Showing posts with label Lacoco. Show all posts
Showing posts with label Lacoco. Show all posts
Sebagai pemilik kulit acne prone, rasanya nggak habis-habis jerawat yang datang silih berganti. Padahal kadang ya aku nggak ada tuh ganti skincare routine, nggak lagi nyobain produk baru, nggak lagi datang bulan, dan lifestyle lagi bagus-bagus aja. Cuma ya itu tadi, memang kalau udah mukanya gampang jerawatan, nggak bisa ketebak deh kapan datangnya dan karena apa. Begitu jerawatnya udah mulai kering dan akhirnya hilang, eh ternyata ngebekas dong. Nambah lagi PR buat ngilangin bekas jerawat. Padahal dulu aku kalau jerawatan nggak dipakaikan apa-apa bisa hilang sendiri dalam 3 hari tanpa bekas, sekarang mah boro-boro haha. Menurutku juga ngilangin bekas jerawat itu yang paling susah. Jauh lebih susah dibanding ngilangin jerawatnya itu sendiri. Mana bekas jerawatku tipe yang kehitaman, bukan kemerahan, jadinya benar-benar harus extra perawatannya.
Bekas jerawat yang kehitaman ini biasa dikenal sebagai PIH (Post Inflammatory Hyperpigmentation). Bisa disebabkan karena jerawat, atau karena usia, bisa juga karena efek sinar UV dari matahari. Istiliah umumnya sih dark spots atau noda kehitaman. Kalau untuk yang disebabkan karena bertambahnya usia, aku kurang tahu apa yang bisa efektif untuk menguranginya, tapi secara garis besar noda kehitaman bisa dikurangi dengan pemakaian sunscreen yang rutin. Menurutku itu udah bare minimum alias usaha paling kecil yang bisa kita lakuin dalam hal dark spots. Karena sinar UV itu bisa memperburuk tampilan noda kehitaman di kulit kita, jadi sebisa mungkin selalu lindungi kulit dari sinar UV. Bukan cuma dengan pemakaian sunscreen tapi dengan perlindungan physical seperti pakai topi atau mencari tempat yang teduh dan kurangi exposure sinar UV.
BACA JUGA: Benton Snail Bee High Content Essence Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Lacoco
- Nama produk: Dark Spot Essence
- Jenis produk: Essence
- Ukuran: 12 ml
- PAO: 24 bulan
- Harga: Rp 199.000
- Tempat beli: Shopee Official Lacoco
- BPOM: NA18191906202
Selain dua cara yang aku jabarkan di atas, ada lagi yang bisa kita lakukan yaitu exfoliate kulit secara rutin. Nah kebetulan di sini aku punya produk dari brand lokal kita tercinta yaitu Lacoco Dark Spot Essence yang beberapa waktu lalu aku terima dari online shop My Skin But Better. Dari namanya aja udah kelihatan ya apa fokus dari essence ini. Kemasannya cantik banget, botolnya terbuat dari kaca dan warnanya ungu gradasi hitam. Ngasih kesan elegan dan misterius banget. Essence ini isinya 12ml dengan harga Rp 199.000. Jangan kaget dulu dengan ukuran dan harganya karena produk ini kecil-kecil cabe rawit banget.
Waktu pertama aku lihat ingredients listnya dan penjelasan produknya, aku langsung ngiler karena ini ingredients all star semua! Yang pertama aku notice adalah keberadaan si glycolic acid sebanyak 5% yang udah jadi kesukaan kulitku. Glycolic acid ini ampuh banget buat menghaluskan tekstur kulit yang tidak merata. Terus ada juga niacinamide (3%) dan tranexamic acid (2%) untuk melawan hiperpigmentasi, dan salicylic acid (1%) yang udah jadi langganan kalau masalah jerawat.
Produk ini memiliki beberapa klaim seperti:
- Memperbaiki tekstur dan elastisitas kulit
- Memudarkan flek hitam, hiperpigmentasi, dan noda bekas jerawat
Ingredients: Water, Propylene Glycol, Glycolic Acid, Niacinamide, Glycerin, Gluconolactone, Tranexamic Acid, Salicylic Acid, Xanthan Gum, Morus Alba Fruit (Mulberry) Extract, Daucus Carota Sativa (Carrot) Root Extract, Butylene Glycol, Sodium Hydroxymethyglycinate, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Tetrasodium EDTA, 1,2-Hexanediol
BACA JUGA: Lacoco Eye Intensive Serum Review
Essence ini punya tekstur yang kental. Dia nggak mudah menggelincir di kulit gitu lho, jadi kalau diteteskan ke tangan essencenya langsung nempel aja nggak langsung ngacir. Dengan tekstur seperti itu, perkiraanku dia bakal terasa berat dan lengket di kulit. Tapiii, begitu aku coba ratain, ternyata nggak sama sekali! Essencenya langsung “pecah” dan nyebar di kulit dengan mudah. Untuk pemakaiannya sendiri biasanya aku pakai dua tetes aja untuk satu muka, rasanya langsung lembab di kulit dan nggak ngasih rasa pedih di bagian yang ada ataupu nggak ada jerawatnya. Cuma beberapa teman-temanku yang juga pakai essence ini sih katanya sempat ngerasa kayak ada rasa cekit-cekitnya gitu, bahkan ada yang sampai perih banget di kulit. Tapi sejauh ini aku nggak merasakan hal tersebut.
BACA JUGA: Lacoco Watermelon Glow Mask Review


Aku mulai pakai essence ini sejak 1 Desember kemarin, dan ini udah seminggu lebih. Essence ini aku pakai setiap hari tapi hanya di malam hari aja karena aku masih belum berani pakai actives seperti exfoliating agent di pagi hari. Apalagi ini activesnya cukup banyak, takutnya nanti malah nggak efektif karena rusak kena paparan sinar UV. Biasanya aku pakai sesuatu yang ada exfoliating agentnya sih dua hari sekali, tapi kali ini aku penasaran bisa nggak ya kulitku pakai ini setiap hari. Dan setelah dicoba, ternyata kulitku kuat dan seperti suka sama efeknya.
Aku langsung merasa kulitku jadi lebih mulus, jerawat jadi cepat kering, dan pori-pori juga terlihat mengecil. Sementara untuk dark spotnya sendiri, banyak yang belum memudar, mungkin karena baru seminggu pemakaian juga. Tapi ada beberapa yang mulai berkurang intensitas kegelapannya. Meski begitu aku merasa ini ngasih hasil yang menjanjikan karena kalau dengan pemakaian baru seminggu aja udah bisa seperti ini, gimana nanti kalau dipakai sampai habis produknya hehe.
Beberapa waktu lalu aku dikirimin sama Lacoco dua produk mereka, salah satunya adalah Intensive Treatment Eye Serum. Aku udah lama tahu kalau Lacoco punya produk eye serum, tapi jujur aku sendiri jarang tertarik sama eye products karena buatku, they're nice to have, but not necessary . Eye products bukan main concernku, karena aku percaya kalau produk yang bisa dipakai di muka, seharusnya bisa dipakai di daerah mata juga. Walaupun sebenarnya fokus diciptakannya eye products adalah karena kulit di sekitar mata itu lebih tipis dibanding area wajah lainnya, jadinya nggak bisa dipakaikan produk yang terlalu heavy in texture. Makanya kenapa kadang kalau pakai produk yang terlalu berat bisa bikin tumbuh milia di dekat mata.
Tapi kalau tekstur yang jadi masalah, seharusnya nggak perlu sampai sejauh pakai produk yang 'khusus' buat mata aja. Tinggal kita pilah, mana yang teksturnya cukup ringan di dekat mata, dan mana yang terlalu berat. Eh tapi walaupun begitu juga kalau dibolehkan untuk cobain eye products, aku sama sekali nggak menutup diri karena siapa tahu kan produknya beneran bagus dan nyaman di kulit?
Baca juga: Lacoco Watermelon Glow Mask Review
Dari segi packaging, aku suka banget! Karena kemasannya bukan dalam bentuk jar, dia di dalam tube dan cara ngeluarin produknya didispense, bukan harus buka tutup produk gitu biar nggak gampang terekspos udara dan berujung jadi merusak produk. Tubenya sendiri rasanya ringan banget pas dipegang , padahal kukira bakal berat yang ngasih kesan 'mahal' hehe. Isinya 15ml, cuma karena desain kemasannya yang tertutup di sekeliling tube, jadinya nggak bisa dilihat deh isinya seberapa banyak. Aku udah pakai hampir 6 bulan dan sampai sekarang nggak habis-habis, sampai penasaran ini tuh udah tinggal seberapa sih
Produk ini mengandung vitamin A, C, dan antioxidant dengan fokus klaimnya lebih ke arah kerutan dan garis halus , jadi bukan untuk mencerahkan daerah bawah mata yang gelap ataupun puffiness. Teksturnya gel bening, dan rasanya memang sangat amat melembabkan di kulit. Dia juga mudah diratakan, cepat meresap ke kulit, dan nggak bikin lengket sama sekali.
Baca juga: SNP Red Ginseng Energy Eye Cream

Seperti yang udah aku bilang, aku udah pakai produk ini hampir 6 bulan dan sejauh ini nggak ada perubahan yang berarti untuk daerah bawah mataku. Sebenarnya aku punya sedikit garis halus memang, cuma belum terlalu ketara. Dan untuk bagian bawah mata yang gelap, aku percaya nggak banyak produk yang bisa menangani hal itu karena faktor genetik berperan besar. Banyak yang mengira bagian bawah mata kita hitam karena kurang istirahat, tapi sebetulnya itu karena bagian mata kita nggak ada tulang di bawahnya. Struktur tulang seperti itu udah bawaan genetik, jadi kalau mau rely on eye products buat benar-benar menghilangkan mata panda, ya nggak bisa.
At the end of the day, dia aku pakai buat bagian wajah lainnya seperti sekitar mulut dan dahi karena dua tempat itu lebih rentan muncul kerutan dan garis halus. Entah beneran ngaruh atau nggak, cuma sampai sekarang sih kulit masih halus dan plump. Masih wondering kapan eye serum ini akan habis karena rasanya nggak habis-habis! xD
-----
Where to buy? lacocooriginal @ Shopee
How much? Rp 180.000 (excl. shipping fee)
Siapa di sini yang nggak bisa kalau nggak pakai moisturizer di skincare routine-nya, ngacung! Aku udah sering bahas soal moisturizer di beberapa post sebelumnya, gimana sebetulnya untuk orang dengan kulit berminyakpun, moisturizer itu tetap diperlukan. Dan surprisingly, masih banyak juga yang berpikir kalau kulitnya berminyak, berarti nggak bisa kena moisturizer karena bakal bikin kulit jadi lebih berminyak. Padahal kamu tahu nggak, kalau kulit berminyak salah satunya disebabkan oleh kurangnya hidrasi pada kulit, jadi kulit memproduksi minyak untuk menjaga kulit tetap lembab.
Selain moisturizer, ada produk lainnya yang beberapa tahun terakhir ini juga hits yaitu sleeping mask. Di Twitter tuh aku sering lihat seliweran orang-orang nanya, pakai moisturizer lalu pakai sleeping mask boleh nggak, atau apa sih bedanya moisturizer dan sleeping mask. Akupun sempat mengira sleeping mask itu kayak masker yang didiamkan selama kita tidur dan baru dibilas pas pagi hari, tapi ternyata nggak sesimpel itu juga haha.
BACA JUGA: Jumiso Have A Good Cream Review
Aku yakin kalian udah nggak asing lagi sama brand lokal Lacoco. Salah satu produk andalan mereka adalah Watermelon Glow Mask yang berfungsi sebagai sleeping mask. Banyak yang bilang dia dupe dari watermelon sleeping mask-nya Glow Recipe, dan akupun juga udah lama banget mau coba cuma harganya agak di luar kemampuan hahah xD Makanya waktu tiba-tiba aku dicontact sama pihak Lacoco buat cobain dua produk mereka, aku excited banget! Akhirnya bisa nyobain dan berbagi pendapatku soal sleeping mask ini.
Jadi sebetulnya apa sih bedanya sleeping mask dan moisturizer? Jujur, menurutku mereka sama aja. Aku jarang explore sleeping mask karena mereka biasanya jauh lebih occlusive dibandingkan moisturizer, dan dengan kulit berminyak yang lumayan rewel, sleeping mask bukan pilihan produk yang pas di kulitku. Biasanya kalau pakai moisturizer yang berat sedikit aja pas bangun besok paginya kulitku bisa makin berminyak.
Sebenarnya sleeping mask dan moisturizer cukup berbeda, terutama dari sisi fungsinya. Kalau moisturizer memang dimaksudkan untuk sekedar melembabkan, sleeping mask lebih untuk menutrisi kulit ketika kita tidur. Biasanya sleeping mask punya ingredients yang lebih dibandingkan moisturizer. Sleeping mask biasanya dipakai setiap beberapa kali sehari (pun kalau dipakai setiap hari juga nggak apa-apa). Dengan pemakaian yang rutin, sleeping mask bisa membantu kulit kita jadi lebih lembab, memperlambat aging, mencerahkan, bahkan membantu tampilan pori-pori jadi lebih kecil. Itulah uniknya sleeping mask, dia lebih multitasking dibandingkan moisturizer.
Watermelon Glow Mask ini punya dua ingredients utama di dalamnya yaitu ekstrak semangka dan pisang. Semangka punya kadar air yang sangat tinggi dan berfungsi untuk memberi kelembapan yang maksimal pada wajah. Semangka juga kaya akan vitamin yang memberi manfaat antioksidan untuk melindungi kulit wajah dari efek penuaan seperti garis halus dan keriput. Pisang mengandung 22 persen vitamin B-6 dan 17 persen untuk vitamin C, vitamin A dan E, niasin, riboflavin, seng dan selenium. Semua kandungan tersebut berperan dalam menjaga kesehatan kulit.
Ini yang aku omongin tadi kalau sleeping mask memang biasanya akan lebih packed with nutrients karena dia memang didesain untuk lebih multitasking dibandingkan moisturizer yang cuma melembabkan.
BACA JUGA: Rovectin Cica Care Balm Review

Teksturnya gel dan cukup occlusive, biasanya aku pakainya tetap seperti pakai moisturizer biasa, jadi nggak dipakai kayak masker gitu. Tetap dibaurkan aja sampai menyerap dan paginya nggak aku bilas langsung. Rasanya enak banget di kulit, adem, dan bikin lembab banget. Sejauh ini dia nggak bikin aku breakout atau bikin mukaku jadi lebih berminyak waktu bangun tidur, so it's been pretty good. Cuma untuk efek brighteningnya sih aku belum lihat ada banyak perubahan. Finishnya di muka nggak lengket sama sekali, jadi kalau kalian punya kulit berminyak sama kayak aku, mungkin kalian bisa coba sleeping mask ini karena dia nggak terasa berat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons