Showing posts with label Bodycare. Show all posts
Showing posts with label Bodycare. Show all posts
Kalau ngomongin soal bodycare, sejujurnya aku bukan termasuk orang yang high maintenance. Aku cuma pakai sabun, kadang ditambah pakai scrub pas waktu mandi, terus dilanjut pakai body lotion setelahnya. It's pretty simple, right? Dulu sempat sih ada di masa super niat dengan campurin face oil ke body lotion biar efek melembabkannya lebih dapat, apalagi karena aku juga jarang pakai face oil kan, jadinya biar enggak kebuang sia-sia ya aku campur aja ke body lotion. Pernah juga diniatin tiap habis mendi meski enggak kemana-mana tetap pakai parfum. Katanya bisa bantu naikin mood haha. Tapi kebiasaan itu enggak bertahan lama. Memang kalau udah pada dasarnya mageran ya mageran aja, Dyn!
Anyway, di review kali ini aku lagi-lagi mau kelarin draft postingan yang udah luamaaaa banget ngendon enggak dipost-post. Kalian pasti udah enggak asing ya sama brand St. Ives. Brand ini jadi salah satu brand yang aku pakai di awal-awal aku explore skincare karena dia terkenal banget kan sama face scrub-nya. Nah, kali ini aku mau nge-review sabun badan mereka nih!
BACA JUGA: Kojiesan Skin Lightening Soap Review
Waktu lihat produk ini di Watson aku langsung tertarik karena dia udah mengandung scrub di dalamnya. Sebagai manusia mageran yang maunya serba cepat, tentu ini kelihatan menggoda wkwk. Jadi ya udah aku cobalah siapa tahu cocok gitu kan. Tapiii ternyata sabun badan yang di dalamnya udah ada scrub-nya bikin kulit jadi jauh lebih kering. Rasanya malah rada perih gitu lho setelah mandi pas badan udah dikeringin. Rasanya malah kayak mau nyiram badan pakai hydrating toner setelahnya :") Mungkin emang kurang cocok aja ya sama kulit badanku produk-produk kayak gini. Next time kayaknya aku bakal pilih sabun yang lebih hydrating aja.
Dari pertama aku kenal sama klinik kecantikan Erha, sampai detik ini aku belum pernah cobain service mereka, terutama dalam hal perawatan muka. Padahal kalau ditanya mau ya mau heheh. Ya maklum lah, memang buatku, Erha itu masih di luar budget aja. Makanya aku lebih banyak coba-coba produk otc karena mereka lebih affordable. Erha sendiri juga sebetulnya mengeluarkan produk otc alias produk yang bisa dibeli tanpa resep dokter, jadi nggak perlu konsul dulu ke dokter mereka walaupun tentunya konsul lebih direkomendasikan, apalagi buat kita-kita yang masih buta tentang skincare. Meski begitu ya tetap aja aku belum pernah menginjakkan ke gerai Erha buat lihat-lihat ada produk otc apa aja di konter mereka. Keburu insecure aja dompet wkwkwk.
Tapi menjadi beauty reviewer ada perksnya tersendiri. Salah satunya adalah mendapatkan tawaran kerjasam untuk mencoba produk-produk untuk kemudian direview. Selama malang melintang 3 tahun jadi beauty reviewer, aku bersyukur banyak brand yang mau menawarkan kerjasama dengan Beauty With Dummy, termasuk Erha. Ini kayaknya udah kedua kalinya kami kerjasama, tapi baru kali ini aku tahu kalau ternyata Erha punya produk bodycare. Sebelumnya aku tahu mereka mengeluarkan produk skincare (pastinya ya), dan beberapa waktu lalu baru tahu juga kalau ada produk haircare. Nah kali ini baru ngeh ternyata Erha udah merambah ke bodycare juga. Berarti memang lengkap banget ya Erha ini.
Waktu ditawarin untuk nyobain produk bodycare dari Erha ini marketingnya bilang kalau ini bakal cocok untuk kulit badanku yang kering. Aku memang suka mengeluhkan di social media kalau kulit badanku tuh bertolak belakang dengan kulit muka. Mukaku memang berminyak banget, tapi badanku super duper kering. Aku udah sering nyobain body lotion dari merk-merk yang banyak dipakai sama orang lain, yang hypenya tinggi, tapi ternyata hasilnya biasa aja di kulitku, ujung-ujungnya kulitku tetap terasa kering. Waktu marketingnya bilang gitu aku jadi hopeful dong.
Body moisturizer aka body lotion ini mengandung bahan utama seperti ceramide complex, centella asiatica extract, vitamin E, dan kandungan anti inflammatory. Ukurannya sendiri sepertinya ada beberapa varian, kebetulan yang aku punya di sini yang ukuran 30g. Cukup mini sih kalau dipikir-pikir karena ini kan body lotion ya hahah. Tapi justru handy juga karena menghindari produk expired dan nggak sempat dihabiskan. Produk ini diperuntukkan untuk kita yang kulitnya kering dan juga sensitif. Dia mengandung silikon, jadinya pas diratakan ke kulit akan terasa oklusif.

Tekstur body lotion ini sesuai sama apa yang harapkan sih. Oklusif, tapi nggak terasa berat ataupun lengket di kulit. Menyerapnya juga cepat banget lho, and I mean it karena nggak lama setelah aku pakai, aku coba cuci tangan dan dia nggak meleleh terus jadi licin nggak jelas gitu. Tahu kan, biasanya beberapa body lotion bikin licin kalau baru diaplikasikan ke kulit terus kita kena air, tapi Erha ini nggak gitu. Rasanya benar-benar bikin kulitku yang kering kayak Gurun Sahara jadi adem lagi, seolah-olah ditumbuhi tanaman hijau dan muncul oase.
Cuma ternyata untuk bagian kulitku yang udah sampai ngelupas sih dia masih belum sanggup melembabkan kalau cuma satu layer aja jadi harus dilayer beberapa kali, itupun tetap terasa kasar tapi ngelupasnya ketutup. Aku memang punya beberapa bagian badan yang kondisinya agak emergency, yaitu bagian sikut dan mata kaki yang teksturnya sampai kasar dan menebal saking keringnya. Tapi overall produk ini efeknya termasuk yang oke banget, dan aku mungkin akan beli dia lagi if I had the chance.
Tolong jangan kaget kenapa tiba-tiba aku ngereview produknya Miniso lagi setelah sekian lama :") Jadi, seperti biasa, aku ini punya kebiasaan kalau ngeblog tuh prosesnya kayak gini: setelah selesai foto-foto produk, bakal aku lanjut editing dan resizing, habis itu aku upload foto-fotonya dan disimpan ke draft blog biar aku ingat apa-apa aja yang harus direview. Tapi kadang tuh sekali upload draft nggak cuma satu atau dua produk aja, kadang bisa di atas 5. Malah kadang ujung-ujungnya banyak produk yang udah harus direview karena habis, malah jadi ketimbun sama produk baru. Mana aku tuh buat produk yang non sponsored sebetulnya jarang banget ada jadwal postingnya. Kalau sponsored kan jelas ya ada deadline yang harus dipenuhi, tapi kalau untuk produk gift atau belanja sendiri yang mau direview ya seenaknya aja gitu mana yang paling gampang direview, aku review duluan haha.
Anyway, postingan ini udah nangkring di draft blog dari Februari 2019, which means, udah hampir satu setengah tahun yang lalu! Waktu masih getol-getolnya aku main ke Miniso karena waktu itu Miniso lagi hype banget terutama untuk produk parfumnya yang emang beragam banget itu. Nah waktu itu aku ikutan cobain lah beli parfum mereka, berhubung kan harganya masih affordable banget parfum Miniso tuh. Dan karena aku penyuka wewangian manis, pilihanku jatuh ke Champagne Life!
Sejak ada toko-toko kayak Miniso dan Usupso berdiri di Indonesia, kehidupan mall aku makin bertambah konsumtif, haha. Ya gimana engga, toko ini unik banget! Rasanya apa aja bisa dijual sama Miniso dan Usupso. Kalo disuruh milih lebih suka belanja di mana, ya tergantung barang yang mau dibeli apa dulu, karena walaupun sekilas kedua toko itu kesannya sama, tapi tetep ada barang yang cuma dijual di Miniso, dan ada juga yang cuma dijual di Usupso.
Seingetku Miniso itu awalnya cuma jual tas-tas jelly dan boneka awalnya. Sampe beberapa waktu yang lalu waktu aku ke Mall Malioboro tiba-tiba mereka punya satu rak full buat body product mereka sendiri kayak bath salt yang aku juga udah pernah beli, sunscreen, body lotion, dan masih banyak lagi lah. Sekarang bahkan Miniso udah sampe punya face mist dan toner lho! :") Gila memang toko itu berkembangnya pesat sekali hahaha. Banyak juga perkakas rumah tangga, peralatan makan, pakaian dalam, dan notes, bahkan alat pertukangan kayak obeng juga dijual. Sejujurnya bingung Miniso itu toko apa tapi karena mereka desainnya lucu-lucu jadi I'll let it slide.
BACA JUGA: Miniso Bath Salt in Grape Seed review
Kemasan dari parfum ini cantik, dan nggak terlalu simple, tapi nggak terlalu berisik norak juga haha. Baik dari desain botol maupun font yang dipakai untuk label produknya menurutku pas banget. Terus wangi Champagne Life ini benar-benar sesuai sama wangi yang biasa aku suka dari Original Source, wanginya manis kayak permen tapi nggak bikin eneg. Kayaknya ini satu-satunya wangi manis yang enak dari semua rangkaian parfum Miniso deh. Karena kebanyakan parum mereka lebih ke wewangian yang segar. Untuk ketahanannya juga nggak begitu buruk kok, di aku wanginya bisa tahan sampai setengah hari, dan kalau nempel di maju nggak meninggalkan noda gitu, dan malah wanginya bisa tahan lebih lama.
Ini jadi mengingatkanku kenapa aku jarang review parfum, alasannya karena aku nggak jago menggambarkan wangi ke dalam tulisan huhu. Aku juga nggak tahu parfum ini masih ada di Miniso atau nggak karena beberapa kali ke Miniso juga aku udah nggak lihat Champagne Life lagi, sedih banget. But anyway, nulis review parfum ini jadi throwback waktu awal-awal aku baru merintis Beauty With Dummy haha. Oh I wish I could get this perfume again!
Kalau ngomongin produk bodycare lokal, aku yakin brand Scarlett ini yang paling nyantol di kepala. Hayo, bener nggak? Kayaknya nggak mungkin deh nggak ada yang kenal sama brand satu ini. Selain terkenal dengan rangkaian produk bodycare-nya, Scarlett sekarang juga udah masuk ke dunia skincare dengan mengeluarkan serum dan face wash lho! Dan nggak main-main, peminatnya benar-benar banyak banget. Nah di kesempatan kali ini, aku bakal ngereview varian lotion mereka yang terbaru yaitu Freshy. Setiap varian body lotion Scarlett ini udah ada warna pembedanya masing-masing dan lotion Freshy ini labelnya berwarna kuning, buat menggambarkan kesan segar.
Varian Freshy ini adalah varian terbaru dari lini body lotion yang dikeluarkan oleh Scarlett. Untuk fungsi dan klaimnya sendiri masih sama dengan varian lainnya yakni untuk mencerahkan kulit, bukan memutihkan! Ingat ya, beda soalnya mencerahkan dengan memutihkan. Body lotion Scarlett mengandung glutathione yang udah terkenal banget ampuh buat bantu mencerahkan kulit, ditambah kandungan vitamin E untuk memastikan kulit tetap lembab. Sayangnya di bagian ingredients list botol Scarlett ini entah kenapa ya selalu ditutupi sama label cara pakai lotionnya... Sebelumnya aku punya lotion mereka juga yang Charming dan sama juga, posisi info ingredients list-nya ketutupan label lainnya.
Tapi tenang aja, karena untuk keamanannya tentu bisa dijamin karena seluruh produk Scarlett udah ber-BPOM, halal, dan cruelty free. Untuk wanginya sendiri, Freshy ini punya base note patchouli, buah pear, dan fressia putih. Katanya sih yang ini dupe dari parfumnya Jo Malone, walaupun aku sendiri kurang tahu juga karena aku belum pernah nyium parfum Jo Malone kayak apa hehe. Dari namanya udah ketebak banget ya, Freshy ini bakal punya wangi yang segar-segar gitu, dan sejujurnya aku sendiri bukan termasuk penyuka wewangian segar karena aku lebih suka wangi manis. Tapi tentunya ini balik ke masalah selera masing-masing orang aja, kebetulan mungkin buat yang selama ini masih merasa kurang sreg sama wangi varian lotion Scarlett yang udah ada kayak kurang segar gitu, nah si Freshy ini akhirnya hadir sebagai jalan keluarnya!
Untuk kemasannya masih sama aja kayak lotion Scarlett lainnya. Ketika kalian beli produknya, di bakal dibungkus ketat dengan plastik dan pumpnya sendiri juga udah ada lock/penguncinya, jadi kalau sewaktu-waktu mau dibawa bepergian juga aman-aman aja. Di sini nggak aku tunjukin posisinya sama pengunci karena sorry banget, penguncinya udah menggelinding entah kemana huhu.
Baca juga: Kojiesan Skin Lightening Soap Review


Untuk teksturnya sendiri, menurutku dibandingkan dengan varian lotion Scarlett yang sebelumnya, Freshy ini teksturnya lebih creamy dan mudah diratakan. Dia juga gampang menyerap, dan kalau kena keringat atau dibasuh air nggak bikin licin sama sekali, which is a plus point! Karena kan di masa pandemi begini aku sering cuci tangan, pakai lotion, cuci tangan lagi, begitu terus sampai nggak kehitung. Jadi aku butuh lotion yang bisa nyaman meski diguyur air. Kemampuan melembabkannya juga jauh lebih oke ketimbang varian lainnya, aku nggak harus ngelayer banyak-banyak supaya lembabnya terasa. Menurutku lotion Freshy ini udah jadi improvement dari Scarlett sih. Sementara buat efek brighteningnya sih menurutku masih standard aja, mungkin karena aku kulitnya tan jadi agak susah buat kelihatan ya.
Cuma sayangnya seperti yang aku bilang di awal, karena aku bukan penyuka wewangian yang segar, jadinya aku kurang enjoy pakai dia haha. Aku lebih suka wanginya Charming, karena ada hint manisnya gitu. Tapi kalau dari segi formula sih aku suka banget sama Freshy ini.
-----
Where to buy? Shopee
How much? Rp 75.000
Sebagai beauty reviewer, aku selalu merasa harus keep up dengan banyak produk yang lagi hype di masyarakat. Makanya kenapa aku mulai menghidupkan kembali Twitter aku yang udah lama nggak dipakai, bekas jadi fanaccount buat boyband EXO haha. Setelah kembali aktif di Twitter, aku baru tahu ternyata sekarang ada modelan akun-akun berupa menfess (mention confess) yang merupakan akun bot di mana orang-orang bisa kirim DM dan bakal ditweet otomatis. Menfess ini jenisnya banyak banget, dan tentunya yang menarik buat aku follow adalah menfess-menfess beauty.
Dari menfess beauty inilah aku jadi hapal orang-orang lagi sibuk ngomongin produk apa sih. Salah satunya yang paling sering muncul dan sering menimbulkan kontroversi adalah Kojiesan Kojic Acid Soap. Kenapa aku bilang kontroversial? Karena sabun ini banyak banget dijadiin konten sama orang-orang dengan cara dicampurin sama susu Bear Brand dan diklaim bisa bikin kulit jadi putih instan! Eh, tapi emang bener ya?
Sabun Kojiesan ini punya star ingredient yakni kojic acid atau asam kojic yang memiliki fungsi menghambat dan mencegah pembentukan tyrosine yang mana adalah asam amino yang dibutuhkan oleh kulit untuk membentuk melanin. Melanin itu sendiri adalah pigmen yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata. Dan karena kojic acid ini menghambat produksi melanin, maka dia diklaim memiliki efek mencerahkan. Ingat ya, mencerahkan, bukan memutihkan.
Apakah kojic acid aman untuk digunakan pada wajah dan badan? Yes, it's very safe! Kojic acid yang boleh ada di dalam produk kecantikan biasanya konsentrasinya ada di bawah 1%. Kebanyakan produk yang mengandung kojic acid juga biasanya merupakan produk wash off alias harus dibilas, karena sebenarnya kojic acid bukan ingredients yang mudah diserap oleh kulit. Tapi yang perlu diingat, penggunaan kojic acid dalam jangka waktu lama akan meningkatkan tingkat sensitifitas kulit terhadap sinar matahari jadi kalau kalian pakai ini (baik untuk wajah maupun badan) jangan lupa pakai sunscreen ya!
Aku sendiri udah nggak ingat kapan terakhir kali aku pakai sabun batangan kayak gini. Selalu dan selalu, untuk sabun badan aku pakai sabun cair karena menurutku lebih higienis karena nggak terekspos udara setiap saat, dan mudah dipindah dari satu wadah ke wadah lainnya juga jadinya travel friendly. Orang-orang sih pakai sabun Kojiesan ini untuk wajah, tapi aku nggak tega sama diri sendiri, jadi aku prefer cobain dia ke badan aja :") Mukaku paling sensitif sama sabun muka jadi nggak berani coba-coba apalagi sama yang bentuknya batangan begini.
Selama pemakaian satu batang Kojiesan ini di badan, aku nggak melihat ada perubahan apa-apa. Yang ada kulitku jadi semakin kering dan jadi gatal-gatal karena efek terlalu keringnya itu. Aku nggak bisa lama-lama nggak kena body lotion setelah mandi karena benar-benar rasanya kering dan perih lama kelamaan. Apakaha aku bakal coba lagi? Nope, cukup sekali aja buat produk ini. Apalagi untuk ukuran sabun batang juga dia lumayan mahal.
Ah, Scarlett by Felicya Angelista, siapa sih yang nggak tahu brand bodycare satu ini? Produknya udah banyak banget dibahas di berbagai kalangan, dan klaimnya untuk mencerahkan kulit dalam waktu singkat itu jujur, memang menarik banget. Sebagai pemilik kulit sawo matang, aku gampang banget gosong kalau terlalu terekspos sinar matahari. Kulitku jadi gelap, dan bahkan di beberapa bagian tubuh ada yang belang, dan belangnya itu cenderung lama sekali hilangnya. Maka dari itu aku selalu tertarik dengan produk bodycare yang memang punya tujuan mencerahkan (bukan memutihkan ya) supaya belang di kulitku bisa semakin memudar dan kembali ke warna kulit asliku.
Nah kebetulan nih, aku mendapatkan kesempatan buat cari tahu sendiri secara langsung apakah benar produk-produknya bekerja sebagaimana apa kata orang-orang. Di sini aku dikirimin satu paket rangkaian bodycare dari Scarlett yang terdiri dari body scrub, shower scrub, dan body lotion mereka. Yuk simak reviewnya satu-satu!
Body lotionnya ada dua varian; Romansa dan Charming , shower scrub; Pomegranate, Mango, dan Cucumber , serta body scrubnya dengan satu varian saja yaitu Romansa . Ketiga produk Scarlett ini semuanya mengandung glutathione dan vitamin E yang terkenal bagus untuk mencerahkan, melembabkan, serta menutrisi kulit . Glutathione itu sendiri adalah antioksidan alami yang ditemukan dalam sel manusia yang menetralkan radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi tubuh. Dia juga dapat mencerahkan kulit dengan mengubah melanin menjadi warna yang lebih terang dan menonaktifkan enzim tyrosinase, yang membantu menghasilkan pigmen.
Baik varian Charming, Romansa, atau Fantasia, semuanya sama-sama memiliki fungsi untuk membantu mencerahkan kulit, makanya kenapa mereka bisa bekerja lebih efektif kalau dipakai berbarengan dalam satu rangkaian. Oh iya, semua produk Scarlett Whitening juga sudah terdaftar di BPOM, tidak dites pada binatang, dan harganya masing-masing hanya Rp 75.000 saja . Sayangnya sih entah kenapa bagian ingredients listnya malah ditutupi label, jadinya kan kita konsumen nggak bisa lihat secara langsung dan harus lihat di internet.
Baca juga: Love Beauty & Planet Coconut Water and Mimosa Flower Lotion & Body Wash Review
Baca juga: Love Beauty & Planet Coconut Water and Mimosa Flower Lotion & Body Wash Review
Body Scrub Romansa
Buat yang belum tahu, aku ini pecinta body scrub/lulur. Aku paling suka luluran karena rasanya satisfying banget ngelihat sel-sel kulit mati berjatuhan pas digosok. Kebetulan karena aku sendiri orangnya gampang berkeringan dan punya banyak aktivitas di luar ruangan, jadinya kotoran dan sel kulit mati bisa menumpuk dengan cepat. Jadi dalam seminggu itu aku bisa scrubbing badan tiap dua hari sekali. Waktu tahu di dalam paketnya ada body scrub, aku excited banget buat nyobain, karena penasaran sama performanya. Tekstur body scrub Romansa ini kering, jadi dia bukan tipe scrub yang basah gitu. Dan karena tipenya ini kering, jadinya dia bisa efektif banget buat ngangkat sel kulit mati dan daki di kulit . Kalau yang tipe scrub basah biasanya nggak terlalu kuat, dan aku sendiri juga prefer yang tipenya kering. Dari wangi sih menurutku dia kayak bedak bayi gitu, enak dan wanginya bertahan lama di badan bahkan setelah dibilas dengan sabun. Aku pakainya selalu dalam kondisi kulit masih kering, jadi sebelum mulai mandi aku scrubbing badan dulu pakai body scrub Romansa. Setelah diratakan ke seluruh badan, baru digosok dan nanti sel kulit mati bakal berjatuhan deh.
Oh iya, untuk teman-teman yang punya kulit sensitif, mungkin harus pelan-pelan ketika pakai body scrub ini karena butiran scrubnya yang besar-besar bisa bikin kulit jadi merah-merah. Digosoknya pelan-pelan aja, atau kalau terlalu kering dan bikin perih di kulit, bisa dikasih air sedikit baru scrubbing seperti biasa. So far aku suka sama performanya, cuma yang bikin repot sih dia susah dibilas dan residunya bikin licin banget di kulit .
Baca juga: Lulur Madu Olive & Honey Rice Scrub by Ibu Soraya Review
Baca juga: Lulur Madu Olive & Honey Rice Scrub by Ibu Soraya Review
Shower Scrub Pomegranate
Nah, kalau si shower scrub ini agak membingungkan sih. Visualnya cantik banget ngomong-ngomong, karena sabunnya warnanya pink terus di dalamnya ada butiran scrub biru sama ungu gitu, so cute! Wanginya mengingatkanku sama sabun anak-anak, bahkan pacarkupun bilang aku wanginya kayak anak-anak haha. Dia bukan jenis sabun yang susah dibilas, jadi nggak akan bikin kulit lengket setelah mandi. Aku tahu banyak orang yang nggak suka tipe sabun seperti itu. Setelahnya agak bikin kulit kering , jadi aku saranin langsung pakai body lotion aja.
Walaupun namanya shower srub, tapi sejujurnya aku kurang merasakan efek scrubbingnya. Mungkin karena aku sudah terbiasa pakai scrub yang butirannya besar-besar kali ya. Kalau body scrub Romansa dirasa masih terlalu harsh di kulit, bisa sih cobain pakai shower scrubnya karena dia menurutku cukup mild. Wanginya nempel banget di kulit , tapi beberapa jam kemudian bakal memudar perlahan sih.

Body Lotion Charming
Nah, mungkin ini bagian yang paling ditunggu-tunggu karena body lotionnya ini yang paling dicari sama orang-orang karena klaim mencerahkannya yang instan. Kalau yang aku lihat sih selama ini, dia memang bisa bikin kulit kelihatan cerah langsung setelah pemakaian, karena body lotionnya itu sendiri ada efek tone upnya. Walaupun awalnya aku sempat ragu sih karena kulitku kan termasuk sawo matang, dan kebanyakan produk bodycare yang punya efek tone up biasanya either bakal bikin aku kelihatan abu-abu, atau malah nggak kelihatan tone up sama sekali. Body lotion Scarlett ini tapi surprisingly bisa kelihatan tone upnya di aku. Dia juga nggak lengket sama sekali ketika diapply ke kulit, dan wanginya itu lho, aduh… enak banget! Body lotionnya yang varian Charming ini banyak yang bilang wanginya mirip banget sama parfum Baccarat Rouge 540 EDP . Aku sendiri belum pernah cium wangi Baccarat kayak apa, jadi nggak bisa mengkonfirmasi, tapi memang enak banget wanginya. Manis, dan ngasih kesan mewah banget. Wanginya itu tahan lama banget bahkan waktu malam mau tidur aku pakai, paginya masih harum semerbak.
Lotionnya juga ada safety locknya , jadi kalau mau kalian bawa-bawa travelling, dia sangat handy karena nggak perlu khawatir bakal tumpah kemana-mana karena nggak sengaja kedispense. Sayangnya, body lotion ini nggak terlalu melembabkan di kulitku :( Bahkan setelah dipakai berlayer-layer pun rasanya tetap kurang melembabkan. Kulitku masih sering pecah-pecah dan ngelupas.

Aku sudah pakai ketiga rangkaian produk Scarlett ini selama kurang lebih dua minggu. Aku pakai tiga produk ini religiously setiap hari, dan sejujurnya perubahan yang terlihat di kulit termasuk pelan sekali. Aku coba fokus ke belang di bagian kakiku yang udah lama nggak bisa pudar karena sering terpapar matahari, dan bisa dilihat di foto di atas, belangnya masih ada. Tapi memang lebih pudar dan kondisi kulit kakiku juga kelihatan membaik karena di foto pertama, bagian kulit yang menggelap kelihatan kering banget dan pecah-pecah, sementara di foto kedua sudah jauh lebih sehat dan nggak pucat lagi.
At the end of the day, masih banyak faktor yang menentukan produk mencerahkan seperti ini buat bekerja secara maksimal. Seperti warna kulit alami kita sendiri, dan faktor ekesternal lainnya. Kebetulan memang aku ini kan sudah dari sananya sawo matang, jadi pasti ada batasan seberapa bisa badanku jadi cerah. Ada beberapa cara yang bisa dibarengi ketika sedang fokus mencerahkan atau mengembalikan warna kulit:
- Pakai perlindungan physical seperti: baju lengan panjang/sarung tangan, topi, kaos kaki
- Sebisa mungkin mencari tempat teduh ketika ada matahari
- Rutin scrub badan 2-3x seminggu agar sel kulit mati dan kotoran terangkat, sehingga body lotion yang dipaka ke badan bisa bekerja lebih maksimal
Kalau ditanya mana yang paling jadi favorit, aku pilih body scrub sama body lotionnya karena aku suka scrubbing dan wangi body lotionnya yang tahan lama bikin aku jadi nggak perlu pakai parfum hihi. Kalian bisa dapatkan semua produknya di Instagram mereka di @scarlett_whitening!
Halo semuanya, selamat hari Jumat! Wow, nggak kerasa udah mau weekend lagi. Ada rencana apa nih buat weekend nanti? Kalau aku sih masih harus berkutat sama skripsi jadi bakal banyak menghabiskan waktu di depan laptop dan mungkin sesekali skripsian di cafe. Untungnya di Jogja kalau nyari cafe nggak susah karena udah menjamur di mana-mana hehe.
Postingan hari ini mungkin akan cukup panjang, jadi kalian bisa baca sambil bawa cemilan biar lebih nyantai hihi. Beberapa minggu lalu aku dihubungi sama team dari Sugarpot buat nyobain produk-produk mereka. Buat yang belum tahu apa itu Sugarpot, mereka adalah brand lokal yang fokus soal bodycare terutama soal waxing. Aku sendiri sebelum ditawarin sama Sugarpot, belum pernah coba waxing baik di salon ataupun waxing sendiri di rumah. Selama kalau buat menghilangkan bulu-bulu yang tidak diinginkan pasti aku cukur, cuma cukur itu sendiri kan bikin kulit jadi menggelap. Makanya kenapa aku excited buat nyobain karena banyak yang bilang waxing itu nggak bikin kulit jadi menggelap dan tumbuhnya bulu-pun jadi lebih lama dibanding dicukur.
Ngomongin soal waxing, Sugarpot ini punya perawatan sebelum dan sesudah waxing-nya. Kalau kalian beli waxing kit dari mereka, bakal dikasih panduannya jadi buat yang baru waxing pertama kali nggak bakal dibikin bingung. Nah postingan kali ini aku bakal jelasin produk apa aja yang kamu butuhkan buat waxing sendiri di rumah.
1. Scrub kulit sebelum waxing
Produk pertama yang mau aku jelasin adalah Tish body scrub. Ini body scrub tapi bukan sejenis lulur tradisional Indonesia gitu, jadi nggak bisa bikin daki-daki di kulit jadi visibly luntur. Dari Sugarpot sendiri merekomendasikan buat kita ngescrub bagian kulit yang mau diwaxing supaya mempermudah proses pencabutan bulunya nanti.
Kemasannya udah lengkap semua informasinya, mulai dari ingredients sampai cara penggunaannya juga udah tertera jadi kalian nggak akan bingung. Seperti namanya, Sugarpot memang speciality-nya ya penggunaan gula di produk-produk mereka, jadi Tish body scrub ini ingredients utamanya terbuat dari gula.
Teksturnya lengket banget, benar-benar padat kayak gula dicampur madu. Baunya manis jasmine kayak bau spa mahal hahaha. Pokoknya bikin rileks banget deh wanginya. Waktu digosok ke tangan, nanti butiran scrubnya bakal meleleh perlahan, bikin aku pengen makan sumpah. Scrubnya termasuk kasar, jadi kalau kalian punya kulit badan yang lumayan sensitif, gosoknya harus hati-hati karena gesekannya lumayan terasa banget. Dan seperti yang aku bilang sebelumnya, ini nggak bisa angkat daki gitu ya, dia cuma melembutkan aja. Bersihinnya juga gampang banget, dan setelahnya bikin kulit jadi lembab.
2. Get your wax ready!
Setelah selesai discrub, lanjut deh ke acara utamanya alias waxing! Aku yakin banyak dari kalian yang masih ragu banget buat ngelakuin waxing. Dibandingkan sama shaving memang lebih sakit waxing sih. Tapiii, that's what I'm here for, buat menjelaskan ke kalian sebetulnya gimana rasanya waxing sendiri. Akupun awalnya nggak berani buat waxing sendiri, takut hasilnya nggak maksimal karena tarikanku nggak kuat. Kalau ditanya sakit atau nggak, dari skala 1 sampai 10, rasa sakitnya cuma 3, dan itupun juga sakitnya cuma dua detik pasca dicabut waxnya.
Seperti ini penampakan sugar wax-nya. Super duper lengket dan wanginya persis kayak strawberry, karena punyaku ini yang varian strawberry hehe. Sugarpot punya beberapa pilihan wangi buat sugar wax mereka. Kalau nggak salah ada yang honey sama matcha deh. Nggak ada bedanya selain beda di wanginya aja.

Waxing strips ini bakal kalian dapat barengan kalau kalian beli sugar wax-nya, jadi nggak perlu beli terpisah. Aku nggak tahu ya kalau beli sendiri dapat berapa (karena semua produk di sini kan dikasih ke aku), tapi harusnya sama aja ya. Isinya banyak banget, dan kalau kalian pikir bakal boros pakai waxing strips ini, kamu salah besar. Karena mereka bisa dicuci dan nggak bakal gampang hancur kayak kapas atau kertas biasa. Mereka benar-benar bisa dicuci sampai bersih, dijemur sampai kering, terus dipakai lagi, nggak masalah! Aku sempat tanya sama pihak Sugarpot-nya, ini maksimal bisa dipakai berapa kali, dan kata mereka nggak ada batasan pastinya, pokoknya sampai stripsnya rusak aja hehe. So far udah 4 kali waxing dan aku masih pakai waxing strips yang sama dari awal.
Ada beberapa tips yang tertera di guide-nya Sugarpot, salah satunya adalah memastikan panjang pendeknya bulu harus pas. Alias nggak boleh kepanjangan dan kependekan, kalau nggak nanti bakal nggak maksimal dicabutnya. Pertama kalinya aku waxing aku nggak mengindahkan tips itu dan benar aja, nggak semua bulu kecabut haha. Jadi harus digunting dulu sampai panjangnya pas, baru dicabut.
Ada beberapa tips yang tertera di guide-nya Sugarpot, salah satunya adalah memastikan panjang pendeknya bulu harus pas. Alias nggak boleh kepanjangan dan kependekan, kalau nggak nanti bakal nggak maksimal dicabutnya. Pertama kalinya aku waxing aku nggak mengindahkan tips itu dan benar aja, nggak semua bulu kecabut haha. Jadi harus digunting dulu sampai panjangnya pas, baru dicabut.
3. Menenangkan kulit pasca waxing
Step berikutnya setelah selesai waxing adalah memastikan kulit kita nggak iritasi, terutama buat yang baru pertama kali waxing. Akupun waktu pertama waxing langsung kulit rasanya agak panas dan perih gitu, apalagi kalau waxingnya dekat-dekat waktu menstruasi jadinya kulit jadi lebih sensitif. Sugarpot juga punya soothing mist yang ditujukan khusus buat menenangkan kulit kita pasca waxing. Soothing mist ini benar-benar bikin dingin dan enak banget di kulit. Rasanya sampai mau aku semprot ke muka haha.
Kalau step yang keempat ini nggak harus sih, cuma aku sendiri pakai setiap hari karena dia termasuk perawatan badan yang memang aku perlukan karena ada beberapa daerah lipatan yang lumayan gelap terutama bagian underarm karena selama ini aku shaving dan seperti yang aku bilang sebelumnya, shaving bikin kulit menggelap. Ini nggak untuk muka ya jadi memang terbatas buat badan aja.
Krimnya ini wanginya persis kayak body lotion Nivea, dan teksturnya lumayan thick. Aku biasanya pakai krim ini dulu, baru kalau udah kering dilanjut pakai deodorant. Jadi nggak langsung ya. Kalau buru-buru ya kadang nggak pakai juga. Mungkin kalau dirutinin bakal ngaruh, karena selama pakai krim ini aku kurang bisa melihat perubahan yang signifikan di area kulit yang gelap.
Sekali lagi mau berterima kasih sama team dari Sugarpot karena udah mengenalkan aku sama waxing. Ternyata waxing di rumah nggak semenakutkan yang dibayangkan haha. Buat teman-teman yang mau coba sendiri juga bisa langsung cek Instagram mereka di @sugarpot.
4. Cerahkan kulit yang menggelap
Kalau step yang keempat ini nggak harus sih, cuma aku sendiri pakai setiap hari karena dia termasuk perawatan badan yang memang aku perlukan karena ada beberapa daerah lipatan yang lumayan gelap terutama bagian underarm karena selama ini aku shaving dan seperti yang aku bilang sebelumnya, shaving bikin kulit menggelap. Ini nggak untuk muka ya jadi memang terbatas buat badan aja.
Krimnya ini wanginya persis kayak body lotion Nivea, dan teksturnya lumayan thick. Aku biasanya pakai krim ini dulu, baru kalau udah kering dilanjut pakai deodorant. Jadi nggak langsung ya. Kalau buru-buru ya kadang nggak pakai juga. Mungkin kalau dirutinin bakal ngaruh, karena selama pakai krim ini aku kurang bisa melihat perubahan yang signifikan di area kulit yang gelap.
-----
Sekali lagi mau berterima kasih sama team dari Sugarpot karena udah mengenalkan aku sama waxing. Ternyata waxing di rumah nggak semenakutkan yang dibayangkan haha. Buat teman-teman yang mau coba sendiri juga bisa langsung cek Instagram mereka di @sugarpot.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons