Showing posts with label Naruko. Show all posts
Showing posts with label Naruko. Show all posts
Beberapa minggu lalu waktu baru sampai ke Bekasi dari Jogja, aku dihubungi sama pihak Naruko. Mereka nawarin aku buat cobain dua produk Naruko yang bisa aku pilih sendiri sesuai kebutuhan kulitku. Senang bukan main rasanya! Apalagi karena sebetulnya aku udah lama banget memang mau coba produk-produknya Naruko, cuma sayang harganya bikin aku mikir dua kali buat beli.
Pilihanku jatuh pada Tea Tree Shine Control & Blemish Clear Toner dan Purifying Essential Oil, hasil dari diskusi sama pihak Naruko-nya langsung soal permasalahan kulitku sekarang ini. Dari awal memang aku udah ngincer tea tree line mereka sih, dan cukup senang karena menurut Naruko juga aku cocok cobain rangkaian tea tree mereka. Sayangnya apa yang jadi incaranku nggak ada karena stok mereka lagi kosong :( Awalnya aku milih toner sama blemish corrector-nya, tapi habis jadinya diganti essential oil.
Baca juga: Naruko Tea Tree Shine Control & Blemish Clear Mask Review
Baca juga: Naruko Tea Tree Shine Control & Blemish Clear Mask Review
Kita mulai dari tonernya dulu ya. Jadi toner ini punya banyak banget klaim. Intinya sih dia fokus untuk mengatasi jerawat, kulit kusam, dan mengatur produksi minyak di kulit. Tea tree memang selama ini selalu jadi ingredients paling banyak dipakai buat produk yang fokus di penanganan jerawat. Sabun muka kesayanganku pun juga ada kandungan tea tree-nya dan aku cocok banget! Botolnya kemasannya sleek banget. Simple, dan khas warna hijau pertanda dia dari rangkaian produk tea tree-nya Naruko.
Baca juga: COSRX Low pH Good Morning Gel Cleanser Review
Nah sekarang kita masuk ke ingredients list. Jujur, waktu aku pertama milih produknya, aku nggak lihat ingredients keduanya sama sekali. Iya, jangan dicontoh ya haha. Karena kupikir sebelumnya kan aku udah pernah pakai produk dari Naruko jadi aku percaya diri aja nggak bakal bikin breakout. Ternyata begitu sampai di tangan, aku kaget banget lihat alcohol ada di urutan paling pertama toner ini! Tapi aku tetap positive thinking.
Sebetulnya soal alcohol itu aku sendiri nggak terlalu strict ya, karena sebelumnya juga aku pakai tonernya Hada Labo sebelum reformulasi juga ada alkoholnya dan nggak masalah kulitku. Cuma, kita kan selalu mau yang terbaik buat kulit ya, jadi sebisa mungkin aku menghindari kandungan alkohol. Apalagi kalau dia ada di urutan awal. But hey, kalau kata Mas Stefan, kalau kita ngejudge baik buruknya produk cuma berdasarkan ingredients list tanpa nyobain langsung, sama aja kita kayak judging a book by its cover!
Tekstur tonernya cair banget kayak air. Aku suka jenis toner kayak gini karena dia nggak akan bikin kulitku terasa berat waktu aku layer beberapa produk. Wanginya mengingatkan aku sama wangi minyak kayu putih cuma agak samar gitu. Sebetulnya itu wangi tea tree sih tapi entah kenapa yang muncul di kepala malah minyak kayu putih haha. Tonernya sebetulnya enak, bikin lembab dan meresapnya cepat ke kulit. Tapiii sayangnya dia bikin serumku pilling semua. Aku sekarang ini lagi pakai dua serum propolis, satu dari iUNIK, satu dari Dr. Ceuracle, dan dua-duanya pilling.
Selain itu juga aku ngerasa lama kelamaan kulitku jadi kering bersisik. Oh iya, aku pakai dia pagi dan malam setiap hari di slot exfoliating toner, dan mungkin itu terlalu keseringan ya, jadinya efek samping dari kandungan alkohol tadi bikin kulitku makin lama makin kering. Setelah aku kurangi frekuensi pemakaian, kulitku membaik lagi.
Baca juga: iUNIK Propolis Vitamin Synergy Serum Review
Lanjut ke essnetial oil-nya. Nah ini juga sebetulnya aku agak ngeri-ngeri gimana gitu pakainya. Aku 'terpaksa' milih EO karena kubaca-baca dia bisa jadi spot treatment dan kebetulan spot treatment aku juga lagi habis. Selain tea tree, produk ini juga mengandung 2% salicylic acid, jadi masih sama seperti si toner, dia fungsinya fokus untuk jerawat dan mengontrol produksi minyak di muka. Kemasannya kecil banget, dan untuk pemakaiannya sendiri bisa dipakai sendiri atau digabung sama produk tea tree Naruko lainnya.
Baunya yang ini lebih mirip lagi sama minyak kayu putih, jauh lebih strong dibanding tonernya. Apalagi ditambah sama teksturnya yang juga minyak, jadi kalau orang awam lihat pasti dikira sejenis Fresh Care gitu haha. Corongnya kecil, bikin produk agak susah dikeluarin, tapi bagusnya jadi bisa kita takar mau seberapa banyak. Cara pakainya aku jadikan dia persis kayak spot treatment. Jadi cuma aku apply di bagian kulit yang berjerawat aja, nggak aku pakai semuka. Essential oil sendiri kalau dipakai secara topical dianjurkan buat patch test dulu karena ada orang yang alergi sama EO.

Selama beberapa minggu aku pakai kombinasi toner dan essential oil-nya, perubahannya cukup kelihatan sih. Cuma selain itu kulitku juga jadi kering banget makanya aku nggak sanggup lanjut lagi :( Sampai sekarang essential oil-nya masih aku lanjut, dan tonernya akhirnya kupakai buat CSM-an aja. Waktu itu aku pernah pulang dari kondangan tiba-tiba ada benjolan bakal jerawat besar banget muncul di dagu, kayaknya efek dari pakai make-up berjam-jam. Semalaman aku kompres pakai kapas yang kubasahin pakai tonernya dan besoknya langsung kempes, dan jerawatnya nggak jadi nongol haha.
Kalau ditanya sebetulnya aku termasuk orang yang pemalas buat pakai sheet mask. Kalau lagi rajin ya bisa lah lebih dari sekali seminggu tuh. Aku lebih milih pakai sheet mask kalau memang lagi ada tujuan tertentu, misal lagi butuh sesuatu yang calming, atau lagi jerawatan dan butuh sembuh cepat. Jadi aku bukan tipe yang harus nyobain semua jenis sheet mask. Memang sih, kebanyakan sheet mask sekarang menggiurkan banget mulai dari klaim sampai aplikasinya di muka. Lain waktu aku pernah lihat di Instagram sheet mask yang bagian essence dan lembarannya dikemas terpisah, unik deh, tapi lupa dari brand apa. Aku juga makin ke sini makin mencoba mengurangi penggunaan sheet mask supaya nggak nambah limbah lebih banyak. At the end of the day, kebanyakan sheet mask yang aku beli kalau ditotal bisa nambah toner baru haha, jadi lebih mending ditabung aja uangnya daripada buat beli sheet mask yang sekali pakai.
Sheet mask dari Naruko ini sekaligus jadi produk pertama dari Naruko yang aku cobain. Karena jujur, lihat harga mereka di Watson agak bikin dompetku nangis haha. Aku kira awalnya Naruko itu brand lokal lho, ternyata brand luar ya, tepatnya dari Taiwan. Dan pas banget bulan lalu Sociolla lagi free ongkir dan diskon banyak sheet mask-nya jadi why not, ya kan?
Sheet mask dari Naruko ini sekaligus jadi produk pertama dari Naruko yang aku cobain. Karena jujur, lihat harga mereka di Watson agak bikin dompetku nangis haha. Aku kira awalnya Naruko itu brand lokal lho, ternyata brand luar ya, tepatnya dari Taiwan. Dan pas banget bulan lalu Sociolla lagi free ongkir dan diskon banyak sheet mask-nya jadi why not, ya kan?

Untuk ukuran kemasannya dia termasuk kecil, lebih kecil dari kemasan sheet mask kebanyakan. Harga normalnya dibandrol di harga Rp. 24.000 kalau di Sociolla. Aku kurang tahu kalau offline store ada dijual di mana aja, karena di Watson-pun aku jarang lihat juga karena kebanyakan produk Naruko yang dijual itu cuma face wash-nya aja. Jadi mungkin kalau kalian mau cobain, bisa beli online aja di Sociolla atau di Shopee. Aku kaget waktu tahu lembaran sheet mask-nya warnanya hitam, karena kupikir sama kayak sheet mask Mediheal yang tea tree, sheet mask-nya Naruko ini juga warnanya putih. Salah satu yang paling aku suka dari sheet mask tuh kalau lembarannya warnanya hitam, entah kenapa kesannya eksklusif aja haha.

Ingredients: Asam Salisilat, Saw Palmetto, Ekstrak Biji Kacang, Phytoferulin , Ekstrak Witch Hazel, Tranexamic Acid, Piroctone Olamine, Faktor peremaja pori, Hyaluronic Acid, Minyak Pohon Teh, Minyak Mentha Piperita
Cara pakai:
1. Setelah membersihkan wajah, ambil masker.
2. Pakaikan masker pada wajah dimulai dari bagian atas ke bawah.
3. Gunakan jari untuk menekan air dari bagian tengah dahi ke samping. Atur agar masker bisa terpasang pas pada bagian hidung. Kemudian atur agar bagian bawah masker juga menempel dengan pas pada rahang.
4. Lepaskan masker setelah 5-10 menit

Kalau dari websitenya Sociolla sih sheet mask ini punya klaim untuk mengurangi produksi minyak berlebih dan mencegah jerawat karena dia ada kandungan karbon aktifnya. Jadi asumsiku sheet mask seperti ini harus dipakai rutin karena yang namanya produksi minyak ataupun jerawat kan nggak mungkin teratasi dengan mudah dalam sekali pemakaian. Selain itu sheet mask ini juga mengklaim membuat kulit jadi lebih bercahaya dan menghidrasi kulit.
Dari apa yang aku rasain dalam sekali pemakaian sheet mask ini sih, aku sempet kaget karena ternyata dia punya cooling sensation yang lumayan menusuk kulit banget. Rasanya kayak kalau kita kebanyakan makan mentos, jadinya hidung jadi pedes kalau dipakai nafas, nah ya kayak gitu persis rasanya, bedanya cuma rasa pedesnya kerasa di kulit. Setelah aku baca-baca review di internet juga banyak yang bilang mereka ngerasain sensasi yang sama karena memang ada cooling sensationnya. Biasanya kalau ada rasa cekit-cekit gitu tandanya aku nggak cocok sama sheet mask-nya tapi pagi hari setelah pakai sheet mask ini sih nggak ada tanda-tanda jerawat atau hal buruk lainnya. Malah kulitku jadi supple, dan halus banget. Essencenya gampang menyerap di kulit dan bikin mukaku jadi segar.
-----
Oh iya, satu lagi, sheet mask ini nggak mengandung paraben atau pengawet lainnya. Jadi kalau kalian sensitif dengan paraben nggak perlu khawatir ya. Untuk repurchase atau nggak, mungkin aku nggak akan repurchase karena aku tetep nggak suka dengan rasa cekit-cekitnya. Tapi karena kulit orang beda-beda jadi reaksinya bisa beda-beda juga.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons