Showing posts with label POND'S. Show all posts
Showing posts with label POND'S. Show all posts
Udah 1 Desember! Wah, 2020 truly goes in a blink of an eye. Eh tapi kalian gimana rasanya selama setahun belakangan ini? Kerasa cepat atau lambat? Tahun 2020 aku mulai dengan menjemput kelulusan. Setelah kurang lebih 5,5 tahun bergulat dengan dunia perkuliahan, akhirnya Januari awal tahun aku berhasil menyandang gelar sarjana. Yang aku pikir mungkin tahun ini akan jadi tahunku, ternyata memasukin bulan kedua malah dihantam pandemi. Akhirnya wisuda yang selama ini aku tunggu-tunggu nggak bisa aku rasakan hiks :") Tapi ya udah, yang terpenting kita semua masih diberi kesehatan sampai hari ini. Dan semoga semua hal yang kita nggak sempat gapai di tahun ini, akan berhasil kita genggam di 2021.
Untuk review pertama di bulan Desember ini akan dibuka dengan review moisturizer yang sebetulnya nggak pernah kebayang bakal cobain, yaitu Pond's Age Miracle Whip Cream. Aku sejujurnya jarang cocok sama produk Pond's, terutama untuk sabun muka mereka, karena rata-rata bikin kulit kering banget. Tapi waktu Kak Amal @deszell ngereview produk ini, aku jadi tertarik. Terutama karena waktu itu aku baru menemukan keajaiban retinol untuk pertama kalinya dari FSS Retinol Overnight Cream, dan lihat harganya Pond's jauh lebih murah, siapa tahu bisa jadi pengganti obat kangen kalau belum ada rejeki untuk beli FSS. Apalagi yang ini juga lebih gampang dicari karena bisa dibeli offline di Guardian/Watson/Dandan.
BACA JUGA: Rovectin Cica Care Balm Review
Yap, seperti yang aku bilang di paragraf sebelumnya, produk ini mengandung retinol di dalamnya. Tapi kalau dilihat dari ingredients listnya, retinol yang digunakan adalah retinyl palmitate dan retinyl propionate yang mana adalah turunan dari retinol, jadi bukan murni retinolnya langsung. Buat kalian yang mungkin belum familiar dengan retinol, retinol ini adalah vitamin A yang jadi andalan untuk produk anti aging karena retinol punya kemampuan untuk mempercepat cell turnover, sehingga hasilnya kulit kita jadi semakin halus, mengurangi kerutan, bahkan bisa untuk mengatasi jerawat juga. Hasilnya sendiri memang nggak instan, biasanya penggunaan retinol itu baru terlihat efeknya setelah sebulan atau bahkan tiga bulan pemakaian rutin. Selain retinol, produk ini juga mengandung niacinamide, tocopherol, dan titanium dioxide.
Ingredients: Water, Dicaprylyl Carbonate, Niacinamide, Hydrogenated Poly (C6-14 Olefin), Glycerin, Cetearyl Alcohol, Dimethicone, Caprylic/Capric Triglyceride, Butylene Glycol, Sucrose Polystearate, Stearyl Heptanoate, Phenoxyethanol, Sodium Polyacrylate, Sodium Stearoyl Glutamate, Stearyl Caprylate, Hydrogenated Polyisobutene, Methylparaben, Titanium Dioxide, Propylparaben, Fragrance, Disodium EDTA, Hexylresorcinol, Cetyl Alcohol, Ceramide NG, Hydrolyzed Milk Protein, Retinyl Palmitate, Retinyl Propionate, Helianthus Annuus Seed Oil, Biosaccharide Gum-1, Saccharide Isomerate, Aluminum Hydroxide, Tocopherol, BHT, Pentylene Glycol, Sodium Acetylated Hyaluronate, Sodium Hyaluronate, Citric Acid, Sodium Citrate, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Hydrolyzed Sodium Hyaluronate, Ethylhexylglycerin

Produk ini masuk ke dalam Age Miracle series di Pond's, jadi memang ditujukan buat yang umurnya udah memasuki 20 atau pertengahan 20. Retinol ini biasanya mulai dipakai sama yang udah berumur karena seiring berjalannya waktu, kulit kita ini kan ikut menua, dan kemampuan kulit untuk meregenerasi itu berkurang. Makanya kenapa kalau masih di bawah 20 tahun, jarang disarankan pakai retinol karena bukannya nggak boleh, tapi karena kemampuan regenerasi kulit di umur segitu masih dianggap bagus, jadi belum terlalu butuh banget. Walaupun ada juga yang pakai retinol bukan sebagai produk anti aging tapi sebagai spot treatment jerawat.
Tekstur Pond's Age Miracle Whip ini benar-benar ringan dan nggak "kasar" di kulit. Ini karena dia adalah versi whip-nya, jadi teksturnya memang udah diformulasikan untuk lebih ringan dibandingkan creamnya yang versi non-whipped. Teksturnya mengingatkan aku sama whipped cream, nggak berat di kulit, dengan kemampuan oklusif yang sangat oke jadi dipakai sebagai pelembab malam juga di aku udah cukup banget. Sementara kalau dipakai di pagi hari juga nggak masalah, walaupun aku pribadi nggak pakai pelembab ini di pagi hari secara rutin (cuma pernah coba beberapa kali aja) karena dia ada retinolnya dan aku berusaha menghindari penggunaan retinol di pagi hari. Hasilnya selama pakai ini kulitku terasa halus banget, pori-pori jadi kelihatan mengecil, dan jerawat juga jadi lebih gampang diatur. Ditambah kalau smile lines mulai kelihatan, begitu dikasih moisturizer ini lama kelamaan langsung halus lagi. Menurutku buat kalian yang udah mulai memasuki umur kepala dua, this product is really worth the shot.
-----
Where to buy? Shopee
How much? Rp 125.000
Wah, udah lama banget rasanya nggak pernah update lagi soal sheet mask empties. Kalian yang udah lama follow aku juga pasti udah paham lah ya kalau udah cukup lama aku berhenti beli, koleksi, ataupun pakai sheet mask. Dulu, sekitar tahun 2018 akhir sampai pertengahan 2019 sih masih suka kalap kalau lihat sheet mask diskon, tapi suatu hari aku sadar kalau sheet mask itu bikin aku boros banget. Pertama, aku sendiri sebetulnya nggak terlalu suka pakai sheet mask, malas banget lah. Aku cuma senang beli dan ngumpulinnya aja. Kalau udah kayak gitu kan jadi nggak ada manfaatnya itu sheet mask haha. Kedua, udah jadi rahasia umum kalau sheet mask sebetulnya menyumbang limbah kecantikan cukup banyak. Ya walaupun sekarang ada jasa seperti Waste 4 Change buat mengolah sampah-sampah kecantikan kita, tapi tetap aja to. Makanya itulah aku perlahan mengurangi pembelian sheet mask, sampai akhirnya benar-benar berhenti beli lagi. Sampai sekarang aku cuma pakai sheet mask yang dikasih dari brand aja, tapi kalau beli sendiri udah nggak ada gairah haha.
Di sheet mask empties kali ini aku berhasil menghabiskan:
- SNP Fresh Vita Firming Jelly Mask — Sebelumnya di blog aku udah pernah review soal sheet mask SNP yang Fresh Vita C dan itu jadi salah satu sheet mask favoritku. Kali ini aku cobain varian lainnya karena kebetulan beberapa waktu lalu waktu dikirimin PR package dari SNP, ternyata mereka nyelipin beberapa sheet mask, termasuk Fresh Vita, jadi ini untuk ngehabisin aja.
- SNP Bird's Nest Aqua Fitting Cell Mask — Masih dari SNP, ini juga salah satu favoritku dari mereka. Menurutku kalau soal sheet mask tuh SNP cukup unggul. Kebanyakan sheet mask mereka aku suka, mulai dari faktor essencenya itu sendiri, ukuran lembaran maskernya, sampai harga yang masih termasuk affordable dan bersaing.
- Mediheal P.D.F AC Dressing — Ngomongin masker favorite, kalau harus milih satu brand aja sih tetap pilihanku jatuh ke Mediheal. Pertama kenal merk ini dari salah satu mutualku di Instagram, dan yang pertama aku cobain itu masker Tea Tree mereka. Banyak masker Mediheal yang jadi favoritku, masker mereka nggak pernah fail. Ukuran lembarannya selalu pas, dan yang paling penting, kayaknya cuma masker Mediheal yang efeknya bisa langsung kerasa setelah pemakaian.
- Mediheal Bio-cellulose Mask — Ini juga sheet mask yang lumayan mahal kalau harganya normal. Aku sempat beli dia waktu diskon dan dapat free sheet mask lainnya, terus malah nggak kepakai karena disayang-sayang harganya yang mahal haha. Sheet mask ini punya tube serum tambahan yang bisa dipakai lebih dari sekali gitu, makanya kenapa dia lebih mahal dibanding sheet mask Mediheal lainnya.
- Pond's Glow Up Instabright Tone Up Milk Mask — Beli karena iseng, aku nggak banyak cobain sheet mask yang ada di Indomaret. Waktu itu rencananya mau beli full collection biar bisa review lengkap tapi ternyata di tengah jalan niatnya hilang haha. It's quite good, satu downfallnya cuma ukuran maskernya yang gede banget!
- Pond's Plump Up Instabright Tone Up Milk Mask — Ini efeknya sama kayak yang varian Glow Up, menjadikanku bertanya-tanya apa bedanya... Hasilnya di muka bikin kelihatan cerah sih.
- Nature Republic Bulgarian Rose — Ini sheet mask yang aku dapat sebagai bonusan dari belanja di online shop gitu. Belum pernah lihat sheet mask Natrep yang desainnya kayak gini sebelumnya, tapi memang dari awal aku sendiri kurang suka sama sheet mask Natrep sih. Dan ternyata yang Bulgarian Rose ini juga kurang sreg di aku...
- SNP Charcoal Mineral Black Mask — Standard sih ini, enak, lembarannya pas, essencenya nggak lengket dan gampang diserap.
- Blithe Abalone Intensive Mask — Ini adalah sheet mask termahal di empties kali ini. Aku dapat ini dari menang giveaway tahun lalu, dan nggak pernah aku pakai karena somehow sayang aja gitu :") Tapi berhubung expirednya udah dekat banget, jadi harus aku pakai sekarang. Sempat takut habis baca-baca reviewnya kalau essence sheet mask ini susah menyerap, tapi setelah cobain langsung ternyata nggak kok. Finishnya nggak lengket dan keringnya juga cepat.
Dari semua sheet mask ini kebanyakan aku suka, cuma satu yang benar-benar aku nggak suka si Nature Republic Bulgarian Rose karena dia bikin pedih di muka, terutama di bagian antara hidung sama mulut. Aku paling nggak suka sama sheet mask yang bikin pedih sih jadi itu udah downside yang nggak bisa aku tolerir, aku pasti nggak akan balik lagi. Untuk sheet mask lainnya sih beberapa ada yang ukuran sheet masknya nggak pas, tapi masih nggak masalah, karena kalau ukuran lembaran sheet mask yang nggak pas bisa aku akalin dengan dilipat-lipat aja. Aku nggak bisa pilih sheet mask favorite sih, mungkin antara Mediheal Bio-cellulose, SNP Bird's Nest, sama Blithe Abalone kali ya.
Teman-teman sendiri masih suka pakai sheet mask nggak sih? Kalau masih, kalian lagi suka pakai sheet mask apa? Dan sesering apa kalian pakai sheet mask?
Beberapa bulan lalu, aku dikabarin sama temanku yang kerja di Unilever kalau POND's bakal kedatangan produk baru. Dikasihlah aku beberapa screenshotnya, salah satunya adalah POND's Glitter Glow Cream yang merupakan produk hasil kolaborasi sama beauty vlogger Thailand, Archita yang mengusung tema unicorn. Dulu aku pengguna setia produk-produk POND's, tapi sejak mulai belajar soal skincare, aku mulai meninggalkan Pond's karena kebanyakan produknya masih nggak gentle secara ingredients.
Tapiii, aku akui aku lumayan kepincut sama produk-produk kolaborasi sama Archita ini karena ada embel-embel glitter-nya. Sejauh ini aku selalu skeptis sama produk dengan kandungan 'glitter' karena terkesan gimmick-y.
Baca juga: POND'S BB Magic Powder Review
Glitter Glow Cream ini ada versi full size-nya dan ada yang sachetan juga. Aku beli ini di Indomaret, karena takut nggak cocok sama produknya jadi beli aja yang kecil, kebetulan harganya juga murah cuma sekitar Rp. 17.000. Jadi kalau dari deskripsi produknya itu sendiri dia adalah gabungan antara pelembab dan illuminating cream, yang harusnya bisa dipakai sebagai primer supaya foundation yang kita pakai finishnya lebih glowing, atau dewy. Selain itu dia juga bisa dipakai seperti liquid highlighter, jadi tinggal ditap-tap di bagian tulang pipi, atau hidung.

Waktu beli cream ini, sejujurnya nggak tahu juga ekspektasinya apa haha. Aku coba pakai sebagai pengganti pelembab, tapi rasanya nggak enak banget di muka karena bikin super greasy, apalagi masih harus ditimpa sunscreen lagi. Dijadikan primer pun nggak ada efeknya sama complexion aku, nggak jadi kelihatan dewy gitu ataupun bantu make-up tahan lama. Creamnya memang awalnya kelihatan glowing, tapi begitu diblend nggak bakal kelihatan lagi, jadi kayak pelembab biasa.
-----
Aku nggak akan repurchase lagi sih, karena bingung juga mau dijadikan apa dan efeknya juga nggak terlalu enak di kulit. Untung belinya yang sachet dulu.
Aku inget banget bedak ini sempet dihype banget sama semua orang di awa tahun 2018 (atau lebih awal lagi ya?). Aku bukan tipe orang yang suka pake bedak. Soalnya suka kebayang sendiri kalo partikel bedak itu bisa clogging pores. Aku pake bedak utamanya cuma buat baking, atau ngeset foundation. Selain itu berusahe meminimalisir pemakaian. Padahal mah ya muka ini sungguh terlihat hina kalo ga pake bedak karena kusam hahaha :")
Aku bukan customer baru Pond's, malah sejujurnya aku udah pake produk mereka sejak dulu banget, waktu masih belum ngerti soal skincare dan merk merk selain yang dijual di Indomaret. Tapiii, aku penasaran banget sama bedak Pond's ini karena kok bahkan temen-temenku juga seneng banget sama dia. Akhirnya beberapa waktu lalu aku belanja lipstik di Shopee, aku sekalian check out bedak ini biar genap bisa free ongkir. Selama ini yang nahan-nahan aku buat beli bedak ini cuma karena aku takut warnanya bakal bikin mukaku putih banget atau ngerubah muka jadi abu-abu.
Aku bukan customer baru Pond's, malah sejujurnya aku udah pake produk mereka sejak dulu banget, waktu masih belum ngerti soal skincare dan merk merk selain yang dijual di Indomaret. Tapiii, aku penasaran banget sama bedak Pond's ini karena kok bahkan temen-temenku juga seneng banget sama dia. Akhirnya beberapa waktu lalu aku belanja lipstik di Shopee, aku sekalian check out bedak ini biar genap bisa free ongkir. Selama ini yang nahan-nahan aku buat beli bedak ini cuma karena aku takut warnanya bakal bikin mukaku putih banget atau ngerubah muka jadi abu-abu.

Dari segi packaging, dia beda sama kemasan bedak kecantikan yang biasanya dikemas dalam bentuk jar gitu kan. Nah si BB Magic Powder ini kemasannya kayak botol bedak bayi. Ga semua orang suka sama packaging kayak gini karena repot bedaknya harus dituang kemana. Tapi karena ukurannya imut-imut dan sealernya juga aman ga bikin berantakan walaupun bedaknya jempalitan, buatku dia malah lebih enak dibawa travelling dibandingkan sama bedak yang packagingnya lebih bulky. Harganya bervariasi, tergantung kalian beli di mana. Yang paling gampang dicari sih kalian bisa ke Indomaret atau pasar swalayan, rata-rata bedak ini dijual di harga Rp. 25.000.

Ingredients: Talc, Cyclopentasiloxane, Titanium Dioxide, Zinc Oxide, Cl 77492, Fragrance, Cl 77499, Cl 77491, Mica, Aluminium Hydroxide, Aluminium Stearate, Niacinamide.
Aku pribadi suka pake bedak ini buat baking sekaligus ngeset make-up. Kalo kalian belum tahu, biasanya bedak buat baking dan ngeset foundation itu beda. Ada loose powder biasa, ada setting powder. Cuma karena dia teksturnya lembut dan kemampuan smoothingnya bagus banget, aku jadiin aja sebagai baking powder dan setting powder.


Nah, ini yang paling banyak ditanyain sama semua orang, "Warna bedaknya bikin muka putih semen ga ya?". Itupun pertanyaan yang aku layangkan juga waktu pertama lihat produknya booming di pasaran, dan itu juga yang jadi penghalang kenapa aku lama banget buat akhirnya nyobain bedak ini. Warna dari bedaknya itu sendiri malah ga putih, tapi cenderung kecoklatan, yang begitu diaplikasikan ke kulit muka jadinya translucent. Entah aku yang ga notice atau dia memang translucent full, tapi bedak ini ga bikin mukaku jadi kelihata abu-abu. Si BB Magic Powder ini juga ada sedikit sheen-nya, agak bling-bling gemes tapi ga heboh, dan seiring berjalannya waktu bisa hilang juga. Kalo kalian mau yang lebih mencerahkan bisa cobain varian yang biru.
Klaim bedak ini adalah memberikan UV protection dan sebagai oily control juga. Cuma aku jarang pake bedak ini untuk pemakaian pagi hari karena untuk sehari-hari aku lebih prefer pake pressed powder dibandingkan loose powder karena pressed powder lebih kuat nempel di kulit. Tapi kemampuan smoothing bedak ini beneran sebagus itu. Aku pake buat baking concealer di undereye, begitu diratain langsung concealernya nempel kuat, ga creasing, dan halus banget. Untuk bagian klaim oil controlnya sendiri dia standard-standard aja. Kalo dipakai sendiri ga bakal kuat nahan minyak, tapi kalo dikombinasikan sama primer dan foundation yang mattifying dan juga oil control, mungkin lebih yahud.

-----
Jadi kesimpulannya, buat sekarang aku cinta banget sama bedak ini. Walaupun sering dikirimin powder dari sana sini tapi tetep aja ujung-ujungnya balik pake Pond's BB Magic Powder lagi. Kalian sudah pernah coba bedak ini? Suka ga? Atau mungkin ada bedak yang menurut kalian jauh lebih oke lagi?

Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons