Showing posts with label Retinol. Show all posts
Showing posts with label Retinol. Show all posts
Hai guys! Oh my god, udah lama banget ya aku enggak ngepost di blog. It's been a solid... what, 2 years? Terakhir ngepost itu tahun 2021, dan sekarang udah 2023! :") Sejujurnya di sela-sela waktu itu aku kangen banget ngeblog. Kangen bikin konten beauty, kangen nulis dan nge-Youtube juga. Sejujurnya sejak aku mulai kerja, memang agak susah nyari waktu yang pas buat jadi nerusi hobi jadi beauty content creator. Ditambah lagi aku nemu hobi baru yaitu koleksi merch anime dan sekarang juga aku fokus jadi streamer Genshin Impact. Semua hal baru itu bikin aku jadi susah cari waktu yang pas buat ngonten kayak dulu lagi.
But now I'm back for good! Udah enggak bisa ditahan lagi, I need this, I need to get back! Aku tuh udah jauh banget dari update beauty trend sekarang, jadi maaf banget nih kalau beberapa post ke depan bakal kerasa kayak produknya jadul karena aku mau kelarin beberapa draft dulu yang udah berdebu enggak dipost dari jaman batu wkwk. Nah di postingan comeback kali ini, aku mau bahas soal salah satu serum retinol favoritku: Airnderm Retinol Serum!
BACA JUGA: Pratista Retinol Renewal Serum Review
Retinol jadi salah satu bahan skincare yang udah rajin banget aku pakai bahkan dari umur 22 tahun. Sekarang kerasa banget rasanya karena di umur hampir kepala 3 ini, kulitku masih belum terlalu ketara kerutannya. Tentunya karena disokong juga dengan penggunaan sunscreen secara rutin ya guys.
Karena aku udah sering coba-coba beberapa retinol sebelumnya, begitu nyobain retinol serum punya Airnderm ini kulitku enggak ngasih tanda-tanda kayak purging atau iritasi. Sama seperti retinol pada umumnya, produk ini menjanjikan elastisitas kulit, menyamarkan garis halus, meratakan warna kulit, dan juga membantu memperbaikin tekstur kulit. Efek standard yang memang sering kita jumpai di produk retinol.
Ingredients: Aqua, Propanediol, Glycerin, Acetyl Hexapeptide-8, Caprylyl Glycol, Sodium Hyaluronate, Phenoxyethanol, Lecithin, Polysorbate 20, Retinol, Ethylhexylglycerin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Disodium EDTA, Xanthan Gum.

Dari segi tekstur ini masuk ke dalam favoritku karena dia melembabkan tapi enggak bikin lengket di kulit. Gampang diratain, enak dilayer sama skincare lainnya yang dari merk berbeda, dan enggak bikin kulit jadi kering. Kayaknya sih karena ini karena di dalam serumnya ada sodium hyaluronate yang bikin dia bisa ikut menjaga kelembaban kulit. Selama pemakaian serum ini aku ngerasa kulitku jauh lebih supple, bouncy kayak pantat bayi hahah. Jerawat sih enggak terlalu berkurang, tapi yang pasti pori-pori jadi tersamarkan dan garis halus terutama di sekitar mulut (smile lines) jadi enggak terlalu ketara.
Overall it's a very good product yang menurutku worth to try karena efeknya yang oke dan harganya yang masih termasuk affordable. Gimana teman-teman, berniat cobain Airnderm Retinol Serum?
Sejak menginjak umur 25, aku mulai ngerasain perbedaan signifikan dari produk-produk skincare yang aku pakai. Kalau dulu masih bisa rajin double cleansing dan pakai sunscreen aja, sekarang harus benar-benar kencang di hidrasi, pelembab, dan tentunya senjata anti aging andalanku; retinol. Kalian udah pernah pakai retinol? Aku pertama kali coba retinol di umur 22 tahun, dan retinol pertamaku itu For Skin's Sake Retinol Overnight Cream. Waktu itu aku penasaran banget mau coba retinol tapi masih takut-takut karena banyak yang bahas efeknya bikin kulit kering bahkan sampai purging. Makanya kenapa retinol pertamaku dalam bentuk moisturizer, biar seenggaknya dia enggak langsung kontak sama kulit.
Balik lagi soal skincare yang kupakai di umur 25, kalau aku skip jadwal pakai retinol sekali aja, langsung kerasa bedanya gimana kulit langsung jadi lusuh dan yang paling kelihatan adalah smile lines. Padahal aku selalu double toning, aku juga enggak pelit pakai pelembab, tapi ternyata tanpa retinol kulitku enggak kelihatan seprima biasanya :") Sejak itulah aku sadar, aku harus punya retinol dalam skincare routineku. Nah, retinol yang akhir-akhir ini lagi suka banget pakai adalah Pratista Retinol Renewal Serum. Hari ini bakal aku kupas tuntas produk ini, jadi jangan skip baca ya!
Aku selalu suka produk retinol dengan kemasan botol coklat gelap begini karena mereka bantu melindungi produknya dari paparan sinar matahari yang bisa merusak produk. Terus juga serum ini pakai pump, bukan pipet jadi produknya bisa tahan lebih lama karena enggak sering kontak dengan oksigen. Tapi kayaknya Pratista ganti desain kemasannya ya, sekarang malah pakai pipet dan botolnya bening.
Produk ini mengandung 0,5% retinol, yang menurutku masih termasuk moderate. Aku pernah pakai retinol dengan konsentrasi 1% dan itu benar-benar intens banget efeknya di muka. Buat yang baru mau coba retinol, aku selalu sarankan buat coba dengan konsentrasi di bawah 1% dulu, baru nanti seiring berjalannya waktu, kalau kulit udah terbiasa, bisa dinaikkan persentasenya. Selain retinol dia juga ada niacinamide sebesar 4%. Angka ini menurutku cukup lumayan, karena niacinamide bisa bantu melembabkan kulit jadinya efek retinol yang suka bikin kulit kering enggak akan terlalu terasa.
BACA JUGA: Erto's Retinol Serum Review

Tekstur produknya cukup kental, warnanya agak kekuningan, dan rasanya bikin lembab di kulit. Benar-benar enggak seperti retinol karena pakai dia kulitku malah jadi supple dan lembut banget. Seperti biasa kalau aku pakai retinol, pasti aku tandemi dengan pakai exfoliating toner juga karena gabungan keduanya udah terbukti bikin kulitku jadi sehalus pantat bayi hahaha. Retinol Pratista ini menurutku kelihatan banget efeknya. Dia ampuh bikin smile lines memudar dan jerawat jadi lebih cepat hilang. Salah satu kelebihan retinol juga yang aku suka adalah karena mereka bagus buat jerawat, jadi buat aku yang acne prone (dan kulitnya mulai berumur) retinol is truly my holy grail!
Di umur yang udah memasuki seperempat abad, kayaknya nggak lengkap skincarean kalau nggak pakai produk anti aging, bener nggak? Mamaku masih suka heboh kalau lihat aku pakai produk anti aging dari umur segini karena menurut beliau, produk anti aging dipakainya ya pas kita udah kelihatan tua, padahal harusnya kan sebelum penuaan dimulai ya. Salah satu produk anti aging favoritku selain sunscreen adalah retinol. Aku sendiri bukan pengguna baru retinol karena aku udah mulai pakai retinol dari umur 22. I took an early start, karena seperti yang aku bilang tadi, aku mau mencegah penuaan sebelum penuaan itu terjadi. Aku sempat baca-baca kalau kolagen pada kulit mulai berkurang di umur 20-an, makanya dari awal aku berusaha mengenalkan kulitku ke retinol supaya ke depannya bisa semakin terbiasa.
Di postingan kali ini aku akan mereview salah satu retinol yang akhir-akhir ini lagi aku pakai yakni Elsheskin Active Rejunevating Night Serum. Aku udah lama naksir sih, dan beruntung aku sempat ditawari sama Elsheskin untuk cobain produk mereka. Langsung lah aku pilih si retinol karena stok retinolku sedikit banget, plus aku udah dengar banyak review bagus tentang si serum ARN. Kalau kalian mau tahu pendapatku, baca terus sampai bawah ya!
Sama seperti serum Elsheskin pada umumnya, serum ARN dikemas dalam botol kaca berwarna coklat dengan aplikator berbentuk pipet. Aku selalu suka botol-botol yang kacanya coklat begini karena mereka bisa bantu melindungi produk di dalam botol dari sinar matahari supaya nggak cepat rusak.
Serum ini menggunakan 1% ecapsulated retinol, yang mana artinya formulanya lebih potent (kuat) tapi dia akan terasa gentle di kulit dibandingkan dengan retinol yang nggak encapsulated. Retinol seperti ini biasanya membutuhkan waktu untuk bekerja, jadinya dia aman untuk yang kulitnya sensitif sekalipun. Produk ini punya klaim untuk membantu mengencangkan kulit, mengurangi garis-garis dan kerutan halus akibat usia, dan membantu memudarkan flek hitam/age spots.
Ingredients: Aqua, Niacinamide, Pentylene Glycol, Propanediol, Glycerin, Cichorium Intybus Root Oligosaccharides, Tetradecyl Aminobutyroylvalylaminobutyric Urea Trifluoroacetate, Magnesium Chloride, Dipeptide Diaminobutyroyl Benzylamide Diacetate, Acetyl Hexapeptide-8, Caprylyl Glycol, Caesalpinia Spinosa Gum, Sodium Benzoate, Gluconolactone, Calcium Gluconate, Lecithin, Polysorbate 20, Retinol, Ethylhexylglycerin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Xanthan Gum, Disodium EDTA, Hyaluronic Acid, Glycyrrhiza Glabra Root Extract

Sejauh ini, retinol 1% adalah persentase retinol tertinggi yang pernah aku coba, sebelum-sebelumnya aku selalu pakai di bawah 1%. Tapi untungnya karena kulitku udah terbiasa pakai retinol, jadinya ketemu sama yang 1% pun nggak masalah, plus dia juga encapsulated. Aku pakai retinol ini masih sama dengan retinol lainnya; setiap dua hari sekali, malam hari aja, dan dibarengi dengan exfoliating product. Tekstur serumnya aku pikir bakal kental gitu, tapi ternyata cukup cair dan dia juga cepat menyerap di kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Biasanya retinol punya tendensi bikin kulit jadi kering kan, tapi serum ARN justru bikin kulit jadi lembab dan bouncy. Setelah pakai rutin selama sebulan terakhir, aku bisa lihat kulitku jadi benar-benar smooth dan halus banget, jerawat juga jadi cepat kering dan smile lines-ku tersamarkan.
Oh iya, tadi kan aku bilang aku juga pakai serum ini dibarengi dengan exfoliating product ya, tapi kalau misalnya kalian kulitnya sensitif dan nggak kuat kena dua produk dengan bahan aktif sekaligus, mending jangan ya. Aku pakai metode begitu karena aku udah coba dan kulitku ternyata kuat, malah hasilnya jadi bagus banget. Tapi balik lagi sesuaikan sama reaksi kulit masing-masing.
Nggak kerasa tahun ini aku bakal menginjak umur seperempat abad :") Rasanya kayak baru kemarin aku masuk perguruan tinggi, pertama kalinya merantau dan tinggal selama 6 tahun di sana sendirian, eh sekarang udah umur segini aja. Kalau ngomongin umur, satu yang jadi concernku adalah tentunya kondisi kulit. Mulai dari tanda-tanda penuaan, sampai berubahnya tipe kulit. Selama ini tipe kulitku tuh berminyak, tapi aku sering dengar testimoni dari teman-teman yang lebih berumur, kalau di umur tertentu, tipe kulit bisa berubah. Banyak pengalaman teman-temanku yang awalnya juga punya kulit berminyak, tapi lama kelamaan seiring berjalannya waktu kulit jadi kering. Inilah yang aku lagi antisipasi. Tentunya nggak akan bisa dicegah ya hal seperti itu, karena memang tubuh ini kan benda hidup, ada umurnya sendiri dan udah proses alam menjadi tua tuh. But if I could, I want to age gracefully. Makanya kenapa salah satu produk penting dalam skincare routine aku adalah produk anti aging.
Ngomongin anti aging, nggak bakal lepas dari ingredients yang namanya retinol. Buat yang belum tahu, retinol adalah vitamin A yang punya fungsi mempercepat cells turnover atau regenerasi sel, sehingga kulit kita bisa tetap kelihatan awet muda. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen pada kulit itu semakin turun. Kolagen ini yang bikin kulit tetap kelihatan sehat dan elastis. Nah retinol ini bakal membantu produksi kolagen yang mulai menurun itu. Kenapa aku ngomongin retinol, karena di sini aku mau ngereview produk dari Erto's yaitu Erto's Retinol Serum.
BACA JUGA: Pond's Age Miracle Whip Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Erto's
- Nama produk: Retinol Serum
- Jenis produk: Serum
- Ukuran: 20 ml
- PAO: 12 bulan
- Harga: Rp 120.000
- Tempat beli: Shopee Official Erto's
- BPOM: NA18202000058
Sebelum kita masuk lebih jauh tentang bahasan produknya, aku mau disclaimer dulu kalau produk ini aku dapat lewat SOCOBOX tahun lalu. Aku nggak cuma dapat satu serum ini aja, tapi aku dapat 4 serum dan satu cleanser kalau nggak salah. Sorry udah lupa soalnya udah lama banget hahah. Buat yang mau nonton unboxingnya kalian bisa cek langsung ke Youtube channel aku!
Aku ini bukan pemain baru ya dalam dunia retinol. Retinol pertamaku itu dari For Skin's Sake, yaitu Retinol Overnight Cream mereka. Waktu pertama kali coba retinol, aku nggak merasakan ada ketakutan sama sekali, nggak ada kekhawatiran bakal breakout hahah. Emang kalau udah urusan coba-coba produk tuh aku selalu berani terabas, nggak ada kata takut. Dari situ aku akhirnya paham kenapa orang-orang memuja ingredients retinol ini terutama untuk teman-teman yang udah berumur.
Erto's Retinol Serum ini punya presentase retinol sebesar 0,5%, dan menurutku itu udah agak moderate ya. Bahkan si FSS aja retinol creamnya cuma 0,1% doang. Untuk pemula memang cocok, pas lah istilahnya. Erto's ini juga masuknya masih di tengah-tengah, masih okelah kalaupun mau dicoba sama newbie walaupun aku selalu menyarankan sebisa mungkin coba dari presentase paling rendah dulu. Jaga-jaga kulitnya nggak cocok atau butuh penyesuaian dulu. Retinol ini ingredients yang butuh pemahaman dulu kalau mau diapproach. Jangan sampai nekat pakai retinol tapi nggak paham side effectnya apa aja. Ini yang kadang suka kita overlook.
Aku agak kaget sih karena di labelnya dia bilang bisa dipakai di pagi hari, walaupun memang nggak apa-apa, toh juga Erto's lanjutin dengan nulis kalau di pagi hari harus dibarengi dengan sunscreen. Itu penting banget. Bahkan kalaupun malamnya pakai retinol, besok paginya juga tetap wajib pakai sunscreen meski di pagi hari itu nggak pakai retinol karena sensitivitas kulit masih berlangsung bahkan sampai 2 minggu ke depan.
Ingredients: Aqua, Alcohol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Dimethicone, Ethylhexyl Cocoate, Dimethiconol, Tocopherol, Glycine Soja Oil, Retinol, Dimethylmethoxy Chromanol, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Allantoin, Xanthan Gum.
Aku udah pakai serum ini dulu banget, tapi kemudian stop karena... lupa karena apa wkwk. Kayaknya karena kebanyakan serum di skincare routine aku dulu dan aku waktu itu lagi ngereview serum jadi dia terpaksa aku tinggalkan. Tapi habis selesai pekerjaannya, aku balik pakai dia lagi. Dan sejauh ini yang aku rasakan adalah tekstur kulitku selalu terkontrol. Kalau dulu tuh ya, kulitku benar-benar kelihatan banget gradakannya, apalagi kalau pakai foundation. Tapi karena rutin pakai retinolnya Erto's ini, tekstur kulit jadi lebih kalem. Kulitku juga sepertinya udah lebih tahan banting ketimbang dulu waktu pertama nyobain retinol. Dulu aku cuma bisa pakai retinol maksimal dua hari sekali, tapi dengan Erto's ini yang presentasenya lebih tinggi, aku bisa pakai setiap hari.
Setiap kulit daerah smile lines mulai kelihatan visible, aku juga langsung pakaikan serum ini di targeted area dan besok paginya smile linesnya langsung pudar lagi! Nggak salah memang retinol digadang-gadang sebagai fountain of youth karena memang efeknya untuk kulit yang udah nggak muda lagi dia sangatlah oke. Teksturnya watery banget, nggak terasa lengket di kulit, dan dia cepat menyerap juga. Wanginya sih aku cium hampir nggak ada, kalaupun ada kayaknya itu wangi khas retinol aja deh. This has been a pleasant experience, aku nggak sabar buat cobain retinol lainnya, dan mungkin dengan presentase yang lebih tinggi lagi? Heheh, who knows!
Udah 1 Desember! Wah, 2020 truly goes in a blink of an eye. Eh tapi kalian gimana rasanya selama setahun belakangan ini? Kerasa cepat atau lambat? Tahun 2020 aku mulai dengan menjemput kelulusan. Setelah kurang lebih 5,5 tahun bergulat dengan dunia perkuliahan, akhirnya Januari awal tahun aku berhasil menyandang gelar sarjana. Yang aku pikir mungkin tahun ini akan jadi tahunku, ternyata memasukin bulan kedua malah dihantam pandemi. Akhirnya wisuda yang selama ini aku tunggu-tunggu nggak bisa aku rasakan hiks :") Tapi ya udah, yang terpenting kita semua masih diberi kesehatan sampai hari ini. Dan semoga semua hal yang kita nggak sempat gapai di tahun ini, akan berhasil kita genggam di 2021.
Untuk review pertama di bulan Desember ini akan dibuka dengan review moisturizer yang sebetulnya nggak pernah kebayang bakal cobain, yaitu Pond's Age Miracle Whip Cream. Aku sejujurnya jarang cocok sama produk Pond's, terutama untuk sabun muka mereka, karena rata-rata bikin kulit kering banget. Tapi waktu Kak Amal @deszell ngereview produk ini, aku jadi tertarik. Terutama karena waktu itu aku baru menemukan keajaiban retinol untuk pertama kalinya dari FSS Retinol Overnight Cream, dan lihat harganya Pond's jauh lebih murah, siapa tahu bisa jadi pengganti obat kangen kalau belum ada rejeki untuk beli FSS. Apalagi yang ini juga lebih gampang dicari karena bisa dibeli offline di Guardian/Watson/Dandan.
BACA JUGA: Rovectin Cica Care Balm Review
Yap, seperti yang aku bilang di paragraf sebelumnya, produk ini mengandung retinol di dalamnya. Tapi kalau dilihat dari ingredients listnya, retinol yang digunakan adalah retinyl palmitate dan retinyl propionate yang mana adalah turunan dari retinol, jadi bukan murni retinolnya langsung. Buat kalian yang mungkin belum familiar dengan retinol, retinol ini adalah vitamin A yang jadi andalan untuk produk anti aging karena retinol punya kemampuan untuk mempercepat cell turnover, sehingga hasilnya kulit kita jadi semakin halus, mengurangi kerutan, bahkan bisa untuk mengatasi jerawat juga. Hasilnya sendiri memang nggak instan, biasanya penggunaan retinol itu baru terlihat efeknya setelah sebulan atau bahkan tiga bulan pemakaian rutin. Selain retinol, produk ini juga mengandung niacinamide, tocopherol, dan titanium dioxide.
Ingredients: Water, Dicaprylyl Carbonate, Niacinamide, Hydrogenated Poly (C6-14 Olefin), Glycerin, Cetearyl Alcohol, Dimethicone, Caprylic/Capric Triglyceride, Butylene Glycol, Sucrose Polystearate, Stearyl Heptanoate, Phenoxyethanol, Sodium Polyacrylate, Sodium Stearoyl Glutamate, Stearyl Caprylate, Hydrogenated Polyisobutene, Methylparaben, Titanium Dioxide, Propylparaben, Fragrance, Disodium EDTA, Hexylresorcinol, Cetyl Alcohol, Ceramide NG, Hydrolyzed Milk Protein, Retinyl Palmitate, Retinyl Propionate, Helianthus Annuus Seed Oil, Biosaccharide Gum-1, Saccharide Isomerate, Aluminum Hydroxide, Tocopherol, BHT, Pentylene Glycol, Sodium Acetylated Hyaluronate, Sodium Hyaluronate, Citric Acid, Sodium Citrate, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Ethylhexylglycerin

Produk ini masuk ke dalam Age Miracle series di Pond's, jadi memang ditujukan buat yang umurnya udah memasuki 20 atau pertengahan 20. Retinol ini biasanya mulai dipakai sama yang udah berumur karena seiring berjalannya waktu, kulit kita ini kan ikut menua, dan kemampuan kulit untuk meregenerasi itu berkurang. Makanya kenapa kalau masih di bawah 20 tahun, jarang disarankan pakai retinol karena bukannya nggak boleh, tapi karena kemampuan regenerasi kulit di umur segitu masih dianggap bagus, jadi belum terlalu butuh banget. Walaupun ada juga yang pakai retinol bukan sebagai produk anti aging tapi sebagai spot treatment jerawat.
Tekstur Pond's Age Miracle Whip ini benar-benar ringan dan nggak "kasar" di kulit. Ini karena dia adalah versi whip-nya, jadi teksturnya memang udah diformulasikan untuk lebih ringan dibandingkan creamnya yang versi non-whipped. Teksturnya mengingatkan aku sama whipped cream, nggak berat di kulit, dengan kemampuan oklusif yang sangat oke jadi dipakai sebagai pelembab malam juga di aku udah cukup banget. Sementara kalau dipakai di pagi hari juga nggak masalah, walaupun aku pribadi nggak pakai pelembab ini di pagi hari secara rutin (cuma pernah coba beberapa kali aja) karena dia ada retinolnya dan aku berusaha menghindari penggunaan retinol di pagi hari. Hasilnya selama pakai ini kulitku terasa halus banget, pori-pori jadi kelihatan mengecil, dan jerawat juga jadi lebih gampang diatur. Ditambah kalau smile lines mulai kelihatan, begitu dikasih moisturizer ini lama kelamaan langsung halus lagi. Menurutku buat kalian yang udah mulai memasuki umur kepala dua, this product is really worth the shot.
-----
Where to buy? Shopee
How much? Rp 125.000
Siapa di sini yang udah khatam basic skincare dan pengen banget cobain retinol? Retinol mungkin masih terdengar asing di telinga banyak orang, tapi sadar atau nggak udah mulai banyak brand lokal yang ngeluarin produk dengan kandungan retinol lho, salah satunya Avoskin dengan Miraculous Retinol Toner mereka. Retinol sendiri dikenal sebagai kandungan yang diperuntukkan untuk produk anti-aging, makanya kenapa untuk kalian yang udah berumur di atas 20 tahun bisa mulai bereksperimen mencari produk dengan retinol yang pas di kulit.
Aku senang banget waktu dikirimkan sama Avoskin untuk cobain Retinol Toner mereka karena aku bucin banget sama retinol. Meski ini bukan produk retinol pertamaku, tapi aku tetap merujuk diri sendiri sebagai pemakai retinol pemula. Makanya aku penasaran Miraculous Toner ini bakal nyaman nggak ya di kulitku? Yang mau tahu gimana efeknya, simak aja postingan ini yaa!
Baca juga: Avoskin Miraculous Refining Toner Review
MENGENAL RETINOL SERIES DARI AVOSKIN
Miraculous Retinol Series merupakan seri skincare terbaru dari Avoskin yang fokus kepada perawatan kulit anti-aging dengan fungsi utama membantu menunda proses munculnya tanda-tanda penuaan dini pada kulit. Seri ini terdiri dari Miraculous Retinol Toner dan Miraculous Retinol Ampoule dengan kandungan unggulan Actosome Retinol, Peptide, Vitamin E, Niacinamide, dan ekstrak natural seperti Camellia Sinensin (Green tea leaf), Raspberry, serta Pomegranate.
- Pomegranate — Buah pome mengandung Vitamin C, Polifenol, dan asam ellagic yang berfungsi untuk antioksidan, merangsang produksi kolagen, serta melindungi sel kulit dari kerusakan.
- Raspberry — Mengandung asam lemak esensial, seperti Omega-3 dan Omega-6 untuk menjaga kelembapan kulit. Kandungan ellagic acid pada buah ini juga berfungsi untuk yang melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari.
- Green Tea Leaf — Mengandung antioksidan tinggi dan memiliki fungsi anti-aging bagi kulit. Kandungan catechins dan polifenol berfungsi optimal sebagai antioksidan hingga mampu menangkal efek buruk paparan sinar UVA dan UVB sehingga kulit menjadi terjaga awet muda.
Retinol Toner terbaru dari Avoskin hadir dengan ingredients untuk merawat kulit agar tetap awet muda. Mengandung 3% Niacinamide, 1% Actosome Retinol yang mengandung 0.09% aktif Retinol, Peptide dan Pomegranate. Nah, kandungan Peptide dan Actosome Retinol yang 50% ini minim iritasi di kulit kalau dibandingkan dengan Retinol biasa. Perpaduan kandungan tersebut juga efektif untuk memperbaiki tekstur kulit, menjaga kekenyalannya, mencerahkan, menjaga kelembaban, dan memastikan elastisitas kulit tetap terjaga.
Yang membedakan Miraculous Retinol Toner dan Ampoule adalah persentase Actosome Retinol yang lebih rendah serta mengandung 3% Niacinamide. Miraculous Retinol Toner nggak cuma berfungsi optimal untuk memicu pergantian sel-sel kulit dan anti-aging, tapi juga aman digunakan untuk pemilik kulit sensitif.

Produk ini punya beberapa klaim, seperti:
- Menunda munculnya tanda-tanda penuaan dini
- Memicu proses regenerasi sel kulit baru
- Memudarkan flek dan noda hitam bekas jerawat
- Memperbaiki tekstur kulit
Dia juga fragrance free, paraben free, & sensitive skin friendly. Makanya kenapa Avoskin Miraculous Retinol Toner termasuk produk dengan kandungan retinol yang paling bersahabat untuk orang yang baru mau terjun ke dunia retinol, atau mulai memasukkan retinol dalam skincare routine mereka.
CARA PEMAKAIAN
Cara pakainya juga mudah karena sama seperti pakai toner biasa aja. Tinggal diaplikasikan pada kulit dalam kondisi bersih dan JANGAN LUPA gunakan sunscreen keesokan harinya karena udah menjadi sifat retinol yang membuat kulit kita jadi lebih sensitif terhadap matahari. Kalau sampai timbul kemerahan atau tanda iritasi, sesuaikan aja frekuensi pemakaiannya.
Aku sendiri ketika nyobain produk dengan kandungan retinol selalu mulai dengan frekuensi paling sedikit, sekali seminggu dulu selama dua minggu buat lihat reaksinya di kulit seperti apa. Baru kalau nunjukin efek positif, aku naikkan frekuensi pemakaiannya jadi dua kali seminggu, dan yang paling tinggi adalah dua hari sekali. Produk ini bisa digunakan setiap hari pada malam hari, cuma kulitku sendiri nggak bisa kena retinol setiap hari jadi aku tekankan sekali lagi, selalu perhatikan reaksi kulit masing-masing.
Jadi kalau dibreak down satu-satu, begini urutanku pakai Miraculous Retinol Toner:
- First cleanser
- Second cleanser
- Exfoliating toner
- Retinol toner
- Hydrating toner (opsional)
- Serum
- Moisturizer

Tekstur dari Avoskin Miraculous Retinol Toner ini sejujurnya nggak seperti yang aku bayangkan karena sebelum terima produknya, aku pikir teksturnya bakal cair hampir sama seperti Refining Toner mereka. Tapi ternyata tekstur produknya jauh lebih kental dan rasanya di kulit melembabkan banget. Makanya aku tulis di skincare routine aku di paragraf sebelumnya kalau hydrating tonernya jadi opsional karena bahkan dengan pakai Miraculous Retinol Toner aja aku udah merasa lembab banget. Untungnya meski teksturnya agak thick gitu, dia masih mudah dikeluarkan dari botolnya. Dengan mulut botol yang seperti itu justru bikin produknya aman nggak mudah tumpah.
Wanginya sendiri juga enak, biasanya produk retinol yang aku temukan punya wangi seperti minuman alkohol, tapi Miraculous Retinol Toner malah tercium wangi seperti bedak bayi. Sebelum ini aku cuma pernah pakai retinol dalam bentuk cream, jadi sempat takut kalau dalam bentuk toner dia bakal terasa perih di kulit tapi setelah aku coba ternyata ketakutanku nggak terbukti. Sama sekali nggak ada rasa perih atau sakit, dan meski retinol dikenal bisa bikin kulit jadi terasa kering, toner ini justru kebalikannya karena dia mampu melembabkan kulit.
Baca juga: Elsheskin Radiant Skin Serum Review


Di sini aku bakal tunjukin progress kulit aku selama sebulan pakai Avoskin Miraculous Retinol Toner. Selama pemakaian ini aku sebenarnya nggak bisa merasakan ada perubahan pada kulit, makanya kenapa aku selalu dokumentasikan perjalanan kulitku karena memang susah dilihat apalagi kalau kita sering nongkrong depan kaca, kita bakal terbiasa sama muka sendiri dan susah melihat perubahan di muka kita. Tapi kalau didokumentasikan seperti ini jadi kelihatan jelas gimana efeknya di kulit.
Aku lumayan takjub sih, memang retinol itu efeknya cakep banget nggak main-main ya haha. Di awal pemakaian kulitku lagi banyak banget jerawat, dan dalam waktu sebulan baik jerawat dan bekasnya mulai menghilang. Menurutku produk ini benar-benar worth to try karena dia memberikan experience yang ramah dan nyaman di kulit dengan efek yang nyata.
-----
Where to buy? Website Avoskin
How much? Rp 179.000
Salah satu discovery terbesarku di tahun 2019 kemarin soal skincare adalah mulai menggunakan retinol. Sebetulnya bukan jenis ingredients yang asing di telingaku sih, karena selama ini udah sering baca banyak review produk retinol yang dipakai sama teman-teman, dan jujur memang bertekad buat ikutan nyobain juga. Tapi untuk mulai pakai retinol itu sendiri nggak semudah nyobain hydrating toner baru, karena memulai pakai retinol itu nggak bisa buru-buru dan gegabah. Kalau udah mau masukin produk dengan kandungan retinol ke skincare routine, berarti harus dijadwal dan dirombak ulang produk mana aja yang kira-kira bakal berlawanan sama retinol ini.
Lalu apa retinol semenyeramkan itu? Hmm, sebetulnya tergantung kulit masing-masing dan formula produknya itu sendiri. Aku ini kan sebelumnya belum pernah pakai retinol sama sekali, jadi kulitku ini masih virgin kalau sama retinol. Pemakaian retinol itu bisa bikin kulit jadi lebih sensitif dan bahkan di awal-awal bisa menyebabkan purging. Makanya kenapa begitu kita mulai pakai retinol, kita benar-benar harus giat pakai sunscreen setiap hari tanpa bolong dan nggak boleh malas! Kalau nggak malah kulit jadi amburadul deh :(
Meski agak dagdigdug sama retinol, tapi aku tetap ingin cobain, dan produk pertama yang aku coba adalah FSS Retinol Overnight Cream. Sebelumnya memang FSS punya retinol tapi dalam bentuk serum, kayaknya cream ini malah baru keluar akhir-akhir ini deh. Aku sempat nyimak Instastory-nya Mas Stefan soal produk ini dan dia cukup suka karena kandungan retinolnya itu sendiri termasuk rendah, cuma 0.1% jadi cocok buat yang baru mulai pakai retinol. Plus, dia juga ada kandungan green tea, vitamin E, dan hyaluronic acid, jadinya nggak akan bikin kulit terasa kering setelahnya.
Yang aku suka dari kemasan FSS Retinol Overnight Cream ini, dia udah dilengkapi dengan anjuran pemakaian dan cara penyimpanan produknya itu sendiri. Cara mengenalkan retinol sebetulnya kurang lebih sama seperti mengenalkan exfoliating toner ke kulit. Selalu mulai dengan frekuensi paling sedikit, kemudian perlahan-lahan frekuensi pemakaiannya ditambah sambil tetap memperhatikan kondisi kulit. Di jarnya juga sudah tertera kalau pakai produk retinol, pastikan kamu pakai sunscreen setiap hari dan hindari terkena paparan sinar matahari langsung.
BACA JUGA: Jumiso Yes I Am AHA 5% Toner Review
Kemasan jarnya ini warnanya hitam pekat, fungsinya supaya sinar matahari bisa dicancel dan nggak langsung tembus ke dalam kemasannya, supaya produknya nggak cepat rusak. Makanya di anjuran penyimpanannya juga tertulis kalau dia harus disimpan di tempat yang jauh dari sinar matahari dan jangan kelamaan dibiarkan terbuka. Biasanya kalau mau pakai, aku cukup buka sekali, ambil beberapa buat dioles ke seluruh muka, tapi ngeratainnya belakangan, jadi produknya nggak akan kelamaan kebuka. Kalau kata Mas Stefan sih memang kemasan jar begini kurang pas buat produk retinol karena rentan terpapar udara dan sinar matahari.
Krimnya teksturnya ringan, lebih ke emollient dibanding occlusive sih, dan wanginya kayak beer haha. Warnanya juga agak kekuningan gitu, awalnya sempat khawatir dia udah oksidasi sih tapi habis lihat beberapa review teman-teman memang dari awal warnanya begitu.
Krimnya teksturnya ringan, lebih ke emollient dibanding occlusive sih, dan wanginya kayak beer haha. Warnanya juga agak kekuningan gitu, awalnya sempat khawatir dia udah oksidasi sih tapi habis lihat beberapa review teman-teman memang dari awal warnanya begitu.
Seperti yang aku bilang, aku ini baru pertama kali pakai retinol. Di awal pemakaian aku udah siap banget kalau misal nanti terjadi purging, tapi ternyata nggak purging sama sekali. Aku pakai dia juga di saat kondisi kulitku lagi kurang bagus, dan jadinya malah bisa mempercepat jerawat dan bruntusan kempes, wow! Memang dari awal fungsi retinol itu kan selain sebagai anti aging agent, dia juga membantu mempercepat regenerasi sel, jadinya kulit nggak kelihatan dull. Kalau udah lihat hasilnya yang mantap kayak gitu, langsung ketagihan deh buat pakai setiap hari haha. Akhirnya aku naikin deh frekuensi pakaiku yang tadinya cuma dua kali seminggu, langsung ujug ujug jadi setiap hari tapi malam doang. Eeeeh, ternyata malah kulitku jadi sensitif banget! Langsung merah-merah dan rasanya kayak kering gitu.
Akhirnya aku memutuskan buat tetap kasih jeda dengan pakai dia selang-seling, setiap tanggal genap aja, tetap dipakainya malam hari aja. Oh iya, tadinya tuh aku bingung mau dipakai di slot apa, takutnya kurang moisturizing kalau dipakai sendiri tanpa dilayer lagi dengan moisturizer beneran, tapi ternyata cukup-cukup aja, mungkin karena kulitku berminyak ya. Kalaupun mau ngelayer lagi dengan moisturizer lainnya sih aku sarankan cari yang teksturnya light. Dari pihak FSS juga membolehkan kok dilayer, yang penting nggak ada ingredients yang saling berlawanan aja. Aku sendiri akhirnya prefer dia jadi moisturizer malam tok.
Intinya ketika kita memang comitted buat pakai retinol, kita benar-benar harus perhatiin maunya kulit kita gimana. Kalau memang kuatnya seminggu sekali, jalani. Kuatnya setiap hari, ya silahkan. Pokoknya sesuaikan aja, yang penting sabar dan konsisten. Karena setelah nambahin retinol ke dalam skincare routine aku, kulitku jadi halus banget teksturnya, pori-pori nggak lagi menganga kayak kawah, dan noda di wajah jadi lebih cepat memudar. Dia nggak bikin muka jadi nggak berjerawat, tapi mereka jadi lebih manage-able. Benar-benar keputusan terbaik buat coba pakai retinol. Walaupun dia ingredients yang dibilang orang anti-aging cuma untuk orang tua, faktanya yang namanya anti-aging itu harusnya dipakai sebelum kita mulai aging. Jadi kalau kalian umurnya udah sekitar 20-an, kalian wajib banget coba sih, it's so life-changing.
Intinya ketika kita memang comitted buat pakai retinol, kita benar-benar harus perhatiin maunya kulit kita gimana. Kalau memang kuatnya seminggu sekali, jalani. Kuatnya setiap hari, ya silahkan. Pokoknya sesuaikan aja, yang penting sabar dan konsisten. Karena setelah nambahin retinol ke dalam skincare routine aku, kulitku jadi halus banget teksturnya, pori-pori nggak lagi menganga kayak kawah, dan noda di wajah jadi lebih cepat memudar. Dia nggak bikin muka jadi nggak berjerawat, tapi mereka jadi lebih manage-able. Benar-benar keputusan terbaik buat coba pakai retinol. Walaupun dia ingredients yang dibilang orang anti-aging cuma untuk orang tua, faktanya yang namanya anti-aging itu harusnya dipakai sebelum kita mulai aging. Jadi kalau kalian umurnya udah sekitar 20-an, kalian wajib banget coba sih, it's so life-changing.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons