Aku udah sering nulis gimana kagumnya aku sama industri kecantikan dalam negeri. Bahkan sekarang tiap aku kepikiran aku butuh sesuatu, aku selalu mikir, ada nggak ya yang bikin dari brand lokal, sebelum akhirnya aku mulai browsing produk dari brand luar kalau memang dari lokal nggak ada. Selain demi mendukung industri dalam negeri juga mengurangi emisi karbon yang dibutuhkan kalau beli produk dari luar tuh. Walaupun mostly produk mereka juga udah available di Indonesia sih, tapi tetap aja menurutku beli skincare dalam negeri lebih ramah lingkungan.
Beberapa waktu terakhir ini aku lagi banyak kedatangan produk dari brand lokal. Produknya macam-macam, ada cleanser, serum, essence, sampai haircare. Dan karena produk-produk itu harus direview, jadilah tanpa sadar isi skincare routine aku didominasi sama produk dari brand lokal. Nah dari situ aku kepikiran buat bikin series baru yang isinya ngomongin tentang produk-produk skincare dari brand lokal favoritku. Series ini akan terus diupdate secara berkala, tapi aku bakal usahain produknya akan ganti-ganti jadi nggak itu-itu aja. Selain biar nggak bikin bosen juga biar variatif dan ngasih kesempatan buat brand lainnya supaya kena exposure.
Berikut adalah beberapa produk skincare lokal yang lagi aku suka akhir-akhir ini:
- Saga Skin Everyday Gentle Cleanser — Biasanya gentle cleanser punya downside daya bersih yang nggak sebagus cleanser yang bikin kesat, tapi cleanser punya Saga ini selain dia memang terasa enak di kulit, daya bersihnya termasuk bagus untuk ukuran gentle cleanser makanya kenapa dia jadi favoritku sekarang.
- Pratista Derma Pure Gel Treatment — Kayaknya aku nggak perlu cerita lagi ya gimana dia benar-benar menyelamatkan kulitku dari jerawat. Sekarang setiap jerawatan aku nggak pernah takut karena spot treatment Pratista udah ngasih jalan keluarnya.
- Scarlett Brightly Ever After Night Cream — Pasti banyak yang kaget deh waktu aku bilang moisturizernya Scarlett jadi favoritku hahah. Tapi memang itu kenyataannya. Aku lagi cobain satu paket Brightly Ever After cream mereka yang isinya day cream sama night cream. Keduanya nggal butuh waktu lama buat jadi favorit karena teksturnya heavenly banget! Tapi kalau disuruh milih antara day cream atau night creamnya, aku pilih night cream.
- Studio Tropik Probiome Skin Tonic — Baru dipakai sebentar aja toner ini udah berkurang banyak banget sampai beberapa mutualku di Instagram heran wkwkwk. Soalnya memang beneran enak banget, selain menghidrasi dia juga bikin kulit lembab udah kayak pakai moisturizer sekalian.
- Pratista Hyalu Hydrating Toner — Ini juga hydrating toner kesukaanku akhir-akhir ini, aku pakai gantian sama Studio Tropik Probiome. Toner ini udah jadi wishlist dari lamaaa banget dan baru kesampaian akhir-akhir ini karena dikirimin sama Pratista, baik banget ya :") Dan sesuai dugaanku, kulitku suka banget sama toner ini. Full reviewnya ditunggu aja yaa!
- Avoskin Your Skin Bae Vitamin C + Niacinamide Serum — Akhirnya nambah lagi koleksi serum vitamin C dari brand lokal. Ini adalah produk pertama dari Avoskin yang aku beli sendiri karena selama ini semua produk Avoskin yang aku punya itu hasil pemberian brand wkwk. Ini juga produk pertama dari lini Your Skin Bae yang aku punya. Dia jadi tandeman sunscreenku di pagi hari karena vitamin C bisa membantu kinerja sunscreen di pagi hari.
- Pore Hero Beauty Matcha Clay Mask — Aku bukan tipe orang yang rajin maskeran sejujurnya, tapi akhir-akhir ini sifat males skincareanku lagi sering kambuh dan kalau udah mau tobat biasanya aku pakai masker ini biar segala impurity bisa terangkat, udah kayak penebusan dosa aja :") Yang aku suka dari masker ini adalah dia nggak bikin kulit terasa kering setelah dibilas bahkan walaupun nggak langsung aku kasih hydrating toner. Udah gitu memang rasanya kulit jadi lebih enakan aja rasanya.
Kalau kalian sendiri ada produk skincare lokal yang akhir-akhir ini lagi kalian suka nggak? Share dong di kolom komentar, biar aku sama teman-teman lainnya bisa ikut nyobain 😆
Kalau ngomongin complexion product, kalian lebih suka pakai apa? Foundation kah, concealer kah, atau bedak? Aku sendiri sih fleksibel ya, yang penting itu performa produknya. Buat sebagian orang, mereka memilih style make-up yang kelihatan natural, jadi nggak harus punya coverage tinggi. Tapi buat aku, aku justru suka banget sama complexion product yang high coverage. Karena aku suka ngelihat muka yang mulus, nggak kelihatan bekas jerawat, bahkan beberapa juga ada yang menyamarkan pori-pori ketika dipakai. Tapi nyari complexion product dengan high coverage yang nyaman dipakai seharian itu susah lho. Ngaku deh, ketika kalian mendengar kata "high coverage" pasti langsung kebayang betapa pegalnya muka pas lagi pakai produk itu, apalagi kalau harus dipakai berjam-jam. Nah di sinilah misiku dimulai, untuk mencari complexion product yang bisa memenuhi kebutuhanku akan coverage yang tinggi tapi sekaligus nyaman dipakai dalam jangka waktu panjang.
Nah beberapa waktu lalu aku berkesempatan untuk cobain lagi lagi complexion product dari brand lokal yaitu Looke Holy Perfecting Pressed Powder. Produk ini dikirimin sama My Skin But Better, so thank you so much MSBB! Sebelumnya aku udah pernah review produk dari Looke, yaitu cushion mereka yang aku juga suka banget karena coveragenya yang sangat oke tapi tetap nyaman dipakai tanpa bikin kulit berat atau muka kelihatan dempulan.
BACA JUGA: BLP Loose Powder Shade Medium Beige Review
Looke Holy Perfecting Pressed Powder ini punya 3 shade; Maia, Aurora, dan Febe. Aku pilih shade Maia karena dia adalah yang paling gelap. Di sini Maia deskripsinya medium beige dengan yellow undertone, dan nebak-nebak sih harusnya bakal cocok sama skin tone aku karena aku sawo matang dengan warm undertone. Biasanya juga kalau pakai complexion product lokal nama shadeku itu antara medium beige atau medium dark. Kalau tebakanku sih 3 shade ini cuma mengcover medium, light, sama fair. Soalnya sebetulnya aku nggak gelap-gelap banget kulitnya meski termasuk sawo matang. Semoga ke depannya Looke bisa nambah shade lagi ya biar banyak yang bisa cobain juga karena sayang kan kalau produknya bagus tapi shadenya sedikit.
Di dalamnya udah dapat kaca dan juga sponge aplikator, standard lah ya. Aku sendiri belum sempat cobain spongenya karena nggak tahu ya ngerasa sayang aja kalau dipakai karena jadi kotor :") Waktu aku pencet sih rasanya empuk, tapi kurang tahu juga performanya. Aku sendiri untuk pengaplikasian bedak baik tabur ataupun padat kayak gini tetap mengandalkan brush karena kalau pakai sponge suka terlalu tebal di awal sementara brush lebih gampang aku takar.
BACA JUGA: POND'S BB Magic Powder Review

Waktu baca klaim kalau bedak ini coveragenya medium to full, aku benar-benar intrigued karena bedak tuh paling tinggi bisa nutup imperfection sampai setinggi apa sih, ya nggak? Biasanya coverage bedak tuh medium lah. Tapi begitu aku coba produk ini, aku kaget sendiri karena wow... bukan cuma bekas jerawat yang ketutup, tapi juga pori-pori! Kulit aku kelihatan flawless banget, dan rasanya juga ringan di kulit nggak berasa kayak pakai bedak yang full coverage. Dia baru aku tes di dalam ruangan dengan AC belum aku pakai buat beraktivitas di luar yang sampai kena terik matahari dan keringat gitu-gitu, cuma aku pakai wudhu beberapa kali sih dia masih lumayan nempel. Beberapa bagian aja yang agak pudar tapi nggak benar-benar hilang semuanya. Untuk oil control juga lumayan oke. Menurutku ini produk yang bisa jadi pilihan buat yang nggak suka pakai foundation untuk sehari-hari tapi tetap butuh coverage setara dengan foundation. It's so good!
Haloo selamat weekend semuanya! Hari ini aku kembali lagi dengan review produk complexion dari brand lokal yang akhir-akhir ini produknya lagi jadi kecintaanku banget yaitu Rose All Day The Realest Lightweight Foundation. Aku udah naksir sama foundation dari lama banget, dan baru bisa kebeli sekitar bulan November tahun kemarin karena foundation diskon dari harga Rp 200.000 jadi Rp 125.000 aja di websitenya. Namanya juga wishlist ya, sayang banget dong kalau dilewatkan. Jadi aku check out lah dia. Aku pertama kali kepincut buat cobain foundation Rose All Day ini karena baca reviewnya Mbak Mon yang bilang kalau ini foundation kesukaannya dia. Dan pas banget, karena shade kulit kita sama, jadi aku tinggal nyontek aja shadenya heheh.
Aku memutuskan buat beli yang shade Warm Honey karena udah pengalaman ternyata memang shadeku dengan Mbak Mon banyak yang match. Memang udah paling enak kalau bisa menemukan sesama blogger yang skin tonenya sama karena sampai detik ini aku masih suka takut aja kalau beli complexion product online. Foundation ini punya klaim kalau dia ringan, tahan lama, hasilnya menyatu dengan kulit jadi nggak akan terlihat dempulan. Foundation ini juga udah mengandung UV protection walaupun nggak tertulis SPF-nya berapa, jadi menurutku jangan rely on this foundation alone, selalu pastikan kalian pakai sunscreen dulu sebelum make-up.
Di dalam foundation ini juga mengandung ingredients yang menjaga kulit tetap lembab seperti hyaluronic acid, vitamin E, ada zinc juga, bahkan vitamin C. Aku selalu suka complexion product yang ingredientsnya udah kayak skincare. Ngerti kan maksudku, jadi kita pakai make-up tanpa bikin kulit capek atau malah jadi nggak terawat apalagi buat kita-kita yang jam terbang pakai make-upnya cukup tinggi. Dan karena foundation itu adalah base make-up kita dan areanya paling luas, aku selalu lebih tenang kalau foundationku mengandung ingredients yang bisa bantu merawat kulit sekaligus.
Packaging foundation Rose All Day ini memang bukan modelan botol pada umumnya, dia bentuknya tube sama seperti L'Oreal Infallible Pro-matte. Cuma bedanya foundation ini udah pakai pump sementara L'Orael kan belum ya. Aku sangat bersyukur sih dengan foundation yang ngasih pump karena pump itu ngebantu banget dalam mengeluarkan produknya supaya nggak kebanyakan di awal. Produk juga jadi lebih higienis karena nggak terpapar udara terlalu sering, dan untuk foundation dengan harga Rp 200.000 menurutku udah wajar lah dapat pump tuh. Kalau nggak mungkin aku nggak akan tertarik beli hahaha. Tapi foundationnya sendiri overall kerasa ringan banget, bahkan waktu pertama tiba tuh aku kira lebih besar lagi tapi ternyata kecil juga. Walaupun begitu dia isinya 30ml jadi sama aja kayak foundation pada umumnya. Kalau mau dibandingin, isinya sama kok kayak Maybelline Fit Me.

Sejujurnya walaupun aku baca dia reviewnya cukup banyak yang positif, aku tetap menjaga ekspektasiku supaya nggak ketinggian. Tapi setelah beberapa kali pakai entah itu buat kondangan atau rekaman video di Youtube, akhirnya aku berani mendeklarasikan kalau dia adalah foundation terbaik yang pernah aku coba. Kalau bahasa kerennya "no cap" alias nggak ngadi ngadi. Foundation ini beneran sesuai klaimnya; lightweight. Dia kerasa ringan banget di kulit, dilayer beberapa kali pun nggak kerasa dempulan. Hasilnya juga kelihatan apik nggak mempertegas tekstur muka.
Dia nggak oxidize, coveragenya medium to full, dan oil controlnya cukup oke walaupun untuk aku yang kulitnya oily memang agak susah sih kalau mau benar-benar kering nggak berminyak mukanya. Jadi dalam skala orang dengan kulit berminyak, performa foundation ini bisa kubilang oke. Dia juga nggak gampang geser, nggak gampang hilang di bagian kulit yang berminyak. Ini adalah dream foundationku yang kalau disuruh pilih satu foundation untuk dipakai seumur hidup, I'd choose this foundation. Good job, Rose All Day!
Menuru kalian eye treatment itu penting nggak sih? Selama ini aku dilema mau mikir ini penting apa nggak. Produk eye treatment pertamaku tuh bentuknya eye patch. Ingat banget dulu tiap lihat eye patch tuh langsung mupeng pengen coba, apalagi eye patch kan dulu tuh bentukannya cantik-cantik ya. Brand eye patch pertama yang aku coba itu dari Heimish. Cantik sih memang, rasanya pengen dilihatinnn aja itu eye patch nggak buat dipakai haha. Tapi kemudian aku bosan pakainya padahal baru beberapa kali aja. Selanjutnya aku dapat lagi eye patch, tapi dari SNP. Sama aja nasibnya kayak Heimish, cuma sempat beberapa kali pakai sebelum kebosanan melanda. Akhirnya sekarang dua produk ini nongkrong aja di pojokan rak nggak tersentuh, bahkan mungkin sekarang udah expired.
Move on dari eye patch, the next eye treatment yang aku coba adalah eye serum dan brand pertama yang aku cobain adalah Lacoco. Sampai produknya habis, aku nggak melihat ada perubahan apapun sama daerah sekitar mataku. Di situ aku semakin bertanya-tanya, apa sih bedanya eye serum sama serum muka biasa? Aku semakin skeptis tiap lihat produk eye treatment. Menurutku dia bukan lagi skincare tersier, tapi benar-benar skintertainment aja alias produk yang benar-benar dibeli kalau gabut aja atau hiburan aja. Nah terus gimana dengan produk dari Avoskin ini? Ngaruh nggak ya, apa sama aja kayak produk eye treatment lainnya yang udah aku coba?
BACA JUGA: Lacoco Intensive Eye Serum Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Avoskin
- Nama produk: Avoskin Advanced Actions Eye Ampoule
- Jenis produk: Eye treatment
- Ukuran: 12 ml
- PAO: 6 bulan
- Harga: Rp 199.000
- Tempat beli: Shopee Official Avoskin
- BPOM: NA18202000165
Aku udah terima produk ini dari lama banget, dan selama itu juga produk ini aku pakai serajin mungkin. Kenapa aku bilang serajin mungkin, karena aku hapal banget dengan diri ini kalau produk-produk eye treatment tuh gampang banget terlupakan. Terutama untuk hari-hari di mana aku malas skincarean lama-lama, maunya yang cepat aja, jadi eye treatment pasti diskip. Atau ya karena memang nggak terbiasa aja pakai eye treatment, jadi suka lupa belum pakai, tapi udah keburu apply moisturizer. Padahal klaim produk ini baru bisa kelihatan hasilnya kalau dipakai rutin selama 28 hari. So take my review with a grain of salt karena aku akui memang aku pakainya seingatnya aja.
Tapi aku cukup kagum dengan diriku sendiri karena berhasil menghabiskan produk ini sampai harus kubuka dulu tutupnya dan aku aduk isinya supaya sisa-sisa produk di pinggiran botolnya bisa ke tengah.
Ingredients: Water, Butylene Glycol, Pullulan, Niacinamide, Propanediol, Sodium Polyacrylate, 1,2-Hexanediol, Caprylhydroxamic Acid, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Lactobacillus Ferment Lysate, Camellia Sinensis Leaf Extract, Punica Granatum Extract, Caprylyl Glycol, Sodium Hydroxide, Lactobacillus Ferment, Acetyl Tetrapeptide-5, Caffeine, Acetyl Hexapeptide-8.
Kayak produk eye treatment pada umumnya, produk ini cara ngeluarinnya tinggal dipump aja. Pumpnya nggak keras, nggak susah juga buat ditakar. Cuma botolnya kalau produknya udah tinggal sedikit jadi susah buat dipump keluar karena tekstur produknya juga yang lumayan heavy, jadi dia nggak mengikuti kontur botol dan bakal stay di situ-situ aja. Kayak yang aku bilang di paragraf atas, harus agak dibuka dan diaduk kalau udah mulai tinggal sedikit supaya produknya rata lagi dan bisa dipump lagi.
BACA JUGA: SNP Red Ginseng Energy Eye Cream Review

Aku udah coba beberapa eye treatment mulai dari eye patch, eye cream, eye serum, dan yang terakhir dari Avoskin ini eye ampoule. Menurutku persoalan eye treatment ini buat tiap orang perjalanannya beda-beda karena seperti yang kita tahu, kulit sekitar mata itu kan sensitif ya, jadi perawatannya harus super hati-hati. Nggak bisa kena produk yang terlalu heavy, ingredientsnya juga jangan yang langsung keras atau abrassive. Dulu aku sempat mikir eye treatment itu sebetulnya produk skincare biasa yang bisa dipakai di daerah wajah lainnya tapi kemudian sadar kalau gimanapun juga memang kulit daerah mata itu beda. Makanya produk eye treatment muncul karena untuk memenuhi kebutuhan itu, terutama buat yang kulit sekitar matanya gampang muncul milia, nggak mungkin kan pakai moisturizer yang berat dipakaikan di sekitar mata.
That being said, eye treatment itu progressnya paling lama dibanding produk lainnya. Harus tahu betul apa concern daerah sekitar mata yang bisa dihandle dengan produk eye treatment dan apa yang nggak bisa diapa-apain. Misal, daerah bawah mata yang gelap karena efek genetik, mau dipakaikan eye treatment apapun juga nggak akan ngaruh karena memang udah genetik aja. Kalau untuk Avoskin Advanced Action Eye Ampoule ini sendiri punya klaim selain untuk mencerahkan, juga untuk menghidrasi kulit supaya nggak muncul kerutan. Dari selama pemakaian aku merasanya dia lebih ke yang kedua, jadi memang menjaga supaya kulit sekitar mata diberikan pelumas, biar garis-garis halus nggak terlalu kelihatan. Tapi kalau dari segi mencerahkannya aku kurang merasakan.
Apakah dengan ini aku jadi tergerak untuk mulai invest di eye treatment? Bisa jadi, kalau memang ada budgetnya. Karena kebanyakan eye treatment harganya lebih mahal ketimbang produk yang diperuntukkan untuk bagian wajah lainnya jadi harus dipikir-pikir dulu. Tapi menurutku kalau memang ada budget, bisa dipikir buat invest ke eye treatment karena ini produk yang hasilnya baru kelihatan nanti di kemudian hari terutama untuk masalah kerutan yang akan muncul seiring bertambahnya umur.

2020 benar-benar jadi tahun yang penuh dengan struggle. Bukan cuma buat aku, tapi buat kita semua aku yakin. Buat aku pribadi, aku struggling nyari kerja. Lulus bulan Januari 2020, dan udah setahun lebih aku nganggur. Rasanya campur aduk banget memang, nggak langsung dapat kerjaan setelah lulus tuh. Apalagi ketika teman-teman yang lain udah mulai pada dapat kerja bahkan ada yang udah mulai nikah juga. Rasanya capek juga buat mengingatkan ke diri sendiri kalau semua orang punya timelinenya masing-masing dan aku nggak perlu buru-buru.
Tapi hari ini aku membawa kabar gembira hehe. Jadi hari ini, tanggal 1 Maret 2021, akhirnya aku dapat kerja. Akhirnya. Setelah satu tahun menganggur, akhirnya aku resmi jadi melepas masa pengangguranku :") Dan yang lebih bikin terharunya lagi adalah, aku keterima di perusahaan media yang udah jadi impianku dari dulu. Hari ini buat pertama kalinya aku merasakan yang namanya orientasi karyawan baru, ikut meeting, brainstorming sama team, dan dapat pekerjaan yang harus diselesaikan dalam beberapa jam wahahahah 😂 Menantang tapi seru banget.
"Remember that sometimes not getting what you want is a wonderful stroke of luck."
Di sini aku mikir, ternyata selama ini rejekiku tuh di sini. Ditolak di sana sini, ternyata karena rejekiku bukan di sana. Aku jadi keinget satu tweet yang pernah lewat di timeline aku, Kalau sekarang kamu belum kerja, bisa jadi itu karena pekerjaan buat kamu bahkan belum tercipta sampai detik ini. Dan itulah yang terjadi. Kalau bukan karena ada departemen baru di kantorku yang butuh hiring, aku nggak akan ada di sini sekarang.
Intinya, aku bersyukur dengan segala kegagalan yang udah aku lalui. Kalau aku nggak ditolak di sana sini, aku nggak akan keterima di kantorku sekarang. Masih nggak percaya aku bisa keterima di perusahaan yang jadi impianku sejak dulu. Emang kadang tuh rencana Tuhan suka bikin kaget, tapi selalu tepat waktu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons