Showing posts with label Skincare 101. Show all posts
Showing posts with label Skincare 101. Show all posts
Hari ini aku mau ngomongin salah satu hal paling penting ketika kita baru belajar menyusun skincare routine; basic skincare. Sebelumnya aku udah pernah bikin videonya di Youtube, cuma kali ini bukan cuma aku mau jelasin sedikit soal basic skincare, tapi aku juga mau ngasih rekomendasi produknya. Karena aku sering banget dapat pertanyaan di DM Instagram atau Twitter, tentang produk basic skincare yang nggak terlalu mahal dan mudah didapatkan di drugstore seperti Guardian atau Watson. Makanya aku memutuskan buat bikin postingan tersendiri supaya teman-teman semua bisa lihat dan baca langsung.
Mengenal basic skincare
Sebelumnya mungkin masih ada yang bertanya-tanya, basic skincare itu apa aja, dan kenapa penting untuk punya basic skincare yang kuat sebelum mulai bereksperimen nyobain bermacam-macam produk. Basic skincare itu bisa dibilang pondasi dalam dunia skincare. Apalagi ketika kita baru aja mau mencoba mengenalkan kulit dengan produk-produk skincare, kulit kita pasti butuh penyesuaian. Mempunyai rangkaian basic skincare yang kuat akan memudahkan kita buat menangani berbagai macam permasalahan kulit ke depannya.
Basic skincare itu sendiri mengenal metode CTMP; Cleansing, Toning, Moisturizing, dan Protecting.
Jadi basic skincare itu justru sangat minimalis dan jumlah produknya juga nggak sebanyak metode 10 steps Korean skincare routine karena cuma butuh empat sampai lima produk. Ketika kita baru mulai menyusun basic skincare, yang harus kita fokuskan adalah cleanser/pembersih wajah yang gentle di kulit, nggak akan bikin kering ataupun iritasi, lalu toner yang memiliki fungsi untuk mengembalikan pH wajah setelah terkena sabun muka, kemudian moisturizer, dan terakhir sunscreen, sebagai perlindungan terhadap kulit. Jadi sebetulnya nggak perlu merasa bingung atau overwhelmed harus memulai dari mana ketika mau pakai skincare, karena fokusnya cuma ada di empat produk ini. Baru kalau basic skincare udah terpenuhi (dan semuanya cocok di kulit), kalian bisa mulai merambah ke step lainnya yang lebih advance seperti exfoliator, retinol, serum dan essence, dll.
Pentingkah pakai produk yang formulasinya sudah gentle? Jawabannya, huge yes! Produk yang formulanya sudah gentle punya chance lebih rendah untuk mengiritasi kulit, walaupun belum tentu semua gentle products bakal cocok di kulit kamu karena balik lagi yang namanya skincare itu selalu cocok-cocokan. Tapi seenggaknya kulit akan lebih bahagia dan sehat dibanding pakai produk dengan kandungan alcohol, fragrance, ataupun essential oil. Aku sendiri sudah membuktikan, setiap kali aku mulai iseng pakai produk yang nggak gentle, kulitku pasti berulah. Barulah ketika aku kembali lagi pakai produk yang gentle di kulit, kulitku langsung kalem dan permasalahan kulit juga nggak sulit dituntaskan.
Di sini aku udah kumpulin jadi satu semua produk basic skincare yang gentle dan terkurasi (dengan sedikit mencontek dari Glow Necessities) yang bisa kalian temukan di drugstore seperti Watson atau Guardian:
Produk basic skincare yang gentle di kulit
Sejak beberapa bulan terakhir ini aku mulai perlahan mengganti produk-produk skincareku dengan produk yang formulanya sudah gentle. Sebelumnya mau terima kasih banget sama Glow Necessities karena kalau kalian belum follow mereka di Instagram, kalian harus banget. Aku belajar banyak ilmu dasar tentang skincare dari mereka yang sebetulnya sangat fundamental tapi sering kita lupakan. Aku berkiblat sama rekomendasi Glow Necessities karena mereka mengedepankan riset terhadap produk skincare yang memang sudah gentle di kulit. Gentle di sini maksudnya adalah; no alcohol, no fragrance, no essential oil.Pentingkah pakai produk yang formulasinya sudah gentle? Jawabannya, huge yes! Produk yang formulanya sudah gentle punya chance lebih rendah untuk mengiritasi kulit, walaupun belum tentu semua gentle products bakal cocok di kulit kamu karena balik lagi yang namanya skincare itu selalu cocok-cocokan. Tapi seenggaknya kulit akan lebih bahagia dan sehat dibanding pakai produk dengan kandungan alcohol, fragrance, ataupun essential oil. Aku sendiri sudah membuktikan, setiap kali aku mulai iseng pakai produk yang nggak gentle, kulitku pasti berulah. Barulah ketika aku kembali lagi pakai produk yang gentle di kulit, kulitku langsung kalem dan permasalahan kulit juga nggak sulit dituntaskan.
Di sini aku udah kumpulin jadi satu semua produk basic skincare yang gentle dan terkurasi (dengan sedikit mencontek dari Glow Necessities) yang bisa kalian temukan di drugstore seperti Watson atau Guardian:
- Garnier Micellar Cleansing Water (Pink) / Rp 32.000-Rp 99.000 — Sebetulnya aku kurang menyarankan penggunaan micellar water sebagai first cleanser, cuma semua first cleanser yang aku punya dan aku udah coba harganya di atas Rp 100.000. Jadi yang bisa aku rekomendasikan cuma micellar water Garnier ini. Dibandingkan varian lainnya yang biru dan biphase, yang pink ini adalah yang paling gentle di kulit. Rekomendasi produk lainnya untuk first cleanser ada cleansing oil Hada Labo yang harganya sekitar Rp 70.000, cuma aku sendiri belum pernah coba jadi belum berani rekomendasikan. Yang mau baca soal double cleansing, bisa cek postingan ini.
- Simple Refreshing Facial Wash / Rp 56.000 — Untuk sabun muka, selalu pilih sabun muka yang nggak bikin kulit jadi semakin kering atau kerasa ketarik setelahnya. Mungkin kalian pikir kalau setelah cuci muka rasanya kulit jadi kesat itu berarti kulit kalian sudah bersih ya, tapi tanpa kalian sadari sabun muka seperti itu justru menghilangkan NMF (Natural Moisturizing Factor) dari kulit dan bisa jadi sumber masalah di kemudian hari. Coba beralih ke sabun muka dengan busa yang minimal dan nggak bikin kulit kesat. Mungkin rasanya akan aneh buat pertama kali kalau mau beralih ke gentle face wash karena biasanya mereka terasa sulit dibersihkan. Tapi nanti kalau sudah terbiasa justru kalian nggak akan bisa berpaling dari gentle face wash.
- Hada Labo Gokujyun Light Lotion / Rp 39.000 — Penting untuk punya hydrating toner yang bisa mengembalikan hidrasi ke kulit setelah kena sabun muka. Karena pada hakikatnya semua sabun muka pasti akan bikin kulit kita terasa kering at somet point, dan kulit yang kering rentan iritasi. Itulah kenapa punya hydrating toner yang bisa memberikan hidrasi yang cukup ke kulit sangat penting untuk menjaga kulit tetap terhidrasi.
- COSRX Oil-free Ultra Moisturizing Lotion / Rp 285.000 — Untuk moisturizer ini jadi satu-satunya yang harganya di atas Rp 100.000, karena jujur dari semua moisturizer yang udah aku cobain, menurutku dia yang paling nggak neko-neko dan basic. Dia bagus buat mengunci kelembaban jadinya kulit nggak semakin tambah kering. Harganya memang cukup mahal, tapi satu botolnya bisa awet dipakai sampai setahun. Dan menurutku karena formulanya memang bagus di kulit, jadinya harga segitu termasuk investasi.
- Skin Aqua SPF 50+ PA+++ / Rp 62.000 — Banyak sebetulnya pilihan sunscreen di bawah Rp 100.000, merk Skin Aqua ini cuma salah satunya. Rekomendasiku yang lain ada Nivea Sun Serum, atau L'Oreal Matte & Fresh. Sunscreen ini mungkin jadi satu-satunya hal yang menurutku wajib banget. Kalau tahapan lainnya itu bisa dikondisikan lah, tapi pemakaian sunscreen itu nggak bisa dikompromi. Sunscreen itu selain sebagai pelindung dari sinar UVA dan UVB, juga sebagai anti-aging, dan tanpanya semua produk yang kamu pakai itu nggak berguna. Jangan pernah skip sunscreen, apapun kondisinya, walaupun kalian cuma stay di dalam ruangan kecuali kalian tinggal di kamar gelap yang nggak ada akses cahaya sama sekali. Jangan pernah menggampangkan sunscreen ya teman-teman, please :( Nggak ada gunanya kalian pakai serum berjuta-juta kalau pakai sunscreen aja kalian pelit dan irit-irit. Aku juga selalu merekomendasikan sunscreen dengan SPF 50 supaya perlindungannya lebih ekstra.
Rekomendasi produk ini semuanya udah aku pernah pakai dan tes sendiri, dan semuanya cocok di kulitku. Produk-produk ini adalah P3K buatku ketika aku lagi mencoba pakai produk skincare baru dan nggak cocok, aku bakal balik ke mereka. Tentunya aku tetap nggak bisa menjamin semua produk ini bakal cocok juga di kamu, apalagi kalau kita punya tipe kulit yang berbeda (aku oily btw). Kalau misalnya kalian ada rekomendasi produk basic skincare juga, yuk share di kolom komentar supaya teman-teman lainnya juga bisa lihat!
Siapa di sini yang masih malas double cleansing, ngacung! Sebelum bisa ngacung mungkin malah masih ada yang bingung apa itu double cleansing. Hari ini aku akan membahas soal double cleansing, salah satu step dalam skincare routine yang paling aku sukai. Dan aku sadar, double cleansing bukanlah suatu metode yang banyak diketahui orang-orang. Aku sendiri dulu termasuk golongan orang yang kalau udah bersihin muka pakai make-up remover, ya udah, langsung tidur aja. Nggak ada bilas cuci muka lagi atau bahkan diguyur air. Lebih parah lagi dulu banget waktu awal-awal kuliah aku sama sekali nggak punya make-up remover, cuma punya sabun muka karena aku sendiri dulu nggak suka pakai make-up dan nggak pakai skincare apapun. Tapi seiring berjalannya waktu aku belajar tentang cara membersihkan muka yang baik dan benar karena proses cleansing ini adalah pondasi buat produk-produk skincare yang akan kita apply ke muka nantinya. Kalau muka kita udah dibersihkan dengan benar, pasti produk-produk yang kita pakai ke muka juga akan terserap lebih baik.
Aku sering dapat DM di Instagram soal produk apa aja yang aku pakai untuk double cleansing ini karena banyak yang mengeluhkan kondisi muka mereka yang jadi kering karena double cleansing, ngakunya sih karena 'kebanyakan dicuci mukanya'. Jadi postingan hari ini akan aku tujukan untuk metode double cleansing terutama buat yang punya tipe kulit berminyak kayak aku.
APA ITU DOUBLE CLEANSING?
Metode double cleansing ini dimulai dari Korea, karena mereka terkenal dengan glass-skin look yang minim make-up dan mukanya udah kelihatan glowing meski cuma pakai skincare. Pada dasarnya double cleansing adalah metode membersihkan muka dengan dua jenis pembersih; cleanser berbahan dasar minyak untuk mengangkat minyak/sebum ataupun make-up, dan dilanjutkan dengan cleanser berbahan dasar air untuk mengangkat keringat dan kotoran. Membersihkan muka dengan metode double cleansing dapat menjamin dua jenis kotoran tersebut dapat terangkat. Jenis cleanser ini juga membantu meluruhkan SPF, jadi kalau kalian pakai sunscreen di pagi hari, malamnya wajib pakai oil-based cleanser biar hasilnya lebih bersih.
Berikut adalah produk-produk yang aku pakai untuk double cleansing:
FIRST CLEANSER
Micellar Water/Cleansing Water
Untuk tipe-tipe first cleanser sendiri ada beberapa jenis; cleansing water, micellar water, cleansing oil, dan cleansing balm adalah tipe produk yang aku udah pernah coba sendiri. Selain dua itu juga ada kok cleansing milk kayak Viva punya, cuma aku sendiri belum pernah coba. Akupun ganti-gantian pakai first cleanser ini tergantung mood-nya lagi mau pakai yang mana dan seberat apa kotoran di muka. Favoritku adalah cleansing oil karena dia lebih higienis dibanding cleansing balm yang harus colek colek. Kalau misalnya kalian pikir dengan kulit berminyak kalian harus menghindari oil-based cleanser, kalian salah. Karena justru menggunakan cleanser berbahan dasar minyak akan mempermudah kotoran untuk diangkat karena udah jadi sifat minyak untuk menarik minyak.
Karena aku sehari-hari pakai riasan (alis, lipstik, bedak), aku biasanya menghapus make-up ku dulu dengan micellar water, baru dilanjut pakai cleansing oil. Aku suka micellar water-nya Garnier, terutama yang oil-infused karena dia bisa ngangkat make-up waterproof dan setelahnya nggak bikin kulit jadi terasa kering. Aku udah cobain yang pink dan yang biru dan menurutku dua varian itu bikin kulit kerasa agak kering kalau nggak langsung dilanjut sama step skincare berikutnya. Tapi nggak harus pakai ini ya, cuma kalau aku pribadi suka banget sama Garnier. Udah berbotol-botol habis si kuning tuh hihi.
Nah, micellar water ini bisa dijadikan sebagai first cleanser ya teman-teman. Biasanya aku pakai micellar water ini kalau habis pakai make-up tebal atau merasa aku harus melakukan extra cleansing. Jadi setelah pakai micellar water, aku lanjut lagi dengan oil-based cleanser seperti cleansing balm atau cleansing oil. Alasannya kenapa adalah karena untuk mempermudah kinerja dari tiap cleansernya biar nggak terlalu berat dan memastikan kulit benar-benar bersih. Jadi kalau memang dibutuhkan, aku nggak cuma melakukan double cleansing tapi sampai triple cleansing. Tapi perlu diingat, karena micellar water ini mengandung surfaktan, jadi pastikan setelahnya tetap dilanjut dengan cuci muka pakai sabun ya.
BACA JUGA: Garnier Micellar Cleansing Water Review
Cleansing Oil
Seperti yang aku bilang di awal, cleansing oil adalah first cleanser favoritku. Mereka higienis karena untuk mengeluarkan produknya cuma perlu didispense dari pumpnya aja, jadi nggak perlu ngsecoop pakai sendok seperti cleansing balm atau repot-repot angkat botol dan tuang ke kapas seperti micellar water. Ini salah satu senjata utamaku kalau misal aku, mau aku pakai make-up berat atau bahkan nggak pakai make-up sama sekali juga aku selalu pakai dia. Cleansing oil menurutku efektif banget untuk membersihkan make-up, bahkan untuk yang waterproof sekalipun.
Jaman sekarang varian cleansing oil itu udah beragam banget, produk lokal pun udah banyak yang mengeluarkan cleansing oil dan dengan formula yang berbeda-beda juga. Cara pakai cleansing oil ini sama seperti cleansing balm. Jadi kalian keluarkan produknya ke tangan, lalu usapkan ke muka langsung tanpa harus diberikan air terlebih dahulu. Pijat-pijat produk ke seluruh muka, pastikan jangan sampai masuk ke mata ya karena ada cleansing oil yang bisa bikin perih dan bikin pandangan jadi kabur. Kalau mau membersihkan riasan mata, pelan-pelan aja pijatnya, atau kalau kalian takut bisa dibersihkan dulu pakai micellar water. Nah kalau udah dirasa cukup bersih, baru dibilas dengan air. Nanti minyaknya akan berubah jadi putih seperti susu ketika kontak dengan air. Ini yang dinamakan proses emulsifikasi. Emulsifikasi ini yang membedakan cleansing oil dengan oil lainnya. Untuk bisa dijadikan sebagai cleansing oil, oil tersebut harus bisa diemulsifikasi alias berubah jadi susu ketika bertemu air. Kalau nggak nanti malah bisa menyumbat pori-pori karena proses emulsifikasi memudahkan oil untuk dibilas.
Cleansing Balm
Opsi selanjutnya adalah menggunakan cleansing balm. Sekarang ini banyak banget cleansing balm dari berbagai brand seperti Heimish, Commleaf, Banila Co yang reviewnya juga udah bertebaran di mana-mana, bahkan dari brand lokal juga udah mulai bermunculan. Cleansing balm menurutku punya keunggulan sendiri dibanding dua jenis first cleanser yang aku sebutkan tadi, karena cleansing balm bentuknya padat, jadi ketika dibawa travelling atau bepergian, chance untuk produknya leaking atau tumpah jadi minim banget. Baik cleansing oil ataupun cleansing balm, nggak ada ketentuan khusus lebih baik pakai yang mana, karena balik ke preference dan kebutuhan masing-masing aja. Favoritk sejauh ini adalah dari cleansing balm brand Banila Co, dan kalau dari brand lokal aku paling suka sama cleansing balm Dear Me Beauty.
SECOND CLEANSER
Setelah selesai memberihkan muka dengan first cleanser pilihanmu, maka dilanjutkan dengan membersihkan muka menggunakan face wash alias sabun muka. Kalau untuk face wash ini jauh lebih beragam lagi ya pilihannya, dan kadang namanya juga bisa macam-macam kayak cleansing foam, cleansing gel, gel cleanser, etc tapi pada intinya sama aja, mereka adalah second cleanser. Basically sabun muka apa aja bisa kamu pakai yang penting second cleanser ini cocok di kulitmu dan nggak bikin kulit kering atau iritasi, atau lebih buruk lagi, bikin breakout. Apakah ada opsi lain untuk second cleanser, jawabannya nggak ada. Second cleanser mostly bentuknya cuma face wash, alias produk yang harus dibilas.
Face Wash
Pilihanku sih selalu coba sabun muka yang terasa gentle di kulit, seperti si COSRX Good Morning Low pH Gel Cleanser atau Innertrue Awakening Cleansing Gel. Sabun muka ini lumayan krusial, karena mereka punya chance untuk bikin kulit jadi kering kalau nggak cocok. Coba hindari sabun muka yang bikin kulit muka jadi terasa kesat atau ketarik karena itu tandanya sabun mukanya terlalu harsh buat kulitmu. Kebanyakan orang masih suka menganggap kalau setelah cuci muka terasa kesat justru itu artinya kulit udah squeaky clean padahal itu keliru.
Dari pengalamanku, sabun muka berperan penting dalam kesehatan kulitku. Dulu waktu aku masih struggling dengan jerawat yang nggak kunjung selesai, aku pontang-panting nyari produk yang bisa menuntaskan jerawatku. Tanpa aku sadari ternyata penyelesaian masalahnya sesimple dengan mengganti sabun mukaku karena sabun muka yang aku pakai waktu itu bikin mukaku dehidrasi. Ketika kulitku dehidrasi, jerawat jadi tumbuh banyak.
-----
Ada satu catatan lagi untuk kalian yang masih ragu apakah kalian butuh melakukan metode ini atau nggak walaupun sehari-hari nggak pakai make-up, jawabannya adalah tergantung. Double cleansing itu fungsinya kan supaya kulit kita bersih maksimal, sebetulnya kalau dengan sekali membersihkan aja juga udah bersih, ya nggak perlu double cleansing. Kalau kalian ingin produk yang kalian pakai setelahnya bekerja secara maksimal, maka metode double cleansing adalah step yang mungkin mau kalian ambil. Gimanapun juga yang namanya serum dan yang lainnya itu kan bekerja lebih baik di kulit yang bersih kan? Sayang kalau serumnya udah mahal-mahal tapi bersihin muka aja nggak total hehe. Sebisa mungkin kita membersihkan kulit secara menyeluruh supaya pori-pori nggak tersumbat dan bersih. Kalau nggak nanti malah bisa jerawatan karena sisa dari produk sebelumnya, termasuk debu dan kotoran yang menumpuk nggak dibersihkan dengan baik.
Untuk bahasan double cleansing segitu aja dulu, kalau misal dari kalian ada yang mau nambahin, mengkoreksi, atau masih ada yang bingung, tinggalkan komentar aja ya!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons