Showing posts with label Essence. Show all posts
Showing posts with label Essence. Show all posts
Haloo, wah udah masuk bulan Maret aja kita. Gimana kabarnya teman-teman semua? Aku tepat per tanggal 1 ini akhirnya memulai lembaran baru dalam hidupku karena akhirnya aku keterima kerja :") Yes, setelah setahun lebih menganggur, akhirnya aku diterima kerja di perusahaan. Well, sebetulnya kalau dilihat-lihat lagi ya nggak benar-benar menganggur ya karena kegiatan beauty reviewing ini cukup makan waktu apalagi aku mengerjakan semuanya sendirian dan semakin hari semakin banyak partnership dengan brand yang masuk juga jadi ya setahun itu aku nggak gabut-gabut banget lah heheh.
Hari ini akan mereview soal salah satu produk dari brand lokal yang sepertinya udah jadi kesukaan banyak orang tapi aku baru coba akhir-akhir ini yaitu Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence. Aku dihubungi sama pihak Avoskin pertengahan Februari lalu dan ditawarin untuk cobain produk ini. Kebetulan banget ternyata mereka lagi mau mengeluarkan PHTE edisi khusus valentine, jadinya sekalian aku dikirimin yang packagingnya warna pink ini deh, lucu banget yaa? Skincare tuh kalau kemasannya udah warna pink gitu pasti deh kelihatan lebih menggoda :")

INFO PRODUK
- Nama brand: Avoskin
- Nama produk: Perfect Hydrating Treatment Essence
- Jenis produk: Essence
- Ukuran: 100 ml
- PAO: 6 bulan
- Harga: Rp 299.000
- Tempat beli: Website Official Avoskin
- BPOM: NA18200105520
Kalau dilihat dari namanya aja pasti udah ketebak ya fungsinya apa. Avoskin PHTE adalah essence yang memiliki klaim membantu melembapkan dan menjaga kesegaran kulit, sekaligus membuat muka terlihat lebih cerah. Produk ini diformulasikan tanpa paraben, fatty alcohol, dan udah cruelty free juga. Yang menarik dari ingredients listnya adalah ternyata essence ini mengandung ethyl ascorbic acid, yaitu turunan dari vitamin C yang lebih stabil dan merupakan antioksidan yang baik untuk meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi kerutan. Aku juga suka lihat ingredients listnya yang nggak kebanyakan bahan aktif, it's pretty simple if you look at it.
Ingredients: Aqua, Ethyl Ascorbic Acid, Propylene Glycol, Glycerin, Chamomile (Anthemis Nobilis) Extract, Carrot (Carota Sativa) Oil, Rosa Canina Fruit Oil (Rosehip), Carborner, Triethanolamine, Alcohol
Botolnya ini terasa cukup berat karena dia terbuat dari botol kaca, jadi aku sarankan hati-hati kalau mau bawa dia terutama ketika bepergian karena botol seperti ini tentunya rentan pecah. Bagian mulut botolnya ini lumayan sempit, jadinya produk nggak gampang bleberan kemana-mana ketika mau dituang, tapi memang jadinya lebih effort aja karena harus digojlok kayak mau ngeluarin saos sambal hahah. Aku suka parno sendiri takut botolnya selip dari tangan ketika lagi digojlok dan jatuh :") Produknya sih nggak susah keluar, cuma kalau nggak digojlok ya nggak akan keluar. Essencenya sih cair tapi menurutku desain tutup botolnya bikin produknya nggak mau netes gitu aja.
Aku mulai masukin essence ini ke dalam skincare routine aku sejak 14 Februari, jadi pas banget produknya baru sampai langsung aku coba malamnya. Dan aku jadi paham kenapa banyak banget yang suka sama PHTE. Rasa lembapnya memang enak banget, bikin kalem di kulit, dan dia ngasih rasa segar dingin-dingin gitu, mungkin dari alcoholnya ya heheh. Termasuk ringan dibandingkan essence lain yang pernah aku coba, dan dia juga gampang banget menyerap ke kulit tanpa ninggalin finish yang lengket. Nyaman buat dilayer beberapa kali juga, tapi di kulitku yang gampang dehidrasi ini dua kali layer aja udah pas banget, selama kemudian dikunci dengan produk yang oklusif karena kalau nggak nanti hidrasinya lepas lagi.
So far dari klaimnya yang melembabkan itu memang terbukti sih. Aku takjub banget mana rasanya tuh emang pas dipakai ke muka segarnya kerasa, apalagi kalau essencenya dimasukin ke kulkas dulu, wuuuh nggak kebayang kayak apa rasanya pasti enak banget. Tapi dari sisi mencerahkannya aku kurang bisa notice sih. Entah belum full effect atau memang kulitku udah mentok cerahnya segini aja wkwkwk. Tapi aku sangat merekomendasikan essence ini terutama buat kalian yang kulitnya dehidrasi juga kayak aku. It's really worth the shot!
Haloo, selamat weekend! Hari ini aku merasa lagi punya energi lebih buat nulis di blog. Entah ya, sebagai beauty reviewer yang punya beberapa channel media sosial, pada akhirnya aku selalu merasa paling dekat dan personal sama blog. Mungkin karena di blog tuh audiencenya nggak kayak di media sosial lainnya yang berasa langsung banget interaksinya, di blog lebih subtle aja gitu hehe, jadinya aku merasa kayak lebih nyantai aja kalau mau nulis apa-apa.
Postingan kali ini aku mau ngereview salah satu produk skincare, lagi-lagi dari brand lokal, yang sepertinya masih banyak yang belum tahu ya. Aku udah sempat share produk ini beberapa kali di Instastory-ku dan banyak yang bilang mereka baru tahu kalau ternyata produk ini ada. Padahal Skin Game udah release produknya cukup lama, aku aja baru kesampaian pakai sekarang karena produknya sering banget sold out huhu. Tapiii beruntungnya waktu aku ngetweet aku pengen cobain ToE essence-nya Skin Game beberapa waktu lalu, ternyata ada followers yang berbaik hati mau ngasih ke aku secara cuma-cuma! Walaupun begitu aku baru sempat mulai rutin pakai produknya akhir-akhir ini karena sebelumnya harus ngereview produknya si Whitelab yang sama-sama essence.
BACA JUGA: Lacoco Dark Spot Essence Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Skin Game
- Nama produk: Theory of Everything Essence
- Jenis produk: Essence
- Ukuran: 100 ml
- PAO: 6 bulan
- Harga: Rp 148.000
- Tempat beli: Shopee Official Skin Game
- BPOM: NA18200104029
Kalau ngomongin essence, sebetulnya sampai detik ini aku belum paham banget urgensinya di skincare routine aku. Sampai beberapa waktu lalu, aku sama sekali belum pernah punya essence. Kayaknya essence pertamaku itu dari SNP HDDN=Lab deh. Dalam skincare, aku suka nggak ambil pusing kalau soal istilah-istilah produk gitu, soalnya kalau kebanyakan mikirin istilah dan aturan pakainya malah jadi bingung sendiri. Satu aturan yang aku pegang teguh when it comes to skincare adalah; pakai produk dari yang paling cair ke yang paling kental. Nah, kadang dengan prinsip ini, suka bertabrakan deh tuh waktu mau pakai essence. Awalnya aku pikir essence pasti lebih kental dari hydrating toner, tapi pada kenyataannya nggak selalu begitu.
Jadi apakah essence itu penting dalam skincare? Tergantung. Jawabannya bisa dilihat dari beberapa aspek, dan menurutku balik lagi ke ingredients di dalam essencenya itu sendiri ada apa aja, sesuai kebutuhan kulit nggak, bantu menunjang kinerja produk lainnya dalam skincare routine kita nggak, and so on and so forth. Essence Skin Game ini kebetulan punya fungsi untuk membantu memberikan kelembaban pada kulit, mencerahkan noda hitam, dan meredakan kulit yang kemerahan.
BACA JUGA: Benton Snail Bee High Content Essence Review
Kemasan produk ini benar-benar bikin jatuh hati. Desainnya khas Skin Game banget yang didominasi warna putih dan silver, bentuknya juga mengingatkan aku sama botol minum. Sebelum aku punya produknya, aku kira ukurannya bakal lumayan besar, tapi ternyata dia lumayan kecil di tangan, jadinya enak digenggam dan nggak terlalu bulky. Oh iya, aku juga suka sama tutup botolnya yang modelan flip top begini. Somehow meskipun nggak ada yang kelihatan revolutionary dari desain tutupnya, tapi dengan tekstur essencenya yang lumayan kental, si mulut botol tetap bisa mengeluarkan essence dengan mudah dan hebatnya lagi, seakan si mulut botol ini udah menakar seberapa banyak essence yang lolos dalam satu tetes. Keren kan? Jadi nggak ada deh tuh cerita ngeluarin essencenya kebanyakan hihi. Small details kayak gini bikin aku makin sayang sama produknya 😘
Ingredients: Aqua, Butylene Glycol, Niacinamide, Cystoseira TamariscIfolia Extract, Centella Asiatica, Phenoxyethanol, Sodium Hyaluronate, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Allantoin, Hydroxypropyl Methylcellulose

Tekstur essence ini ada di antara kental sama cair, tapi masih cenderung ke arah cair. Kalau mau disandingkan, sebetulnya tekstur ini mirip banget sama toner SNP Peptaronic. Di skincare routine aku sekarang, essence ini aku pakai setelah toner dan karena tonerku juga ya si SNP itu, jadinya aku suka ngerasa kayak toneran dua kali wkwkwk. Warnanya bening, dia juga nggak ada bau apa-apa, buatku dia adalah produk yang bisa jadi safe ground buat banyak orang terlepas tipe atau masalah kulit yang dihadapi karena ingredientsnya cukup basic.
Essence ini juga gampang banget menyerap ke kulit, sama sekali nggak bikin lengket, efek hidrasi yang diberikan juga menurutku oke banget! Buatku hidrasi itu super penting karena kulitku rentan dehidrasi dan kalau udah dehidrasi bakal gampang bruntusan. Di luar hidrasi yang diberikan, aku juga notice ada perkembangan sama bekas jerawatku yang semakin memudar. Cuma kalau mengandalkan essence ini aja buat mentackle bekas jerawat sih aku nggak yakin cukup, jadi produk ini masuknya lebih ke supplementary aja di skincare routineku. But if it works, it works! Setiap habis pakai essence ini aku lihat kulitku jadi lebih kenyal dan supple, I'm not mad!
Sebagai pemilik kulit acne prone, masalah yang dihadapi itu nggak cuma satu aja, tapi ada beberapa dan rentetan biasanya. Ya jerawatnya, ya merah karena jerawat, ya bekasnya setelah jerawat hilang :") Makanya kalau ada yang bilang udah frustrasi sama jerawat tuh ya nggak salah juga karena memang kalau kulit udah tumbuh jerawat, yang harus dilakuin tuh banyak. Untungnya sekarnag kalau untuk mentackle jerawat aku udah ada produk andalan sendiri. Cuma kalau buat bekasnya memang masih dalam masa pencarian. Nah di sini aku berkesempatan untuk cobain produk-produk dari Clinelle WhitenUp series yang fokusnya memang untuk mencerahkan kulit terutama buat hyperpigmentation. Series WhitenUp ini ada banyak sebenarnya produknya, tapi yang aku cobain ada 4 aja; cleanser, toner, essence, sama spot treatmentnya (serum). Aku bakal bahas satu-satu produknya sesuai urutan pakainya ya.
Clinelle WhitenUp series ini diformulasikan dengan teknologi terdepan anti-photoaging yang mampu melindungi kulit dari penuaan dini akibat paparan radiasi sinar UV. Mengandung 3 bahan utama:
- Ekstrak Japanese Purple Rice — Meningkatkan kemampuan vitamin C dalam mencerahkan, mengencangkan, dan melembabkan
- Vitamin C — Merupakan antioksidan yang baik dalam mengembalikan tekstur kulit dan mencerahkan warna kulit
- Ekstrak bunga Daisy — Dapat membantu mengurangi pigmentasi, kulit kusam, dan meratakan warna kulit
BACA JUGA: Pratista Derma Pure Gel Treatment Review
CLINELLE WHITENUP BRIGHTENING CLEANSER
Jadi yang pertama aku mulai dulu dari cleansernya. Cleanser ini diformulasikan tanpa SLS, which I super love karena kulitku paling sensitif sama SLS. Kalau kena cleanser dengan SLS pasti nanti langsung dehidrasi dan kalau udah dehidrasi kalian bisa tebak sendiri, jerawat bakal mulai bermunculan. Makanya kenapa aku sebisa mungkin pilih cleanser yang nggak mengandung SLS dan untungnya Clinelle ini juga udah tanpa SLS.
Tekstur produknya lumayan heavy sih, dan dia rasanya kayak tipikal gel cleanser pada umumnya aja, agak licin dan makan waktu buat dibilas tapi buatku hal itu nggak pernah jadi masalah karena dengan begitu kulitku jadi nggak dehidrasi. Rasanya enak banget di muka, tapi aku perhatiin kayaknya daya bersih cleanser ini kurang oke deh. Soalnya aku pasti suka ngetes setelah double cleansing ini mukaku udah bersih apa belum pakai toner dan kapas, dan kalau pakai cleanser Clinelle ini aku masih suka lihat ada sisa kotoran yang menempel. Agak disayangkan sih karena aku suka sama cleanser yang nggak bikin kering di kulit tapi pada akhirnya sebuah cleanser harus bisa membersihkan kulit dengan baik.
BACA JUGA: Harlow All Day Glow Cream Review
CLINELLE WHITENUP BRIGHTENING TONER
Setelah pakai cleanser, dilanjut sama tonernya. Tonernya ini datang dalam bentuk udah ada sprayernya jadi enak banget buat yang suka buru-buru atau mageran karena nggak perlu tuang-tuang ke tangan, tinggal semprot aja habis itu selesai. Toner begini juga cocok buat dibawa kemana-mana karena gampang diaplikasikan on the go. Buat yang suka pakai toner dulu sebelum reapply sunscreen, toner seperti ini bisa jadi pilihan kamu buat dibawa pergi.
Semprotannya itu sendiri lumayan oke, nggak nyemprot di satu arah dan bikin kaget, mistnya lumayan halus. Cuma aku nggak pandai menakar berapa banyak spray yang aku butuhkan buat full satu muka, jadi jatuhnya malah cepat habis dan boros karena banyak spray yang kebuang. Makanya setelah beberapa kali percobaan akhirnya aku akalin dengan spray aja ke tangan atau kapas kayak biasa. Jadi agak nggak guna ya ada spray wkwk tapi aku merasa lebih nyaman gitu sih.
In terms of its hydrating effect, menurutku biasa aja. Kalau aku punya kulit yang kering sekaligus dehidrasi, kayaknya aku bakal butuh sesuatu yang lebih dari ini. Untungnya kulitku tipe yang berminyak, walaupun dehidrasi. Jadinya toner ini aja masih bisa mencukupi tapi itu juga harus diboost dengan hydrating product lainnya, kalau cuma mengandalkan toner ini nggak akan cukup di aku. Salah satu trik yang aku pakai juga dengan toner ini adalah menjadikan dia untuk moisture sandwich. Jadi tiap habis ngelayer dengan suatu produk, aku spray mukaku pakai toner ini buat memastikan kulit tetap lembab karena kulit yang lembab membantu penetrasi produk lebih baik kan.
CLINELLE WHITENUP BRIGHTENING SERUM
Habis pakai toner aku lanjut pakai serumnya. Iya, aku pakai serumnya dulu baru essence karena setelah lihat tekstur kedua produk, ternyata serumnya lebih ringan dibanding essence. Aku selalu pakai produk dengan urutan dari yang paling ringan ke yang paling berat makanya aku dahulukan serum di sini. Tekstur serumnya seperti gel lotion, dan ini kayaknya produk terfavorit dari lini Clinelle WhitenUp yang aku cobain karena efek melembabkannya enak banget! Serumnya ini sendiri punya klaim buat mencerahkan kulit dan menyamarkan garis halus serta kerutan. Cuma satu yang jadi kekurangannya sih entah kenapa pumpnya agak aneh, tiap mau ngeluarin produknya pasti produknya muncrat jauh huhu. Nggak tahu ini botolku aja apa yang lain juga mengalami hal yang sama :(
CLINELLE WHITENUP BRIGHTENING SPOT CORRECTOR ESSENCE
Nah kalau ini baru essencenya yang sebetulnya lebih seperti spot treatment menurutku karena anjuran pakainya dia untuk area yang memang bermasalah aja atau area yang ada hyperpigmentationnya. Teksturnya juga hampir sama sih dengan serumnya, cuma lebih berat aja, dan dari segi warna juga lebih pekat. Dia gampang menyerap di kulit, nggak berat, nggak meninggalkan rasa lengket juga, dan yang aku suka ya dia nggak pilling. Aku udah paling males kalau ada produk yang pilling apalagi udah di tengah-tengah skincare routine karena rasanya pengen ngulang aja deh wkwkwk. Tapi untungnya essence ini nggak pilling.

KESIMPULAN
Buat yang belum tahu, tipe kulitku ini berminyak, dan setelah mencoba langsung semua produk ini, aku nggak merasakan ada ketidaknyamanan di kulit. Nggak ada produk yang rasanya terlalu heavy di kulit, nggak ada produk yang bikin kulit pengap atau gerah, dan semua produk bisa digunakan baik pagi ataupun malam hari. Aku sendiri pakai mereka di kedua waktu buat mencapai hasil yang lebih maksimal. Meskipun aku bilang tonernya kurang menghidrasi, tapi serum dan essencenya bisa menutupi kekurangan dari toner tersebut jadi menurutku it's a fair game. Kalau tonernya terlalu berat malah bisa jadi nggak nyaman di kulit waktu dilayer dengan produk selanjutnya.
Selama 10 hari pemakaian rangkaian Clinelle WhitenUp series ini, aku sih belum melihat ada perbedaan yang benar-benar wah, cuma memang kelihatan ada progress terutama kulit yang tadinya banyak kemerahan udah berkurang jauh banyak. Menurutku untuk waktu yang lumayan singkat progressnya udah sampai segini tuh udah sangat mendingan sih karena kita semua tahu yang namanya bekas jerawat itu ngilanginnya susah bukan main, apalagi ini baru dipakai 10 harian belum ada sebulan. Aku bakal lanjut terus pakai produknya buat lihat lebih jauh progressnya gimana.
Wah, nggak kerasa 2020 udah mau selesai aja. Rasanya baru kemarin aku sidang skripsi di awal tahun, eh ternyata udah tinggal hitungan hari aja 2020 berakhir. Nggak pernah kepikiran bakal melewati masa di mana terjadi pandemi kayak gini yang benar-benar membatasi pergerakan kita. Semoga di tahun 2021, semua yang hilang di tahun ini bisa tergantikan ya. Baik itu waktu, materi, ataupun kesempatan.
Rasanya beberapa waktu terakhir ini aku kayak lagi nggak terlalu bersemangat untuk bikin beauty content deh. Makanya kenapa postingan di blog nggak sebanyak biasanya. Termasuk di Instagram dan Youtube juga, rasanya lagi loyo banget heheh. I took my time untuk istirahat sebentar dari content creating, daripada dipaksakan takutnya malah kontenku jadi nggak maksimal. Salah satunya karena aku sempat kepikiran sama salah satu komen di Youtubeku yang bilang kalau di videoku aku kebanyakan ngomong dan basa basi. Jujur sedih eyyy, padahal aku memang suka ngomong, makanya aku memutuskan buat bikin Youtube channel. Makanya aku take a break dulu deh biar kontennya nggak kebawa emosi.
Well anyway, aku udah merasa baikan sekarang heheh. I decided to just shrug it off dan tetap bikin konten sebagaimana mauku. Hari ini aku mau nulis review salah satu produk dari brand lokal yang udah aku cobain selama beberapa minggu belakangan yaitu Whitelab Galactomyses + Hyaluronate Hydrating Essence. Produk ini aku dapat dari Female Daily, dan aku senang banget akhirnya bisa kesampaian cobain produk dari brand Whitelab.
BACA JUGA: Lacoco Dark Spot Essence Review
Jadi seperti namanya, essence dari Whitelab ini punya kandungan utama galactomyses dan hyaluronate. Galactomyses ferment filtrate yang terkandung di dalam produk ini berfungsi memberikan kelembaban yang lebih pada kulit untuk meningkatkan kekenyalan, serta memperkuat skin barrier juga. Skin barrier ini penting banget untuk selalu dijaga, karena kalau udah terganggu, kulit akan rentan bermasalah dan biasanya mau dipakaikan skincare apapun akan sulit bekerja. Jadi kalau misalnya kalian selama ini pakai produk tapi permasalahan kulit kalian nggak kunjung berhenti atau merasa kayak produk yang kalian pakai selama ini nggak ada efeknya, coba dicek, bisa jadi skin barrier kalian lagi terganggu. Sementara itu hyaluronate, meski merupakan ingredients yang simple, tapi dia juga bantu melembabkan kulit.
Selain itu ada ingredients seperti niacinamide, yang aku yakin udah nggak asing lagi di telinga para skincare enthusiast. Niacinamide bantu mencerahkan tone kulit supaya nggak kelihatan kusam. Ditambah allantoin untuk bantu menenangkan kulit juga. Pokoknya kalau dilihat dari ingredientsnya aja, essence ini kelihatan simple tapi udah all-around banget fungsinya.
Ingredients: Aqua, Galactomyses Ferment Filtrate, Propylene Glycol, Niacinamide, DMDM Hydantoin, Allantoin, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Tetrasodium EDTA, Parfum, Sodium Hyaluronate, Fomes Officinalis Extract, Hexamidine Diisethionate
BACA JUGA: Benton Snail Bee High Content Essence Review
Untuk kemasannya sendiri essence Whitelab ini cukup simple. Dikemas dalam ukuran 60ml dengan harga cuma Rp 67.000 aja, menurutku essence ini bakal disukai banyak orang karena harganya yang terjangkau dengan ingredients yang cantik. Desain produknya nggak ribet, khas Whitelab aja yang didominasi warna putih dengan botol transparan. Bentuk mulut botolnya sendiri bukan modelan pipet tapi cuma mulut botol yang kebuka gitu, ngerti nggak wkwk. Sorry ya pokoknya kayak yang di foto gitu lah. Aku awalnya takut pas lihat bentuk mulut botolnya yang kayak gini, takut essencenya punya tekstur yang kental dan malah jadi susah buat dikeluarin. Pernah baca pengalaman salah satu temanku soalnya yang pakai essencenya Avoskin dengan mulut botol serupa dan malah berakhir pecah karena susah banget dikeluarin, jadi produk sama kemasannya kayak nggak compatible aja. Untungnya sih Whitelab ini gampang dikeluarin karena teksturnya cair.
Tekstur essence ini cair banget, persis air, makanya dia comptaible dengan bentuk mulut botol begini. Dia juga nggak fragrance free, dan wanginya menurutku enak banget. Waktu awal-awal pakai, aku ngerasa dia belum bisa ngasih hidrasi yang cukup. Tapi aku nggak putus asa. Aku tetap pakai dia rutin, setiap hari pagi dan malam. Ternyata lama kelamaan hidrasinya mulai kerasa. Mungkin kemarin-kemarin kulit aku lagi dalam kondisi yang kurang prima, jadinya essence ini belum bisa nembus kulitku. Memang sih aku akuin beberapa minggu belakangan ini aku lagi dapat jerawat banyak banget di jidat dan alis. Sebetulnya udah biasa sih numbuh jerawat di situ. Aku udah hapal, kalau mulai jerawatan di situ, pasti karena kulitku lagi dehidrasi banget. Cuma ternyata produk yang aku pakai kemarin-kemarin nggak ada yang bisa ngasih hidrasi cukup. Sampai akhirnya aku mulai pakai essence Whitelab ini.
Asli ya, jangan pernah remehkan hidrasi guys. Banyak masalah kulit yang bisa terselesaikan kalau kulit kalian mendapat cukup hidrasi. Terutama untuk aku yang acne prone dan rentan dehidrasi, memastikan kulit dapat asupan hidrasi yang baik bakal bikin kulit jadi tenang dan kalem. Essence Whitelab ini baru kerasa efeknya setelah beberapa hari pemakaian. Mungkin karena awal-awal kulitku penyesuaian dan pengenalan dulu ya. Begitu udah kenal, langsung nggak pake babibu, jerawat dan bruntusan langsung berkurang. Padahal efek yang tertera di botolnya nggak fokus untuk jerawat lho, dia lebih ke untuk melembabkan dan mencerahkan. Tapi seperti yang aku bilang tadi, memang terkadang hidrasi yang cukup bisa jadi jalan keluar dari permasalahan yang ada. Menurutku essence ini worth to try banget, apalagi karena dia harganya juga sangat affordable.
Sebagai pemilik kulit acne prone, rasanya nggak habis-habis jerawat yang datang silih berganti. Padahal kadang ya aku nggak ada tuh ganti skincare routine, nggak lagi nyobain produk baru, nggak lagi datang bulan, dan lifestyle lagi bagus-bagus aja. Cuma ya itu tadi, memang kalau udah mukanya gampang jerawatan, nggak bisa ketebak deh kapan datangnya dan karena apa. Begitu jerawatnya udah mulai kering dan akhirnya hilang, eh ternyata ngebekas dong. Nambah lagi PR buat ngilangin bekas jerawat. Padahal dulu aku kalau jerawatan nggak dipakaikan apa-apa bisa hilang sendiri dalam 3 hari tanpa bekas, sekarang mah boro-boro haha. Menurutku juga ngilangin bekas jerawat itu yang paling susah. Jauh lebih susah dibanding ngilangin jerawatnya itu sendiri. Mana bekas jerawatku tipe yang kehitaman, bukan kemerahan, jadinya benar-benar harus extra perawatannya.
Bekas jerawat yang kehitaman ini biasa dikenal sebagai PIH (Post Inflammatory Hyperpigmentation). Bisa disebabkan karena jerawat, atau karena usia, bisa juga karena efek sinar UV dari matahari. Istiliah umumnya sih dark spots atau noda kehitaman. Kalau untuk yang disebabkan karena bertambahnya usia, aku kurang tahu apa yang bisa efektif untuk menguranginya, tapi secara garis besar noda kehitaman bisa dikurangi dengan pemakaian sunscreen yang rutin. Menurutku itu udah bare minimum alias usaha paling kecil yang bisa kita lakuin dalam hal dark spots. Karena sinar UV itu bisa memperburuk tampilan noda kehitaman di kulit kita, jadi sebisa mungkin selalu lindungi kulit dari sinar UV. Bukan cuma dengan pemakaian sunscreen tapi dengan perlindungan physical seperti pakai topi atau mencari tempat yang teduh dan kurangi exposure sinar UV.
BACA JUGA: Benton Snail Bee High Content Essence Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Lacoco
- Nama produk: Dark Spot Essence
- Jenis produk: Essence
- Ukuran: 12 ml
- PAO: 24 bulan
- Harga: Rp 199.000
- Tempat beli: Shopee Official Lacoco
- BPOM: NA18191906202
Selain dua cara yang aku jabarkan di atas, ada lagi yang bisa kita lakukan yaitu exfoliate kulit secara rutin. Nah kebetulan di sini aku punya produk dari brand lokal kita tercinta yaitu Lacoco Dark Spot Essence yang beberapa waktu lalu aku terima dari online shop My Skin But Better. Dari namanya aja udah kelihatan ya apa fokus dari essence ini. Kemasannya cantik banget, botolnya terbuat dari kaca dan warnanya ungu gradasi hitam. Ngasih kesan elegan dan misterius banget. Essence ini isinya 12ml dengan harga Rp 199.000. Jangan kaget dulu dengan ukuran dan harganya karena produk ini kecil-kecil cabe rawit banget.
Waktu pertama aku lihat ingredients listnya dan penjelasan produknya, aku langsung ngiler karena ini ingredients all star semua! Yang pertama aku notice adalah keberadaan si glycolic acid sebanyak 5% yang udah jadi kesukaan kulitku. Glycolic acid ini ampuh banget buat menghaluskan tekstur kulit yang tidak merata. Terus ada juga niacinamide (3%) dan tranexamic acid (2%) untuk melawan hiperpigmentasi, dan salicylic acid (1%) yang udah jadi langganan kalau masalah jerawat.
Produk ini memiliki beberapa klaim seperti:
- Memperbaiki tekstur dan elastisitas kulit
- Memudarkan flek hitam, hiperpigmentasi, dan noda bekas jerawat
Ingredients: Water, Propylene Glycol, Glycolic Acid, Niacinamide, Glycerin, Gluconolactone, Tranexamic Acid, Salicylic Acid, Xanthan Gum, Morus Alba Fruit (Mulberry) Extract, Daucus Carota Sativa (Carrot) Root Extract, Butylene Glycol, Sodium Hydroxymethyglycinate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Tetrasodium EDTA, 1,2-Hexanediol
BACA JUGA: Lacoco Eye Intensive Serum Review
Essence ini punya tekstur yang kental. Dia nggak mudah menggelincir di kulit gitu lho, jadi kalau diteteskan ke tangan essencenya langsung nempel aja nggak langsung ngacir. Dengan tekstur seperti itu, perkiraanku dia bakal terasa berat dan lengket di kulit. Tapiii, begitu aku coba ratain, ternyata nggak sama sekali! Essencenya langsung “pecah” dan nyebar di kulit dengan mudah. Untuk pemakaiannya sendiri biasanya aku pakai dua tetes aja untuk satu muka, rasanya langsung lembab di kulit dan nggak ngasih rasa pedih di bagian yang ada ataupu nggak ada jerawatnya. Cuma beberapa teman-temanku yang juga pakai essence ini sih katanya sempat ngerasa kayak ada rasa cekit-cekitnya gitu, bahkan ada yang sampai perih banget di kulit. Tapi sejauh ini aku nggak merasakan hal tersebut.
BACA JUGA: Lacoco Watermelon Glow Mask Review


Aku mulai pakai essence ini sejak 1 Desember kemarin, dan ini udah seminggu lebih. Essence ini aku pakai setiap hari tapi hanya di malam hari aja karena aku masih belum berani pakai actives seperti exfoliating agent di pagi hari. Apalagi ini activesnya cukup banyak, takutnya nanti malah nggak efektif karena rusak kena paparan sinar UV. Biasanya aku pakai sesuatu yang ada exfoliating agentnya sih dua hari sekali, tapi kali ini aku penasaran bisa nggak ya kulitku pakai ini setiap hari. Dan setelah dicoba, ternyata kulitku kuat dan seperti suka sama efeknya.
Aku langsung merasa kulitku jadi lebih mulus, jerawat jadi cepat kering, dan pori-pori juga terlihat mengecil. Sementara untuk dark spotnya sendiri, banyak yang belum memudar, mungkin karena baru seminggu pemakaian juga. Tapi ada beberapa yang mulai berkurang intensitas kegelapannya. Meski begitu aku merasa ini ngasih hasil yang menjanjikan karena kalau dengan pemakaian baru seminggu aja udah bisa seperti ini, gimana nanti kalau dipakai sampai habis produknya hehe.
Kayaknya aku telat banget ya baru nyobain produk ini? Kebanyakan dari orang-orang pas belajar skincare tuh pada punya essence Benton yang snail ini. Aku aja ingat beberapa kali lihat produk ini nangkring di skincare stash teman-temanku dulu, waktu aku sendiri belum terlalu paham soal skincare. Sejujurnya keberadaan essence itu sendiri masih antara ada dan tiada buatku. Maksudnya aku sendiri belum tahu apakah aku butuh essence atau nggak. Awalnya aku mikir essence itu malah sama aja kayak serum, tapi kayaknya ada sedikit perbedaan di bahan aktif yang terkandung di dalamnya ya. Kalau essence biasanya lebih light, nggak berat-berat banget ingredientsnya, dan mereka lebih difokuskan buat membantu kulit tetap lembab selama kita skincarean karena semakin lembab kulit kita, maka penyerapan skincare selanjutnya akan jadi lebih baik.
Kalau kalian masih ingat ceritanya, beberapa waktu lalu aku sempat belanja banyak skincare dari Style Korean Indonesia. Salah satunya adalah si Benton Snail Bee High Content Essence ini. Awalnya nggak ada di dalam wishlist tapi gara-gara lihat dia diskon, akhirnya ikut dicheck out deh wkwk. Sebetulnya aku memang kepikiran untuk coba walaupun bukan dalam waktu dekat, karena snail essence itu klaimnya bagus buat bikin tekstur kulit jadi lebih halus. Aku sendiri belum banyak explore produk skincare dengan kandungan snail makanya penasaran aja apa dia live the hype.
Dari yang aku baca-baca, punyaku ini kayaknya udah formula yang baru. Jadi produk ini sempat mengalami reformulasi, cuma aku kurang tahu juga kapan. Yang kandungan lama snail filtratenya sampai 90% sementara yang baru niacinamide dipakai untuk menggantikan arbutine. Kalau dilihat dari ingredients listnya essence ini udah alcohol free, fragrance free, dan essential oil free. Makanya kalau dicek di INCI Decoder nanti ada dua list, kalian bisa pilih yang paling baru aja. Benton ini sendiri adalah brand asal Korea, di bagian botolnya tertulis penjelasan produk dan klaimnya untuk melembabkan dan menghaluskan kulit. Beberapa key ingredientnya ada niacinamide, snail filtrate, sh-Oligopeptide-1, willow bark extract, betaglucan, panthenol, dan allantoin.
Ingredients: Aqua(Water), Snail Secretion Filtrate, Butylene Glycol, Glycerin, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Sh-Oligopeptide-1, Bee Venom, Plantago Asiatica Extract, Laminaria Digitata Extract, Diospyros Kaki Leaf Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Ulmus Campestris (Elm) Bark Extract, Althaea Rosea Root Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Beta-Glucan, Betaine, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Adenosine, Panthenol, Allantoin, Pentylene Glycol, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Polysorbate 20, Lecithin, Arginine
Kemasan Benton Snail Bee High Content Essence ini seragam dengan produk mereka dari lini snail bee lainnya. Dikemas dalam botol berwarna coklat gelap yang baik untuk melindungi produk dari paparan sinar matahari supaya nggak cepat rusak. Botolnya juga udah dilengkapi dengan pump dan kalau pertama beli, keamanannya akan terjamin karena ada stiker pengamannya. Di badan botolnya sendiri cuma tertulis deskripsi produk dan klaimnya, tapi untuk ingredients list cuma tertera di boxnya jadi kalau kalian orang yang butuh info ingredients list, jangan sampai kehilangan boxnya ya hehe.
BACA JUGA: YSL Pure Shots Night Reboot Serum Review

Pengalamanku sama essence itu nggak terlalu banyak, jadi aku kurang tahu juga sebetulnya essence itu lebih mendekati tekstur toner yang cair apa serum yang kental. Kalau sebelumnya aku pernah cobain essence dari SNP, dia teksturnya kayak serum biasa yang masih termasuk cair. Tapi ternyata beda lagi sama essence Benton ini. Rasanya lebih seperti gel bening yang nggak gampang menggelincir dari tangan. Jadi seperti jelly gitu. Begitu dibaurkan ke kulit, langsung ngeblend aja kayak air, nggak bikin muka kerasa berat sama sekali, dan pakai satu layer juga udah cukup banget. Biasanya aku pakai dia setelah hydrating toner, sebelum serum. Aku pakainya juga setiap hari, pagi dan malam. Fungsi utamanya karena seperti yang aku bilang sebelumnya, aku berharap dia bisa kasih kelembaban lebih untuk bantu penetrasi produk selanjutnya ke kulit.
Selama beberapa minggu terakhir ini pakai dia, aku merasa bruntusan dan tekstur kulit terutama di bagian pipi dan tengah dahi jadi jauh lebih halus. Kulitku jadi merefleksikan cahaya lebih baik, padahal aku nggak pakai highlighter. Di situ aku langsung tahu kalau ternyata kulitku udah nggak gradakan lagi. Karena kulit yang teksturnya halus, karena permukaannya lebih seragam, jadinya cahaya lebih mudah dipantulkan. Makanya kenapa kulit bisa kelihatan glowing. Aku awalnya nggak ekspektasi macam-macam sama essence ini, lebih ke mengharapkan dia ngasih kelembaban yang cukup aja. Tapi ternyata, bukan cuma tekstur kulit aja, tapi bruntusanku juga jadi lebih cepat reda. Aku benar-benar merasa produk ini ajaib banget dan kayaknya mulai sekarang aku bakal masukin dia jadi staple skincareku.
Kalian tipe yang mementingkan kelembaban nggak sih dalam skincare? Kalau aku, iya banget. Karena kulitku berminyak dan rentan dehidrasi, menjaga tingkat hidrasi dan kelembaban kulit udah kayak masalah kulit yang harus banget diperhatikan supaya kulit nggak semakin memproduksi minyak berlebih. Nah, kalau kalian perhatiin skincare routine aku akhir-akhir ini, kalian pasti notice keberadaan produk satu ini, namanya HDDN Lab Skin Savior Youth Essence. Aku dapat produk ini dari PR package yang dikirimkan sama SNP beberapa waktu lalu, dan sebelumnya juga aku belum pernah dengar tentang brand HDDN=Lab ini. Sebelumnya aku belum pernah coba pakai essence, jadi penasaran deh apa sih experience yang ditawarkan, beda nggak sama serum?
HDDN Lab sendiri adalah branch yang dikembangkan di bawah SNP, sama seperti SNP Lab+. Range harga produk-produk di bawah HDDN=Lab ini jauh lebih tinggi ketimbang produk SNP lainnya, jadi asumsiku sih ini versi boujeenya ya. Produk-produk HDDN=Lab ini semuanya udah tersedia buat dibeli baik di Sociolla, ataupun Shopee resmi SNP.
Sebelum kita masuk lebih jauh tentang produk ini, yuk kenalan dulu sama HDDN=Lab. Aku coba cari lewat website SNP Indonesia tapi nggak bisa nemu info apa-apa. Jadi aku harus main ke website US-nya:
Don’t let the sleek simple beauty of its look & style fool you. hddn=lab contains powerful ingredients that protect and provide some of the most nourishing and protective skin care. hddn=lab protects the skin from URBAN POLLUTION with innovative ingredients developed from patented combination of EWG green level ingredients to be safe for sensitive skin and Hypoallergenic tested to provide NON-STRESS BEAUTY.
Brand HDDN=Lab ini fokus pada produk kecantikan yang aman untuk kulit sensitif, hypoallergenice, melindungi kulit dari polusi dengan ingredients yang sudah dipatenkan. Waktu baca ingredients listnya, aku cukup tertarik karena banyak bahan-bahan yang aku tahu bakal berguna banget buat membantu menjaga kelembaban kulit aku berada di urutan awal-awal listnya seperti glycerin, niacinamide, ceramide, dan filacera yang membantu menjaga ketahanan skin barrier.
Lini The Skin Savior ini nggak cuma ada essencenya aja, tapi ada concentratenya juga, yang dari sepenangkapanku sih si concentrate ini lebih ke arah moisturizer aja. Untuk isi essence sebanyak 30 mL, produk ini dibandrol di harga Rp 497.000. Cukup pricey dan tentunya bukan jenis produk yang ada dalam range hargaku haha. Makanya aku sempat berharap sih produk ini bakal biasa-biasa aja di aku karena repot banget kalau cocok dan jadi nggak bisa lepas karena repurchasenya PR banget ðŸ˜
Ingredients: Water, Glycerin, Butylene Glycol, Propanediol, 1,2-Hexanediol, Niacinamide, Dimethicone, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Artemisia Princeps Leaf Extract, Carbomer, Tromethamine, Ethylhexylglycerin, Glyceryl Polyacrylate, Cyclopentasiloxane, Adenosine, Cyclohexasiloxane, Disodium EDTA, Citrus Aurantium Bergamia (Bergamot) Fruit Oil, Pelargonium Graveolens Flower Oil, Polyglutamic Acid, Phenoxyethanol, Sodium Guaiazulene Sulfonate, Butyl Avocadate, Salvia Officinalis (Sage) Oil, Pogostemon Cablin Oil, Gossypium Herbaceum (Cotton) Extract, Cerium Oxide, Pentylene Glycol, Caprylyl Glycol, Sodium Lauroyl Lactylate, Platinum Powder, Ceramide NP, Ceramide AP, Phytosphingosine, Cholesterol, Xanthan Gum, Ceramide EOP.

Dari pertama lihat produknya di dalam PR package, aku langsung tertuju sama essence ini karena dari warnanya dia kelihatan cantik banget! Aku belum pernah punya produk yang warnanya lilac hehe. Terus berbeda dari tipe pipet serum pada umumnya, pipet Youth Essence ini bentukannya bakal naik dan turun otomatis ketika prouknya ditutup dan dibuka, jadi mengurangi chance produknya rusak karena oksidasi. Bentuk pipet kayak begini mengingatkan aku sama Acwell Betaglution Ultra Moisture Milk Oil, keduanya punya mekanisme pipet yang sama. Jadi setiap kali kita buka produknya, tabung pipetnya udah terisi penuh dengan sendirinya, jadi kita nggak perlu neken-neken buat nyedot essencenya. Kalau mau dikeluarin, tinggal dipencet aja kepala tutupnya, nanti essencenya kedispense dengan sendirinya.
Masih mengutip dari website SNP US, Youth Essence difokuskan untuk memenuhi kebutuhan kulit orang-orang yang ada di kota besar. Jadi dia ini bekerja sebagai pelindung kulit kita, supaya kita bisa menjalani hari-hari sibuk di kota besar dengan tanpa kekhawatiran. Beberapa klaimnya adalah:
- Membantu menjaga kulit indah alami Anda dengan lapisan pelindung yang defensif dari paparan perkotaan
- Krim balsem ungu dengan konsentrat tinggi dengan tekstur kaya yang dengan lembut meleleh ke kulit seperti mentega
- Krim multifungsi yang mengurangi sensitivitas, meregenerasi kulit, dan melindungi pelindung kulit untuk memperkuat kulit secara fundamental
BACA JUGA: SNP Jade Soothing Ampoule Sheet Mask Review

Produk ini punya tekstur yang nggak terlalu kental, tapi nggak terlalu cair juga, jadi agak ada di antara gitu lah. Terus dia juga ada wanginya, yang lagi-lagi mengingatkan aku sama produknya Acwell. Youth Essence ini gampang banget diratakan ke kulit, menyerapnya juga cepat, dan finishnya bikin kulit terasa lembab, bouncy, supple, kayak pantat bayi haha! Dalam satu skincare routine biasanya aku pakai beberapa serum sekaligus, dan karena Youth Essence punya tekstur yang lebih berat dibandingkan serum lainnya, biasanya aku taruh dia di urutan terakhir sebelum aku lanjut ke moisturizer.
Sejauh ini selama aku memasukkan produk ini ke dalam skincare routine aku, aku merasa kulitku jauh lebih kuat ketika aku pakai banyak actives sekaligus. Apalagi karena aku sering banget jadiin satu exfoliating toner dengan retinol dalam satu waktu, jadinya kalau nggak hati-hati menjaga kelembaban kulit, justru skin barrierku bisa terganggu dan kulitku rentan berjerawat. Tapi berkat essence ini, kulitku jadi lebih tahan banting. Finishnya nggak lengket sama sekali, makanya aku jadi khawatir sendiri gimana nanti repurchasenya :") Eh, tapi produk ini sekarang lagi diskon 50% lho, siapa tahu teman-teman ada yang mau cobain heheh.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons