Showing posts with label Haircare. Show all posts
Showing posts with label Haircare. Show all posts
Siapa di sini yang suka minum kopi? 🙋♀️ Aku termasuk yang enggak pernah bisa skip 1 hari tanpa minum kopi. Bahasa kerennya, I can't function properly before I get my coffee hehe. Karena kesukaanku minum kopi itu, aku jadi suka banget sama semua hal yang berbau kopi, rasanya kalau nyium bau kopi tuh jadi lebih fresh dan segar aja. Nah, baru-baru ini aku nyobain produk baru dari SNP yang ada embel-embel kopinya nih, yaitu SNP Cafferonic Shampoo & Treatment! Wah, penasaran banget enggak sih sama performa produknya? Yuk, simak terus sampai akhir ya!
Who here likes coffee? ️ I'm one of those who can never skip a day without drinking coffee. In other words, I can't function properly before I get my coffee hehe. Because I like drinking coffee, I really like all things that smell of coffee, it feels like when I smell the smell of coffee, I feel refreshed and energized. Well, recently I tried a new product from SNP that has coffee as the main ingredient, namely SNP Cafferonic Shampoo & Treatment! Wow, aren't you curious about the performance of the product? Come on, stay tuned until the end!
Jadi di dalam series SNP Cafferonic ini ada 2 produk: Shampoo & Treatment (conditioner). Seperti biasa, aku bakal bahas dari kemasan luarnya dulu ya. SNP Cafferonic Shampoo & Treatment ini dikemas dalam botol yang mirip dengan produk skincare mereka si Peptaronic dan Cicaronic, cuma bedanya warna botolnya warna coklat kemerahan. Yang shampoo isinya 500ml sementara untuk treatment isinya 310ml dengan harga masing-masing Rp180.000. Botolnya dilengkapi dengan pump, jadi memudahkan untuk ngeluarin botolnya karena cuma perlu dipijit aja tanpa harus angkat-angkat botolnya karena tangan tuh suka licin ya kadang. Dari segi packaging pokoknya aku enggak ada keluhan, menurutku dia khas SNP banget, dan botolnya juga kamar mandi-friendly alias enggak perlu takut selip dari tangan atau insiden lainnya.
Untuk klaim produknya sendiri, SNP Cafferonic ini katanya sih bisa membantu menutrisi dan melembabkan kulit kepala serta rambut kita karena di dalamnya ada kandungan kopi arabica dan 5 jenis hyaluronic acid.
So in this Cafferonic SNP series there are 2 products: Shampoo & Treatment (conditioner). As usual, I'll talk about the outer packaging first. SNP Cafferonic Shampoo & Treatment is packaged in a bottle similar to their skincare products, Peptaronic and Cicaronic, only the color of the bottle is reddish brown. The shampoo contains 500 ml, while the treatment contains 310 ml at a price of IDR 180,000 each. The bottle is equipped with a pump, so it's easy to take the bottle out because you only need to massage it without having to lift the bottle because hands are slippery sometimes. In terms of packaging, I don't really have any complaints, I think he's very typical of SNP, and the bottle is also bathroom-friendly, aka you don't have to be afraid of slipping from your hands or other incidents.
For its own product claims, SNP Cafferonic is said to be able to help nourish and moisturize our scalp and hair because it contains Arabica coffee and 5 types of hyaluronic acid.
SNP Cafferonic Shampoo
Nah, sekarang kita bahas satu-satu mulai dari shampoonya dulu. SNP Cafferonic Shampoo mengandung beberapa kandungan utama yakni: biji kopi arabica, 5 macam hyaluronic acid, 17 macam asam amino, dan 4 macam probiotik. Seperti yang bisa kalian lihat, tekstur shampoonya bening, dan wanginya enaaak banget, wangi kopi yang cenderung ke arah manis. Waktu pertama pakai produknya dan nyium wanginya, langsung bikin mood aku jadi enak. Untuk cara pakainya sama aja ya dengan shampoo pada umumnya, tinggal basahi dulu rambut secara menyeluruh baru pakaikan produknya ke seluruh rambut. Untuk pemakaiannya sendiri sih enggak ada sensasi apa-apa ya pas kena kulit kepala, kan biasanya ada tuh shampoo yang suka ngasih rasa dingin, nah kalau SNP Cafferonic ini enggak.
Biasanya aku shampooan enggak lama-lama, aku pernah nonton di channel YouTube hairdresser luar negeri kalau shampooan itu memang enggak usah dilama-lamain. Jadi selama aku udah ngerasa shampoonya udah merata, yaudah lanjut bilas aja. Aku juga fokus shampooan di area kulit kepala, kalau bagian ujung cukup sekenanya.
Now, let's discuss one by one starting from the shampoo first. SNP Cafferonic Shampoo contains several main ingredients, namely: arabica coffee beans, 5 kinds of hyaluronic acid, 17 kinds of amino acids, and 4 kinds of probiotics. As you can see, the texture of the shampoo is clear, and it smells really good, the smell of coffee tends to be sweet. When I used the product for the first time and smelled the fragrance, it immediately put me in a good mood. For how to use it, it's the same as shampoo in general, all you have to do is wet your hair thoroughly and then apply the product all over your hair. As for the use itself, there is no sensation when it hits the scalp, usually there are shampoos that like to give a cool feeling, so it's not SNP Cafferonic.
Usually I don't shampoo for long, I've watched on the foreign hairdresser's YouTube channel if the shampoo doesn't have to be prolonged. So as long as I feel the shampoo is evenly distributed, then just rinse it off. I also focus on shampooing in the scalp area, if the ends are quite casual.
SNP Cafferonic Treatment
Nah setelah selesai shampooan, lanjut pakai SNP Cafferonic Treatment alias conditionernya. Teksturnya sih sama aja juga ya kayak conditioner pada umumnya, putih dan agak berminyak, lebih licin juga di tangan. SNP Cafferonic Treatment memiliki kandungan yang sama dengan shampoonya yakni: biji kopi arabica, 5 macam hyaluronic acid, 17 macam asam amino, dan 4 macam probiotik. Wanginya sendiri sih mirip dengan varian shampoonya, kopi yang cenderung manis.
Untuk conditionernya aku pakai cukup di ujung rambut aja, karena memang udah jadi kebiasaan kalau conditioner aku pakainya enggak sampai di kulit kepala. Conditioner cenderung bikin lebih berminyak, makanya disebut treatment karena dia lebih ke arah penanganan khusus untuk kondisi rambut tertentu aja. Kondisi rambutku memang kering banget di ujungnya, makanya kenapa conditioner cuma aku pakai di ujung aja untuk menghindari kulit kepala jadi berminyak dan bikin rambut cepat lepek.
Now, after finishing shampooing, continue using SNP Cafferonic Treatment aka conditioner. The texture is the same as a conditioner in general, white and a bit oily, more slippery in the hands too. SNP Cafferonic Treatment contains the same ingredients as the shampoo, namely: arabica coffee beans, 5 kinds of hyaluronic acid, 17 kinds of amino acids, and 4 kinds of probiotics. The scent itself is similar to the shampoo variant, the coffee tends to be sweet.
For the conditioner, I only use it at the ends of my hair, because it's a habit that I don't use conditioner to reach my scalp. Conditioner tends to make it more oily, that's why it's called a treatment because it's more towards special treatment for certain hair conditions. My hair is really dry at the ends, that's why I only use conditioner at the ends to prevent my scalp from becoming oily and making my hair limp.
BACA JUGA: Head & Shoulders Supreme Smooth, Supreme Moisture, and Supreme Anti-Hairfall Shampoo Review
Aku udah pakai kedua produk ini selama dua minggu terakhir, dan aku merasa rambutku jadi enggak bervolume. Aku biasanya keramas 2 hari sekali, enggak bisa lebih dari itu karena memang kulit kepalaku cepat berminyak dan kalau udah berminyak bakal jadi gatal. Mungkin itu kenapa rambutku jadi kelihatan kurang bervolume karena produk ini terlalu melembabkan kulit kepalaku. Bukan berarti produknya enggak oke ya, tapi kurang tepat aja untuk aku. Aku juga menyayangkan wanginya yang kurang nempel di kepala apalagi setelah selesai keramas, padahal wanginya enak banget! Untuk shampoo dan conditionernya sendiri mereka enggak susah untuk dibilas, dan enggak bikin kulit kepala jadi gatal setelahnya. Menurutku produk ini akan cocok banget buat kalian yang kulit kepalanya super duper kering sih.
I've been using both of these products for the past two weeks, and I feel like my hair is losing volume. I usually wash my hair every 2 days, I can't do more than that because my scalp gets oily quickly and when it's oily it gets itchy. Maybe that's why my hair looks less voluminous because this product is too moisturizing for my scalp. That's not to say the product isn't good, but it's just not right for me. I also regret that the scent doesn't stick to my head, especially after washing it, even though it smells really good! As for the shampoo and conditioner, they are not difficult to rinse off, and don't make the scalp itchy afterward. I think this product will be perfect for those of you who have super duper dry scalp.
Oke deh, segitu dulu aja review hari ini, jangan lupa nih buat follow akun @snpofficial.id di Instagram supaya kalian enggak ketinggalan sama promo yang lagi berlangsung! Dan untuk teman-teman yang mau cobain SNP Cafferonic Shampoo & Treatment, kalian bisa cek langsung aja ke toko online resmi SNP di:
Kalau ngomongin soal perawatan rambut, kayaknya aku termasuk yang paling cupu haha. Soalnya aku benar-benar jarang banget explore soal produk perawatan rambut. Kadang sih nonton videonya Brad Mondo di Youtube karena dia kan hairstylist dan banyak share soal tips-tips buat ngerawat rambut sampai ngebreakdown kandungan apa yang sebaiknya ada dalam produk rambut kita. Tapiii, seringnya aku malas research sendiri dan ujung-ujungnya cuma ngikut hype aja deh lagi pada pakai produk apa.
Kalau kalian tahu, aku selama ini pakai shampoo Herbal Essences (yang aku beli juga karena banyak banget diomongin sama orang-orang), dan aku suka banget sama shampoo itu. Beberapa waktu terakhir juga cobain dari Moist Diane karena dia banyak yang hype. Nggak beda sama dua produk itu, kali ini pun aku beli hair mask dari The Bath Box juga karena hasil racun salah satu mutualku di Twitter. Aku kepincut review mutualku itu karena lihat rambutnya bagus banget, kelihatan bervolume dan sehat. Yang mana udah jadi impianku banget karena rambutku tipis dan lemes banget. Akhirnya waktu promo tanggal kembar beberapa bulan lalu, belilah aku si The Bath Box ini.
Aku nggak tahu ya produk ini masih ada atau nggak karena begitu aku coba cari informasi produknya di website resmi The Bath Box, produk ini katanya udah nggak ada :") Di Shopee-nya juga ini udah habis sejak lama dan kayaknya nggak ada tanda-tanda restock sih. Hair mask ini masa PAO-nya setahun, tapi dengan isi 200gr, pemakaian yang nggak setiap hari, dan cuma dipakai di setengah rambut bawah aja, rasanya bakal kayak kejar-kejaran buat ngehabisin dia.
Klaimnya sendiri untuk menutrisi rambut dan menebalkan. Wanginya enak banget sih, apalagi kalau kalian tipe yang suka sama wewangian kayak spa tradisional gitu karena ini khas banget wangi rempah. Teksturnya juga nggak terlalu lengket, menurutku dia cenderung cair dibandingkan hair mask pada umumnya yang creamy.
Ingredients: Water, C13-15 Alkane, Behentrimonium Methosulfate, Cetylalcohol, Olive (Olea Europaea) Oil, Propanediol, Squalane, Hydroxypropyl Starch Phosphate, Simmondsia Chinensis Seed Oil, Fragrance, Ethyltrimonium Chloride Metharylate / Hydrolyzed Wheat Protein Copolymer, Tocopherol, Trisodum Ethylenediamine Disuccinate, Butylene Glycol, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Potassium Sorbate, Disodium Edta, Citric acid.
Aku pakai hair mask ini dua kali seminggu, ngikutin kayak jadwal les aja gitu, Senin-Kamis. Cara pakainya kebalikan dari conditioner yang biasanya dipakai di ujung rambut, kalau hair mask ini dipakainya di akar rambut/kulit kepala sampai merata. Nanti didiamkan selama selama setengah jam, baru dibilas dan dilanjut keramas kayak biasanya. Wangi hair mask ini lumayan nempel sih, bahkan setelah dibilas sama shampoo juga wanginya nggak hilang dan wangi shampoonya nggak overpower si hair mask. Dia nggak sulit dibilas kalau langsung kena shampoo, tapi kalau cuma air aja sih lumayan butuh waktu. Jadi saranku biar nggak kelamaan bisa langsung sambil dishampooin aja rambutnya.
Sayangnya sih aku keburu bosan sebelum bisa ngehabisin produknya. Aku cuma sempat pakai beberapa minggu sebelum akhirnya di aku preloved. Selama beberapa minggu pemakaian itu aku nggak merasakan ada perubahan apa-apa sama kondisi dan penampakan rambutku. Entah ya kalau bisa ngehabisin mungkin bisa kelihatan tapi aku bosan banget dan malas pakainya haha :") Plus, menurutku dia di luar budget karena harganya nggak murah, Rp 200.000 lebih. Makanya aku belinya pas diskon juga, otherwise it would be too expensive for me.
Siapa di sini yang punya jenis rambut gampang lepek, ngacung! Aku sendiri cepat banget lepek rambutnya. Mana rambutku tipe yang lemas banget, lurus, dan gampang jatuh, jadinya begitu lepek, rambutku kelihatan jadi nggak “bernyawa” dan aku jadi kelihatan lusuh. Pokoknya bikin mood jadi down banget deh. Makanya kenapa aku termasuk orang yang rajin banget keramas, bahkan bisa sampai setiap hari keramas. Banyak yang bilang kebiasaan keramas setiap hari ini nggak terlalu bagus buat kesehatan rambut karena bisa menghilangkan minyak alami di rambut. Terus, solusinya gimana?
Nah, beberapa minggu belakangan ini aku coba ganti produk perawatan rambutku sama Moist Diane Fresh & Hydrate Shampoo & Conditioner. Moist Diane ini adalah brand asal Jepang yang udah berdiri sejak tahun 2013, dan sepanjang pengetahuanku, semua produk mereka adalah haircare. Aku yakin udah banyak dari kalian yang pernah lihat produk mereka di drugstore juga.
Varian haircare Moist Diane ini banyak banget, dan aku berkesempatan untuk nyobain yang varian Fresh & Hydrate karena lihat dari klaimnya, varian ini direkomendasikan untuk orang-orang yang punya kulit kepala cepat berminyak, bikin rambut terasa lembut dan silky, memberikan kesegaran baik untuk rambut ataupun kulit kepala selama 48 jam, serta mengurangi bau kurang enak di kulit kepala yang disebabkan karena produksi minyak berlebih. Semua klaim ini pas banget buat aku karena selama pandemi ini di rumah aku justru makin cepat lepek rambutnya nggak tahu kenapa.
Setiap varian Moist Diane ada dua produk yakni shampoo dan conditionernya. Yang shampoo warna produknya transparan sedangkan conditionernya warnanya putih, jadi in case kalian nggak sempat baca label di botolnya juga nggak akan ketukar sih pas mau dipakai hehe. Untuk ingredients kedua produk ini bisa dibaca langsung di website Moist Diane ya.
Baca juga: Head & Shoulders Supreme Smooth, Supreme Moisture, and Supreme Anti-Hairfall Shampoo Review
Selain yang sudah aku sebutkan di atas, produk perawatan rambut dari Moist Diane ini juga punya klaim aman dipakai setiap hari lho. Mungkin terdengar aneh ya, ngapain keramas setiap hari. Tapi untuk sebagian orang terutama yang punya masalah rambut yang cepat berminyak, sebenarnya wajar kalau sampai harus keramas setiap hari. Karena nggak ada aturan pakai kalau keramas itu harus sekian hari sekali, yang pasti kalau rambut dirasa sudah kotor, ya berarti itu sudah waktunya keramas.
Shampoo itu sendiri pada dasarnya mengandung sulfat/sulfate yang membuat minyak di kulit kepala kita dapat larut dalam air sehingga mempermudah rambut untuk dibersihkan dari minyak dan kotoran lainnya. Meski begitu, ada banyak bakteri baik di kepala kita yang dinamakan dengan microbiome yang dapat membantu keseimbangan pH kulit dan mencegah bakteri buruk berkembang biak. Sayangnya ketika kita terlalu sering keramas dengan shampoo yang keras akan membuat microbiome menjadi tidak seimbang dan justru muncul permasalahan pada kulit kepala, bahkan sampai muncul kemerahan.
Untungnya, produk Moist Diane ini nggak mengandung sulfat/sulfate, silicon, dan paraben, jadinya secara formula dia termasuk gentle untuk kita pakai setiap harinya karena nggak akan membuat microbiome di kulit kepala kita terganggu.
Baca juga: Kojiesan Skin Lightening Soap Review
Nah karena dari tadi aku sudah ngomongin soal "interior" produknya, sekarang aku akan ngomongin "exteriornya". Dari luar ini botolnya memang menarik banget sih, kelihatan prestisius dengan desain tekstur diamond dan bagian tutupnya juga unik, nggak kayak shampoo atau conditioner pada umumnya. Ketika kalian beli, nanti produknya akan dalam posisi terkunci, tinggal diputar sedikit dan dia akan terbuka. Terus juga kalau kalian perhatikan di bagian atas pumpnya ada garis-garis yang menunjukan di mana cairannya akan keluar, jadi kalian nggak akan kebingungan salah tadah hehe.
Sekarang aku akan ngomongin gimana pengalaman dan hasil selama aku pakai dua produk ini selama beberapa minggu belakangan. Dari wanginya dulu, untuk shampoonya ini kecium wangi mint yang nggak terlalu intens, dan aku udah bisa nebak kalau wanginya mint begini pasti di kepala dia ngasih efek cooling. Ternyata benar aja, rasanya begitu keramas langsung dingin kulit kepala haha. Enak banget sih kalau habis seharian kena sinar matahari, panas-panasan, atau habis olahraga yang intens banget sampai keringetan.
Shampoonya nggak susah untuk dibilas, setelahnya sih agak bikin kering, tapi kalau dipadukan sama conditionernya nggak jadi masalah sama sekali. Kurang tahu juga gimana dengan yang rambutnya tebal karena rambutku ini termasuk tipis, jadi kalau pakai shampoo yang bisa bikin kering bakal kerasa banget. Makanya aku harus pakai conditionernya berbarengan, terutama untuk di bagian ujung rambut. Klaimnya sih menurutku juga standard ya, aku biasanya keramas bisa sehari sekali, atau maksimal 2,5 hari sekali, tergantung aktivitas, dan kalau pakai shampoo dan conditioner Moist Diane ini maksimal aku harus keramas dua hari sekali. Tapi menurutku itu udah oke banget karena memang kulit kepalaku ini cepat banget berminyak.
Overall, aku rekomendasiin kalian kalau mau pakai shampoonya, jangan lupa pakai conditionernya juga, karena kalau cuma shampoo aja mungkin kurang oke efek "fresh & hydrate"-nya.
-----
Where to buy? Guardian
How much? Rp 130.000
Kalau ngomongin soal perawatan rambut, sebetulnya dia yang paling terbengkalai di antara aspek kecantikan lainnya (skincare, make-up, haircare, dan bodycare). Bahkan dibandingkan dengan bodycare, aku benar-benar kurang perhatian :") Padahal sebetulnya kalau dipikir lagi, rambutku punya banyak masalah yang harusnya jadi main concern aku. Aku sendiri jarang bahas soal rambut ya di sini, nggak banyak juga review hair products aku di blog, sebelumnya aku cuma pernah review shampoonya Head & Shoulders yang Supreme line karena memang itu shampoo favoritku banget. Tapi itu dulu ya, hehe.
Beberapa waktu lalu aku buka Instagram Story-nya Claradevi, dan di situ Mbak Clara lagi bahas soal shampoo kesukaannya yang lagi dia pakai baru-baru ini, yakni Herbal Essences. Jujur, itu bukan pertama kalinya aku dengar brand Herbal Essences karena aku udah sering lewatin produknya di Guardian cuma belum tertarik sama sekali karena dulu memang udah merasa cocok banget sama shampoonya Head & Shoulders. Ah memang kekuatan influencer di jaman sekarang ini besar banget ya. Bisa sampai ngubah produk yang tadinya kita pandang sebelah mata jadi rasanya kok menarik banget haha.
BACA JUGA: Head & Shoulders Supreme Smooth, Supreme Moisture, and Supreme Anti-Hairfall Shampoo Review
Dilihat dari ingredientsnya, shampoo ini nggak SLS/SLES free, karena keduanya ada di urutan kedua dan ketiga. Aku sendiri nggak ada masalah sama shampoo yang mengandung dua jenis surfaktan tersebut, walaupun memang lebih baik dihindari, terutama dalam produk sabun muka. Kalau itu sih aku sangat amat menghindari. In case kalian belum tahu, surfaktan itu yang bikin produk bisa menghasilkan busa. Ingredients ini sering dihindari oleh orang dengan sensitive skin karena busa yang dihasilkan oleh surfaktan bisa bikin kulit kita terasa kering dan kesat, bahkan bisa sampai ketarik karena dia strip away minyak alami dari kulit kita. Penggunaan produk yang tinggi akan surfaktan bisa lama kelamaan bikin kulit jadi iritasi bahkan sampai merusak skin barrier. Tapi karena kita ngomongin shampoo, jadi aku nggak akan bahas sejauh itu soal surfaktan pada skincare hehe. Cuma kalau kalian cari shampoo yang memang surfactant free, this product might not be for you.

Okay, kita masuk ke reviewnya. Jadi alasan kenapa aku akhirnya memutuskan buat cobain shampoo ini setelah lihat bahasan dari Mbak Clara adalah karena aku "tergoda" sama klaimnya yang bisa bikin rambut jadi halus dan gampang diatur, serta nggak bikin rambut lepek tapi moisturizing at the same time. Permasalahan rambutku itu sendiri memang berkutat di kondisi rambut yang bisa jadi kering banget, apalagi kalau sampai salah shampoo. Padahal rambutku ini nggak pernah dicat, alias masih virgin hair, tapi keringnya bisa menyamai orang yang rambutnya udah pernah dibleach. Rambutku juga gampang kusut, padahal dia tipe yang lemes banget dan jatuh, jadi harusnya nggak segampang itu untuk kusut.
Setelah aku beralih pakai shampoo Herbal Essences, aku benar-benar takjub dan kagum banget sama hasilnya di rambutku. Aku awalnya sama sekali nggak mau melebih-lebihkan, karena udah sering gonta ganti shampoo dengan ekspektasi tinggi, ujung-ujungnya ya sama aja hasilnya segitu-segitu aja. Tapi Herbal Essences ini benar-benar bisa bikin rambut aku gampang banget diatur, gampang banget rapi, bahkan tanpa harus disisir! Selain itu dia nggak bikin rambut aku tambah kering atau merah. Malah jadinya rambutku kelihatan sehat dan shiny banget ðŸ˜ðŸ’™ Plus, yang bikin aku makin jatuh cinta tuh wanginya. Omg, enak banget! Wanginya ngasih kesan mahal, semerbak dan tahan lama. Dari semua varian yang udah aku cium, favoritku si Argan Oil of Morocco ini. Aku jadi penasaran sekarang kalau aku pakai conditionernya bakal sebagus apa ya efeknya? Soalnya jujur, harganya nggak murah :") Makanya kenapa aku beli shampoonya dulu karena sayang kalau nggak cocok, karena kalau beli sepaket cukup menguras dompet. Biasanya aku beli pas lagi diskon sih. Herbal Essences ini cukup sering diskon aku lihat.
Dengan ini sih udah fix hatiku berpindah dari Head & Shoulders ke Herbal Essences hihi. I'm sorry, H&S! Tapi beneran deh, kalian semua harus cobain at least sekali dan lihat langsung efeknya di rambut.
Halo! Hari ini aku kembali dengan review salah satu produk haircare yang aku yakin banyak dari kalian yang udah cobain. Sebetulnya awal tahu Head & Shoulders ngeluarin varian Supreme ini dari Instagram karena banyak yang bahas. Dari dulu aku memang selalu pakai shampoo-nya Head & Shoulders tapi yang varian lemon, tapi efeknya di rambut nggak ada yang signifikan sih. Begitu keluar para Supreme ini, aku kaget karena tumben nih orang-orang pada heboh. Akhirnya aku nyobain deh semua variannya buat tahu apa aja bedanya.
Varian pertama yang aku coba itu Supreme Moisture, dan first impression waktu pertama pakai adalah; wanginya enak banget! Aku mendeskripsikannya kayak wangi mobil pejabat haha. Agak manis, tapi nggak strong juga, jadi jenis manis yang soft. Selama pakai semua shampoo ini aku nggak barengin sama conditionernya btw. Setelah aku cobain ketiga-tiganya, wanginya itu hampir sama aja sih. Dan kalau kalian perhatikan, isinya tuh cuma 135ml aja, beda jauh sama varian Head & Shoulders lainnya yang 175ml. Varian Supreme ini juga lebih mahal dibanding varian standar Head & Shoulders.
⭔ Supreme Moisture — ini varian paling favorit aku karena di bikin rambutku yang tipis jadi lebih tahan lama nggak lepek. Biasanya saking berminyaknya kulit kepalaku, aku terpaksa keramas setiap hari karena kalau nggak benar-benar lepek banget.
⭔ Supreme Smooth — yang ini aku nggak terlalu suka, karena dia justru bikin rambutku makin cepat lepek. Rambutku juga nggak bisa ngembang bagus dan nggak bikin rambut kerasa halus juga.
⭔ Supreme Anti-Hairfall — nah yang ini, agak unik karena aku sebetulnya suka skeptis sama produk-produk yang klaimnya buat mengatasi rambut rontok. Simply karena menurutku masalah rambut rontok ada sama akar rambut, jadi lebih ke makanan apa yang kita konsumsi yang kadang bisa menyebabkan rambut makin rontok. Beberapa minggu pertama pakai si Anti-Hairfall ini aku nggak merasakan ada perubahan yang signifikan, tapi akhir-akhir ini aku baru sadar, selama mandi sekarang yang biasanya aku bisa nemuin segenggam rambut rontok, jadi cuma beberapa helai doang. Rambutku juga makin bervolume dan rasanya makin tebal aja.
-----
Dari ketiga varian Supreme ini aku udah beberapa kali repurchase si Supreme Moisture, tapi mungkin setelah nyobain si Anti-Hairfall, aku bakal ganti shampoo haha. Kalian sendiri udah pernah cobain belum shampoo dari Head & Shoulders yang ini?
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons