Showing posts with label Body scrub. Show all posts
Showing posts with label Body scrub. Show all posts
Ah, Scarlett by Felicya Angelista, siapa sih yang nggak tahu brand bodycare satu ini? Produknya udah banyak banget dibahas di berbagai kalangan, dan klaimnya untuk mencerahkan kulit dalam waktu singkat itu jujur, memang menarik banget. Sebagai pemilik kulit sawo matang, aku gampang banget gosong kalau terlalu terekspos sinar matahari. Kulitku jadi gelap, dan bahkan di beberapa bagian tubuh ada yang belang, dan belangnya itu cenderung lama sekali hilangnya. Maka dari itu aku selalu tertarik dengan produk bodycare yang memang punya tujuan mencerahkan (bukan memutihkan ya) supaya belang di kulitku bisa semakin memudar dan kembali ke warna kulit asliku.
Nah kebetulan nih, aku mendapatkan kesempatan buat cari tahu sendiri secara langsung apakah benar produk-produknya bekerja sebagaimana apa kata orang-orang. Di sini aku dikirimin satu paket rangkaian bodycare dari Scarlett yang terdiri dari body scrub, shower scrub, dan body lotion mereka. Yuk simak reviewnya satu-satu!
Body lotionnya ada dua varian; Romansa dan Charming , shower scrub; Pomegranate, Mango, dan Cucumber , serta body scrubnya dengan satu varian saja yaitu Romansa . Ketiga produk Scarlett ini semuanya mengandung glutathione dan vitamin E yang terkenal bagus untuk mencerahkan, melembabkan, serta menutrisi kulit . Glutathione itu sendiri adalah antioksidan alami yang ditemukan dalam sel manusia yang menetralkan radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mendetoksifikasi tubuh. Dia juga dapat mencerahkan kulit dengan mengubah melanin menjadi warna yang lebih terang dan menonaktifkan enzim tyrosinase, yang membantu menghasilkan pigmen.
Baik varian Charming, Romansa, atau Fantasia, semuanya sama-sama memiliki fungsi untuk membantu mencerahkan kulit, makanya kenapa mereka bisa bekerja lebih efektif kalau dipakai berbarengan dalam satu rangkaian. Oh iya, semua produk Scarlett Whitening juga sudah terdaftar di BPOM, tidak dites pada binatang, dan harganya masing-masing hanya Rp 75.000 saja . Sayangnya sih entah kenapa bagian ingredients listnya malah ditutupi label, jadinya kan kita konsumen nggak bisa lihat secara langsung dan harus lihat di internet.
Baca juga: Love Beauty & Planet Coconut Water and Mimosa Flower Lotion & Body Wash Review
Baca juga: Love Beauty & Planet Coconut Water and Mimosa Flower Lotion & Body Wash Review
Body Scrub Romansa
Buat yang belum tahu, aku ini pecinta body scrub/lulur. Aku paling suka luluran karena rasanya satisfying banget ngelihat sel-sel kulit mati berjatuhan pas digosok. Kebetulan karena aku sendiri orangnya gampang berkeringan dan punya banyak aktivitas di luar ruangan, jadinya kotoran dan sel kulit mati bisa menumpuk dengan cepat. Jadi dalam seminggu itu aku bisa scrubbing badan tiap dua hari sekali. Waktu tahu di dalam paketnya ada body scrub, aku excited banget buat nyobain, karena penasaran sama performanya. Tekstur body scrub Romansa ini kering, jadi dia bukan tipe scrub yang basah gitu. Dan karena tipenya ini kering, jadinya dia bisa efektif banget buat ngangkat sel kulit mati dan daki di kulit . Kalau yang tipe scrub basah biasanya nggak terlalu kuat, dan aku sendiri juga prefer yang tipenya kering. Dari wangi sih menurutku dia kayak bedak bayi gitu, enak dan wanginya bertahan lama di badan bahkan setelah dibilas dengan sabun. Aku pakainya selalu dalam kondisi kulit masih kering, jadi sebelum mulai mandi aku scrubbing badan dulu pakai body scrub Romansa. Setelah diratakan ke seluruh badan, baru digosok dan nanti sel kulit mati bakal berjatuhan deh.
Oh iya, untuk teman-teman yang punya kulit sensitif, mungkin harus pelan-pelan ketika pakai body scrub ini karena butiran scrubnya yang besar-besar bisa bikin kulit jadi merah-merah. Digosoknya pelan-pelan aja, atau kalau terlalu kering dan bikin perih di kulit, bisa dikasih air sedikit baru scrubbing seperti biasa. So far aku suka sama performanya, cuma yang bikin repot sih dia susah dibilas dan residunya bikin licin banget di kulit .
Baca juga: Lulur Madu Olive & Honey Rice Scrub by Ibu Soraya Review
Baca juga: Lulur Madu Olive & Honey Rice Scrub by Ibu Soraya Review
Shower Scrub Pomegranate
Nah, kalau si shower scrub ini agak membingungkan sih. Visualnya cantik banget ngomong-ngomong, karena sabunnya warnanya pink terus di dalamnya ada butiran scrub biru sama ungu gitu, so cute! Wanginya mengingatkanku sama sabun anak-anak, bahkan pacarkupun bilang aku wanginya kayak anak-anak haha. Dia bukan jenis sabun yang susah dibilas, jadi nggak akan bikin kulit lengket setelah mandi. Aku tahu banyak orang yang nggak suka tipe sabun seperti itu. Setelahnya agak bikin kulit kering , jadi aku saranin langsung pakai body lotion aja.
Walaupun namanya shower srub, tapi sejujurnya aku kurang merasakan efek scrubbingnya. Mungkin karena aku sudah terbiasa pakai scrub yang butirannya besar-besar kali ya. Kalau body scrub Romansa dirasa masih terlalu harsh di kulit, bisa sih cobain pakai shower scrubnya karena dia menurutku cukup mild. Wanginya nempel banget di kulit , tapi beberapa jam kemudian bakal memudar perlahan sih.

Body Lotion Charming
Nah, mungkin ini bagian yang paling ditunggu-tunggu karena body lotionnya ini yang paling dicari sama orang-orang karena klaim mencerahkannya yang instan. Kalau yang aku lihat sih selama ini, dia memang bisa bikin kulit kelihatan cerah langsung setelah pemakaian, karena body lotionnya itu sendiri ada efek tone upnya. Walaupun awalnya aku sempat ragu sih karena kulitku kan termasuk sawo matang, dan kebanyakan produk bodycare yang punya efek tone up biasanya either bakal bikin aku kelihatan abu-abu, atau malah nggak kelihatan tone up sama sekali. Body lotion Scarlett ini tapi surprisingly bisa kelihatan tone upnya di aku. Dia juga nggak lengket sama sekali ketika diapply ke kulit, dan wanginya itu lho, aduh… enak banget! Body lotionnya yang varian Charming ini banyak yang bilang wanginya mirip banget sama parfum Baccarat Rouge 540 EDP . Aku sendiri belum pernah cium wangi Baccarat kayak apa, jadi nggak bisa mengkonfirmasi, tapi memang enak banget wanginya. Manis, dan ngasih kesan mewah banget. Wanginya itu tahan lama banget bahkan waktu malam mau tidur aku pakai, paginya masih harum semerbak.
Lotionnya juga ada safety locknya , jadi kalau mau kalian bawa-bawa travelling, dia sangat handy karena nggak perlu khawatir bakal tumpah kemana-mana karena nggak sengaja kedispense. Sayangnya, body lotion ini nggak terlalu melembabkan di kulitku :( Bahkan setelah dipakai berlayer-layer pun rasanya tetap kurang melembabkan. Kulitku masih sering pecah-pecah dan ngelupas.

Aku sudah pakai ketiga rangkaian produk Scarlett ini selama kurang lebih dua minggu. Aku pakai tiga produk ini religiously setiap hari, dan sejujurnya perubahan yang terlihat di kulit termasuk pelan sekali. Aku coba fokus ke belang di bagian kakiku yang udah lama nggak bisa pudar karena sering terpapar matahari, dan bisa dilihat di foto di atas, belangnya masih ada. Tapi memang lebih pudar dan kondisi kulit kakiku juga kelihatan membaik karena di foto pertama, bagian kulit yang menggelap kelihatan kering banget dan pecah-pecah, sementara di foto kedua sudah jauh lebih sehat dan nggak pucat lagi.
At the end of the day, masih banyak faktor yang menentukan produk mencerahkan seperti ini buat bekerja secara maksimal. Seperti warna kulit alami kita sendiri, dan faktor ekesternal lainnya. Kebetulan memang aku ini kan sudah dari sananya sawo matang, jadi pasti ada batasan seberapa bisa badanku jadi cerah. Ada beberapa cara yang bisa dibarengi ketika sedang fokus mencerahkan atau mengembalikan warna kulit:
- Pakai perlindungan physical seperti: baju lengan panjang/sarung tangan, topi, kaos kaki
- Sebisa mungkin mencari tempat teduh ketika ada matahari
- Rutin scrub badan 2-3x seminggu agar sel kulit mati dan kotoran terangkat, sehingga body lotion yang dipaka ke badan bisa bekerja lebih maksimal
Kalau ditanya mana yang paling jadi favorit, aku pilih body scrub sama body lotionnya karena aku suka scrubbing dan wangi body lotionnya yang tahan lama bikin aku jadi nggak perlu pakai parfum hihi. Kalian bisa dapatkan semua produknya di Instagram mereka di @scarlett_whitening!
Aku cinta waktu mandi, siapa yang samaan? Mandi tuh salah satu aktivitas rohani di mana aku bisa pamper myself, rileksasi setelah seharian berurusan kesana kemari. Di Indonesia pasti udah ga asing lagi kan sama kata 'lulur', kalo di luar negeri nama kerennya body scrub #eaaa. Aku cinta banget luluran, soalnya aku gampang berkeringat dan intens beraktivitas di luar ruangan berjam-jam setiap harinya, jadi seeggaknya 2 kali semingu wajib banget buat aku luluran dan scrubbing badan buat memastikan kulitku tetap halus dan ga berdaki #ew. Karena luluran juga bakal membantu lotion atau sunscreen badan menyerap lebih mudah!
Beberapa bulan yang lalu, Lulur Madu by Ibu Soraya lagi jadi omongan hangat di beauty community Indonesia, terutama di Instagram. Aku udah lihat reviewnya seliweran dari akun a b c d e dan penasaran banget, tumben lulur badan bisa sampe se-hype ini. Akhirnya waktu main ke Watson, aku lihat Lulur Madu nangkring di rak dan spontan langsung heboh, kayak lagi ketemu artis aja hahaha. Dan dengan sigapnya langsung aku beli tanpa babibu walaupun lulur di kosan juga belum habis :")

Untuk ukurannya sendiri, dia terkesan hampir sama kayak lulurnya Purbasari. Tapi dari segi berat produk, Lulur Madu ini jauh lebih berat dari kebanyakan produk lulur yang udah aku cobain. Dengan berat hampir 3 kalinya lulur pada umumnya, Lulur Madu ini dibandrol dengan harga Rp. 70.000 dengan berat produk 120gr untuk yang varian Olive & Honey, sementara untuk varian yang Whitening, dibandrol seharga Rp. 50.000. Memang lebih mahal kalo dibandingin sama lulur yang biasa ada di pasaran, tapi aku yakin isi sebanyak ini pasti tahan buat pemakaian jangka waktu lama. Dia juga ga sulit untuk dicari, karena selain kalian bisa beli langsung di website Lulur Madunya, Watson juga udah menjual Lulur Madu dengan varian lengkap, terutama Watson di kota-kota besar.
Tekstur dari Lulur Madu bisa dibilang ga seperti lulur biasanya, karena di butiran scrubnya terbuat dari beras ketan, dan itu lumayan besar butirannya jadi terasa banget di kulit kalo digosok agak ada sensasi 'digores'. Baunya sendiri ga ada hint madunya sama sekali, lebih dominan bau olive-nya, ya kayak lulur tradisional pada umumnya aja, jadi ga bakal terkesan asing di hidung kita orang Indonesia kok, hahaha.
Ingredients: honey, olive oil, rice, glycerin, emulsifier, natural AHA, nipagin, nipasol, BHT, demineral water, dan fragrance—yang ga disebutin fragrancenya apa.
Dari Lulur Madu sendiri anjuran pakainya udah ditulis kalo badan harus dibasahi dulu, baru lulurnya diaplikasikan ke badan sambil diurut perlahan. Biarkan beberapa menit (lebih lama lebih baik), habis itu dibilas dengan waslap dan air hangat sambil diusap perlahan. LM menyarankan lulurnya dipake 2 sampe 3 kali aja seminggu.
Sebelum bahas efeknya di kulitku, aku mau cantumin klaim dari si Lulur Madu ini:
Dengan tekstur yang lumayan harsh, aku menyarankan lulur ini dipake waktu badan dalam kondisi basah. Seperti yang kalian tahu kan kebanyakan lulur di sini dipake waktu kulit kering, biar sekalian peeling daki dan kulit mati lainnya. Tapi Lulur Madu ini fungsinya sendiri bukan ke arah peeling. Menurutku, entah kenapa ya, dengan butiran scrub sebesar itu, dia ga efisien buat peeling karena terlalu kasar malah bisa melukai kulit, mungkin karena lulurnya terlalu basah juga jadi ga kuat buat peeling. Jadi kalo temen-temen suka sama lulur yang bisa bikin daki-daki rontok, sadly, Lulur Madu ini ga terlalu aku sarankan. Tapiii, here's what I love; sikutku kan sempet kering banget, saking keringnya mereka sampe ga bisa halus bahkan setelah aku pakein lotion, sampe sampe kulitnya ngelupas. Bisa jadi efek dari sabun badanku yang terlalu bikin kering. Tapi habis aku mulai rajin pake Lulur Madu, sikutku jadi lebih halus, sehat, dan lembut. Now my bath time becomes even far more enjoyable because I get to nourish my skin.
FYI, kalo kata LM sendiri, lulur ini juga aman dipake di area muka sebagai masker, tapi aku pribadi ga terlalu suka. Wakut itu pernah aku cobain sekali dan malah ada sensasi clekit clekit gitu. Untungnya besoknya ga tumbuh jerawat atau jadi bruntusan. Katanya sih memang efeknya bisa seperti itu, tanda kalo produknya lagi bekerja. Tapi aku prefer pemakaian yang ga memberikan rasa sakit sih.
Jadi Lulur Madu ini lebih aku rekomendasikan buat temen-temen yang kulitnya dull, udah ga elastis, dan butuh hydration. So far, untuk bagian klaim kulit jadi lebih cerah, masih belum aku rasain apalagi di bagian tangan yang belang karena jam tangan juga dia masih belang-belang aja. Tapi aku bukan tipe yang pusing soal warna kulit sih, lebih ke fungsinya yang bikin halus dan lembut aja aku udah seneng.


Dari Lulur Madu sendiri anjuran pakainya udah ditulis kalo badan harus dibasahi dulu, baru lulurnya diaplikasikan ke badan sambil diurut perlahan. Biarkan beberapa menit (lebih lama lebih baik), habis itu dibilas dengan waslap dan air hangat sambil diusap perlahan. LM menyarankan lulurnya dipake 2 sampe 3 kali aja seminggu.

- Membantu pengelupasan kulit secara alami, juga mempercepat regenerasi kulit sehingga membuat kulit tampak lebih cerah, putih, bersih, dan segar
- Merangsang produksi protein collagen dan elastin, sehingga mengurangi kerutan pada kulit wajah, juga membantu memperbaiki tekstur kulit yang kasar menjadi lebih halus, serta mampu mengatasi pigmentasi (flek hitam)
Dengan tekstur yang lumayan harsh, aku menyarankan lulur ini dipake waktu badan dalam kondisi basah. Seperti yang kalian tahu kan kebanyakan lulur di sini dipake waktu kulit kering, biar sekalian peeling daki dan kulit mati lainnya. Tapi Lulur Madu ini fungsinya sendiri bukan ke arah peeling. Menurutku, entah kenapa ya, dengan butiran scrub sebesar itu, dia ga efisien buat peeling karena terlalu kasar malah bisa melukai kulit, mungkin karena lulurnya terlalu basah juga jadi ga kuat buat peeling. Jadi kalo temen-temen suka sama lulur yang bisa bikin daki-daki rontok, sadly, Lulur Madu ini ga terlalu aku sarankan. Tapiii, here's what I love; sikutku kan sempet kering banget, saking keringnya mereka sampe ga bisa halus bahkan setelah aku pakein lotion, sampe sampe kulitnya ngelupas. Bisa jadi efek dari sabun badanku yang terlalu bikin kering. Tapi habis aku mulai rajin pake Lulur Madu, sikutku jadi lebih halus, sehat, dan lembut. Now my bath time becomes even far more enjoyable because I get to nourish my skin.
FYI, kalo kata LM sendiri, lulur ini juga aman dipake di area muka sebagai masker, tapi aku pribadi ga terlalu suka. Wakut itu pernah aku cobain sekali dan malah ada sensasi clekit clekit gitu. Untungnya besoknya ga tumbuh jerawat atau jadi bruntusan. Katanya sih memang efeknya bisa seperti itu, tanda kalo produknya lagi bekerja. Tapi aku prefer pemakaian yang ga memberikan rasa sakit sih.
-----
Jadi Lulur Madu ini lebih aku rekomendasikan buat temen-temen yang kulitnya dull, udah ga elastis, dan butuh hydration. So far, untuk bagian klaim kulit jadi lebih cerah, masih belum aku rasain apalagi di bagian tangan yang belang karena jam tangan juga dia masih belang-belang aja. Tapi aku bukan tipe yang pusing soal warna kulit sih, lebih ke fungsinya yang bikin halus dan lembut aja aku udah seneng.

Halo! Hari ini aku mau ngereview salah satu penemuan unik yang aku temukan di Miniso beberapa bulan yang lalu. Ini murni coba-coba karena iseng aja. Jadi waktu itu aku lagi jalan-jalan ke Miniso Mall Malioboro dan as always, kalo udah ketemu Miniso pasti pengennya cuci mata aja soalnya kita semua tahu kan betapa lucunya barang-barang di Miniso (dan Usupso juga). Miniso selalu berhasil bikin aku yang niatnya masuk ga mau beli apa-apa, eh tiba-tiba keluar udah bawa sesuatu aja :") Happens to the best of us! Dan waktu itu aku udah tahu kalo Miniso mulai launching banyak produk kecantikan kayak pensil alis dan brush. Tapiii, yang bikin aku kaget adalah mereka ternyata juga ngeluarin produk body care kayak sunscreen, lotion, dan bath salt.
Bath salt ini kalo ga salah ada 3 varian, dan aku ga tahu sekarang bath salt ini masih dijual atau ga karena aku lihat-lihat udah jarang banget aku temuin di Miniso. Tapi kalo misal di Miniso kota kalian masih ada dan kalian penasaran, go for it! 💸💸💸
Dari packagingnya sih kayak kemasan lulur pada umumnya ya. Dan begitu dibuka nanti ada separatornya yang harus dikletek (excuse my choice of words, people). Awalnya aku cuma buka separator ini setengah biar maksudnya misal mau aku bawa travelling dia ga bakal bikin berantakan cuma ternyata ya malah bikin susah pas dipake sih hahaha. Akhirnya aku buka semua.
The ingredients
I didn't even want to open the seal, just because!
PRICE:
Untuk harganya sendiri dia termasuk murah sih menurutku. Harganya cuma Rp. 59.000 untuk ukuran yang cukup besar yaitu 140g. Walaupun balik lagi, murah itu subjektif, tapi dia cukup awet kok dipakenya.
Kayak namanya, bath salt, jadi kerasa kayak kita lagi mandi pake butiran garam. Sebetulnya malah bukan kayak garam ya, menurutku dia malah kayak gula, apalagi wanginya manis gitu kan wangi anggur. Wanginya dan teksturnya tuh salah satu alasan kenapa aku bisa 'tanpa sadar' beli bath salt ini karena persis kayak gula hahaha. Aku emang suka luluran kan, dan sebelumnya belum pernah nyobain bath salt, jadi waktu tahu Miniso ngeluarin bath salt aku penasaran banget. Ga kayak lulur yang biasa dipake pas kulit dalam keadaan kering, bath salt ini lebih enak dipake waktu kulit dalam keadaan basah. Dia bikin kulit jadi super duper halus dan wangi, aku suka!
-----
My rate: 4/5
Repurchase?
Maybe.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons