pump, jadi untuk mengeluarkan produknya lebih higienis nggak seperti kalau pakai pipet. Dia juga mudah untuk dipencet, nggak macet-macetan. Tekstur serum ini tipikal serum-serum dengan kandungan snail yang agak lengket dan slimey gitu, tapi begitu diaplikasikan ke kulit dia finishnya nggak lengket kok. Justru karena dia lumayan pekat, jadinya nggak perlu pakai banyak-banyak supaya kulit jadi lembab dan bouncy.
Selama aku pakai serum ini, efek yang paling kerasa adalah dia bikin kulitku lembab. Dan ya udah, itu aja rasanya. Jadi buatku, Snail Truecica ini rasanya kayak hydrating serum aja, which is not a bad thing! Again, karena untuk aku yang kulitnya dehidrasi, menjaga kulit supaya tetap terhidrasi tuh penting biar nggak jadi menimbulkan masalah kulit lainnya kayak jerawat atau bruntusan. Jadi worth it apa nggak? Well, balik lagi sih. Menurutku kalau kalian mau cobain serum ini, mending jangan berkaca dari iklan, tapi dari ingredients listnya kalian cek.
Sejak pandemi dimulai, aku jadi sering mengalami kebiasaan untuk skip pakai skincare, entah itu skincare pagi atau malam. Bisa skip salah satunya aja, atau kadang bisa dua-duanya. Kadang bisa skip sehari doang, tapi nggak jarang kebablasan sampai dua bahkan tiga hari nggak skincarean sama sekali. Alasannya cuma satu; keburu malas hehe. Padahal dulu aku termasuk orang yang rajin banget skincarean, makanya produk skincare yang aku pakai bisa sampai 10 produk dalam satu routine karena aku memang suka aja duduk lama-lama di depan cermin pakai ini itu ke muka. Tapi makin lama malah aku jadi merasa beban duluan lihat berapa produk yang harus kupakai.
Kalau udah kayak gini biasanya kulitku langsung jadi dehidrasi dan kusam. Aku memang rentan banget sama dehidrasi, makanya sebenarnya aku nggak bisa kalau kelamaan nggak skincarean karena efeknya bakal buruk ke kulit. Nah kebetulan beberapa hari belakangan ini aku lagi nyobain pakai produk yang punya klaim bisa membantu di dua masalah tersebut yakni SNP Halloasis Sheet Mask. Mereka ini ada dua varian, yang satu untuk Brightening dan satunya lagi untuk Moisture.
BACA JUGA: Review 1 Minggu Pemakaian SNP Prep Cicaronic
Jadi SNP Halloasis Moisture Hill Mask ini mengandung dengan Cactus Stem, Flower, Fruit Extract (Opuntia Ficus Indica) yang dapat menjaga kelembaban dan elastisitas kulit wajah kita. Kandungan Cactus extract ini juga bisa memberikan hidrasi untuk kulit yang dehidrasi. Jadi seperti yang aku bilang tadi, sheet mask ini akan cocok buat aku atau teman-teman yang juga memiliki masalah kulit yang sama yakni dehidrasi. Essence dari sheet mask ini cukup kental, bahan sheet mask nya juga tipis, lembut, dan nggak terasa kasar atau perih ketika dipakai di wajah.
Lembaran sheet masknya benar-benar tertutupi sama essencenya yang cukup banyak, tapi herannya dia nggak bikin berantakan sampai netes kemana-mana. Untuk ukurannya sendiri sih cukup pas di mukaku, kecuali untuk bagian mulut sepertinya sih agak kurang lebar sedikit. Tapi untuk bolongan mata dan hidung udah pas. Efeknya setelah pakai si Moisture Hill Mask ini langsung kerasa banget kulitku yang tadinya terasa bertekstur langsung jadi lebih bouncy dan supple karena mendapat asupan hidrasi yang baik dari sheet masknya bahkan dalam sekali pemakaian langsung. Salah satu downside yang aku kurang suka sih essence sisa yang ada di wajah setelah sheet masknya dilepas butuh waktu cukup lama buat menyerap ke kulit. Untuk aku yang kurang sabaran, hal kayak gini bisa cukup mengganggu.

Nah berikutnya ada SNP Halloasis Brightening Sheet Mask yang punya star ingredients Adenium Obesum Leaf Extract atau yang lebih dikenal dengan atau tanaman bunga Kamboja. Sheet mask ini memiliki klaim dapat membantu melembabkan serta mencerahkan kulit yang kusam. Lagi-lagi pas banget sama permasalahan yang biasa aku hadapi akibat dari kurang rajin skincarean akhir-akhir ini. Kulit memang cenderung gampang kelihatan kusam terutama ketika dehidrasi. Makanya kenapa kalau udah dehidrasi, wajahku juga pasti kusam.
Bahan sheetnya sih aku rasa sama-sama aja dengan varian Moisture Hill, sama-sama tipis dan lembut di kulit, nggak kasar. Bolongan mata dan hidung juga pas, tapi sama juga untuk bagian mulut buatku kurang lebar heheh. Agak repot jadinya karena essence jadi ada sedikit yang masuk ke mulut selama dipakai. Essencenya juga masih sama dengan varian Moisture Hill, bening dan cukup kental jadi nggak gampang netes dari sheetnya.

Untuk yang varian Brightening ini aku lebih takjub lagi waktu lihat hasilnya karena ternyata bisa langsung kelihatan wajahku jadi kelihatan lebih segar, lebih cerah dalam satu kali pemakaian. Sepertinya sheet mask kayak gini cocok buat kalau misalnya kita mau ada acara penting kayak kondangan atau party gitu, beberapa jam sebelum dandan bisa banget pakai sheet mask Halloasis yang varian Brightening biar muka kelihatan fresh!
Overall, aku sih merasa di antara keduanya nggak ada perbedaan signifikan in terms of pengalaman selama pemakaian. Tapi dari hasilnya memang jelas beda, kalau yang Brightening bisa bantu bikin kulit jadi lebih segar. Keduanya juga sama-sama melembabkan kulit. Untuk teman-teman yang mau cobain langsung sheet mask Halloasis dari SNP ini, kalian bisa langsung cek ke Sociolla karena untuk akan ada discount 10% untuk harga per piecesnya dari Rp20.000 jadi Rp18.000, dan discount 20% kalau kalian beli bundle yang berisikan 10 pieces sheet mask dari harga Rp200.000 jadi Rp170.000. Jangan lupa juga untuk follow Instagram SNP untuk mendapat info dan promo menarik lainnya!
Kalau ngomongin first cleanser, aku tipe orang yang termasuk lebih suka pakai cleansing oil untuk pemakaian di rumah. Lain hal kalau buat bepergian, tentunya cleansing oil agak riskan buat dibawa-bawa karena dia sifatnya cair dan bisa tumpah, barulah aku berganti ke cleansing balm. Tapi sejauh ini belum banyak cleansing oil yang bisa bikin aku jadi tergugah. First cleanser favoritku justru dalam bentuk balm, yaitu Banila Co Clean It Zero Cleansing Balm. Yang namanya first cleanser, dia adalah garda terdepan dalam membantu membersihkan kulit dari sisa kotoran ataupun make-up, jadinya aku juga cukup pilih pilih soal ini. First cleanserku harus benar-benar kuat performanya, apalagi aku sering melakukan aktivitas di luar ruangan dan sering pakai make-up yang berat, beberapa produk make-up ku juga waterproof.
Nah beberapa waktu lalu, aku dikirimkan produk dari Sociolla satu set produk double cleansing dari brand yang namanya Huang Jisoo. Ini udah cukup lama banget dikirim ke aku tapi aku baru sempat review sekarang. Sebelumnya sih udah sempat beberapa kali aku share impressionku di Instagram story, dan bahkan cleansing oilnya sendiri udah habis sekarang. Makanya kenapa aku memutuskan buat review cleansing oilnya dulu aja, nggak langsung digabung sama sabun mukanya.
Anyway, sebelum dikirimkan produk sama Sociolla ini aku belum pernah dengar brand Huang Jisoo. Aku malah sempat kira dia ini brand dari Taiwan kayak Naruko, tapi ternyata Huang Jisoo itu dari Korea. Lebih bikin kaget lagi pas lihat harganya sih hehe, jujur kalau bukan karena dikasih aku nggak akan lirik mereka karena di luar budgetku banget. Jadi karena sekarang udah dikasih kesempatan buat ngerasain produk-produknya, aku bakal share reviewnya ke kalian!

Sebelum kenalan dengan produknya mungkin aku bakal bahas sedikit soal brand Huang Jisoo. Huang Jisoo adalah brand kecantikan dari Korea yang dibuat oleh Dr. Huang Jisoo dengan klaim bahwa brandnya hanya menggunakan bahan-bahan terbaik untuk produk mereka. Dr. Huang sendiri memutuskan untuk membuat skincare line karena ibunya menderita psoriasis dan eczema, dan katanya sih dari semua produk yang udah dicoba sama ibunya, nggak ada yang memberikan hasil yang memuaskan. Setelah malang melintang belajar soal herbs, Dr. Huang akhirnya berhasil membuat produk dengan "zero toxicity" yang bisa menyembuhkan masalah kulit ibunya. Aku kurang paham soal "zero toxicity" ini gimana, takutnya ini cuma scam aja atau green-washing yang banyak terjadi di brand kecantikan. Sebagai sebuah brand, Huang Jisoo sendiri uda EWG Verified, Vegan Certified, Dermatology Tested, dan produk-produknya 98% menggunakan bahan alami.
Huang Jisoo Pure Perfect Cleansing Oil ini adalah cleansing oil dengan kandungan 8 jenis minyak premium yang dapat membantu membersihkan kulit sekaligus menutrisinya. Main ingredientsnya sendiri ada 3: Jojoba Oil, Apricot Seed Oil, dan Primrose Evain. Cleansing oil ini klaimnya bisa digunakan untuk segala jenis kulit termasuk kulit sensitif. Selain kotoran dan make-up, dia juga ternyata bisa membantu mengangkat sel kulit mati termasuk komedo tanpa mengiritasi kulit.
Ingredients: Prunus Armeniaca kernel oil, Simmondsia Chinensis seed oil, Olea Europaea (olive oil), Sorbeth-30 tetralate, Camellia Sinensis seed oil, Macadamia Ternifolia seed oil, polyglyceryl- 10 Caprylate / Tocopherol, Oenothera Biennis Oil, Calendula Officinalis Oil, Citrus Aurantium Amara (Bitter orange) Leaf / Twig Oil
Cleansing oil ini cairannya warna kuning, udah gitu yang paling aku suka dari sistem pumpnya adalah penguncinya nempel langsung di leher pump nggak perlu dicopot-copot. Tinggal digeser aja, nanti dia bakal ngebuka dan ngunci sendiri. Produk cair dengan sistem botol begini bikin anteng di perjalanan nggak terlalu kawatir bakal tumpah-tumpah apalagi karena kuncinya itu sendiri juga nggak bakal copot sendiri kayak kunci pump pada umumnya. Wanginya tuh wangi minyak campur rempah, teksturnya juga soft di kulit, nggak berasa ada grain sewaktu diusap ke muka.

Untuk performanya sendiri, dia cukup oke sih, walaupun belum sesuai ekspektasi. Di sini aku tes buat ngehapus beberapa produk make-up yang biasanya aku pakai kalau full face. Ada foundation, concealer, lipstik, mascara, eyeliner, dan pensil alis. Dari semuanya, cleansing oil ini bisa menghapus hampir semuanya kecuali eyeliner. Untuk mascara juga awalnya sempat nggak mau hilang, tapi dengan beberapa kali gosok akhirnya dia mau luruh juga. Untuk produk waterproof dia agak susah dihilangkan, padahal harga cleansing oil ini nggak murah, jadi dengan performa yang moderate gini aku mungkin nggak akan beli ya. Masih banyak first cleanser lainnya dengan performa lebih bagus dan harga lebih murah.
Perasaan baru kemarin masuk weekend, eh sekarang udah Senin lagi aja. Ngerasa nggak sih April berlalu cepat banget? Nggak kerasa sebentar lagi udah masuk Mei aja. Aku masih setia WFH, dengan sesekali ada jadwal ke kantor tapi masih bisa dihitung jari banget. Awal-awal kerja tuh aku sempat lumayan rajin skincarean, sebelumnya sempat ngalamin demot soalnya. Tapi sekarang entah kenapa balik demot lagi haha. Biasanya yang paling sering diskip itu skincare pagi, gara-garanya kalau WFH kan lebih forgiving ya, nggak mandi juga lanjut kerja nggak masalah.
Anyway, kemarin baru aku tulis review masker, dan hari ini aku bakal ngereview masker lagi, masih sama juga dia dari brand Korea yakni Axis-y. Kayaknya udah nggak perlu dikenalin lagi ya sama Axis-y, secara namanya dia udah melambung jauh banget dan aku sering lihat di Tiktok banyak yang maskeran pakai produk ini. Dari awal aku nggak terlalu tertarik buat nyobain karena harganya di luar budgetku banget apalagi buat ukuran masker. Tapiii namanya rejeki nggak kemana, tiba-tiba aku dihubungin sama Axis-y Korea langsung dan mereka mau kirimin 3 produk sekaligus, salah satunya masker ini, buat direview di blog.
Produk ini udah cukup lama seliweran di dunia kecantikan Indonesia. Kalau yang dari aku baca di website mereka, produk ini dibuat karena terinspirasi dari gerakan #StayStrongCampaign yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Jadi asumsiku ini keluar bersamaan sama waktu Covid-19 mulai muncul. Axis-y pengen memberikan orang-orang semacam entertainment, supaya bisa lebih rileks lagi menghabiskan waktu di rumah karena selama pandemi ini kan waktu kita banyak dihabiskan di rumah aja. Masker ini juga dibuat untuk melawan "maskne" yang mulai muncul karena orang-orang sekarang kemana-mana harus pakai masker. Kalau dipikir-pikir, thoughtful juga ya proses peluncuran masker ini.
Mugwort sendiri udah lumayan populer bahkan sebelum Axis-y mengeluarkan Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack. Aku sendiri suka lihat beberapa orang di Instagram story-ku share produk dari brand namanya I'm From, kayaknya juga salah satu brand K-Beauty dengan toner mugwort mereka. Packagingnya coklat gitu, kalau kalian pernah lihat, dan mereka juga punya wash off mask juga cuma setahuku bukan modelan clay mask gitu.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Aku kurang tahu mugwort itu kalau di Indonesia namanya apa, tapi mugwort memang udah nggak asing lagi sama kultur Korea Selatan dan mereka dikenal sebagai tanaman yang menenangkan. Axis-y memutuskan untuk menggunakan mugwort sebagai bahan utama masker ini karena mugwort mengandung banyak mineral, kalsium, dan zat besi yang menjadikannya sebagai ingredients ideal untuk mengatasi kulit yang iritasi. Kandungan mugwort di dalam masker ini sendiri adalah sebanyak 61% agar efeknya lebih efektif lagi di kulit.
Di review produk Innisfree kemarin aku udah bahas soal dua jenis clay yang biasa ada dalam sebuah clay mask yaitu kaolin clay dan bentonite clay. Nah sama seperti Innisfree, Axis-y Mugwort menggunakan keduanya sekaligus, jadi dia bisa dipakai mulai dari yang kulitnya kering, normal, sampai berminyak. Masker ini punya klaim bisa membantu membersihkan pori-pori dan menenangkan kulit yang mengalami kemerahan dan iritasi. Kandungan adzuki bean powdernya mengeksfoliasi kulit dengan lembut agar kulit tetap bersih dan bebas dari jerawat.
Ingredients: Artemisia Princeps Extract, Kaolin, Dipropylene Glycol, Bentonite, Betaine, Phaseolus Angularis Seed Powder, Laminaria Japonica Extract, Eclipta Prostrata Leaf Extract, Avena Sativa (Oat) Kernel Extract, Pteris Multifida Extract, Cynara Scolymus (Artichoke) Leaf Extract, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Vigna Radiata Seed Extract, Houttuynia Cordata Extract, Cryptomeria Japonica Leaf Extract, Nelumbo Nucifera Leaf Extract, Hydrogenated Lecithin, Sodium Hyaluronate, 1,2-Hexanediol, Methylpropanediol, Xanthan Gum, Glycerin, Chromium Oxide Greens, Charcoal Powder, Water, Beta-Glucan, Polyquaternium-51, Fructooligosaccharides, Allantoin, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Butylene Glycol, Camellia Sinensis Leaf Powder, Saccharomyces Ferment Filtrate, Hydroxyacetophenone, Ethylhexylglycerin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil
BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review
Tekstur maskernya cukup gampang diratakan, dia nggak terlalu kering atau basah yang susah nempel di kulit gitu, jadi menurutku konsistensinya pas. Masker ini juga udah dilengkapi dengan spatula, cuma menurutku spatulanya nggak terlalu berguna. Selama ini aku maskeran nggak pernah pakai spatula, langsung aja ambil pakai jari. Soalnya kecil banget, kurang enak dipegang jadi apply maskernya malah bikin ribet kalau pakai spatula. Wanginya sendiri tuh wangi clay mask yang lumayan strong, tapi nggak terlalu mengganggu menurutku. Di dalamnya ada butiran scrub yang lumayan besar yakni si kadzuki bean-nya, tapi jarak mereka jarang-jarnag, jadi nggak akan terlalu heboh buat weekly exfoliation.
Masker ini nggak butuh waktu lama buat jadi kering, dari Axis-y sih menyarankan dipakainya cukup 15 menti aja habis itu dibilas. Kalau pakai clay mask memang jangan sampai maskernya jadi benar-benar kering karena malah akan bikin kulit jadi iritasi kalau kelamaan dipakai. Dia nggak susah dibilas dengan air, terus juga eksfoliasinya lumayan enak sih, nggak kerasa kasar sama sekali. Masker ini juga nggak meninggalkan residu habis dibilas. Biasanya tuh kalau aku pakai maskernya Pore Hero habis dibilas suka masih ada sisa maskernya di muka, jadi kalau dilap pakai toner nanti kapasnya kelihatan sisa masker hijau-hijau gitu. Meanwhile Axis-y Mugwort ini bersih banget tanpa residu.
Selama rutin pakai masker ini, aku merasa kulitku memang jadi lebih kalem, apalagi kalau muka lagi ada jerawat aktif yang sampai kemerahan, kadang malah aku pakaikan masker walaupun kata orang jangan scrubbing kalau lagi ada jerawat. Ini sih tinggal gimana pintar-pintarnya kita aplikasikan masker aja. Aku justru terbantu kalau kulit lagi rewel dan dipakaikan masker Mugwort ini karena jadi lebih kalem dan jerawat juga jadi cepat kering.
Wow, rasanya udah lama banget aku nggak menyentuh blog. Dua minggu terakhir ini aku lagi hectic banget sama kerjaan, karena kantorku baru launching jadi promosinya lagi kenceng-kencengnya. Selain itu juga aku makin getol ngurusin hobiku yang satu lagi; ngumpulin animerch! Kayaknya kalian udah tahu juga ya sama hobiku yang satu itu karena benar-benar asik banget cuy haha. Well, aku nggak akan ngerant soal animanga di sini (I have another blog for that 👀). Kita lanjut ke reviewnya ya hehe.
Aku senang banget karena akhirnya setelah penantian dua minggu, Adsense aku nyala lagi! Karena seperti yang bisa kalian lihat, aku akhirnya beli domain buat blog ini sebagai hadiah ulang tahun kemarin. Menurutku beli domain itu suatu langkah yang besar karena selama satu dekade aku ngeblog, aku nggak kepikiran buat beli domain karena ya buat apa? Tapi lama kelamaan aku ngerasa kayak pengen menyamakan semua link socmed aku aja dengan nama beautywithdummy. Jadilah aku memutuskan untuk beli domain sekalian karena kalau mau ganti link blog udah kepalang basah, nggak mungkin ganti. Dan karena aku ganti domain, Adsense aku sempet mati dua minggu karena harus daftarin lagi dari awal. Tapi pas banget barusan aku buka blog dan ternyata udah nyala, yay! Buat merayakan Adsense aku kembali, aku bakal ngepost di blog lagi 😘
Btw aku agak lupa-lupa ingat apa aja produk yang udah dan belum aku post di blog gara-gara laptop aku sempat direset ulang dan semua data hilang. Jadi ini aku ngintip ke draft blogku dan ternyata ada produk yang udah lama banget habis tapi sampai detik ini belum aku review! Yup, produk itu adalah Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask 2x. Aku ingat banget dulu produk ini booming di mana-mana. Semua orang jadiin ini sebagai clay mask favorit mereka, dan ini direview sama banyak orang, jadi aku keracun lah. Waktu itu coba cek di toko Innisfree langsung tapi harganya beda lumayan jauh dibandingin kalau online, jadi ya udah deh aku memutuskan beli online aja.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Kalau soal masker, aku mikir lumayan lama tiap mau beli karena aku sadar diri aku bukan tipe orang yang suka maskeran. Walaupun begitu banyak dibahas kalau clay mask adalah sahabat buat orang-orang dengan kulit berminyak. Jadilah aku mulai mikir, apa cobain sekali ya buat tahu apa yang dilakuin clay mask buat kulit. So yeah, ini adalah clay mask pertamaku dulu! Cuma telat aja direviewnya wkwkwk. Kalau nggak salah Innisfree ini ada dua jenis Super Volcanic Clay Mask mereka. Kebetulan yang punyaku ini versi 2X-nya, jadi daya serap sebumnya lebih kuat lagi dibanding yang regular. Tapi karena aku cuma pernah cobain yang versi 2X aja jadi nggak bisa bedain keduanya.
Clay mask biasanya terbuat dari kaolin atau bentonite, atau bahkan kombinasi keduanya. Kaolin sendiri punya tekstur yang lebih halus dibanding bentonite, jadi lebih cocok buat yang kulitnya kering dan normal. Sementara bentonite lebih kasar dan daya serap sebumnya lebih tinggi, cocok buat yang kulitnya berminyak kayak aku. Nah di sini Innisfree pakai kedua jenis clay ini, jadinya dia bisa efektif menyerap sebum berlebih tanpa bikin kulit jadi super kering setelahnya.
Ingredients: Water/Aqua/Eau, Titanium Dioxide (Ci 77891), Butylene Glycol, Volcanic Ash, Glycerin, Silica, Trehalose, Caprylic/Capric Triglyceride, Kaolin, Bentonite, Polyvinyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Stearic Acid, Cetearyl Alcohol, 1,2-Hexanediol, PVP, PEG-100 Stearate, Polysorbate 60, Iron Oxides (Ci 77499), Hydrogenated Vegetable Oil, Xanthan Gum, Juglans Regia (Walnut) Shell Powder, Lactic Acid/Glycolic Acid Copolymer, Sorbitan Stearate, Zea Mays (Corn) Starch, Polyacrylate-13, Polysorbate 20, Mannitol, Dextrin, Theobroma Cacao (Cocoa) Extract, Microcrystalline Cellulose, Lactic Acid, Polyisobutene, Menthoxypropanediol, Tetrasodium Pyrophosphate, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Sorbitan Isostearate, Aluminum Hydroxide, Triethoxycaprylylsilane, Tocopherol
BACA JUGA: Joylab Beauty Tea & Rose Clay Mask Review
Masker ini wanginya khas banget kayak clay mask pada umumnya, bau kaolin dan bentonite yang lumayan strong. Masker ini nggak ada butiran scrubnya, benar-benar halus dan gampang banget buat diratain ke muka. Waktu pertama kali pakai masker ini, banyak yang menyarankan aku buat jangan pelit pakai maskernya. Pakai dia tuh memang harus benar-benar rapi dan merata ke kulit daripada nggak maksimal. Jadi aku suka pakai lumayan tebal, karena keasikan juga sih apply ke mukanya, lihat kulit ketutup masker dengan rapi gitu hehe. Cuma kayaknya ini mending disesuaikan lagi sama gimana kulit kalian, karena clay mask itu bikin kering, jadi buat yang kulitnya memang udah kering dari sananya harus pintar-pintar ngukur bisa setebal apa maskernya.
Aku suka pakai masker ini tiap aku habis pakai make-up tebal, atau aku habis ada kegiatan outdoor yang heavy dalam jangka waktu yang lama. Rasanya tuh enak banget, bikin muka dingin somehow, padahal aku nggak pernah masukin ke kulkas. Tiap pakai dia aku selalu ngantuk udah kayak ada obat tidurnya aja wkwk heran deh. Dia gampang banget dibersihkan, pakai air aja cukup, terus nggak ada residu juga di muka. Untuk efek membersihkannya juga oke, nggak terlalu kering jatuhnya di aku, tapi kulit tetap berasa deeply cleansed. Ini sebetulnya salah satu clay mask favoritku, cuma aku nggak pernah repurchase karena nggak yakin punya waktunya dan clay mask aku yang perlu dihabiskan masih banyak.
As someone who has acne prone skin, I struggle with not just one, but two problems all at once. The first one is obviously the acne itself, and the second one is the aftermath; the hyperpigmentation. As I am someone of a darker skin tone, once my acne is gone, it tends to leave PIH aka dark spots on my face. Surely these things are not impossible to get rid of, and it doesn't always take a fortune too. The one product I recommend the most when dealing with hyperpigmentation is sunscreen. Since hyperpigmentation is caused mostly because of exposure to UV light from the sun, so protecting our skin from it will do the trick. But of course, each skin has its own timeline when it comes to progress. There are just cases where one dark spot is harder to get rid of than the others. This is where a brightening serum comes into play.
For my entire career of beauty reviewing, I've tried gazillions (okay it's probably not that many haha) of brightening serum. Yes, getting rid of the acne itself is hard already, but the leftover of it, the spots, is even harder to tackle. That's why aside from diligently applying my sunscreen on a daily basis, I also look for a brightening serum to help boost the progress faster. And that's what we'll be talking today. I got this Axis-y Dark Spot Correcting Glow Serum a couple weeks ago, along with its mugwort mask and sunscreen. Axis-y as a brand has been known quite well here in Indonesia, so when I was presented with the chance to finally lay my hands on them, of course I snatched it right away.
BACA JUGA: Elsheskin Radiant Skin Serum Review
PRODUCT INFO
- Brand: Axis-y
- Product name: Dark Spot Correcting Glow Serum
- Product type: Serum
- Size: 50 mL / 1.69 fl oz
- PAO: -
- Price: $22.00
- Where to buy: Axis-y Official Website
- BPOM: -
As always before I share my experience of using this product, let's talk first about its claims and ingredients. This serum is a niacinamide-based serum that claims to help correct dark spots and improves uneven skin tone. With the help of plant-derived Squalane, this serum retains moisture to keep our skin glowing and healthy. It also reduces pigmentation concerns including dark spots and uneven skin tone, smoothes and brightens skin, while deeply moisturizes our skin. Some of the notable ingredients in this serum are: niacinamide, squalane, papaya, sea buckthorn, oryza sativa rice bran, allantoin, and calendula. It's also vegan, cruelty free, formulated with paraben, mineral oil, artificial fragrances, or artificial colors.
Ingredients: Water, Glycerin, Niacinamide, Sodium Hyaluronate, Propanediol, Erythritol, Butylene Glycol, Squalane, Oryza Sativa (Rice) Bran Extract, Calendula Officinalis Flower Extract, Carica Papaya (Papaya) Fruit Extract, Hippophae Rhamnoides Fruit Extract, Malpighia Emarginata(Acerola)Fruit Extract, Polyglyceryl-10 Laurate, Chlorphenesin, Arginine, Ethylhexylglycerin, Carbomer, Glutathione, 1,2-Hexanediol, Hydroxypropyl Cyclodextrin, Disodium EDTA, Hydroxyethylcellulose, Allantoin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil
BACA JUGA: 2SOL Facial Recovery Booster Review


I've been using this product for almost two months now, and I can see that it does help a lot with fading my hyperpigmentation especially my dark spots caused by acne and my skin texture has gotten better too. I learned a long time ago that my skin texture gets less bumpy if my skin gets enough hydration and like I said in the beginning, this serum gives really great level of moisture. I can see the hype of this product and I've proven it myself that this does work to help tackle my dark spots.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons