Masih ingat nggak kalian sama review serum Vitapair C Nature Republic aku beberapa waktu lalu? Di postingan itu kan aku bilang kalau aku berkesempatan untuk cobain seluruh rangkaian Vitapair C, nggak cuma serumnya aja. Jadi hari ini aku mau gantian ngereview tonernya supaya lengkap! Bisa kalian liht di sini ada dua botol, yang satu botol tonernya, satunya lagi botol spray kosong. Untuk lini Vitapair C ini memang tonernya dijual satu set dengan botol spray karena isi tonernya itu sendiri 300ml dan menurutku itu ukuran yang besar ya untuk sebuah toner. Makanya disediakan botol spray dari Nature Republic-nya supaya bisa dijadikan face mist.
Karena ini masih masuk ke dalam lini Vitapair C, jadi klaim tonernya ini nggak terlalu jauh berbeda sama serumnya. Targetnya adalah untuk bantu mencerahkan kulit, baik kulit secara keseluruhan atau dark spot yang disebabkan karena bekas jerawat. Sampai detik ini aku masih kesulitan untuk cari info yang kredibel dari sisi Nature Republic-nya sendiri, aneh ya. Info produk yang aku punya ya cuma dari kotak kemasan produknya (yang sekarang udah kebuang haha).

Toner ini punya tekstur yang cair, tapi cairnya tuh masih termasuk yang kerasa ada beratnya gitu. Nanti kalau diratakan ke kulit dia nggak langsung ngeblend, bakal ngambang di atas kulit dulu sebelum "meleleh" dan diserap kulit. Ini teksturnya unik sih, dan jadinya aku nggak perlu ngelayer banyak-banyak tiap pakai dia. Tonernya sendiri wanginya hampir sama kayak serumnya, wangi jeruk yang kecut gitu, malah menurutku lebih strong wangi tonernya dibanding serumnya haha. Oh iya selain dapat botol spray, kalau beli satu paket kalian juga akan dapat kapas khusus buat apply tonernya sebanyak 45 lembar lho.
Toner ini diperkaya dengan kandungan 10% Jeju Lemon Extract dan Cica Extract untuk membantu mencerahkan kulit dan membuat kulit terlihat sehat. Selain itu toner ini juga mengandung tranexamic acid dan niacinamide untuk melawan hyperpigmentation.
Botol spraynya ini handy banget sebenarnya untuk moistur sandwich. Jadi setiap habis pakai satu serum, aku layer serumnya sama toner ini dengan cara dispray buat memastikan kulit tetap lembab karena penyerapan produk bakal lebih baik kalau kulit dalam keadaan lembab kan. Cuma sayangnya semprotannya itu sendiri kurang halus menurutku. Masih terlalu nyemprot, jadi benar-benar harus ambil jarak cukup jauh karena kalau kedeketan nanti bisa masuk mata dan tonernya lumayan bikin pedih di mata :")

Yap, kalau kalian perhatikan aku masih pakai foto before-after yang sama dengan yang aku upload di review serum Vitapair C karena seperti yang aku bilang, aku pakai produk dari rangkaian Vitapair C ini berbarengan, jadi aku yakin hasilnya nggak cuma berasal dari satu produk aja, tapi karena semuanya dipakai berbarengan. Foto ini diambil dengan rentang waktu 28 September sampai 22 Oktober, jadi kurang lebih sebulan pemakaian dan hasilnya kulitku memang kelihatan jauh lebih segar dan nggak kusam lagi. Beberapa jerawat juga berkurang, dan tekstur kulit jadi lebih halus. Oh iya, karena ini jenis tonernya masuk hydrating toner, jadi aku pakai toner ini setiap hari, pagi dan malam.
Tonernya benar-benar bikin lembab, aku nggak perlu ngelayer sampai berkali-kali buat mencapai kelembaban yang aku mau. Terus meski dia mengandung citrus ingredients, rasanya nggak pedih di kulit sama sekali. Aku benar-benar rekomendasiin produk dari lini Vitapair C Nature Republic ini sih, apalagi kalau dipakai berbarengan sama serum dan gel creamnya, bakal lebih oke hasilnya.
Kayaknya aku telat banget ya baru nyobain produk ini? Kebanyakan dari orang-orang pas belajar skincare tuh pada punya essence Benton yang snail ini. Aku aja ingat beberapa kali lihat produk ini nangkring di skincare stash teman-temanku dulu, waktu aku sendiri belum terlalu paham soal skincare. Sejujurnya keberadaan essence itu sendiri masih antara ada dan tiada buatku. Maksudnya aku sendiri belum tahu apakah aku butuh essence atau nggak. Awalnya aku mikir essence itu malah sama aja kayak serum, tapi kayaknya ada sedikit perbedaan di bahan aktif yang terkandung di dalamnya ya. Kalau essence biasanya lebih light, nggak berat-berat banget ingredientsnya, dan mereka lebih difokuskan buat membantu kulit tetap lembab selama kita skincarean karena semakin lembab kulit kita, maka penyerapan skincare selanjutnya akan jadi lebih baik.
Kalau kalian masih ingat ceritanya, beberapa waktu lalu aku sempat belanja banyak skincare dari Style Korean Indonesia. Salah satunya adalah si Benton Snail Bee High Content Essence ini. Awalnya nggak ada di dalam wishlist tapi gara-gara lihat dia diskon, akhirnya ikut dicheck out deh wkwk. Sebetulnya aku memang kepikiran untuk coba walaupun bukan dalam waktu dekat, karena snail essence itu klaimnya bagus buat bikin tekstur kulit jadi lebih halus. Aku sendiri belum banyak explore produk skincare dengan kandungan snail makanya penasaran aja apa dia live the hype.
Dari yang aku baca-baca, punyaku ini kayaknya udah formula yang baru. Jadi produk ini sempat mengalami reformulasi, cuma aku kurang tahu juga kapan. Yang kandungan lama snail filtratenya sampai 90% sementara yang baru niacinamide dipakai untuk menggantikan arbutine. Kalau dilihat dari ingredients listnya essence ini udah alcohol free, fragrance free, dan essential oil free. Makanya kalau dicek di INCI Decoder nanti ada dua list, kalian bisa pilih yang paling baru aja. Benton ini sendiri adalah brand asal Korea, di bagian botolnya tertulis penjelasan produk dan klaimnya untuk melembabkan dan menghaluskan kulit. Beberapa key ingredientnya ada niacinamide, snail filtrate, sh-Oligopeptide-1, willow bark extract, betaglucan, panthenol, dan allantoin.
Ingredients: Aqua(Water), Snail Secretion Filtrate, Butylene Glycol, Glycerin, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Sh-Oligopeptide-1, Bee Venom, Plantago Asiatica Extract, Laminaria Digitata Extract, Diospyros Kaki Leaf Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Ulmus Campestris (Elm) Bark Extract, Althaea Rosea Root Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Beta-Glucan, Betaine, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Adenosine, Panthenol, Allantoin, Pentylene Glycol, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Polysorbate 20, Lecithin, Arginine
Kemasan Benton Snail Bee High Content Essence ini seragam dengan produk mereka dari lini snail bee lainnya. Dikemas dalam botol berwarna coklat gelap yang baik untuk melindungi produk dari paparan sinar matahari supaya nggak cepat rusak. Botolnya juga udah dilengkapi dengan pump dan kalau pertama beli, keamanannya akan terjamin karena ada stiker pengamannya. Di badan botolnya sendiri cuma tertulis deskripsi produk dan klaimnya, tapi untuk ingredients list cuma tertera di boxnya jadi kalau kalian orang yang butuh info ingredients list, jangan sampai kehilangan boxnya ya hehe.
BACA JUGA: YSL Pure Shots Night Reboot Serum Review

Pengalamanku sama essence itu nggak terlalu banyak, jadi aku kurang tahu juga sebetulnya essence itu lebih mendekati tekstur toner yang cair apa serum yang kental. Kalau sebelumnya aku pernah cobain essence dari SNP, dia teksturnya kayak serum biasa yang masih termasuk cair. Tapi ternyata beda lagi sama essence Benton ini. Rasanya lebih seperti gel bening yang nggak gampang menggelincir dari tangan. Jadi seperti jelly gitu. Begitu dibaurkan ke kulit, langsung ngeblend aja kayak air, nggak bikin muka kerasa berat sama sekali, dan pakai satu layer juga udah cukup banget. Biasanya aku pakai dia setelah hydrating toner, sebelum serum. Aku pakainya juga setiap hari, pagi dan malam. Fungsi utamanya karena seperti yang aku bilang sebelumnya, aku berharap dia bisa kasih kelembaban lebih untuk bantu penetrasi produk selanjutnya ke kulit.
Selama beberapa minggu terakhir ini pakai dia, aku merasa bruntusan dan tekstur kulit terutama di bagian pipi dan tengah dahi jadi jauh lebih halus. Kulitku jadi merefleksikan cahaya lebih baik, padahal aku nggak pakai highlighter. Di situ aku langsung tahu kalau ternyata kulitku udah nggak gradakan lagi. Karena kulit yang teksturnya halus, karena permukaannya lebih seragam, jadinya cahaya lebih mudah dipantulkan. Makanya kenapa kulit bisa kelihatan glowing. Aku awalnya nggak ekspektasi macam-macam sama essence ini, lebih ke mengharapkan dia ngasih kelembaban yang cukup aja. Tapi ternyata, bukan cuma tekstur kulit aja, tapi bruntusanku juga jadi lebih cepat reda. Aku benar-benar merasa produk ini ajaib banget dan kayaknya mulai sekarang aku bakal masukin dia jadi staple skincareku.

Halooo selamat hari Selasa semuanya! Aku habis ikut tes psikotes dan rasanya lumayan burn out banget nih. Kepikiran mau ngepost sesuatu di blog tapi kok kayaknya lagi mentok otak kalau harus nulis review. Pas buka Spotify jadi kepikiran, aku kangen deh ngeshare playlist atau lagu-lagu yang lagi aku suka akhir-akhir ini. Dulu sempat beberapa kali bikin playlist of the month, cuma memang nggak terlalu rajin karena suka malas bikin templatenya, jadi nggak rutin dan akhirnya terbengkalai karena blog ini kan nichenya beauty jadi di luar topik beauty agak susah buat ngumpulin materinya.
But anyway, today I feel like sharing my current favorite playlist. Kalau kalian ngikutin aku di Instagram pasti tahu kalau akhir-akhir ini aku lagi getol banget ngewibu hahaha. I'm not new into this whole Japanese thingy, aku udah suka sama musik dan entertainment Jepang dari kecil, bahkan waktu SMA aku ikut klub Jepang di sekolah. Tapi sejak Oktober kemarin, gara-gara langganan Netflix, rasanya kayak cinta lama yang bersemi kembali sama kegiatan ngewibu. Sekarang selain getol explore anime dan manga, terima kasih sama Spotify aku jadi bisa explore J-pop lebih luas lagi. Apalagi playlist Spotify tuh benar-benar bisa pas gitu lho, sesuai sama genre kesukaan kita.
Kemudian akhirnya sekitar sebulan yang lalu aku bikin playlist baru yang isinya khusus lagu-lagu Jepang. Mulai dari soundtrack anime, sampai lagu-lagu yang masuk ke weeb TikTok, ada! Playlistnya aku namain 拾壱ノ型凪 (jū ichi no kata), diambil dari anime/manga Kimetsu no Yaiba yang artinya "Eleventh Form". Aku ngerasa frase 拾壱ノ型凪 tuh spesial karena dalam prakteknya, kekuatan Water Breathing itu cuma sampai 10 bentuk dan Giyuu berhasil bikin bentuk baru yaitu bentuk ke-11. For me, it's a sign of innovation, as well as hope and strength. Cover playlistnya juga diambil dari manga Kimetsu no Yaiba, pas di bagian yang paling bikin aku terharu :") Playlistnya sendiri isinya ada banyak sebenarnya, tapi aku ambil aja top 10 lagu-lagu yang aku paling sering putar.
Well, I hope you guys like today's post dan mungkin ke depannya akan aku bikin lagi postingan kayak gini. Nggak janji bisa setiap bulan sih karena aku sebetulnya jarang bikin playlist haha.
Tolong jangan kaget kenapa tiba-tiba aku ngereview produknya Miniso lagi setelah sekian lama :") Jadi, seperti biasa, aku ini punya kebiasaan kalau ngeblog tuh prosesnya kayak gini: setelah selesai foto-foto produk, bakal aku lanjut editing dan resizing, habis itu aku upload foto-fotonya dan disimpan ke draft blog biar aku ingat apa-apa aja yang harus direview. Tapi kadang tuh sekali upload draft nggak cuma satu atau dua produk aja, kadang bisa di atas 5. Malah kadang ujung-ujungnya banyak produk yang udah harus direview karena habis, malah jadi ketimbun sama produk baru. Mana aku tuh buat produk yang non sponsored sebetulnya jarang banget ada jadwal postingnya. Kalau sponsored kan jelas ya ada deadline yang harus dipenuhi, tapi kalau untuk produk gift atau belanja sendiri yang mau direview ya seenaknya aja gitu mana yang paling gampang direview, aku review duluan haha.
Anyway, postingan ini udah nangkring di draft blog dari Februari 2019, which means, udah hampir satu setengah tahun yang lalu! Waktu masih getol-getolnya aku main ke Miniso karena waktu itu Miniso lagi hype banget terutama untuk produk parfumnya yang emang beragam banget itu. Nah waktu itu aku ikutan cobain lah beli parfum mereka, berhubung kan harganya masih affordable banget parfum Miniso tuh. Dan karena aku penyuka wewangian manis, pilihanku jatuh ke Champagne Life!
Sejak ada toko-toko kayak Miniso dan Usupso berdiri di Indonesia, kehidupan mall aku makin bertambah konsumtif, haha. Ya gimana engga, toko ini unik banget! Rasanya apa aja bisa dijual sama Miniso dan Usupso. Kalo disuruh milih lebih suka belanja di mana, ya tergantung barang yang mau dibeli apa dulu, karena walaupun sekilas kedua toko itu kesannya sama, tapi tetep ada barang yang cuma dijual di Miniso, dan ada juga yang cuma dijual di Usupso.
Seingetku Miniso itu awalnya cuma jual tas-tas jelly dan boneka awalnya. Sampe beberapa waktu yang lalu waktu aku ke Mall Malioboro tiba-tiba mereka punya satu rak full buat body product mereka sendiri kayak bath salt yang aku juga udah pernah beli, sunscreen, body lotion, dan masih banyak lagi lah. Sekarang bahkan Miniso udah sampe punya face mist dan toner lho! :") Gila memang toko itu berkembangnya pesat sekali hahaha. Banyak juga perkakas rumah tangga, peralatan makan, pakaian dalam, dan notes, bahkan alat pertukangan kayak obeng juga dijual. Sejujurnya bingung Miniso itu toko apa tapi karena mereka desainnya lucu-lucu jadi I'll let it slide.
BACA JUGA: Miniso Bath Salt in Grape Seed review
Kemasan dari parfum ini cantik, dan nggak terlalu simple, tapi nggak terlalu berisik norak juga haha. Baik dari desain botol maupun font yang dipakai untuk label produknya menurutku pas banget. Terus wangi Champagne Life ini benar-benar sesuai sama wangi yang biasa aku suka dari Original Source, wanginya manis kayak permen tapi nggak bikin eneg. Kayaknya ini satu-satunya wangi manis yang enak dari semua rangkaian parfum Miniso deh. Karena kebanyakan parum mereka lebih ke wewangian yang segar. Untuk ketahanannya juga nggak begitu buruk kok, di aku wanginya bisa tahan sampai setengah hari, dan kalau nempel di maju nggak meninggalkan noda gitu, dan malah wanginya bisa tahan lebih lama.
Ini jadi mengingatkanku kenapa aku jarang review parfum, alasannya karena aku nggak jago menggambarkan wangi ke dalam tulisan huhu. Aku juga nggak tahu parfum ini masih ada di Miniso atau nggak karena beberapa kali ke Miniso juga aku udah nggak lihat Champagne Life lagi, sedih banget. But anyway, nulis review parfum ini jadi throwback waktu awal-awal aku baru merintis Beauty With Dummy haha. Oh I wish I could get this perfume again!
Pas aku lagi buka-buka draft postingan buat lihat mana yang bisa kugarap, aku kaget banget karena ternyata cleansing balm Banila Co ini belum sempat aku tulis reviewnya! Ya ampun, padahal dia habisnya udah lama banget, dan di Instagram juga udah terbit reviewnya tapi malah di blog belum sama sekali huhu. Kebiasaan aku nih, karena kebanyakan nulis sponsored post dan produk-produk yang lagi hype malah suka kelupaan buat nulis produk yang bahkan udah habis. Jadi repot kan soalnya bisa-bisa aku lupa gimana kesan kesanku pakai produknya wkwk. Tapi tenang, cleansing balm Banila Co ini membekas banget di ingatan kok karena dia salah satu cleansing balm favoritku, bahkan jadi yang terfavorit dari semua cleansing balm yang udah aku cobain.
Kemasan cleansing balm Banila ini seingatku tersedia dalam beberapa ukuran. Mulai dari yang kecil-kecil seukuran 7ml, 100ml, sampai yang paling besar 180ml. Yang aku punya di sini warna jarnya pink karena dia varian yang original. Cleansing balm ini tersedia dalam beberapa varian dengan warna jar yang berbeda-beda, ada yang bilang sih performa tiap cleansing balm juga kerasa beda, mungkin karena tiap variannya diperuntukkan untuk jenis kulit dengan masalah yang berbeda juga. Di dalamnya seperti biasa, ada penutup plastik yang bisa dilepas pasang, dan spatula untuk ngambil produknya jadi produk tetap terjaga kebersihannya.
Ingredients: Ethylhexyl Palmitate, Cetyl Ethylhexanoate, PEG-20 Glyceryl Triisostearate, PEG-10 Isostearate, Synthetic Wax, Onsen-Sui, Phenoxyethanol, Butylene Glycol, Lithospermum Erythrorhizon Root Extract, Tocopheryl Acetate, Fragrance, Ethylhexylglycerin, Water, 1,2-Hexanediol, Bambusa Vulgaris Leaf/Stem Extract, Aspalathus Linearis Extract, Angelica Archangelica Root Extract, Malpighia Glabra (Acerola) Fruit Extract, Polydiethyleneglycol Adipate/Ipdi Copolymer, Acrylates/Ammonium Methacrylate Copolymer, Acrylates/Methoxy PEG-15 Methacrylate Copolymer

Sebelumnya aku udah pernah coba pakai cleansing balm, tapi waktu itu aku belum paham betul sebenarnya cara pakai cleansing balm itu kayak gimana, jadinya malah nggak efektif buat membersihkan muka. Setelah baca sana sini tentang cleansing balm, baru aku memutuskan untuk coba dari Banila Co, jadi bisa dibilang dia cleansing balm pertama yang benar-benar aku perhatiin gimana performanya. Balmnya itu sendiri lembut banget di kulit, terlembut dari yang pernah aku cobain selama ini. Aku masih ingat banget gimana si balm ini meleleh begitu dipijat ke muka, sama sekali nggak kerasa keras ataupun kering.
Kemampuan membersihkannya juga oke banget, semua make-up, mau yang waterproof ataupun nggak semuanya bisa dibersihkan sama dia. Meltingnya cepat, nggak perlu digosok kencang-kencang untuk meluruhkan kayak waterproof mascara gitu. Dia nggak bikin pedas di mata, jadi safe enough buat ngehapus eye make-up. Overall, ini cleasing balm yang benar-benar bikin aku jatuh cinta sama kegiatan double cleansing.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons