Showing posts with label BLP Beauty. Show all posts
Showing posts with label BLP Beauty. Show all posts
Aku udah sering cerita kan kalau aku dulu waktu kecil nggak suka pakai make-up? Tiap aku didandanin di acara keluarga sama ibu-ibu make-up, aku langsung nangis karena jaman dulu tuh tukang dandan kayaknya cuma punya satu shade foundation gitu sementara kulitku sawo matang. Jadilah pas foto keluarga, mukaku kelihatan mengerikan karena warna kulit mukaku nggak match sama badan, plus flashback banget 😅 Kebayang nggak putihnya kayak apa? Nggak wajar banget, udah persis badut. Sejak saat itu aku selalu nolak dimake-upin orang.
Salah satu hal yang aku takutkan selain foundation yang nggak match warna kulit adalah blush. Dulu aku selalu dikasih warna blush yang menor banget, hampir kayak blushnya Jeng Kelin. Tapi seiring berjalannya waktu, aku belajar sendiri nontonin review dan tutorial di Youtube, gimana milih shade foundation termasuk blush yang bisa compliment sama skin tone aku, aku jadi ketagihan banget pakai blush. Menurutku blush itu ngebantu banget buat bikin muka kita kelihatan fresh. Apalagi kalau misalnya kita tipe yang jarang pakai make-up full face seperti eyeshadow atau eyeliner gitu. Blush benar-benar ngebantu banget biar muka nggak kelihatan dull.
BACA JUGA: ARRA Beauty Kiss My Blush Shade Dayak Review
Kalau ngomongin blush, sebenarnya pengalamanku tuh belum seberapa lah ya untuk bisa dibilang blush junkie. Kalian bisa cek aja label blush di blog ini, masih bisa dihitung jari juga berapa produk produk yang udah pernah aku cobain hehe. Tapi lumayan lah, aku udah nyobain blush dalam formula yang berbeda-beda mulai dari powder, cream, sampai yang bakal aku bahas hari ini yaitu liquid blush. Dari pertama keluar aku udah lumayan ngincer Cheek Stain-nya BLP ini, cuma karena waktu itu blush aku belum habis jadi aku masih nunda-nunda, sampai akhirnya aku terlalu penasaran dan akhirnya check out juga. Kalau nggak salah waktu itu lagi ada diskon juga deh kayaknya.
Aku udah banyak baca review positif soal BLP Cheek Stain makanya aku mantap aja check out karena mau buktiin sendiri gimana performanya. Aku pilih yang shade Butterscotch karena menurutku shade ini yang paling safe kalau buat skin tone aku. Aku sendiri memang prefer warna-warna blush yang cenderung warm tone atau nude. Aku kurang sreg kalau shadenya ke arah pink atau merah karena aku suka mukaku kelihatan kayak sunkissed gitu haha. Selama pengalamanku juga blush yang shadenya warm tone bikin muka kelihatan lebih fresh ketimbang yang pink atau merah.
Sejauh ini untuk liquid blush sendiri aku baru coba dua kali dan BLP ini yang kedua. Kalau yang pertama itu blush dari O.TWO.O yang sempat ngetrend banget beberapa waktu lalu. Aku bahkan sampai punya dua shadenya saking murahnya mereka haha. Tapi ternyata aku kurang suka sama O.TWO.O karena mereka ada sheennya dan lumayan visible gitu. Dulu aku belum terlalu suka sama blush yang formulanya shimmery (kalau sekarang malah sukanya shimmery karena makin kelihatan glowing). Jadi sebetulnya untuk pembanding aku belum ada banyak.
BLP Cheek Stain ini ujung mulut botol buat ngeluarin produknya lancip jadi bisa lebih concentrated nggak gampang beleberan kemana-mana. Cuma nggak tahu kenapa nih padahal dia tuh jarang aku pakai tapi dari pertama beli sampai sekarang agak susah buat dikeluarin, kayak produknya tuh tinggal sedikit gitu lho wkwkwk.

As always, foto swatch ini nggak aku pakaikan filter jadi itulah warna aslinya walaupun balik lagi sih pengaruh monitor masing-masing, tapi intinya swatch ini nggak aku edit tonenya. Beda dari waktu aku cobain blushnya O.TWO.O, kalau BLP ini walaupun di swatch sebelah kiri dia kelihatan bold gitu, tapi sekalinya diblend ke kulit, dia bakal kelihatan pudar banget. Menurutku dengan performa kayak gini dia jadi lumayan fool proof alias siapapun bisa pakai sekalipun kita baru pertama kali coba pakai liquid blush. Buat aku pribadi butuh beberapa kali apply sebelum akhirnya blush ini kelihatan di pipi karena memang dia sheer banget finishnya. Aku juga rekomendasiin kalian buat blend blush ini pakai beauty sponge aja ketimbang pakai tangan langsung. Tanganku tiap dipakai ngeblend BLP Cheek Stain cepat banget keriputnya wkwkwk.
Untuk performanya sendiri dia gampang ilang, apalagi kalau sampai berjam-jam setelahnya. Aku suka udah nggak ngeh pas mau bersihin muka, lah blushnya kemana ya haha udah nggak ada di muka. Walaupun begitu kalau kalian baru banget mau coba pakai blush dengan formula liquid, menurutku ini cukup oke buat dicoba sih karena itu tadi, dia nggak langsung pigmented warnanya jadi gampang diatur mau seberapa kelihatan.
Setelah kemarin aku review tentang foundationnya BLP, aku baru sadar pas lagi nulis kalau aku belum pernah review loose powder-nya. Salah satu alasannya adalah karena fotonya banyak banget hahaha. Pas mau diedit udah pusing duluan buat milih fotonya. Tapi akhir-akhir ini aku bertekad buat sesegera mungkin menyelesaikan semua postingan yang selama ini ketunda di draft. Capek juga soalnya lihat draft yang numpuk nggak ketulis-tulis huhu.
Anyway, ini kayaknya produk kedua dari BLP Beauty yang aku beli hasil keracun banyak teman-teman di Instagram. Bahkan ada salah satu mutualku yang sampai udah habisin loose powder ini sampai 3 jar! Bukti itu cukup bikin aku ngerasa yakin buat akhirnya check out bedak ini di Sociolla.
Pilihan shadenya super duper terbatas waktu aku pertama beli, cuma ada dua kalau nggak salah, Light Beige sama Medium Beige. Well, karena mereka ini lebih ke translucent powder, jadi sejujurnya nggak masalah sih kalau pilihan shadenya sedikit. Tapi baru-baru ini kalau nggak salah BLP udah nambahin shadenya jadi 4, ketambahan Beige sama Sand Beige sebagai shade paling gelapnya.
Salah satu yang jadi perhatianku adalah kemasannya yang menurutku visioner hahah. Biasanya permasalahanku sama loose powder itu adalah dia suka nggak travel friendly. Kalau di perjalanan jarnya kebolak balik, pas dibuka suka tiba-tiba udah tumpah kemana-mana aja. Tapi bedak ini punya separator yang sangat amat berguna sebagai tindakan preventif ketika dia dibawa bepergian. Udah gitu bentuk lubangnya bukan dari plastik tapi dari kain mesh, dan selama ini kainnya nggak bikin butiran powdernya gampang terbang kemana-mana, jadi dia kayak lumayan nahan gitu lho. Oh iya baru ingat, awalnya pas beli ada puffnya buat apply bedak tapi karena aku prefer brush jadi puffnya aku buang wkwk.
BACA JUGA: BLP Face Base Foundation Shade W30 Review
Tekstur bedaknya super duper lembut, dan memang nggak ngasih terlalu banyak pigmen jadi seperti yang aku bilang sebelumnya, nggak akan masalah sih kalau misalnya dirasa si bedak ini warnanya kayak terlalu terang di kulit. Terus dalam bedaknya juga pakai mesh alias jaring-jaring, bukan plastik pemisah bolong-bolong biasa dan menurutku ini lebih memudahkan buat ngeluarin bedaknya dibanding pakai modelan plastik gitu.

Sebagai orang yang nggak terlalu suka pakai bedak, loose powder BLP ini mematahkan semua keraguanku dengan mudah. Mereka benar-benar bisa bantu complexion kelihatan lebih matte, oil controlnya juga bagus banget, nggak kelihatan dead-matte tapi cukup untuk menahan muka supaya nggak kelihatan super shiny kayak kilang minyak selama berjam-jam, dan dia juga lumayan menyamarkan pori-pori. Aku udah coba pakai loose powder ini sama foundation dari brand yang beda-beda dan performanya selalu sama bagusnya. Jadi udah terbukti kalau dia memang bagus! Menurutku dia worth to try banget, apalagi kalau kalian tipe yang males banget pakai bedak karena akupun juga dulu begitu sebelum ketemu BLP loose powder.
Waktu BLP release teaser soal produk terbaru mereka, kelihatan banget kalau mereka pada akhirnya akan keluarin rangkaian complexion product setelah udah ada pendahulunya si translucent face powder. Salah satu step dalam make-up yang aku suka selain ngalis adalah pakai foundation. Menurutku rasanya satisfying banget waktu ngeblend foundation dan perlahan kulit yang tadinya nggak sama warnanya jadi kelihatan menyatu.
Awalnya sih cuma kepengen biasa aja, nggak ngoyo haru beli saat itu juga, tapi nggak tahu kenapa kok tiba-tiba sebelum aku balik ke Bekasi, aku malah beli dia waktu main ke toko offlinenya BLP di Jogja. Awalnya padahal nyari pensil alisnya (yang akhirnya kebeli juga haha) tapi pas lihat ternyata baik foundation dan concealernya udah sama-sama ready di toko aku langsung lupa tujuan utamaku. Ini pertama kalinya aku beli produk mendekati waktu launching di mana belum banyak review bermunculan.
Untuk shade foundationnya sendiri ada 5 pilihan; W10, W20, N20, W30, dan C30 sebagai shade paling gelapnya. Aku sendiri tadinya mikir bakal pakai C30 setelah lihat dari foto swatch yang ada di Instagram resmi BLP Beauty, tapi ternyata pas nyoba swatch di tokonya langsung, shade C30 terlalu gelap di kulitku. Akhirnya sama mbak yang jaga disaranin buat pilih shade satu tingkat di atasnya yait W30, dan ternyata cocok! Aku tanya sama mbaknya dia bakal oxidize apa nggak, dan katanya sih iya. Shade W30 ini sendiri udah kelihatan dari warna labelnya ya, punya yellow undertone dan diperuntukkan untuk pemilik kulit sawo matang atau medium tan. Menurutku dengan pilihan shade yang sekarang sih masih kurang bisa memenuhi standard kulit Indonesia yang cenderung sawo matang, tapi aku harap ke depannya BLP bisa nambahin shade lainnya supaya bisa menjangkau lebih banyak warna kulit.
BACA JUGA: BLP Brow Definer Shade Ash Brown Review
Berikut beberapa klaim yang tertulis di body foundationnya. Foundation ini diklaim nggak bikin berat di muka, punya finish yang semi-matte (jadi nggak akan terlihat dead matte yang flat, masih akan kelihatan glownya), dan punya coverage light to medium. Setelah selama ini nyobain foundation dari berbagai merk, aku nggak masalah mau finishnya matte atau dewy, yang mana aja aku suka. Malah sejujurnya aku prefer face base yang nggak terlalu mattifying sampai muka kelihatan datar banget kayak kertas HVS, karena kalau udah begitu harus kerja ekstra buat bikin muka lebih berdimensi dengan bronzer, highlighter, dll. Meanwhile aku sukanya make-up yang aku pakai lebih untuk enhancing apa yang udah ada aja.
Kemasannya juga cantik banget, simple, khas BLP. Botolnya mirip kemasan lip product mereka cuma versi gedenya aja haha. Concealernya pun aku lihat juga punya desain yang sama kayak foundationnya. Banyak yang bilang mirip Fenty Beauty, tapi menurutku nggak juga sih karena toh dari awal BLP muncul juga desain packaging mereka udah begini. Justru riskan kalau mereka mau coba terlihat revolusioner dengan mengganti packaging dengan bentuk atau kombinasi warna yang berbeda karena nggak akan kelihatan BLP-nya. Untuk harga di bawah Rp 200.000, aku bersyukur produk ini udah ada pumpnya wkwk. Kalau nggak dapat pump mah bakal sedih banget :( Oh iya, karena bahan botolnya yang doff, jadi warna produk sama label di bawah botolnya akan kelihatan beda. Saranku tetap kalau kalian mau beli, coba diswatch dulu, terus diamkan sampai beberapa lama (mungkin sambil pergi jalan) buat lihat gimana dia ngeset di kulit.
Waktu awal swatch di tangan setelah produknya sampai, aku agak kaget karena dia berubah jadi gelap banget dari pertama kali diswatch. Aku pikir itu namanya oxidize, tapi ternyata foundationnya cuma ngeset aja di kulit. Oxidize itu ketika si foundie udah nempel di muka, dipakai sampai berjam-jam kecampur oksigen, debu, polusi dll, baru kelihatan deh itu oxidize apa nggak. Setelah beberapa kali test drive di rumah (karena lagi pandemi jadi nggak banyak pergi keluar) dia perlahan-lahan jadi foundation favoritku. Teksturnya cair, dan sesuai klaimnya dia memang lightweight, jadi nggak bikin berat di muka, sehingga kalau kalian tipe orang yang punya kegiatan mengharuskan pakai foundation setiap hari, menurutku ini bisa jadi opsi baru buat kalian.
Coveragenya juga sama seperti klaimnya, light to medium. Aku sendiri biasanya cukup pakai satu layer aja juga udah cukup untuk nutupin bekas jerawat yang nggak terlalu gelap. Tapi kalau kalian punya banyak PIH, kemerahan, gitu-gitu mungkin akan butuh lebih banyak layer. Foundation ini buildable tanpa bikin muka kelihatan cakey. Sayangnya kalau kulitku lagi ada dry patches, foundation ini bisa nempel dan bikin tekstur muka di area tersebut jadi lebih kelihatan. Jadi aku harus memastikan kulitku lembab dan well-prepped sebelum pakai foundation ini. Dia juga harus benar-benar diblend dengan baik, kalau nggak justru akan kelihatan patchy di kulit.
Yuhuuu, apa kabar teman-teman! Weekend udah berlalu dan udah Senin lagi aja. Semoga kalian yang harus bekerja di kantor dan belum bisa stay di rumah bisa tetap semangat dan jangan lupa protokol kesehatannya ya. Buat yang bisa diam dulu di rumah, please jangan gratilan dan pecicilan tergoda buat ikut-ikutan keluar dulu kalau nggak ada perlu.
Selama masa pandemi ini aku lumayan sering main "makeup-makeupan" di rumah karena, well, nggak ada kerjaan lain juga haha. Waktu masih di kos sih main makeup sambil sekalian bikin konten buat Youtube, tapi karena sekarang udah di rumah, dan belum ada tempat yang proper buat jadi "studio" ala ala, jadinya cuma foto-foto aja habis makeup-an habis itu dihapus haha. Well, karena keseringan makeup ini lah aku jadi iseng beli pensil alis baru karena takut pensil alisku habis semua (padahal aku masih ada 3 pensil alis tapi yaudah cari alasan aja supaya pembelanjaanku justified wkwk).
BACA JUGA: ESQA Brow Pomade Shade Dark Brown Review
Pilihanku jatuh sama pensil alisnya BLP yang Brow Definer karena salah satu adik tingkatku ada yang suka sama pensil alis ini karena bentuk pensilnya tipe yang runcing. Kebetulan aku belum pernah coba pensil alis dengan ujung runcing karena selama ini cuma punya yang pipih dan segitiga. Jadi sebelum aku pulang ke Bekasi, aku sempatkan ke toko offlinenya BLP di Jogja karena aku mau lihat langsung pilihan shadenya ada apa aja. Aku kira mereka punya at least 4 shade, tapi ternyata cuma ada dua. Karena rambutku hitam, udah pasti aku pilih shade yang paling gelapnya yaitu ash brown.
Salah satu alasan kenapa aku sebisa mungkin beli sesuatu offline adalah karena aku butuh tahu gimana feelnya ketika aku megang produk tersebut. Aku kira pensil alis BLP ini bakal terasa berat, atau seenggaknya berasa "ada" gitu lho, karena selama ini juga semua pensil alisku bodynya besar-besar (tentunya "besar" dalam ukuran pensil alis ya) tapi BLP punya tipis dan kecil banget, aku sampai khawatir bodynya bisa patah wkwk.
As always, pensil alis ini mekanik, ada dua sisi, satu sisi isinya pensil, satunya lagi spoolie untuk bantu membaurkan produknya di alis. Sebagai mantan pecinta pensil alis raut, aku mulai paham kenapa orang-orang prefer pensil alis mekanik. Mostly karena mereka nggak perlu repot-repot diraut, tapi juga karena nggak butuh bawa-bawa spoolie sendiri lagi walaupun sekarang ini ada juga pensil alis raut yang udah ada spoolienya sendiri.

Setelah aku cobain sendiri ngalis pakai jenis pensil alis yang runcing ujungnya, aku jadi paham kenapa banyak yang suka sama produk ini. Menggambar alis jadi jauh lebih presisi, apalagi buat aku yang take brows very seriously dan suka alis on fleek. Aku dikasih tahu sama mbak-mbak yang jaga kalau formula pensil mereka ini udah seperti brow mascara, jadi bisa sekalian bantu bikin rambut-rambut alis jadi lebih tegak dan tahan lama. Aku udah coba pakai beberapa kali dan formulanya selain waterproof, sweatproof, juga oilproof karena aku tipe yang alisnya juga suka berminyak. Menurutku kalau kalian punya rambut alis yang termasuk tipis, pakai pensil alis BLP ini bakal cukup banget meski tanpa tambahan brow mascara.
Halooo, apa kabar nih teman-teman? Gimana aktivitasnya selama WFH di rumah? Semoga semuanya tetap sehat di tengah wabah Covid-19 ini ya :( Aku sendiri masih stuck di Jogja dan nggak bisa pulang ke Bekasi karena takut nanti pulang malah bawa penyakit karena kebetulan di rumah ada papaku yang punya penyakit diabetes jadi lebih rentan terjangkit. Buat teman-teman yang sekiranya masih bisa kerja di rumah, tolong diikuti anjurannya untuk tetap stay di rumah dan nggak kemana-mana dulu ya.
Postingan hari ini aku mau bahas salah satu lip product yang beberapa bulan terakhir ini jadi andalan ketika dandan, lip gloss! Dulu aku selalu pakai matte lip product, tapi entah kenapa makin ke sini jadi makin suka sama lip gloss. Aku punya bentuk bibir yang lumayan tebal dan kerutan bibirku pun sedikit, jadinya ketika aku pakaikan lip gloss, jadi kelihatan makin full dan sexy aja hahah. Walaupun koleksi lip glossku belum sebanyak lip matte, tapi mereka lebih sering aku pakai karena sering aku jadikan lip topper.
Lip gloss kali ini datang dari salah satu brand lokal kecintaan kita, BLP Beauty. Sebetulnya produk ini udah lama banget nongkrong di koleksi make-upku, cuma dulu aku kurang suka sama hasil foto produknya, akhirnya nggak ditulis-tulis deh reviewnya. Kemarin setelah aku take ulang, akhirnya bisa ngepost juga soal Lip Glaze ini. Cerita sedikit soal kenapa aku beli Lip Glaze, jadi dulu sebelum aku punya Gloss Bomb, aku determined banget buat nyari dupenya, mulai dari brand luar sampai lokal. Di Female Daily waktu itu ada yang share soal Lip Glaze-nya BLP yang shade Sparkling Rose dan dia bilang ini dupe terdekatnya Gloss Bomb. Akhirnya aku beli deh Lip Glaze shade Sparkling Rose, walaupun nggak tahu juga dia beneran dupe Gloss Bomb atau bukan. Sejauh ini sih aku belum pernah benar-benar menyandingkan keduanya one on one gitu buat dilihat mirip apa nggak. Perhaps next time aku bahas lagi di postingan yang berbeda.
Aplikator dari Lip Glaze ini bentuknya doe foot, seperti aplikator untuk liquid lipstick pada umumnya. Sebetulnya aslinya dia warnanya putih, cuma karena sering aku pakai di atas lipstik, jadinya aplikatornya suka berubah-ubah deh warnanya karena kena noda dari lipstik yang kupakai.

Di sini seperti biasa, aku tunjukkan gimana hasilnya Lip Glaze kalau dipakai sendiri dan dijadikan lip topper. Walaupun di botol warnanya peach nude gitu, tapi aslinya dia nggak terlalu ngasih coverage, jadi hasilnya benar-benar sheer. Kalau kalian punya bibir yang pink dan mau pakai sendiri tanpa lipstik, ini cocok banget sih. Cuma kalau kalian punya bibir hitam seperti aku dan nggak terlalu PD pakai lip gloss tanpa lipstik, bisa dijadikan lip topper, justru bakal kelihatan lebih festive karena lip gloss ini nggak cuma ngasih kesan basah, tapi juga kelip karena ada glitter chunksnya walaupun kecil-kecil. Sekilas memang efeknya cukup mirip sih sama Gloss Bomb, cuma dibandingin Gloss Bomb, Lip Glaze ini lebih ringan di bibir dan glitternya juga lebih kecil.
-----
Where to buy? Sociolla
How much? Rp 139.000 (excl. shipping fee)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons