Showing posts with label Eye treatment. Show all posts
Showing posts with label Eye treatment. Show all posts
Menuru kalian eye treatment itu penting nggak sih? Selama ini aku dilema mau mikir ini penting apa nggak. Produk eye treatment pertamaku tuh bentuknya eye patch. Ingat banget dulu tiap lihat eye patch tuh langsung mupeng pengen coba, apalagi eye patch kan dulu tuh bentukannya cantik-cantik ya. Brand eye patch pertama yang aku coba itu dari Heimish. Cantik sih memang, rasanya pengen dilihatinnn aja itu eye patch nggak buat dipakai haha. Tapi kemudian aku bosan pakainya padahal baru beberapa kali aja. Selanjutnya aku dapat lagi eye patch, tapi dari SNP. Sama aja nasibnya kayak Heimish, cuma sempat beberapa kali pakai sebelum kebosanan melanda. Akhirnya sekarang dua produk ini nongkrong aja di pojokan rak nggak tersentuh, bahkan mungkin sekarang udah expired.
Move on dari eye patch, the next eye treatment yang aku coba adalah eye serum dan brand pertama yang aku cobain adalah Lacoco. Sampai produknya habis, aku nggak melihat ada perubahan apapun sama daerah sekitar mataku. Di situ aku semakin bertanya-tanya, apa sih bedanya eye serum sama serum muka biasa? Aku semakin skeptis tiap lihat produk eye treatment. Menurutku dia bukan lagi skincare tersier, tapi benar-benar skintertainment aja alias produk yang benar-benar dibeli kalau gabut aja atau hiburan aja. Nah terus gimana dengan produk dari Avoskin ini? Ngaruh nggak ya, apa sama aja kayak produk eye treatment lainnya yang udah aku coba?
BACA JUGA: Lacoco Intensive Eye Serum Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Avoskin
- Nama produk: Avoskin Advanced Actions Eye Ampoule
- Jenis produk: Eye treatment
- Ukuran: 12 ml
- PAO: 6 bulan
- Harga: Rp 199.000
- Tempat beli: Shopee Official Avoskin
- BPOM: NA18202000165
Aku udah terima produk ini dari lama banget, dan selama itu juga produk ini aku pakai serajin mungkin. Kenapa aku bilang serajin mungkin, karena aku hapal banget dengan diri ini kalau produk-produk eye treatment tuh gampang banget terlupakan. Terutama untuk hari-hari di mana aku malas skincarean lama-lama, maunya yang cepat aja, jadi eye treatment pasti diskip. Atau ya karena memang nggak terbiasa aja pakai eye treatment, jadi suka lupa belum pakai, tapi udah keburu apply moisturizer. Padahal klaim produk ini baru bisa kelihatan hasilnya kalau dipakai rutin selama 28 hari. So take my review with a grain of salt karena aku akui memang aku pakainya seingatnya aja.
Tapi aku cukup kagum dengan diriku sendiri karena berhasil menghabiskan produk ini sampai harus kubuka dulu tutupnya dan aku aduk isinya supaya sisa-sisa produk di pinggiran botolnya bisa ke tengah.
Ingredients: Water, Butylene Glycol, Pullulan, Niacinamide, Propanediol, Sodium Polyacrylate, 1,2-Hexanediol, Caprylhydroxamic Acid, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Lactobacillus Ferment Lysate, Camellia Sinensis Leaf Extract, Punica Granatum Extract, Caprylyl Glycol, Sodium Hydroxide, Lactobacillus Ferment, Acetyl Tetrapeptide-5, Caffeine, Acetyl Hexapeptide-8.
Kayak produk eye treatment pada umumnya, produk ini cara ngeluarinnya tinggal dipump aja. Pumpnya nggak keras, nggak susah juga buat ditakar. Cuma botolnya kalau produknya udah tinggal sedikit jadi susah buat dipump keluar karena tekstur produknya juga yang lumayan heavy, jadi dia nggak mengikuti kontur botol dan bakal stay di situ-situ aja. Kayak yang aku bilang di paragraf atas, harus agak dibuka dan diaduk kalau udah mulai tinggal sedikit supaya produknya rata lagi dan bisa dipump lagi.
BACA JUGA: SNP Red Ginseng Energy Eye Cream Review

Aku udah coba beberapa eye treatment mulai dari eye patch, eye cream, eye serum, dan yang terakhir dari Avoskin ini eye ampoule. Menurutku persoalan eye treatment ini buat tiap orang perjalanannya beda-beda karena seperti yang kita tahu, kulit sekitar mata itu kan sensitif ya, jadi perawatannya harus super hati-hati. Nggak bisa kena produk yang terlalu heavy, ingredientsnya juga jangan yang langsung keras atau abrassive. Dulu aku sempat mikir eye treatment itu sebetulnya produk skincare biasa yang bisa dipakai di daerah wajah lainnya tapi kemudian sadar kalau gimanapun juga memang kulit daerah mata itu beda. Makanya produk eye treatment muncul karena untuk memenuhi kebutuhan itu, terutama buat yang kulit sekitar matanya gampang muncul milia, nggak mungkin kan pakai moisturizer yang berat dipakaikan di sekitar mata.
That being said, eye treatment itu progressnya paling lama dibanding produk lainnya. Harus tahu betul apa concern daerah sekitar mata yang bisa dihandle dengan produk eye treatment dan apa yang nggak bisa diapa-apain. Misal, daerah bawah mata yang gelap karena efek genetik, mau dipakaikan eye treatment apapun juga nggak akan ngaruh karena memang udah genetik aja. Kalau untuk Avoskin Advanced Action Eye Ampoule ini sendiri punya klaim selain untuk mencerahkan, juga untuk menghidrasi kulit supaya nggak muncul kerutan. Dari selama pemakaian aku merasanya dia lebih ke yang kedua, jadi memang menjaga supaya kulit sekitar mata diberikan pelumas, biar garis-garis halus nggak terlalu kelihatan. Tapi kalau dari segi mencerahkannya aku kurang merasakan.
Apakah dengan ini aku jadi tergerak untuk mulai invest di eye treatment? Bisa jadi, kalau memang ada budgetnya. Karena kebanyakan eye treatment harganya lebih mahal ketimbang produk yang diperuntukkan untuk bagian wajah lainnya jadi harus dipikir-pikir dulu. Tapi menurutku kalau memang ada budget, bisa dipikir buat invest ke eye treatment karena ini produk yang hasilnya baru kelihatan nanti di kemudian hari terutama untuk masalah kerutan yang akan muncul seiring bertambahnya umur.
Beberapa waktu lalu aku dikirimin sama Lacoco dua produk mereka, salah satunya adalah Intensive Treatment Eye Serum. Aku udah lama tahu kalau Lacoco punya produk eye serum, tapi jujur aku sendiri jarang tertarik sama eye products karena buatku, they're nice to have, but not necessary . Eye products bukan main concernku, karena aku percaya kalau produk yang bisa dipakai di muka, seharusnya bisa dipakai di daerah mata juga. Walaupun sebenarnya fokus diciptakannya eye products adalah karena kulit di sekitar mata itu lebih tipis dibanding area wajah lainnya, jadinya nggak bisa dipakaikan produk yang terlalu heavy in texture. Makanya kenapa kadang kalau pakai produk yang terlalu berat bisa bikin tumbuh milia di dekat mata.
Tapi kalau tekstur yang jadi masalah, seharusnya nggak perlu sampai sejauh pakai produk yang 'khusus' buat mata aja. Tinggal kita pilah, mana yang teksturnya cukup ringan di dekat mata, dan mana yang terlalu berat. Eh tapi walaupun begitu juga kalau dibolehkan untuk cobain eye products, aku sama sekali nggak menutup diri karena siapa tahu kan produknya beneran bagus dan nyaman di kulit?
Baca juga: Lacoco Watermelon Glow Mask Review
Dari segi packaging, aku suka banget! Karena kemasannya bukan dalam bentuk jar, dia di dalam tube dan cara ngeluarin produknya didispense, bukan harus buka tutup produk gitu biar nggak gampang terekspos udara dan berujung jadi merusak produk. Tubenya sendiri rasanya ringan banget pas dipegang , padahal kukira bakal berat yang ngasih kesan 'mahal' hehe. Isinya 15ml, cuma karena desain kemasannya yang tertutup di sekeliling tube, jadinya nggak bisa dilihat deh isinya seberapa banyak. Aku udah pakai hampir 6 bulan dan sampai sekarang nggak habis-habis, sampai penasaran ini tuh udah tinggal seberapa sih
Produk ini mengandung vitamin A, C, dan antioxidant dengan fokus klaimnya lebih ke arah kerutan dan garis halus , jadi bukan untuk mencerahkan daerah bawah mata yang gelap ataupun puffiness. Teksturnya gel bening, dan rasanya memang sangat amat melembabkan di kulit. Dia juga mudah diratakan, cepat meresap ke kulit, dan nggak bikin lengket sama sekali.
Baca juga: SNP Red Ginseng Energy Eye Cream

Seperti yang udah aku bilang, aku udah pakai produk ini hampir 6 bulan dan sejauh ini nggak ada perubahan yang berarti untuk daerah bawah mataku. Sebenarnya aku punya sedikit garis halus memang, cuma belum terlalu ketara. Dan untuk bagian bawah mata yang gelap, aku percaya nggak banyak produk yang bisa menangani hal itu karena faktor genetik berperan besar. Banyak yang mengira bagian bawah mata kita hitam karena kurang istirahat, tapi sebetulnya itu karena bagian mata kita nggak ada tulang di bawahnya. Struktur tulang seperti itu udah bawaan genetik, jadi kalau mau rely on eye products buat benar-benar menghilangkan mata panda, ya nggak bisa.
At the end of the day, dia aku pakai buat bagian wajah lainnya seperti sekitar mulut dan dahi karena dua tempat itu lebih rentan muncul kerutan dan garis halus. Entah beneran ngaruh atau nggak, cuma sampai sekarang sih kulit masih halus dan plump. Masih wondering kapan eye serum ini akan habis karena rasanya nggak habis-habis! xD
-----
Where to buy? lacocooriginal @ Shopee
How much? Rp 180.000 (excl. shipping fee)
Kalau kemarin aku sudah ngebahas soal eye patch-nya, kali ini aku akan membahas satu produk yang juga membantu kinerja dari SNP Ruby Nutrition Eye Patch buat merawat bagian bawah mataku selama beberapa minggu terakhir ini. Jadi selain dikirimin eye patch, kemarin aku juga dapat eye cream yakni SNP Red Ginseng Energy eye cream. Aku excited banget buat cobain karena sebelumnya aku belum punya eye cream, jadi ini pertama kalinya cobain. Dari pihak SNP sendiri bilang kalau penggunaan eye cream dan eye patch berbarengan secara rutin bakal membantu banget dalam merawat bagian bawah mata, baik untuk menghidrasi ataupun mencerahkan.
Baca juga: SNP Ruby Nutrition Eye Patch Review
Ingredients: Water, Dipropylene Glycol, Glycerin, Isohexadecane, Triethylhexanoin, Glyceryl Stearate, Dipentaerythrityl Pentaisononanoate, Niacinamide, Cetearyl Alcohol, Butylene Glycol, Theobroma Cacao (Cocoa) Seed Butter, Butyrospermum Parkii (Shea Butter), Stearic Acid, PEG-40 Stearate, Phenoxyethanol, Trehalose, Sorbitan Sesquioleate, Dimethicone, PEG-100, Stearate, Carbomer, Tromethamine, Parfum, Tocopheryl Acetate, Adenosine, Disodium EDTA, Sodium Hyaluronate, Gastrodia Elata Root Extract, Ethylhexylglycerin, Gold, Hydrolyzed, Ginseng Saponins, Acetyl Hexapeptide-8, Caprylyl Glycol, 1,2-Hexanediol, Palmitoyl Pentapeptide-5.
Eye cream ini dikemas dalam kemasan tube dengan ujung botol yang berbentuk runcing untuk memudahkan mengeluarkan produk dari dalam botol. Nah, kandungan red ginseng di dalam produk eye cream ini dapat membantu kulit terlihat lebih sehat dan lembab dengan merawat kulit yang kendur di daerah bawah mata sehingga kembali kencang dan lembut.
Baca juga: SNP Bird's Nest Water Sleeping Pack Review

Wanginya seperti aroma ginseng tapi bukan ginseng asli jadi kesannya artificial. Aku sih fine-fine aja sama wanginya, karena dia nggak terlalu strong juga baunya. Teksturnya cream yang ringan, gampang dibaurkan ke kulit dan menyerapnya juga cepat. Dia sama sekali nggak lengket atau bikin daerah bawah mata terasa pekat gitu, jadinya nggak berat dibawa tidur. Percaya atau nggak aku bahkan pakai eye cream ini juga di pagi hari haha. Karena sesuka itu sama efeknya yang menghaluskan dan melembabakan, apalagi sebagai skin prep sebelum pakai concealer.

Pemakaian rutin selama 2 minggu
Selama dua minggu pakai rutin pagi dan malam hari, plus malamnya juga aku pakai eye patch-nya SNP yang Ruby Nutrition, aku belum merasa ada perubahan signifikan sama kondisi bawah mataku. Kebetulan memang aku belum ada garis halus yang memang kentara, jadi cuma agak gelap aja. Dan so far ya belum terlihat ada peningkatan sama warna kulitku. Eye cream ini juga nggak bikin mata jadi perih, karena memang sudah seharusnya ya namanya produk untuk mata, jadi dia pasti nggak bikin perih mata juga.
-----
Aku belum bisa bilang produk ini recommended atau nggak, karena seperti yang aku tulis di atas, aku sendiri belum merasakan perubahan yang signifikan. Cuma selama pakai produknya, aku cukup suka dengan pengalaman selama pemakaian karena bikin daerah sekitar mata jadi lebih lembab dan adem. Mungkin untuk lihat efeknya harus coba lihat dalam beberapa bulan dengan pemakaian rutin.
Visit SNP:
Salah satu problem kulit yang aku punya adalah area di bawah mata yang cukup gelap. Berkantung sih nggak, tapi memang udah lama banget bawah mataku gelap. Mungkin karena efek kurang tidur. Maklum, mahasiswa tingkat akhir yang masih harus selesain skripsi hihi. Jadi hari ini aku akan review salah satu produk mata yang aku dapat dari SNP beberapa waktu lalu yaitu SNP Ruby Nutrition Eye Patch. Sebelumnya aku juga udah pernah review eye patch tapi dari Heimish. Dan aku penasaran beda nggak ya performa sama si SNP ini.
Mungkin dari kalian masih ada yang bertanya-tanya, eye patch itu apa sih? Dan apa dia cuma bisa dipakai di bawah mata? Mengutip dari salah satu artikel di Fimela, Eye patch adalah sejenis masker khusus mata, seperti sheet mask yang digunakan di wajah. Meski bisa dikatakan sebagai sheet mask, eye patch ini cuma bisa digunakan pada bagian bawah mata saja. Bentuknya yang minimalis ini pun sangat praktis digunakan untuk membantu meminimalisir lingkar hitam pada mata.
Isi produknya standar, ada 60 eye patch, which means 30 untuk mata kanan dan 30 lagi untuk mata kiri. Antara penutup dan produknya ada separator plastik yang menjaga supaya essence dari eye patch-nya nggak tumpah kemana-mana karena dia lumayan kedap air. Dan tentunya dapat spatula juga. Awalnya aku sempat nggak ngeh kalau ada spatulanya karena keselip di kotak kemasannya. Spatula ini bakal memudahkan kalian kalau mau ngambil eye patch-nya karena kalau pakai tangan bakal susah banget.
Ingredients: Water, Glycerin, Calcium Chloride, Butylene Glycol, Ceratonia Siliqua Gum, Xanthan Gum, Chondrus Crispus Powder, Betaine, Sodium Hyaluronate, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Rosa Centifolia Flower Water, Chamaecyparis Obtusa Water, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Ethyl Hexanediol, Citrus Grandis (Grapefruit) Seed Extract, Bambusa Textilis Stem Extract, Pinus Palustris Leaf Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Houttuynia Cordata Extract, Artemisia Princeps Leaf Extract, Citrus Junos Fruit Extract, 1,2-Hexanediol, Caprylyl Glycol, PEG-60 Hydrogenated Castor Oil, Ruby Powder, Hydroxyethylcellulose, Synthetic Fluorphlogopite, Titanium Dioxide, Carmine, Calcium Titanium Borosilicate, Tin Oxide, Ethylhexylglycerin, Chlorphenesin, Phenoxyethanol, Disodium EDTA, Fragrance.
Di dalam eye patch ini ada 5 bahan utama dengan masing-masing kegunaan. Yang pertama ada ruby extract untuk melembabkan dan menutrisi kulit, hyaluronic acid untuk memberikan kelembaban, western rose water untuk efek menyegarkan, aloe vera leaf extract untuk menenangkan kulit, dan yang terakhir citron extract untuk mencegah kulit menjadi kering. Tekstur dari eye patch-nya persis kayak jelly dan ada sedikit bintik merah berkilau seperti ruby merah. Wanginya juga nggak terlalu strong jadi nggak akan mengganggu waktu dipakai.
Terus efeknya gimana? Sejauh ini eye patch-nya cukup membantu buat depuff bagian bawah mataku setiap aku habis begadang atau nangis nonton film sedih haha. Cuma mungkin aku nggak terlalu suka sama bentukan patch-nya karena terlalu melengkung. Seperti yang kalian lihat di foto di atas, patch-nya nggak bisa mepet nempel ke bawah mataku karena bentuknya agak menyulitkan buat benar-benar dimepetin. Jadinya agak sayang aja kan nggak semua bagian bawah mataku kena :(
Selain membantu depuffing eye bag, nggak ada efek khusus lainnya sih. Tapi memang klaim dari produknya itu sendiri juga lebih difokuskan kepada hidrasi ke bagian bawah mata. Jadi kalau kalian berharap produk ini bisa bantu mencerahkan mata panda kalian, mungkin nggak akan kalian dapatkan. Dengan hidrasi yang cukup di bawah mata akan mencegah timbulnya kerutan karena percaya atau nggak, salah satu tanda penuaan paling pertama kelihatan itu di daerah mata dan leher karena mereka daerah yang paling gampang berkerut. Jadi menurutku rajin menggunakan eye patch adalah salah satu bentuk investasi dan preventif supaya nggak banyak kerutan yang muncul di kemudian hari.
-----
Untuk teman-teman yang mau cobain Ruby Nutrition Eye Patch ini, kalian bisa dapatkan di Sociolla atau di account-account resmi SNP di berbagai online marketplace di bawah ini. Jangan lupa kalau kalian belanja di Sociolla kalian bisa pakai kode SBNUNI24 untuk mendapatkan diskon Rp. 50.000 dengan minimal pembelian Rp. 250.000.
Visit SNP:
Cuma lihat packagingnya aja aku yakin kalian para skincare enthusiast pasti udah tahu produk apa yang mau aku review hari ini hihi. Yap, akhirnya, setelah beberapa purnama lewat, aku bisa beli Heimish Bulgarian Rose Water Hydrogel Eye Patch. Produk ini adalah salah satu yang udah jadi wishlist aku waktu pertama belajar skincare karena waktu itu semua orang memang lagi ngomongin eye patch Heimish yang kondang ini. Bahkan dulu aku nggak tahu brand lain yang juga ngeluarin eye patch selain Heimish saking produk mereka yang ini bersinar terang banget di kalangan reviewer di Instagram.
Di postingan sebelumnya tentang concealer Makeup Revolution aku ada foto kondisi bawah mataku kalau dipakein concealer sama nggak dipakein concealer kan. Jadi kalian udah tahu gimana hitam dan keunguannya bawah mataku itu. Beberapa kondisi mata kayak gitu ada yang karena memang genetik, ada yang karena faktor eksternal kayak kurang banyak minum air putih, atau kurang tidur. Waktu memutuskan buat beli eye patch ini, sebetulnya aku nggak mengharapkan perubahan yang drastis sama undereye aku. Aku beli karena memang pure udah lama banget pengen cobain dan penasaran.
Baca juga: May Beauty Haul: Half Skincare, Half Make-up!
Baca juga: May Beauty Haul: Half Skincare, Half Make-up!
Sebetulnya sekarang ini udah semakin banyak brand yang ngeluarin eye patch, dan awalnya juga aku sempat menimbang-nimbang mau cobain yang dari Heimish atau dari brand lain. Tapi eye patch itu rata-rata PAO-nya cuma 2 bulan aja, dan dengan jumlah patch sebanyak 30 pasang, kita jadi harus rajin pakai kalau nggak mau kelewat masa PAO. Karena aku orangnya termasuk yang mood-mood-an kalau pakai produk skincare tambahan (kayak sheet mask dan masker lainnya), jadi aku tetap kekeuh cobain Heimish ini karena dia nggak bergantung sama PAO tapi tanggal expired produknya. Seenggaknya jadi lebih tenang lah nggak berasa harus kejar-kejaran ngehabisin secepat mungkin.
Kebetulan yang aku punya ini kayaknya kemasan barunya deh. Di kotak kemasannya ditulis pakai Bahasa Inggris (yay!), dan di ingredientsnya ada beberapa notable ingredients seperti niacinamide, rose flower water, dan centella asiatica extract. Produk ini nggak fragrance free, karena di list ingredientsnya masih ada fragrance tapi ditaruhnya di paling akhir jadi asumsiku sih nggak akan terlalu bikin iritasi. Produk ini sendiri punya klaim brightening dan anti-wrinkle. Secara teori memang mungkin bisa ya, karena ada kandungan niacinamide sebagai brightening agent. Dikutip dari website Style Korean:
- Multi-functional care for eyes, eyebrows, cheeks, fortune (?)
- It is filled with Bulgarian Rose Water to strongly moisturize your skin
- Dual functions – improves wrinkles and whitening benefits
- It is easier to attach (adheres well) and use in comparison to a standard eye cream
- The hydrogel patch is water-soluable so there is no plastic and it is eco-friendly
- No harmful ingredients (free of parabens and irritating components of dimethicone)
Packagingnya ini cantik banget dan apik, sangat feminin dengan nuansa pink putih. Kalau jar-nya dibuka, nanti ada tutup lagi yang memisahkan produk sama penutup utama produknya. Menurutku dengan adanya tutup pemisah gini jadi bikin produk ini lumayan travel friendly karena menjaga supaya nggak ada produk baik eye patch maupun serum yang tumpah dari wadahnya. Aku udah coba sendiri travelling bawa eye patch ini dari Bekasi ke Jogja naik kereta dan benar-benar aman tertutup rapat nggak ada yang bocor. Selain itu aku juga dapat spatula khusus buat membantu ngambil lembaran eye patch-nya karena lembarannya itu cukup lengket satu sama lain, jadi kalau pakai jari aja bakal susah banget dan jadinya malah berantakan, bisa-bisa mengotori eye patch lainnya.
Dan seperti namanya, eye patch ini punya wangi khas mawar kayak rosewater. Baunya hampir mengingatkanku sama facial spray-nya Mario Badescu. Tapi tenang aja, kalau kamu agak sensitif sama bau-bau gitu, produk ini baunya nggak terlalu kencang kok, jadi nggak akan mengganggu. Lembarannya itu cantik banget, di dalam eye patch-nya ada butiran glitter pink gitu, cantik banget kan :( Dan aku pakai eye patch ini di urutan paling akhir skincare routine-ku. Sebelumnya aku pakai ini setelah toner-toner diaplikasikan ke muka, sebelum serum, tapi jadinya kok skincare aku berikutnya malah jadi pilling. Not to mention karena pakai eye patch ini harus lama karena kalau nggak lama nanti sayang dong essence-nya kebuang percuma. Dan kalau aku harus nunggu 20 menit buat pakai eye patch di sela-sela skincare routine aku jadi mager banget. Akhirnya aku pakai di paling akhir karena kata Heimish-nya sendiri juga eye patch bisa dipakai kapan aja.
Setelah jalan sebulan pakai eye patch ini, aku belum lihat ada perubahan signifikan sama warna bawah mataku. Dia nggak jadi lebih cerah, tapi jadi lebih lembab dan less puffy. Aku paling suka pakai eye patch ketika lagi nugas depan komputer atau menjelang tidur karena rasanya dingin, enak banget di kulit jadi bikin rileks.
-----
Where to buy? kmarketid @ Shopee
How much? Rp 125.000 (excl. shipping fee)
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons