Showing posts with label Innisfree. Show all posts
Showing posts with label Innisfree. Show all posts
Wow, rasanya udah lama banget aku nggak menyentuh blog. Dua minggu terakhir ini aku lagi hectic banget sama kerjaan, karena kantorku baru launching jadi promosinya lagi kenceng-kencengnya. Selain itu juga aku makin getol ngurusin hobiku yang satu lagi; ngumpulin animerch! Kayaknya kalian udah tahu juga ya sama hobiku yang satu itu karena benar-benar asik banget cuy haha. Well, aku nggak akan ngerant soal animanga di sini (I have another blog for that 👀). Kita lanjut ke reviewnya ya hehe.
Aku senang banget karena akhirnya setelah penantian dua minggu, Adsense aku nyala lagi! Karena seperti yang bisa kalian lihat, aku akhirnya beli domain buat blog ini sebagai hadiah ulang tahun kemarin. Menurutku beli domain itu suatu langkah yang besar karena selama satu dekade aku ngeblog, aku nggak kepikiran buat beli domain karena ya buat apa? Tapi lama kelamaan aku ngerasa kayak pengen menyamakan semua link socmed aku aja dengan nama beautywithdummy. Jadilah aku memutuskan untuk beli domain sekalian karena kalau mau ganti link blog udah kepalang basah, nggak mungkin ganti. Dan karena aku ganti domain, Adsense aku sempet mati dua minggu karena harus daftarin lagi dari awal. Tapi pas banget barusan aku buka blog dan ternyata udah nyala, yay! Buat merayakan Adsense aku kembali, aku bakal ngepost di blog lagi 😘
Btw aku agak lupa-lupa ingat apa aja produk yang udah dan belum aku post di blog gara-gara laptop aku sempat direset ulang dan semua data hilang. Jadi ini aku ngintip ke draft blogku dan ternyata ada produk yang udah lama banget habis tapi sampai detik ini belum aku review! Yup, produk itu adalah Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask 2x. Aku ingat banget dulu produk ini booming di mana-mana. Semua orang jadiin ini sebagai clay mask favorit mereka, dan ini direview sama banyak orang, jadi aku keracun lah. Waktu itu coba cek di toko Innisfree langsung tapi harganya beda lumayan jauh dibandingin kalau online, jadi ya udah deh aku memutuskan beli online aja.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Kalau soal masker, aku mikir lumayan lama tiap mau beli karena aku sadar diri aku bukan tipe orang yang suka maskeran. Walaupun begitu banyak dibahas kalau clay mask adalah sahabat buat orang-orang dengan kulit berminyak. Jadilah aku mulai mikir, apa cobain sekali ya buat tahu apa yang dilakuin clay mask buat kulit. So yeah, ini adalah clay mask pertamaku dulu! Cuma telat aja direviewnya wkwkwk. Kalau nggak salah Innisfree ini ada dua jenis Super Volcanic Clay Mask mereka. Kebetulan yang punyaku ini versi 2X-nya, jadi daya serap sebumnya lebih kuat lagi dibanding yang regular. Tapi karena aku cuma pernah cobain yang versi 2X aja jadi nggak bisa bedain keduanya.
Clay mask biasanya terbuat dari kaolin atau bentonite, atau bahkan kombinasi keduanya. Kaolin sendiri punya tekstur yang lebih halus dibanding bentonite, jadi lebih cocok buat yang kulitnya kering dan normal. Sementara bentonite lebih kasar dan daya serap sebumnya lebih tinggi, cocok buat yang kulitnya berminyak kayak aku. Nah di sini Innisfree pakai kedua jenis clay ini, jadinya dia bisa efektif menyerap sebum berlebih tanpa bikin kulit jadi super kering setelahnya.
Ingredients: Water/Aqua/Eau, Titanium Dioxide (Ci 77891), Butylene Glycol, Volcanic Ash, Glycerin, Silica, Trehalose, Caprylic/Capric Triglyceride, Kaolin, Bentonite, Polyvinyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Stearic Acid, Cetearyl Alcohol, 1,2-Hexanediol, PVP, PEG-100 Stearate, Polysorbate 60, Iron Oxides (Ci 77499), Hydrogenated Vegetable Oil, Xanthan Gum, Juglans Regia (Walnut) Shell Powder, Lactic Acid/Glycolic Acid Copolymer, Sorbitan Stearate, Zea Mays (Corn) Starch, Polyacrylate-13, Polysorbate 20, Mannitol, Dextrin, Theobroma Cacao (Cocoa) Extract, Microcrystalline Cellulose, Lactic Acid, Polyisobutene, Menthoxypropanediol, Tetrasodium Pyrophosphate, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Sorbitan Isostearate, Aluminum Hydroxide, Triethoxycaprylylsilane, Tocopherol
BACA JUGA: Joylab Beauty Tea & Rose Clay Mask Review
Masker ini wanginya khas banget kayak clay mask pada umumnya, bau kaolin dan bentonite yang lumayan strong. Masker ini nggak ada butiran scrubnya, benar-benar halus dan gampang banget buat diratain ke muka. Waktu pertama kali pakai masker ini, banyak yang menyarankan aku buat jangan pelit pakai maskernya. Pakai dia tuh memang harus benar-benar rapi dan merata ke kulit daripada nggak maksimal. Jadi aku suka pakai lumayan tebal, karena keasikan juga sih apply ke mukanya, lihat kulit ketutup masker dengan rapi gitu hehe. Cuma kayaknya ini mending disesuaikan lagi sama gimana kulit kalian, karena clay mask itu bikin kering, jadi buat yang kulitnya memang udah kering dari sananya harus pintar-pintar ngukur bisa setebal apa maskernya.
Aku suka pakai masker ini tiap aku habis pakai make-up tebal, atau aku habis ada kegiatan outdoor yang heavy dalam jangka waktu yang lama. Rasanya tuh enak banget, bikin muka dingin somehow, padahal aku nggak pernah masukin ke kulkas. Tiap pakai dia aku selalu ngantuk udah kayak ada obat tidurnya aja wkwk heran deh. Dia gampang banget dibersihkan, pakai air aja cukup, terus nggak ada residu juga di muka. Untuk efek membersihkannya juga oke, nggak terlalu kering jatuhnya di aku, tapi kulit tetap berasa deeply cleansed. Ini sebetulnya salah satu clay mask favoritku, cuma aku nggak pernah repurchase karena nggak yakin punya waktunya dan clay mask aku yang perlu dihabiskan masih banyak.
Beberapa waktu lalu aku memutuskan buat beli pensil alis baru, yakni Innisfree Auto Eyebrow Pencil yang shadenya warna hitam. Memang udah lama mau ganti pensil alis setelah selama ini setia pakai pensil alisnya Viva terus. Alasanku bertahan sama pensil alis yang harus diraut adalah karena dengan harga yang murah, aku bisa dapat produk lebih banyak sementara pensil alis mekanik, selain terkadang lebih mahal, isinya jauh lebih sedikit dibanding pensil alis raut.
Kenapa pada akhirnya mencoba lagi ngalis pakai pensil alis mekanik adalah karena ada waktu di mana pakai pensil alis raut itu nggak convenient. Apalagi ketika travelling, dan pensil alis tumpul sementara rautannya nggak bawa. Waktu jalan-jalan ke gerainya Innisfree, aku lihat produk alis mereka ternyata cukup affordable. Mereka punya dua jenis pensil alis, dan si Auto Eyebrow ini salah satunya. Aku pilih yang Auto Eyebrow karena harganya murah, hampir setara Viva, cuma Rp. 53.000.
Seperti pensil alis mekanik pada umumnya, Innisfree Auto Eyebrow juga dilengkapi spoolienya sendiri, jadi kalian nggak perlu bawa spoolie tambahan sendiri buat bantu merapikan dan ngeblend alis. Sikatnya lembut dan formula dari pensil alisnya itu sendiri juga empuk banget. Kalau kalian masih ingat review pensil alis mekanik Maybelline-ku yang dulu, aku sempat trauma nyobain pensil alis mekanik lagi karena pigmentasinya yang kurang. Tapi Innisfree Auto Eyebrow warnanya keluar banget! Mungkin buat sebagian orang bakal dianggap kurang beginner's friendly ya.

Aku suka pensil alis ini karena shade hitam-nya memang benar-benar hitam. Nggak abu-abu ataupun ada hint coklatnya. Buat orang dengan rambut yang asli hitam dan kulit yang gelap, penting banget buat pakai shade pensil alis yang memang gelap supaya nggak kelihatan nggak nyambung dengan keseluruhan elemen muka. Aku pernah beberapa kali pakai pensil alis abu-abu atau coklat tua dan jadinya malah aneh karena nggak nyaru sama kulit dan rambut kepala haha.
Pensil alis ini sayangnya nggak waterproof dan gampang banget kegeser. Kalau dipakai wudhu atau kena air sedikit, bisa langsung ambyar. Bahkan kena lap tangan aja bisa hilang.
-----
Where to buy? Innisfree Official Store
How much? Rp. 53.000
Aku salah satu orang yang hobinya beli sheet mask sampe menggunung, tapi ga pernah dipake. Apalagi kalo misal lagi promo dan diskon gede-gedean, beli 1 dapet 3, harga berapa dapet berapa, dan sejenisnya. Aduh udah deh itu pasti langsung kalap beli padahal mah ya butuh juga belum, stok di rumah masih ada. Cuma pelan-pelan aku berusaha ngabisin stok sheet mask yang aku punya sebelum mulai beli lagi. Nah, ini adalah sheet mask yang 'berhasil' aku pake bulan Desember kemarin. Walaupun ini udah masuk pertengahan Januari, sayang aja kalo ga dipost hehehe.
ATAS:
🌈 Mediheal H.D.P Pore Stamping 🌈
🌈 Mediheal Tea Tree Care Solution 🌈
🌈 Mediheal N.M.F Aquaring 🌈
Sebagai manusia dengan pori-pori segede jeruk Bali, tentu saja aku bakal gampang kecantol sama produk-produk yang klaimnya mengecilkan pori-pori. Dan varian Mediheal yang ini beneran ga pake babibu efektif buat bantu mengecilkan pori-poriku biar agak nyantai sedikit ga lebay gitu. Sebetulnya ini masih debateable ya friends, apakah sebeneranya pori-pori itu bisa membesar dan mengecil. Apalagi yang katanya air hangat ngebuka pori-pori, air dingin menutup pori-pori. Karena ada juga yang bilang pori-pori itu ga punya kemampuan membuka dan menutup karena dia ga punya muscle. Tapi yaudah, aku tetep seneng produk ini wkwkwk. Aku juga suka karena lembaran sheet masknya warna hitam. Kesannya exclusive gitu.
🌈 Mediheal Tea Tree Care Solution 🌈
Salah satu varian yang statusnya jadi holy grail, karena dia super duper oke banget buat menanggulangi berbagai jenis jerawat yang muncul, mau itu jerawat hormonal atau jerawat karena muka lagi kotor--you get it la. Pake ini rutin 2 minggu aja udah langsung hilang jerawat. Pokoknya salah satu staple buat ketika jerawat lagi melanda, enough said.
🌈 Mediheal N.M.F Aquaring 🌈
Kalo yang ini... aku pake kalo ngerasa muka lagi kering banget dan dehydrated. Walaupun hitungannya jarang sih, karena most of the time muka aku berminyak dan biasanya moisturizer aja udah cukup. Dia aku pake barengan sama yang Tea Tree karena kalo aku lagi jerawatan aku pasti bakal banyakin pake hydrating product. Makanya kenapa friends, pimple cream kayak Drying Lotion-nya Mario Badescu itu downfallnya malah bikin PR buat muka karena bakal susah ke depannya ngilangin bekas jerawat yang super kering. Remember to always hydrate the skin because hydration is the key!
BAWAH:
Innisfree Green Tea 🌈 Innisfree Tea Tree 🌈 Innisfree Honey
-----
Yang ini reviewnya digabung ya, karena sejujurnya aku ga ada impression yang bagus ke sheet masknya Innisfree. Ini pertama kalinya aku nyobain sheet mask mereka dan ternyata mereka biasa aja. Malah bikin muka aku bruntusan yang Green Tea. Aku masih ada varian lainnya yang belum aku coba sih, jadi agak ragu mau pake lagi karena aku kurang suka.
-----
So far aku tetep paling suka sama sheet mask dari Mediheal, karena mereka lembaran sheet masknya ga terlalu tebel ataupun tipis, essencenya cukup, dan maskernya itu sendiri ga gampang melorot dari muka, jadi sambil maskeran biasanya aku sambi ngerjain kegiatan lainnya. Baunya juga enak, kayak bau herbal gitu. Sementara Innisfree... well, aku ga terlalu suka. Essencenya kebanyakan, lama menyerap di kulit, dan lembaran maskernya juga ketebelan. Aku juga ga suka baunya. Waktu itu aku beli Innisfree karena lagi diskon aja, mumpung belum pernah nyobain jadi penasaran. Tapi kayaknya aku bakal tetep setia sama Mediheal karena so far mereka memang ga basa basi bikin kulitku jadi bagus.
Aku senang banget karena akhirnya bisa nyobain langsung salah satu masker dari Innisfree, yakni si Innisfree Jeju Volcanic 3 in 1 Nose pack beberapa minggu lalu. Aku beli ini secondhand sih dari temenku dengan harga yang jauh lebih murah dari harga aslinya di pasaran. Sejujurnya awalnya aku sempat salah kira produk ini sama produk Innisfree lainnya yang Jeju Pore Clay Mask yang versi tube karena kedua produk ini dari kemasan dan warnanya hampir sama. Jadi akhirnya aku harus baca review dulu dan informasi produk ini biar aku paham bener apa fungsinya karena seperti yang bisa kalian lihat di foto setelah ini, semua informasi produk di tubenya ditulis dalam Bahasa Korea.
Dari packaging, nggak ada yang unik sih ya. Desainnya khas Innisfree dan dengan ukurannya yang kecil jadi enak dibawa kemana-mana karena isinya cuma 40mL. Sebetulnya kalau dipikir-pikir ya segitu tuh nggak banyak ya, dan aku sendiri kurang tahu produk ini available di size yang lebih besar atau nggak.
Jadi karena label di kemasannya ini tulisannya nose pack, asumsiku adalah dia memang ditujukan buat kulit di daerah hidung dan bukan buat seluruh muka. Pada dasarnya produk ini mengklaim buat menghaluskan pori-pori dan mengontrol produksi sebum. Aku udah coba beberapa kali dan sejujurnya, produk ini nggak bekerja sebagaimana klaimnya. Pori-poriku masih terlihat besar, dan bahkan lebih buruk lagi produksi sebumku malah semakin banyak dibanding sebelum aku rutin pakai masker ini, sampai jijik lihat hidung sendiri yang super berminyak.
Jadi menurutku produk ini ya biasa aja efeknya, aku nggak akan repurchase sih karena di aku sendiri lebih banyak negatif dibanding positifnya.
Jadi karena label di kemasannya ini tulisannya nose pack, asumsiku adalah dia memang ditujukan buat kulit di daerah hidung dan bukan buat seluruh muka. Pada dasarnya produk ini mengklaim buat menghaluskan pori-pori dan mengontrol produksi sebum. Aku udah coba beberapa kali dan sejujurnya, produk ini nggak bekerja sebagaimana klaimnya. Pori-poriku masih terlihat besar, dan bahkan lebih buruk lagi produksi sebumku malah semakin banyak dibanding sebelum aku rutin pakai masker ini, sampai jijik lihat hidung sendiri yang super berminyak.
Jadi menurutku produk ini ya biasa aja efeknya, aku nggak akan repurchase sih karena di aku sendiri lebih banyak negatif dibanding positifnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons