Showing posts with label J-Beauty. Show all posts
Showing posts with label J-Beauty. Show all posts
Mungkin enggak banyak dari kalian yang tahu kalau aku suka banget nonton anime. Bahkan kalau di Spotify Wrap, genre Jpop itu enggak pernah absen dari top genre of the year yang aku dengarkan. There's just something about Japanese entertainment yang menarik banget, mulai dari film mereka—talking about Alive In Borderland, duh—anime, lagu-lagu, sampai tentunya skincare!
Aku yakin kalian semua udah pada familiar sama brand Jepang satu ini yang paling dikenal karena produk-produk sunscreen-nya. Enggak heran sih, karena nama Anessa sendiri diambil dari bahasa Jepang yang artinya "hot sand", yang bikin brand ini punya filosofi buat membuat kulit kita tetap cantik meski di bawah sinar matahari.
Nah, di sini aku yakin kalian juga enggak asing sama karakter warna biru kesayangan kita semua, Doraemon si kucing robot dari masa depan yang sukses nemenin masa kecil kita. Sampai-sampai pas di film Stand By Me, siapa sih yang enggak netesin air mata pas Doraemon pergi??? Berhubung aku juga bucin sunscreen dan suka banget Doraemon, aku penasaran nih buat cobain sunscreen hasil collab Anessa dan Doraemon. Yuk, simak review-nya!

Aslinya produk ini bernama Perfect UV Skincare Milk, cuma untuk collab dengan Doraemon mereka ubah packaging luarnya jadi bergambar Doraemon. Sunscreen ini punya SPF50 + yang cocok banget buat kamu yang punya banyak aktivitas di luar ruangan (tapi tentunya tetap wajib pakai pelindung lainnya dari sinar matahari ya!). Berikut beberapa klaim dari Anessa Perfect UV Skincare Milk:
- Perlindungan terhadap partikel terkecil
- Dilengkapi 50% Skincare Ingredients dengan Anti-wrinkle Formula
- Melembapkan kulit dengan kandungan Collagen dan Hyaluronic Acid
- Friction-resistant & Mask Stuffiness Resistant
- Dapat digunakan sebagai primer Make-up
- Formula ringan dan tidak lengket
- Colorant free / Non-comedogenic / Dermatology-tested
Dari klaimnya cukup menjanjikan banget ya. Salah satu hal penting dalam sunscreen yang selalu aku butuhkan adalah teksturnya yang enggak boleh bikin kulit kerasa berat, tapi bisa cukup melembabkan. Kalian pasti tahu kan rasanya nyari suncreen yang cocok di kulit kayak nyari jodoh alias susah banget! Padahal sunscreen itu pemakaiannya enggak boleh diirit, dan sebisa mungkin reapply biar proteksinya tetap oke. Jadi kalau sunscreen yang kita pakai enggak bikin nyaman di kulit, it's a big no!
BACA JUGA: Clinelle UV Defense SPF 50 PA+++ Review

Untuk cara pakainya sendiri cukup mudah ya, tinggal dikocok aja sebelum kita keluarkan produknya—btw mulut botolnya berbentuk corong, jadi memudahkan banget buat nakar seberapa banyak produk yang mau kita pakai biar enggak bleber kemana-mana, love it! Teksturnya sendiri cair banget, warnanya putih pekat, persis kayak susu. Enggak heran namanya UV Skincare Milk hehe. Untuk baunya sendiri khas sunscreen pada umumnya, enggak menyengat yang sampai menusuk hidung.
Dia mudah diratakan, enggak butuh waktu lama buat pakai sesuai takaran. Enggak menggumpal juga kalau dipakai sendiri, tapi aku notice kalau misal kalian punya kulit yang rentan dehidrasi, menurutku sunscreen ini bikin kulit berasa agak kering. Jadinya kalau skin prep sebelum pakai sunscreen ini kurang bisa ngasih hidrasi dan ngunci, begitu dilayer sama makeup jadinya akan pilling alias menggumpal. Biasanya aku suka skip moisturizer kalau di pagi hari karena sunscreen aja udah cukup melembabkan. Tapi kalau sama Anessa ini aku tetap harus pakai pelembab, cuma cari yang memang ringan dan enggak bikin terlalu berat.
Berikut perbandingan kulitku dengan dan tanpa sunscree Anessa. Kalau di kamera sih enggak kelihatan ya, tapi kalau di bawah lighting tertentu, apalagi ketika udah pakai makeup, mukaku jadi suka kelihatan abu-abu entah kenapa. Kalau enggak diratakan dengan baik juga di kulit kelihatan abu-abu, jadi pastikan kalian benar-benar blend sunscreen-nya ya, jangan buru-buru. Oh dan satu lagi yang perlu diingat, sunscreen ini enggak bikin kusam ya guys!
Overall, it's a pretty good product. Kenyamanan tetap jadi yang nomor satu kalau urusan sunscreen dan menurutku sunscreen Anessa Perfect UV Skincare Milk ini cukup nyaman. Aku juga merasa lebih "terproteksi" karena SPF-nya yang tinggi karena kebetulan aku cukup banyak menghabiskan waktu di luar ruangan.
Kalau kalian gimana, udah pernah coba sunscreen dari Anessa belum?
Setiap ditanya rekomendasi sunscreen yang nggak bikin kantong jebol, kayaknya Skin Aqua nggak pernah nggak aku masukin. Sedikit cerita gimana akhirnya aku nyobain Skin Aqua; beberapa bulan lalu waktu aku masih di Jogja, waktu itu cuaca lagi kering, terik, dan sering banget panas tanpa ada awan di langit. Jadi sinar matahari benar-benar kencang banget, sampai-sampai aku nggak berani melangkahkan kaki keluar kosan karena panasnya bukan cuma sekedar panas biasa, tapi panas yang bikin sakit dan perih di kulit. Mungkin kalian yang follow Instagramku ada yang masih ingat karena aku sempat share masalah ini juga. Aku keluar kosan itu bisa dihitung jari, dan palingan cuma 20 menit paling lama karena beli makan aja, tapi kulit muka sampai leher benar-benar menghitam dan kelihatan banget bedanya sama dada. Aku sampai kaget karena baru kali itu aku lihat garis batas kulit yang intens banget.
Aku mikirnya saat itu apa sunscreenku kurang efektif ya, padahal aku selalu pakai SPF 50, dan tiap mau keluar kosan aku reapply lagi. Akhirnya aku memutuskan buat tanya ke teman-teman di Instagram dan mostly menyarankan aku untuk ganti sunscreen aja. Pergilah aku ke mall buat nyari sunscreen yang sekiranya bisa jadi jalan keluar dari kegosongan yang luar biasa ini. Karena budgetku nggak banyak, akhirnya aku cuma bisa berlabuh di Skin Aqua. Waktu itu aku belum pernah coba apapun dari brand Skin Aqua, baca review produknya juga belum, jadi blind shopping aja. Mereka ini jenisnya banyak banget, dan awalya aku mau beli SPF 50, tapi gara-gara si SPF 30 ini ada tulisan "Normal to oily skin", aku malah kepincut beli dia. Aneh banget kan emang, padahal selama ini pakai sunscreen SPF 50 aja gosong apalagi ini yang cuma 30.
BACA JUGA: Missha Aqua Sun Gel SPF50+ PA++++ Review
Salah satu yang jadi pertimbangan juga ketika aku ambil yang Moisture Gel ini adalah karena waktu itu aku masih suka condong ke gentle formulated skincare gara-gara influence dari GN dan list #GNApproved mereka. Padahal mah sebelum-sebelumnya juga aku nggak ada masalah dengan sunscreen yang secara formulasi nggak gentle, tapi ya begitu lah, ada masanya aku idealis banget haha. Sunscreen ini surprisingly punya cukup banyak klaim seperti yang bisa kalian lihat di bagian belakang botolnya ini udah tertulis semua. Ada beberapa notable ingredients seperti hyraluronic acid, vitamin B5, dan collagen yang bagus untuk menjaga kelembaban kulit.
Ingredients: Water, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol, Cyclopentasiloxane, Glycerin, Ethylhexyl Triazone, Polysorbate-60, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Betaine, Phenoxyethanol, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/Vp Copolymer, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Hydrogenated Lecithin, Triethanolamine, Panthenol, Disodium Edta, Methylparaben, Propylparaben, Sodium Hyaluronate, Dipotassium Glycyrrhizate, Sodium Acetylated Hyaluronate, Arginine, Hydrolyzed Collagen, Tetrahexyldecyl Ascorbate, Tocopheryl Acetate

Dari pertama pakai aku udah langsung ngerasa sepertinya aku nggak terlalu sreg sama sunscreen ini. Pakainya agak tricky, karena kalau produk yang aku pakai sebelum sunscreen kurang bisa melembabkan, pas pakai sunscreen ini nanti finishnya bakal kerasa kering di kulit. Keringnya nggak sampai yang benar-benar kering sampai nggak nyaman, cuma untuk aku personal masih lebih suka yang lebih lembab lagi, biar kelihatan agak dewy mukaku. Sunscreen ini nggak bikin whitecast, mudah diblend dan nggak butuh waktu lama supaya bisa diratakan. Dia juga aku pakai di bagian sekitar mata dan sejauh ini nggak pernah tumbuh milia sih, nggak pedas juga walaupun pas keringetan dan sunscreennya mulai meleleh kena mata. Tapi untuk approach bagian mata ini mohon disesuaikan aja, kalau kalian takut malah bakal menimbulkan milia, ya nggak usah pakai sampai sekitar mata.
Apakah sunscreen ini worth it untuk dicoba? Menurutku sih dengan harga sekitar Rp 50.000-an dan SPF 30 aja, mending beli Nivea Sun Serum karena harganya di bawah Skin Aqua ini tapi SPF-nya udah 50. Tapi tentu aja kalau kalian lebih suka sunscreen yang finishnya kering, mending coba Skin Aqua Moisture Gel SPF 30.
Kalau ngomongin soal brand Hada Labo, aku jadi flashback ke jaman-jaman awal belajar tentang skincare. Produk pertama mereka yang aku cobain itu Hada Labo AHA+BHA Face Wash. Aku pakai face wash itu tanpa tahu apa itu AHA dan BHA, sempat ngerasa bikin muka kesat banget tapi aku kira dulu itu berarti sabun mukanya bagus untuk membersihkan kulit secara mendalam. Well, little did I know, sabun muka apapun yang bikin muka terasa kering itu berarti dia nggak cukup gentle untuk kulit kita. Akhirnya aku tinggalkan lah Hada Labo dan beralih ke gel cleanser karena aku ngerasa gel cleanser jauh lebih nyaman di kulitku.
Sampai akhirnya baru-baru ini, setelah sekian lama nggak pakai foaming cleanser, aku iseng cobain sabun muka adekku, yaitu Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Face Wash. Sepertinya ini masih satu line sama hydrating toner mereka yang jadi kesukaanku, kebetulan udah pernah aku review juga tonernya. Sabun muka ini aku beliin buat adik aku karena dia mau belajar pakai skincare, jadi aku mulailah kasih rekomendasi produk yang secara formula seenggaknya udah gentle di kulit. Walaupun untuk yang satu ini aku pribadi belum pernah coba sendiri wkwk. Tapi lumayan lah jadi bisa ikutan icip-icip kan.
Nah seperti yang bisa kalian lihat di sini, produk ini udah nggak mengandung fragrance, colorant, dan alcohol juga, makanya kenapa secara formula dia udah bisa dikatakan sebagai cleanser yang gentle. Meski menurut aku pribadi, "gentle" itu bisa juga maksudnya experience yang diberikan terasa gentle di kulit, jadi nggak cuma terpaku sama formulanya aja. Aku nggak tahu sih sebelumnya formulanya gimana, karena untuk tonernya si Hada Labo ini sempat reformulasi dari yang masih ada alcoholnya jadi nggak ada. Mungkin memang Hada Labo udah menuju ke formulasi yang gentle ya.
Produk ini di dalamnya mengandung hyaluronic acid yang lebih tinggi dibanding produk sejenis lainnya, makanya kenapa dia nggak bikin kulit kering. Ukuran pH-nya juga di antara 5-6, jadi sesuai sama pH kulit buat mengurangi tingkat iritasinya. Biasanya kalau pH cleanser terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa mengganggu skin barrier, dan cara untuk counter pH yang ketinggian atau kerendahan bisa dengan paka toner setelahnya supaya pH kulit netral lagi.
Dari wangi, nggak ada wangi apa-apa. Teksturnya juga termasuk creamy, dan dia lumayan menghasilkan busa banyak sih. Busanya nggak terasa kasar di kulit, cuma ternyata tetap aja kalau aku ketemu foaming cleanser jadinya tetap terasa kering setelah cuci muka. Kayaknya memang preference kulitku lebih oke sama yang teksturnya gel aja sih dibanding foaming cleanser kayak gini. Aku juga milih sabun muka ini buat adik aku karena banyak mutualku di Instagram yang suka sama produk ini, cuma setelah nyobain langsung ternyata aku tetap nggak bisa berpaling dari gel cleanser haha. Udah kebiasa aja sih, dan sebenarnya ini juga nggak ngasih efek negatif ke kulitku, nggak berlebihan rasa keringnya.
Apalagi karena produk ini juga relatif gampang ditemukan, dan harganya juga nggak mahal-mahal banget, masih di bawah Rp 50.000, jadi bisa jadi opsi kalau misal kalian butuh cleanser dengan formula gentle yang affordable dan ada di drugstore.
Waktu awal-awal aku belajar soal skincare, sunscreen adalah hal terakhir yang aku pikirkan. Padahal sunscreen itu seperti yang kita tahu ya, sangat penting karena dia melindungi kulit kita dan semua skincare produk yang udah kita pakai di pagi hari. Tapi ya namanya juga orang yang baru belajar, jadi nggak ngeh kalau sebelum punya exfoliating toner, harus rajin juga pakai sunscreen haha. Nah, salah satu temanku waktu itu jual Biore UV Aqua Rich tapi yang versi kecil, dan karena aku penasaran dan belum sanggup beli yang full size, aku memutuskan beli punya temanku. FYI, sunscreennya dia jual karena katanya sih nggak cocok, bikin bruntusan dan merah-merah. Cuma aku ini termasuk yang nggak takutan kalau mau nyoba produk, jadinya gas terus hehe.
Long story short, sebelum aku sempat bikin reviewnya di blog, aku udah keburu nyobain sunscreen lain dan kemasannya udah aku buang. Sempat aku post di Instagram sih tapi akhirnya aku archive karena fotonya jelek dan sebelum bisa aku foto ulang, bungkusnya udah nggak ada haha. Sampai beberapa waktu lalu aku ke Watson dan ngelihat sunscreennya lagi diskon, aku memutuskan buat beli lagi karena aku kangen sama rasanya, sekalian biar kali ini aku bisa review dengan benar.
Berbeda dengan sunscreen lainnya yang udah pernah aku coba, Biore UV Aqua Rich ini punya bentuk corong yang lebih gendut dan besar, jadinya ketika mau mengeluarkan produk harus lebih hati-hati karena percaya sama aku, kalian nggak mau pakai produk ini kebanyakan di muka karena dia butuh waktu cukup lama untuk mengering. Tekstur produknya seperti perpaduan antara cream dan gel, warnanya putih kekuningan, dan ada bau citrusnya. Perlu aku tekankan untuk kalian yang mau beli sunscreen ini untuk hati-hati dan selalu perhatikan di mana kalian beli karena sekarang ini sunscreen Biore udah banyak palsunya.
Waktu dulu aku pakai yang versi mininya sih seingatku aku cinta banget sama dia, tapi entah kenapa sekarang cobain yang full size malah aku kurang suka. Mungkin karena aku udah cobain beberapa jenis sunscreen, jadinya kulitku sekarang udah tahu tekstur dan jenis sunscreen seperti apa yang aku suka, sementara dulu sebelum pakai Biore aku belum cobain banyak sunscreen jadi nggak punya produk pembeda buat dibandingkan. Udah jadi rahasia umum kalau nggak banyak orang yang suka pakai Biore UV Aqua Rich lagi karena orang udah mulai paham dengan kandungan alkohol dalam sunscreen ini yang bisa mengiritasi kulit apalagi kalau kulit kalian tipenya sensitif, mungkin itu kenapa temanku nggak cocok dan jerawatan pakai sunscreen ini.
Aku selalu pakai sunscreen sebisa mungkin sesuai takaran yakni sebanyak dua jari full untuk seluruh wajah. Dan dengan takaran yang sama kayak aku pakai sunscreen lainnya, si Biore ini yang paling nggak nyaman di kulitku. Teksturnya berat, agak sulit buat diratakan, dan seperti yang aku bilang, dia butuh waktu lama buat kering. Jadi kalau kalian buru-buru dan setelah pakai sunscreen harus segera pakai make-up, Biore UV Aqua Rich ini bukan pilihan yang tepat menurutku. Sunscreen ini finishnya cukup berminyak, jadi kemungkinan bakal bikin kulit kelihatan agak kumel, cuma dia sendiri sih nggak oxidize ya jadi kusamnya bukan dari produknya yang oxidize tapi lebih ke finishnya aja.
Kalau kalian follow Instagramku, kalian pasti ingat beberapa waktu lalu aku sempat cerita soal cuaca Jogja yang lagi panas-panasnya sampai awan aja nggak muncul. Karena cuaca yang panas terik itu, kulitku yang memang udah dari sananya gelap ini jadi semakin menggelap xD Kalian yang kulitnya medium dark juga pasti udah hapal kalau kita terlalu lama di bawah sinar matahari, bakal jadi tan cepat banget. Beda sama pacarku yang kulitnya medium, dia cuma bakal memerah atau kebakar dan baliknya juga termasuk cepat. Sayangnya kulitku yang menggelap susah banget buat balik lagi, butuh waktu cukup lama dan itupun kalau aku benar-benar meminimalisir terekspos matahari.
Waktu aku cerita di Instagram, banyak yang saranin aku buat ganti sunscreen. Sejujurnya aku nggak kepikiran sampai ke sana karena selama ini aku pakai sunscreen yang aku punya selalu cukup, bahkan aku pakai takaran dua jari itu, cuma memang sejak cuaca di Jogja terik ini aku kurang pakai physical protection karena nggak ngira aja efeknya bakal seintens itu di kulitku. Cuma melihat semua sunscreen yang aku punya rasanya nggak ada ngaruh-ngaruhnya, akhirnya aku memutuskan buat beli sunscreen baru.
Nah waktu aku ke Guardian, aku langsung memutuskan buat cobain sunscreennya Skin Aqua karena pas banget aku belum pernah coba sunscreen yang udah hype banget ini. Awalnya aku beli yang SPF 30, karena tulisan di botolnya itu diperuntukkan buat oily skin, cuma setelah dicoba ternyata aku nggak terlalu suka sama finishnya yang terlalu kering, jadi aku beli yang baru lagi yang SPF 50 ini.
Aku cukup suka dengan mulut botolnya yang bentuknya corong kayak gini karena menurutku lebih mudah buat mengontrol seberapa banyak produk yang mau dikeluarkan. Sama kayak sunscreennya L'Oreal.
Berbeda sama yang SPF 30, SPF 50 ini teksturnya cair dan harus dikocok dulu sebelum dipakai, kalau nggak nanti sunscreennya bakal misah gitu. Aku nggak tahu pasti baunya berasal dari mana tapi baunya mengingatkanku sama obat. Karena teksturnya yang cair ini, dia jadi gampang diratakan dan nggak pilling sama sekali. Waktu diratakan, aku ngerasa sunscreen ini kayak primer yang ngisi pori-pori, karena setelahnya kulit mukaku jadi kerasa halus entah kenapa. Sejauh ini selama pakai sunscreen Skin Aqua ini aku nggak merasa kulitku jadi semakin kusam, karena ada beberapa sunscreen yang oxidize jadinya bikin muka terlihat makin kusam.
Walaupun dia labelnya nggak diperuntukkan khusus buat kulit berminyak, tapi di aku sih dia bagus-bagus aja, nggak bikin mukaku makin tambah berminyak, malah cukup lembab dan setelah berjam-jam pun juga nggak jadi berminyak atau kusam. Aku juga senang reapply pakai sunscreen ini karena dia super ringan, jadi mau dilayer berapa kali juga nggak bikin kulit berat atau jadi pengap.
-----
Where to buy? Shopee
How much? Rp 56.000
Aku udah lama banget pengen cobain produk dari Kose, salah satunya adalah si Softymo Speedy Cleansing Oil ini, cuma selalu dan selalu ujung-ujungnya cuma bisa gigit jari karena harganya yang mahal banget (at least buatku huhu). Terus kok pada akhirnya bisa punya, Dyn? HEHEHEHE. Jawabannya adalah karena aku menang cleansing oil ini lewat giveaway Beauty Catcher yang diadain Kose di Instagram beberapa waktu lalu! Walaupun aku bukan tipe orang yang suka bersihin muka pakai cleansing oil karena aku masih lebih prefer micellar water, tapi karena produk yang aku menangkan adalah produk yang udah lama banget aku mau, rasanya senang banget!
Btw aku tuh dulu bukan termasuk orang yang beruntung tiap ikut giveaway karena selalu nggak menang. Aku baru menang giveaway ya pas mulai skincare dan punya beauty account di Instagram (jangan lupa follow ya!) karena kadang uang jajan dan tabungan nggak cukup, jadilah ikut giveaway jadi jalan ninjaku! Kalian ada yang begitu juga nggak?
Baca juga: Shu Uemura Skin Purifier Porefinist Cleansing Oil Review
Baca juga: Shu Uemura Skin Purifier Porefinist Cleansing Oil Review
Botolnya dikemas dengan pump dan udah dapat langsung kuncinya, jadi kalau mau dibawa travelling ya lumayan aman lah nggak akan bocor kemana-mana. Aku sendiri udah beberapa kali bawa cleansing oil ini bepergian dan dia nggak tumpah sama sekali. Jadi bisa aku bilang botolnya fool proof dan sturdy juga. Pumpnya nggak pernah macet, gampang buat dispense produknya cuma mungkin agak sedikit susah diatur kalau mau ngeluarin sedikit karena kalau terlalu pelan dipencetnya jadinya nggak keluar produknya.
Baca juga: Garnier Micellar Cleansing Water Review
Ingredients: Mineral Oil, PEG-8 Glyceryl Isostearate, Cethyl Ethylhexancate, Cyclomethicone, Water, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Isostearic Acid, Glycerin, Phenoxyethanol
Jadi aku bakal break down ingredientsnya satu-satu:
- Mineral Oil: minyak yang telah terbukti untuk membantu meningkatkan kelembutan kulit dan memberikan manfaat pada skin barrier kita
- PEG-8 Glyceryl Isostearate: pengemulsi yang berfungsi membantu mencampur air dan minyak menjadi satu
- Cethyl Ethylhexancate: berfungsi sebagai emollient
- Cyclomethicone: sebagai emollient lainnya
- Jojoba Seed Oil: telah terbukti membantu memberikan manfaat anti-inflamasi untuk kulit
- Isostearic Acid: surfaktan yang membantu cleansing oil ini dapat luruh ketika dibasuh dengan air hangat
- Glycerin: berfungsi sebagai pelembab/humectant
- Phenoxyethanol: berfungsi sebagai pengawet

Begitu cleansing oil ini sampai di rumah, malamnya langsung aku coba. Dan demi bisa nulis reviewnya, akhirnya kutinggalkan lah micellar water-ku buat beberapa malam. Sebetulnya justru dengan pakai cleansing oil kayak gini, kulitku jadi beristirahat dari gesekan kapas. Cara pakainya juga nggak susah, karena tinggal didispense dari botolnya aja beberapa pump—ini tergantung sih lagi pakai make-up atau nggak. Cleansing oil ini juga baunya nggak terlalu aneh dan menyengat, jadi kalau kamu cukup sensitif sama wewangian, tenang aja, you'll love this!
Tekstur minyaknya nggak terlalu pekat, malah cenderung cair kayak air. Aku pakai di muka sambil aku pijat pelan-pelan terutama di bagian-bagian yang berkomedo buat lihat apakah dia bisa sekalian ngeluarin komedo. Dan ternyata ya bisa, walaupun nggak selalu. Kalau dicampur sama air nanti minyaknya bakal berubah jadi susu kayak sabun. Gampang banget dibilas, nggak bikin lengket atau harus dibilas berkali-kali sampai rasanya nggak licin lagi. Aku paling nggak suka sama first cleanser yang susah dibersihkan. Tapi cleansing oil ini sekali basuh langsung bersih!
Terus gimana performa membersihkannya? Aku selalu percaya semua cleansing oil hakikatnya adalah buat bersihin waterproof make-up. Dan menurutku, cleansing oil ini cukup bagus buat angkat make-up waterproof kecuali maskara. Entah kenapa butuh tenaga lebih buat ngebersihin habis maskara di tanganku kemarin dan aku nggak bisa bayangin aja kalau bersihin maskara di mata beneran bakal kayak gimana. So far sih selama pakai cleansing oil ini aku belum ngerasain perih di mata, jadi dia cukup safe juga.
Overall, aku cukup enjoy pakai cleansing oil dari Kose ini. Kalau ada rejeki lebih mungkin aku bakal repurchase, tapi buat sekarang, kayaknya aku bakal stick with my Garnier micellar water hahaha. Kalian sendiri lebih prefer pakai first cleanser model apa? Share ya di kolom komentar!
-----
Where to buy? Guardian/Watson
How much? Rp 250.000
Setelah sekian lama cuma melihat-lihat sheet mask brand Jepang, akhirnya bulan kemarin aku memutuskan untuk cobain salah satu brand sheet mask dari Jepang yang memang sudah nggak asing lagi di telinga beauty lovers sekalian; Lululun. Dari desain kemasannya sendiri sebetulnya agak-agak mirip ya sama kemasannya Kose. Kedua merk ini sama-sama memberikan 7 sheet masks dalam satu package, makanya kenapa namanya '7 days mask', jadi bisa kita pakai selama berturut-turut selama 7 hari. Nah, buat orang kayak aku ini, sheet mask bundle seperti ini jadi lebih convenient karena aku nggak selalu beli satu varian sheet mask lebih dari dua, jadinya efeknya suka nggak muncul.
Baca juga: Menjaga Kelembaban Kulit Dengan SNP Fresh Vita C Jelly Mask
Baca juga: Menjaga Kelembaban Kulit Dengan SNP Fresh Vita C Jelly Mask
Nah, pertanyaan pertama yang dilayangkan sama teman-temanku adalah 'beli ini di mana sih?'. Selain bisa beli langsung di website-nya Lululun, tentu saja kalian bisa cari di Shopee—surga di mana hampir semua barang dijual dan dibeli hehe. Aku sendiri beli produk ini dari temanku yang habis pulang dari jalan-jalan ke Jepang dengan harga Rp. 80.000. Aku sempat cari di Shopee harganya sekitar Rp. 120.000, itupun harga paling mahalnya. Kalau di website Lululun sendiri dia dijual per-box, yang isinya ada 5 package seperti ini, dan setiap package ada 7 sheet mask, jadi satu box kalian dapat 35 lembar sheet mask dengan harga $25. Harganya memang agak lumayan, karena Kyoto Green Tea ini salah satu varian dari line Premium sheet mask-nya Lululun. Dan menurutku juga dengan harga sekian, sheet mask ini masih sangat worth it. Aku biasa pakai dari Mediheal yang harganya Rp. 35.000, kalau dikali 7 aja sudah sampai Rp. 200.000 lebih. Definitely something to consider.
Ingredients:PEG-40 hydrogenated castor oil (PEG-40), water, glycerin, propanediol, ascorbyl glucoside, panthenol, sodium hyaluronate, green tea leaf extract, green tea flower extract, green tea seed oil, silkworm cocoon extract, autumn leaves extract, cherry leaf extract, , Xanthan gum, citric acid, Na citrate, K hydroxide K, EDTA - 2 Na, phenoxyethanol, methyl paraben, fragrance, BG.
Masker ini sendiri punya tiga bahan utama yang diandalkan:
- Kyoto Uji Green Tea Leaf Extract, yang berfungsi memperbaiki tekstur kulit sehingga terasa jauh lebih halus, meningkatkan elastisitas, serta memberikan kelembaban yang cukup
- Silkworm Cocoon, atau yang bisa disebut juga sebagai kepompong ulat sutera. Kandungan Silkworm Cocoon ini dapat meningkatkan fleksibilitas kulit dan mempercepat proses penyembuhan kulit. Bahan ini dapat mencegah kehilangan air secara transdermal sehingga dapat membantu menjaga tingkat hidrasi kulit
- Green Tea Seed Oil (Camellia Oil), menghaluskan rough patches pada kulit sembari mengunci kelembabannya, sehingga kandungan ini cocok untuk orang-orang dengan kulit yang biasa terekspos pada radikal bebas
Seperti yang udah aku tulis di atas soal bahan-bahan dari sheet mask ini, klaimnya ternyata lumayan menggiurkan untuk seseorang seperti aku yang punya tekstur wajah cukup kentara. Aku memutuskan untuk pakai sheet mask ini selama 7 hari berturut-turut supaya aku bisa lihat efeknya secara jelas daripada campur-campur pakai sheet mask yang beda-beda setiap hari, 'kan jadi bingung kalau mukaku membaik atau memburuk itu efek dari sheet mask yang mana haha.
Berdasarkan klaimnya, menurutku sheet mask Lululun ini memang stay true to its claim banget. Selama 7 hari rutin pakai sheet mask mereka, aku merasa wajahku jadi jauh lebih moisturized, dan lebih halus terutama di bagian antara alis dan hidung yang biasanya pori-pori jauh lebih kasar. Aku juga takjub sama essence-nya yang banyak banget, tapi nggak bikin wajah jadi pengap. Essence-nya menyerap dengan cepat ke dalam kulit cuma dalam hitungan menit, jadi nggak perlu cuci muka habis pakai ini. Love it!
Downside dari sheet mask ini adalah ukuran lembarannya yang sangat teramat kecil, mungkin nggak didesain untuk wajah orang non-Jepang ya, karena di aku, lembarannya sempit di bagian mata dan mulut, jadinya essence suka masuk ke mata dan itu jujur aja, agak perih :( Dia juga terasa menyengat di bagian philtrum dan kulit sekitar mulut alias daerah wajahku yang paling sensitif. Tapi sensasi menyengatnya cuma sebentar aja kok. Setelahnya nggak ada rasa apa-apa. Oh iya, sheet mask Lululun ini juga cepat kering lho, FYI. Jadi nggak bisa ditinggal lebih dari 20 menit karena sekitar 15 menit aja dia sudah cukup kering.
-----
Kalau ditanya mau beli lagi atau nggak, aku mau banget! Biasanya sheet mask green tea bikin aku bruntusan, tapi kali nggak, dan malah memberikan feedback yang positif banget di kulitku. Cuma dengan kendala lembaran sheet mask yang sempit dan sensasi menyengat yang walaupun cuma sebentar aja tapi bikin sakit, aku jadi pikir-pikir. Tapi hati kecilku bilang aku akan beli lagi hihi.
Sejujurnya aku lupa pertama kali aku beli produk ini tuh karena apa atau karena siapa... Yang aku inget banget adalah aku pernah kira produk ini tuh moisturizer, hahaha. Bahkan setelah aku buka account @beautywithdummy juga aku masih mengira ini tuh moisturize guys! Aku ga bisa paham sama produknya bahkan setelah baca semua penjelasan dan ingredientsnya. Plis jangan diketawain keterbatasan otak ini untuk paham dengan sendirinya soal suatu produk skincare. Sampe akhirnya ada yang komen di postingan di Instagram bilang, "Itu hydrating toner kak, bukan moisturizer". HAHA. Ohhh, jadi yang selama ini aku kira moisturizer tuh ternyata hydrating toner gengs. Pantesan kok aku ngerasa ini kayak air masa iya moisturizer?
BACA JUGA: Etude House Soon Jung pH 5.5 Relief Toner Review
BACA JUGA: Etude House Soon Jung pH 5.5 Relief Toner Review
Ketidakpedulianku ga cuma berhenti sampe di situ aja. Produknya bertahan sangat amat lama karena aku sempet berhenti pake beberapa bulan, karena ngerasa kayak ini ga ngasih efek apa-apa di aku, apalagi karena teksturnya yang ringan kayak air bikin aku mikir ini jangan-jangan air doang hahaha. Selama pake si Hada Labo setahun pertama, aku sama sekali ga cari tahu soal ingredientsnya. Tapi begitu aku mulai paham kalo dia ini hydrating toner dan mulai serius menyusun skincare routine aku, akhirnya aku paham ada sesuatu yang 'off' sama botol Hada Labo pertamaku.
Kalo kalian juga pengguna dari Ultimate Moisturizing Lotion ini, kalian pasti notice ada yang beda di kemasannya sejak beberapa bulan yang lalu. Yep, Hada Labo udah memperbaharui formula dari toner ini dari yang mengandung alcohol, jadi no alcohol! Itu jadi salah satu berita paling menyenangkan buat teman-teman pecinta skincare karena banyak yang komen di postingan aku di Female Daily soal toner ini, mereka udah lama banget pengen cobain tapi selalu mundur karena masih mengandung alcohol. Sekarang sih si formula baru ini udah banyak tersedia di mana-mana ya. Teliti baca aja supaya kalian ga dapet formula yang lama ya!
BACA JUGA: Klairs Supple Preparation Unscented Toner Review
BACA JUGA: Klairs Supple Preparation Unscented Toner Review
Dari segi packaging, botol Hada Labo semuanya terbuat dari plastik dengan model tutup botol flip. Setiap kali habis beli botol baru, aku ga pernah nemu ada segel atau pengaman apapun. Which, for me, is not a big deal at all. Ga ada wow factor di packagingnya, mungkin karena dengan cara itu Hada Labo bisa menjaga harga mereka tetap affordable ya. Buat harga toner ini sendiri dibandrol di harga Rp. 36.000-an. Ya tergantung kamu beli di mana ya, tapi kalo aku biasa beli di Mutiara (warga Jogja pasti hapal deh), harganya segitu. Dia ada di mana-mana, gampang dicari, dan murah meriah, cocok buat yang baru mau nyobain hydrating toner.
Setelah habis satu botol, aku memutuskan buat tetep beli toner ini karena aku suka banget sama teksturnya yang cair persis kayak air. Dia cepat meresap dan meskipun konsistensinya cair banget tapi dia cocok di kulitku yang berminyak. Justru karena mirip air jadinya ga clogging di pori-pori. Begitu diapply ke muka dia tetep ngasih sensasi 'skincare', bukan air biasa ya hehe. Jadi bakal agak licin di awal terus jadi tacky deh. Aku pernah nyobain buat ngelayer toner ini tapi ga terlalu suka sama finishnya. Dari segi bau sih ga ada bau signifikan yang mengganggu, apalagi karena formula baru ini udah ga ada alkoholnya jadi baunya bener-bener susah kecium.
Dengan harga di bawah Rp. 50.000, toner ini bakal selalu jadi opsi yang oke buatku, dan buat kamu yang baru banget mulai serius soal skincare. Aku sangat menyarankan toner ini buat kalian yang tipe kulitnya juga berminyak kayak aku. Buat yang kulitnya kering mungkin ini kurang hydrating karena teksturnya terlalu ringan. Aku bakal beli lagi sih karena toner ini ga banyak basa basi dengan harga murah meriah.
Sebelum aku memutuskan buat serius belajar dunia kecantikan (make-up dan skincare), aku bener-bener cuma pake produk-produk yang ada di Indomaret. Dulu bahkan suka cringe kalo inget harus beli sabun muka Pond's yang harganya Rp. 22.000 hahaha. Padahal sekarang sabun mukaku harganya bisa di atas Rp. 100.000 :") Emang ya yang namanya perubahan tuh ga bisa dihindari dan ga bisa ditebak juga.
Anyway, mau cerita soal si Senka Perfect Whip ini. Jadi sebelum pake Senka, aku pake sabun cuci mukanya Hada Labo yang AHA BHA, berawal dari beli bekas punya temen yang ga cocok. Setelah dipake berbulan-bulan, mukaku jadi kering banget pake Hada Labo itu. Jadi kayak ada kulit mati di sekitar mulut eww. Dan kebetulan waktu itu si Senka ini lagi booming banget, akhirnya aku memutuskan buat ganti sabun cuci muka. Walaupun sebelumnya aku belum pernah denger brand Senka, tapi karena aku tahu Senka ini anak dari Shiseido jadi aku berani tancap gas.

Kemasannya bentuknya tube dengan tutup model flip. Ga terlalu bulky, jadi kalo mau dibawa travelling gitu masih oke, ga bikin berat tas mandi. Kebetulan ini aku beli di temenku gitu kan, dan di bagian belakang kemasannya itu ditempel kayak terjemahan dari apa yang tertulis di botolnya, mungkin karena aslinya dalam Bahasa Jepang ya. Buat harganya sih aku beli di temenku ini sekitar Rp. 70.000-an, beneran udah lupa karena udah lama juga belinya. Dia bisa dibeli di mana aja, kalo rekomendasi toko offline sih aku saranin Watson walaupun harganya bisa selangit. Atau kalo kamu di Jogja ya beli aja di Mutiara so pasti harga super terjangkau sist!

Teksturnya kayak cream gitu waktu pertama dikeluarin dari tubenya. Selama aku pake dia sih belum pernah terpisah jadi kayak air sama creamnya misah gitu, tau kan? Begitu diaplikasiin ke muka dia jadi foamy banget, aku pake si Senka ini irit banget, bener-bener sedikit aja udah bisa bikin busa yang heboh. Sementara baunya tuh... ga ada bau apa-apa yang mengganggu sih. Kayak bau sabun cuci muka pada umumnya aja.

Ingredients: Water, Potassium Stearate, PEG-8, Potassium Myristate, Glycerin, Potassium Laurate, Dipropylene Glycol, Stearic Acid, Butylene Glycol, Glyceryl Stearate Se, Myristic Acid, Lauric Acid, Polyquaternium-7, Beeswax, Phytosteryl/Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Disodium EDTA, Fragrance.
Nah ini dia yang membuatku agak kaget. Jadi aku beli Senka ini kan tanpa research mendalam, cuma dari omongan teman-teman yang bilang ini cleanser bagus karena bikin kesat muka, bersih, kayak piring habis dicuci! Tapi ternyata teman-teman, kandungan yang ada di Senka ini ga lebih dari apa yang ada di sabun batangan :( Yes, that's very saddening. Jadi kalo kalian cuci muka pake Senka Perfect Whip, sama aja kayak kalian cuci muka pake sabun batangan.

Awal-awal pake sih aku suka, karena memang bener, dia bikin mukaku habis cuci muka kerasa bersih dan kesat kayak piring habis dicuci, ga ada lagi minyak berlebih. Cumaaa, lama kelamaan aku ngerasa, mukaku lagi-lagi jadi kering malah lebih ga oke daripada waktu pake Hada Labo, apalagi di pagi hari waktu mukaku lagi banyak minyaknya. Kalo di malem hari malah dia biasa aja ga terlalu bikin kering. Lagi-lagi masalahnya juga jadi bikin kulit di sekitar mulut aku jadi putih-putih kayak habis minum susu lupa ngelap mulut. Dan yak, dengan berat hati akhirnya aku stop pake si Senka ini.
So! Kesimpulannya, aku ga pake dia lagi hahaha. Iya, sejujurnya benda ini udah aku jual ke temenku karena aku udah ganti sabun cuci muka pake COSRX Low pH Good Morning Gel Cleanser. Tadinya aku mau pake Senka ini buat bersihin muka malem aja karena yang COSRX lumayan mahal kan, dan emang aku bermasalahnya sama Senka cuma di pagi hari, tapi ternyata aku jatuh cinta banget sama COSRX dan akhirnya pake COSRX buat pagi dan malem hari hehe. Perlu diinget tapi gengs yang namanya skincare itu #YMMV, jadi beda orang beda kulit beda efek juga. Kalo kamu mau cobain, aku harap sabun ini bakal cocok di kamu!
-----
Where to buy? Guardian/Watson
How much? Rp 56.000
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons