This post is long overdue. This is my first ever PR gift that I get from Skin Game. I've been following their account through Kak Vania, and their Pore Rescue mask has been a long-time wishlist ever since then. So you can imagine how happy I was when Skin Game's team reached out to me and decided to give this mask to me as a gift.
I was going to give this mask a go right away, but I got two small bumps on the bridge of my nose and on my chin as well, aka all the area where I would apply the mask so I had to wait and treat them first before trying the mask. Few days ago I finally managed to gather all the materials and now I can write to you the full review.
Pore Rescue mask is one of Skin Game's products from the Facial Care Series. It's a mixture of mineral powders based face care consists of kaolin clay, calcium carbonate, and zinc oxide. Its target is clogged pores, blackheads, and whiteheads. If you're a long time reader of mine and a good follower in my beauty account (@beautywithdummy), you must know that I deal with whiteheads. It's a topic I heavily fight for the past few years. Perhaps it has something to do with having a large pores. Back when I wasn't really into taking care of my skin, I only extract the whiteheads once a year. So you can imagine the damage it took on my pores for letting dirt occupying my skin.
This Pore Rescue claims to get rid of all the dirt, oil, and even dead skin cell that has built up. It also reduces blackheads and whiteheads while unclogging congested pores.
It has the form of a powder, that quickly changes into paste once you mix it with water. I usually mix it with just water, but I've heard people using rose water as well. But I'm good, I'm fine with just water. Kaolin (also known as Chinese clay) is best known as white clay, even though this type can be found in all different colors. Because of the composition of the minerals and others (less absorbent) effects, kaolin is likely to be advised for the more sensitive skin. It also doesn't draw as much oil from the skin.
I get this tips from @adpbeauty to apply exfoliating toner 20-30 minutes before using a clay mask. The chemical exfoliant will dislodge the gunk stuck inside pores. And it will give the clay an extra kick by loosening up all the clogged pores before the mask works to absorb all of the impurities.

Nose area

Chin area
I know that picture looks so gross but I've never seen a mask this effective. The first picture of my nose is actually how my nose looked like before I applied the mask. The mask draws out impurities as it claims and make my whiteheads visible so I can rub them off easily.
I will empty out the whole jar to see if there's any significance change on the sebum production because I've seen their demonstration that this mask also holds back excessive oil on your face.
Skin Game Pore Rescue mask
Price: Rp. 129.000 (100g)
Mungkin kalau kalian perhatiin, aku jarang banget explore brand kosmetik apalagi skincare dalam negeri. Salah satu alasannya karena aku trauma :" Iya, dulu pernah trauma pakai serum vitamin C-nya Wardah dan mukaku malah jadi gosong dan bruntusan. Untuk kosmetik juga aku suka males pilih karena faktor shade yang nggak inklusif buat foundation/BB cream-nya. Brand luar negeri mengeluarkan shade foundation itu bisa sampai 30+, meanwhile di Indonesia mentok-mentok paling banyak 7 dan rata-rata shade vanilla. Padahal kulitku masuk medium tan alias sawo matang dan undertone-nya juga membingungkan :(
Ujung-ujungnya yang bisa aku cobain dari brand lokal rata-rata lip product-nya saja. Nah di postingan kali ini aku mau ngomongin soal lip balm dari Emina yang aku dapat dari menang giveaway-nya Mbak Icha di Instagram! :D Aku paling senang kalo giveaway dan hadiahnya itu ada lip product-nya karena aku nggak tahu banget banget lip product lokal yang bagus tuh apa aja dan harus nyobain mulai dari mana.
Ujung-ujungnya yang bisa aku cobain dari brand lokal rata-rata lip product-nya saja. Nah di postingan kali ini aku mau ngomongin soal lip balm dari Emina yang aku dapat dari menang giveaway-nya Mbak Icha di Instagram! :D Aku paling senang kalo giveaway dan hadiahnya itu ada lip product-nya karena aku nggak tahu banget banget lip product lokal yang bagus tuh apa aja dan harus nyobain mulai dari mana.

Untuk ukuran lip balm, menurutku dia cukup besar karena lip balm 'kan rata-rata kecil ya, kayak Maybelline Baby Lips, atau lip balm-nya Nivea. Sementara si My Favorite Things ini unik karena bentuknya malah lip crayon yang notabenenya memang memberikan color payoff seperti lipstik. Harganya juga termasuk sangat terjangkau—ya memang Emina sudah nggak perlu diragukan lagi soal harganya ya, girls—lip balm ini dijual Rp. 40.000 saja. Tergantung lagi kamu beli di mana, tapi kalau kamu berdomisili di Jogja, as always aku bakal sarankan untuk beli di Mutiara 🤣 Tenang saja, di Guardian dan Watson aku yakin lip balm ini juga sudah ada kok! Dengan harga segitu, menurutku cukup worth it, karena you get a lot of product dan selain berfungsi sebagai lip balm juga dia masih memberikan warna yang oke, nggak bikin pucat kayak nggak dandan, jadi bisa dipakai sendiri.

Untuk bauya sendiri ada hint manis-manisnya, tapi faint sekali! Benar-benar cuma sekedar saja (or is it just my nose?). Masih mending begitu sih daripada baunya kayak crayon beneran, hahaha. Dia agak kerasa lebih pekat di bibir dibanding lip balm yang biasa aku pakai. Berat sih nggak, cuma kalau bibir lagi cracked begitu rasanya jadi agak clumpy.

-----
Overall, kalau aku mau pakai ini, I will make sure that my lips are not chapped. Aneh sih, soalnya harusnya lip balm kan dipakai waktu bibir lagi pecah-pecah, haha. Tapi beneran di bibirku kalau lagi nggak oke, ini jadi clumpy banget huhu. I will probably purchase another shade tho.
Kamu sudah pernah coba lip balm ini? Apa lip balm favorit kamu?

Bicara soal tempat wisata di Jogja mungkin tidak akan ada habisnya. Saya sendiri sempat bertekad selama merantau menjadi mahasiswa di sini untuk bisa menaklukan semua tempat wisata yang ada di Jogja, tapi tentu saja hal tersebut selain membutuhkan banyak uang dan waktu, juga tenaga. Dan sekarang ini saya sudah tidak seambisius dulu ketika baru pertama merantau. Tempat wisata di Jogja itu seperti pepatah mati 1 tumbuh 1000, saking banyaknya. Mungkin ini adalah salah satu alasan kenapa saya senang sekali bisa menempuh pendidikan di kota ini karena untuk melepaskan penat ke tempat wisata, kemana-mana tidak seperti jika saya tinggal di kota besar lainnya yang rasanya apa-apa selalu jauh. Tapi jika teman-teman ingin mengunjungi tempat wisata lainnya di luar Jogja, mungkin tempat wisata ini bisa jadi masuk wishlist teman-teman semua.
Baca juga: The Lost World: Stonehenge
Baca juga: The Lost World: Stonehenge
Wisata kali ini saya menyempatkan diri ke kebun teh yang berada di Kulonprogo bersama teman-teman. Untuk mencapai ke lokasi kebun teh-nya itu sendiri membutuhkan waktu satu setengah jam. Termasuk tempat wisata yang terhitung jauh jika ditempuh dari Sleman. Kebun Teh Kulonprogo ini beralamat di Nglinggo Barat, Pagerharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, DIY 55673. Tempatnya buka dari jam 7 pagi hingga jam 6 sore. Saya dan teman-teman bertolak dari Sleman sekitar jam 1 siang setelah makan siang, dan sampai di sana sekitar pukul 2 siang. Harus saya akui, karena kebun teh ini berada di dataran tinggi, jadi akses jalan untuk ke lokasi memang terbilang menantang, karena harus hati-hati dengan jalannya yang cukup terjal dan berdampingan dengan jurang.

Sesampainya di lokasi, kami langsung disambut hamparan hijau kebun teh yang terlihat rapi di kanan dan kiri bukit. Kebetulan hari itu saya berkendara dengan mobil, sehingga mobil harus diparkir sebelum memasuki kawasan kebun teh karena di atas tidak ada lahan parkir. Tenang saja, antara parkiran dengan kebun teh-nya tidak jauh kok. Di Kebun Teh Kulonprogo ini, tujuan kami adalah untuk naik ke puncak bukitnya, karena di atas bukit ada semacam gardu pandang untuk melihat pemandangan. Tentunya tempat seperti itu adalah spot foto yang cukup Instagrammable. Namun untuk bisa sampai ke atas bukit, pertama-tama kita harus menaiki deretan anak tangga yang cukup curam dan luar biasa banyaknya. Saya yang jarang olahraga ini jadi agak kesulitan karena mendaki anak-anak tangga ini sangat amat melelahkan.
Baca juga: Kebun Anggur Bantul
Baca juga: Kebun Anggur Bantul




Meski melalui perjalanan panjang yang cukup melelahkan dengan diselingi beberapa kali istirahat, saya dan teman-teman akhirnya sampai di puncak bukit kebun teh. Di atas bukit, pemandangan seluruh daerah kebun teh terlihat jelas. Tempat ini memang disediakan untuk pengunjung mengambil gambar, makanya kenapa terdapat balkon kayu yang bisa menunjang pengunjung untuk berpose.
Baca juga: Tebing Breksi

Kalau sudah main-main ke kebun teh seperti ini, rasanya jadi teringat film masa kanak-kanak dulu, Petualangan Sherina. Udaranya sejuk, dan hijau sepanjang mata memandang. Untuk masuk ke Kebun Teh Kulonprogo ini tidak dikenakan biaya sepeserpun, selain membayar uang parkir, tentunya. Tapi untuk sekedar berjalan-jalan, mengambil foto bahkan di dalam kebun teh-nya langsung pun tidak dikenakan biaya. Saya dan teman-teman menghabiskan waktu hingga pukul 4 sore untuk mengambil foto di kebun teh sebelum akhirnya kelaparan dan bersantai di satu-satunya rumah makan yang ada di sana. Tentunya jika memesan makanan ataupun minuman di sini tidak gratis ya teman-teman. Tapi tenang saja, harganya tetap terjangkau kok. Hanya di kisaran Rp. 20.000 saja.
Kami menghabiskan waktu hingga hampir pukul 6 sore sebelum hujan akhirnya datang mengguyur dan kami memutuskan untuk kembali ke Sleman karena khawatir jalan yang kami lewati tadi akan menjadi licin dan tidak aman untuk dilewati. Nah, jika teman-teman di sini ada yang tertarik bermain di kebun teh, bisa coba mengunjungi Kebun Teh Kulonprogo ini. Dijamin betah dan tidak mau pulang saking indahnya.
Kalau misalnya aku disuruh milih buat bawa satu produk make-up buat dibawa ke pulau terpencil, aku bakal milih buat bawa lipstik. Lipstik itu satu-satunya yang nggak bisa aku kasih ke orang lain, meskipun shadenya nggak cocok di aku! Apa ya, ada sesuatu soal kebiasaanku mengumpulkan lipstik yang bikin aku bahagia aja rasanya. Setiap aku ngelihat tumpukan lipstikku yang udah menggunung, rasanya senang aja kayak anak kecil haha. Pacarku bahkan selalu mikir kalau semua lipstik yang aku kumpulin tuh warnanya sama aja. Aduh ya gimana ya, memang dia nggak salah juga sih xD
Hari ini aku bakal ngereview lipstik terbaruku yakni L'Oreal Infallible Pro-Matte Liquid Lipstick Les Chocolats shade 862 Volupto Choco yang aku dapat dari SOCOBOX kemarin. Aku memang udah lama banget pengen cobain produk ini sejak berbulan bulan lalu dari pertama lihat produknya direview sama Tati di channel Youtube-nya, cuma memang waktu itu belum masuk Indonesia. Nah pas banget ternyata setelah dia masuk ke Sociolla, aku cukup beruntung buat bisa nyobain lewat SOCOBOX-nya!
Baca juga: Colourpop Lux Lipstick Shade LA Lady Review
Hari ini aku bakal ngereview lipstik terbaruku yakni L'Oreal Infallible Pro-Matte Liquid Lipstick Les Chocolats shade 862 Volupto Choco yang aku dapat dari SOCOBOX kemarin. Aku memang udah lama banget pengen cobain produk ini sejak berbulan bulan lalu dari pertama lihat produknya direview sama Tati di channel Youtube-nya, cuma memang waktu itu belum masuk Indonesia. Nah pas banget ternyata setelah dia masuk ke Sociolla, aku cukup beruntung buat bisa nyobain lewat SOCOBOX-nya!
Baca juga: Colourpop Lux Lipstick Shade LA Lady Review
Aplikatornya beda dari liquid lipstick pada umumnya. Biasanya kan bentuknya doe-foot gitu ya, tapi si L'Oreal Infallible Pro-Matte ini bentuknya pipih dan ujungnya lancip. Aku jujur suka banget sama bentuk aplikator lipstik seperti ini karena memudahkan buat bikin garis yang lebih rapi, jadinya nggak cemong deh bibirnya haha.
Jadi kalau dapat SOCOBOX itu kan produknya nggak bisa milih ya. Sebelumnya aku pernah dapat lipstik juga tapi ya karena nggak bisa milih warna apa, jadinya nggak kepakai karena shadenya nggak pas sama kulitku, terlalu pucat! Nah kali ini untungnya pas banget di aku. Aku pakai shade 862 Volupto Choco. Semua liquid lipstick L'Oreal yang seri Les Chocolats ini warnanya memang cenderung coklat. Dari yang coklat terang sampai gelap, semuanya ada. Selain itu wangi lipstiknya juga enak banget! Persis kayak susu coklat, yum! Makanya kenapa dinamai Les Chocolats karena terinspirasi dari coklat!
Untuk ketahanannya sendiri dia bagus banget. Bisa aku setarakan dengan Maybelline Superstay Matte Ink, tapi L'Oreal ini nggak sekering Maybelline rasanya. Dia agak susah dibersihkan, nggak bisa pakai micellar water biasa, harus pakai oil-based cleanser.
Aku salah satu orang yang hobinya beli sheet mask sampe menggunung, tapi ga pernah dipake. Apalagi kalo misal lagi promo dan diskon gede-gedean, beli 1 dapet 3, harga berapa dapet berapa, dan sejenisnya. Aduh udah deh itu pasti langsung kalap beli padahal mah ya butuh juga belum, stok di rumah masih ada. Cuma pelan-pelan aku berusaha ngabisin stok sheet mask yang aku punya sebelum mulai beli lagi. Nah, ini adalah sheet mask yang 'berhasil' aku pake bulan Desember kemarin. Walaupun ini udah masuk pertengahan Januari, sayang aja kalo ga dipost hehehe.
ATAS:
🌈 Mediheal H.D.P Pore Stamping 🌈
🌈 Mediheal Tea Tree Care Solution 🌈
🌈 Mediheal N.M.F Aquaring 🌈
Sebagai manusia dengan pori-pori segede jeruk Bali, tentu saja aku bakal gampang kecantol sama produk-produk yang klaimnya mengecilkan pori-pori. Dan varian Mediheal yang ini beneran ga pake babibu efektif buat bantu mengecilkan pori-poriku biar agak nyantai sedikit ga lebay gitu. Sebetulnya ini masih debateable ya friends, apakah sebeneranya pori-pori itu bisa membesar dan mengecil. Apalagi yang katanya air hangat ngebuka pori-pori, air dingin menutup pori-pori. Karena ada juga yang bilang pori-pori itu ga punya kemampuan membuka dan menutup karena dia ga punya muscle. Tapi yaudah, aku tetep seneng produk ini wkwkwk. Aku juga suka karena lembaran sheet masknya warna hitam. Kesannya exclusive gitu.
🌈 Mediheal Tea Tree Care Solution 🌈
Salah satu varian yang statusnya jadi holy grail, karena dia super duper oke banget buat menanggulangi berbagai jenis jerawat yang muncul, mau itu jerawat hormonal atau jerawat karena muka lagi kotor--you get it la. Pake ini rutin 2 minggu aja udah langsung hilang jerawat. Pokoknya salah satu staple buat ketika jerawat lagi melanda, enough said.
🌈 Mediheal N.M.F Aquaring 🌈
Kalo yang ini... aku pake kalo ngerasa muka lagi kering banget dan dehydrated. Walaupun hitungannya jarang sih, karena most of the time muka aku berminyak dan biasanya moisturizer aja udah cukup. Dia aku pake barengan sama yang Tea Tree karena kalo aku lagi jerawatan aku pasti bakal banyakin pake hydrating product. Makanya kenapa friends, pimple cream kayak Drying Lotion-nya Mario Badescu itu downfallnya malah bikin PR buat muka karena bakal susah ke depannya ngilangin bekas jerawat yang super kering. Remember to always hydrate the skin because hydration is the key!
BAWAH:
Innisfree Green Tea 🌈 Innisfree Tea Tree 🌈 Innisfree Honey
-----
Yang ini reviewnya digabung ya, karena sejujurnya aku ga ada impression yang bagus ke sheet masknya Innisfree. Ini pertama kalinya aku nyobain sheet mask mereka dan ternyata mereka biasa aja. Malah bikin muka aku bruntusan yang Green Tea. Aku masih ada varian lainnya yang belum aku coba sih, jadi agak ragu mau pake lagi karena aku kurang suka.
-----
So far aku tetep paling suka sama sheet mask dari Mediheal, karena mereka lembaran sheet masknya ga terlalu tebel ataupun tipis, essencenya cukup, dan maskernya itu sendiri ga gampang melorot dari muka, jadi sambil maskeran biasanya aku sambi ngerjain kegiatan lainnya. Baunya juga enak, kayak bau herbal gitu. Sementara Innisfree... well, aku ga terlalu suka. Essencenya kebanyakan, lama menyerap di kulit, dan lembaran maskernya juga ketebelan. Aku juga ga suka baunya. Waktu itu aku beli Innisfree karena lagi diskon aja, mumpung belum pernah nyobain jadi penasaran. Tapi kayaknya aku bakal tetep setia sama Mediheal karena so far mereka memang ga basa basi bikin kulitku jadi bagus.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons