Showing posts with label Beauty. Show all posts
Showing posts with label Beauty. Show all posts
Waktu aku masih di Jogja, ada salah satu beauty reviewer yang sering aku jadiin panutan dalam hal makeup karena kebetulan kulit kami sama-sama sawo matang dan berminyak, jadi bisa lebih dijadiin patokan gitu kan. Nah terus temanku ini sempat review soal Mizzu Airlight Loose Powder yang katanya tuh benar-benar bisa membasi minyak di muka buat kita pemilik kulit kilang minyak dan suka bikin makeup jadi kurang awet karena minyak berlebih itu.
Sebetulnya sih aku enggak terlalu punya pengalaman bagus sama bedak yang punya klaim bisa mengontrol minyak berlebih di muka karena dulu pas pakai Innisfree Zero Sebum justru mukaku jadi kering parah dan bertekstur, enggak oke banget dilihat! Makanya aku prefer kurangin minyak di muka pakai semaca face paper aja. Tapi yaaa namanya manusia boleh berharap ya wkwkwk. Yuk, baca terus review-nya buat tahu produk ini beneran cocok apa engga!
Untuk ukuran bedak lokal, dia enggak mahal sih. Harganya sekitar seratus ribuan buat isi 20g. Meskipun kelihatannya kecil, tapi sebenarnya ada pasnya juga ukuran segini, nanti kalian bakal tahu kenapa. Abaikan aja ya guys tanggal expired yang udah lewat karena memang review-nya baru ditulis sekarang tapi aslinya ini bedak udah kucobain dari lama banget.
Biasanya sih kalau cari loose powder gitu aku enggak banyak neko-neko ya, yang penting dia bisa bikin makeup jadi lebih kelihatan nyatu aja dan sebisa mungkin sih enggak transfer. Lebih bagus lagi kalau bisa nahan minyak di mukaku yang udah kayak kilang minyak ini. Nah tapiii yang aku kurang suka dari powder itu juga terkadang mereka bisa bikin kulit jadi kering dan malah makin kelihatan teksturnya. Makanya penting buat pilih bedak yang halus.

Bisa kalian lihat kan di sini gimana mattifying-nya efek bedak ini. Itu cuma pakai sedikit banget lho, tapi bisa sampai matte banget tampilan mukaku. While it probably sounds great, tapi sejujurnya bedak ini berasa terlalu kering di kulitku. Aneh ya, padahal aku berminyak banget, harusnya bagus kalau dia bisa bantu mattifying makeup look aku. Tapi memang enggak bisa dipungkiri justru rasanya kurang nyaman complexion base-ku ketika diset pakai Mizzu Airlight Loose Powder. Sayang banget ya, padahal kalau semisal dia bisa pas gitu enggak terlalu kering tapi mattifying effect-nya bagus, mungkin bisa jadi my new favorite loose powder.
Wow, setelah sekian lama punya produk ini, baru sekarang reviewnya muncul di blog 😂 Aku sampai lupa ini tahun kapan. Yang pasti sih udah lama banget, kayaknya awal-awal aku baru mulai belajar make-up deh sekitar tahun 2018-an. Bibirku itu tipe yang gampang banget kering, kemungkinan sih karena aku jarang minum air putih jadi gampang dehidrasi dan jadi pecah-pecah. Kalau udah kayak gitu, kadang bisa parah banget karena tanganku gratilan suka ngopekin kulit mati dan bibirku jadi gampang berdarah. Pernah sampai bengkak dan kayak darahnya menggelap gitu, ah serem banget lah pokoknya. Nah, di saat-saat kayak gitu, pakai lipstik apapun rasanya udah kayak siksaan apalagi yang formulanya matte karena bakal bikin bibir tambah kering. Makanya kenapa kemudian aku nyobain beli lip balm. Cuma waktu itu aku belum banyak explore lip balm dari brand lokal, jadinya aku langsung beli dari Maybelline.
Untuk ukuran lip balm, menurutku Maybelline Baby Lips tuh udah bagus sih. Dia ngasih warna yang agak malu-malu gitu, nggak heboh gonjreng jadi dipakai sendiri pun juga nggak akan bikin tampilan muka kita pucat, tinggal pilih mau varian yang mana karena series Baby Lips ini punya beberapa varian dan warnanya beda-beda. Teksturnya lembut di bibir, nggak gritty, dan wanginya juga enak kayak permen. Tapi dia sih nggak ada rasanya ya kalau nggak sengaja kejilat gitu. Sheennya bagus, nggak kelihatan kayak kita habis makan gorengan tapi kayak pakai gloss tipis with the right amount of shine. Dia nggak bikin bibir kerasa licin banget, dan terbukti bisa menyelamatkan bibir pecah-pecah hihi. Very affordable and recommended!
Wow, rasanya udah lama banget aku nggak menyentuh blog. Dua minggu terakhir ini aku lagi hectic banget sama kerjaan, karena kantorku baru launching jadi promosinya lagi kenceng-kencengnya. Selain itu juga aku makin getol ngurusin hobiku yang satu lagi; ngumpulin animerch! Kayaknya kalian udah tahu juga ya sama hobiku yang satu itu karena benar-benar asik banget cuy haha. Well, aku nggak akan ngerant soal animanga di sini (I have another blog for that 👀). Kita lanjut ke reviewnya ya hehe.
Aku senang banget karena akhirnya setelah penantian dua minggu, Adsense aku nyala lagi! Karena seperti yang bisa kalian lihat, aku akhirnya beli domain buat blog ini sebagai hadiah ulang tahun kemarin. Menurutku beli domain itu suatu langkah yang besar karena selama satu dekade aku ngeblog, aku nggak kepikiran buat beli domain karena ya buat apa? Tapi lama kelamaan aku ngerasa kayak pengen menyamakan semua link socmed aku aja dengan nama beautywithdummy. Jadilah aku memutuskan untuk beli domain sekalian karena kalau mau ganti link blog udah kepalang basah, nggak mungkin ganti. Dan karena aku ganti domain, Adsense aku sempet mati dua minggu karena harus daftarin lagi dari awal. Tapi pas banget barusan aku buka blog dan ternyata udah nyala, yay! Buat merayakan Adsense aku kembali, aku bakal ngepost di blog lagi 😘
Btw aku agak lupa-lupa ingat apa aja produk yang udah dan belum aku post di blog gara-gara laptop aku sempat direset ulang dan semua data hilang. Jadi ini aku ngintip ke draft blogku dan ternyata ada produk yang udah lama banget habis tapi sampai detik ini belum aku review! Yup, produk itu adalah Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask 2x. Aku ingat banget dulu produk ini booming di mana-mana. Semua orang jadiin ini sebagai clay mask favorit mereka, dan ini direview sama banyak orang, jadi aku keracun lah. Waktu itu coba cek di toko Innisfree langsung tapi harganya beda lumayan jauh dibandingin kalau online, jadi ya udah deh aku memutuskan beli online aja.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Kalau soal masker, aku mikir lumayan lama tiap mau beli karena aku sadar diri aku bukan tipe orang yang suka maskeran. Walaupun begitu banyak dibahas kalau clay mask adalah sahabat buat orang-orang dengan kulit berminyak. Jadilah aku mulai mikir, apa cobain sekali ya buat tahu apa yang dilakuin clay mask buat kulit. So yeah, ini adalah clay mask pertamaku dulu! Cuma telat aja direviewnya wkwkwk. Kalau nggak salah Innisfree ini ada dua jenis Super Volcanic Clay Mask mereka. Kebetulan yang punyaku ini versi 2X-nya, jadi daya serap sebumnya lebih kuat lagi dibanding yang regular. Tapi karena aku cuma pernah cobain yang versi 2X aja jadi nggak bisa bedain keduanya.
Clay mask biasanya terbuat dari kaolin atau bentonite, atau bahkan kombinasi keduanya. Kaolin sendiri punya tekstur yang lebih halus dibanding bentonite, jadi lebih cocok buat yang kulitnya kering dan normal. Sementara bentonite lebih kasar dan daya serap sebumnya lebih tinggi, cocok buat yang kulitnya berminyak kayak aku. Nah di sini Innisfree pakai kedua jenis clay ini, jadinya dia bisa efektif menyerap sebum berlebih tanpa bikin kulit jadi super kering setelahnya.
Ingredients: Water/Aqua/Eau, Titanium Dioxide (Ci 77891), Butylene Glycol, Volcanic Ash, Glycerin, Silica, Trehalose, Caprylic/Capric Triglyceride, Kaolin, Bentonite, Polyvinyl Alcohol, Glyceryl Stearate, Stearic Acid, Cetearyl Alcohol, 1,2-Hexanediol, PVP, PEG-100 Stearate, Polysorbate 60, Iron Oxides (Ci 77499), Hydrogenated Vegetable Oil, Xanthan Gum, Juglans Regia (Walnut) Shell Powder, Lactic Acid/Glycolic Acid Copolymer, Sorbitan Stearate, Zea Mays (Corn) Starch, Polyacrylate-13, Polysorbate 20, Mannitol, Dextrin, Theobroma Cacao (Cocoa) Extract, Microcrystalline Cellulose, Lactic Acid, Polyisobutene, Menthoxypropanediol, Tetrasodium Pyrophosphate, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Sorbitan Isostearate, Aluminum Hydroxide, Triethoxycaprylylsilane, Tocopherol
BACA JUGA: Joylab Beauty Tea & Rose Clay Mask Review
Masker ini wanginya khas banget kayak clay mask pada umumnya, bau kaolin dan bentonite yang lumayan strong. Masker ini nggak ada butiran scrubnya, benar-benar halus dan gampang banget buat diratain ke muka. Waktu pertama kali pakai masker ini, banyak yang menyarankan aku buat jangan pelit pakai maskernya. Pakai dia tuh memang harus benar-benar rapi dan merata ke kulit daripada nggak maksimal. Jadi aku suka pakai lumayan tebal, karena keasikan juga sih apply ke mukanya, lihat kulit ketutup masker dengan rapi gitu hehe. Cuma kayaknya ini mending disesuaikan lagi sama gimana kulit kalian, karena clay mask itu bikin kering, jadi buat yang kulitnya memang udah kering dari sananya harus pintar-pintar ngukur bisa setebal apa maskernya.
Aku suka pakai masker ini tiap aku habis pakai make-up tebal, atau aku habis ada kegiatan outdoor yang heavy dalam jangka waktu yang lama. Rasanya tuh enak banget, bikin muka dingin somehow, padahal aku nggak pernah masukin ke kulkas. Tiap pakai dia aku selalu ngantuk udah kayak ada obat tidurnya aja wkwk heran deh. Dia gampang banget dibersihkan, pakai air aja cukup, terus nggak ada residu juga di muka. Untuk efek membersihkannya juga oke, nggak terlalu kering jatuhnya di aku, tapi kulit tetap berasa deeply cleansed. Ini sebetulnya salah satu clay mask favoritku, cuma aku nggak pernah repurchase karena nggak yakin punya waktunya dan clay mask aku yang perlu dihabiskan masih banyak.
Lagi-lagi review yang udah kelamaan nangkring di draft, dan baru sempat dipost sekarang. Kalau nggak salah ini aku beli sekitar pertengahan tahun 2019 dan belinya karena iseng-iseng. Waktu itu Sociolla lagi sale besar-besaran, salah satunya Maybelline The Loaded Bolds ini. Kalau kalian tahu, sebelum seri Powder Mattes mereka keluar, Maybelline memang punya seri namanya The Loaded Bolds yang pilihan shadenya jauh lebih bold, sesuai namanya. Warna-warna yang ada di seri The Loaded Bolds ini nggak cuma warna-warna biasa yang bisa kita pakai sehari-hari, tapi juga ada warna-warna nyentrik kayak putih, hitam, dan biru! Lucu banget kaan? xD Nah kebetulan biru itu warna favoritku banget. Aku sempat mau coba liquid lipsticknya Colourpop yang warnanya kayak biru laut gitu, cuma nggak banyak yang jual di Indo. Waktu aku lihat Maybelline ternyata punya dan pas banget juga lagi diskon, langsung lah aku nekat beli wkwkwk.
Dari segi kemasan sebetulnya dia masih sama aja kayak seri lip bullet Maybelline lainnya, body silver dengan tutup plastik yang warnanya serupa sama shade lipstiknya. Dari pertama lihat, aku udah jatuh cinta sih. Warna birunya lumayan deep, karena kalau muda biasanya rentan patchy di bibir, apalagi karena bibirku aslinya lumayan gelap, jadi kalau pakai lippies yang warnanya agak terang harus dikasih foundation dulu biar lebih keluar warnanya.
Untuk formulanya, aku nggak tahu ya The Loaded Bolds yang lain kayak gimana, tapi si Audacious Blue ini lumayan kering dan seret pas diaplikasiin ke bibir. Sama sekali nggak kayak Powder Mattes yang rasanya buttery dan pigmented dalam sekali oles, kalau Audacious Blue harus dibuild up berkali-kali supaya warna birunya bisa lebih ngecover bibir, kalau cuma sekali swipe aja sama sekali nggak kelihatan bagus wkwkwk. Aku agak kecewa sih karena namanya udah bikin aku berharap kalau ini bakal lebih strong lagi color payoff-nya di bibir dibanding Powder Mattes. Tapi ternyata hasilnya biasa aja di bibir. Untung dapat warna ini di harga diskon, kalau nggak kayaknya aku nggak akan beli karena dia dua kali lipat harga Powder Mattes.
Dia nggak transferproof juga, finishnya nggak terlalu basah, masih cenderung matte, cuma ini lumayan ngestain di bibir jadi kalau dipakai makan atau minum gitu nggak cepat hilang. Entah ya semua The Loaded Bolds formulanya sama atau nggak karena kadang beda shade tuh bisa beda formula.
Halo semuanya! Hari ini aku mau ngereview salah satu produk yang udah lama banget aku terima dan pakai, yaitu Jumiso First Skin Brightening Sheet Mask. Sheet mask ini aku terima dari Jumiso, hasil menang giveaway try & review mereka sekitar tahun 2019 mungkin. Iya, lama banget memang! Dulu aku masih rajin juga ikut event-event try & review dari brand luar karena belum ada regulasi pajak dengan value di bawah $3 karena masih $75 batasnya dulu. Sekarang jadi nggak pernah ikutan lagi padahal lumayan banget event-event try & review tuh karena bisa menghemat budget sekalian nyobain produk baru wkwk.
Well, seperti yang kalian tahu, aku bukan penggemar sheet mask kayak orang-orang kebanyakan. Buat aku pribadi, ngereview sheet mask itu salah satu hal yang susah, sekaligus terasa monoton karena yang diomongin ya itu-itu aja poinnya. Sheet mask itu ada banyak banget jenisnya, kandungannya juga beragam, hampir semua brand skincare ngeluarin. Tapi karena sheet mask ini adalah "one time thing" product, jadinya untuk bisa mereview secara detail, harus dipakai beberapa kali baru ketemu benang merahnya. Too bad di sini aku cuma punya satu dan pakai sekali aja, jadi anggap aja ini review ala ala first impression ya hehe.
Basically, sheet mask ini dinamakan First Skin Brightening karena dia ditargetkan untuk kulit yang kusam disebabkan karena kurang tidur atau gaya hidup yang berantakan. Di dalamnya ada vitamin A dan vitamin E yang diperoleh dari salmon roe. Selain itu sheet mask ini juga mengandung 4 bahan utama yakni gigawhite, redberry complex, ceramide complex, dan niacinamide.
BACA JUGA: Leaders Mediu Amino Pore-Tight Mask Review
Ingredients: Water, Glycerin, Methylpropanediol, Niacinamide, Betaine, Xylitylglucoside, Anhydroxylitol, Xylitol, Malva Sylvestris (Mallow) Extract, Mentha Piperita (Peppermint) Leaf Extract, Primula Veris Extract, Alchemilla Vulgaris Extract, Veronica Officinalis Extract, Melissa Officinalis Leaf Extract, Achillea Millefolium Extract, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, Vaccinium Macrocarpon (Cranberry) Fruit Extract, Cornus Officinalis Fruit Extract, Prunus Serotina (Wild Cherry) Fruit Extract, Punica Granatum Fruit Extract, Salmon Egg Extract, Calcium Pantothenate, Sodium Ascorbyl Phosphate, Tocopheryl Acetate, Pyridoxine Hcl, Maltodextrin, Silica, Sodium Starch Octenylsuccinate, Ceramide Np, Ceramide Ns, Triethylhexanoin, Butyrospermum Parkii (Shea Butter), Butylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Hydrogenated Lecithin, Hydroxyethylcellulose, Xanthan Gum, Carbomer, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Ethylhexylglycerin, Glyceryl Caprylate, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Caffeine, Peg-32, Panthenol, Allantoin, Dehydroacetic Acid, Arginine, Peg-60 Hydrogenated Castor Oil, Fragrance, Chlorphenesin, Disodium Edta

Lembaran sheet masknya ini pas di muka, nggak kegedean ataupun kesempitan. Cuma aku kurang suka karena essencenya ini lengket banget! Essencenya juga menurutku kebanyakan, jadinya ya mubazir aja. Karena banyak dan lengket, dia jadi lama banget diserap sama kulitku, seolah-olah kulitku tuh kayak kekenyangan aja jadinya udah nggak sanggup "nelan" hidrasi lagi. Aku bahkan sempat nunggu sampai setengah jam setelah copot sheet masknya, tapi essencenya tetap nangkring aja di muka nggak kering-kering. Aku pribadi nggak suka banget sama tipe essence sheet mask yang begini. Aku juga nggak dapat efek brighteningnya sama sekali, malah yang ada mukaku kelihatan tambah kusam karena essence yang numpuk di muka. Ujung-ujungnya malah aku bilas deh :(
Wah, sampai kelupaan kalau aku tuh punya produk ini. Entah alasana apalagi yang mau aku pakai karena review masker ini nggak tayang-tayang bahkan walaupun aku terima barangnya udah setahun yang lalu haha. Ini mungkin satu-satunya produk dari Joylab yang aku punya deh, dan ini pemberian dari brandnya sebagai PR gift, jadi aku nggak beli sendiri. Kalau nggak salah waktu itu dikasihnya sebelum dia release gitu, jadi aku sempat cobain sebelum ada review dari orang-orang. Cuma aku ingat banget maskernya nggak ngasih impression yang menarik, jadinya aku kelupaan kalau punya dia wkwk. I'm so sorry Joylab! Karena aku lagi beberes draft, jadi hari ini aku mau menuntaskan nulis review masker ini yang pastinya udah ketinggalan banget hypenya.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Joylab ini sempat mengeluarkan clay mask dengan 4 varian; Whipped Cream, Orang Rhapsody, Lychee Tea, dan yang aku punya ini, Tea & Roses. Masker ini diformulasikan dengan kaolin sebagai basenya, ditambah kandungan rose water untuk membantu melembabkan dan menenangkan kulit selagi maskernya membersihkan pori-pori yang terseumbat.
Produknya sendiri isinya 50g dengan harga Rp 160.000. Dikemas dalam bentuk jar dan setiap variannya udah dibedakan warnanya. Untuk Tea & Roses ini warna tutupnya pink agak kemerahan, agak dekat warnanya sama varian Lychee Tea tapi kalo Lychee Tea lebih pucat lagi merahnya. Masker ini juga ada plastik pembatasnya antara tutup dengan maskernya jadi kalau wadahnya kelempar-lempar, produknya nggak akan nempel nempel ke tutupnya langsung.
BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review
Maskernya ini teksturnya termasuk yang ringan, nggak berat pekat gitu, dan dia juga nggak ada scrubnya. Gampang banget diratakan mau pakai jari ataupun pakai kuas nggak masalah. Terus wanginya juga enak banget, persis wangi mawar dan nggak terlalu strong menurutku.
BACA JUGA: Beau Kirana Mud Mask Review


Masih ingat nggak kalian sama review serum Vitapair C Nature Republic aku beberapa waktu lalu? Di postingan itu kan aku bilang kalau aku berkesempatan untuk cobain seluruh rangkaian Vitapair C, nggak cuma serumnya aja. Jadi hari ini aku mau gantian ngereview tonernya supaya lengkap! Bisa kalian liht di sini ada dua botol, yang satu botol tonernya, satunya lagi botol spray kosong. Untuk lini Vitapair C ini memang tonernya dijual satu set dengan botol spray karena isi tonernya itu sendiri 300ml dan menurutku itu ukuran yang besar ya untuk sebuah toner. Makanya disediakan botol spray dari Nature Republic-nya supaya bisa dijadikan face mist.
Karena ini masih masuk ke dalam lini Vitapair C, jadi klaim tonernya ini nggak terlalu jauh berbeda sama serumnya. Targetnya adalah untuk bantu mencerahkan kulit, baik kulit secara keseluruhan atau dark spot yang disebabkan karena bekas jerawat. Sampai detik ini aku masih kesulitan untuk cari info yang kredibel dari sisi Nature Republic-nya sendiri, aneh ya. Info produk yang aku punya ya cuma dari kotak kemasan produknya (yang sekarang udah kebuang haha).

Toner ini punya tekstur yang cair, tapi cairnya tuh masih termasuk yang kerasa ada beratnya gitu. Nanti kalau diratakan ke kulit dia nggak langsung ngeblend, bakal ngambang di atas kulit dulu sebelum "meleleh" dan diserap kulit. Ini teksturnya unik sih, dan jadinya aku nggak perlu ngelayer banyak-banyak tiap pakai dia. Tonernya sendiri wanginya hampir sama kayak serumnya, wangi jeruk yang kecut gitu, malah menurutku lebih strong wangi tonernya dibanding serumnya haha. Oh iya selain dapat botol spray, kalau beli satu paket kalian juga akan dapat kapas khusus buat apply tonernya sebanyak 45 lembar lho.
Toner ini diperkaya dengan kandungan 10% Jeju Lemon Extract dan Cica Extract untuk membantu mencerahkan kulit dan membuat kulit terlihat sehat. Selain itu toner ini juga mengandung tranexamic acid dan niacinamide untuk melawan hyperpigmentation.
Botol spraynya ini handy banget sebenarnya untuk moistur sandwich. Jadi setiap habis pakai satu serum, aku layer serumnya sama toner ini dengan cara dispray buat memastikan kulit tetap lembab karena penyerapan produk bakal lebih baik kalau kulit dalam keadaan lembab kan. Cuma sayangnya semprotannya itu sendiri kurang halus menurutku. Masih terlalu nyemprot, jadi benar-benar harus ambil jarak cukup jauh karena kalau kedeketan nanti bisa masuk mata dan tonernya lumayan bikin pedih di mata :")

Yap, kalau kalian perhatikan aku masih pakai foto before-after yang sama dengan yang aku upload di review serum Vitapair C karena seperti yang aku bilang, aku pakai produk dari rangkaian Vitapair C ini berbarengan, jadi aku yakin hasilnya nggak cuma berasal dari satu produk aja, tapi karena semuanya dipakai berbarengan. Foto ini diambil dengan rentang waktu 28 September sampai 22 Oktober, jadi kurang lebih sebulan pemakaian dan hasilnya kulitku memang kelihatan jauh lebih segar dan nggak kusam lagi. Beberapa jerawat juga berkurang, dan tekstur kulit jadi lebih halus. Oh iya, karena ini jenis tonernya masuk hydrating toner, jadi aku pakai toner ini setiap hari, pagi dan malam.
Tonernya benar-benar bikin lembab, aku nggak perlu ngelayer sampai berkali-kali buat mencapai kelembaban yang aku mau. Terus meski dia mengandung citrus ingredients, rasanya nggak pedih di kulit sama sekali. Aku benar-benar rekomendasiin produk dari lini Vitapair C Nature Republic ini sih, apalagi kalau dipakai berbarengan sama serum dan gel creamnya, bakal lebih oke hasilnya.
Kayaknya aku telat banget ya baru nyobain produk ini? Kebanyakan dari orang-orang pas belajar skincare tuh pada punya essence Benton yang snail ini. Aku aja ingat beberapa kali lihat produk ini nangkring di skincare stash teman-temanku dulu, waktu aku sendiri belum terlalu paham soal skincare. Sejujurnya keberadaan essence itu sendiri masih antara ada dan tiada buatku. Maksudnya aku sendiri belum tahu apakah aku butuh essence atau nggak. Awalnya aku mikir essence itu malah sama aja kayak serum, tapi kayaknya ada sedikit perbedaan di bahan aktif yang terkandung di dalamnya ya. Kalau essence biasanya lebih light, nggak berat-berat banget ingredientsnya, dan mereka lebih difokuskan buat membantu kulit tetap lembab selama kita skincarean karena semakin lembab kulit kita, maka penyerapan skincare selanjutnya akan jadi lebih baik.
Kalau kalian masih ingat ceritanya, beberapa waktu lalu aku sempat belanja banyak skincare dari Style Korean Indonesia. Salah satunya adalah si Benton Snail Bee High Content Essence ini. Awalnya nggak ada di dalam wishlist tapi gara-gara lihat dia diskon, akhirnya ikut dicheck out deh wkwk. Sebetulnya aku memang kepikiran untuk coba walaupun bukan dalam waktu dekat, karena snail essence itu klaimnya bagus buat bikin tekstur kulit jadi lebih halus. Aku sendiri belum banyak explore produk skincare dengan kandungan snail makanya penasaran aja apa dia live the hype.
Dari yang aku baca-baca, punyaku ini kayaknya udah formula yang baru. Jadi produk ini sempat mengalami reformulasi, cuma aku kurang tahu juga kapan. Yang kandungan lama snail filtratenya sampai 90% sementara yang baru niacinamide dipakai untuk menggantikan arbutine. Kalau dilihat dari ingredients listnya essence ini udah alcohol free, fragrance free, dan essential oil free. Makanya kalau dicek di INCI Decoder nanti ada dua list, kalian bisa pilih yang paling baru aja. Benton ini sendiri adalah brand asal Korea, di bagian botolnya tertulis penjelasan produk dan klaimnya untuk melembabkan dan menghaluskan kulit. Beberapa key ingredientnya ada niacinamide, snail filtrate, sh-Oligopeptide-1, willow bark extract, betaglucan, panthenol, dan allantoin.
Ingredients: Aqua(Water), Snail Secretion Filtrate, Butylene Glycol, Glycerin, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Sh-Oligopeptide-1, Bee Venom, Plantago Asiatica Extract, Laminaria Digitata Extract, Diospyros Kaki Leaf Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Ulmus Campestris (Elm) Bark Extract, Althaea Rosea Root Extract, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Beta-Glucan, Betaine, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Adenosine, Panthenol, Allantoin, Pentylene Glycol, Zanthoxylum Piperitum Fruit Extract, Pulsatilla Koreana Extract, Usnea Barbata (Lichen) Extract, Polysorbate 20, Lecithin, Arginine
Kemasan Benton Snail Bee High Content Essence ini seragam dengan produk mereka dari lini snail bee lainnya. Dikemas dalam botol berwarna coklat gelap yang baik untuk melindungi produk dari paparan sinar matahari supaya nggak cepat rusak. Botolnya juga udah dilengkapi dengan pump dan kalau pertama beli, keamanannya akan terjamin karena ada stiker pengamannya. Di badan botolnya sendiri cuma tertulis deskripsi produk dan klaimnya, tapi untuk ingredients list cuma tertera di boxnya jadi kalau kalian orang yang butuh info ingredients list, jangan sampai kehilangan boxnya ya hehe.
BACA JUGA: YSL Pure Shots Night Reboot Serum Review

Pengalamanku sama essence itu nggak terlalu banyak, jadi aku kurang tahu juga sebetulnya essence itu lebih mendekati tekstur toner yang cair apa serum yang kental. Kalau sebelumnya aku pernah cobain essence dari SNP, dia teksturnya kayak serum biasa yang masih termasuk cair. Tapi ternyata beda lagi sama essence Benton ini. Rasanya lebih seperti gel bening yang nggak gampang menggelincir dari tangan. Jadi seperti jelly gitu. Begitu dibaurkan ke kulit, langsung ngeblend aja kayak air, nggak bikin muka kerasa berat sama sekali, dan pakai satu layer juga udah cukup banget. Biasanya aku pakai dia setelah hydrating toner, sebelum serum. Aku pakainya juga setiap hari, pagi dan malam. Fungsi utamanya karena seperti yang aku bilang sebelumnya, aku berharap dia bisa kasih kelembaban lebih untuk bantu penetrasi produk selanjutnya ke kulit.
Selama beberapa minggu terakhir ini pakai dia, aku merasa bruntusan dan tekstur kulit terutama di bagian pipi dan tengah dahi jadi jauh lebih halus. Kulitku jadi merefleksikan cahaya lebih baik, padahal aku nggak pakai highlighter. Di situ aku langsung tahu kalau ternyata kulitku udah nggak gradakan lagi. Karena kulit yang teksturnya halus, karena permukaannya lebih seragam, jadinya cahaya lebih mudah dipantulkan. Makanya kenapa kulit bisa kelihatan glowing. Aku awalnya nggak ekspektasi macam-macam sama essence ini, lebih ke mengharapkan dia ngasih kelembaban yang cukup aja. Tapi ternyata, bukan cuma tekstur kulit aja, tapi bruntusanku juga jadi lebih cepat reda. Aku benar-benar merasa produk ini ajaib banget dan kayaknya mulai sekarang aku bakal masukin dia jadi staple skincareku.
Tolong jangan kaget kenapa tiba-tiba aku ngereview produknya Miniso lagi setelah sekian lama :") Jadi, seperti biasa, aku ini punya kebiasaan kalau ngeblog tuh prosesnya kayak gini: setelah selesai foto-foto produk, bakal aku lanjut editing dan resizing, habis itu aku upload foto-fotonya dan disimpan ke draft blog biar aku ingat apa-apa aja yang harus direview. Tapi kadang tuh sekali upload draft nggak cuma satu atau dua produk aja, kadang bisa di atas 5. Malah kadang ujung-ujungnya banyak produk yang udah harus direview karena habis, malah jadi ketimbun sama produk baru. Mana aku tuh buat produk yang non sponsored sebetulnya jarang banget ada jadwal postingnya. Kalau sponsored kan jelas ya ada deadline yang harus dipenuhi, tapi kalau untuk produk gift atau belanja sendiri yang mau direview ya seenaknya aja gitu mana yang paling gampang direview, aku review duluan haha.
Anyway, postingan ini udah nangkring di draft blog dari Februari 2019, which means, udah hampir satu setengah tahun yang lalu! Waktu masih getol-getolnya aku main ke Miniso karena waktu itu Miniso lagi hype banget terutama untuk produk parfumnya yang emang beragam banget itu. Nah waktu itu aku ikutan cobain lah beli parfum mereka, berhubung kan harganya masih affordable banget parfum Miniso tuh. Dan karena aku penyuka wewangian manis, pilihanku jatuh ke Champagne Life!
Sejak ada toko-toko kayak Miniso dan Usupso berdiri di Indonesia, kehidupan mall aku makin bertambah konsumtif, haha. Ya gimana engga, toko ini unik banget! Rasanya apa aja bisa dijual sama Miniso dan Usupso. Kalo disuruh milih lebih suka belanja di mana, ya tergantung barang yang mau dibeli apa dulu, karena walaupun sekilas kedua toko itu kesannya sama, tapi tetep ada barang yang cuma dijual di Miniso, dan ada juga yang cuma dijual di Usupso.
Seingetku Miniso itu awalnya cuma jual tas-tas jelly dan boneka awalnya. Sampe beberapa waktu yang lalu waktu aku ke Mall Malioboro tiba-tiba mereka punya satu rak full buat body product mereka sendiri kayak bath salt yang aku juga udah pernah beli, sunscreen, body lotion, dan masih banyak lagi lah. Sekarang bahkan Miniso udah sampe punya face mist dan toner lho! :") Gila memang toko itu berkembangnya pesat sekali hahaha. Banyak juga perkakas rumah tangga, peralatan makan, pakaian dalam, dan notes, bahkan alat pertukangan kayak obeng juga dijual. Sejujurnya bingung Miniso itu toko apa tapi karena mereka desainnya lucu-lucu jadi I'll let it slide.
BACA JUGA: Miniso Bath Salt in Grape Seed review
Kemasan dari parfum ini cantik, dan nggak terlalu simple, tapi nggak terlalu berisik norak juga haha. Baik dari desain botol maupun font yang dipakai untuk label produknya menurutku pas banget. Terus wangi Champagne Life ini benar-benar sesuai sama wangi yang biasa aku suka dari Original Source, wanginya manis kayak permen tapi nggak bikin eneg. Kayaknya ini satu-satunya wangi manis yang enak dari semua rangkaian parfum Miniso deh. Karena kebanyakan parum mereka lebih ke wewangian yang segar. Untuk ketahanannya juga nggak begitu buruk kok, di aku wanginya bisa tahan sampai setengah hari, dan kalau nempel di maju nggak meninggalkan noda gitu, dan malah wanginya bisa tahan lebih lama.
Ini jadi mengingatkanku kenapa aku jarang review parfum, alasannya karena aku nggak jago menggambarkan wangi ke dalam tulisan huhu. Aku juga nggak tahu parfum ini masih ada di Miniso atau nggak karena beberapa kali ke Miniso juga aku udah nggak lihat Champagne Life lagi, sedih banget. But anyway, nulis review parfum ini jadi throwback waktu awal-awal aku baru merintis Beauty With Dummy haha. Oh I wish I could get this perfume again!
Pas aku lagi buka-buka draft postingan buat lihat mana yang bisa kugarap, aku kaget banget karena ternyata cleansing balm Banila Co ini belum sempat aku tulis reviewnya! Ya ampun, padahal dia habisnya udah lama banget, dan di Instagram juga udah terbit reviewnya tapi malah di blog belum sama sekali huhu. Kebiasaan aku nih, karena kebanyakan nulis sponsored post dan produk-produk yang lagi hype malah suka kelupaan buat nulis produk yang bahkan udah habis. Jadi repot kan soalnya bisa-bisa aku lupa gimana kesan kesanku pakai produknya wkwk. Tapi tenang, cleansing balm Banila Co ini membekas banget di ingatan kok karena dia salah satu cleansing balm favoritku, bahkan jadi yang terfavorit dari semua cleansing balm yang udah aku cobain.
Kemasan cleansing balm Banila ini seingatku tersedia dalam beberapa ukuran. Mulai dari yang kecil-kecil seukuran 7ml, 100ml, sampai yang paling besar 180ml. Yang aku punya di sini warna jarnya pink karena dia varian yang original. Cleansing balm ini tersedia dalam beberapa varian dengan warna jar yang berbeda-beda, ada yang bilang sih performa tiap cleansing balm juga kerasa beda, mungkin karena tiap variannya diperuntukkan untuk jenis kulit dengan masalah yang berbeda juga. Di dalamnya seperti biasa, ada penutup plastik yang bisa dilepas pasang, dan spatula untuk ngambil produknya jadi produk tetap terjaga kebersihannya.
Ingredients: Ethylhexyl Palmitate, Cetyl Ethylhexanoate, PEG-20 Glyceryl Triisostearate, PEG-10 Isostearate, Synthetic Wax, Onsen-Sui, Phenoxyethanol, Butylene Glycol, Lithospermum Erythrorhizon Root Extract, Tocopheryl Acetate, Fragrance, Ethylhexylglycerin, Water, 1,2-Hexanediol, Bambusa Vulgaris Leaf/Stem Extract, Aspalathus Linearis Extract, Angelica Archangelica Root Extract, Malpighia Glabra (Acerola) Fruit Extract, Polydiethyleneglycol Adipate/Ipdi Copolymer, Acrylates/Ammonium Methacrylate Copolymer, Acrylates/Methoxy PEG-15 Methacrylate Copolymer

Sebelumnya aku udah pernah coba pakai cleansing balm, tapi waktu itu aku belum paham betul sebenarnya cara pakai cleansing balm itu kayak gimana, jadinya malah nggak efektif buat membersihkan muka. Setelah baca sana sini tentang cleansing balm, baru aku memutuskan untuk coba dari Banila Co, jadi bisa dibilang dia cleansing balm pertama yang benar-benar aku perhatiin gimana performanya. Balmnya itu sendiri lembut banget di kulit, terlembut dari yang pernah aku cobain selama ini. Aku masih ingat banget gimana si balm ini meleleh begitu dipijat ke muka, sama sekali nggak kerasa keras ataupun kering.
Kemampuan membersihkannya juga oke banget, semua make-up, mau yang waterproof ataupun nggak semuanya bisa dibersihkan sama dia. Meltingnya cepat, nggak perlu digosok kencang-kencang untuk meluruhkan kayak waterproof mascara gitu. Dia nggak bikin pedas di mata, jadi safe enough buat ngehapus eye make-up. Overall, ini cleasing balm yang benar-benar bikin aku jatuh cinta sama kegiatan double cleansing.
Review ini udah tertahan lama banget sebenarnya. Alasan kenapa aku lama nulis review YSL Pure Shots Night Reboot Serum adalah karena aku masih berharap produk ini bisa bekerja di aku. Ngomong-ngomong aku kaget ya ternyata serum ini kalau full size harganya sampai di atas Rp 800.000, beruntung banget aku bisa cobain berkat ikut Try & Review event dari Female Daily huhu, so thank you, FD! Walaupun ini bukan full sizenya juga sih tapi ukuran 7mL tapi tetap aja, lumayan kan biar bisa tahu sekalian icip-icip kayak apa sih rasa serum harga nyaris sejuta :")
Aku sendiri belum pernah invest uang sebanyak itu untuk urusan beauty, baik skincare ataupun make-up. Selain karena daya belinya belum sanggup segitu, juga karena kadang ngerasa skincare yang mahal juga bisa jadi cuma mahal karena namanya aja, tapi ternyata dari ingredients sampai efek ya nggak jauh beda sama produk drugstore. But eh, just like any other things in life, pandangan kayak gitu nggak bisa digeneralisir ya.
BACA JUGA: Elsheskin Radiant Skin Serum Review
Pertama kali lihat serumnya secara langsung, aku baru ngeh kalau dia ini ternyata tipe yang biphase alias campuran dari minyak sama air kayak micellar water Garnier yang oil-infused itu lho. Aku kurang tahu juga seharusnya dikocok dulu supaya nyampur atau bisa langsung diapply ke muka karena nggak ada penjelasan cara pakainya di boxnya. Wanginya juga enak banget sih, sekarang aku paham kenapa orang-orang bilang skincare mahal itu karena yang dimanjakan bukan cuma muka, tapi visual (mata), penciuman, dll.
YSL Pure Shots Night Reboot Serum adalah jenis exfoliating serum, kalau disamain sama produk lokal sih setipe sama serum Kleveru Glass Skin Overnight. Bukan maksudnya si Kleveru ini jadi dupes ya (aku belum bandingin keduanya langsung jadi belum tahu juga), tapi biar kalian ada bayangan aja exfoliating serum tuh kayak gimana. Di dalamnya mengandung AHA yakni glycolic acid sebanyak 3,4% yang membantu proses eksfoliasi pada kulit biar kulit kelihatan lebih muda keesokan harinya. Makanya namanya "Night Reboot" karena serum ini dipakai di malam hari dan seakan-akan me-reboot kulit kita ke kondisi prima kayak waktu masih bayi.
Ingredients: Aqua/Water, Caprylic/Capric Triglyceride, Limnanthes Alba Seed Oil/Meadowfoam Seed Oil, Isononyl Isononanoate, Glycolic Acid, Propylene Glycol, Alcohol Denat, Glycerin, Sodium Hydroxide, Hydroxyethylpiperazine Ethane Sulfonic Acid, Argania Spinosa Kernel Oil, Glucose, Calendula Officinalis Flower Extract, Cereus Grandiflorus Flower Extract/Cactus Flower Extract, Haematococcus Pluvialis Extract, Adenosine, Ascorbyl Glucoside, Hydrolyzed Linseed Extract, Citric Acid, Lactic Acid, Xanthan Gum, Panthenol, Tocopherol, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate, Salicylic Acid, Caramel, Limonene, Parfum/Fragrance.
Serum ini seperti tertera di boxnya, sebaiknya dipakai ketika nggak ada matahari karena penggunaan AHA bikin kulit kita jadi lebih sensitif sama matahari, apalagi ini persentasenya lumayan besar, 3,4%. Menurutku dengan angka segitu menjadikan produk ini nggak beginner friendly apalagi yang sebelumnya sama sekali belum pernah ketemu exfoliating product. Aku sendiri aja yang notabenenya bukan pemain baru soal exfoliating, tetap purging lumayan heboh waktu nyobain serum ini. Jangan lupa juga kalau pakai produk yang mengandung exfoliator, jangan skip penggunaan sunscreen di pagi harinya kalau nggak mau kulit malah kelihatan lebih kusam.
Selama beberapa kali pakai serum ini aku agak bingung sih dia efeknya apa. Biasanya dengan glycolic acid bisa untuk bekas jerawat sama jerawat itu sendiri jadi berkurang, tapi selama pakai serum YSL ini aku nggak melihat ada perubahan signifikan, malah seringnya jerawatku jadi semakin meradang, padahal aku nggak pakai nunggu beberapa hari dulu buat lompat dari exfoliator lamaku ke YSL, ditmabah lagi kalaupun itu purging, prosesnya lama banget sih hampir sebulan. Sebelumnya aku nggak pernah purging sampai selama itu. Sedih sih nggak cocok sama produk ini tapi mungkin aku bakal lebih sedih lagi kalau cocok karena pusing gimana repurchasenya haha.
Barusan aku cek draft postinganku di blog dan aku baru sadar, ternyata banyak banget review foundation yang belum ditulis, padahal udah lama aku coba haha. Aku juga cek label Foundation di blog ini dan kaget karena ternyata baru ada dua postingan bahas soal foundation 😠Jadi hari ini aku bakal nulis soal salah satu foundation yang jadi favoritku di tahun 2019 yakni Wet N Wild Photofocus Foundation! Aku yakin banyak dari kalian yang udah pernah dengar soal foundation ini, aku sendiri memutuskan buat cobain setelah lihat reviewnya Tati Westbrook yang bilang kalau ini salah satu foundation drugstore kesukaan dia.
Harganya sendiri tuh nggak mahal kalau beli online, masih pas banget di kantong. Aku sendiri beli di Toko Beauty Bank di Shopee sekitar Rp 80.000-an kalau nggak salah (nanti aku link tokonya di akhir postingan).
BACA JUGA: BLP Face Base Foundation Shade W30 Review
Shade foundation Wet N Wild Photofocus ini banyak banget, ya as expected karena dia produk dari brand luar ya, jadi udah pasti harus punya pilihan shade yang luas. Aku berharap banget nih brand lokal mulai begitu juga biar semakin banyak orang Indonesia yang bisa menemukan shade foundation mereka di produk complexion lokal.
Aku sendiri milih shadenya pakai bantuan dua website, satu pakai Findation, satunya lagi lewat webnya Wet N Wild langsung, mereka punya mesin shade finder yang bisa bantu kamu nyari shade yang pas dengan referensi foundation yang selama ini kamu pakai. Alasan lainnya kenapa aku pakai cara ini adalah karena meskipun Wet N Wild ini tersedia di Watson dan Guardian, tapi pilihan shade yang ada di display nggak pernah lengkap. Entah karena yang masuk ke Indo memang sedikit atau gimana.
Berbeda dari foundation lainnya, kalau biasanya foundation dalam packaging botol itu pakai pump, atau semacam Maybelline yang harus dituang manual, foundation Wet N Wild ini aplikatornya pakai spatula yang menurut kebanyakan orang justru kurang higienis karena spatulanya bakalan sering nempel ke kulit. Aku pribadi sih cukup bodo amat ya haha, toh itu foundation aku doang yang pakai. Atau kalau nggak mau langsung kena kulit bisa diapply ke sponge atau brush aja.

Untuk coveragenya, dia menurutku medium to full. Terus nggak oxidize terlalu jauh juga, dan foundation ini dinamakan Photofocus karena dia diklaim nggak ngasih efek flashback di muka. Jadi kalau misal kita difoto pakai sinar flash, muka kita nggak akan kelihatan putih sendiri kayak badut. Di bagian belakang produknya katanya sih foundation ini udah dites di bawah 7 jenis pencahayaan, dari pencahayaan pro sampai yang ecek-ecek kayak cahaya dari sinar handphone.
Oil controlnya juga oke, dan setelah dipakai 6 jam juga foundationnya nggak geser sama sekali. Nggak creasing juga, dan gampang diblend. Bahagia banget aku waktu menemukan dia setelah sebelumnya pakai foundation Maybelline yang oxidize parah banget jadi bikin kusam. Setiap aku pakai foundation ini, kulitku jadi cakep banget mulusnya karena dia nutupi semua bekas jerawat.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons