Showing posts with label Make-up. Show all posts
Showing posts with label Make-up. Show all posts
Waktu aku masih di Jogja, ada salah satu beauty reviewer yang sering aku jadiin panutan dalam hal makeup karena kebetulan kulit kami sama-sama sawo matang dan berminyak, jadi bisa lebih dijadiin patokan gitu kan. Nah terus temanku ini sempat review soal Mizzu Airlight Loose Powder yang katanya tuh benar-benar bisa membasi minyak di muka buat kita pemilik kulit kilang minyak dan suka bikin makeup jadi kurang awet karena minyak berlebih itu.
Sebetulnya sih aku enggak terlalu punya pengalaman bagus sama bedak yang punya klaim bisa mengontrol minyak berlebih di muka karena dulu pas pakai Innisfree Zero Sebum justru mukaku jadi kering parah dan bertekstur, enggak oke banget dilihat! Makanya aku prefer kurangin minyak di muka pakai semaca face paper aja. Tapi yaaa namanya manusia boleh berharap ya wkwkwk. Yuk, baca terus review-nya buat tahu produk ini beneran cocok apa engga!
Untuk ukuran bedak lokal, dia enggak mahal sih. Harganya sekitar seratus ribuan buat isi 20g. Meskipun kelihatannya kecil, tapi sebenarnya ada pasnya juga ukuran segini, nanti kalian bakal tahu kenapa. Abaikan aja ya guys tanggal expired yang udah lewat karena memang review-nya baru ditulis sekarang tapi aslinya ini bedak udah kucobain dari lama banget.
Biasanya sih kalau cari loose powder gitu aku enggak banyak neko-neko ya, yang penting dia bisa bikin makeup jadi lebih kelihatan nyatu aja dan sebisa mungkin sih enggak transfer. Lebih bagus lagi kalau bisa nahan minyak di mukaku yang udah kayak kilang minyak ini. Nah tapiii yang aku kurang suka dari powder itu juga terkadang mereka bisa bikin kulit jadi kering dan malah makin kelihatan teksturnya. Makanya penting buat pilih bedak yang halus.

Bisa kalian lihat kan di sini gimana mattifying-nya efek bedak ini. Itu cuma pakai sedikit banget lho, tapi bisa sampai matte banget tampilan mukaku. While it probably sounds great, tapi sejujurnya bedak ini berasa terlalu kering di kulitku. Aneh ya, padahal aku berminyak banget, harusnya bagus kalau dia bisa bantu mattifying makeup look aku. Tapi memang enggak bisa dipungkiri justru rasanya kurang nyaman complexion base-ku ketika diset pakai Mizzu Airlight Loose Powder. Sayang banget ya, padahal kalau semisal dia bisa pas gitu enggak terlalu kering tapi mattifying effect-nya bagus, mungkin bisa jadi my new favorite loose powder.
Udah lama banget rasanya enggak ngomongin makeup. Sejak pandemi melanda memang aku jadi jarang banget pakai makeup. Plus, kantorku masih WFH, jadinya makeup hampir enggak pernah tersentuh deh. Tapi hari ini aku mau ngelarin draft di blog, dan waktu lagi nge-scroll aku lihat aku ternyata belum sempat nge-review primer kecintaanku dari tahun 2020!
Buat kalian yang follow aku di Instagram mungkin udah pernah lihat produk ini seliweran beberapa kali ya, dan kalian mungkin juga udah tahu gimana perasaanku sama dia hehe. Jadi primer ini aku beli karena hasil racun dari mutual di Instagram @blendsbynadya. Biasanya tuh aku jarang banget pakai primer, tapi waktu lihat reviewnya Nadya, aku langsung kepincut. Penasaran sama performanya.
BACA JUGA: Studio Tropik Original Priming Water Review
Primer ini bentuknya padat, dan untuk ngambil produknya biasanya aku langsung pakai jari aja. Meskipun warnanya putih mutiara gitu, tapi aslinya kalau udah dibaurkan ke kulit ya enggak ada coveragenya, jadi enggak usah khawatir dia bakal merubah warna foundation. Seperti namanya, "poreless", primer ini targetnya buat bantu mengisi pori-pori kita biar foundation bisa lebih kelihatan flawless dan rata. Waktu diaplikasikan ke kulit, rasanya kayak pakai moisturizer biasa, cuma lebih agak sedikit berminyak aja. Primer ini bisa "menangkap" makeup dengan baik, enggak bikin foundation misah, dan hasilnyapun juga complexion kita jadi ciamik banget!
Pakai Elf Poreless Putty Primer bikin makeup jadi lebih tahan lama, enggak gampang geser. Sayangnya oil control-nya sendiri kurang oke, dia cuma bantu bikin tampilan base kita jadi lebih mulus aja. Tapi overall aku suka banget karena kelihatan bedanya ketika pakai primer ini dan enggak sebelum makeup-an. Kalau dari kalian ada juga yang butuh karena selama ini makeup-an selalu kelihatan pori-porinya, mungkin bisa nih cobain dia. Highly recommended!
Luxcrime bukan brand yang dari awal menyita perhatianku sejujurnya. Cuma ketika mereka mulai ngerombak packagingnya, aku jadi mulai ngelirik. Aku lupa mana yang aku punya duluan, two way cake mereka atau highlighternya. Tapi yang pasti sebagai bucin packaging aku jadi tergerak buat mulai cobain produk-produknya Luxcrime. Nah di postingan kali ini aku mau bahas two way cake mereka yang udah lama banget keluar (tapi baru bisa aku review sekarang haha). Aku sempat lama banget nentuin mau coba shade apa, karena kalau two way cake gini dia pasti ngasih sedikit coverage kan, nggak kayak translucent powder. Untungnya aku punya beberapa mutual yang shade kulitnya sama kayak aku, jadi aku pantengin terus tuh mereka dan akhirnya pilihanku jatuh ke shade Opera!
Dari segi packaging emang produk Luxcrime sekarang udah oke banget, kelihatan beda dan unik, bisa punya ciri khasnya sendiri. Kalau kalian pernah lihat kemasan highlighter mereka yang baru, bentuknya sama juga kayak si powder ini. Warnanya hijau lumut, tekstunya doff, dan di bagian tutupnya ada ilustrasi sementara di bagian belakang ada label shadenya. Untuk warna labelnya sendiri aku kurang tahu ya beda-beda nggak setiap shade atau sama aja. Di dalamnya juga udah ada cermin dan puff sendiri jadi memudahkan kalau kalian mau pakai bedak ini sambil on the go karena dia compact banget. Walaupun aku pribadi jarang sih pakai puff buat apply bedak, lebih suka pakai brush aja karena lebih smooth finishnya.
BACA JUGA: BLP Loose Powder Shade Medium Beige Review
Bedak ini punya klaim buat nahan minyak, nutupin imperfection (mungkin maksudnya kayak warna kulit nggak merata kali ya), bikin kulit kelihatan lebih smooth, dengan finish yang matte. Kalau baca dari klaimnya aja memang bedak ini kayak dream come true terutama buat aku yang punya banyak bekas jerawat dan kulit berminyak. Aku sendiri suka pakai two way cake untuk sehari-hari apalagi di masa-masa pandemi kayak sekarang yang ke mana-mana harus pakai masker. Menurutku two way cake yang bagus bisa jadi pengganti foundation untuk dipakai sehari-hari karena jelas mereka lebih ringan.

Kalau untuk dipakai sendiri sebenarnya coveragenya sih nggak terlalu tinggi ya, dia nggak bisa benar-benar nutupin bekas jerawat yang membandel gitu, cuma tapi menurutku tetap lumayan sih karena efek blurring dan softeningnya benar-benar kelihatan. Mattifyingnya juga bagus, nggak bikin kulit kayak dead matte gitu, tetap masih bisa ngasih glow jadinya kayak second skin aja. Kalian bisa lihat di foto before-after, pori-poriku kelihatan lebih kecil kan ketika udah diaplikasikan si two way cake. Padahal dulu aku kurang suka pakai powder karena mereka bisa emphasize pori-pori dan skin texture tapi si Luxcrime ini ternyata hasilnya benar-benar bikin muka jadi smooth. Butiran powdernya juga lembut banget dan rasanya ringan di muka nggak kerasa pakai bedak. Cuma di aku sendiri dia kurang tahan lama sih jadi harus ditouch up.
Ah, akhirnya nulis review foundation ini juga! Belinya udah lamaaa banget. Kalau nggak salah barengan sama waktu aku beli foundation Pixy Stay Last Serum Foundation. Niatnya waktu itu mau dibikin battle karena keduanya keluar hampir di waktu yang bersamaan, jadinya banyak yang banding-bandingin foundation antara Emina sama Pixy. Tapi ya tahu lah namanya Dyn ya, ada aja sibuknya dan akhirnya nggak kesampaian buat battle dua foundie ini wkwkwk. Reviewnya aja si Emina ini baru tayang sekarang. Tapi mungkin nanti tetap bakal aku coba battle-in ya karena toh produknya masih ada di marketplace, siapa tahu ada yang butuh juga perbandingannya.
Foundation ini isinya 30ml, cukup standard ya buat ukuran foundie. Sama aja kayak Maybelline Fit Me Foundation walaupun si Emina ini kalau dipegang rasanya lebih ringan di tangan, tentunya karena Emina bahan kemasannya plastik. Finishnya semi-matte, udah ada SPF25PA+++ buat bantu melindungi kulit dari sinar matahari.

Coverage foundation ini benar-benar oke banget. Kalau kalian suka sama foundation dengan coverage tinggi, tapi dengan harga yang super affordable, kalian bisa banget cobain Emina Bare With Me. Ngeblendnya bagus banget di kulit, super smooth, almost like second skin. Kalian bisa lihat sendiri di foto, kelihatannya kayak kulitku jadi lebih rata warnanya tanpa kelihatan dempulan. Walaupun dia coveragenya tinggi sekali layer aja, tapi rasanya tetap ringan pas di muka, nggak berasa berat sama sekali. Oh iya satu yang aku notice, awalnya tuh dia kelihatan kayak agak abu di muka, tapi lama kelamaan shadenya nyatu sama kulit.
Untuk ketahanannya sendiri dia harus banget diset pakai powder, kalau nggak bakal gampang geser. Terus juga buat nahan minyak kurang oke, jadi pastiin skin prepnya bagus dulu terutama kalau kulit kalian berminyak banget kayak aku. Pakai primer yang bisa nahan minyak is a must, otherwise dia bakal bikin muka jadi kilang minyak dalam beberapa jam hahaha. Bisa sih diakalin beberapa jam sekali touch up pakai powder. Di bagian hidung tuh dia cepat banget hilang dibandingin sama bagian muka lainnya yang less oily. Nggak benar-benar hilang sih tapi cukup kelihatan kalau di situ foundationnya berkurang.
All in all buat ukuran foundation dengan harga Rp79.000 menurutku ini udah cukup oke. Worth to try banget karena nyaman, coverage oke, ringan, murah, dan gampang dicari juga.
Haloo, ya ampun udah masuk bulan Agustus aja kita. 4 bulan lagi kita bakal ganti tahun lagi. Di postingan pertamaku buat bulan Agustus aku memutuskan buat ngereview salah satu eyeshadow yang udah aku punya cukup lama tapi as always, baru aku tulis reviewnya sekarang heheh. Aku tuh termasuk yang jarang beli-beli eyeshadow karena as beautiful as they look, aku nggak yakin bisa ngehabisin satu palet eyeshadow sendirian. Mereka nggak kayak foundation atau lippies. Eyeshadow itu produk make-up paling susah dihabisin menurutku. Makanya aku jarang coba-coba eyeshadow. Selama aku udah punya warna yang memang aku butuhkan biasanya aku nggak akan beli baru, atau kalau mau beli baru harus punya color palette yang cukup beda dari palet yang aku udah punya.
ESQA ini termasuk brand yang dari awal aku udah suka sama aesthetic brandnya. Mungkin kalau dibandingin sama brand luar, di mataku ESQA ini kayak brand Charlotte Tillbury, karena mereka sama-sama punya produk yang banyak pakai packaging gold atau bronze gitu. Pokoknya apik banget lah, ngasih kesan mahal. Aku beli Bronze Goddess Eyeshadow Palette karena kepikiran banget sama shade warna hitamnya. Dari semua palet yang aku punya, aku belum ketemu shade hitam, makanya pas lihat Bronze Goddess langsung mikir banget. Tapi masa iya sih cuma demi ngejar satu shade aja? Soalnya harga eyeshadow palette ini buatku nggak murah, yaitu Rp245.000 untuk palet dengan 9 shade.
Di dalam eyeshadow ini ada beberapa formula sekaligus; matte, satin, dan pressed pearl. Ini pertama kalinya aku dengar istilah pressed pearl sih, biasanya tuh shimmer. Nggak tahu juga apa bedanya pressed pearl sama shimmer biasa. Tapi yang aku rasain sih pas diswatch dia lumayan keras gitu, nggak kayak formula satin yang lumayan empuk. Dari semuanya, si pressed pearl ini yang shinenya paling ketara sih. Oh iya, untuk eyeshadow Bronze Goddess ini nggak ada nama-nama shadenya, di bagian depan nggak tertulis apa-apa, dan di bagian belakang packagingnya cuma tertulis formula shadenya.

ESQA ini punya 3 eyeshadow di series Goddess Eyeshadow Palette: Peach, Pink, dan Bronze. Kebetulan di sini aku punya yang Bronze karena seperti yang aku ceritain di awal, aku ngincer warna hitamnya. Dan as expected, dia benar-benar bisa bikin warna gelap yang aku cari-cari buat outer v mataku. Warna hitamnya sebenarnya bisa lebih intens lagi, tapi kalau pakainya tipis-tipis dulu dia akan bisa bantu gelapin warna coklat yang udah ada. That being said, warna-warna di eyeshadow palette ini buildable dan mereka juga gampang banget diblend. Falloutnya nggak ada, nggak patchy juga. Satu yang aku kurang suka sih untuk formula satin dan pressed pearl ini somehow susah buat dipick up pakai brush. Enakan kalau pakai jari aja terus langsung diapply ke kelopak. Warnanya lebih intens dan langsung keluar juga daripada pakai brush karena lebih lama.
Overall, is it worth the money? Well, not sure myself karena aku jarang explore eyeshadow lokal. Jadi nggak hapal apa ada di luar sana produk yang harganya lebih murah dengan kualitas setara ESQA. Tapi kalau kalian suka dengan color palette neutral, bronzy, dan warm tone di Bronze Goddess Palette dan nggak butuh warna-warna lainnya, silahkan coba aja karena secara formula menurutku dia bagus.
Wow, setelah sekian lama punya produk ini, baru sekarang reviewnya muncul di blog 😂 Aku sampai lupa ini tahun kapan. Yang pasti sih udah lama banget, kayaknya awal-awal aku baru mulai belajar make-up deh sekitar tahun 2018-an. Bibirku itu tipe yang gampang banget kering, kemungkinan sih karena aku jarang minum air putih jadi gampang dehidrasi dan jadi pecah-pecah. Kalau udah kayak gitu, kadang bisa parah banget karena tanganku gratilan suka ngopekin kulit mati dan bibirku jadi gampang berdarah. Pernah sampai bengkak dan kayak darahnya menggelap gitu, ah serem banget lah pokoknya. Nah, di saat-saat kayak gitu, pakai lipstik apapun rasanya udah kayak siksaan apalagi yang formulanya matte karena bakal bikin bibir tambah kering. Makanya kenapa kemudian aku nyobain beli lip balm. Cuma waktu itu aku belum banyak explore lip balm dari brand lokal, jadinya aku langsung beli dari Maybelline.
Untuk ukuran lip balm, menurutku Maybelline Baby Lips tuh udah bagus sih. Dia ngasih warna yang agak malu-malu gitu, nggak heboh gonjreng jadi dipakai sendiri pun juga nggak akan bikin tampilan muka kita pucat, tinggal pilih mau varian yang mana karena series Baby Lips ini punya beberapa varian dan warnanya beda-beda. Teksturnya lembut di bibir, nggak gritty, dan wanginya juga enak kayak permen. Tapi dia sih nggak ada rasanya ya kalau nggak sengaja kejilat gitu. Sheennya bagus, nggak kelihatan kayak kita habis makan gorengan tapi kayak pakai gloss tipis with the right amount of shine. Dia nggak bikin bibir kerasa licin banget, dan terbukti bisa menyelamatkan bibir pecah-pecah hihi. Very affordable and recommended!
Hal apa yang wajib banget aku lakuin kalau harus keluar rumah? Yes, ngalis. Tapi keluar rumah di sini maksudnya tiap aku ada urusan yang harus ketemu orang banyak dan tampil proper ya hehe. Kalau ke warung aja sih nggak ngalis, sayang dong nanti cepat habis produknya. Sebetulnya tuh alisku dibilang nggak ada ya nggak juga, ibaratnya nggak ngalis juga masih kelihatan punya alis. Tapi karena bentuknya yang nggak rapi sesuai selera, jadinya aku suka nyabutin sendiri dan berakhir dengan jadi tipis banget. Kalau udah gitu, mau nggak mau harus dibantu dengan pensil alis biar lebih kelihatan.
Menurutku ngalis itu termasuk step make-up yang game changing. Sama kayak make-up karakter, gimana bentuk alismu menggambarkan karakter yang mau kamu imply ke orang lain. Apakah mau kelihatan bold, mau soft kayak alis Korea, atau bold kayak alis Barat, on fleek atau sekedar diisi aja, semuanya bisa ngasih impact yang beda-beda sama keseluruhan muka kita.
Kalau soal pensil alis, aku punya bentuk pensil favorit sebetulnya, yaitu pensil yang runcing dan bukan segitiga. Pipih masih oke, tapi aku tetap prefer yang memang small tip karena aku kalau bikin alis tuh pasti butuh detailing. Alisku tipis, tapi aku suka style alis ala Instagram yang full dan on fleek, makanya kenapa detailing is a must dan kadang susah kalau harus detailing pakai ujung pensil alis yang bentuknya segitiga. Bukan nggak bisa sih, tapi jadi lebih ribet aja hehe. But, that doesn't mean aku nggak mau pakai pensil alis dengan tip segitiga ya. Karena balik lagi, kalau formulanya bagus, biasanya aku gas aja beli.
Aku punya banyak wishlist pensil alis dari brand lokal sebenarnya, tapi sampai sekarang baru kesampaian coba beberapa. Nood ini sendiri aku akhirnya beli habis lihat review salah satu mutualku di Instagram dan dia bilang formulanya oke. Dia cuma ada 2 shade kalau nggak salah, dan aku pilih shade Kiss My Ash karena dia shade paling gelapnya. Aku memang kalau pilih shade pensil alis selalu yang paling gelap karena 1) rambutku warnanya hitam banget, dan 2) kulitku yang sawo matang kalau dikasih pensil alis yang coklat atau abu-abu malah jadi aneh.
BACA JUGA: BLP Brow Definer Shade Ash Brown Review

Nood Browmance ini harganya super murah, cuma Rp39.000 aja dan ada di Sociolla. Walaupun harganya murah, tapi kualitasnya sama sekali nggak murahan. Warnanya gampang keluar, nggak malu-malu kayak pengalamanku sama Maybelline Define & Blend yang sama sekali nggak ada warnanya pas ngalis. Walaupun begitu Nood Browmance nggak langsung tebal pas dipakai ngalis, masih lebih santai warnanya jadi menurutku cocok buat pemula karena nggak akan bikin alis jadi ketebalan kayak Shinchan haha. Formulanya juga gampang banget buat diblend, dan sikatnya nggak terlalu kasar.
Untuk ketahanannya sendiri dia juga cukup oke, waterproof, tahan seharian, dan oil proof juga. Kebetulan kulit bagian alisku itu gampang banget berminyak, jadi aku butuh pensil alis yang oil proof biar nggak tiba-tiba di pertengahan hari alisku hilang sebelah hehe. Menurutku kalau kalian lagi cari pensil alis yang affordable dengan kualitas yang oke, bisa banget cobain Nood Browmance!
Review produk ini udah ketahan lama banget. Aku kayaknya beli produknya sekitar akhir tahun 2020? Pokoknya udah lama banget deh. Waktu tahu Dear Me Beauty mau launching foundation aku excited banget karena complexion product adalah produk make-up favoritku. Aku termasuk yang suka banget eksperimen sama foundation walaupun aku jarang pakai kecuali untuk acara-acara tertentu. Foundation menurutku produk yang benar-benar bisa boost confidence aku jadi berkali-kali lipat karena dia bisa nutupin segala imperfection di muka dan ngasih aku blank canvas yang kemudian bisa diisi dengan warna-warna kayak blush, bronzer, dan eyeshadow.
Makanya when it comes to foundation, aku tahu persis formula dan finish kayak apa yang aku suka. Walaupun mungkin foundation yang aku coba total belum sebanyak beauty blogger terkenal, tapi dari semua yang uda pernah kucoba, aku udah bisa menentukan what I like and dislike dari sebuah foundation. Makanya waktu Dear Me Beauty akhirnya release foundation, aku langsung bertekad buat cobain karena penasaran siapa tahu dia sesuai sama kriteriaku, apalagi karena ini kan produk lokal. Yuk yang mau baca reviewnya just keep reading!
Jadi produk ini punya nama panjang Airy Poreless Liquid Foundation. Kalau dilihat dari namanya dia ngasih kesan kalau formulanya bakal ringan di kulit alias nggak bakal bikin kita berasa pakai foundation yang ngedempul, dan bisa menyamarkan tampilan pori-pori saat pemakaian. Seenggaknya itu ekspektasiku di awal yang bikin aku tertarik buat cobain karena aku paling nggak suka pakai foundation yang berat kayak Maybelline Fit Me, walaupun dari segi coverage memang bagus banget sih karena bisa sampai full coverage. Tapi setelah sekian lama cobain foundation dari beberapa brand, aku sadar kalau pada akhirnya kenyamanan itu nomor satu.
Produk ini punya beberapa klaim seperti: menyerap menyak berlebih, ringan, tahan lama, memberikan coverage yang full, dengan finish matte dan tetap terlihat natural. Untuk shadenya sendiri tersedia dalam 15 shade. Aku sendiri pakai yang shade W02 Golden Beige yang cocok untuk kulit sawo matang dengan warm undertone. Oh iya, foundation ini juga udah dilengkapi dengan SPF 18 lho, jadi bisa nambah protection di pagi hari dari sinar UV.
Seperti yang bisa kalian lihat, produknya punya desain yang mirip sama foundation Rose All Day karena dia bukan dikemas dalam botol tapi dalam bentuk tube. Tentunya foundation ini juga udah dilengkapi dengan pump (thank God!) karena harganya termasuk in the middle dan bisa udah dapat pump tuh helpful banget. Biasanya foundation dengan pump harganya bisa nyentuh kepala 2, tapi ini di bawah 200.000 udah ada pump.

Terus gimana performanya? Dari pemakaian pertama sebetulnya aku udah langsung jatuh cinta karena dia sesuai dengan klaimnya yang bikin kulit kelihatan natural seolah-olah kita nggak pakai foundation. Coveragenya bisa kubilang sih medium to full, gampang dibuild up kalau memang butuh coverage lebih dan dia juga sesuai dengan klaimnya yang poreless karena seperti yang bisa kalian lihat di foto, pori-poriku yang besar lumayan terisi pas pakai foundation ini. Dulu sebelum aku ketemu foundation Rose All Day aku selalu pakai dari Dear Me Beauty apalagi kalau untuk rekaman video Youtube karena hasilnya yang bikin muka flawless banget. Menurutku untuk kalian yang butuh foundation daily bisa banget sih cobain ini. Dia juga nggak gampang geser atau hilang-hilangan, cuma di kulitku yang super oily oil controlnya masih kurang. Pastiin aja skin prep kalian cukup dan pakai primer yang mattifying biar hasilnya nggak terlalu shiny.
Wah udah lama banget kayaknya nggak ngereview produk make-up yaa. Sejujurnya nih aku sendiri benar-benar udah nggak pernah nyentuh make-up lagi gara-gara pandemi bikin kerja jadi di rumah aja. Kadang sih masih nyoba sempetin buat utak-atik make-up, sekedar pakai pensil alis, lipstik, atau mainan eyeshadow. Tapi kalau ingat rasanya aku pakai skincare aja bisa bolong-bolong, bahkan pernah sampai dua hari nggak skincarean sama sekali, rasanya jadi kayak nggak tahu diri aja kalau main make-up karena mager bersihin mukanya wkwkwk. Sejak WFH ini memang aku jadi malas-malasan banget dandan dan pakai skincare, kalian ada yang sama juga nggak? Apa kalian malah makin rajin? :")
Anyway, hari ini aku mau review salah satu produk make-up lokal yang udah cukup lama duduk di draft postingan menunggu buat ditulis reviewnya yaitu Goban Sunkissed Blushing Powder! Pas ngecek draft tuh aku kaget ternyata aku belum pernah nulis review blushnya Goban padahal aku udah sering banget ngerave dia dulu pas masih sering mainan make-up di IG story. Yaudah yuk biar nggak kelamaan kita langsung cus aja ke review produknya!
Kalau kalian udah pernah baca reviewku tentang produk-produk blush sebelumnya di blog ini kalian pasti tahu gimana dulu aku benci banget sama yang namanya blush. Aku baru suka pakai blush sekitar dua tahun terakhir ini karena akhirnya paham gimana blush bisa bikin tampilan mukaku jadi jauh lebih segar dengan minimal effort, terutama untuk hari-hari di mana aku malas pakai make-up yang tebal tapi nggak mau muka kelihatan pucat, blush is the way to go!
Waktu pertama lihat warna shade Mango ini aku langsung jatuh hati karena sebagai pemilik kulit sawo matang dengan warm undertone, blush berwarna orange atau coral tuh cocok banget di kulitku. Benar-benar bisa bikin muka kelihatan fresh kayak habis kena sinar matahari. Sempat maju mundur mau beli apa nggak karena ternyata dia ini tipe blush dengan shimmer, jadi bakal bikin kelihatan cling cling, tapi karena aku udah keburu jatuh hati sama shadenya yang cuantik banget, akhirnya tetap beli juga. Kemasannya simple, compact banget. Dia udah ada cermin di balik tutupnya jadi bisa dibawa-bawa dan dipakai on the go.
Sorry banget karena aku nggak ada foto proper waktu lagi pakai blush ini di pipi, tapi aku kasih foto swatchnya aja supaya kalian bisa lihat warnanya kayak apa. Awalnya pas liat teksturnya lumayan powdery agak takut dia bakal ngasih banyak fallout, apalagi karena dia finishnya shimmery jadi makin takut kalau shimmernya bakal bikin muka jadi shining karena butiran shimmernya terbang kemana-mana. Dia gampang banget buat dipick up sama brush karena like I said, formulanya powdery banget dan butiran powdernya super loose jadi nggak perlu effort buat pick up produknya, sekali dip tipis-tipis aja juga udah keangkat.
Blush ini jadi favoritku karena warnanya ngeblend dengan baik di kulit, dan walaupun dia ada butiran shimmernya, tapi nggak emphasize skin texture ataupun pori-pori terlalu heboh. Aku justru suka sama shimmernya karena nggak perlu pakai highlighter lagi karena dari blush aja udah bisa dapat efek glass skin, apalagi kalau kita jalan di bawah sinar matahari aduhhhh cantik banget! Ngasih kesan flushed dan glowing yang sehat gitu. Benar-benar jadi andalan kalau mau kelihatan dandan dengan minimal effort, wajib kalian coba!
Udah cukup lama aku nggak update apa-apa di blog. Bulan Juni aja aku baru ngeh beberapa waktu lalu kalau aku baru ngepost satu postingan (yang untungnya sekarang udah nambah haha). I've been very busy, itu alasan yang udah sering banget aku lontarkan tapi memang benar adanya. Dan sebetulnya juga karena aku udah menemukan hobi lain di luar beauty blogging jadi platformku pada nggak keurus semua. I still do reviews sih, tapi sekarang udah mainly focused di blog aja, jadi platform lainnya kayak Instagram sama Twitter buat supporting aja dan nggak dibawa seserius blog.
Despite that situation, di mana aku timbul tenggelam di socmed, surprisingly masih ada ternyata tawaran dari brand-brand buat ngajak kerjasama. I will forever be grateful sama brand-brand ini karena mau kerjasama denganku, walaupun sekarang aku udah nggak ambil sponsorship alias aku nggak take charge buat review karena aku udah nggak peduliin insight lagi. It's getting tiring having to keep up this job jadi aku balik jadiin ini sebagai hobi aja.
Well anyway, enough about my life. Di postingan kali ini aku mau bahas salah satu produk baru dari Dear Me Beauty hasil kolaborasi mereka dengan Yupi beberapa waktu lalu. Aku jujur nggak nyangka aja bisa jadi salah satu blogger yang bisa nyobain palet ini sebelum launching, I felt honored! Waktu terima paketnya aku nggak sabar banget buat share foto-fotonya tapi harus ditahan karena belum waktunya launching. Oke biar nggak kelamaan bisa langsung scroll aja buat baca reviewku!
Waktu pertama tahu kalau Dear Me Beauty mau ngeluarin eyeshadow, pikiranku adalah mereka akan pilih warna-warna yang neutral lagi sama kayak kolaborasi mereka sebelumnya. Tapi pas lihat paketnya sampai di rumah dengan packaging holo yang super cute, kayaknya nggak mungkin deh kalau kayak gini color selectionnya neutral. Dan ternyata benar aja, begitu aku buka, aku disuguhi sama warna-warna cantik yang super beragam. Mulai dari coklat, merah, ungu, orange, sampai hitam dan putih, semua ada di palet ini. Formulanya juga nggak tanggung-tanggung, di dalam palet ini ada 4 formula sekaligus yaitu matte, shimmer, satin, dan glitter.
Semua warna di eyeshadow ini punya klaim pigmented, ringan di mata, tahan lama, dan nggak akan creasing meski udah lewat berjam-jam. Total ada 25 shades dan semuanya aman dipakai di area mata bahkan untuk yang matanya sensitif sekalipun.
Kemasan eyeshadow ini bentuknya beruang dan dia holo, jadi warnanya kayak pelangi keunguan gitu. Di dalamnya udah ada cermin persis di balik tutup eyeshadownya, dan antara tutup sama tempat eyeshadownya itu sendiri terpisah, jadi dia nggak disambung pakai engsel. Aku nggak tahu kalau orang lain gimana tapi awalnya aku sempat ngerasa ribet dengan tutup yang misah gini karena butuh space lebih buat naronya. Tapi jadinya juga tangan bisa lebih bebas sih megang cerminnya nggak akan merasa berat karena harus ngangkat setempat eyeshadownya. Cerminnya cukup helpful, ukurannya pas buat eye make-up.
Di sini aku udah swatch semua warna di palet eyeshadow Dear Me Beauty x Yupi. Menurutku kalau diswatch pakai tangan, color payoffnya masih terbilang bagus. Tinggal gimana nanti performanya kalau pakai brush aja karena biasanya swatch pakai jari sama pakai brush itu bisa kelihatan beda hasilnya. Overall rasanya memang buttery dan nggak banyak falloutnya, nggak berasa kering bahkan untuk yang matte sekalipun jadi dia nggak patchy pas diswatch.


Selain swatch pakai jari, di sini aku juga tunjukin ke kalian gimana kalau misalnya aku bikin eye look pakai eyeshadow ini. Baby Bears eyeshadow punya klaim kalau dia bisa dipakai bagi untuk sehari-hari ataupun occassion tertentu karena pilihan range warnanya yang cukup luas. Di sini aku kasih contoh gimana kalau aku bikin look yang cukup neutral dengan warna-warna coklat dan bronze di satu mata, sementara di mata lainnya aku coba pakai warna yang nggak biasa kalau buat sehari-hari yakni ungu. Ternyata performa eyeshadow ini tetap oke dengan brush sekalipun. Gampang diblend, falloutnya juga nggak ada, pigmentasinya oke dan gampang dibuild up. Satu yang aku perhatiin sih ada shade dengan glitter formula yang kurang oke kalau diaplikasikan pakai brush, mendingan pakai tangan aja karena lebih keluar warnanya. Tapi secara keseluruhan menurutku eyeshadow ini cukup oke buat kalian yang mau punya palet yang bisa sekaligus untuk sehari-hari ataupun buat berkreasi bikin look warna-warni.
Aku udah pernah cerita gimana dulu aku sama sekali nggak suka sama yang namanya lipstik. Tiap habis didandanin untuk acara keluarga, aku pasti langsung lari keluar dan makan, atau ambil tisu biar lipstiknya hilang. Dulu, rasa berat di bibir karena pakai lipstik selalu bikin aku nggak nyaman, makanya kenapa aku nggak pernah lipstikan bahkan sampai menginjak bangku kuliah.
Lipstik pertama yang aku beli setelah aku mulai belajar make-up itu dari Maybelline. Buatku dulu Maybelline termasuk brand yang mahal hehe. Waktu tahu mereka punya series Powder Mattes yang murah di harga Rp 55.000, aku langsung tertarik cobain. Dan mulai dari situlah justru adiksiku sama lipstik dimulai. Aku udah nggak bisa menghitung ada berapa total lip products yang aku punya sekarang. Buatku, lipstik tuh produk make-up yang benar-benar efektif buat mengubah tampilan look kita from day to night.
BACA JUGA: Colourpop Lux Lipstick Shade LA Lady Review
Ngomongin lipstik, hari ini aku bakal ngenalin ke kalian sama suatu brand yakni IMAC Cosmetics. Sejauh ini mereka baru ngeluarin dua jenis produk yaitu liquid lipstick dan bullet lipstick. Oh iya, untuk bullet lipsticknya sendiri mereka pernah berkolaborasi sama beberapa influencer yakni Martha Patricia, Diana Halim, Wulan Wu, dan Mikaila Patritrz. Dari yang aku lihat, mostly shades yang dikeluarin masih ada di range nude colors, jadi bakal bisa dipakai buat sehari-hari. Yuk simak reviewku!
Jadi di sini aku dikirimin beberapa lip products dari iMAC buat direview. Ada 2 lip bullet shade Sweet Blush dan Lady Kate, sementara 2 liquid lipstick shade Pink Peony dan Romantic Peach. Di bagian kardus produknya ini ada guratan warna yang merepresentasikan warna shade produk di dalamnya, jadi kalian nggak akan bingung harus nebak-nebak warnanya bakal kayak apa.
Nah yang pertama bakal aku bahas adalah IMAC Lip & Cheek. Seperti namanya, produk ini bisa dipakai baik di bibir, ataupun di pipi sebagai blush. Produk 2-in-1 kayak gini udah semakin marak dan menurutku cocok buat yang nggak suka punya produk banyak-banyak jadi lebih ringkas dengan produk ini. Produk ini punya finish satin, jadi aman untuk mereka yang bibirnya kering dan gampang ngelupas. Aku personally suka dengan formula satin karena nggak mudah crumble di bibir. Produk ini mengandung jojoba oil dan Vitamin E juga untuk memberikan kelembaban extra dan mencerahkan bibir. Dia juga diperkaya dengan UV Filter untuk membantu melindungi bibir dari efek negatif sinar matahari.
Meskipun koleksiku lebih banyak liquid lipstick, tapi secara formula aku lebih suka dengan bullet lipstick karena kalau liquid lipstick cenderung punya finish matte dan akhirnya bikin bibir kering. Waktu diswatch di bibir dia benar-benar lembut banget, nggak ngadat-ngadat, dan pigmentasinya cukup oke juga bisa nutupin bibirku yang gelap dalam beberapa kali swipe. Teksturnya di bibir nggak gritty atau kasar, dan bibirku kelihatan sehat gitu karena finishnya yang satin.
BACA JUGA: MAC Satin Lipstick Shade Del Rio Review
Berikutnya ada IMAC Lip Mousse & Cheek shade Pink Peony dan Romantic Peach. Produk ini tuh agak bikin kaget ya, karena awalnya kupikir dia bakal matte finishnya dan kering di bibir. Tapiii, setelah aku cobain ternyata teksturnya not as heavy or creamy as I thought it was gonna be. Teksturnya tipis banget, rasanya malah kayak lagi pakai lip oil dibanding lip mousse. Aku punya lip mousse di stashku tapi semuanya bikin berat dan kering di bibir, nggak nyaman banget lah pokoknya. Tapi ternyata IMAC Lip Mousse & Cheek ini super nyaman di bibir. Awalnya bakal kerasa agak slippery pas diapply, tapi pas udah dry down, hasilnya bakal kurang lebih sama kayak bullet lipsticknya. Pigmentasinya oke, aku butuh dua kali swipe untuk bisa fully cover lips sih. Rasanya nyaman banget di bibir dan yang aku suka ya itu tadi, nggak bikin bibir kering sampai ngecrack. Oh iya, lip mousse ini transferproof ya kalau udah dry down, nggak seperti lip bullet mereka yang masih bisa transfer.
BACA JUGA: Looke Holy Lip Cream Shade Thalia Review
Ini swatch lengkap dari keempat lip products dari IMAC yang aku punya. As you can see, warnanya aman-aman semua kan untuk dipakai sehari-hari? Buat kalian yang punya kulit light, medium, sampai dark, kalian bisa nemuin nude shade yang pas buat tone kulit kalian di sini. Selain itu juga keduanya punya formula yang sama-sama nyaman dipakai selama berjam-jam, nggak akan bikin bibir jadi kering. Aku udah paling sebel sama lip products yang bikin bibir kering. Aku lebih milih reapply berkali-kali daripada produknya nggak gampang fading tapi bikin bibir kering dan susah dibersihin.
Jadi buat teman-teman yang masih belum menemukan lipstik yang pas, bisa banget cobain produk-produknya IMAC karena aku udah cobain sendiri, mereka secara formula enak banget, udah gitu harganya juga sangat affordable!
Where to buy?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons