Showing posts with label COSRX. Show all posts
Showing posts with label COSRX. Show all posts
Halo, apa kabar semuanya? Gimana nih liburan lebarannya kemarin? Kamu udah balik kerja lagi apa belum? Aku masih anteng liburan di rumah nih, baru balik lagi ke Jogja minggu depan buat UAS, sebelum disambung libur semesteran lagi hehe. Yah, semoga libur lebaran kemarin udah puas ya main dan kumpul sama keluarganya. Buat kamu yang masih belum punya kesempatan buat pulang kampung ketemu keluarga, yang semangat! Semoga bisa cepat pulang dan segera berkumpul!
Anyway hari ini kita akan ngomongin salah satu produk yang dulu sempat banyak dihindari sama orang-orang dengan tipe kulit sepertiku yakni oily. Inget ga sih kalian dulu banyak yang bilang kalo orang yang tipe kulitnya berminyak nggak perlu pakai pelembab lagi karena mukanya udah berminyak, nanti malah bisa tambah berminyak? Kalo sekarang kalian masih ada yang punya mindset kayak gitu, kayaknya udah waktunya buat berubah pikiran karena nggak peduli apa jenis kulitmu, kamu butuh pelembab. Yep, bahkan yang kulitnya berminyak sekalipun. Memilih moisturizer untuk kulit berminyak memang ada tantangannya tersendiri. Salah-salah malah kulit rasanya sumuk dan pengap, bangun pagi bisa bangun dalam keadaan muka makin berminyak akibat pelembab yang terlalu berat, makanya penting buat aku untuk nyari moisturizer yang teksturnya nggak memberatkan kulit. Biasanya kulit berminyak itu tanda kalau kulit kita kurang lembab, makanya kulit kita memproduksi minyak berlebih.
BACA JUGA: COSRX Low pH Good Morning Gel Cleanser Review
BACA JUGA: COSRX Low pH Good Morning Gel Cleanser Review
Waktu aku mau nyari moisturizer, aku sempet buka question box di Instastory karena aku bener-bener have no idea where to start. Jadi memang ini adalah produk moisturizer pertamaku. Aku udah pakai 2 produk dari COSRX dan dua-duanya aku cinta banget. Makanya aku berani nyoba langsung karena so far produknya COSRX haven't done me wrong :") Aku juga tertarik dengan tagline produknya yaitu 'oil-free', walaupun kenyataannya moisturizer ini masih ada kandungan oil-nya, yakni lemon peel oil dan tea tree leaf oil. Aku sempet bingung sih jadinya maksud oil-free di sini tuh gimana, tapi ternyata maksudnya oil-free adalah oil yang dipakai di sini termasuk essential oil yang dipakai untuk fragrance, jadi bukan termasuk moisturizing oil yang kandungannya berpotensi untuk menyumbat pori-pori. Aku juga impressed sama kandungan birch sap extract-nya itu sendiri yang menggantikan posisi kandungan air di produk ini. Untuk ukuran moisturizer drugstore, ini oke banget.
BACA JUGA: COSRX One Step Original Clear Pad Review
BACA JUGA: COSRX One Step Original Clear Pad Review
Packagingnya khas COSRX, botol plastik dengan pump. Tadinya kupikir waktu lihat isinya warna putih gitu dia bentuknya cream yang thick dan berat gitu, sempet takut nggak bakal gampang dipump keluar tapi ternyata gampang banget. Dan pumpnya itu bukan tipe yang susah dikontrol atau sekali pejet keluar banyak, bisa kita atur mau sebanyak apa produk yang dikeluarin. Enak kan? Dia juga masa PAO-nya cukup lama yakni 12 bulan.
BACA JUGA: Harlow All Day Glow Cream Review

Seperti yang bisa kalian lihat sendiri, waktu pertama dikeluarin dari kemasannya, moisturizer ini bentuknya hampir seperti cream, dan warnanya juga putih kayak susu. Tapi begitu diblend ke kulit, dia bakal meleleh dan berubah jadi transparan kayak gel. Teksturnya super duper ringan, sama sekali nggak bikin sumpek selama pakainya memang pas sesuai takaran aja. Aku selalu pakai tipis-tipis dulu, kalau kurang melembabkan bisa dilayer lagi. Biasanya cuma 3 dot aja di pipi kanan dan kiri, sama di jidat. Dia gampang diratakan, jadi a little goes a long way dan jadi hemat produk.
Ada sedikit kayak wangi-wangi balsem gitu tapi nggak strong dan nggak tahan lama juga. Kalo udah ngeblend ke kulit baunya hilang kok. Untuk kulit berminyakku, aku suka banget sama moisturizer ini. Dia enak dilayer bareng skincare lainnya, dan nggak bikin kulit sumpek. Dia enak dipakai baik pagi dan malam hari karena ya itu tadi, dia ringan banget, cocok buat pemilik oily skin. Produk ini nggak bikin sunscreen aku pilling dan nggak bikin semakin berminyak. 10/10 would buy this again!
Kalo di postingan sebelumnya aku ngomongin soal hydrating toner, sekarang aku bakal ngomongin step sebelum kita pake hydrating toner, yaitu exfoliating toner. Ya sebetulnya ga saklek harus dipake sebelum hydrating toner sih, karena yang namanya skincare kan cocok-cocokan di kulit, dan karena kulit kita beda-beda, pasti beda juga gimana kita menggunakan skincare di kulit kita. Aku sebagai pemilik kulit kilang minyak, ga ada masalah kalo exfoliating toner dipake sebelum hydrating toner dan langsung sehabis cuci muka pake face wash. Tapi ada beberapa temenku yang punya kulit cenderung kering dan memilih pake exfoliating toner setelah mereka pake hydrating toner supaya kulitnya ga terlalu kering waktu exfoliate. Dan menurutku pribadi, cara manapun yang dipake ya sama aja sih, selama ga kemudian memberikan efek buruk di kulit.
Buat kalian yang ga tahu exfoliating toner itu apa, tenang, you're not alone! Dulu aku pun juga ga ngerti kenapa orang-orang pake dua toner. Oh, ternyata tonernya beda. Urgensinya apa sih dari pake exfoliating toner? Apa bedanya sama exfoliator fisik kayak scrub atau masker wash off? Ya pada dasarnya exfoliating toner guna utamanya untuk exfoliating, sesuai namanya. Bedanya dia lebih ke chemical exfoliator atau exfoliator secara kimiawi, bukan fisik kayak face scrub. Buat tahu lebih jauh soal perbedaan physical dan chemical exfoliator kalian bisa coba baca artikel ini.
Ingredients: Salix Alba (Willow) Bark Water, Butylene Glycol, Glycerin, Betaine Salicylate, 1,2-Hexanediol, Panthenol, Allantoin, Arginine, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Sodium Hyaluronate,Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Peel Oil,Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil , Ethyl Hexanediol, Sodium Hydroxide.
Cara pakenya sederhana aja, karena bentuk produknya adalah lembaran pads yang udah direndam dengan toner, jadi kita ga perlu repot-repot nuang produk, tinggal disapukan aja ke muka secara merata. Menurutku ini efisien banget karena sewaktu aku pake hydrating toner dari Hada Labo, karena bentuknya botol jadi harus dituang dulu produknya ke tangan. Untuk penggunaan toner sih sebetulnya juga aku ga pernah pake kapas ya, jadi langsung dituang aja ke tangan. Tapi untuk exfoliating toner kayak ini aku ngerasa butuh pake kapas supaya kelihatan kotoran yang terangkat, kalo pake tangan kan kurang efisien.
Kemasan si One Step Original Clear Pad ini memang termasuk bulky dan besar. Agak susah kalo mau bawa-bawa dia buat travelling karena bakal bikin berat tas kita. Waktu pertama kali dibuka, bakal ada segel penutup yang menandakan kalo produk itu belum pernah dibuka dan belum pernah dipake. Saranku kalo kalian mau bawa dia untuk bepergian dalam waktu singkat sih mungkin diambil aja beberapa lembar dan dimasukkin ke plastik dengan zip lock, biar tetap terjaga ga terlalu sering kena udara. Produk ini gampang banget ditemukan, dia udah dijual di Watson dengan harga di atas Rp. 200.000. Maaf aku lupa persisnya berapa tapi memang dia lumayan pricey hehe. Ini aja aku dapet karena giveaway dari Skincaresya. Saranku sih kalo mau beli ya as always, cari di Shopee. Banyak yang jual di bawah Rp. 200.000 kok. Atau kalo kalian mau cobain dulu bisa beli yang kit-nya di Watson juga, sekitar Rp. 64.000.
Tekstur dari padnya itu sendiri ada dua: yang halus dan kasar. Jadi dua sisi dari pad ini dua-duanya ga sama teksturnya. Sisi yang kasar ditujukan untuk mengexfoliate, jadi dipakai terlebih dahulu. Baru kalo dirasa udah cukup, ganti usap muka pake sis yang lebih halus biar tonernya lebih meresap ke kulit. Sementara dari sisi baunya sih khas toner aja, bau kimia tapi ga mengganggu. Aku kurang tahu sih baunya tuh bau apa dan dari mana, mungkin dari Salix Alba-nya ya.
Kalo ngelihat dari klaimnya, pad ini punya fungsi untuk mengatasi minyak berlebih—which is why my oily face loves it—dia juga menjaga keseimbangan kulit, dan membuat kulit tetap bersih dan lembut. Karena ini exfoliating toner pertamaku, aku belum bisa bandingin dia sama exfoliating toner manapun. Tapi selama aku pake pad ini memang setelahnya kulitku jadi terasa sangat amat lembut dan halus, seolah-olah ga ada tekstur :") Aku pake ini dua kali seminggu kalo lagi rajin, ga pernah lebih karena aku sempet overexfoliate di awal-awal aku pake ini haha. Ceritanya too excited gitu. Dia ga ngasih sensasi perih di daerah-daerah sensitif mukaku (sekitar mulut dan di philtrum), so it's been really good! Satu hal lagi, pad ini juga membantu mengangkat kotoran yang masih tersisa di kulit kita bahkan setelah melewati double cleansing. Jadi bisa dibilang produk in stay true to its claim!
-----
Aku belum tau bakal tetep beli ini lagi apa engga, karena tentunya aku masih penasaran sama produk-produk lain yang ada di luar sana. Tapi kalo misalnya kalian ga suka gonta ganti produk, aku pribadi bakalan repurchase produk ini karena dia sangat convenient, karena ga perlu repot-repot tuangin toner ke kapas, jadi pemakaiannya efektif walaupun isinya cuma 70 pads.
Second cleanser adalah salah satu hal yang aku suka banget buat explore. Walau harus aku akui, susah banget buat beneran nemu second cleanser yang cocok di kulit, dan kulitku cinta. Kulitku itu punya dua kondisi berbeda di pagi dan malam hari. Walaupun tipe kulitku kombinasi cenderung berminyak, tapi tiap pagi hari habis cuci muka pake face wash, mukaku bakal jadi kering banget. Sekering itu sampe semua tekstur di kulitku muncul semua. Kalo ga cepet-cepet dikasih moisturizer atau hydrating toner bakal kerasa sakit dan perih. Makanya kenapa penting banget buat aku menemukan second cleanser, dalam hal ini face wash, yang gentle buat kulitku. Terutama yang ga bakal bikin kering di pagi hari.
Sejak mulai berinvestasi lebih di face wash karena memutuskan buat lebih serius soal skincare, aku beralih dari face wash yang biasa dijual di supermarket (re: Pond's), ke Hada Labo. Kemudian aku ganti lagi ke Senka karena kemakan hype netizen budiman, dan semuanya ngasih aku ketidakpuasan karena ya itu, semua face wash yang pernah aku cobain masih bikin mukaku kering di pagi hari. Sampe akhirnya aku memutuskan buat cobain face wash dari brand Korea, COSRX. Low pH Good Morning Gel Cleanser adalah produk pertama dari COSRX yang aku punya dan beli sendiri, dan setelah baca review-review yang bergelimpangan di Instagram dan blog, aku punya ekpektasi tinggi sama face wash ini.
BACA JUGA: Senka Perfect Whip Face Wash Review
Dari segi packaging, botolnya kokoh banget. Ukurannya 150ml, which is a lot! Dia sedikit lebih besar dari botolnya Senka dan jauh lebih gendut dari Hada Labo. Desainnya aku suka banget huhu. Mungkin ini ga penting buat sebagian orang tapi aku tipe yang masih mempertimbangkan desain packaging dari suatu produk, sangat amat mempertimbangkan. Because I wanna feel proud of the products I have! Tutup botolnya bentuknya flip, dan di dalem tutup botolnya itu sendiri ada segelnya yang tinggal kita bolongin aja. Face wash ini aku beli di Shopee sekitar Rp. 100.000, karena dulu aku ga tahu cari COSRX di mana, tapi ternyata Watson jual lengkap guys hahaha. Pastinya dengan harga yang lebih tinggi sih.
BACA JUGA: Biyu Pure Gentle Cleanser Review
Di sini yang mau aku highlight adalah dia ternyata mengandung tea tree. Tea tree ini udah terkenal banget bagus buat mengatasi jerawat. Beberapa bulan lalu jerawatku dua-duanya ditumbuhi jerawat banyak banget. Aku udah coba segala cara (ya ga segala cara juga sih haha), tapi baru bisa mulai berangsur sembuh waktu aku ganti face wash dari Senka ke COSRX ini.
Ingredients: Water, Cocamidopropyl Betaine, Sodium Lauroyl Methyl Isethionate, Polysorbate 20, Styrax Japonicus Branch/Fruit/Leaf Extract, Butylene Glycol, Saccharomyces Ferment, Cryptomeria Japonica Leaf Extract, Nelumbo Nucifera Leaf Extract, Pinus Palustris Leaf Extract, Ulmus Davidiana Root Extract, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Flower Extract, Pueraria Lobata Root Extract, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil, Allantoin, Caprylyl Glycol, Ethylhexylglycerin, Betaine Salicylate, Citric Acid, Ethyl Hexanediol, 1,2-Hexanediol, Trisodium Ethylenediamine Disuccinate, Sodium Benzoate, Disodium EDTA.
BACA JUGA: Innertrue Awakening Cleansing Gel Review
Seperti yang tertera di packagingnya, 'gel cleanser', jadi teksturnya gel bening yang ga terlalu pekat. Kalo dikeluarin dari botolnya dan ditaro di tangan gitu dia masih bisa meluncur kayak air biasa. Baunya khas tea tree banget. Buat sebagian orang ada yang bilang ini cukup mengganggu, karena aku akui memang baunya kentara banget hehe. Aku pribadi sih malah suka ya, padahal ini pertama kalinya aku pake produk yang mengandung tea tree, jadi I had no idea at first baunya tea tree tuh kayak gimana. Kalo aku sih deskripsiinnya dia kayak bau balsem herbal gitu.
Jadi kalo di packagingnya sih COSRX bilang face wash ini fungsinya untuk 'soothe, refresh, and soften the skin without the stripping feeling'. Mereka juga bilang face wash ini cocok buat penggunaan di pagi hari karena ada orang-orang (termasuk aku) yang kulitnya bisa kering banget habis cuci muka pake face wash di pagi hari. Begitu aku cobain, face wash ini sama sekali ga ninggalin sensasi kering atau ketarik di kulitku ugh aku sebahagia itu! Dia ga ngasih supple feeling yang wow banget cuma fokusku ya dia sama sekali ga bikin kering dan ga bikin tekstur mukaku semakin menjadi-jadi. Dan pertanyaan sejuta umat lainnya adalah bisa ga sih face wash ini dipake selain di pagi hari? Dan jawabannya bisa bisa aja! Akupun saking cintanya sama efek non-stripping face wash ini akhirnya aku pake juga di malam hari.
Overall, face wash ini udah mengubah kehidupan kulit mukaku for the better, definitely for the better! Aku sempet cobain face wash lain sesekali buat di malam hari tapi ujung-ujungnya aku balik lagi ke face wash ini. Status: HOLY GRAIL!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons