Pages

  • Home
  • about
  • _the author
  • _faq
  • _partnership
  • beauty
  • _beauty empties
  • _beauty favorites
  • _beauty haul
  • _beauty tools
  • _best beauty finds
  • _j-beauty
  • _k-beauty
  • _local brand
  • _skincare 101
  • _skincare routine
  • skincare
  • _ampoule
  • _cleansing balm
  • _cleansing oil
  • _essence
  • _eye treatment
  • _face mask
  • _face oil
  • _face spray
  • _face wash
  • _make-up remover
  • _moisturizer
  • _retinol
  • _serum
  • _sheet mask
  • _spot treatment
  • _soothing gel
  • _sunscreen
  • _toner
  • make-up
  • _blush
  • _bronzer
  • _brows
  • _concealer
  • _cushion
  • _eyeshadow
  • _foundation
  • _highlighter
  • _lip balm
  • _lip gloss
  • _lip stain
  • _lipstick
  • _liquid lipstick
  • _mascara
  • _powder
  • _primer
  • _setting spray
  • bodycare
  • _body lotion
  • _body scrub
  • _body wash
  • _deodorant
  • _hand cream
  • _scents
  • haircare
  • _conditioner
  • _shampoo
  • lifestyle
  • _foods
  • _fashion diary
  • _music
  • _shopping
  • _travel
  • __bandung
  • __depok
  • __jakarta
  • __klaten
  • __magelang
  • __sarangan
  • __yogyakarta

Social Icons

Beauty With Dummy | Indonesian Beauty & Lifestyle Blog

Catrice Volumizing Lip Booster Shade Nuts About Mary Review

catrice lip booster

Sebagai pecinta lip gloss, aku termasuk picky buat pakai lip gloss. Lip gloss yang aku suka itu biasanya nggak terlalu ngasih warna alias nggak pigmented karena aku sukanya lip gloss itu bisa dipakai sebagai lip topper. Kalau kalian pernah baca review lip gloss ESQA sebelumnya, aku udah pernah ngomong di situ kalau aku nggak terlalu suka sama ESQA karena lip gloss-nya terlalu pigmented, jadinya nggak bisa dipakai di atas lipstik. Nah kali ini aku akan ngomongin soal salah satu lip gloss yang very near and dear to my heart, karena dia walaupun dari brand drugstore dan harganya murah, tapi bisa memberikan hasil yang oke banget di bibir.

Baca juga: ESQA Lip Gloss Shade Sydney Review

catrice

Aku yakin hampir semua dari kalian udah nggak asing lagi sama brand Catrice. Tapi apakah kalian familiar sama produk mereka, Volumizing Lip Booster? Aku sendiri sebelumnya belum pernah tahu ataupun lihat di stall Catrice tiap aku ke Guardian karena dia jarang menonjol kesannya. Perjalananku menemukan produk ini dimulai dari app Female Daily. Waktu itu ada yang ngeshare soal lip gloss ini dan bilang kalau ini bisa jadi dupe dari Fenty Beauty Gloss Bomb. Karena aku Sobat Misqueen yang belum bisa beli Gloss Bomb, aku selalu determined buat menemukan dupe-nya. Aku juga udah pernah cerita soal ini di reviewku tentang lip gloss-nya Colourpop. Kita semua tahu kan kalau Gloss Bomb itu emang cantik banget, dan ngelihat dari warnanya juga ini cukup mendekati ya. But is it really a dupe for Fenty Beauty Gloss Bomb?

Baca juga: Colourpop Ultra Glossy Lip Shade Fantasia Review


Catrice Volumizing Lip Booster ini shadenya ada 4, dan aku pilih shade yang terakhir nomor 040 Nuts About Mary karena ini shade yang aku lihat di Female Daily. Aku juga sebelumnya sempat ngecek dulu di Google warna-warna lainnya tapi nggak ada yang lebih sreg daripada nomor 040 ini. Packagingnya simpel, mirip sama wadahnya Wardah Instamatte, cuma yang ini aksennya silver dan covernya nggak doff. Harganya sendiri terbilang sangat murah, yaitu cuma Rp. 56.000 aja. Aku beli ini sih di Shopee, kebetulan ketemu aja dan karena di stall Catrice sendiri sering nggak nyetok banyak shadenya jadi aku harus nyari online.

Baca juga: Wardah Instaperfect Mattesetter Lip Matte Paint Shade 03 Chic Review

lip gloss

Aplikatornya bentuknya pipih, nggak bentuk brush kayak Colourpop dan bukan doe-foot kayak ESQA. Aku nggak banyak nuntut sih kalau soal aplikator, cuma dari pengalamanku kalau brush itu nggak terlalu gampang karena brushnya bisa serabutan kemana-mana jadinya bikin berantakan. Pokoknya aku prefer sponge kayak gini lah.


Untuk formulanya, dia super duper ringan. Jauh lebih ringan daripada Colourpop dan ESQA. Dia juga nggak ada glitter-nya dan warnanya tipis banget, hampir nggak ada. Ini benar-benar bagus banget buat jadi lip topper. Dia wanginya juga unik ya. Lip gloss biasanya baunya manis kayak permen, tapi si Catrice ini baunya dingin mint. Pas diaplikasikan ke bibir juga ngasih sensasi dingin kayak lagi makan permen pelega tenggorokan! Lip gloss ini benar-benar fokusnya cuma ngasih shine aja buat bikin bibir kelihatan lebih sehat dan berdimensi. Sayangnya dia nggak ada SPF-nya, kalau ada mungkin udah aku pakai tiap pagi haha. Walaupun balik lagi ya ke preference masing-masing sukanya lip gloss kayak apa, tapi personally for me, produk ini simpel tapi delivers great result.

-----

Where to buy? kennybutik_ @ Shopee
How much? Rp  60.900

May 30, 2019

read more

Lumpia Samijaya: Lumpia Legendaris Khas Jogja

lumpia samijaya

Sebagai mahasiswa pendatang, salah satu kegiatan yang paling aku suka ya pergi berwisata. Baik wisata ke tempat-tempat bersejarah di kota tempat aku merantau, atau wisata kulineran. Dengan tingginya jumlah mahasiswa di kota Jogja dan pesatnya perkembangan zaman, nggak sulit untuk menemukan tempat makan baru yang unik dan menyuguhkan rasa tersendiri sampai sulit rasanya buat nggak balik lagi makan di tempat itu. Terlebih lagi karena biaya hidup di kota Jogja nggak semahal di kota-kota besar lainnya, yang bikin wisata kuliner di sini nggak bikin kantong mahasiswaku jebol haha


Bicara tentang wisata kuliner, ada salah satu jajanan yang sangat saya sukai di Malioboro yang menurut saya layak untuk dibicarakan. Saya sudah lama jadi pecinta makanan ini, tapi baru kali ini saya merasa terhipnotis dengan rasanya yang sederhana. Bagi sebagian orang, mungkin lumpia hanyalah lumpia, hanya sebuah makanan yang aslinya berasal dari Tionghoa dan biasa terdiri dari lembaran tipis tepung gandum yang dijadikan sebagai pembungkus isian yang umumnya adalah rebung, telur, sayuran segar, daging, atau makanan laut. Di Indonesia sendiri, lumpia biasa dikenal sebagai jajanan khas kota Semarang. Meski saya sendiri belum pernah ke Semarang langsung untuk mencicipi seperti apa rasanya, tapi ada satu jajanan lumpia di Jogja, tepatnya di Jalan Malioboro yang berhasil mengalahkan lumpia-lumpia yang selama ini sudah saya cicipi. Mungkin sudah bisa ditebak karena lumpia ini terbilang cukup terkenal, yakni Lumpia Samijaya.


Posisinya tepat berada di depan Hotel Mutiara, dan di seberang toko Liman. Meski tempatnya bukan di dalam sebuah toko melainkan hanya bermodalkan gerobak dorong, tetapi setiap harinya Lumpia Samijaya tidak pernah sepi pengunjung. Di waktu-waktu tertentu ketika rush hour, saya pernah masuk waiting list di angka 20! Mengingatnya lagi membuat saya berdecak kagum karena keberadaan Lumpia Samijaya yang berseberangan langsung dengan Starbucks yang notabenenya adalah ‘bukan jajanan sini’, terlihat begitu kontras dengan jumlah pembeli yang datang. Apalagi orang-orang ini (termasuk saya) tidak mungkin membawa pulang satu lumpia saja. Dua sudah paling sedikit, karena rasanya yang sangat teramat membuat ketagihan, orang-orang lebih sering pesan 5 bahkan 10 lumpia. Mungkin supaya tidak harus bolak-balik ke Malioboro lagi jika, maklum Malioboro dan kemacetannya memang bikin pusing terkadang.


Di Lumpia Samijaya, mereka menjual dua jenis lumpia; ayam yang dijual seharga Rp. 4.500, dan spesial seharga Rp. 5000. Beberapa orang mungkin beranggapan, dengan harga sekian, rasanya lumpia ini kok lebih mahal dibandingkan lumpia biasanya. Tapi menurutku, dengan ukuran yang memang lebih besar dan isi lumpia itu sendiri yang sangat padat, harga lumpianya terasa sangat worth it. Keduanya juga bukan jenis lumpia isi rebung seperti lumpia kebanyakan, tetapi berisi daging ayam, sayur-sayuran, dan untuk lumpia spesial, juga berisi telur puyuh utuh. Wah, sudah kebayang ya perpaduan rasanya seperti apa. Kalau belum kebayang, berarti memang kalian harus cobain langsung ke tempatnya.

Isi lumpia ayam

Isi lumpia spesial dengan telur puyuh

Ketika berkunjung ke Lumpia Samijaya, saya biasanya pesan dua lumpia, satu ayam dan satu spesial, karena kalau kebanyakan makan telur puyuh, kepala saya langsung pusing. Kalau misal kalian tidak ingin bungkus lumpianya, Lumpia Samijaya juga bisa dimakan on the spot alias makan di tempat. Tinggal bilang sama ibu penjual untuk makan di sana langsung, nanti lumpia akan disajikan di atas piring dengan siraman kuah bawang yang semakin membuat rasa lumpianya teramat nikmat. Tentunya kalau lumpianya dibungkus untuk dibawa pulang, kuah bawangnya nanti akan dibungkus terpisah supaya tidak hilang rasanya saat di perjalanan.

Sampai saat ini, saya masih tidak tahu apa yang membuat rasanya begitu gurih dan nikmat. Sangat amat berbeda dari semua jenis lumpia yang sudah saya coba, bahkan di kota Jogja ini belum ada yang rasanya bisa menandingi rasa Lumpia Samijaya. Entah di bumbunya, entah di kuah bawangnya, entah telur puyuhnya, entah suasanyanya, atau mungkin campuran dari semuanya yang membuat saya untuk terus kembali lagi ke sini.


Mereka yang berkunjung ke Lumpia Samijaya, tidak hanya masyarakat Jogja atau dari kota lain lagi di Indonesia, tetapi sudah dari mancanegara. Saya sering kali melihat beberapa wisatawan asing yang akhirnya mencoba Lumpia Samijaya karena melihat gerobaknya yang selalu dipenuhi dan dikerubungi oleh para pembeli sehingga terlihat meyakinkan dan menggoda untuk dicoba. Sebagai salah satu pelanggan setianya, tentu hal ini membuat hati saya juga senang karena tidak sedikit tempat makan kesukaan saya gulung tikar karena rendahnya minat orang-orang. Saya acungi jempol untuk Lumpia Samijaya karena dapat terus bertahan padahal keberadaannya hanya disebarkan dari mulut ke mulut, tak terkecuali saya sendiri, yang tahu soal Lumpia Samijaya dari salah satu teman saya di kampus saat saya bertanya soal jajanan apa yang enak di Malioboro. Lumpia Samijaya adalah bukti bahwa jajanan nikmat tak selalu harus mahal harganya.

May 27, 2019

read more

Maybelline Define and Blend Brow Pencil Shade Grey Brown Review

maybelline brow pencil

Waktu aku lihat iklannya mulai sliweran di Instagram story, aku awalnya nggak terlalu peduli sama produk alis terbaru Maybelline ini karena aku sendiri udah setia banget sama pensil alis jeruk-nya Viva dari tahun ke tahun. Tapi, sebagai self-claimed beauty enthusiast, tentu aku nggak mau membatasi perjalanan alisku hanya di satu produk aja. Setelah semakin sering iklannya nongol, aku jadi makin penasaran apakah produk ini worth it atau nggak dengan harganya yang cuma Rp. 51.000!.Untuk ukuran pensil mekanik dengan spoolie, harganya standard lah ya. Seingatku dulu juga Etude harganya segitu. Aku lumayan tertarik sama produknya karena yang promosiin di dalam iklannya itu banyak beauty influencer, salah satunya Cindercella. Walaupun aku pribadi kurang suka sama pensil alisnya Maybelline dari pengalamanku beli Fashion Brow mereka yang pensil.

BACA JUGA: Maybelline 'Brow Precise' Fiber Volumizer Review

maybelline

Aku beli ini di Watson, dan waktu itu shadenya cuma ada satu, grey brown. Tapi pas aku cek ke Guardian, ternyata ada shade lainnya yaitu natural brown. Aku kurang tahu kalau di Indonesia sendiri berapa shade yang masuk, tapi kalau kita cari di Google shadenya ada 4. Aku sebetulnya kurang sreg sama warna pensil alis yang mengarah ke abu-abu atau kecoklatan, karena rambutku aslinya hitam dan kulitku juga gelap, jadi dari shade yang ada aku nggak ada yang suka. Inilah salah satu alasan kenapa aku selalu pakai Viva karena warna pensil alis-nya Viva yang warna hitam itu benar-benar gelap dan pekat hitam.

Terus kalau dari segi desainnya pensilnya sih dia mirip sama Etude. Bukan yang jenis pensil kecil lancip tapi bentuknya segitiga dan tebal, jadi cocok buat orang yang alisnya tipis dan jarang-jarang karena ujung alisnya lebih banyak mengcover daerah alis. Oh iya, pro tip aja buat orang-orang yang sering ngerasa kalau ngalis masih ketebelan, mungkin kalian harus bervariasi soal shade pensil alis yang kalian pakai dan go with a lighter hand jadi nggak usah tebal-tebal apalagi kalau kulit kalian cenderung medium to light. Karena kulitku gelap, aku jadi lebih bisa bikin alis yang tebal dan 'ngeblok' warnanya karena kalau nggak, alisku bakal kelihatan awkward dan nggak nyaru sama keseluruhan elemen muka.

BACA JUGA: Innisfree Auto Eyebrow Pencil Shade Black Review


Masuk ke masalah performa produknya, aku akan bilang kalau aku cukup kecewa. Inilah hasil beli barang karena kemakan iklan dan bukan karena rekomendasi teman terpercaya hahaha. Foto swatch di tangan di atas itu hasil ngurek-ngurek pensilnya berjuta-juta kali. Beneran sesusah itu bikin warnanya keluar! Aku sampai bingung ini kok bisa pensil alis nggak pigmented kayak gini dijual di pasaran, di bawah nama sebesar Maybelline pula. Pigmentasinya jelek banget, kayak pulpen yang udah sekarat mau habis isinya, pensil alis ini butuh effort luar biasa besar dipakainya. Ini bukan masalah warnanya yang nggak cocok lagi, tapi memang formulanya yang kurang banget. Pensilku bahkan sampai patah saking aku terlalu keras ngeswatchnya.

Maaf aku nggak sertakan foto alisku yang udah dialis pakai ini karena susah banget ngalis pakai pensil alis yang nggak pigmented, aku jadi bingung sendiri. Sooo yeah, mungkin kalian bisa ambil review ini sebagai gambaran lah kalau kalian memutuskan buat beli.

May 23, 2019

read more

Mario Badescu Aloe, Herbs, and Rosewater Facial Spray Review

mario badescu

Setelah nyobain facial spray (atau face mist, bebas lah ya namanya apa) dari Uriage beberapa waktu lalu, aku ketagihan untuk kembali melengkapi skincare stash aku dengan facial spray lagi karena si Uriage itu habis hanya dalam waktu seminggu! Aku suka banget pakai facial spray, karena menghemat waktu tinggal disemprot aja udah kena muka. Kali ini aku nggak beli thermal water lagi, tapi aku memutuskan untuk nyobain dari Mario Badescu. Kalian beauty lover pasti udah nggak asing lagi sama namanya. Mario Badescu ini emang udah top banget sama facial spray mereka. Mereka punya 3 varian; rosewater, cucumber, dan lavender. Karena aku suka wangi mawar, jadilah aku cobain yang varian rosewater.

Baca juga: Uriage Thermal Water Face Mist Review

mario badescu facial spray

Ingredients: Aqua (Water, Eau), Propylene Glycol, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Rosa Canina Extract, Thymus Vulgaris (Thyme) Leaf Extract, Fucus Vesiculosus Extract, Gardenia Florida Fruit Extract, Caprylyl Glycol, Hexylene Glycol, Polysorbate 20, Parfum (Fragrance), Phenoxyethanol, Sodium Chloride, Citronellol, Geraniol, CI 17200 (Red 33), CI 42090 (Blue 1).

Dilihat dari ingredientsnya, produk ini nggak pakai wangi-wangian artificial, jadi memang asli air mawar. Aku sendiri punya air mawar botolan dari petani mawar di sini dan keduanya wanginya persis sama. Mario Badescu sendiri udah berdiri lebih dari 50 tahun dan dalam kurun waktu itu mereka make sure kalau brand mereka ini punya reputasi yang kuat dan positif. Mereka dikenal dengan produk skincarenya yang berbahan simple dan efektif, termasuk facial spray ini.

mario badescu rosewater spray

Berbeda kayak waktu aku pakai thermal water yang biasa aku bawa kemana-mana botolnya dan aku semprot kapan aja waktu muka aku terasa dull atau nggak segar, facial spray ini aku pakai sebagai bagian dari rangkaian skincare routine aku. Jadi nggak aku bawa kemana-mana, cuma di kamar aja. Fungsinya aku jadiin hampir seperti toner. Waktu aku lagi malas nuang-nuang cairan ke tangan atau lagi butuh extra portion of hydration, aku semprot facial spray ini sebelum aku lanjutin pakai produk yang teksturnya lebih heavy.

Pendapatku sih facial spray ini cuma bisa kasih hydration aja dan bikin muka agak segar. Banyak yang bilang mereka suka pakai ini sebagai setting spray tapi menurutku dia nggak ada kemampuan bikin make-up tahan lama. Kalau jadi base make-up ya masih oke lah, karena aku pribadi udah jarang pakai primer, cuma jadiin skincare sebagai alas make-up. Dan supaya make-up nggak crack gitu aku selalu make sure kulitku well-hydrated, where this facial spray comes into play! Walaupun downsidenya sih karena dia cepat menyerap ke kulit, jadinya aku suka ngerasa kayak pengen spray lagi dan lagi, malah bikin boros. Tapi overall aku suka suka aja sama dia. Dan aku sekarang penasaran buat cobain varian lainnya dari facial spray Mario Badescu ini.

-----

Where to buy? tokobeautybank @ Shopee
How much? Rp. 145.000 (excl. shipping fee)

May 21, 2019

read more

Bertie Cody Luminous Rubber Peel-off Mask Review


Jaman sekarang tuh ya, kadang aku suka terkagum-kagum sama brand lokal karena mereka bener-bener udah step up their game banget. Udah bisa bersaing sama brand dari luar, mulai dari packaging, konsep, dan ya efektifitas produknya itu sendiri. Nah di postingan kali ini aku bakal ngomongin tentang salah satu brand lokal baru yakni Bertie Cody! Suatu hari Mbak Stephanie dari Bertie Cody approach aku lewat email, menawarkan apakah dia bisa kirim salah satu produk Bertie Cody ke aku sebagai hadiah. Dan setelah aku pelajari brandnya dan produknya, akupun bilang YES! Aku selalu seneng nyobain produk dari local brand. Dan akupun nggak pelit untuk ngepost atau review tentang mereka karena aku mau local brand punya kesempatan publikasi yang sama kayak brand-brand luar yang aku juga pakai dan review di social mediaku.


Bertie Cody sekarang ini baru punya dua produk, dua-duanya bentuknya masker bubuk. Tapiii, ini bukan sembarang masker lho. Biasanya masker bubuk itu kan kalau nggak wash-off, ya peel-off. Nah masker mereka ini termasuk peel-off dengan tekstur yang sangat unik yaitu kayak karet! Makanya namanya rubber peel-off mask. Sebelumnya aku pernah dengar kalau Dr. Jart itu juga punya sheet mask yang teksturnya pun rubber, walaupun aku belum pernah coba sendiri karena harganya lumayan mahal. Balik lagi ke Bertie Cody, selain varian Luminous, mereka juga punya varian yang namanya Squeaky Clean.

Waktu ditawarin pilih varian yang mana, aku pilih Luminous. Kenapa? Karena kalau dari deskripsi produknya sih si Luminous ini lebih cocok buat kondisi kulitku karena dia punya klaim untuk mengurangi produksi minyak berlebih. Ya sebagai manusia kilang minyak tentunya ini bukan pertanyaan lagi ya. Sementara kalau yang varian Squeaky Clean fungsinya lebih ke penanganan jerawat. Oh iya, masker ini juga paraben-free, synthetic color-free, cruelty-free, dan vegan jadi aman untuk ibu hamil dan menyusui. Penting untuk tahu kalau maskernya nggak pakai pewarna sintetis karena biasanya sering brand yang pakai bahan spirulina di dalamnya bukan dari ekstrak spirulina asli. Jadi memang Bertie Cody ini pakai spirulina asli.


Waktu pertama coba nyampurin maskernya aku agak kesulitan sih karena kalau dari anjuran pakainya rasio antara bubuk masker sama airnya 1:1, cuma pas aku campurin masih terasa terlalu cair jadi susah nempel di muka (makanya di foto berikutnya bisa kamu lihat maskernya sampai netes ke alis). Jadi aku improvise buat bikin konsistensi yang aku rasa cukup biar maskernya bisa menyatu di muka karena ini peel-off mask dan kalau maskernya nggak rata di muka jadinya kayak foto di atas, bakal ada dry patches yang bikin maskernya nggak bisa dikletek. Oh iya, masker ini juga ada wangi mint gitu dan waktu diapply ke muka ngasih sensasi dingin.

Setelah dilepas nggak ada kotoran atau komedo yang kecabut di maskernya, tapi kulitku jadi terasa kencang dan lembut kayak pantat bayi. Baru kali ini aku cobain masker peel-off yang nggak bikin kulit kering. Mungkin karena tekstur maskernya yang rubber jadi memang nggak bikin kulit ketarik. Sejak rutin pakai masker ini dua kali seminggu, aku ngerasa komedoku jadi lebih mudah dikeluarin dan pori-poriku juga makin mengecil karena jadi bersih. Downsidenya sih ada residu warna biru yang ditinggalkan dari masker ini setelah dikletek. Jadi kalau mau pake masker ini aku saranin pas kalian belum pakai skincare routine sih karena residunya itu mesti dibersihin.


Satu kemasan ini bisa dipakai sampai 5 kali pemakaian, cuma ya balik lagi kamu seboros apa kalau nyampur hehe. Bertie Cody sendiri bilang jangan setiap hari dipakai karena dia punya sifat exfoliating jadi pakainya maksimal 3 kali aja seminggu. Overall, aku cukup impressed sama masker ini. Selain dia memberikan fun experience karena teksturnya unik, efeknya pun menyenangkan di kulitku yang kombinasi cenderung berminyak.

-----

Where to buy? Bertie Cody @ Instagram
How much? Rp 80.000

May 17, 2019

read more
new posts old posts
Subscribe to: Posts (Atom)

hello!

hello!
Welcome to Beauty With Dummy, a blog for me and for you! My name is Dyn, I'm a 20-something blogger from Indonesia who's passionate about make-up and skincare. Join my journey as I venture into the beauty world!

new video on the tube!

Get in touch!

this week's highlight

  • Focallure x Tasya Farasya The Needs Face Palette Full Swatch
  • Hada Labo Gokujyun Ultimate Moisturizing Light Lotion Review
  • You're a bad idea. I like bad ideas
  • Keep your thoughts deep burried
  • Lumpia Samijaya: Lumpia Legendaris Khas Jogja
  • Lucky number
  • Colourpop Lux Lipstick Shade LA Lady Review
  • Blogging 101
  • Wardah Instaperfect Mattesetter Lip Matte Paint Shade 03 Chic Review
  • Love and (mis)understanding

archive

  • ▼  2024 (2)
    • ▼  September (2)
      • Skin1004 Madagascar Centella Ampoule Review
      • Skincare Baru Bulan September! (Hi, I'm Back!)
  • ►  2023 (9)
    • ►  April (2)
    • ►  March (7)
  • ►  2021 (68)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  August (7)
    • ►  July (10)
    • ►  June (3)
    • ►  May (4)
    • ►  April (6)
    • ►  March (10)
    • ►  February (9)
    • ►  January (9)
  • ►  2020 (109)
    • ►  December (9)
    • ►  November (14)
    • ►  October (13)
    • ►  September (8)
    • ►  August (10)
    • ►  July (11)
    • ►  June (7)
    • ►  May (9)
    • ►  April (6)
    • ►  March (9)
    • ►  February (5)
    • ►  January (8)
  • ►  2019 (115)
    • ►  December (9)
    • ►  November (11)
    • ►  October (12)
    • ►  September (11)
    • ►  August (8)
    • ►  July (12)
    • ►  June (9)
    • ►  May (8)
    • ►  April (8)
    • ►  March (9)
    • ►  February (7)
    • ►  January (11)
  • ►  2018 (47)
    • ►  December (3)
    • ►  November (3)
    • ►  October (6)
    • ►  September (6)
    • ►  August (4)
    • ►  July (6)
    • ►  June (6)
    • ►  May (7)
    • ►  March (5)
    • ►  February (1)
  • ►  2017 (31)
    • ►  December (2)
    • ►  November (3)
    • ►  October (4)
    • ►  September (3)
    • ►  August (2)
    • ►  July (4)
    • ►  June (5)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (5)
  • ►  2016 (19)
    • ►  October (3)
    • ►  September (2)
    • ►  August (3)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  January (4)
  • ►  2015 (49)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (3)
    • ►  August (7)
    • ►  July (2)
    • ►  June (4)
    • ►  May (1)
    • ►  April (5)
    • ►  March (8)
    • ►  February (8)
    • ►  January (6)
  • ►  2014 (27)
    • ►  December (2)
    • ►  November (4)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (10)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (23)
    • ►  December (2)
    • ►  November (1)
    • ►  October (3)
    • ►  September (5)
    • ►  August (3)
    • ►  July (4)
    • ►  June (5)

browse by brand

2SOL ARRA Beauty Acwell Aeris Airnderm Anessa Aubree Avoskin Axis-y Azarine Aztec Secret BLP Beauty Banila Co Barry M Base Beau Kirana Becca Benton Bertie Cody Bioaqua Biore Biyu Blithe Brun Brun By Wishtrend COSRX Catrice Clinelle Colourpop Corine de Farme Cressida Beauty Dal Cuore Dear Me Beauty Dorskin Dove Dr. Ceuracle ESQA Elf Elsheskin Emina Erha Erto's Essen HERB Etude House Fenty Beauty Focallure For Skin's Sake Garnier Glamglow Glowinc Potion Goban HDDN Lab Hada Labo Hanasui Harlow Head & Shoulders Heimish Herbal Essences Holika Holika Huang Jisoo IMAC Implora Innertrue Innisfree Jacquelle Beaute Joylab Jumiso Key by SA Klairs Kleveru Kojiesan Kose L'Oreal La Roche Posay Lacoco Laneige Leaders Looke Lovely Kefir Lululun Lulur Madu Luxcrime MAC Macaria Make Over Makeup Revolution Mario Badescu Masami Maska Maybelline Mediheal Miniso Missha Mizzu Moist Diane Naruko Nature Republic Neogen Nivea Nood Nu Skin O.TWO.O Omniskin Original Source POND'S Physicians Formula Pixy Pore Hero Beauty Pratista Purbasari Purivera Botanicals Qiansoto Revlon Rimmel Rose All Day Rovectin Runa Beauty SNP Safi Scarlett Whitening Secriss Senka Sho Skin Shu Uemura Simple Skin Aqua Skin Game Skin1004 Skinfood Some By Mi Somethinc St. Ives Studio Tropik Sugarpot Sulamit Teratu Beauty Terra Beaute The Bath Box The Body Shop The Face Shop The Ordinary The Soap Story Trueve Uriage Wardah Wet N Wild Whitelab YSL Yves Rocher eBright Skin iUNIK

followers

pageviews hits

© Beauty With Dummy | Indonesian Beauty & Lifestyle Blog.
Made by SoulMuse.