Haloo, wah udah masuk bulan Maret aja kita. Gimana kabarnya teman-teman semua? Aku tepat per tanggal 1 ini akhirnya memulai lembaran baru dalam hidupku karena akhirnya aku keterima kerja :") Yes, setelah setahun lebih menganggur, akhirnya aku diterima kerja di perusahaan. Well, sebetulnya kalau dilihat-lihat lagi ya nggak benar-benar menganggur ya karena kegiatan beauty reviewing ini cukup makan waktu apalagi aku mengerjakan semuanya sendirian dan semakin hari semakin banyak partnership dengan brand yang masuk juga jadi ya setahun itu aku nggak gabut-gabut banget lah heheh.
Hari ini akan mereview soal salah satu produk dari brand lokal yang sepertinya udah jadi kesukaan banyak orang tapi aku baru coba akhir-akhir ini yaitu Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence. Aku dihubungi sama pihak Avoskin pertengahan Februari lalu dan ditawarin untuk cobain produk ini. Kebetulan banget ternyata mereka lagi mau mengeluarkan PHTE edisi khusus valentine, jadinya sekalian aku dikirimin yang packagingnya warna pink ini deh, lucu banget yaa? Skincare tuh kalau kemasannya udah warna pink gitu pasti deh kelihatan lebih menggoda :")

INFO PRODUK
- Nama brand: Avoskin
- Nama produk: Perfect Hydrating Treatment Essence
- Jenis produk: Essence
- Ukuran: 100 ml
- PAO: 6 bulan
- Harga: Rp 299.000
- Tempat beli: Website Official Avoskin
- BPOM: NA18200105520
Kalau dilihat dari namanya aja pasti udah ketebak ya fungsinya apa. Avoskin PHTE adalah essence yang memiliki klaim membantu melembapkan dan menjaga kesegaran kulit, sekaligus membuat muka terlihat lebih cerah. Produk ini diformulasikan tanpa paraben, fatty alcohol, dan udah cruelty free juga. Yang menarik dari ingredients listnya adalah ternyata essence ini mengandung ethyl ascorbic acid, yaitu turunan dari vitamin C yang lebih stabil dan merupakan antioksidan yang baik untuk meningkatkan produksi kolagen dan mengurangi kerutan. Aku juga suka lihat ingredients listnya yang nggak kebanyakan bahan aktif, it's pretty simple if you look at it.
Ingredients: Aqua, Ethyl Ascorbic Acid, Propylene Glycol, Glycerin, Chamomile (Anthemis Nobilis) Extract, Carrot (Carota Sativa) Oil, Rosa Canina Fruit Oil (Rosehip), Carborner, Triethanolamine, Alcohol
Botolnya ini terasa cukup berat karena dia terbuat dari botol kaca, jadi aku sarankan hati-hati kalau mau bawa dia terutama ketika bepergian karena botol seperti ini tentunya rentan pecah. Bagian mulut botolnya ini lumayan sempit, jadinya produk nggak gampang bleberan kemana-mana ketika mau dituang, tapi memang jadinya lebih effort aja karena harus digojlok kayak mau ngeluarin saos sambal hahah. Aku suka parno sendiri takut botolnya selip dari tangan ketika lagi digojlok dan jatuh :") Produknya sih nggak susah keluar, cuma kalau nggak digojlok ya nggak akan keluar. Essencenya sih cair tapi menurutku desain tutup botolnya bikin produknya nggak mau netes gitu aja.
Aku mulai masukin essence ini ke dalam skincare routine aku sejak 14 Februari, jadi pas banget produknya baru sampai langsung aku coba malamnya. Dan aku jadi paham kenapa banyak banget yang suka sama PHTE. Rasa lembapnya memang enak banget, bikin kalem di kulit, dan dia ngasih rasa segar dingin-dingin gitu, mungkin dari alcoholnya ya heheh. Termasuk ringan dibandingkan essence lain yang pernah aku coba, dan dia juga gampang banget menyerap ke kulit tanpa ninggalin finish yang lengket. Nyaman buat dilayer beberapa kali juga, tapi di kulitku yang gampang dehidrasi ini dua kali layer aja udah pas banget, selama kemudian dikunci dengan produk yang oklusif karena kalau nggak nanti hidrasinya lepas lagi.
So far dari klaimnya yang melembabkan itu memang terbukti sih. Aku takjub banget mana rasanya tuh emang pas dipakai ke muka segarnya kerasa, apalagi kalau essencenya dimasukin ke kulkas dulu, wuuuh nggak kebayang kayak apa rasanya pasti enak banget. Tapi dari sisi mencerahkannya aku kurang bisa notice sih. Entah belum full effect atau memang kulitku udah mentok cerahnya segini aja wkwkwk. Tapi aku sangat merekomendasikan essence ini terutama buat kalian yang kulitnya dehidrasi juga kayak aku. It's really worth the shot!
As someone who has acne prone skin, I struggle with not just one, but two problems all at once. The first one is obviously the acne itself, and the second one is the aftermath; the hyperpigmentation. As I am someone of a darker skin tone, once my acne is gone, it tends to leave PIH aka dark spots on my face. Surely these things are not impossible to get rid of, and it doesn't always take a fortune too. The one product I recommend the most when dealing with hyperpigmentation is sunscreen. Since hyperpigmentation is caused mostly because of exposure to UV light from the sun, so protecting our skin from it will do the trick. But of course, each skin has its own timeline when it comes to progress. There are just cases where one dark spot is harder to get rid of than the others. This is where a brightening serum comes into play.
For my entire career of beauty reviewing, I've tried gazillions (okay it's probably not that many haha) of brightening serum. Yes, getting rid of the acne itself is hard already, but the leftover of it, the spots, is even harder to tackle. That's why aside from diligently applying my sunscreen on a daily basis, I also look for a brightening serum to help boost the progress faster. And that's what we'll be talking today. I got this Axis-y Dark Spot Correcting Glow Serum a couple weeks ago, along with its mugwort mask and sunscreen. Axis-y as a brand has been known quite well here in Indonesia, so when I was presented with the chance to finally lay my hands on them, of course I snatched it right away.
BACA JUGA: Elsheskin Radiant Skin Serum Review
PRODUCT INFO
- Brand: Axis-y
- Product name: Dark Spot Correcting Glow Serum
- Product type: Serum
- Size: 50 mL / 1.69 fl oz
- PAO: -
- Price: $22.00
- Where to buy: Axis-y Official Website
- BPOM: -
As always before I share my experience of using this product, let's talk first about its claims and ingredients. This serum is a niacinamide-based serum that claims to help correct dark spots and improves uneven skin tone. With the help of plant-derived Squalane, this serum retains moisture to keep our skin glowing and healthy. It also reduces pigmentation concerns including dark spots and uneven skin tone, smoothes and brightens skin, while deeply moisturizes our skin. Some of the notable ingredients in this serum are: niacinamide, squalane, papaya, sea buckthorn, oryza sativa rice bran, allantoin, and calendula. It's also vegan, cruelty free, formulated with paraben, mineral oil, artificial fragrances, or artificial colors.
Ingredients: Water, Glycerin, Niacinamide, Sodium Hyaluronate, Propanediol, Erythritol, Butylene Glycol, Squalane, Oryza Sativa (Rice) Bran Extract, Calendula Officinalis Flower Extract, Carica Papaya (Papaya) Fruit Extract, Hippophae Rhamnoides Fruit Extract, Malpighia Emarginata(Acerola)Fruit Extract, Polyglyceryl-10 Laurate, Chlorphenesin, Arginine, Ethylhexylglycerin, Carbomer, Glutathione, 1,2-Hexanediol, Hydroxypropyl Cyclodextrin, Disodium EDTA, Hydroxyethylcellulose, Allantoin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil
BACA JUGA: 2SOL Facial Recovery Booster Review


I've been using this product for almost two months now, and I can see that it does help a lot with fading my hyperpigmentation especially my dark spots caused by acne and my skin texture has gotten better too. I learned a long time ago that my skin texture gets less bumpy if my skin gets enough hydration and like I said in the beginning, this serum gives really great level of moisture. I can see the hype of this product and I've proven it myself that this does work to help tackle my dark spots.
Dari pertama aku kenal sama klinik kecantikan Erha, sampai detik ini aku belum pernah cobain service mereka, terutama dalam hal perawatan muka. Padahal kalau ditanya mau ya mau heheh. Ya maklum lah, memang buatku, Erha itu masih di luar budget aja. Makanya aku lebih banyak coba-coba produk otc karena mereka lebih affordable. Erha sendiri juga sebetulnya mengeluarkan produk otc alias produk yang bisa dibeli tanpa resep dokter, jadi nggak perlu konsul dulu ke dokter mereka walaupun tentunya konsul lebih direkomendasikan, apalagi buat kita-kita yang masih buta tentang skincare. Meski begitu ya tetap aja aku belum pernah menginjakkan ke gerai Erha buat lihat-lihat ada produk otc apa aja di konter mereka. Keburu insecure aja dompet wkwkwk.
Tapi menjadi beauty reviewer ada perksnya tersendiri. Salah satunya adalah mendapatkan tawaran kerjasam untuk mencoba produk-produk untuk kemudian direview. Selama malang melintang 3 tahun jadi beauty reviewer, aku bersyukur banyak brand yang mau menawarkan kerjasama dengan Beauty With Dummy, termasuk Erha. Ini kayaknya udah kedua kalinya kami kerjasama, tapi baru kali ini aku tahu kalau ternyata Erha punya produk bodycare. Sebelumnya aku tahu mereka mengeluarkan produk skincare (pastinya ya), dan beberapa waktu lalu baru tahu juga kalau ada produk haircare. Nah kali ini baru ngeh ternyata Erha udah merambah ke bodycare juga. Berarti memang lengkap banget ya Erha ini.
Waktu ditawarin untuk nyobain produk bodycare dari Erha ini marketingnya bilang kalau ini bakal cocok untuk kulit badanku yang kering. Aku memang suka mengeluhkan di social media kalau kulit badanku tuh bertolak belakang dengan kulit muka. Mukaku memang berminyak banget, tapi badanku super duper kering. Aku udah sering nyobain body lotion dari merk-merk yang banyak dipakai sama orang lain, yang hypenya tinggi, tapi ternyata hasilnya biasa aja di kulitku, ujung-ujungnya kulitku tetap terasa kering. Waktu marketingnya bilang gitu aku jadi hopeful dong.
Body moisturizer aka body lotion ini mengandung bahan utama seperti ceramide complex, centella asiatica extract, vitamin E, dan kandungan anti inflammatory. Ukurannya sendiri sepertinya ada beberapa varian, kebetulan yang aku punya di sini yang ukuran 30g. Cukup mini sih kalau dipikir-pikir karena ini kan body lotion ya hahah. Tapi justru handy juga karena menghindari produk expired dan nggak sempat dihabiskan. Produk ini diperuntukkan untuk kita yang kulitnya kering dan juga sensitif. Dia mengandung silikon, jadinya pas diratakan ke kulit akan terasa oklusif.

Tekstur body lotion ini sesuai sama apa yang harapkan sih. Oklusif, tapi nggak terasa berat ataupun lengket di kulit. Menyerapnya juga cepat banget lho, and I mean it karena nggak lama setelah aku pakai, aku coba cuci tangan dan dia nggak meleleh terus jadi licin nggak jelas gitu. Tahu kan, biasanya beberapa body lotion bikin licin kalau baru diaplikasikan ke kulit terus kita kena air, tapi Erha ini nggak gitu. Rasanya benar-benar bikin kulitku yang kering kayak Gurun Sahara jadi adem lagi, seolah-olah ditumbuhi tanaman hijau dan muncul oase.
Cuma ternyata untuk bagian kulitku yang udah sampai ngelupas sih dia masih belum sanggup melembabkan kalau cuma satu layer aja jadi harus dilayer beberapa kali, itupun tetap terasa kasar tapi ngelupasnya ketutup. Aku memang punya beberapa bagian badan yang kondisinya agak emergency, yaitu bagian sikut dan mata kaki yang teksturnya sampai kasar dan menebal saking keringnya. Tapi overall produk ini efeknya termasuk yang oke banget, dan aku mungkin akan beli dia lagi if I had the chance.
Buat teman-teman yang udah lama ngikutin aku di social media pasti udah hapal kalau aku termasuk orang yang paling males buat maskeran because I made that pretty clear. Bahkan buat pakai sheet mask yang tinggal templok ke muka dan ditunggu tanpa harus dibilas aja aku malas, apalagi masker wash off yang harus dibilas. Dulu sih aku masih punya desire buat explore sheet mask dan masker, kayak ada rasa penasaran dan puas aja gitu kalau punya sheet mask banyak dan bisa coba dari berbagai macam brand. Sampai akhirnya aku ada di titik di mana aku sadar, sampah yang dihasilkan dari sheet mask itu buanyak banget. Bukan cuma bungkusnya, tapi lembaran sheet masknya itu sendiri juga kan jadi sampah. Sejak itu aku jadi mulai membatasi pakai sheet mask dan beralih ke wash off mask. Tapi ya itu balik lagi, aku tuh mageran banget wkwkwk.
Nah sejak aku mulai tekun jadi beauty reviewer, tentunya aku sering dihadapkan sama berbagai macam produk, termasuk masker. Ada yang udah tinggal oles, ada yang harus diracik dulu, ada yang bentuknya peel off, wash off, macam-macam lah pokoknya. Dan sejujurnya meskipun rasa malas itu masih ada, tapi rasa keingintahuanku belum benar-benar hilang. Malah aku mikirnya, siapa tahu bakal nemu masker yang bahkan untuk aku yang mageran sekalipun, kalau pakai masker ini nggak akan mager karena saking bagus dan sukanya sama masker itu.
BACA JUGA: Pore Hero Matcha Clay Mask Review
Beberapa waktu lalu aku dihubungi sama Lovely Kefir dan ditawarin buat nyobain masker-masker mereka. Sebelumnya aku memang belum pernah coba masker kefir, tapi aku udah sering lihat produknya seliweran baik di Instagram ataupun Youtube karena udah sering direview sama orang-orang terutama brand Lovely Kefir ini. For the sake of nambah pengalaman, dan karena memang penasaran juga kayak gimana sih rasanya maskeran pakai masker kefir, aku iyakan deh tawarannya.
Sebelum kita masuk lebih jauh ke review produknya, aku mau kasih sedikit penjelasan yang aku dapat dari Lovely Kefir tentang masker-masker mereka. Buat yang belum tahu, masker kefir itu adalah masker yang menggunakan fermentasi dari susu kambing. Kebayang dong ya baunya kayak apa wkwk. Pada dasarnya sama aja kayak maskeran pakai yoghurt, tapi katanya fermentasi susu kambing ini punya kandungan lemak yang lebih banyak, serta protein dan probiotik. Produk masker kefir dari Lovely Kefir juga diklaim dapat menghambat kerja enzim pada proses pembentukan pigmen kulit (melanin) dan efektif untuk mengatasi kerusakan akibat adanya senyawa radikal bebas.
Well, kalau dilihat dari klaimnya sebetulnya agak menyeramkan sih. Kalau yang dimaksud pembentukan melanin adalah noda-noda gelap pada kulit akibat bekas jerawat atau efek sinar UV dari matahari, okelah. Tapi seram juga kalau yang dimaksud kayak bleaching kulit gitu walaupun aku yakin kalau cuma sekedar masker aja nggak mungkin sanggup sampai segitunya sih efeknya.
BACA JUGA: Beau Kirana Mud Mask Review
INFO PRODUK
- Nama brand: Lovely Kefir Nature
- Nama produk: Lovely Kefir Masker Kefir
- Jenis produk: Masker
- Ukuran: 3 gr
- PAO: 30 bulan (3 bulan setelah dibuka dengan penyimpanan di kulkas)
- Harga: Rp 85.000/5 sachet
- Tempat beli: Shopee Official Lovely Kefir Nature
- BPOM: NA18190205617
Di sini aku dikasih semua varian masker kefir dari Lovely Kefir. Mereka punya 12 varian: Original, Greentea, Spirulina, Bengkoang, Kunyit, Kopi, Coklat, Strawberry, Kulit Manggis, Aloe Vera, Charcoal/Black, Buah Naga. Di luar ke-12 varian tersebut mereka juga akan mengeluarkan varian baru yaitu mugwort, yang memang akhir-akhir ini lagi naik banget ya kandungan mugwort tuh. Setiap maskernya punya tekstur dan warna yang berbeda. Untuk wanginya sendiri pada dasarnya hampir sama, cuma ada sedikit perbedaan di beberapa varian, tapi menurutku nggak terlalu signifikan karena lebih dominan wangi amis susu yang lebih tercium. Aku sendiri nggak terlalu suka bau susu yang difermentasi seperti ini, tapi memang very much expected ya namanya juga masker kefir heheh. Sebetulnya ini masalah preference aja sih. Aku sempat mengira dengan banyaknya varian ini mungkin bakal 50:50 wangi yang tercium, tapi nggak juga ternyata.
Maskernya termasuk yang high maintenance masalah penyimpanan, karena ini menggunakan susu, bahan yang gampang banget rusak kalau terpapar udara, jadinya kalau udah dibuka dia harus cepat-cepat dihabiskan dan penyimpanannya pun harus di kulkas dan sebisa mungkin jangan terkena kontak dengan udara terlalu lama. Kalau nggak nanti tekstur dan bau dari maskernya bisa berubah jadi lebih tengik lagi.
BACA JUGA: Maska Technicolor Multimask Review

Setelah nyobain ke-12 varian masker dari Lovely Kefir ini (dengan susah payah, haha. Karena cuma dikasih waktu sebentar buat nyobain ðŸ˜) aku menjatuhkan varian favoritku pada si Kopi/Coffee. Soalnya dia wanginya yang paling enak dibanding yang lain, wangi kopinya lumayan ketara jadi nggak amis-amis banget kayak varian lainnya. Teksturnya juga paling enak buat diratain, dan varian Kopi ini ada butiran scrubnya jadi bisa sekalian buat exfoliate kulit. Masker ini semuanya termasuk yang susah dibersihkan. Mereka meninggalkan residu rasa lengket yang benar-benar pliket, jadinya kalau cuma dibilas dengan air aja nggak akan cukup. Ini aku pelajari waktu pertama kali nyobain dan kalau biasanya aku maskeran setelah cuci muka, kalau pakai masker kefir ini aku harus lakuin sebelum cuci muka. Karena untuk ngebersihinnya, harus dibilas pakai sabun.
Bisa kalian lihat di foto before-after pemakaian masker, sebetulnya nggak terlihat ada perubahan yang signifikan. Ya mau gimana lagi ya, waktu yang diberikan buat nyobain juga terbatas sih, sementara masker menurutku produk yang paling lama menunjukkan efeknya karena dia sifatnya wash off.
Saranku untuk Lovely Kefir ke depannya mungkin untuk kemasannya diperbagus lagi. Maksudku adalah, sebaiknya ditulis sekalian di bungkusnya info-info terkait produknya seperti: ingredients list dan klaim karena dua hal itu penting banget menurutku. Aku kan harus tahu ingredientsnya buat wanti-wanti siapa tahu bakal ada ketidakcocokan pas nyobain, jadinya aku bisa siap-siap dengan produk yang bisa bantu nyembuhin breakoutnya (kalau memang nggak cocok). Tulisan yang tercetak di bungkus tiap variannya juga sama, cuma instruksi yang berulang aja dan nggak ada perbedaan. Jadinya seolah-olah varian-varian yang ada tuh jadi cuma hiasan aja.
Hai semuanyaa, selamat hari Minggu! Lagi pengen cuap cuap nih jadi mungkin postingannya bakal agak rame heheh. Mungkin ada yang notice (atau nggak? WKWKWK) kalau beberapa waktu belakangan ini aku lagi nggak konsisten sama template blog. Aduh, emang lagi dibikin pusing aku tuh sama template blog karena penyesuaiannya susah banget. Aku udah sempat cerita kan kalau aku beli template baru (yang sekarang ini kalian lihat), nah ternyata habis ganti template ini stats blog jadi turun jauh, adsense juga jadi ngambek banget :") Makanya aku dilema mau tetap pakai template baru apa nggak. Tapi aku udah kepalang bosen sama yang lama, dan template baru ini bagus banget, dan mahal pula masa iya nggak aku pakai kan??? Jadi yaudah aku rela deh stats ambruk dulu yang penting aku jadi semangat ngeblog karena tampilan blog aku sekarang rapi banget xD
Okay balik ke topik postingan hari ini, udah kelihatan lah ya aku mau ngepost apa heheh. Produk yang mau direview hari ini adalah ARRA Beauty B--lush On. Sebelumnya aku udah pernah review lip matte mereka. Kedua produk ini juga udah aku share reviewnya di Twitter. Tapi tentunya nggak afdol buat Dyn kalau belum ngereview di blog, ya nggak. Produk ini juga pemberian dari ARRA, barengan sama si ARRA lip matte. Yuk yang udah penasaran mau tahu reviewnya lanjut baca aja!
| Swatch ARRA Blush Shade Dayak |
INFO PRODUK
- Nama brand: ARRA Beauty
- Nama produk: Kiss My Blush (Dayak)
- Jenis produk: Blush
- Ukuran: 3 gr
- PAO: 12 bulan
- Harga: Rp 120.000
- Tempat beli: Shopee Official ARRA Beauty
- BPOM: NA18201201559
As always aku bakal bahas dari bagian luarnya dulu yaitu packagingnya. Sebenarnya sebelum ditawarin buat coba produk dari ARRA ini, aku belum sempat ngelirik atau ngecek packaging ARRA tuh gimana sih, mereka ngasih vibe seperti apa sih. Nah pas produknya datang, aku kaget ternyata kemasannya kecil juga haha. Tapi aku nggak asing sama bentuknya, karena packaging blush ini mirip sama face productnya ESQA yang pakai jenis container sama cuma beda warna dan beda bahan yang dipakai juga. ARRA Kiss My Blush dibalut dengan dominasi warna hitam dengan tulisan merk di bagian depan dan informasi produk seperti berat dan PAO di bagian belakangnya. Blushnya udah dilengkapi dengan cermin, jadi siap dipakai on the go.
Series ARRA Kiss My Blush punya 3 shades: Dayak, Sasak, dan Asmat. Punyaku ini yang Dayak punya warna seperti salmon. Jadi campuran antara pink dengan warna peach. Aku sendiri memang suka sama warna-warna blush yang lebih ke arah orange atau nude. Dulu pernah pakai yang dominan pink tapi aku kurang suka kelihatannya di kulitku. Makanya rata-rata blushku sekarang warnanya senada, ada di circle yang warm tone gitu. Dari tiga shade yang ada, Dayak ini yang paling sesuai sama preference aku makanya aku pilih dia.
Blush ini punya finish yang matte, jadi bukan tipe yang shimmery alias ngasih shine di muka. Teksturnya juga halus banget, dan pigmentasinya nggak langsung yang ngejreng medok di muka. Bisa dibuild up pelan-pelan jadi blushnya termasuk yang beginner friendly. Sedikit cerita, dulu aku tuh nggak suka banget pakai blush. Aku sempat trauma pakai blush yang warnanya nggak accentuate my skin color, jadinya malah kelihatan maksa dan aneh banget. Tapi lama kelamaan aku belajar soal warna, soal formula, dan akhirnya mulai paham blush seperti apa yang pas di aku. Shade Dayak ini cantik banget warnanya di kulitku, bikin kelihatan a little bit flushed kayak kena sinar matahari gitu tapi masih kelihatan subtle. Menurutku blush ini recommended banget buat dicobain dan aku berharap semoga ke depannya ARRA bakal nambah shade lagi hihi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Social Icons