Beauty With Dummy | Indonesian Beauty & Lifestyle Blog
  • About
    • The Author
    • FAQ
    • Partnership
  • Beauty
    • Beauty Empties
    • Beauty Haul
    • Beauty Tools
    • Best Beauty Finds
    • J-Beauty
    • K-Beauty
    • Local Brand
    • Skincare 101
    • Skincare Routine
  • Skincare
    • Ampoule
    • Cleansing Balm
    • Cleansing Oil
    • Essence
    • Eye Treatment
    • Face Mask
    • Face Oil
    • Face Spray
    • Face Wash
    • Make-up Remover
    • Moisturizer
    • Retinol
    • Serum
    • Sheet Mask
    • Spot Treatment
    • Soothing Gel
    • Sunscreen
    • Toner
  • Make-up
    • Blush
    • Bronzer
    • Brows
    • Concealer
    • Cushion
    • Eyeshadow
    • Foundation
    • Highlighter
    • Lip Balm
    • Lip Gloss
    • Lip Stain
    • Lipstick
    • Liquid Lipstick
    • Mascara
    • Powder
    • Primer
    • Setting Spray
  • Bodycare
    • Body Lotion
    • Body Scrub
    • Body Wash
    • Deodorant
    • Hand Cream
    • Scents
  • Haircare
    • Conditioner
    • Hair Oil
    • Shampoo
  • Lifestyle
    • Culinary
    • Fashion
    • Music
    • Shopping
    • Travel
      • Bandung
      • Depok
      • Jakarta
      • Klaten
      • Magelang
      • Sarangan
      • Yogyakarta

Kalau ngomongin complexion product, kalian lebih suka pakai apa? Foundation kah, concealer kah, atau bedak? Aku sendiri sih fleksibel ya, yang penting itu performa produknya. Buat sebagian orang, mereka memilih style make-up yang kelihatan natural, jadi nggak harus punya coverage tinggi. Tapi buat aku, aku justru suka banget sama complexion product yang high coverage. Karena aku suka ngelihat muka yang mulus, nggak kelihatan bekas jerawat, bahkan beberapa juga ada yang menyamarkan pori-pori ketika dipakai. Tapi nyari complexion product dengan high coverage yang nyaman dipakai seharian itu susah lho. Ngaku deh, ketika kalian mendengar kata "high coverage" pasti langsung kebayang betapa pegalnya muka pas lagi pakai produk itu, apalagi kalau harus dipakai berjam-jam. Nah di sinilah misiku dimulai, untuk mencari complexion product yang bisa memenuhi kebutuhanku akan coverage yang tinggi tapi sekaligus nyaman dipakai dalam jangka waktu panjang.

Nah beberapa waktu lalu aku berkesempatan untuk cobain lagi lagi complexion product dari brand lokal yaitu Looke Holy Perfecting Pressed Powder. Produk ini dikirimin sama My Skin But Better, so thank you so much MSBB! Sebelumnya aku udah pernah review produk dari Looke, yaitu cushion mereka yang aku juga suka banget karena coveragenya yang sangat oke tapi tetap nyaman dipakai tanpa bikin kulit berat atau muka kelihatan dempulan.

BACA JUGA: BLP Loose Powder Shade Medium Beige Review


Looke Holy Perfecting Pressed Powder ini punya 3 shade;  Maia, Aurora, dan Febe.  Aku pilih shade Maia karena dia adalah yang paling gelap. Di sini Maia deskripsinya medium beige dengan yellow undertone, dan nebak-nebak sih harusnya bakal cocok sama skin tone aku karena aku sawo matang dengan warm undertone. Biasanya juga kalau pakai complexion product lokal nama shadeku itu antara medium beige atau medium dark. Kalau tebakanku sih 3 shade ini cuma mengcover medium, light, sama fair. Soalnya sebetulnya aku nggak gelap-gelap banget kulitnya meski termasuk sawo matang. Semoga ke depannya Looke bisa nambah shade lagi ya biar banyak yang bisa cobain juga karena sayang kan kalau produknya bagus tapi shadenya sedikit.

BACA JUGA: Pixy Make It Glow Silky Powdery Cake Shade 301 Medium Beige Review


Di dalamnya udah dapat kaca dan juga sponge aplikator, standard lah ya. Aku sendiri belum sempat cobain spongenya karena nggak tahu ya ngerasa sayang aja kalau dipakai karena jadi kotor :") Waktu aku pencet sih rasanya empuk, tapi kurang tahu juga performanya. Aku sendiri untuk pengaplikasian bedak baik tabur ataupun padat kayak gini tetap mengandalkan brush karena kalau pakai sponge suka terlalu tebal di awal sementara brush lebih gampang aku takar.

BACA JUGA: POND'S BB Magic Powder Review


Waktu baca klaim kalau bedak ini coveragenya medium to full, aku benar-benar intrigued karena bedak tuh paling tinggi bisa nutup imperfection sampai setinggi apa sih, ya nggak? Biasanya coverage bedak tuh medium lah. Tapi begitu aku coba produk ini, aku kaget sendiri karena wow... bukan cuma bekas jerawat yang ketutup, tapi juga pori-pori! Kulit aku kelihatan flawless banget, dan rasanya juga ringan di kulit nggak berasa kayak pakai bedak yang full coverage. Dia baru aku tes di dalam ruangan dengan AC belum aku pakai buat beraktivitas di luar yang sampai kena terik matahari dan keringat gitu-gitu, cuma aku pakai wudhu beberapa kali sih dia masih lumayan nempel. Beberapa bagian aja yang agak pudar tapi nggak benar-benar hilang semuanya. Untuk oil control juga lumayan oke. Menurutku ini produk yang bisa jadi pilihan buat yang nggak suka pakai foundation untuk sehari-hari tapi tetap butuh coverage setara dengan foundation. It's so good!
Foundation Rose All Day

Haloo selamat weekend semuanya! Hari ini aku kembali lagi dengan review produk complexion dari brand lokal yang akhir-akhir ini produknya lagi jadi kecintaanku banget yaitu Rose All Day The Realest Lightweight Foundation. Aku udah naksir sama foundation dari lama banget, dan baru bisa kebeli sekitar bulan November tahun kemarin karena foundation diskon dari harga Rp 200.000 jadi Rp 125.000 aja di websitenya. Namanya juga wishlist ya, sayang banget dong kalau dilewatkan. Jadi aku check out lah dia. Aku pertama kali kepincut buat cobain foundation Rose All Day ini karena baca reviewnya Mbak Mon yang bilang kalau ini foundation kesukaannya dia. Dan pas banget, karena shade kulit kita sama, jadi aku tinggal nyontek aja shadenya heheh.

BACA JUGA: L'Oreal Infallible Stay Fresh 24H Foundation Shade 150 Radiant Beige Review

Foundation Rose All Day Shade Warm Honey

Aku memutuskan buat beli yang shade Warm Honey karena udah pengalaman ternyata memang shadeku dengan Mbak Mon banyak yang match. Memang udah paling enak kalau bisa menemukan sesama blogger yang skin tonenya sama karena sampai detik ini aku masih suka takut aja kalau beli complexion product online. Foundation ini punya klaim kalau dia ringan, tahan lama, hasilnya menyatu dengan kulit jadi nggak akan terlihat dempulan. Foundation ini juga udah mengandung UV protection walaupun nggak tertulis SPF-nya berapa, jadi menurutku jangan rely on this foundation alone, selalu pastikan kalian pakai sunscreen dulu sebelum make-up.

Di dalam foundation ini juga mengandung ingredients yang menjaga kulit tetap lembab seperti hyaluronic acid, vitamin E, ada zinc juga, bahkan vitamin C. Aku selalu suka complexion product yang ingredientsnya udah kayak skincare. Ngerti kan maksudku, jadi kita pakai make-up tanpa bikin kulit capek atau malah jadi nggak terawat apalagi buat kita-kita yang jam terbang pakai make-upnya cukup tinggi. Dan karena foundation itu adalah base make-up kita dan areanya paling luas, aku selalu lebih tenang kalau foundationku mengandung ingredients yang bisa bantu merawat kulit sekaligus.

BACA JUGA: Pixy Stay Last Serum Foundation Shade 04 Golden Tan Review


Packaging foundation Rose All Day ini memang bukan modelan botol pada umumnya, dia bentuknya tube sama seperti L'Oreal Infallible Pro-matte. Cuma bedanya foundation ini udah pakai pump sementara L'Orael kan belum ya. Aku sangat bersyukur sih dengan foundation yang ngasih pump karena pump itu ngebantu banget dalam mengeluarkan produknya supaya nggak kebanyakan di awal. Produk juga jadi lebih higienis karena nggak terpapar udara terlalu sering, dan untuk foundation dengan harga Rp 200.000 menurutku udah wajar lah dapat pump tuh. Kalau nggak mungkin aku nggak akan tertarik beli hahaha. Tapi foundationnya sendiri overall kerasa ringan banget, bahkan waktu pertama tiba tuh aku kira lebih besar lagi tapi ternyata kecil juga. Walaupun begitu dia isinya 30ml jadi sama aja kayak foundation pada umumnya. Kalau mau dibandingin, isinya sama kok kayak Maybelline Fit Me.

BACA JUGA: Wet N Wild Photofocus Foundation Shade Desert Beige Review


Sejujurnya walaupun aku baca dia reviewnya cukup banyak yang positif, aku tetap menjaga ekspektasiku supaya nggak ketinggian. Tapi setelah beberapa kali pakai entah itu buat kondangan atau rekaman video di Youtube, akhirnya aku berani mendeklarasikan kalau dia adalah foundation terbaik yang pernah aku coba. Kalau bahasa kerennya "no cap" alias nggak ngadi ngadi. Foundation ini beneran sesuai klaimnya; lightweight. Dia kerasa ringan banget di kulit, dilayer beberapa kali pun nggak kerasa dempulan. Hasilnya juga kelihatan apik nggak mempertegas tekstur muka.

Dia nggak oxidize, coveragenya medium to full, dan oil controlnya cukup oke walaupun untuk aku yang kulitnya oily memang agak susah sih kalau mau benar-benar kering nggak berminyak mukanya. Jadi dalam skala orang dengan kulit berminyak, performa foundation ini bisa kubilang oke. Dia juga nggak gampang geser, nggak gampang hilang di bagian kulit yang berminyak. Ini adalah dream foundationku yang kalau disuruh pilih satu foundation untuk dipakai seumur hidup, I'd choose this foundation. Good job, Rose All Day!

Menuru kalian eye treatment itu penting nggak sih? Selama ini aku dilema mau mikir ini penting apa nggak. Produk eye treatment pertamaku tuh bentuknya eye patch. Ingat banget dulu tiap lihat eye patch tuh langsung mupeng pengen coba, apalagi eye patch kan dulu tuh bentukannya cantik-cantik ya. Brand eye patch pertama yang aku coba itu dari Heimish. Cantik sih memang, rasanya pengen dilihatinnn aja itu eye patch nggak buat dipakai haha. Tapi kemudian aku bosan pakainya padahal baru beberapa kali aja. Selanjutnya aku dapat lagi eye patch, tapi dari SNP. Sama aja nasibnya kayak Heimish, cuma sempat beberapa kali pakai sebelum kebosanan melanda. Akhirnya sekarang dua produk ini nongkrong aja di pojokan rak nggak tersentuh, bahkan mungkin sekarang udah expired.

Move on dari eye patch, the next eye treatment yang aku coba adalah eye serum dan brand pertama yang aku cobain adalah Lacoco. Sampai produknya habis, aku nggak melihat ada perubahan apapun sama daerah sekitar mataku. Di situ aku semakin bertanya-tanya, apa sih bedanya eye serum sama serum muka biasa? Aku semakin skeptis tiap lihat produk eye treatment. Menurutku dia bukan lagi skincare tersier, tapi benar-benar skintertainment aja alias produk yang benar-benar dibeli kalau gabut aja atau hiburan aja. Nah terus gimana dengan produk dari Avoskin ini? Ngaruh nggak ya, apa sama aja kayak produk eye treatment lainnya yang udah aku coba?

BACA JUGA: Lacoco Intensive Eye Serum Review


INFO PRODUK

  • Nama brand: Avoskin
  • Nama produk: Avoskin Advanced Actions Eye Ampoule
  • Jenis produk: Eye treatment
  • Ukuran: 12 ml
  • PAO: 6 bulan
  • Harga: Rp 199.000
  • Tempat beli: Shopee Official Avoskin
  • BPOM: NA18202000165

Aku udah terima produk ini dari lama banget, dan selama itu juga produk ini aku pakai serajin mungkin. Kenapa aku bilang serajin mungkin, karena aku hapal banget dengan diri ini kalau produk-produk eye treatment tuh gampang banget terlupakan. Terutama untuk hari-hari di mana aku malas skincarean lama-lama, maunya yang cepat aja, jadi eye treatment pasti diskip. Atau ya karena memang nggak terbiasa aja pakai eye treatment, jadi suka lupa belum pakai, tapi udah keburu apply moisturizer. Padahal klaim produk ini baru bisa kelihatan hasilnya kalau dipakai rutin selama 28 hari. So take my review with a grain of salt karena aku akui memang aku pakainya seingatnya aja.

Tapi aku cukup kagum dengan diriku sendiri karena berhasil menghabiskan produk ini sampai harus kubuka dulu tutupnya dan aku aduk isinya supaya sisa-sisa produk di pinggiran botolnya bisa ke tengah.

Ingredients: Water, Butylene Glycol, Pullulan, Niacinamide, Propanediol, Sodium Polyacrylate, 1,2-Hexanediol, Caprylhydroxamic Acid, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Lactobacillus Ferment Lysate, Camellia Sinensis Leaf Extract, Punica Granatum Extract, Caprylyl Glycol, Sodium Hydroxide, Lactobacillus Ferment, Acetyl Tetrapeptide-5, Caffeine, Acetyl Hexapeptide-8.

BACA JUGA: Heimish Bulgarian Rose Water Hydrogel Eye Patch Review


Kayak produk eye treatment pada umumnya, produk ini cara ngeluarinnya tinggal dipump aja. Pumpnya nggak keras, nggak susah juga buat ditakar. Cuma botolnya kalau produknya udah tinggal sedikit jadi susah buat dipump keluar karena tekstur produknya juga yang lumayan heavy, jadi dia nggak mengikuti kontur botol dan bakal stay di situ-situ aja. Kayak yang aku bilang di paragraf atas, harus agak dibuka dan diaduk kalau udah mulai tinggal sedikit supaya produknya rata lagi dan bisa dipump lagi.

BACA JUGA: SNP Red Ginseng Energy Eye Cream Review


Aku udah coba beberapa eye treatment mulai dari eye patch, eye cream, eye serum, dan yang terakhir dari Avoskin ini eye ampoule. Menurutku persoalan eye treatment ini buat tiap orang perjalanannya beda-beda karena seperti yang kita tahu, kulit sekitar mata itu kan sensitif ya, jadi perawatannya harus super hati-hati. Nggak bisa kena produk yang terlalu heavy, ingredientsnya juga jangan yang langsung keras atau abrassive. Dulu aku sempat mikir eye treatment itu sebetulnya produk skincare biasa yang bisa dipakai di daerah wajah lainnya tapi kemudian sadar kalau gimanapun juga memang kulit daerah mata itu beda. Makanya produk eye treatment muncul karena untuk memenuhi kebutuhan itu, terutama buat yang kulit sekitar matanya gampang muncul milia, nggak mungkin kan pakai moisturizer yang berat dipakaikan di sekitar mata.

That being said, eye treatment itu progressnya paling lama dibanding produk lainnya. Harus tahu betul apa concern daerah sekitar mata yang bisa dihandle dengan produk eye treatment dan apa yang nggak bisa diapa-apain. Misal, daerah bawah mata yang gelap karena efek genetik, mau dipakaikan eye treatment apapun juga nggak akan ngaruh karena memang udah genetik aja. Kalau untuk Avoskin Advanced Action Eye Ampoule ini sendiri punya klaim selain untuk mencerahkan, juga untuk menghidrasi kulit supaya nggak muncul kerutan. Dari selama pemakaian aku merasanya dia lebih ke yang kedua, jadi memang menjaga supaya kulit sekitar mata diberikan pelumas, biar garis-garis halus nggak terlalu kelihatan. Tapi kalau dari segi mencerahkannya aku kurang merasakan.

Apakah dengan ini aku jadi tergerak untuk mulai invest di eye treatment? Bisa jadi, kalau memang ada budgetnya. Karena kebanyakan eye treatment harganya lebih mahal ketimbang produk yang diperuntukkan untuk bagian wajah lainnya jadi harus dipikir-pikir dulu. Tapi menurutku kalau memang ada budget, bisa dipikir buat invest ke eye treatment karena ini produk yang hasilnya baru kelihatan nanti di kemudian hari terutama untuk masalah kerutan yang akan muncul seiring bertambahnya umur.

2020 benar-benar jadi tahun yang penuh dengan struggle. Bukan cuma buat aku, tapi buat kita semua aku yakin. Buat aku pribadi, aku struggling nyari kerja. Lulus bulan Januari 2020, dan udah setahun lebih aku nganggur. Rasanya campur aduk banget memang, nggak langsung dapat kerjaan setelah lulus tuh. Apalagi ketika teman-teman yang lain udah mulai pada dapat kerja bahkan ada yang udah mulai nikah juga. Rasanya capek juga buat mengingatkan ke diri sendiri kalau semua orang punya timelinenya masing-masing dan aku nggak perlu buru-buru.

Tapi hari ini aku membawa kabar gembira hehe. Jadi hari ini, tanggal 1 Maret 2021, akhirnya aku dapat kerja. Akhirnya. Setelah satu tahun menganggur, akhirnya aku resmi jadi melepas masa pengangguranku :") Dan yang lebih bikin terharunya lagi adalah, aku keterima di perusahaan media yang udah jadi impianku dari dulu. Hari ini buat pertama kalinya aku merasakan yang namanya orientasi karyawan baru, ikut meeting, brainstorming sama team, dan dapat pekerjaan yang harus diselesaikan dalam beberapa jam wahahahah 😂 Menantang tapi seru banget.

"Remember that sometimes not getting what you want is a wonderful stroke of luck."

Di sini aku mikir, ternyata selama ini rejekiku tuh di sini. Ditolak di sana sini, ternyata karena rejekiku bukan di sana. Aku jadi keinget satu tweet yang pernah lewat di timeline aku, Kalau sekarang kamu belum kerja, bisa jadi itu karena pekerjaan buat kamu bahkan belum tercipta sampai detik ini. Dan itulah yang terjadi. Kalau bukan karena ada departemen baru di kantorku yang butuh hiring, aku nggak akan ada di sini sekarang.

Intinya, aku bersyukur dengan segala kegagalan yang udah aku lalui. Kalau aku nggak ditolak di sana sini, aku nggak akan keterima di kantorku sekarang. Masih nggak percaya aku bisa keterima di perusahaan yang jadi impianku sejak dulu. Emang kadang tuh rencana Tuhan suka bikin kaget, tapi selalu tepat waktu.
Avoskin PHTE

Haloo, wah udah masuk bulan Maret aja kita. Gimana kabarnya teman-teman semua? Aku tepat per tanggal 1 ini akhirnya memulai lembaran baru dalam hidupku karena akhirnya aku keterima kerja :") Yes, setelah setahun lebih menganggur, akhirnya aku diterima kerja di perusahaan. Well, sebetulnya kalau dilihat-lihat lagi ya nggak benar-benar menganggur ya karena kegiatan beauty reviewing ini cukup makan waktu apalagi aku mengerjakan semuanya sendirian dan semakin hari semakin banyak partnership dengan brand yang masuk juga jadi ya setahun itu aku nggak gabut-gabut banget lah heheh.

Hari ini akan mereview soal salah satu produk dari brand lokal yang sepertinya udah jadi kesukaan banyak orang tapi aku baru coba akhir-akhir ini yaitu Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence. Aku dihubungi sama pihak Avoskin pertengahan Februari lalu dan ditawarin untuk cobain produk ini. Kebetulan banget ternyata mereka lagi mau mengeluarkan PHTE edisi khusus valentine, jadinya sekalian aku dikirimin yang packagingnya warna pink ini deh, lucu banget yaa? Skincare tuh kalau kemasannya udah warna pink gitu pasti deh kelihatan lebih menggoda :")

BACA JUGA: Skin Game Theory of Everything Essence Review


INFO PRODUK

  • Nama brand: Avoskin
  • Nama produk: Perfect Hydrating Treatment Essence
  • Jenis produk: Essence
  • Ukuran: 100 ml
  • PAO: 6 bulan
  • Harga: Rp 299.000
  • Tempat beli: Website Official Avoskin
  • BPOM: NA18200105520

Kalau dilihat dari namanya aja pasti udah ketebak ya fungsinya apa. Avoskin PHTE adalah essence yang memiliki klaim membantu melembapkan dan menjaga kesegaran kulit, sekaligus membuat muka terlihat lebih cerah. Produk ini diformulasikan tanpa paraben, fatty alcohol, dan udah cruelty free juga. Yang menarik dari ingredients listnya adalah ternyata essence ini mengandung ethyl ascorbic acid, yaitu turunan dari vitamin C yang lebih stabil dan merupakan antioksidan yang baik untuk meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi kerutan. Aku juga suka lihat ingredients listnya yang nggak kebanyakan bahan aktif, it's pretty simple if you look at it.

Ingredients: Aqua, Ethyl Ascorbic Acid, Propylene Glycol, Glycerin, Chamomile (Anthemis Nobilis) Extract, Carrot (Carota Sativa) Oil, Rosa Canina Fruit Oil (Rosehip), Carborner, Triethanolamine, Alcohol

BACA JUGA: Whitelab Galactomyses + Hyaluronate Hydrating Face Essence Review

Tekstur Avoskin PHTE

Botolnya ini terasa cukup berat karena dia terbuat dari botol kaca, jadi aku sarankan hati-hati kalau mau bawa dia terutama ketika bepergian karena botol seperti ini tentunya rentan pecah. Bagian mulut botolnya ini lumayan sempit, jadinya produk nggak gampang bleberan kemana-mana ketika mau dituang, tapi memang jadinya lebih effort aja karena harus digojlok kayak mau ngeluarin saos sambal hahah. Aku suka parno sendiri takut botolnya selip dari tangan ketika lagi digojlok dan jatuh :") Produknya sih nggak susah keluar, cuma kalau nggak digojlok ya nggak akan keluar. Essencenya sih cair tapi menurutku desain tutup botolnya bikin produknya nggak mau netes gitu aja.

Aku mulai masukin essence ini ke dalam skincare routine aku sejak 14 Februari, jadi pas banget produknya baru sampai langsung aku coba malamnya. Dan aku jadi paham kenapa banyak banget yang suka sama PHTE. Rasa lembapnya memang enak banget, bikin kalem di kulit, dan dia ngasih rasa segar dingin-dingin gitu, mungkin dari alcoholnya ya heheh. Termasuk ringan dibandingkan essence lain yang pernah aku coba, dan dia juga gampang banget menyerap ke kulit tanpa ninggalin finish yang lengket. Nyaman buat dilayer beberapa kali juga, tapi di kulitku yang gampang dehidrasi ini dua kali layer aja udah pas banget, selama kemudian dikunci dengan produk yang oklusif karena kalau nggak nanti hidrasinya lepas lagi.

So far dari klaimnya yang melembabkan itu memang terbukti sih. Aku takjub banget mana rasanya tuh emang pas dipakai ke muka segarnya kerasa, apalagi kalau essencenya dimasukin ke kulkas dulu, wuuuh nggak kebayang kayak apa rasanya pasti enak banget. Tapi dari sisi mencerahkannya aku kurang bisa notice sih. Entah belum full effect atau memang kulitku udah mentok cerahnya segini aja wkwkwk. Tapi aku sangat merekomendasikan essence ini terutama buat kalian yang kulitnya dehidrasi juga kayak aku. It's really worth the shot!
Axis-y Dark Spot Serum

As someone who has acne prone skin, I struggle with not just one, but two problems all at once. The first one is obviously the acne itself, and the second one is the aftermath; the hyperpigmentation. As I am someone of a darker skin tone, once my acne is gone, it tends to leave PIH aka dark spots on my face. Surely these things are not impossible to get rid of, and it doesn't always take a fortune too. The one product I recommend the most when dealing with hyperpigmentation is sunscreen. Since hyperpigmentation is caused mostly because of exposure to UV light from the sun, so protecting our skin from it will do the trick. But of course, each skin has its own timeline when it comes to progress. There are just cases where one dark spot is harder to get rid of than the others. This is where a brightening serum comes into play.

For my entire career of beauty reviewing, I've tried gazillions (okay it's probably not that many haha) of brightening serum. Yes, getting rid of the acne itself is hard already, but the leftover of it, the spots, is even harder to tackle. That's why aside from diligently applying my sunscreen on a daily basis, I also look for a brightening serum to help boost the progress faster. And that's what we'll be talking today. I got this Axis-y Dark Spot Correcting Glow Serum a couple weeks ago, along with its mugwort mask and sunscreen. Axis-y as a brand has been known quite well here in Indonesia, so when I was presented with the chance to finally lay my hands on them, of course I snatched it right away.

BACA JUGA: Elsheskin Radiant Skin Serum Review

Ingredients Axis-y Dark Spot Serum
The ingredients list


PRODUCT INFO

  • Brand: Axis-y
  • Product name: Dark Spot Correcting Glow Serum
  • Product type: Serum
  • Size: 50 mL / 1.69 fl oz
  • PAO: -
  • Price: $22.00
  • Where to buy: Axis-y Official Website
  • BPOM: -

As always before I share my experience of using this product, let's talk first about its claims and ingredients. This serum is a niacinamide-based serum that claims to help correct dark spots and improves uneven skin tone. With the help of plant-derived Squalane, this serum retains moisture to keep our skin glowing and healthy. It also reduces pigmentation concerns including dark spots and uneven skin tone, smoothes and brightens skin, while deeply moisturizes our skin. Some of the notable ingredients in this serum are: niacinamide, squalane, papaya, sea buckthorn, oryza sativa rice bran, allantoin, and calendula. It's also vegan, cruelty free, formulated with paraben, mineral oil, artificial fragrances, or artificial colors.

Ingredients: Water, Glycerin, Niacinamide, Sodium Hyaluronate, Propanediol, Erythritol, Butylene Glycol, Squalane, Oryza Sativa (Rice) Bran Extract, Calendula Officinalis Flower Extract, Carica Papaya (Papaya) Fruit Extract, Hippophae Rhamnoides Fruit Extract, Malpighia Emarginata(Acerola)Fruit Extract, Polyglyceryl-10 Laurate, Chlorphenesin, Arginine, Ethylhexylglycerin, Carbomer, Glutathione, 1,2-Hexanediol, Hydroxypropyl Cyclodextrin, Disodium EDTA, Hydroxyethylcellulose, Allantoin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil

BACA JUGA: 2SOL Facial Recovery Booster Review

Skin progress from 18 Jan - 24 Feb

The product comes in tube with pump that's really easy to dispense the product. It has the texture of a light gel that absorbs easily into the skin without leaving any sticky layer on top of the skin. A lot of people use it on targeted areas only where the hyperpigmentation is, but I really love the moisturizing effect it gives to my skin so I use it all over my face. It can be used both day and night, and can even act as sleeping mask.

I've been using this product for almost two months now, and I can see that it does help a lot with fading my hyperpigmentation especially my dark spots caused by acne and my skin texture has gotten better too. I learned a long time ago that my skin texture gets less bumpy if my skin gets enough hydration and like I said in the beginning, this serum gives really great level of moisture. I can see the hype of this product and I've proven it myself that this does work to help tackle my dark spots.

Dari pertama aku kenal sama klinik kecantikan Erha, sampai detik ini aku belum pernah cobain service mereka, terutama dalam hal perawatan muka. Padahal kalau ditanya mau ya mau heheh. Ya maklum lah, memang buatku, Erha itu masih di luar budget aja. Makanya aku lebih banyak coba-coba produk otc karena mereka lebih affordable. Erha sendiri juga sebetulnya mengeluarkan produk otc alias produk yang bisa dibeli tanpa resep dokter, jadi nggak perlu konsul dulu ke dokter mereka walaupun tentunya konsul lebih direkomendasikan, apalagi buat kita-kita yang masih buta tentang skincare. Meski begitu ya tetap aja aku belum pernah menginjakkan ke gerai Erha buat lihat-lihat ada produk otc apa aja di konter mereka. Keburu insecure aja dompet wkwkwk.

Tapi menjadi beauty reviewer ada perksnya tersendiri. Salah satunya adalah mendapatkan tawaran kerjasam untuk mencoba produk-produk untuk kemudian direview. Selama malang melintang 3 tahun jadi beauty reviewer, aku bersyukur banyak brand yang mau menawarkan kerjasama dengan Beauty With Dummy, termasuk Erha. Ini kayaknya udah kedua kalinya kami kerjasama, tapi baru kali ini aku tahu kalau ternyata Erha punya produk bodycare. Sebelumnya aku tahu mereka mengeluarkan produk skincare (pastinya ya), dan beberapa waktu lalu baru tahu juga kalau ada produk haircare. Nah kali ini baru ngeh ternyata Erha udah merambah ke bodycare juga. Berarti memang lengkap banget ya Erha ini.

BACA JUGA: The Body Shop Wonderfully Wonky Banana Body Yogurt Review


Waktu ditawarin untuk nyobain produk bodycare dari Erha ini marketingnya bilang kalau ini bakal cocok untuk kulit badanku yang kering. Aku memang suka mengeluhkan di social media kalau kulit badanku tuh bertolak belakang dengan kulit muka. Mukaku memang berminyak banget, tapi badanku super duper kering. Aku udah sering nyobain body lotion dari merk-merk yang banyak dipakai sama orang lain, yang hypenya tinggi, tapi ternyata hasilnya biasa aja di kulitku, ujung-ujungnya kulitku tetap terasa kering. Waktu marketingnya bilang gitu aku jadi hopeful dong.

Body moisturizer aka body lotion ini mengandung bahan utama seperti ceramide complex, centella asiatica extract, vitamin E, dan kandungan anti inflammatory. Ukurannya sendiri sepertinya ada beberapa varian, kebetulan yang aku punya di sini yang ukuran 30g. Cukup mini sih kalau dipikir-pikir karena ini kan body lotion ya hahah. Tapi justru handy juga karena menghindari produk expired dan nggak sempat dihabiskan. Produk ini diperuntukkan untuk kita yang kulitnya kering dan juga sensitif. Dia mengandung silikon, jadinya pas diratakan ke kulit akan terasa oklusif.

BACA JUGA: Love, Beauty, & Planet Coconut Water & Mimosa Flower Lotion & Body Wash Review


Tekstur body lotion ini sesuai sama apa yang harapkan sih. Oklusif, tapi nggak terasa berat ataupun lengket di kulit. Menyerapnya juga cepat banget lho, and I mean it karena nggak lama setelah aku pakai, aku coba cuci tangan dan dia nggak meleleh terus jadi licin nggak jelas gitu. Tahu kan, biasanya beberapa body lotion bikin licin kalau baru diaplikasikan ke kulit terus kita kena air, tapi Erha ini nggak gitu. Rasanya benar-benar bikin kulitku yang kering kayak Gurun Sahara jadi adem lagi, seolah-olah ditumbuhi tanaman hijau dan muncul oase.

Cuma ternyata untuk bagian kulitku yang udah sampai ngelupas sih dia masih belum sanggup melembabkan kalau cuma satu layer aja jadi harus dilayer beberapa kali, itupun tetap terasa kasar tapi ngelupasnya ketutup. Aku memang punya beberapa bagian badan yang kondisinya agak emergency, yaitu bagian sikut dan mata kaki yang teksturnya sampai kasar dan menebal saking keringnya. Tapi overall produk ini efeknya termasuk yang oke banget, dan aku mungkin akan beli dia lagi if I had the chance.
Masker Kefir Lovelykefir

Buat teman-teman yang udah lama ngikutin aku di social media pasti udah hapal kalau aku termasuk orang yang paling males buat maskeran because I made that pretty clear. Bahkan buat pakai sheet mask yang tinggal templok ke muka dan ditunggu tanpa harus dibilas aja aku malas, apalagi masker wash off yang harus dibilas. Dulu sih aku masih punya desire buat explore sheet mask dan masker, kayak ada rasa penasaran dan puas aja gitu kalau punya sheet mask banyak dan bisa coba dari berbagai macam brand. Sampai akhirnya aku ada di titik di mana aku sadar, sampah yang dihasilkan dari sheet mask itu buanyak banget. Bukan cuma bungkusnya, tapi lembaran sheet masknya itu sendiri juga kan jadi sampah. Sejak itu aku jadi mulai membatasi pakai sheet mask dan beralih ke wash off mask. Tapi ya itu balik lagi, aku tuh mageran banget wkwkwk.

Nah sejak aku mulai tekun jadi beauty reviewer, tentunya aku sering dihadapkan sama berbagai macam produk, termasuk masker. Ada yang udah tinggal oles, ada yang harus diracik dulu, ada yang bentuknya peel off, wash off, macam-macam lah pokoknya. Dan sejujurnya meskipun rasa malas itu masih ada, tapi rasa keingintahuanku belum benar-benar hilang. Malah aku mikirnya, siapa tahu bakal nemu masker yang bahkan untuk aku yang mageran sekalipun, kalau pakai masker ini nggak akan mager karena saking bagus dan sukanya sama masker itu.

BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review

Varian Masker Kefir Lovelykefir
Ada 12 varian masker kefir yang dikeluarkan oleh Lovelykefir

Beberapa waktu lalu aku dihubungi sama Lovely Kefir dan ditawarin buat nyobain masker-masker mereka. Sebelumnya aku memang belum pernah coba masker kefir, tapi aku udah sering lihat produknya seliweran baik di Instagram ataupun Youtube karena udah sering direview sama orang-orang terutama brand Lovely Kefir ini. For the sake of nambah pengalaman, dan karena memang penasaran juga kayak gimana sih rasanya maskeran pakai masker kefir, aku iyakan deh tawarannya.

Sebelum kita masuk lebih jauh ke review produknya, aku mau kasih sedikit penjelasan yang aku dapat dari Lovely Kefir tentang masker-masker mereka. Buat yang belum tahu, masker kefir itu adalah masker yang menggunakan fermentasi dari susu kambing. Kebayang dong ya baunya kayak apa wkwk. Pada dasarnya sama aja kayak maskeran pakai yoghurt, tapi katanya fermentasi susu kambing ini punya kandungan lemak yang lebih banyak, serta protein dan probiotik. Produk masker kefir dari Lovely Kefir juga diklaim dapat menghambat kerja enzim pada proses pembentukan pigmen kulit (melanin) dan efektif untuk mengatasi kerusakan akibat adanya senyawa radikal bebas.

Well, kalau dilihat dari klaimnya sebetulnya agak menyeramkan sih. Kalau yang dimaksud pembentukan melanin adalah noda-noda gelap pada kulit akibat bekas jerawat atau efek sinar UV dari matahari, okelah. Tapi seram juga kalau yang dimaksud kayak bleaching kulit gitu walaupun aku yakin kalau cuma sekedar masker aja nggak mungkin sanggup sampai segitunya sih efeknya.

BACA JUGA: Beau Kirana Mud Mask Review

Tekstur Masker Kefir Lovelykefir
Tekstur 12 varian masker dari Lovely Kefir

INFO PRODUK

  • Nama brand: Lovely Kefir Nature
  • Nama produk: Lovely Kefir Masker Kefir
  • Jenis produk: Masker
  • Ukuran: 3 gr
  • PAO: 30 bulan (3 bulan setelah dibuka dengan penyimpanan di kulkas)
  • Harga: Rp 85.000/5 sachet
  • Tempat beli: Shopee Official Lovely Kefir Nature
  • BPOM:  NA18190205617

Di sini aku dikasih semua varian masker kefir dari Lovely Kefir. Mereka punya 12 varian:  Original, Greentea, Spirulina, Bengkoang, Kunyit, Kopi, Coklat, Strawberry, Kulit Manggis, Aloe Vera, Charcoal/Black, Buah Naga.  Di luar ke-12 varian tersebut mereka juga akan mengeluarkan varian baru yaitu mugwort, yang memang akhir-akhir ini lagi naik banget ya kandungan mugwort tuh. Setiap maskernya punya tekstur dan warna yang berbeda. Untuk wanginya sendiri pada dasarnya hampir sama, cuma ada sedikit perbedaan di beberapa varian, tapi menurutku nggak terlalu signifikan karena lebih  dominan wangi amis susu yang lebih tercium.  Aku sendiri nggak terlalu suka bau susu yang difermentasi seperti ini, tapi memang very much expected ya namanya juga masker kefir heheh. Sebetulnya ini masalah preference aja sih. Aku sempat mengira dengan banyaknya varian ini mungkin bakal 50:50 wangi yang tercium, tapi nggak juga ternyata.

Maskernya termasuk yang high maintenance masalah penyimpanan, karena ini menggunakan susu, bahan yang gampang banget rusak kalau terpapar udara, jadinya kalau udah dibuka dia harus cepat-cepat dihabiskan dan penyimpanannya pun harus di kulkas dan sebisa mungkin jangan terkena kontak dengan udara terlalu lama. Kalau nggak nanti tekstur dan bau dari maskernya bisa berubah jadi lebih tengik lagi.

BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review

Tekstur Masker Kefir Lovelykefir
Tekstur masker varian Kopi Lovelykefir
Hasil Masker Kefir Lovelykefir

Setelah nyobain ke-12 varian masker dari Lovely Kefir ini (dengan susah payah, haha. Karena cuma dikasih waktu sebentar buat nyobain 😭) aku menjatuhkan varian favoritku pada si Kopi/Coffee. Soalnya dia wanginya yang paling enak dibanding yang lain, wangi kopinya lumayan ketara jadi nggak amis-amis banget kayak varian lainnya. Teksturnya juga paling enak buat diratain, dan varian Kopi ini ada butiran scrubnya jadi bisa sekalian buat exfoliate kulit. Masker ini semuanya termasuk yang susah dibersihkan. Mereka meninggalkan residu rasa lengket yang benar-benar pliket, jadinya kalau cuma dibilas dengan air aja nggak akan cukup. Ini aku pelajari waktu pertama kali nyobain dan kalau biasanya aku maskeran setelah cuci muka, kalau pakai masker kefir ini aku harus lakuin sebelum cuci muka. Karena untuk ngebersihinnya, harus dibilas pakai sabun.

Bisa kalian lihat di foto before-after pemakaian masker, sebetulnya nggak terlihat ada perubahan yang signifikan. Ya mau gimana lagi ya, waktu yang diberikan buat nyobain juga terbatas sih, sementara masker menurutku produk yang paling lama menunjukkan efeknya karena dia sifatnya wash off. 

Saranku untuk Lovely Kefir ke depannya mungkin untuk kemasannya diperbagus lagi. Maksudku adalah, sebaiknya ditulis sekalian di bungkusnya info-info terkait produknya seperti: ingredients list dan klaim karena dua hal itu penting banget menurutku. Aku kan harus tahu ingredientsnya buat wanti-wanti siapa tahu bakal ada ketidakcocokan pas nyobain, jadinya aku bisa siap-siap dengan produk yang bisa bantu nyembuhin breakoutnya (kalau memang nggak cocok). Tulisan yang tercetak di bungkus tiap variannya juga sama, cuma instruksi yang berulang aja dan nggak ada perbedaan. Jadinya seolah-olah varian-varian yang ada tuh jadi cuma hiasan aja.
ARRA Beauty Blush On

Hai semuanyaa, selamat hari Minggu! Lagi pengen cuap cuap nih jadi mungkin postingannya bakal agak rame heheh. Mungkin ada yang notice (atau nggak? WKWKWK) kalau beberapa waktu belakangan ini aku lagi nggak konsisten sama template blog. Aduh, emang lagi dibikin pusing aku tuh sama template blog karena penyesuaiannya susah banget. Aku udah sempat cerita kan kalau aku beli template baru (yang sekarang ini kalian lihat), nah ternyata habis ganti template ini stats blog jadi turun jauh, adsense juga jadi ngambek banget :") Makanya aku dilema mau tetap pakai template baru apa nggak. Tapi aku udah kepalang bosen sama yang lama, dan template baru ini bagus banget, dan mahal pula masa iya nggak aku pakai kan??? Jadi yaudah aku rela deh stats ambruk dulu yang penting aku jadi semangat ngeblog karena tampilan blog aku sekarang rapi banget xD

Okay balik ke topik postingan hari ini, udah kelihatan lah ya aku mau ngepost apa heheh. Produk yang mau direview hari ini adalah ARRA Beauty Blush On. Sebelumnya aku udah pernah review lip matte mereka. Kedua produk ini juga udah aku share reviewnya di Twitter. Tapi tentunya nggak afdol buat Dyn kalau belum ngereview di blog, ya nggak. Produk ini juga pemberian dari ARRA, barengan sama si ARRA lip matte. Yuk yang udah penasaran mau tahu reviewnya lanjut baca aja!

BACA JUGA: Runa Beauty Moonflush Cream Blush Shade Juno Review

Kemasan Blush ARRA Beauty
Swatch ARRA Blush Shade Dayak
Swatch ARRA Blush Shade Dayak

INFO PRODUK

  • Nama brand: ARRA Beauty
  • Nama produk: Kiss My Blush (Dayak)
  • Jenis produk: Blush
  • Ukuran: 3 gr
  • PAO: 12 bulan
  • Harga: Rp 120.000
  • Tempat beli: Shopee Official ARRA Beauty
  • BPOM:  NA18201201559

As always aku bakal bahas dari bagian luarnya dulu yaitu packagingnya. Sebenarnya sebelum ditawarin buat coba produk dari ARRA ini, aku belum sempat ngelirik atau ngecek packaging ARRA tuh gimana sih, mereka ngasih vibe seperti apa sih. Nah pas produknya datang, aku kaget ternyata kemasannya kecil juga haha. Tapi aku nggak asing sama bentuknya, karena packaging blush ini mirip sama face productnya ESQA yang pakai jenis container sama cuma beda warna dan beda bahan yang dipakai juga. ARRA Kiss My Blush dibalut dengan dominasi warna hitam dengan tulisan merk di bagian depan dan informasi produk seperti berat dan PAO di bagian belakangnya. Blushnya udah dilengkapi dengan cermin, jadi siap dipakai on the go.

Series ARRA Kiss My Blush punya 3 shades:  Dayak, Sasak, dan Asmat.  Punyaku ini yang Dayak punya warna seperti salmon. Jadi campuran antara pink dengan warna peach. Aku sendiri memang suka sama warna-warna blush yang lebih ke arah orange atau nude. Dulu pernah pakai yang dominan pink tapi aku kurang suka kelihatannya di kulitku. Makanya rata-rata blushku sekarang warnanya senada, ada di circle yang warm tone gitu. Dari tiga shade yang ada, Dayak ini yang paling sesuai sama preference aku makanya aku pilih dia.

BACA JUGA: Make Over Multifix Matte Blusher Shade 01 Rose Hour Review

Swatch ARRA Blush Shade Dayak
Swatch ARRA Blush Shade Dayak

Blush ini punya finish yang matte, jadi bukan tipe yang shimmery alias ngasih shine di muka. Teksturnya juga halus banget, dan pigmentasinya nggak langsung yang ngejreng medok di muka. Bisa dibuild up pelan-pelan jadi blushnya termasuk yang beginner friendly. Sedikit cerita, dulu aku tuh nggak suka banget pakai blush. Aku sempat trauma pakai blush yang warnanya nggak accentuate my skin color, jadinya malah kelihatan maksa dan aneh banget. Tapi lama kelamaan aku belajar soal warna, soal formula, dan akhirnya mulai paham blush seperti apa yang pas di aku. Shade Dayak ini cantik banget warnanya di kulitku, bikin kelihatan a little bit flushed kayak kena sinar matahari gitu tapi masih kelihatan subtle. Menurutku blush ini recommended banget buat dicobain dan aku berharap semoga ke depannya ARRA bakal nambah shade lagi hihi.
Ertos Retinol Serum

Nggak kerasa tahun ini aku bakal menginjak umur seperempat abad :") Rasanya kayak baru kemarin aku masuk perguruan tinggi, pertama kalinya merantau dan tinggal selama 6 tahun di sana sendirian, eh sekarang udah umur segini aja. Kalau ngomongin umur, satu yang jadi concernku adalah tentunya kondisi kulit. Mulai dari tanda-tanda penuaan, sampai berubahnya tipe kulit. Selama ini tipe kulitku tuh berminyak, tapi aku sering dengar testimoni dari teman-teman yang lebih berumur, kalau di umur tertentu, tipe kulit bisa berubah. Banyak pengalaman teman-temanku yang awalnya juga punya kulit berminyak, tapi lama kelamaan seiring berjalannya waktu kulit jadi kering. Inilah yang aku lagi antisipasi. Tentunya nggak akan bisa dicegah ya hal seperti itu, karena memang tubuh ini kan benda hidup, ada umurnya sendiri dan udah proses alam menjadi tua tuh. But if I could, I want to age gracefully. Makanya kenapa salah satu produk penting dalam skincare routine aku adalah produk anti aging.

Ngomongin anti aging, nggak bakal lepas dari ingredients yang namanya retinol. Buat yang belum tahu, retinol adalah vitamin A yang punya fungsi mempercepat cells turnover atau regenerasi sel, sehingga kulit kita bisa tetap kelihatan awet muda. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen pada kulit itu semakin turun. Kolagen ini yang bikin kulit tetap kelihatan sehat dan elastis. Nah retinol ini bakal membantu produksi kolagen yang mulai menurun itu. Kenapa aku ngomongin retinol, karena di sini aku mau ngereview produk dari Erto's yaitu Erto's Retinol Serum.

BACA JUGA: Pond's Age Miracle Whip Review

Ingredients Ertos Retinol

INFO PRODUK

  • Nama brand: Erto's
  • Nama produk: Retinol Serum
  • Jenis produk: Serum
  • Ukuran: 20 ml
  • PAO: 12 bulan
  • Harga: Rp 120.000
  • Tempat beli: Shopee Official Erto's
  • BPOM: NA18202000058

Sebelum kita masuk lebih jauh tentang bahasan produknya, aku mau disclaimer dulu kalau produk ini aku dapat lewat SOCOBOX tahun lalu. Aku nggak cuma dapat satu serum ini aja, tapi aku dapat 4 serum dan satu cleanser kalau nggak salah. Sorry udah lupa soalnya udah lama banget hahah. Buat yang mau nonton unboxingnya kalian bisa cek langsung ke Youtube channel aku!

Aku ini bukan pemain baru ya dalam dunia retinol. Retinol pertamaku itu dari For Skin's Sake, yaitu Retinol Overnight Cream mereka. Waktu pertama kali coba retinol, aku nggak merasakan ada ketakutan sama sekali, nggak ada kekhawatiran bakal breakout hahah. Emang kalau udah urusan coba-coba produk tuh aku selalu berani terabas, nggak ada kata takut. Dari situ aku akhirnya paham kenapa orang-orang memuja ingredients retinol ini terutama untuk teman-teman yang udah berumur.

Erto's Retinol Serum ini punya  presentase retinol sebesar 0,5%,  dan menurutku itu udah agak moderate ya. Bahkan si FSS aja retinol creamnya cuma 0,1% doang. Untuk pemula memang cocok, pas lah istilahnya. Erto's ini juga masuknya masih di tengah-tengah, masih okelah kalaupun mau dicoba sama newbie walaupun aku selalu menyarankan sebisa mungkin coba dari presentase paling rendah dulu. Jaga-jaga kulitnya nggak cocok atau butuh penyesuaian dulu. Retinol ini ingredients yang butuh pemahaman dulu kalau mau diapproach. Jangan sampai nekat pakai retinol tapi nggak paham side effectnya apa aja. Ini yang kadang suka kita overlook.

Aku agak kaget sih karena di labelnya dia bilang bisa dipakai di pagi hari, walaupun memang nggak apa-apa, toh juga Erto's lanjutin dengan nulis  kalau di pagi hari harus dibarengi dengan sunscreen.  Itu penting banget. Bahkan kalaupun malamnya pakai retinol, besok paginya juga tetap wajib pakai sunscreen meski di pagi hari itu nggak pakai retinol karena sensitivitas kulit masih berlangsung bahkan sampai 2 minggu ke depan.

Ingredients: Aqua, Alcohol, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Dimethicone, Ethylhexyl Cocoate, Dimethiconol, Tocopherol, Glycine Soja Oil, Retinol, Dimethylmethoxy Chromanol, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Ammonium Acryloyldimethyltaurate/VP Copolymer, Allantoin, Xanthan Gum.

BACA JUGA: Perjalanan Sebulan Memakai Avoskin Miraculous Retinol Toner

Tekstur Ertos Retinol
Tekstur serum yang cair seperti air

Aku udah pakai serum ini dulu banget, tapi kemudian stop karena... lupa karena apa wkwk. Kayaknya karena kebanyakan serum di skincare routine aku dulu dan aku waktu itu lagi ngereview serum jadi dia terpaksa aku tinggalkan. Tapi habis selesai pekerjaannya, aku balik pakai dia lagi. Dan sejauh ini yang aku rasakan adalah tekstur kulitku selalu terkontrol. Kalau dulu tuh ya, kulitku benar-benar kelihatan banget gradakannya, apalagi kalau pakai foundation. Tapi karena rutin pakai retinolnya Erto's ini, tekstur kulit jadi lebih kalem. Kulitku juga sepertinya udah lebih tahan banting ketimbang dulu waktu pertama nyobain retinol. Dulu aku cuma bisa pakai retinol maksimal dua hari sekali, tapi dengan Erto's ini yang presentasenya lebih tinggi, aku bisa pakai setiap hari.

Setiap kulit daerah smile lines mulai kelihatan visible, aku juga langsung pakaikan serum ini di targeted area dan besok paginya smile linesnya langsung pudar lagi! Nggak salah memang retinol digadang-gadang sebagai fountain of youth karena memang efeknya untuk kulit yang udah nggak muda lagi dia sangatlah oke. Teksturnya watery banget, nggak terasa lengket di kulit, dan dia cepat menyerap juga. Wanginya sih aku cium hampir nggak ada, kalaupun ada kayaknya itu wangi khas retinol aja deh. This has been a pleasant experience, aku nggak sabar buat cobain retinol lainnya, dan mungkin dengan presentase yang lebih tinggi lagi? Heheh, who knows!
Skin Game Theory of Everything Essence

Haloo, selamat weekend! Hari ini aku merasa lagi punya energi lebih buat nulis di blog. Entah ya, sebagai beauty reviewer yang punya beberapa channel media sosial, pada akhirnya aku selalu merasa paling dekat dan personal sama blog. Mungkin karena di blog tuh audiencenya nggak kayak di media sosial lainnya yang berasa langsung banget interaksinya, di blog lebih subtle aja gitu hehe, jadinya aku merasa kayak lebih nyantai aja kalau mau nulis apa-apa.

Postingan kali ini aku mau ngereview salah satu produk skincare, lagi-lagi dari brand lokal, yang sepertinya masih banyak yang belum tahu ya. Aku udah sempat share produk ini beberapa kali di Instastory-ku dan banyak yang bilang mereka baru tahu kalau ternyata produk ini ada. Padahal Skin Game udah release produknya cukup lama, aku aja baru kesampaian pakai sekarang karena produknya sering banget sold out huhu. Tapiii beruntungnya waktu aku ngetweet aku pengen cobain ToE essence-nya Skin Game beberapa waktu lalu, ternyata ada followers yang berbaik hati mau ngasih ke aku secara cuma-cuma! Walaupun begitu aku baru sempat mulai rutin pakai produknya akhir-akhir ini karena sebelumnya harus ngereview produknya si Whitelab yang sama-sama essence.

BACA JUGA: Lacoco Dark Spot Essence Review

Essence Skin Game

INFO PRODUK

  • Nama brand: Skin Game
  • Nama produk: Theory of Everything Essence
  • Jenis produk: Essence
  • Ukuran: 100 ml
  • PAO: 6 bulan
  • Harga: Rp 148.000
  • Tempat beli: Shopee Official Skin Game
  • BPOM: NA18200104029

Kalau ngomongin essence, sebetulnya sampai detik ini aku belum paham banget urgensinya di skincare routine aku. Sampai beberapa waktu lalu, aku sama sekali belum pernah punya essence. Kayaknya essence pertamaku itu dari SNP HDDN=Lab deh. Dalam skincare, aku suka nggak ambil pusing kalau soal istilah-istilah produk gitu, soalnya kalau kebanyakan mikirin istilah dan aturan pakainya malah jadi bingung sendiri. Satu aturan yang aku pegang teguh when it comes to skincare adalah;  pakai produk dari yang paling cair ke yang paling kental.  Nah, kadang dengan prinsip ini, suka bertabrakan deh tuh waktu mau pakai essence. Awalnya aku pikir essence pasti lebih kental dari hydrating toner, tapi pada kenyataannya nggak selalu begitu.

Jadi apakah essence itu penting dalam skincare? Tergantung. Jawabannya bisa dilihat dari beberapa aspek, dan menurutku balik lagi ke ingredients di dalam essencenya itu sendiri ada apa aja, sesuai kebutuhan kulit nggak, bantu menunjang kinerja produk lainnya dalam skincare routine kita nggak, and so on and so forth. Essence Skin Game ini kebetulan punya fungsi untuk membantu memberikan kelembaban pada kulit, mencerahkan noda hitam, dan meredakan kulit yang kemerahan.

BACA JUGA: Benton Snail Bee High Content Essence Review

Fungsi essence Skin Game
Klaim dan ingredients list essence Theory of Everything

Kemasan produk ini benar-benar bikin jatuh hati. Desainnya khas Skin Game banget yang didominasi warna putih dan silver, bentuknya juga mengingatkan aku sama botol minum. Sebelum aku punya produknya, aku kira ukurannya bakal lumayan besar, tapi ternyata dia lumayan kecil di tangan, jadinya enak digenggam dan nggak terlalu bulky. Oh iya, aku juga suka sama tutup botolnya yang modelan flip top begini. Somehow meskipun nggak ada yang kelihatan revolutionary dari desain tutupnya, tapi dengan tekstur essencenya yang lumayan kental, si mulut botol tetap bisa mengeluarkan essence dengan mudah dan hebatnya lagi, seakan si mulut botol ini udah menakar seberapa banyak essence yang lolos dalam satu tetes. Keren kan? Jadi nggak ada deh tuh cerita ngeluarin essencenya kebanyakan hihi. Small details kayak gini bikin aku makin sayang sama produknya 😘

Ingredients: Aqua, Butylene Glycol, Niacinamide, Cystoseira Tamarisc­Ifolia Extract, Centella Asiatica, Phenoxyethanol, Sodium Hyaluronate, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Allantoin, Hydroxypropyl Methylcellulose

BACA JUGA: Jaga Hidrasi Kulit dengan SNP Peptaronic Toner

Tekstur essence Skin Game

Tekstur essence ini ada di antara kental sama cair, tapi masih cenderung ke arah cair. Kalau mau disandingkan, sebetulnya tekstur ini mirip banget sama toner SNP Peptaronic. Di skincare routine aku sekarang, essence ini aku pakai setelah toner dan karena tonerku juga ya si SNP itu, jadinya aku suka ngerasa kayak toneran dua kali wkwkwk. Warnanya bening, dia juga nggak ada bau apa-apa, buatku dia adalah produk yang bisa jadi safe ground buat banyak orang terlepas tipe atau masalah kulit yang dihadapi karena ingredientsnya cukup basic.

Essence ini juga gampang banget menyerap ke kulit, sama sekali nggak bikin lengket, efek hidrasi yang diberikan juga menurutku oke banget! Buatku hidrasi itu super penting karena kulitku rentan dehidrasi dan kalau udah dehidrasi bakal gampang bruntusan. Di luar hidrasi yang diberikan, aku juga notice ada perkembangan sama bekas jerawatku yang semakin memudar. Cuma kalau mengandalkan essence ini aja buat mentackle bekas jerawat sih aku nggak yakin cukup, jadi produk ini masuknya lebih ke supplementary aja di skincare routineku. But if it works, it works! Setiap habis pakai essence ini aku lihat kulitku jadi lebih kenyal dan supple, I'm not mad!
L'Oreal 24 Freshwear Foundation

Halo semuanyaa! Apakah kalian notice ada yang berbeda dari blog aku? :3 Yes, aku akhirnya ganti template! Sebetulnya aku udah dari lama pengen banget ganti template blog, tapi browsing sana-sini susah banget yang bisa pas di hati desainnya. Selama ini aku selalu pakai template gratisan kan, dan sewajarnya template gratis, yang pakai pasti banyak, jadinya susah buat bikin blog terlihat one of a kind. Sampai beberapa waktu lalu waktu aku lagi blogwalking, aku lihat ada yang pakai template cantik banget. Aku klik lah sumber templatenya, dan ternyata template yang blog itu pakai adalah template premium. Pas aku browsing katalognya, aku langsung jatuh cinta dan kepikiran mau beli juga template premium. Long story short, I did buy the template, so here we are now! Gimana menurut kalian, bagus nggak? :3

Okay okay, enough about the new design, hari ini aku mau ngereview salah satu produk yang aku udah punya cukup lama yaitu L'Oreal Infallible Stay Fresh 24H Foundation. Aku ingat banget pertama kali notice keberadaan foundation ini karena dia sering banget disebut-sebut sama Tati di video Youtubenya. Habis itu aku juga lihat salah satu adik tingkatku di kampus pakai ini dan katanya bagus. Ditambah mutualku di Instagram juga ada yang pakai, aku makin tergiur lah mau cobain. Tapi ternyata perjalananku buat membawa dia pulang nggak semudah kelihatannya.

BACA JUGA: Wet N Wild Photofocus Foundation Shade Desert Beige Review

L'Oreal Infallible Stay Fresh Shade 150
Tampilan belakang botol L'Oreal Infallible Stay Fresh 24H

Ketika aku bilang perjalanan meminang dia nggak semudah kelihatannya, aku nggak bercanda. Jadi ceritanya begini, dari awal aku tahu kalau foundation ini dijual di drugstore seperti Watson dan Guardian. Dari awal aku memang nggak berencana untuk beli di toko offline apalagi kedua toko itu karena biasanya beli online lebih murah. Selain biasanya ada diskon, juga karena ada poin-poin belanja yang bisa aku tukarkan untuk nambah potongan harga. Aku cuma main ke toko offline tuh buat memastikan shadenya, karena habis lihat-lihat di internet kok aku kurang yakin aja gitu.

Tapiii, ternyata susah banget nyari shade yang pas buatku di drugstore! Agak bikin kaget karena foundation L'Oreal yang satu ini aslinya ada banyak banget shade yang dikeluarin. Tapi yang aku lihat di drugstore tuh sedikiiit banget, cuma 5 shade itupun nggak lengkap semuanya. Heran aja padahal L'Oreal sama Maybelline satu company tapi somehow aku lebih gampang nyari shade foundationnya Maybelline Fit Me dibanding L'Oreal. Padahal keduanya ngeluarin shade segambreng, tapi L'Oreal ini yang masuk drugstore Indonesia malah sedikit banget. Aku juga sempat cek ke websitenya Sociolla, mereka juga cuma jual 5 shade aja. Waktu itu ada shade 235, shade tergelap yang aku temuin untuk foundation Infallible Stay Fresh 24H ini. Tapi pas beberapa waktu lalu aku cek lagi, shade 235 itu udah nggak ada :")

Akhirnya setelah dipikir lama, sampai kirim email ke L'Oreal Indonesia, aku memutuskan buat settle di shade 150 Radiant Beige sesuai yang disarankan sama L'Oreal-nya. Sempat ragu karena temanku yang kulitnya lebih cerah pakai shade 200, dan biasanya kan semakin gelap shadenya semakin tinggi angkanya, tapi ternyata untuk L'Oreal Infallible Stay Fresh 24H ini nggak begitu 😅

BACA JUGA: BLP Face Base Foundation Shade W30 Review

Foundation L'Oreal
Botolnya udah pakai pump

Dari segi packaging, aku suka banget sama Infallible Stay Fresh 24H ini karena dia udah pakai pump, botolnya terbuat dari kaca yang kerasa super sturdy juga jadi nggak terkesan murah sama sekali. Dari semua foundation yang pernah dikeluarkan sama L'Oreal, aku paling suka kemasan mereka yang model ini. Kalau yang tube seperti modelan Infallible Pro-matte, aku kurang sreg karena terlalu basic aja. Pumpnya ini juga gampang buat diatur mau seberapa banyak kita dispense produknya, jadi nggak perlu khawatir bakal kebanyakan ngeluarin foundationnya. Menurutku itu detail kecil yang sangat penting buat aku pribadi. Males banget kan kalau pumpnya terlalu kencang jadinya produk yang keluar suka kebanyakan, padahal udah jelas nggak akan bisa dimasukin lagi ke dalam botolnya kalau sisa.

BACA JUGA: Pixy Stay Last Serum Foundation Shade 04 Golden Tan Review

Before-after pengaplikasian foundation

Klaim foundation ini sebetulnya banyak banget, tapi satu yang bikin aku kekeuh mau cobain dia adalah karena dia lightweight. Kalau udah klaim itu di complexion product, aku pasti ngelirik deh, dijamin. Karena complexion product itu kan bakal makan space banyak banget di muka kita, dia adalah pondasi dari make-up kita. Udah sewajarnya kita tetap merasa nyaman meski pakai foundation. Dan ternyata memang benar. Tekstur foundation ini cair banget, super liquidy. Dia mengingatkan aku sama foundationnya BLP yang juga lumayan cair. Dengan tekstur cairnya itu, aku kagum foundation ini bisa ngasih coverage yang cukup decent, meski untuk aku pribadi ini masih termasuk light to medium ya belum masuk full coverage.

Judul foundationnya sendiri Stay Fresh 24H but let's be honest, siapa sih yang pakai foundation sampai 24 jam? Aku aja paling lama paling 6 jam aja, jadinya untuk klaim nyaman selama 24 jam itu aku kurang tahu juga ya benar apa nggaknya karena aku nggak ngetes sampai selama itu. Dari pengalamanku pakai foundation ini, dia lumayan oke performanya. Satu yang aku mau acungi jempol itu dia nggak oxidize, nggak bikin muka kelihatan kusam. It does stay true to its name, "stay fresh", bahkan setelah berjam-jam dipakai bercampur keringat dan mungkin polusi juga. Sayangnya sih oil controlnya kurang oke di aku yang memang punya kulit berminyak. I'm a heavy oil producer, dan kalau pakai foundation ini aku harus sering ngeblot muka pakai oil paper. But other than that, dia cukup oke. Nggak gampang geser atau transfer kemana-mana juga. Buat kalian yang nggak suka pakai foundation dengan feeling yang bikin berat di muka, kalian bisa banget cobain produk ini!
Newer Posts Older Posts Home

new video on the tube!

this week's highlight

  • 11 Rekomendasi Online Shop Make-up dan Skincare Original, Murah, dan Terpercaya di Shopee
  • Love Beauty & Planet Coconut Water and Mimosa Flower Lotion & Body Wash Review
  • September Beauty Haul: Discount Hunting?
  • Review Serum Baru Scarlett Whitening: Brightly Ever After Serum & Acne Serum
  • The Aubree Niacinamide Skin Booster Serum Review
  • BLP Loose Powder Shade Medium Beige Review
  • Miniso Perfume Champagne Life Review
  • Banila Co Clean It Zero Cleansing Balm Review
  • Nature Republic Vitapair C Toner Review
  • Maybelline The Loaded Bolds Shade Audacious Blue Review

Follow by Email

archive

  • ▼  2021 (23)
    • ▼  March (5)
      • Looke Holy Perfecting Pressed Powder Shade Maia Re...
      • Rose All Day The Realest Lightweight Foundation Sh...
      • Avoskin Advanced Action Eye Ampoule Review
      • What Being Jobless For A Year Has Taught Me
      • Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence Review
    • ►  February (9)
    • ►  January (9)
  • ►  2020 (109)
    • ►  December (9)
    • ►  November (14)
    • ►  October (13)
    • ►  September (8)
    • ►  August (10)
    • ►  July (11)
    • ►  June (7)
    • ►  May (9)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (5)
    • ►  January (8)
  • ►  2019 (115)
    • ►  December (9)
    • ►  November (11)
    • ►  October (12)
    • ►  September (11)
    • ►  August (8)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (8)
    • ►  April (8)
    • ►  March (9)
    • ►  February (7)
    • ►  January (11)
  • ►  2018 (47)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (6)
    • ►  August (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (6)
    • ►  May (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (31)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (4)
    • ►  June (5)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (5)
  • ►  2016 (19)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2015 (49)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (7)
    • ►  July (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (5)
    • ►  March (8)
    • ►  February (8)
    • ►  January (6)
  • ►  2014 (27)
    • ►  December (2)
    • ►  November (4)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (10)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (25)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (7)
    • ►  August (3)
    • ►  July (4)
    • ►  June (5)

browse by brand

2SOL Acwell Aeris ARRA Beauty Aubree Avoskin Axis-y Aztec Secret Banila Co Barry M Beau Kirana Becca Benton Bertie Cody Bioaqua Biore Biyu Blithe BLP Beauty Brun Brun By Wishtrend Catrice Clinelle Colourpop Corine de Farme COSRX Cressida Beauty Dal Cuore Dear Me Beauty Dove Dr. Ceuracle eBright Skin Elsheskin Emina Erha Erto's ESQA Essen HERB Etude House Fenty Beauty Focallure For Skin's Sake Garnier Glamglow Hada Labo Hanasui Harlow HDDN Lab Head & Shoulders Heimish Herbal Essences Holika Holika Implora Innertrue Innisfree iUNIK Jacquelle Beaute Joylab Jumiso Klairs Kleveru Kojiesan Kose L'Oreal Lacoco Laneige Leaders Looke Love Beauty & Planet Lovely Kefir Lululun Lulur Madu Luxcrime MAC Macaria Make Over Makeup Revolution Mario Badescu Masami Maska Maybelline Mediheal Miniso Missha Moist Diane Naruko Nature Republic Neogen Nivea Nu Skin O.TWO.O Original Source Physicians Formula Pixy POND'S Pore Hero Beauty Pratista Purbasari Purivera Botanicals Qiansoto Revlon Rimmel Rose All Day Rovectin Runa Beauty Safi Scarlett Whitening Secriss Senka Shu Uemura Simple Skin Aqua Skin Game Skin1004 Skinfood SNP Somethinc Studio Tropik Sugarpot Sulamit The Bath Box The Body Shop The Face Shop The Ordinary The Soap Story Uriage Wardah Wet N Wild Whitelab YSL

followers

pageviews hits

beautywithdummy

SnapWidget · Instagram Widget

Copyright © Beauty With Dummy | Indonesian Beauty & Lifestyle Blog. Designed by OddThemes