Pages

  • Home
  • about
  • _the author
  • _faq
  • _partnership
  • beauty
  • _beauty empties
  • _beauty favorites
  • _beauty haul
  • _beauty tools
  • _best beauty finds
  • _j-beauty
  • _k-beauty
  • _local brand
  • _skincare 101
  • _skincare routine
  • skincare
  • _ampoule
  • _cleansing balm
  • _cleansing oil
  • _essence
  • _eye treatment
  • _face mask
  • _face oil
  • _face spray
  • _face wash
  • _make-up remover
  • _moisturizer
  • _retinol
  • _serum
  • _sheet mask
  • _spot treatment
  • _soothing gel
  • _sunscreen
  • _toner
  • make-up
  • _blush
  • _bronzer
  • _brows
  • _concealer
  • _cushion
  • _eyeshadow
  • _foundation
  • _highlighter
  • _lip balm
  • _lip gloss
  • _lip stain
  • _lipstick
  • _liquid lipstick
  • _mascara
  • _powder
  • _primer
  • _setting spray
  • bodycare
  • _body lotion
  • _body scrub
  • _body wash
  • _deodorant
  • _hand cream
  • _scents
  • haircare
  • _conditioner
  • _shampoo
  • lifestyle
  • _foods
  • _fashion diary
  • _music
  • _shopping
  • _travel
  • __bandung
  • __depok
  • __jakarta
  • __klaten
  • __magelang
  • __sarangan
  • __yogyakarta

Social Icons

Beauty With Dummy | Indonesian Beauty & Lifestyle Blog

Catrice Prime and Fine Multitalent Fixing Spray Review


Satu hal yang aku nggak punya pengalaman when it comes to make-up adalah setting spray. Aku sering lihat rekomendasi setting spray dari beauty guru di Youtube, tapi karena rata-rata yang direkomendasikan adalah brand luar yang agak pricey, akhirnya aku nggak pernah beli. Sampai akhirnya salah satu temanku ada yang ngeshare soal setting spray dari Catrice yang, as we all know, harga Catrice terkenal affordable. Banyak produk eyeshadownya yang harganya di bawah Rp. 100.000 dengan variasi warna yang cukup banyak, walaupun aku pribadi belum pernah cobain sih, jadi kurang tahu juga performanya gimana. Jadi kalau ditanya selama ini aku gimana kalau pakai make-up, ya aku nggak set make-up ku dengan setting spray haha. Dibiarkan begitu aja. Selama ini make-up ku tahan tahan aja sih. Tapiii tentunya demi tercapai look yang mendekati paripurna, aku memutuskan untuk cobain setting spray Catrice ini. Seenggaknya kalau nggak cocok, nggak ngerasa rugi-rugi banget karena harganya masih murah.


Seperti yang kalian tahu, Catrice ini dijual di Guardian. Ya sebetulnya online juga banyak yang jual kalau kalian rajin cari. Dengan isi sebanyak 50ml, Catrice Prime and Fine ini dijual di harga Rp. 88.000. Menurutku masih termasuk terjangkau, walaupun ada perbandingan lain dengan setting spray lokal dari Studio Tropik dengan isi tiga kali lipatnya seharga Rp. 99.000 aja. Salah satu hal yang aku nggak suka waktu beli produk ini di Guardian adalah, dia nggak ada segelnya sama sekali. Bahkan waktu aku tanya dari pihak Guardiannya sendiri mereka juga bilang dari Catrice memang nggak ada segel apapun di botolnya, jadi kalau kalian nanti ke Guardian semua botolnya cuma disegel selotip aja.

Sepertinya karena aku punya mata yang sensitif, jadinya setting spray ini agak menyengat di mata waktu disemprotkan. Happens all the time dengan banyak produk spray, beberapa face mist suka bikin mataku agak kebas, nggak terkecuali si Catrice Prime and Fine ini. Untuk jenis kulit kombinasi cenderung berminyak kayak aku, setting spray ini agak underwhelming hasilnya. Dia mengklaim bisa mempersiapkan kulit untuk dilayer make-up, tapi habis disemprot rasanya mukaku biasa aja, nggak ada rasa kayak pori-pori mengecil atau kayak dikasih primer. Tapi untuk hasil make-upnya lumayan sih jadinya, karena kesannya kayak it melts into the skin, jadinya nggak terlalu dempulan. Dia nggak ada kemampuan nahan minyak, dan untuk segi bikin tahan lama make-up atau nggak ya kayaknya juga biasa aja. But it's good for the look of the make-up itself.

That being said, karena ini pertama kalinya aku pakai setting spray, aku masih agak bingung mau berekspektasi seperti apa. Kalau kalian masih mau coba-coba ya boleh banget cobain si Catrice ini. Beneran aku sesuka itu sama hasil make-upnya yang bikin dia nyatu sama kulit. Tapi ya udah cuma itu aja. Sisanya nggak ngapa-ngapain.

-----

Where to buy? Guardian
How much? Rp 88.000

April 01, 2019

read more

ESQA Lip Gloss Shade Sydney Review


Halooo, apa kabarnya nih? Wih, ya ampun guys, sebentar lagi Maret akan berakhir dan kita akan menyongsong bulan baru—bulan April! My favorite month ever, karena April adalah bula kelahiranku hihi. April tahun ini aku bakal jadi pertama kalinya aku merayakan ulang tahun dengan awareness bahwa aku menyukai make-up dan skincare wuahahaha. Ya, karena ulang tahun sebelum-sebelumnya aku bukan beauty junkie, jadi rasanya ada yang beda aja tahun ini, seolah-olah aku reborn gitu #yha. Anyway, sepertinya ini akan jadi postingan terakhir di bulan Maret, walaupun sesungguhnya masih banyak sekali draft postingan yang masih harus digarap :") Honestly tho, awalnya aku jadwalin apa yang harus ditulis duluan, jadi setiap postingan ada antriannya gitu, tapi lama-kelamaan akhirnya random aja, lihat-lihat draft, habis itu pilih apa yang lagi mood buat ditulis.

Dan untuk postingan kali ini aku akan membawa kalian pada review salah satu brand lokal Indonesia yang lagi naik daun banget, yakni ESQA Cosmetics! Aku pribadi baru denger brandnya akhir-akhir ini karena salah satu produknya yakni Goddess Cheek Palette yang kolaborasi sama BCL itu booming banget. Memang banyak yang bilang blushnya ESQA cantik-cantik sih, tapiii karena aku #SobatMisqueen, maka aku belum bisa membelinya gengs hahaha. Sebagai gantinya, kali ini kita bahas lip gloss-nya dulu aja yang aku beli di Sociolla waktu ESQA lagi diskon!

Baca juga: Elsheskin Glam Gloss Shade Crystal Peach Review: Dupe Fenty Gloss Bomb?


Seingetku lip gloss-nya ESQA ini termasuk produk baru deh. Jadi dia memang baru banget keluar akhir-akhir ini. Dan pas banget karena aku lagi sangat into lip gloss, dan waktu diskon di Sociolla kemarin aku lihat harga diskonnya juga jadi lumayan murah, jadi cuma Rp. 46.000 aja dari yang aslinya Rp. 100.000. Langsung lah aku samber! Lumayan kan tuh? Memang kalo aku perhatiin ini si ESQA walaupun dia produk lokal tapi harganya agak di tengah-tengah antara mahal sama murah. Jadi bijak-bijak belanja produknya mereka aja ehe ehe ehe. Kalo kalian mau belanja ESQA, dia udah available di banyak online marketplace. Lip gloss ini tersedia dalam 5 shade: Dubai, Jakarta, London, Sydney, dan Tokyo.

Packagingnya cantik, mungil gitu. Pas buat masuk ke daily make-up bag dan ga bikin berat bawaan. Dia sekecil itu, aku aja ga mengira bakal kecil banget haha. Dia panjangnya cuma seukuran jari telunjukku. Dibandingkan sama lip gloss-nya Colourpop yang panjang dengan harga yang hampir sama. So hopefully it can be something to take for your consideration.

Baca juga: Fenty Beauty Gloss Bomb Shade Fenty Glow Review


Hydrogenated Polyisobutene, Polyisobutene, Phenyl Trimethicone, Caprylic/Capric Triglyceride, Ceresin, Dextrin Palmitate/Ethylhexanoate, Tridecyl Trimellitate, Phenoxyethanol, Butyrospermum Parkii (Shea) Butter, Flavour, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Tocopheryl Acetate, BHT, Bisabolol, Water. May Contain: CI 15850:1, CI 45410:2, CI 77491, CI 77492, CI 77499, CI 77891.

Aku pribadi jarang perhatiin label MUI di produk kecantikan when I know I should, tapi buat kalian yang memang concern dengan produk kosmetik halal, ESQA ini  udah ada label halal dari MUI-nya  ya. Lip gloss ini mengandung vitamin E yang banyak ditemui di produk-produk bibir karena bagus untuk membuat bibir lebih lembab dan sehat.

Baca juga: Catrice Volumizing Lip Booster Shade Nuts About Mary Review


Jadi di sini aku bikin tiga perbandingan antara ESQA, Catrice, dan Colourpop (gambar pertama, berurutan). Lip gloss-nya ESQA ini agak membingungkan apakah dia lip gloss atau liquid lipstick karena pigmentasinya untuk ukuran lip gloss terlalu ngasih warna. I mean, not that it's a bad thing, tapi aku biasa pake lip gloss di atas lipstik lain supaya terlihat lebih glossy dan berdimensi. Tapi kalo ESQA punya tuh ya beneran  ngasih warna kayak liquid lipstick, tapi finishnya glossy . Jadi kalo dipake berbarengan sama lipstik warna lain, bakal nimpa dan nutupin. Buatku ini jadi downside karena aku lebih suka lip gloss yang ga pigmented tapi memang cuma ngasih efek glossy, jadi bisa aku padu padankan sama lipstik warna lainnya. Tapi kalo kamu cari yang hassle free, lip gloss ini bisa berfungsi jadi dua.

Kemungkinan sih aku ga bakal beli lagi karena dia terlalu pigmented buatku. Tapi ya selera ya gengs, jadi jangan diambil hati hehe. Next aku bakal review dua lip gloss yang aku suka dari Catrice dan Colourpop, so stay tuned!

-----

Where to buy? Sociolla
How much? Rp. 100.000

March 26, 2019

read more

Leaders Mediu Amino Pore-Tight Mask Review


Sampai saat ini kalau teman-temanku atau pacarku lihat aku belanja sheet mask, mereka bakalan geleng-geleng kepala karena mereka sependapat kalau beberapa sheet mask itu adalah pemborosan :( Karena harga mereka relatif mahal untuk ukuran produk sekali pakai. Ya memang ada benarnya haha. Aku juga kadang mikir, kalau semua sheet mask yang sudah aku kumpulkan selama ini dijual lagi, mungkin aku bakal kaya mendadak. Aku biasa belanja sheet mask waktu mereka lagi diskon, atau ada promo buy 1 get 1, atau promo racunnya Guardian yang +1000 dapat 2 item, biar nggak boros-boros banget. Tapi ada juga beberapa yang dibeli karena beneran penasaran dan mulai mengabaikan faktor harga.

Kamu tipe yang kalap beli sheet mask juga nggak?


Jadi merk Leaders ini sudah lama seliweran di Instagram sejak aku lihat reviewnya dari Instagram Kak Vania. So yes, lagi-lagi Dyn keracun beli suatu produk. Waktu tahu sheet mask ini dijual sama toko parfum C&F, aku sudah mengira kalau harganya pasti nggak akan murah. Dan benar aja, satu sheet mask harganya Rp. 49.000! :( Padahal aku beli Mediheal aja udah megap-megap kadang. Itulah yang jadi pertanyaan teman-temanku, kalau sudah tahu semahal itu, kenapa masih dibeli, haha. Ya nggak apa-apa ya, kan biar tahu aja alasan kenapa harganya semahal itu. Di Jogja sendiri bisa kalian temui di Mall Malioboro, di toko fisik C&F, lengkap semua variannya. Aku beli sheet mask ini di Sociolla waktu mereka lagi diskon jadi sekitar Rp. 30.000, a good steal, right? Plus lagi free ongkir juga jadi why not?

Packagingnya super panjang dan essencenya banyak banget. Petunjuk di kemasannya semua ditulis pakai Bahasa Korea jadi aku harus googling dulu buat tahu ingredients sama fungsinya.

Ingredients: Water, Butylene Glycol, Glycerin, Acer Saccharum (Sugar Maple) Extract, Portulaca Oleracea Extract, Lysine, Histidine, Arginine, Aspartic Acid, Threonine, Serine, Glutamic Acid, Proline, Glycine, Alanine, Valine, Methionine, Isoleucine, Leucine, Tyrosine, Phenylalanine, Cysteine, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Arnica Montana Flower Extract, Gentiana Lutea Root Extract, Achillea Millefolium Extract, Artemisia Absinthium Extract, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Betaine, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Punica Granatum Fruit Extract, Pinus Densiflora Leaf Extract, Curcuma Longa (Turmeric) Root Extract, Xanthan Gum, Sodium Hyaluronate, Ledum Palustre Extract, Ecklonia Cava Extract, Artemisia Capillaris Flower Extract, Houttuynia Cordata Extract, Saururus Chinesis Extract, Palmitoyl Tripeptide-5, Zinc PCA, Caprylyl Glycol, Ethylhexylglycerin, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil


Setiap pakai sheet mask, biasanya aku pakai di rentang waktu 15-25 menit paling lama. Kecuali sheet masknya kering lebih cepat atau butuh waktu lebih lama untuk kering. Waktu pakai sheet mask Leaders ini aku merasa dia termasuk yang cepat keringnya, walaupun essencenya sangat amat banyak. Nah, here's the downside; aku paling nggak suka sama essence sheet mask yang rasanya cuma 'duduk' di atas kulitku setelah pemakaian. Aku bahkan tungguin dia sampai hampir satu jam dan essencenya masih ada di muka, rasanya lengket banget dan jadi nggak bisa ngapa-ngapain :( Dan karena aku takut kalau kelamaan ditinggal malah bakal bikin jerawat di muka, akhirnya aku basuh mukaku pakai air. Untungnya si essence di muka nggak susah buat dihilangkan sih. Sekali ciprat air juga udah hilang.

Tapi bagusnya adalah nggak seperti sheet mask Lululun, sheet mask ini sama sekali nggak memberikan efek pedih di kulit, which is a good thing! Karena aku memang punya daerah sensitif di muka (sekitar hidung dan mulut), dan sheet mask ini benar-benar nggak ada efek aneh-aneh. Untuk efek sih... nggak ada efek signifikan selain melembabkan.

-----

Overall, aku masih berpikir akan beli sheet mask ini lagi atau nggak, karena harganya yang lumayan mahal untuk ukuran sheet mask, dan efeknya juga biasa aja di aku, nggak yang bikin heboh sampai suka banget.

March 23, 2019

read more

Shu Uemura Skin Purifier Porefinist Cleansing Oil Review


Sebagai orang yang masih termasuk newbie dalam dunia make-up dan skincare, bisa dibilang aku termasuk yang berani terjun bebas mencoba banyak produk yang ada di pasaran. Malah aku berharap punya muka dengan kulit badak, jadi kalau ternyata produknya nggak cocok, mukaku nggak bakal kenapa-kenapa haha :D Tapi ya tentu saja nggak begitu kenyataannya, gengs. Muka badak itu dulu, sebelum aku menginjak umur 22 tahun, karena tiba-tiba di umur segini mukaku memutuskan untuk puber terlambat, dan jadi rajin panen jerawat.

Karena aku nggak selalu punya rejeki lebih untuk disisihkan buat beli make-up atau skincare yang aku mau cobain, aku jadi lebih rajin mencoba peruntunganku dengan ikut giveaway. Beauty community is littered with giveaways, dan sayang rasanya kalau nggak ikut. At least sekali harus cobain, apalagi kalau nanti ternyata menang, pasti bakal nagih ;) Dan hari ini, seperti judul postinganku, aku akan ngomongin soal salah satu produk yang aku menangkan dari giveaway hosted by the dearest Kak Winda: Shu Uemura Skin Purifier Porefinist Cleansing Oil.

Selama ini yang jadi first cleanser aku ya micellar water-nya Garnier. Aku sudah cobain semua variannya—biru-pink-biphase—dan akhirnya stuck di varian biphase karena dia mengandung oil dan oil sangat amat membantu mengangkat make-up waterproof dan kotoran di muka tanpa bikin kulit jadi kering. Ke-hype-an cleansing oil sebagai first cleanser memang sudah dari lama ya, tapi aku pribadi baru cobain cleansing oil ya waktu dapat giveaway ini. Habis aku cari-cari di Shopee, ternyata banyak juga kok yang jual. Ada beragam ukuran yang bisa kamu pilih, dan punyaku ini kebetulan yang 15ml. Pun untuk ukuran 15ml ini juga masih sangat affordable, apalagi karena Shu Uemura adalah brand besar yang memang sudah sangat terkenal. Tapi kalau mau beli yang ukuran full sizenya memang agak bikin kantong kejepit sih :") Karena hampir setengah juta sendiri. Packagingnya simpel aja kalau untuk yang ukuran 15ml, corongnya terlalu besar sih, bukan yang ada separator dan lubang kecil di mulutnya jadi waktu dituangkan ke tangan atau kapas jadi lebih susah ditakar. Tapi kalau yang ukuran full sizenya dia bentuknya pump, jadi higienis dan nggak bikin berantakan juga.

Ingredients: Ethylhexyl Palmitate, Isopropyl Myristate, Caprylic/Capric Triglyceride, Polyglyceryl-6 Dicaprate, Dicaprylyl Carbonate, Polyglyceryl-10 Dioleate, Phenoxyethanol, Polybutene, Polyglyceryl-2 Oleate, Dicaprylyl Ether, Tocopherol, Squalane, Simmondsia Chinensis Oil, Menthoxypropanediol, Carthamus Tinctorius Oil, Capryloyl Salicyclic Acid, Propylene Glycol, Capryloyl Glycine, Sarcosine, Prunus Cerasus Extract, Cinnamomum Zeylanicum Extract, Prunus Yedoensis Leaf Extract, Parfum.

Cara pakainya juga gampang sekali. Kalau aku biasanya cukup dituang ke telapak tangan, nanti diambil sedikit-sedikit, ditotol ke muka, habis itu pijat lembut dan nanti dengan sendirinya kotoran akan terangkat. Cleansing oil ini juga bisa untuk angkat make-up, jadi multifungsi nggak terbatas hanya untuk sekedar membersihkan debu atau minyak saja.
Dari websitenya sendiri, Shu Uemura Skin Purifier Porefinist Cleansing Oil ini diklaim cocok untuk orang-orang dengan jenis kulit normal sampai berminyak, dan acne-prone. Dia mampu membersihkan make-up dan jauh ke dalam pori-pori. Dia mengangkat make-up, minyak berlebih, kotoran, dan bahkan blackhead yang tersangkut di dalam pori-pori. Tentunya klaim seperti ini aku yakin bakal bisa didapatkan kalau kita sendiri rajin pakai cleansing oil ini ya hehe. Kalau pakainya cuma sebulan sekali ya nggak mungkin juga to :(

Selama beberapa kali pakai cleansing oil ini, aku takjub banget. Karena banyak make-up yang aku pakai itu susah dibersihkan dengan micellar water atau make-up remover biasa yang nggak mengandung oil, apalagi untuk make-up waterproof, itu butuh usaha ekstra buat membersihkannya dari muka. Aku jadi boros kapas, boros pembersih juga. Tapiii, Shu Uemura Skin Purifier Porefinist Cleansing Oil membuat pekerjaan menghapus dan membersihkan muka dari make-up dan kotoran jadi jauh lebih cepat dan efisien. Aku suka banget sama daya bersihnya yang sama sekali nggak meninggalkan bekas ataupun residu yang bikin kulit jadi lengket. Make-up terangkat, muka jadi bersih, dan nggak ada minyak sisa. Dia sejauh ini nggak bikin break out di mukaku, dan aku juga nggak terganggu sama wewangian karena sejujurnya, wanginya nggak terlalu kencang. Mungkin karena bahan 'parfum'nya ada di paling bawah ingredient list ya.

-----

All in all, kalau ditanya mau beli lagi atau nggak, aku pasti beli dong! Apalagi kalau ada rejekinya hihi. Kalau belum ada, ya paling beli yang versi kecil-kecilnya, biar jadi obat pelepas rindu saja :p Kalau kalian biasanya pakai cleansing oil apa?

March 19, 2019

read more

Lululun Premium Kyoto Green Tea 7 Days Mask Review


Setelah sekian lama cuma melihat-lihat sheet mask brand Jepang, akhirnya bulan kemarin aku memutuskan untuk cobain salah satu brand sheet mask dari Jepang yang memang sudah nggak asing lagi di telinga beauty lovers sekalian; Lululun. Dari desain kemasannya sendiri sebetulnya agak-agak mirip ya sama kemasannya Kose. Kedua merk ini sama-sama memberikan 7 sheet masks dalam satu package, makanya kenapa namanya '7 days mask', jadi bisa kita pakai selama berturut-turut selama 7 hari. Nah, buat orang kayak aku ini, sheet mask bundle seperti ini jadi lebih convenient karena aku nggak selalu beli satu varian sheet mask lebih dari dua, jadinya efeknya suka nggak muncul.

Baca juga: Menjaga Kelembaban Kulit Dengan SNP Fresh Vita C Jelly Mask


Nah, pertanyaan pertama yang dilayangkan sama teman-temanku adalah 'beli ini di mana sih?'. Selain bisa beli langsung di website-nya Lululun, tentu saja kalian bisa cari di Shopee—surga di mana hampir semua barang dijual dan dibeli hehe. Aku sendiri beli produk ini dari temanku yang habis pulang dari jalan-jalan ke Jepang dengan harga Rp. 80.000. Aku sempat cari di Shopee harganya sekitar Rp. 120.000, itupun harga paling mahalnya. Kalau di website Lululun sendiri dia dijual per-box, yang isinya ada 5 package seperti ini, dan setiap package ada 7 sheet mask, jadi satu box kalian dapat 35 lembar sheet mask dengan harga $25. Harganya memang agak lumayan, karena Kyoto Green Tea ini salah satu varian dari line Premium sheet mask-nya Lululun. Dan menurutku juga dengan harga sekian, sheet mask ini masih sangat worth it. Aku biasa pakai dari Mediheal yang harganya Rp. 35.000, kalau dikali 7 aja sudah sampai Rp. 200.000 lebih. Definitely something to consider.

Baca juga: SNP Bird's Nest Aqua Fitting Cell Mask & Bird's Nest Aqua Ampoule Mask Review


Ingredients:PEG-40 hydrogenated castor oil (PEG-40), water, glycerin, propanediol, ascorbyl glucoside, panthenol, sodium hyaluronate, green tea leaf extract, green tea flower extract, green tea seed oil, silkworm cocoon extract, autumn leaves extract, cherry leaf extract, , Xanthan gum, citric acid, Na citrate, K hydroxide K, EDTA - 2 Na, phenoxyethanol, methyl paraben, fragrance, BG.

Masker ini sendiri punya tiga bahan utama yang diandalkan:
  1. Kyoto Uji Green Tea Leaf Extract, yang berfungsi memperbaiki tekstur kulit sehingga terasa jauh lebih halus, meningkatkan elastisitas, serta memberikan kelembaban yang cukup
  2. Silkworm Cocoon, atau yang bisa disebut juga sebagai kepompong ulat sutera. Kandungan Silkworm Cocoon ini dapat meningkatkan fleksibilitas kulit dan mempercepat proses penyembuhan kulit. Bahan ini dapat mencegah kehilangan air secara transdermal sehingga dapat membantu menjaga tingkat hidrasi kulit
  3. Green Tea Seed Oil (Camellia Oil), menghaluskan rough patches pada kulit sembari mengunci kelembabannya, sehingga kandungan ini cocok untuk orang-orang dengan kulit yang biasa terekspos pada radikal bebas

Seperti yang udah aku tulis di atas soal bahan-bahan dari sheet mask ini, klaimnya ternyata lumayan menggiurkan untuk seseorang seperti aku yang punya tekstur wajah cukup kentara. Aku memutuskan untuk pakai sheet mask ini selama 7 hari berturut-turut supaya aku bisa lihat efeknya secara jelas daripada campur-campur pakai sheet mask yang beda-beda setiap hari, 'kan jadi bingung kalau mukaku membaik atau memburuk itu efek dari sheet mask yang mana haha.

Berdasarkan klaimnya, menurutku sheet mask Lululun ini memang stay true to its claim banget. Selama 7 hari rutin pakai sheet mask mereka, aku merasa wajahku jadi jauh lebih moisturized, dan lebih halus terutama di bagian antara alis dan hidung yang biasanya pori-pori jauh lebih kasar. Aku juga takjub sama essence-nya yang banyak banget, tapi nggak bikin wajah jadi pengap. Essence-nya menyerap dengan cepat ke dalam kulit cuma dalam hitungan menit, jadi nggak perlu cuci muka habis pakai ini. Love it!

Downside dari sheet mask ini adalah ukuran lembarannya yang sangat teramat kecil, mungkin nggak didesain untuk wajah orang non-Jepang ya, karena di aku, lembarannya sempit di bagian mata dan mulut, jadinya essence suka masuk ke mata dan itu jujur aja, agak perih :( Dia juga terasa menyengat di bagian philtrum dan kulit sekitar mulut alias daerah wajahku yang paling sensitif. Tapi sensasi menyengatnya cuma sebentar aja kok. Setelahnya nggak ada rasa apa-apa. Oh iya, sheet mask Lululun ini juga cepat kering lho, FYI. Jadi nggak bisa ditinggal lebih dari 20 menit karena sekitar 15 menit aja dia sudah cukup kering.

-----

Kalau ditanya mau beli lagi atau nggak, aku mau banget! Biasanya sheet mask green tea bikin aku bruntusan, tapi kali nggak, dan malah memberikan feedback yang positif banget di kulitku. Cuma dengan kendala lembaran sheet mask yang sempit dan sensasi menyengat yang walaupun cuma sebentar aja tapi bikin sakit, aku jadi pikir-pikir. Tapi hati kecilku bilang aku akan beli lagi hihi.

March 16, 2019

read more
new posts old posts
Subscribe to: Posts (Atom)

hello!

hello!
Welcome to Beauty With Dummy, a blog for me and for you! My name is Dyn, I'm a 20-something blogger from Indonesia who's passionate about make-up and skincare. Join my journey as I venture into the beauty world!

new video on the tube!

Get in touch!

this week's highlight

  • Shu Uemura Skin Purifier Porefinist Cleansing Oil Review
  • Into my wardrobe, quick!
  • To all the boys I've loved before
  • What's inside my make-up bag?
  • Switching Lanes
  • Bioaqua Blusher Air Cushion Shade 01 Review
  • Pengalaman Ikut Lomba MUN Tingkat SMA
  • Heimish Bulgarian Rose Water Hydrogel Eye Patch Review
  • Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Light Lotion Review
  • Pixy Lip Cream Shade 10 Sweet Choco Review

archive

  • ▼  2024 (2)
    • ▼  September (2)
      • Skin1004 Madagascar Centella Ampoule Review
      • Skincare Baru Bulan September! (Hi, I'm Back!)
  • ►  2023 (9)
    • ►  April (2)
    • ►  March (7)
  • ►  2021 (68)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  August (7)
    • ►  July (10)
    • ►  June (3)
    • ►  May (4)
    • ►  April (6)
    • ►  March (10)
    • ►  February (9)
    • ►  January (9)
  • ►  2020 (109)
    • ►  December (9)
    • ►  November (14)
    • ►  October (13)
    • ►  September (8)
    • ►  August (10)
    • ►  July (11)
    • ►  June (7)
    • ►  May (9)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (5)
    • ►  January (8)
  • ►  2019 (115)
    • ►  December (9)
    • ►  November (11)
    • ►  October (12)
    • ►  September (11)
    • ►  August (8)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (8)
    • ►  April (8)
    • ►  March (9)
    • ►  February (7)
    • ►  January (11)
  • ►  2018 (47)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (6)
    • ►  August (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (6)
    • ►  May (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (31)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (4)
    • ►  June (5)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (5)
  • ►  2016 (19)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2015 (49)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (7)
    • ►  July (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (5)
    • ►  March (8)
    • ►  February (8)
    • ►  January (6)
  • ►  2014 (27)
    • ►  December (2)
    • ►  November (4)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (10)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (23)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (4)
    • ►  June (5)

browse by brand

2SOL ARRA Beauty Acwell Aeris Airnderm Anessa Aubree Avoskin Axis-y Azarine Aztec Secret BLP Beauty Banila Co Barry M Base Beau Kirana Becca Benton Bertie Cody Bioaqua Biore Biyu Blithe Brun Brun By Wishtrend COSRX Catrice Clinelle Colourpop Corine de Farme Cressida Beauty Dal Cuore Dear Me Beauty Dorskin Dove Dr. Ceuracle ESQA Elf Elsheskin Emina Erha Erto's Essen HERB Etude House Fenty Beauty Focallure For Skin's Sake Garnier Glamglow Glowinc Potion Goban HDDN Lab Hada Labo Hanasui Harlow Head & Shoulders Heimish Herbal Essences Holika Holika Huang Jisoo IMAC Implora Innertrue Innisfree Jacquelle Beaute Joylab Jumiso Key by SA Klairs Kleveru Kojiesan Kose L'Oreal La Roche Posay Lacoco Laneige Leaders Looke Lovely Kefir Lululun Lulur Madu Luxcrime MAC Macaria Make Over Makeup Revolution Mario Badescu Masami Maska Maybelline Mediheal Miniso Missha Mizzu Moist Diane Naruko Nature Republic Neogen Nivea Nood Nu Skin O.TWO.O Omniskin Original Source POND'S Physicians Formula Pixy Pore Hero Beauty Pratista Purbasari Purivera Botanicals Qiansoto Revlon Rimmel Rose All Day Rovectin Runa Beauty SNP Safi Scarlett Whitening Secriss Senka Sho Skin Shu Uemura Simple Skin Aqua Skin Game Skin1004 Skinfood Some By Mi Somethinc St. Ives Studio Tropik Sugarpot Sulamit Teratu Beauty Terra Beaute The Bath Box The Body Shop The Face Shop The Ordinary The Soap Story Trueve Uriage Wardah Wet N Wild Whitelab YSL Yves Rocher eBright Skin iUNIK

followers

pageviews hits

© Beauty With Dummy | Indonesian Beauty & Lifestyle Blog.
Made by SoulMuse.